ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal Vol 4 No 1 Maret 2024 Available Online : https://journal. id/index. php/eleste/index DOI : https://doi. org/10. 58890/eleste. p: ISSN : x-x e: ISSN : 3032-7261 PENGARUH KUALITAS PRODUK. DAN CITRA MERK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HELM DI TOKO JWM VARIASI MOTOR (PAS LAMPU MERAH TALANG BOGOR) Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok Diyahsidik@gmail. com1, alfenisliko583@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan penganalisis pengaruh kualitas produk, dan citra merk terhadap keputusan pembelian helm di toko JWM variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian menjelaskan . dengan metode penelitian berupa pengumpulan data menggunakan kuesiner. Metode alalisis data yang di gunakan adalah regressi linier analisis skala rikert, angka penafsiran kuesiner. Uji Validitas. Uji Realibilitas. Metode suksetif interval (MSI), regresi sederhana, regresi berganda, korelasi berganda, serta koefesien determinasi (K. Uji t. Uji f. Pemilihan Sample dilakukan dengan cara sampling aksidental. Adapun sample tersebut berjumlah 86 responden, dengn menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil regresi menunjukan bahwa Hasil regresi menunjukan bahwa 38,7% faktor-faktor keputusan pembelian dapat di jelaskan kualitas produk, dan Citra merk terhadap keputusan sedangkan sisanya 61,3% di jelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan uji F menunjukan bahwa secara simultan variabel kualitas produk citra merk secara serempak berpengaruh posetif dan signifisikan terhdap keputusan pembelian dengn hasil analisi yaitu nilai fhitung . > Ftabel . Hasil uji t menujukan bahwa variabel kualitas produk menunjukan hasil analisis thitung . , variabel citra merk menunjukan hasil analisis thitung . dimana ttabel . maka secara parsial kedua variabel tersebut berpengaru posetifdan siginisikan terhadap keputusan pembelian di Tiko JWM Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Variabel yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian di Toko JWM Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Kata Kunci: Kualitas Produk. Citra Merk. Keputusan Pembelian Abstract The purpose of this study was to determine and analyze the effect of product quality, and brand image on the decision to buy a helmet at the JWM variation Motor shop . t the red light gutters in Bogo. The type of research used is explanatory research with the research method of collecting data using a questionnaire. The data analysis method used is linear regression rickert scale analysis, questionnaire interpretation numbers, validity test, reliability test, interval successive method (MSI), simple regression, multiple regression, multiple correlation, and the coefficient of determination (K. , t test, test f. Sample selection is done by accidental sampling. The sample is 86 respondents, using multiple linear regression analysis. The results of the regression show that the results of the regression show that 38. 7% of the purchasing decision factors can be explained by product quality, and brand image on the decision while the remaining 61. 3% is explained by other factors not examined in this study. While the F test shows that simultaneously the brand image product quality variable simultaneously has a positive and significant effect on purchasing decisions with the results of the analysis, namely the value of fcount . > Ftable . The results of the t test show that the product quality variable shows the results of the tcount analysis . , the brand image variable shows the results of the tcount analysis . where ttable . so partially both variables have a positive and significant effect on purchasing decisions at Tiko JWM Variation Motor . t the red light gutter Bogo. The dominant variable influencing purchasing decisions at the JWM Variation Motor Store . t the Bogor gutter red ligh. Keywords: Product Quality. Brand Image. Purchase Decision (*) Corresponding Author : Diyah Purwaningsih1. Diyahsidik@gmail. Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 INTRODUCTION Sepanjang sejarahnya, helm merupakan bagian dari baju besi peradaban Yunani kuno. Roma klasik hingga Abad Pertengahan, hingga akhir abad ke-7, helm banyak digunakan di seluruh Eropa hingga Jepang. Saat itu bisa dikatakan fungsi helm hanya untuk keperluan militer. Helm dapat melindungi kepala prajurit dari senjata musuh, panah yang masuk, atau bahkan peluru yang bergerak lambat. Kemudian sekitar tahun 1670, penggunaan helm menurun, karena kekuatan dan kecepatan peluru senapan meningkat pesat, dan pada abad ke-18 tidak ada tentara yang memakai helm. Kemudian, dari waktu ke waktu, helm juga berkembang yang sebelumnya hanya digunakan untuk keperluan militer, kemudian digunakan untuk keperluan lain, termasuk yang membutuhkan pelindung kepala, misalnya dalam olahraga dan mengendarai kendaraan bermotor. Menurut website Wikipedia. org yang tidak menggunakan helm sepeda motor berawal dari kecelakaan sepeda motor. Angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data yang dihimpun Pusat Penelitian Transportasi dan Logistik (UGM) Universitas Gadjah Mada, jumlah kematian akibat kecelakaan mencapai lebih dari 30. 000, atau 65% korban tewas adalah pengguna sepeda motor, kebanyakan karena cedera kepala. Dua fenomena tersebut mendorong Kementerian Perindustrian sebagai regulator mengeluarkan Peraturan Menteri No. 0/M-IND/Per/6/2008, yang menyetujui Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007 untuk helm roda dua. kendaraan bermotor, menjadi peraturan teknis pada 1 April 2010. Dalam peraturan tersebut, semua produsen termasuk importir helm harus memenuhi persyaratan SNI 1811:2007. Randall B. Ripley w. com , ada empat jenis kebijakan pemerintah yaitu . kebijakan distributif, . kebijakan regulasi persaingan, . kebijakan regulasi protektif, . kebijakan redistributif. Dari keempat jenis tersebut, kebijakan SNI helm termasuk kebijakan nomor tiga, dimana pemerintah berusaha melindungi masyarakat dengan memberlakukan syarat atau ketentuan pada kegiatan tertentu. Wajib helm bagi pengendara sepeda motor sudah berlaku sejak lama, namun baru pada tanggal 1 April 2010. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak hanya mensyaratkan asal penggunaan helm, tetapi helm tersebut harus benarbenar memenuhi standar keamanan yang memadai dengan menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Helm adalah pelindung tubuh yang dikenakan di kepala, biasanya terbuat dari logam atau bahan keras lainnya seperti Kevlar, fiberglass atau plastik. Helm sering digunakan sebagai pelindung kepala dalam berbagai kegiatan pertempuran . atau sipil seperti olahraga, pertambangan atau olahraga Helm dapat memberikan perlindungan tambahan pada bagian kepala . ergantung desainny. terhadap benda yang jatuh atau benda yang berjatuhan di beberapa negara, helm diwajibkan bagi pengendara sepeda motor, bahkan di beberapa negara non-pengendara sepeda motor. Di Inggris, hanya orang Sikh yang tidak boleh memakai helm karena harus memakai sorban. Helm digunakan untuk melindungi kepala pengendara sepeda motor pada kecelakaan lalu lintas. Pada awalnya Hoegeng Polri menyatakan wajib dipakai di Indonesia, namun ditolak keras saat itu, kemudian secara resmi ditetapkan dengan UU No 1 Tahun 1992, dan helm tersebut tetap digunakan. mendapat lisensi sebagai SNI (Standar Nasional Indonesi. , lisensi ini hanya dapat digunakan di negara Indonesia karena 1 2 negara Eropa harus memiliki lisensi ECE dan USA harus memiliki lisensi DOT. Setiap negara memiliki kebijakannya masing- masing, dan hampir secara universal, helm yang baik setidaknya harus memiliki lisensi DOT dan helm Full Face, namun di Indonesia banyak helm yang berlisensi DOT dan Full Face. model dan fungsi yang bisa digunakan saat berkendara seperti penambahan fungsi bluetooth, dan juga model yang sangat unik seperti helm predator, helm predator ini memiliki bentuk yang sangat unik, karena helm ini didesain seperti monster predator. film Helm predator ini buatan anak negeri, pembuatan hanya bagian topeng dari bahan baku resin yang sangat kuat, helm ini menggunakan helm dari perusahaan HLEM, sehingga aman digunakan saat mengendarai mobil, karena helm adalah DOT berlisensi. dan setelah pembuatan topeng, topeng Predator harus dicat sesuai permintaan konsumen atau menerapkan pola. Helm predator ini dilengkapi dengan banyak fitur seperti lampu LED, pelek karet agar aman digunakan, rambut yang terbuat dari tali kepang dan perekat silikon di ujung rambut agar lebih percaya diri di jalan. Helm predator saat ini bukan lagi sekedar aksesoris bagi pengendara sepeda motor, melainkan sudah menjadi penunjang gaya hidup atau dibentuk saat berkendara khususnya pada motor besar atau bisa dibilang motor besar, tiga helm predator jarang dibutuhkan dikalangan masyarakat indonesia, namun karena tingginya permintaan. dari masyarakat luar, helm predator ini harganya sangat mahal ketika di pasarkan di Indonesia, ketika helm predator ini mulai marak beberapa tahun terakhir, dimana permintaan helm meningkat setelah pendiri helm - 80 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Predator melakukan pemasaran. strategi Melihat angka-angka dari survei Top Brand Index, ada berbagai merek di audiens dan reputasi merek helm yang baik. METHODS Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu suatu penelitian dimana informasi dikumpulkan dari suatu sampel untuk mewakili seluruh populasi. Tujuan penelitian kuanlitatif adalah sentinel . , deskriptif, eksplanatori . enjelas atau konfirmas. , evaluatif, prediktif atau prediktif, riset pasar dan pengembangan indikator sosial. Metode kualitatif mengumpulkan informasi tentang tempat-tempat alami . ukan buatan manusi. tertentu, tetapi peneliti melakukan perawatan pada kumpulan data dengan mendengarkan, misalnya, kuesioner, tes, wawancara terstruktur, dll. RESULTS & DISCUSSION Results Uji Kualitas Data Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah mengetahui berbagai tanggapan atas responden adalah melakukan uji kualitas data. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai item pernyataan atau indikator yang digunakan tersebut valid atau tidak serta reliabel atau tidak. Hal ini penting karena salah satu syarat bahwa sebuah data dapat dilakukan uji hipotesis adalah harus valid dan reliabel. Dibawah ini disajikan hasil uji kualitas data berupa uji validitas dan uji reliabilitas. Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Produk PERNYATAAN spesifikasi_produk spesifikasi_produk kinerja_produk1 kinerja_produk2 kinerja_produk3 tampilan_produk1 tampilan_produk2 tampilan_produk3 r hitung 0,347 0,500 0,439 0,373 0,401 0,363 0,598 0,346 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID KETERANGAN Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Karena nilai r hitung > 0,3 Data di atas menunjukan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dbandingkan 0,3, sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pernyataan tentang variabel layout tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merk PERNYATAAN r hitung SIMPULAN KETERANGAN pengertian_merek 0,367 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 pengertian_merek 0,346 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 pengertian_merek 0,542 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 pengertian_citra1 0,464 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 0,490 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 pengertian_citra2 0,306 VALID Karena nilai r hitung > 0,3 pengertian_citra3 - 81 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Data di atas menunjukan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan 0,3, sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pernyataan tentang variabel penjadwalan produksi tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Kelancaran Proses Produksi PERNYATAAN pilihan_produk1 pilihan_produk2 pilihan_produk3 pilihan_merek1 pilihan_merek2 pilihan_saluran1 waktu_pembelian1 waktu_pembelian2 metode_pembayaran1 metode_pembayaran2 metode_pembayaran3 r hitung 0,491 0,413 0,468 0,355 0,413 0,364 0,307 0,570 0,562 0,585 0,317 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TERANGAN nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 nilai r hitung > 0,3 Data di atas menunjukan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan 0,3, sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pernyataan tentang variabel kelancaran proses produksi tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Uji Reliabilitas Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas VARIABEL Cronbach a SIMPULAN Kualitas Produk 0,721 Reliabel Citra merek 0,689 Reliabel Keputusan Pembelian 0,782 Reliabel KETERANGAN Karena Cronbach a > 0,6 Karena Cronbach a > 0,6 Karena Cronbach a > 0,6 Data di atas menunjukan bahwa semua nilai Cronbach Alpha yang tertera dalam tabel Reability Statistic . hasil perhitungannya dengan menggunakan SPSS untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrument penelitian ini handal . dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Hasil Uji Asumsi Klasik Setelah melakukan uji kualitas data dan semua data yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam uji selanjutnya maka yang perlu dilakukan adalah uji asumsi klasik. Uji ini wajib dilakukan sebelum seseorang melakukan analisis regresi linier berganda. Adapun uji asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi . uji normalitas, . uji multikolonieritas dan . uji Hasil Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas - 82 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Pada grafik histogram diatas terlihat bahwa variabel berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh gambar histogram tidak miring ke kanan maupun ke kiri sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat apakah terdapat korelasi antara variable bebas atau Multikolonieritas dilakukan dengan melihat nilai Tolenrance dan Variance Inflation Factor (VIF). Dikatakan tidak terjadi multikolonieritas jika nilai tolerance > 0,1 atau VIF < 5. Dibawah ini disampaikan hasil uji multikolonieritas dengan melihat Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas VARIABEL Kualitas Produk Citra merek COLLINEARITY STATISTICS TOLERANCE VIF HASIL SIMPULAN HASIL SIMPULAN 0,688 > 0,1 1,454 0,688 > 0,1 1,454 Data di atas menunjukan bahwa semua nilai tolerance variable independent yang ada yaitu di atas 0,1 serta nilai VIF semua variable independennya dibawah 5 yang berarti bahwa tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Heteroskidastisitas Dengan Pendekatan Grafik Grafik Scatterplot diatas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar atas . idak membentuk sebuah pola tertentu yang jela. serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian berdasarkan masukkan variable independennya. Hasil Uji Hipotesis Setelah semua data dinyatakan layak untuk dilakukan uji selanjutnya, maka langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah sekaligus sementara atas jawaban rumusan tersebut yang tertuang dalam hipotesis. Beberapa hal yang termasuk ke dalam uji hipotesis ini antara lain persamaan regresi, uji F (Uji simulta. , koefisien determinasi (R. dan uji t . ji persia. - 83 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Persamaan Regresi Linier Berganda Tabel 6. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model Std. Error (Constan. 14,439 4,596 kualitas_produkX1 ,400 ,150 Citra_merekx2 ,164 Sig. Beta Tolerance VIF 3,142 ,002 ,273 2,669 ,009 ,688 1,454 ,439 4,287 ,000 ,688 1,454 Melihat nilai Unstandardizet Coefficients Beta di atas, maka dapat ditentukan persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan dari penelitian ini, sebagai berikut: Y = 14,439 Prosses Produksi 0,400 Layout 0,704 Penjadwalan Produksi Yang berarti bahwa: Konstanta sebesar 14,439 yang berarti jika variabel kualitas produk dan citra merek dianggap nol, maka variabel keputusan pembelian hanya sebesar 14,439. Koefisien regresi variabel kualitas produk diperoleh nilai sebesar 0,400, yang berarti jika variabel kualitas produk mengalami kenaikan satu poin, sementara variabel citra merek diasumsikan tetap maka kelancaran proses produksi juga akan mengalami kenaikan 0,400. Koefisien regresi variabel citra merek diperoleh nilai sebesar 0,704, yang berarti Jika variabel citra merek mengalami kenaikan satu poin, sementara variabel kualitas produk diasumsikan tetap maka keputusan pembelian produksi juga akan mengalami kenaikan 0,704. Hasil Uji F (Uji Simulta. Tabel 7. Hasil Uji F ANOVA Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 555,519 277,759 27,847 ,000b Residual Total 827,877 1383,395 9,974 Model Dependent Variable: Keputusan_pembelianY Predictors: (Constan. Citra_merekx2, kualitas_produkX1 Tabel di atas menunjukan bahwa Fhitung yang diolah dengan SPSS adalah sebesar 27,847. Sementara itu nilai Ftabel yang dilihat pada tabel nilai-nilai untuk distribusi F adalah 3,11. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa Fhitung > Ftabel . ,847 > 3,. Ini berarti bahwa variabel independent yang terdiri dari kualitas produk dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di toko JMW Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. - 84 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,634a ,402 ,387 3,15823 Predictors: (Constan. Citra_merekx2, kualitas_produkX1 Dependent Variable: Keputusan_pembelianY Tabel di atas menujukan bahwa nilai Adjusted R Square adalah 0,387 atau 38,7%. Yang berarti bahwa variabel independent berupa kualitas produk dan citra merek secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen keputusan pembelian sebesar 38% sedangkan sisanya 61,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji t (Uji Parsia. Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan uji t atau yang lebih dikenal sebagai uji parsial. Jika uji F bertujuan untuk melihat pengaruh secara Bersama-sama, maka uji t ini bertujuan untuk melihat pengaruh variable independen pada variable terhadap variable dependennya secara parsial atau sendiri-sendiri. Jadi dalam penelitian ini akan dilihat bagaimana pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian, citra merek terhadap keputusan pembelian di toko Jmw. Tabel 9. Hasil Uji t (Uji Parsia. VARIABEL Sig KESIMPULAN Thitung Ttabel HASIL a = 5% kualitas produk > 1,988 0,002 < 0,05 Berpengaruh Signifikan Citra merek 2,669 > 1,988 0,009 < 0,05 Berpengaruh Guna menentukan H0 maupun H1 yang ditolak ataupun diterima maka nilai thitung di atas dapat dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat signifikansi 5%. Nilai ttabel pada tingkat signifikansi % . = 0,. adalah 1,988. Dengan membandingkan thitung dan ttabel maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di toko Jmw, karena thitung . > ttabel . serta nilai berpengaruh dibawah 0,05. Secara parsial citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian di toko Jmw, karena thitung . > ttabel . DISCUSSION Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan diawal dimana sampai penjualn Helm di ketahui bahwa masih belum mencapai punjuk penjualan tertinggi di banding competitor lain, dan guna mencegah dan tinmbulnya masala di masa yang akan datang khususnya di Toko jwm variasi motor . as lampu merah talang Bogo. yang berhubungan dengan keputusan pembelian oleh konsumen terhadap penjualan Helm selaku Peruhaan peralatan perlingan lalu lintas yang menjalin kerja sama secara langsung, sehinnga perlu penelitian diantaranya dengan menggunakan Variabel kualitas produk dan citra merk maka dengan setidaknya masalah tersebut mulai terjawab dari kedua variabel bebas yang di gunakan,bahwa variabel kualitas produk berpengaruh signifisikan dan variabel citra merk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Hlem di Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Jika di bandingkan dengan berbagai penelitian yang di lakukan olrh penelitian sebelumnya, tentu hal ini lebih menguatkan penelitian-penelitian tersebut dimana selain faktor buaran - 85 - Diyah Purwaningsih1. Alfen Edison Isliko2 / ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 pemasaran barang dan jasa, faltpr lain yang menentukan seseorang memutuskan untuk membeli produk adalah harga dan pelayanan. Pada pengaruh kedua variabel independen dimana konsumen Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. lebih memperhatikan kualitas produk. Oleh karana itu kualitas produk merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian bagi Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Jika di lihat dari demografis konsumen Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. , diman sebagian besar konsumen yang ada di Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. memeliliki tingkat penghasilan rata RP. 000 keatas namun cukup banyak juga yang konsumen yang memeliki penghasilan kurang dari RP 1. 000 untuk dapat membeli Helm di Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Hal tersebut menjadi variabel kualitas produk memeliki tingkat pengaruh yang tinnggi karna kualitas produk yang baik mereka mencari dalam menentukan keputusan pembelian. Dengan ini melihat uraian di atas, maka di katakana bahwa baiknya kualitas produk secara otomatis meningkatkan keputusan pembelian terhadap konsumen Toko Jwm Variasi Motor . as lampu merah talang Bogo. Ada pada waktu tertentu di mana secara berpisah ataupun bersamaan produk Helm serta Citra merk di di berikan Toko Jwm Variasi Motor ikut meningkatkan pengaruh keputusan Oleh sebab itu dalm mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Toko Jwm Variasi Motor dapat menganalisa keinginan konsumen dalam faktor kualitas produk. Sebagai Toko yang yang begerak di perlinduangan lalu lintas harus mampu manganalisa dan melihat kebutuahan dari kualitas produk bagi setiap konsumen dengan fakto demografis mereka masing-masig dengan baik. Secara umum manajemen pemasaran merupakan analisis perencanaan, implementasi, dan pengendalian atas program-program yang didesain untuk menciptakan, membangun dan menjaga pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional atau tujuan-tujuan perusahaan. Tugas manajemen pemasaran dalam memasarkan produk perusahaan agar mencapai tingkat keuntungan jangka panjang perusahaan untuk menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan/pertumbuhan, adalah menciptakan permintaan akan produk perusahaan itu dan memenuhi permintaan tersebut. Manajemen pemasaran merupakan suatu usaha untuk merencanakan, menerapkan yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan agar tercapai tujuan perusahaan secara efisien dan efektif. CONCLUSION Sesuai dengan uarain-urain di atas serta hasil analisis dan interpretasi data yang telah di jelaskan sebelumya, maka dapat dia mabil kesimpulan, sebagai berrikut: Secara parsial kaulitas produk berpengaruh signifisikan berpengaruh terhadap keputusan pembelian di Toko JWM Variasi Motor (Pas Lampu Merah Talang Bogo. Secara persial Citra merk perngaruh terhadap keputusan pembelian di Toko JWM Variasi Motor (Pas Lampu Merah Talang Bogo. Secara simultan kualitas produk dan citra merk berpengaru signifisikan terhadap keptusan pembelian di Toko JWM Variasi Motor (Pas Lampu Merah Talang Bogo. REFERENCES