P - ISSN E - ISSN Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 : 2503-4413 : 2654-5837. Hal 454 Ae 463 ANALISIS PERAN GAYA KEPEMIMPINAN. PELATIHAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN Oleh : Siska Yuli Anita Lecture Raden Intan Lampung State Islamic University. Indonesia. siskayulianita@radenintan. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract This research aims to find out the role of leadership style applied by the chairman of KUD, training that has been followed by employees, and communication between the chairman and employees to work motivations in KUD Citra Sawit Mandiri. Sumber Deras Village. Mesuji Subdistrict. Conducted on the chairman and employees of KUD Citra Sawit Mandiri, using qualitative research methods. Data collection techniques with interviews, observations, and documentation. The results showed that the leadership style used by the chairman of KUD Citra Sawit Mandiri to motivate employee work is a democratic leadership style, which is by the cooperative principle, namely the family For training. KUD Citra Sawit Mandiri employees have participated in some training that is often done in the company and related to communication between KUD chairmen often provide regular feedback to employees by scheduling discussions in person. Keywords : Communication. Leadership. Training. Work Motivation. yang menyebabkan organisasi harus selalu mencari cara-cara baru agar dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara lebih efektif. Faktor internal, seperti tuntutan dalam memperoleh karyawan yang terlatih. Sum i ber i daya manus i ia ialah faktor sen i tral dalam satui organisasi, apapuni beni tuik seri ta tuji uai nnya, organisasi di buai t beri asaskan beri bagai visi uintuik kepi eni tingan manuisia dan dalam peli aksanaanya, misi itui di keli ola oleih manusi ia. Jadi, manusi ia ialah faktor strateigis dalam seimuai kegi iatan organisasi Sedi angkan organisasi ialah suai tui wadah bagi orang-orang uintuki beri kuimpuli dan beki eirja sama uni tuki meni capai tuijuian beri sama. Dalam organisasi teintuinya peri lui adanya hirarki pimpinan dan bawahan. Oleih sebi ab itui peri lui adanya sum i ber i daya manus i ia yang ber i kuialitas uni tuki meinjadi pem i impin dan bawahan seiper i ti halnya deni gan koperi asi. Koperi asi meri uji uki pada UU i i No. 17 tahun 2012 meni yatakan bahwa koperi asi ialah badan yang di dirikan oleih orang peri seoi rangan ataui badan huki um koperi asi, deni gan pem i isahan PENDAHULUAN Satu diantara aspek yang tak kalah pentingnya untuk di kelola ialah sumber daya manusia (SDM) yang di miliki. Sumber daya manusia (SDM) mempunyai dampak yang lebih besar terhadap efektivitas organisasi di banding dengan sumber daya yang lain. Manusia . sebagai motor penggerak kegiatan usaha perlu di kelola secara proporsional. Seberapa baik sumber daya manusia di kelola akan menentukan kesuksesan organisasi di masa Pengelolaan sumber daya manusia sendiri akan menjadi bagian yang sangat penting dari tugas manajemen organisasi. sebaliknya, jika sumber daya manusia tidak di kelola dengan baik Kompleksitas pengelolaan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, hal ini sesuai dengan perkembangan dan kemajuan yang berlangsung saat ini. Faktor lingkungan, perubahan teknologi yang cepat, kompetisi internasional dan kondisi perekonomian yang tidak menentu hanyalah beberapa faktor eksternal keikayaan para anggotanya seibagai modal uintuik meni jalankan uisaha, yang aspirasi dan keibuituihan beri sama di bidang eki onomi, sosial dan buidaya sesi uai i deingan nilai dan prinsip koperi asi. Adapuni defi inisi koperi asi di indonesi ia teri muiat dalam pasal 1 ayat 1 uni dang-uni dang no. 25 tahuni 1992 meni geni ai peri koperi asian meinyebi uti kan bahwa koperi asi ialah badan usi aha yang beri anggotakan orang-orang ataui badan huki um koperi asi deingan meli andaskan keigiatannya beri asaskan prinsip koperi asi, seki aliguis sebi agai geri akan eikonomi rakyat yang beri asaskan asas keikeli uai rgaan Ditinjaui i ber i dayaan peni geilolaan sum daya mausi ia, seibuai h i ber peri lui i uji ud i kan kepi em i impinan, dan ser i ta motivasi ker i ja peg i awai sehi ingga dapat meiningkatkan motivasi. Uni tuik i uijud i kan hal itui diper i luk i an pen i geli olaan daya manuisia yang baik. i en i ber Dalam defi inisi yang diuingkapkan oleih Desi sleri meni yatakan bahwa manajem i ein sum i ber manuisia ialah prosesi yang meingkosolidasi peni eti apan tuji uai n, peni ilaian kineri ja dan peni gem tuni ggal yang beri tuijuai n i bangan sistem uni tuki mem motivasi meni duikuing dan sesi uai i deni gan tuji uian organisasi. Seti iap organisasi ataui peri uisahaan pasti seoi rang Uni tuik i buti uh i kan i impin. i impin suiatui per i us i ahaan di buituihkan seo i rang Ciri ceni deiruing mem i iliki dan di jadikan contoh peri syaratan kuialitas yang di harapkan dalam suai tui organisasi ataui peri uisahaan. Kegi agalan maupi uni kebi eri hasilan suiatui peri usi ahaan dalam men i capai targeti dan tuijuian sangat teirgantuni g keipada i ampua i n pem i impin dalam men i gatur meni geni dalikan kepi em Pem i impin mem i pun i yai andil yang sangat bes i ar teri hadap kebi eirhasilan meni ghadapi tantangan yang muincuil. Hal ini meni jadikan pem i impin mem i eg i ang per i an kun i ci dalam mem sehi ingga peri anannya akan mem i pen i garuihi kebi eri hasilan peri usi ahaan. Pem i impin i pen i garuihi bawahan ser i ta bawahan jug bebi eri apa teri hadap i pun i yai ataui keiwibawaan i impin. Sum i ber i pen i garuh pada pem besi um dari leigitimasi, i impin i ber keai hlian peni yeisuiaian. Kartono, meni jeilaskan kepi em i impinan ialah cara bek i er i ja dan ber i tingkah lakui pem dalam mem i impin i bimbing bawahannya uni tuik beri buai t sesi uai tu. i Jadi gaya kepi em i impinan ialah sifat dan per i ilakui pem i impin yang di teri apkan kepi ada bawahannya uintuik meimbimbing bawahanya dalam meilakuikan peki eri jaannya. Malaluii gaya keipeimimpinan, diharapkan motivasi keri ja kayawan akan meiningkat. Motivasi keri ja karyawan di sini ialah harapan-harapan yang dimiliki olehi karyawan itu. i Daya peni ggeri ak yang i otivasi keirja itui ter i gantun i g dari harapan yang diperi olehi . Jika harapan meinjadi keinyataan, maka ceinderi uing meni ingkatkan kuai litasnya. Dalam pandangan Victor H. Vroom . eoi ri harapa. dalam Robbins, meni yatakan bahwa keki uai tan dari keci eni deiruingan uintuki beirtindak deni gan cara teri teni tui teri gantuing pada keikuai tan dari suiatui harapan bahwa tindakan itui akan di ikuiti deingan hasil teri teni tui seri ta pada daya tarik hasil itui bagai individu. i Jadi, motivasi keri ja karyawan teri gantuing pada sebi eri apa besi ar peki eri jaan itui dapat mem i uihi. Dalam pandangan Robbins. Peri ilakui pem i impin akan mem i beirikan motivasi sepi anjang mem i bua i t bawahan mer i asa buti uhi kepi uiasan dalam peni capaian kineri ja yang efi eki tif dan meinyedi iakan ajaran, arahan, duikuingan dan peni ghargaan yang di peirluikan dalam kineri ja efi eki tif. Susi ilo Martoyo meni gatakan bahwa tidak akan ada motivasi jika tidak dirasakan deingan adanya kebi uituihan. Peki eri jaan yang di lakuikan olehi seoi rang atasan dalam mem i ber i ikan inspirasi, i angat dan dorongan kep i ada orang lain dalam hal ini ialah karyawan, uni tuik meni gambil tindakan-tindakan. Pem i ber i ian motivasi den i gan gaya kepi em ini beri tuji uai n uni tuki i impinan meni ggiatkan karyawan agar beri sem i angat dan dapat meni capai hasil sebi agaimana yang dikehi eni daki. Meni gingat peintingnya masalah sum i ber daya manuisia, maka pem i bina hubi uingan yang baik deni gan karyawan dalam arti i per i hatikan apa yang meinjadi keb i uti uh i an dan keii nginan karyawan, teri masuki mem i ber i i peli atihan kepi ada karyawan. seilain itui peiruisahaan harusi jugi a bagaimana mem i per i hatikan i bangun bi ih efi eki tif dan beri tngguing jawa, sehi ingga teri capai tuji uai n yang teli ah di teti apkan olehi peri uisahaan sebi eli um i nya hal itui di kem i uikakan oleih Siagian. Peli atihan ialah suai tui prosesi peni didikan jangka peni deki deingan mem i akai prosed i uir yang sisteimatis dan teri organisir sehi ingga karyawan operi asional beli ajar peni geti ahuai n teiknik peingeri jaan dan keai hlian uni tuik tuijuai n teri teni tu. i Peli atihan ialah prosesi sistem peingubi ahan peri ilakui para i atis karyawan dalam suai tui arah guni a meni ingkatkan tuji uai n-tuji uian operi asional. Dalam pandangan Raei dalam Sofyandi peli atihan ialah suai tui usi aha uni tuik meni ingkatkan peingeitahuian dan keimampuian karyawan dalam meli aksanakan peikeirjaannya deingan leibih eifeiktif dan efi isiein. Bahkan mem i iliki beb i er i apa pen i garuh teri hadap karyawan, satui diantaranya ialah peni ingkatan dan peni gem i bangan motivasi ker i ja karyawan dalam meli aksanakan tuigasnya dan merupakan cara uni tuik mem i otivasi meni ingkatkan keti eirampilan keri ja, teri masuik i ber i ian konseli ing pada per i ilakui karyawan dan meni indak lanjuti i deni gan peni gadaan training. Komunikasi juga berperan penting guna untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan, jika komunikasi berjalan dengan baik dan lancar akan membangun motivasi yang baik pula terhadap karyawan karena tumbuhnya saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai menjadi budaya organisasi yang akan membangun semangat berkerja dalam organisasi tersebut. Motivasi keri ja dalam pandangan Robbins ialah keisedi iaan uintuik meni geli uai rkan tingkat uipaya yang tinggi uni tuki tuji uai n organisasi yang di kondisikan oleih kem i ampua i n up i aya itui dalam bebi eri apa kebi uti uhi an individuai l. i en i uihi Kebi uti uhi an teri jadi apabila tidak ada keiseii mbangan antara apa yang di miliki dan apa yang di harapkan, dorongan ialah keikuai tan meintal yang beri orieni tasi teri hadap pem i en i uihan harapan dan peni capaian tuji uai n dan tuji uai n ialah sasaran ataui hal yang ingin di capai oleih seiseoi rang ataui i Motivasi keri ja ialah suai tui keikuai tan poteni sial yang ada di dalam diri seoi rang manusi ia, yang dapat di kem keki uai tan luai r i bangkan oleh yang pada intinya beri kisar seki itar imbalan moneti eri dan imbalan non moneti eri yang dapat i pen i garuihi hasil kiner i ja karyawannya sec i ara positif ataui seci ara negi atif, hal mana teirgantuing pada situai si dan kondisi yang di hadapi orang yang beirsangkuitan. Meli aluii motivasi keri ja sesi eoi rang akan mampui meli akuikan tangguing jawab peki eirjaanya seci ara maksimal dan deingan sepi eri ti itui targeti ataui tuijuian peiruisahaan akan teri capai. Pem i ber i ian motivasi wajib di lakuk i an seoi rang pem motivasi yang di inginkan olehi karyawan. atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberi penghargaan dan penilaian. Menurut Umar manajemen sumber daya pengorganisasian, dalam penggerakan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara Sedangkan Andrew dan Mangkunegara berpendapat bahwa perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja di definisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan berintegrasi dengan rencana organisasi. Terdapat beberapa fungsi-fungsi dalam manajemen sumber daya manusia yaitu sebagai berikut: . Pengadaan sumber daya manusia yang terdiri atas analisa pekerjaan, perencanaan SDM, rekrutmen SDM, seleksi dan menempatan SDM. Pengembangan terdiri dari pengembangan SDM, pengembangan karir, pengembangan organisasi, dan manajemen dan penilaian kinerja. Kompensasi terdiri dari kompensasi finansial dan komponen non finansial. Pengintegrasian yang terdiri dari motivasi kerja, kepemimpinan, dan kepuasan kerja. Pemeliharaan SDM yaitu komunikasi, keselamatan dan kesehatan kerja. Gaya Kepemimpinan Robbins menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Bentuk pengaruh tersebut dapat secara formal, seperti tingkat manajerial pada suatu organisasi. Menurut Djanaid, menyebutkan bahwa kepemimpinan mengerakkan dan tertentu pada situasi tertentu. Definisi mengandung unsur proses mempengaruhi orang Dengan kata lain, kepemimpinan di fokuskan kepada apa yang di lakukan oleh para pemimpin, yaitu proses dimana pemimpin menjelaskan tujuan organisasi kepada orang yang di pimpinnya . serta memotivasi mereka untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Menurut Robert Gaya kepemimpinan melaksanakan fungsi kepemimpinannya dan bagaimana ia di lihat oleh mereka yang berusaha di pimpinnya atau mereka yang mungkin sedang mengamati di luar. Menurut james bahwa gaya kepemimpinan adalah berbagai pola tingkah laku yang di sukai oleh pemimpin dalam proses KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN SDM ORGANISASI Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Menurut H. Malayu S. P Hasibuan mendefinisikan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Sedangkan Dessler mendefinisikan sumber daya manusia sebagai kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia mengarahkan dan mempengaruhi pekerja. Sedangkan Tampubolon kepemimpinan adalah perilaku dan strategi, ketrampilan, sifat, sikap yang sering di terapkan mempengaruhi kinerja bawahannya. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang di pergunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan adalah suatu pola perilaku yang konsisten yang di tunjukan oleh pemimpin dan di ketahui pihak lain ketika pemimpin berusaha mempengaruhi kegiatan-kegiatan orang lain. Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang lebih di sukai oleh seorang pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi para pekerja. Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang di sukai dan sering di terapkan oleh seorang pemimpin. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang di gunakan Menurut Kartono. Gaya kepemimpinan sesorang dapat dilihat dan dinilai dari beberapa Berikut indikator-indikator tersebut adalah : . Kemampuan Mengambil Keputusan. Kemampuan Memotivasi. Kemampuan Komunikasi. Kemampuan mengendalikan bawahan. Tanggung Jawab. Kemampuan Mengendalikan Emosi. pengembangan SDM. Pendidikan dan latihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Louis E. Boon. David L. Kurtzt, berpendapat bahwa pelatihan adalah suatu proses yang sistematis untuk kemampuan, pengetahuan atau sikap untuk mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan. Pelatihan memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Pelatihan menurut desler adalah proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka. Kondisi karyawan yang beragam dalam suatu persahaan harus di sesuaikan dengan tujuan mengikuti pelatihan itu sendiri. Pelatihan yang di berikan untuk menyeragamkan semaksimal mungkin kemampuan dan pola pikir karyawan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, perlu diberikan dengan materi, metode pelatihan dan benar-benar mengakomodasi tujuan dari pelatihan itu sendiri. Maka terdapat beberapa tujuan perusahaan dalam memberikan pelatihan kepada karyawan yaitu: . Menambah Pengetahuan Baru dan Mengasah Kemampuan Karyawan. Meningkatkan Keterampilan dan Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab. Memperdalam Rasa Memiliki Perusahaan dan Memberikan Motivasi Kerja. Menambah Loyalitas dan Memahami Lingkungan Kerja. Memahami Budaya Perusahaan dan Membentuk Team-work. Pelatihan Pihak manajemen perlu melaksanakan fungsi pengembangan terhadap karyawan yang sudah bekerja sebelumnya . melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan di berikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan sehingga mampu memenuhi tuntutan organisasi dalam Pendidikan dan pelatihan dapat di lakukan di dalam peerusahaan atau di luar perusahaan sesuai dengan pertimbangan kebutuhan dan kemampuan keuangan perusahaan. Menurut Rivai dan Sagala, pelatihan adalah proses yang sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi, yang berkaitan dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. Pelatihan memiliki orientasi saat ini dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaanya. Menurut Sonny Sumarsono, pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Salah satu hal terpenting harus dilakukan dalam organisasi suatu perusahaan ialah adanya sebuah komunikasi yang baik didalamnya, baik antar atasan dan bawahan maupun antar karyawan yang bekerja di organisasi tertentu. Komunikasi organisasi dikemukan oleh Goldhaber . organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam suau jaringan hubungan yang salaing tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-rubah. Wayne dan Don F. Faules . mengemukakan definisi komunikasi organisasi dari dua perspektif yang berbeda. Pertama, perspektif tradisional . ungsional dan objekti. , mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unitunit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Kedua, perspektif interpretif . memaknai komunikasi organisasi sebagai proses penciptaan makna atas interaksi yang merupakan organisasi . Dalam kehidupan organisasi terdiri dari berbagai unsur, yang mempunyai maksud dan tujuan agar organisasi yang dimilikinya tetap dipertahankan dan diarahkan demi untuk perkembangan yang lebih dinamis. Komunikasi pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi terhadap kepentingan organisasi yang berisi cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus di lakukan dalam organisasi. Misalnya : Memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi atau komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam rangkaian hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah. Terdapat dua fungsi Komunikasi dalam Organisasi yaitu: . Memotivasi atau memelihara semangat untuk menyumbangkaenergi kepada organisasi dan. Untuk memelihara konsistensi tujuan agar arah kegiatan organisasi tidak Artinya, dalam pencapaian tujuan organisasi dibutuhkan dua jenis komunikasi, yakni persuasi dan motivasi karyawan dan koordinasi dan control sehingga kesamaan tujuan tetap Efektivitas organisasi terletak pada efektivitas Komunikasi, sebab komunikasi itu penting untuk menghasilkan pemahaman yang sama antara pengirim informasi dengan penerima informasi pada semua tingkatan/level dalam Selain itu komunikasi juga berperan untuk membangun iklim organisasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas organisasi. Menurut Robert Kreitner dan Angelo Khicki, dalam Wibowo Manajer perlu memahami proses psikologis ini apabila mereka ingin berhasil membina pekerja menuju pada penyelesaian sasaran organisasi. Maka motivasi kerja adalah kelompok pendorong yang berasal dari dalam maupun dari luar individu untuk melakukan pekerjaan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya. Istilah motivasi berasal dari bahasa latin movere yang sama dengan to move . ahasa Motivasi merupakan proses psikologis yang timbul di akibatkan oleh faktorfaktor yang bersumber baik dari dalam maupun dari luar diri seseorang. Menurut Sastrohadiwiryo motivasi dapat di artikan sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan . , dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan. Motivasi kerja merupakan energi yang menggerakkan individu untuk berusaha mencapai tujuan yang diharapkan dalam melakukan pekerjaanya. Diberikannya motivasi kepada karyawan atau seseorang tentu saja mempunyai tujuan antara lain yaitu . Mendorong semangat dan gairah karyawan. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Mempertahankan Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan. Meningkatkan kesejahteraan karyawan. Mempertinggi rasa tanggungjawab karyawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Pendapat seorang ahli di bidang Saydam mengemukakan pada hakikatnya tujuan pemberian motivasi kerja kepada para karyawan adalah untuk mengubah perilaku karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan, meningkatkan gairah dan semangat kerja, meningkatkan disiplin kerja, meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan rasa tanggung jawab, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta Untuk menjelaskan motivasi dapat juga digunakan teori motivasi dari Maslow yaitu Teori Hiearki Kebutuhan Maslow . aslowAos need hierarchy thoe. Pendapat tentang teori kebutuhan di kemukakan diantaranya oleh Maslow. Menurut Maslow sebagaimana di kutip Motivasi Kerja Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan prilaku pada pencapaian tujuan atau goal-directed behavior. oleh Hersey mengatakan, tingkah laku manusia pada waktu tertentu di arahkan oleh kebutuhan paling kuat yang muncul pada waktu itu. Ada lima tingkat kebutuhan manusia, dan bila tingkat kebutuhan pertama belum terpenuhi, maka segala usaha manusia di tujukan untuk memenuhi kebutuhan itu lebih dulu, itulah yang merupakan motivator aktif. Bila kebutuhan tingkat pertama ini telah terpenuhi sampai batas waktu tertentu, barulah muncul kebutuhan tingkat kedua sebagai kebutuhan terkuat, dan ini pula sekarang yang menjadi motivator aktif, sedangkan kebutuhan tingkat pertama yang sudah terpenuhi tidak lagi menjadi motivator aktif. Begitulah seterusnya sampai pada kebutuhan tingkat ketiga, tingkat keempat, dan tingkat kelima. Tidak dapat di pungkiri, bahwa manusia bekerja disebabkan adanya faktor kebutuhan yang tidak terpenuhi oleh dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan manusia melakukan kerjasama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya tersebut dengan memasuki suatu organisasi. Pada dasarnya menurut Maslow ada lima kebutuhaan pegawai dalam organisasi yang di susun secara hierarkis . , yaitu : . Kebutuhan Fisiologis . hysiological need. Kebutuhan Rasa Amanan . afety need. Kebutuhan Sosial . ocial need. Kebutuhan Penghargaan . Kebutuhan Aktualisasi Diri, . elf aktualization need. Maka apabila motivasi lemah, maka loyalitas juga akan merosot. Oleh sebab itu, para pegawai yang mempunyai motivasi tinggi, juga akan memeiliki loyalitas tinggi. Dengan kata lain, loyalitas tidak dapat di wujudkan bila para pegawai tidak mendapat motivasi untuk bekerj giat dalam organisasi. Oleh sebab itu, motivasi sangat erat kaitanyya dengan loyalitas pegawai terhadap organisasi. Berbagai sebab rendahnya loyalitas pegawai antara yaitu, rendahnya motivasi kerja pegawai, struktur organisasi kurang jelas sehingga tugas dan tanggung jawab kabur, rancangan pekerjaan kurang baik sehingga di rasa kurang cukup menantang, rendahnya kualitas manajemen yang terlihat pada kurangnya rendahnya kemampuan kerja atasan yang tidak dapat mendukung berhasilnya kerja sama tim, mengembangkan karier, sistem kompensasi yang kurang menjamin ketenangan kerja, dan Waktu kerja yang kurang fleksibel. datanya dipeiroleih seicara langsuing. Suibjeik peni eli itian ini ialah keituia KUiD Citra Sawit Mandiri di Deisa Sum i beir Deiras. Keicamatan Mesi uiji. Adapuin komponeni lain yang meinduikuing subi jeik peni eli itian ini ialah pegi awai KUD Citra Sawit Mandiri di Desi a Sum Mesi uiji. Sedi angkan yang meinjadi objeki peineli itian ini ialah gaya kepi em i impinan, peli atihan dan komunikasi teri hadap motivasi keirja KUD Citra Sawit Mandiri di Desi a Sum i ber i Deiras. Kec i amatan Mesi uiji. Teknik dalam pengumpulan data dengan melakukan obseri vasi tidak beri struikturi , yang tanpa i akai instrum i en i yang teli ah baku,i wawancara terstruktur dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Peiran Gaya Keipeimimpinan Teirhadap Motivasi Keri ja Karyawan Gaya kepi em i impinan yang di ter i apkan di KUD Citra Sawit Mandiri yakni gaya kepi em i impinan dem i okratis hal yang peirlui di teri apkan ialah adanya keigiatan seiperi ti musi yawarah, evi aluiasi keri ja dan diskuisi seri ta kegi iatan-kegi iatan lainnya yang meli ibatkan karyawan dalam meingambil suiatui kepi uitusi an. Gaya kepi em ialah prosesi kegi iatan i impinan seoi rang i impin, i bimbing, i pen i garuihi ataui meingontrol pikiran, per i asaan ataui tingkah lakui orang lain yang mana di buti uhi kan suai tui strategi i yang tepi at olehi pem i impin uni tuki karyawannya agar karyawan dapat beki eri ja Menurut Kartono. Gaya kepemimpinan sesorang dapat di lihat dan dinilai dari beberapa Beri dasarkan dari hasil wawancara dan obseri vasi yaitu: Kemampuan Mengambil Keputusan Keti uai KUD dalam hal ini sudi ah meli ibatkan karyawannya dalam meni gambil sebi uai h kepi uti usi an, dalam hal ini di lakuki annya musi yawarah beri sama. Kemampuan Memotivasi Ketua memeberikan kefleksibelan waktu yaitu Karyawan bolehi masuik ataui puli ang beki eri ja teirlambat dari KUD jika karyawan memiliki kepi eintingan ataui kesi ibuikan lain, akan tetapi karyawan harus mampui meni yeli eisaikan peki eri jaannya deingan baik dan tepi at waktu. i Keituia KUD seli alui beirusi aha beri peri an deni gan i an karyawannya agar karyawan dapat beki eri ja deni gan santai tanpa teri bebi ani, memberikan kebebasan menyampaikan pendapat kepada Dari hal itulahi di harapkan dapat mem i bantui karyawan meirasa nyaman dalam meni yeli esi aikan peikeri jaanya mesi kipuin METODE PENELITIAN Peni eli itian ini ialah peni eilitian kuai litatif berupa penelitian lapangan . ieli d resi eai rc. yang teirdapat keikuirangan yakni belum adanya sebi uiah Reiward uintuik para karyawan. Kemampuan komunikasi Ketua dalam menyampaikan sebuah informasi kepada karyawannya menggunakan bahasa yang baik. Meli akuikan evi aluiasi keri ja seri ta diskuisi beirsama jika da suai tui hal yang meni desi ak. Keti uia KUD Mem i ber i ikan kepi eri cayaan kepi ada karyawannya dalam meni yeli eisaikan peki eirjaannya. Kemampuan Untuk mengendalikan bawahan Perintah ketua yang di berikan kepada karyawan di jalankan dengan baik misal adanya perubahan hari unutk melaksanakan rapat bersama akan tetapi di laksanakan pada hari libur maka karyawan tetap melaksanakan rapat di hari libur. Tanggung Jawab Bertanggung Kemampuan Mengendalikan Emosi Keti uai KUD i ber i ikan teiguiran ataui nasihat dengan baik bagi karyawan yang meli anggar ataui meli akuki an kesi alahan. Serta ketua memberikan perintah kepada karyawannya tanpa paksaan serta menggunanakan bahasa yang baik. Sehingga dapat di tarik keisimpuli an bahwa peri an keti uai KUD sangat peni ting uintuik hi i ataui meni gontrol pikiran, peri asaan ataui tingkah lakui karyawan dalam meli aksanakan peikeirjaanya. Strateigi ataupi uni pola yang di guinakan sangat di buti uhi kan dalam mem i pen i garuihi dan meingarahkan. Keti ua KUD kegi iatan ataui meni gambil kepi uti uisan dan mem i bua bagaimana cara agar karyawan beikeri ja deingan nyaman tanpa teri bebi ani sehi ingga karyawan dapat meni yeli eisaikan peki eirjaanya deni gan baik. Jenis Pelatihan Jenis pelatihan yang sudah di ikuti a oleh karyawan KUD Citra Sawit Mandiri yaitu AK3, administrasi. SPU,i P3K, dan ada LSUi Tujuan Pelatihan Peli atihan dapat meni ambah peingeti ahuian, i ampua i n, keti er i ampilan dan pen i galaman para karyawan ataupi uni para anggota yang ada di KUD Citra Sawit Mandiri misalnya dalam bagian administrasi karyawan bagin administrasi lebi ih sem i angat dalam bek i er i ja di sebi abkan peni geti ahuai n peri tambah seihingga keni dala dalam beki eirja lebi ih sedi ikit. Kem peli atihan jugi a meni ambah i ud i ian motivasi keri ja karyawan, keni dala dalam beki eri ja lebi ih sedi ikit yang mana karyawan tidak teri bebi ani dalam meinyeli eisaikan peki eri jaanya seihingga sem i angat dapat bek i er i ja ataui dorongan uni tuik beki eirja sem i akin beri tambah ataui teti ap teri jaga motivasinya. Materi Sedi angkan uintuki materi i mudi ah di pahami sehi ingga ilmui yang di ambil dapat di teri apkan di lapangan mesi kipuin teri kadang ada bebi eri apa materi i yang kuri ang di pahami oleih Metode yang di Gunakan Sedi angkan uni tuik meti odei yang di guni akan ialah meitodei presi eni tasi dan ada bebi eri apa meti odei prakteik langsuni g seihingga meti odei yang di guinakan sudi ah tepi at dan mem i bantui karyawan dalam mem i ahami mater i i. Kualifikasi Peserta Kualifikasi peserta untuk mengikuti pelatihan adalah karyawan yang di rekomendasikan oleh ketua KUD. Kualifikasi Pelatih UnU tuik kem i ampua i n instruk i tur sudi ah memenuhi kriteria. instruki turi lancar dalam meni yampaikan materi i serta cara meni yampaikan materi jugi a sudi ah fasih dan Analisis Peri an Peli atihan Teri hadap Motivasi Keri ja Karyawan Peli atihan ialah prosesi yang sistem i atis meni gubi ah tingkah lakui pegi awai uintuik men i capai tuji uai n organisasi, yang beirkaitan deni gan keai hlian dan kem i ampua i n peigawai un i tuik meli aksanakan peki eri jaan saat ini. Peli atihan mem i iliki orieintasi saat ini dan mem intuik men i capai keai hlian dan kem i ampua i n teirteintui agar ber i hasil dalam meli aksanakan peki eirjaanya. Berikut indikator-indikator menurut Anwar Prabu Mangkunegara. Beri asaskan dari hasil wawancara dan obseri vasi teri kait deni gan indikator-indikator pelatihan adalah seagai Jadi dapat di tarik kesi impuli an bahwasannya keti eiramilan, keiahlian, dan peingalaman karyawan sehi ingga keni dala dalam beki eri ja meinjadi lebi ih sedi ikit. Peki eri jaan yang lancar tanpa adanya keni dala mampui mem i bua i t sem i angat keirja ataui dorongan keirja karyawan teti ap teirjaga ataupi uni dapat meni ingkat. Analisis Peiran Komunikasi Teirhadap Motivasi Keri ja Karyawan Karyawan di KUD Citra Sawit Mandiri tentunya memiliki tugas yang banyak dan beragam baik dari beberapa bidang yang ada Maka dengan terciptanya komunikasi intensif yang baik antara ketua KUD dengan pegawainya akan berakibat terhadap motivasi kerja pegawainya dan akan memberikan kontribusi bagi peningkatan usaha. Peranan merupakan fungsi atau tugas keikutsertaan dalam suatu kegiatan, peristiwa atau kejadian. Adanya keikutsertaan ketua KUD dalam mengatur sebuah perencanaan dan mengatasi permasalahan merupakan hal yang sangat penting. Tanpa adanya keikutsertaan pimpinan dalam mengatasi suatu masalah yang dirasakan oleh bawahan, berarti atasan kurang bertanggung jawab terhadap pegawai yang dipimpinnya. Seorang ketua atau pimpinan harus benarbenar mengetahui apa yang sedang terjadi dengan pegawainya dan bagaimana solusi yang diberikan dalam menghadapi suatu permasalahn tersebut. Kepemimpinan meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dalam hal ini kepala KUD melaksanakan tugas dan kewajibannya akan dapat berjalan dengan lancar dengan terjalinnya komunikasi pimpinan dan bawahan yang baik. Ketua atau Pimpinan harus dapat pengawasan dan pemberian tugas dengan cara yang tepat dan benar kepada bawahannya. Komunikasi pimpinan kepada bawahan yang baik akan meningkatkan motivasi kerja karyawan karena mereka merasa dihargai keberadaannya. Karena itu, peranan atasan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan sangat penting, atasan harus mampu menciptakan suasana komunikasi yang kondusif, selain itu atasan harus mampu menciptakan kreatifitas dalam melaksanakan kepemimpinannya, baik itu pada kemajuan usaha/bisnis. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan peneliti terhadap ketua KUD Citra Sawit Mandiri bahwa dalam hal komunikasi beliau menjelaskan bahwa komunikasi yang diterapkan di KUD Citra Sawit Mandiri berjalan dengan kondusif menciptakan komunikasi yang intensif maka atasan KUD Citra Sawit Mandiri dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dan tanggung jawab masing-masing. Bahkan ketua KUD sering memberikan feedback secara berkala kepada karyawan dengan menjadwalkan diskusi secara langsung sehingga komunikasi yang diterapkan tidaklah begitu formal dan cenderung lebih santai. Peri an Gaya Keipeimimpinan teirhadap motivasi keirja karyawan pada KUiD citra sawit mandiri yakni gaya keipeimimpinan yang di guinakan oleih keituia KUD Citra Sawit Mandiri uni tuki mem ialah gaya kepi em i i den i gan asas dari koperi asi yakni asas keikeli uai rgaan. Peri an peli atihan teri hadap motivasi keirja karyawan pada KUD Citra Sawit Mandiri yakni karyawan KUD Citra Sawit Mandiri sudi ah meigikuti i bebi eirapa peli atihan yang sering diadakan di peri usi ahaan ataui PT. Deni gan meni gikuti i peli atihan yang mana i akai mater i i yang tep i at, meti odei yang tep i at, instruikturi peli atihan yang tepi at seri ta adanya tuijuai n dari peli atihan maka peni geitahuai n, kem i ampua i n, keti eri ampilan dan peingalaman para karyawan ataupi uni para anggota yang ada di KUD Citra Sawit Mandiri dapat beri tambah. Dan peran komunikasi terhadap motivasi kerja berjalan dengan kondusif menciptakan komunikasi yang intensif atasan KUD Citra Sawit Mandiri dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi dan tanggung jawab masing-masing. Bahkan ketua KUD sering memberikan feedback secara berkala kepada karyawan dengan menjadwalkan diskusi secara langsung sehingga komunikasi yang diterapkan tidaklah begitu formal dan cenderung lebih santai. REFERENSI