Journal Keperawatan Degeneratif E-ISSN : x-x https://journal. id/index. php/jkd Vol. No. Januari 2025 Received December 2024. Accepted December 2024 Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat Isnayati1. Elfira Awalia Rahmawati2. Sulistya Ningrum3 1 Akademi Keperawatan Pelni, akper. isnayati@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, elfira. wijaya@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, sulistyaningrum54@gmail. Abstract: Diabetes Mellitus (DM) occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot use the insulin it produces effectively. The Buerger Allen Exercise applies dorsiflexion and plantarflexion gravity movements which are carried out regularly. Buerger Allen Exercise can stimulate the endothelium to release or excrete nitric oxide, thus giving a signal to the vascular muscles to relax, thereby widening the blood flow to the periphery of the legs, bringing nutrients and oxygen into the pancreas more smoothly, which can produce enough insulin to lower blood sugar levels. This study aims to identify an analysis of the Buerger Allen Exercise intervention to reduce blood sugar levels in diabetes mellitus patients in Slipi Village. West Jakarta. This research method uses a case study research design. The respondents studied were 5 people, average age 59 years with an increase in blood sugar levels > 200 mg/dL. The instruments used are a glucometer. Buerger Allen Exercise SOP. The Buerger Allen Exercise intervention is given once a day for 6 consecutive days for 15 The results of the case study research analyzed the Buerger Allen Exercise intervention to reduce blood sugar levels in diabetes mellitus patients with an average reduction in blood sugar levels of 35mg/dL. And the researcher provides advice to future researchers to recommend implementing the Buerger Allen Exercise for more than 6 days and providing knowledge about the diet of diabetes mellitus sufferers. Key Words: Blood Sugar. Buerger Allen Exercise. Diabetes Mellitus Abstrak: Diabetes Mellitus (DM) terjadi ketika pankreas tidak cukup menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Buerger Allen Exercise menerapkan gerakan gaya gravitasi dorsofleksi dan plantarfleksi yang dilaksanakan secara teratur. Buerger Allen Exercise dapat merangsang endotel melepaskan atau mengeluarkan nitrit oksida sehingga memberikan sinyal pada otot vaskuler untuk relaksasi, maka terjadilah pelebaran aliran darah ke perifer kaki menjadi lebih lancar membawa nutrisi dan oksigen masuk ke pankreas yang dapat menghasilkan cukup insulin untuk menurunkan kadar gula Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi analisis intervensi Buerger Allen Exercise terhadap Penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Kelurahan Slipi Jakarta Barat. Metode penelitian menggunakan desain penelitian studi kasus. Responden yang diteliti sebanyak 5 responden, rata-rata usia 59 tahun dengan peningkatan kadar gula darah > 200 mg/dL. Instrumen yang digunakan adalah glukometer. SOP Buerger Allen Exercise. Intervensi Buerger Allen Exercise diberikan 1 kali sehari selama 6 hari berturut-turut dalam waktu 15 menit. Hasil penelitian teranalisis intervensi Buerger Allen Exercise terhadap Penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus dengan rata-rata penurunan kadar gula darah 35mg/dL. Serta peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk menganjurkan menerapkan Buerger Allen Exercise lebih dari 6 hari dan memberikan pengetahuan diet penderita diabetes mellitus. Kata Kunci: Buerger Allen Exercise. Diabetes Mellitus. Gula Darah __________________________________________________________________________________ Pendahuluan darah dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes Mellitus (DM) merupakan Jika kadar gula darah tidak terkontrol kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik meningkatnya kadar gula makrovaskular yang mengenai jantung. Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 otak dan pembuluh darah, sedangkan menurunkan kadar gula darah (Sari et al. gangguan mikrovaskular dapat terjadi pada mata dan ginjal PERKENI, . Ada Hal ini sesuai dengan penelitian beberapa cara untuk menangani Diabetes menurut Mataputun et al. , . dengan Mellitus Buerger (OHO), pemberian Insulin penatalaksanaan dengan Rendam Kaki Air Hangat terhadap non-farmakoterapi Nilai Ankle Brachial Index dan Gula Darah Exercise AuEfektivitas menggunakan Obat Hipoglikemik Oral Allen pengaturan diet, aktivitas fisik, nutrisi, senam kaki diabetik dan Buerger Allen menunjukan bahwa latihan BAE secara Exercise (Manurung, 2. Pasien Diabetes MellitusAy (BAE) darah ke arteri dengan hasil rata-rata nilai merupakan gerakan yang menerapkan GDS pre BAE 232,48 mg/dL dan rata-rata gaya gravitasi dorsofleksi dan plantarfleksi nilai GDS post BAE 224,74 mg/dL dimana yang dilaksanakan secara teratur. terjadi penurunan glukosa dengan rata- memperlancar aliran darah menggunakan rata 7,74mg/dL. Buerger Allen Exercise Berdasarkan studi pendahuluan di berpengaruh terhadap sirkulasi darah rumah sakit dan daerah binaan pasien perifer Savira et al. , . Gerakan BAE dengan DM hanya dilakukan pemberian OHO, penderita DM tetapi belum menggunakan memberikan sinyal pada otot vaskuler latihan BAE untuk menurunkan kadar gula untuk relaksasi. Pada saat sel otot vaskuler relaksasi maka pembuluh darah menjadi Kelurahan Slipi dari hasil pemerikasaan lebar sehingga aliran darah ke perifer kaki menjadi lebih lancar dan darah yang masyarakat Akademi Keperawatan Pelni membawa nutrisi dan oksigen masuk ke dari 173 responden didapat hasil GDS 51 orang non-DM, 116 orang pre-DM dan 6 menghasilkan insulin yang cukup untuk orang DM. Prevalensi RW. Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 Berdasarkan uraian tersebut latihan pasien DM jarang kontrol ke fasilitas Kesehatan. BAE memiliki ektifitas untuk meningkatkan Penelitian ini dilakukan di RW 04 postural peneliti tertarik untuk melakukan Kelurahan Slipi. Jakarta Barat. Proses penelitian dimulai tanggal 03 Juli-08 Juli AuAnalisis Intervensi Buerger Allen Exercise terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes berlangsusng 6 hari berturut-turut durasi Mellitus di Kelurahan Slipi Jakarta BaratAy. 15 menit. Variabel dalam penelitian ini Metode Penelitian Buerger Allen Exercise dan variabel dependen nilai kadar Penelitian ini menerapkan metode gula darah. Instrumen yang digunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan glukometer. SOP Buerger Allen Exercise, data dilakukan dengan wawancara dan lembar observasi pasien dengan DM. Populasi penelitian ini pasien Prosedur dewasa dengan DM di Kelurahan Slipi dimulai dari menjelaskan tujuan Jakarta Barat. Teknik pengkajian/observasi pasien dengan DM pengambilan sampel berdasarkan kriteria dan melakukan pemeriksaan GDS, jika inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi: pasien hasil GDS > 200 mg/dL maka calon dewasa . sia > 40 tahu. , responden dengan nilai kadar gula darah 200-300 menandatangani lembar inform consent. mg/dL, responden latihan ini dilakukan sesuai dengan SOP penelitian dilaksanakan, responden yang BAE pada lima responden 1 kali sehari tidak mengkonsumsi jamu-jamuan herbal, selama 6 hari berturut-turut durasi 15 responden dengan DM minum obatan Pengukuran kadar gula darah Kriteria eksklusi: responden yang menggunakan alat glukometer dengan cara penilaian GDS pada pertemuan ke 1 Sampel penelitian secara keseluruhan, responden yang menolak maka dikeluarkan dalam pertemuan ke 3 serta pertemuan ke 6 penelitian, pasien DM dengan Komplikasi, setelah dilakukan intervensi BAE. BAE, Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 Penelitian ini mempertimbangkan dan prinsip-prinsip Tabel 2. Kondisi Responden Sebelum Diberikan Latihan Buerger Allen Exercise Responden i dibuktikan dengan surat lolos uji etik Kebas Polidipsia Polifagia Poliuria 235 219 247 g/dL) Sumber : Data Primer . keperawatan dan telah dilakukan uji etik, 004/UPPM- ETIK/VI/2023. Hasil Penelitian GDS H-1 Penelitian studi kasus ini dilakukan Kelurahan Slipi Jakarta Barat dengan Table karakteristik sebagai berikut: kondisi responden sebelum latihan Buerger Allen Exercise (BAE) reponden Tabel 1. Karakteristik Responden . di RW 04 Kelurahan Slipi Jakarta Barat Resp IMT Usia ond (Th. JK Pekj Pend . g/ mA) IRT Wiraus SMA i IRT IRT IRT Sumber : Data Primer . II, i . ebas pada kak. dan responden IV. V . idak kebas pada kak. Pada lima polifagia dan poliuria serta di dapatkan hasil GDS . g/dL) sebelum latihan BAE responde I . , responde II . , responde i . , responde IV . , dan responde V . Diet tidak Tabel 1 didapatkan hasil karakteristik terkontrol responden I . emper, cucur, responden berusia 48-67 tahun, berjenis donat gula, makanan warteg bahar. , kelamin Perempuan, pekerjaan sebagai ibu responden II (Teh manis, lontong, rumah tangga . %) dan wirausaha . %), onde-onde, kue put. , responden i pendidikan SD . %) dan SMA . %), rata- (Teh manis, kue bolu, dan siru. , rata indeks massa tubuh (IMT) 23 kg/mA. responden IV (Kue bolu, teh manis, dan siru. , dan responden V (Makan warteg Kondisi Sebelum Diberikan Latihan bahari, teh manis, dadar gulung, onde- Buerger Allen Exercise onde, lemper, dan kue putu ay. Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 Kondisi Setelah Diberikan Latihan dengan penurunan 35mg/dL, responden V Buerger Allen Exercise . mg/dL, 248 mg/dL, 228 mg/dL) Tabel 3. Kondisi Responden Setelah Diberikan Latihan Buerger Allen Exercise Responden Kebas 37mg/dL. Kelima responden mulai mengontrol konsumsi i makana dengan tdak makan manis seperti cucur, kue putu, kue dadar gulung, onde- kurang kurang kurang ada onde dan minuman manis seperti teh GDS H-1 g/dL) manis dan sirup serta memasak sendiri seperti memasak sayur, ikan, telur. GDS H-3 g/dL) Perbandingan Sebelum dan Setelah Diberikan Latihan Buerger Allen Exercise GDS H-6 . g/dL) Penurunan GDS. g/dL) Sumber : Data Primer . Table 3 memperlihatkan hasil kelima responden setelah latihan BAE. Didapatkan hasil pada responden I. II, dan i adanya Grafik 1. Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah Responden I responden IV dan V tidak merasa kebas pada Pada kelima responden di dapatkan hasil GDS H-1, 2 dan 3 sebagai berikut Grafik 1 terdapat penurunan kadar gula responden I . mg/dL, 220 mg/dL, 191 darah setelah diberikan intervensi Buerger mg/dL) Allen 44mg/dL. Exercise (BAE) responden II . , 201, . dengan berturut-turut, dengan nilai GDS H-1 penurunan 30mg/dL, responden i . sebelum dilakukan intervensi BAE nilai mg/dL, 229 mg/dL, 218 mg/dL) dengan GDS responden I tinggi 235mg/dL. Pada H- penurunan 29mg/dL, responden IV . 3 terjadi penurunan GDS setelah dilakukan mg/dL, 220 mg/dL, 201 mg/dL) intervensi BAE 220mg/dL. Pada H-6 terjadi Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 GDS Grafik 3 terdapat penurunan kadar gula intervensi BAE 191mg/dL. darah setelah diberikan intervensi BAE selama 6 hari berturut-turut, dengan nilai GDS H-1 sebelum dilakukan intervensi BAE nilai GDS responden i tinggi 247mg/dL. Pada H-3 terjadi penurunan GDS setelah dilakukan intervensi BAE 229mg/dL. Pada H6 terjadi penurunan GDS setelah dilakukan intervensi BAE 218mg/dL. Grafik 2. Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah Responden II Grafik 2 terdapat penurunan kadar gula darah setelah diberikan intervensi BAE selama 6 hari berturut-turut, dengan nilai GDS H-1 sebelum dilakukan intervensi BAE nilai GDS responden II tinggi 219mg/dL. Grafik 4. Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah Responden IV Pada H-3 terjadi penurunan GDS setelah dilakukan intervensi BAE 201mg/dL. Pada H-6 GDS Grafik 4 terdapat penurunan kadar gula dilakukan intervensi BAE 189mg/dL. darah setelah diberikan intervensi BAE selama 6 hari berturut-turut, dengan GDS H-1 sebelum dilakukan intervensi BAE nilai GDS responden IV tinggi 236mg/dL. Pada H-3 GDS dilakukan intervensi BAE 220mg/dL. Pada H-6 GDS dilakukan intervensi BAE 201mg/dL. Grafik 3. Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah Responden i Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 responden mengalami peningkatan kadar gula darah >200mg/dL, tetapi setelah dilakukan latihan BAE hasil kadar gula darah menurun. Sesuai dengan penelitian Suprianti et al. , . mengatakan pada usia > 40 tahun rentan untuk terkena penyakit degenerative termasuk DM. Grafik 5. Hasil Pemeriksaan Kadar Gula Darah Responden V Sejalan dilakukan oleh Listyarini et al. , . yang Grafik 5 terdapat penurunan kadar gula darah setelah diberikan intervensi BAE selama 6 hari berturut-turut, dengan nilai GDS H-1 sebelum dilakukan intervensi BAE nilai GDS responden V tinggi 265mg/dL. disebabkan oleh penurunan kemampuan Pada H-3 terjadi penurunan GDS setelah sel pankreas untuk memproduksi insulin dilakukan intervensi BAE 248mg/dL. Pada H-6 glukosa dalam darah. GDS Setelah dilakukan latihan Buerger Allen dilakukan intervensi BAE 228mg/dL. Exercise 1 kali sehari selama 6 hari durasi Pembahasan mengalami penurunan kadar gula darah Usia dengan rata-rata 35 mg/dL. Sesuai dengan Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan penelitian Hasina et al. , . BAE yang peneliti di RW 04 Kelurahan Slipi Jakarta dilakukan secara teratur, dapat membantu Barat, peneliti mendapatkan 5 responden meningkatkan aliran darah arteri dan vena untuk intervensi Buerger Allen Exercise (BAE) tarhadap Penurunan kadar gula darah pada pasien dengan DM dengan rata-rata berusia 59 tahun yaitu responden I . , otot-otot meningkatkan penyediaan darah dalam responden II . , responden i . jaringan sehngga terjadi penurunan kadar tahu. , responden IV . , responden gula darah. V . Seluruh Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 Kurang Aktivitas Fisik mengakibatkan perubahan pada kadar Aktivitas fisik merupakan suatu gerakan gula darah. tubuh yang dapat meningkatkan dan Genetik mengeluarkan tenaga atau energi Berdasarkan hasil observasi pada kelima dimana dapat mengontrol gula darah tubuh dengan cara dengan DM rata-rata dari orang tua yaitu mengubah glukosa menjadi energi Siregar responden I . , responden peneltian II et al. , . Pada kelima responden . , responden peneltian i . , dilakukan latihan BAE dengan responden I responden peneltian IV . , responden . -4 kali sehar. karena adanya motivasi peneltian V . Sesuai dengan teori untuk sembuh dan ingin bermain dengan Paramita cucu sehingga responden I melakukan menunjukkan bahwa riwayat keluarga latihan BAE secara mandiri tanpa ada memberikan risiko enam kali lebih besar kehadiran peneliti, responden II . kali kepada keturunannya menderita DM Tipe sehar. , responden i . kali sehar. II. responden IV . kali sehar. , responden V Lestari, . Hal ini sejalan dengan studi kasus yang . kali sehar. pernah dilakukan oleh Sry et al. , . Pada kelima responden tersebut kurang dimana riwayat keturunan pada seseorang melakukan aktivitas fisik dan mengalami lebih berisiko terkena penyakit DM apabila peningkatan kadar gula darah, tetapi setelah dilakukan BAE secara terus menerus hasil keturunan dari ayah & ibu. Hal tersebut kadar gula darah menurun sesuai dengan karena adanya gabungan gen pembawa penelitian Permatasari et al. sifat diabetes millitus dari ayah dan ibu . dimana permeabilitas membran sehingga terdiagnosa DM menjadi lebih terhadap glukosa meningkat pada otot yang Seseorang yang memiliki salah satu berkontraksi sehingga mengakibatkan atau lebih anggota keluarga baik orang sensivitas insulin menyebabkan kebutuhan insulin penderita DM tua, saudara, atau anak yang menderita diabetes, memiliki lebih besar untuk menderita DM dibandingkan dengan tipe II berkurang dan Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 orang-orang yang tidak memiliki anggota sebelumnya bahwa pola makan tinggi gula keluarga yang DM. dan rendah serat merupakan salah satu Pola makan faktor utama DM Tipe II (Anri, 2. Hal ini sejalan dengan studi kasus Kebiasaan pola makan orang Indonesia Murtiningsih et al. , . pola makan tidak berlangsung lama dapat menimbulkan terjadinya DM dimana pola makan yang dan kandungan lain yang dibutuhkan oleh kurang baik menimbulkan kegemukan. Dimana mekanisme hubungan Kelebihan asupan karbohidrat dengan kejadian DM menghambat kerja pankreas menjalankan Tipe II yaitu karbohidrat dipecah dan fungsi, sekresi insulin yang berakibat kadar gula darah meningkat sehingga berpotensi untuk terkena DM (Sari & Adelina, 2. berlebihan menyebabkan lebih banyak Tipe II, Konsumsi gula di dalam tubuh. Dari hasil penelitian terdapat bahwa Nilai Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Sebelum dan Sesudah Intervensi Buerger Allen Exercise mengkonsumsi sayuran setiap hari dan lebih banyak mengkonsumsi makanan Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pokok atau sumber karbohidrat dan penurunan kadar gula darah setelah cenderung makan-makanan yang manis: diberikan latihan BAE durasi 15 menit 1 responden I . ue pasar,makanan warun. , kali pertemuan selama 6 hari berturut manis,kue turut pada kelima responden dengan hasil pemeriksaan GDS responden I H-1, 3, 6 masaka. , responden i . eh manis, kue . mg/dL, 220 mg/dL, 191 mg/dL). bolu dan siru. , responden IV . ue bolu, responden II H-1, 3, 6 . mg/dL, 201 teh manis dan siru. , responden V . eh mg/dL, 189 mg/dL). responden i H-1, 3, 6 manis, kue pasar, makanan warun. mg/dL, 229 mg/dL, 218 mg/dL). Penelitian ini sejalan dengan penelitiaan responden IV H-1, 3, 6 . mg/dL, 220 pasar,menambahkan . eh Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 mg/dL, 201 mg/dL). responden V H-1, 3, 6 sehingga kadar gula darah dapat . mg/dL, 248 mg/dL, 228 mg/dL) terkendali (Salam et al. , 2. sehingga didapatkan rata-rata penurunan Kesimpulan kadar gula darah pada kelima responden 35mg/dL. Hal ini sejalan dengan penelitian Mataputun Intervensi Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap menunjukkan BAE 1 kali sehari selama 5 Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien hari berturut-turut durasi 15 menit dapat Diabetes Mellitus di Kelurahan Slipi Jakarta menurunkan kadar gula darah dengan Barat. Penelitian dengan 5 responden rata-rata 7,74mg/dL. menunjukkan hasil penurunan kadar gula Beberapa Berdasarkan darah setelah dilakukan latihan BAE selam menggunakan BAE efektif menurunkan 6 hari kadar gula darah, jenis gerakan yang pertemuan kurang lebih dalam waktu 15 menyebabkan terjadinya Muscle pump menit pada tanggal 03 Ae 08 Juli 2023. Hal dan memanfaatkan gaya grafitasi pada ini terlihat dari penjelasan secara rinci tungkai secara efektif dapat meningkatkan seperti berikut: perfusi pada kaki. Gerakan dorsofleksi dan Karakteristik responden yang dilakukan intervensi Buerger Allen Exercise yaitu rata-rata berusia 59 tahun, berjenis kelamin perempuan, pekerjaan ibu rumah tangga . %) dan wirausaha . %), berpendidikan SD . %) dan SMA . %), rata-rata indeks massa tubuh (IMT) 23 kg/mA. plantarafleksi pada kaki yang dilakukan sesuai dengan protokol dan prosedur maupun mengatasi bendungan aliran (Wijayanti & Warsono, 2. BAE dapat merelaksasi otot-otot pada Penurunan pada hasil pemeriksaan kadar gula darah sesudah melakukan Buerger Allen Exercise terhadap Penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus dengan ratarata 205mg/dL. darah dan akhirnya sirkulasi darah optimal Rata-rata kadar gula darah sebelum melakukan Buerger Allen Exercise 240 mg/dL. berkontraksi dan mestimulus pengeluaran berturut-turut pangkreas untuk menghasilkan insulin Isnayati, et al. Buerger Allen Exercise Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Kelurahan Slipi Jakarta Barat JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 39-50 Kabupaten Kudus. In JUKEKE (Vol. Issue . Perbedaan hasil pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah dialkukan Buerger Allen Exercise pasien diabetes mellitus dengan rata-rata hasil pemeriksaan GDS sebelum dilakukan intervensi 240mg/dL dan rata-rata hasil pemeriksaan GDS sesudah dilakukan intervensi 205mg/dL. Manurung. Keperawatan Medikal Bedah - Jilid 1 (Konsep Mind Mapping dan NANDA NIC NOC) Solusi Cerdas Lulus UKOM Bidang Keperawatan (Cetakan . Trans Info Media. Mataputun. Prabawati. , & Tjandrarini. Efektivitas Buerger Allen Exercise dibandingkan dengan Rendam Kaki Air Hangat terhadap Nilai Ankle Brachial Index dan Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RS. Sumber Waras. MPPKI, https://doi. org/10. 31934/mppki. Murtiningsih. Pandelaki. , & Sedli. Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe II. E-CliniC, 9. https://doi. org/10. 35790/ecl. Daftar Pustaka