Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Available online at http://jurnal2. stkip-andi-matappa. id/index. php/poligon Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2 . Vivi Rosida3 1, 2, 3 STKIP Andi Matappa * Email: sucitrapkp23@gmail. Received: 17 Desember 2024. Revised: 3 April 2025. Accepted: Tanggal Pusblish 6 juli 2025 ABSTRAK Pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMPN 1 MaAorang. Jurusan ilmu Pendidikan, program studi matematika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Andi Matappa. Dibimbing oleh A. Yunarni Yusri. Pd. ,M. Pd sebagai pembimbing I dan Vivi Rosida. Pd. Pd sebagai pembimbing II. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen One Group PretestPosttest Design dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 MaAorang yang berjumlah 126 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu seluruh siswa kelas VII B sebanyak 26 siswa tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMPN 1 MaAorang. Semua data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan melakukan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Adapun uji prasyarat analisis menggunkan uji Normalitas dan Uji Homogenitas. Sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMPN 1 MaAorang. Kata Kunci: model pembelajaran. Learning Cycle 5E, hasil belajar PENDAHULUAN Menurut UU No 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional indonesia pada Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara (MPR RI, 2. This is open access article under the CC-BY-SA-licens Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mampu menumbuhkan cara berpikir siswa agar menjadi lebih kritis dan kreatif. Selain itu, matematika juga menjadi tolak ukur keberhasilan siswa dalam menempuh jenjang pendidikan. Hal tersebut dibuktikan dengan matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan matematika diajarkan ditaman kanak-kanak secara informal (Susanto, 2. Matematika juga menduduki peranan penting dalam pendidikan terutama di masa sekarang ini. Agar tercapainya tujuan pembelajaran matematika maka guru juga perlu menggunakan model Model pembelajaran merupakan suatu rencana proses pembelajaran yang akan berlangsung di dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang. Salah satu model pembelajaran yang mengoptimalkan proses belajar mengajar yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E yang berorientasi pada pendekatan Model pembelajaran Learning Cycle 5E adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent centere. karena siswa dituntut berperan aktif untuk menggali dan memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang dipelajari. Menurut Mustofa . model pembelajaran Learning Cycle 5E merupakan model pembelajaran bersiklus dengan lima fase yang bersifat student centered. Kelima fase dalam pembelajaran ini adalah Engagement. Exploration. Explanation. Elaboration, dan Evaluation. Model pembelajaran Learning Cycle 5E mempunyai tujuan yang mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri dengan terlibat secara aktif mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berfikir baik secara individu maupun kelompok, sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran (Silvia Fitriyani, dkk. Penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat menuntun siswa berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan fase-fase atau tahapan kegiatan yang ada. Apabila siswa berperan aktif dalam pembelajaran, maka siswa dapat menguasai kompetensi yang dicapai dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Dari penjelasan di atas, maka model yang mampu mempengaruhi hasil belajar salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Setiap tahap pada model ini mempunyai manfaat yang positif bagi siswa, karena model pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent centere. dan siswa dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan berbagai kegiatan. Tahapan dari model pembelajaran ini memiliki ciri khas yaitu, setiap siswa secara individu belajar materi pembelajaran hari itu, kemudian hasil belajar siswa tersebut dibawa ke kelompok masingmasing untuk didiskusikan secara bersama, dan setiap kelompok saling bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah untuk memahami materi pelajaran yang sedang dipelajari dan mampu meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 1 MaAorang. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat untuk beberapa pihak diantaranya: . Bagi Guru, diharapkan dapat menambah wawasan dalam variasi pengajaran matematika agar tidak membosankan, memotivasi siswa dalam memahami dan mempelajari matematika, memberi kesan menarik bagi siswa pada mata pelajaran matematika, menambah inovasi dalam model pengajaran matematika yang aktif dan menarik bagi siswa. Bagi Siswa, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri dengan terlibat secara aktif mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berfikir baik secara individu maupun kelompok serta membantu agar pelajaran matematika lebih menyenangkan dan interaktif. Bagi Sekolah. Sebagai sumbangan pemikiran dalam usaha peningkatan mutu pendidikan dalam waktu yang akan datang dan dapat dijadikan acuan dalam memilih model pembelajaran yang tepat bagi guru-guru lainnya. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, yakni prosedur penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan melalui teknik pengukuran terhadap variabel-variabel tertentu, sehingga menghasilkan data-data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Zainal, 2. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah Pre-Experimental Design. Desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independent. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel control (Sugiyono, 2. Variabel dan Desain Penelitian Adapun variabel pada penelitian ini sebagai berikut: Variabel bebas . : Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Variabel terikat . : Hasil belajar Pada penelitian ini, peneliti menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Pada desain ini terdapat Pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena itu dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Berdasarkan penjelasan tersebut, dengan penggunaan penelitian eksperimen diharapkan setelah menganalisis hasilnya dapat dilihat bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Adapun desain penelitian ini sebagai berikut (Sugiyono. Pre-test Treatment Post-test ycC1 ycU ycC2 Gambar 1 Desain Penelitian Keterangan : ycC1 = Pretest yang diberikan sebelum perlakuan ycU = Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E ycC2 = Posttest yang diberikan setelah adanya perlakuan Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 MaAorang yang beralamat di Jl. Pendidikan. Bonto-Bonto. Kec. MaAorang. Kab. Pangkajene dan Kepulauan. Sulawesi Selatan. Waktu penelitian ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2023-2024. Populasi dan Sampel Menurut Bungin dalam Siregar . , mengemukakan bahwa populasi penelitian adalah keseluruhan . dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya yang dapat menjadi sumber data penelitian. Berkaitan dengan hal tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 MaAorang yang berjumlah 126 siswa. Menurut Sugiyono . , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, jadi sampel merupakan bagian dari populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Random Sampling yaitu karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak dengan alasan bahwa sifat populasi yang terdiri dari beberapa kelas dan setiap kelas memiliki anggota dengan sifat dan karakteristik yang sama . Dengan memilih secara acak maka diperoleh kelas VII B sebanyak 26 siswa yang akan dijadikan sampel. Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes hasil belajar dengan 5 nomor soal yang berbentuk essay. Tes ini dirancang disesuaikan dengan keluasan materi dan jumlah indikator pembelajaran yang harus dicapai. Skor jawaban masing-masing responden dinilai kebenarannya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan untuk setiap nomor soal. Untuk mengetahui tingkat kesahihan atau validitas instrumen yang digunakan dilakukan validasi konstruksi dengan meminta persetujuan dari ahli yaitu dosen matematika yang telah ditunjuk sebagai validator untuk melihat kesesuaian antara materi dengan bentuk tes yang digunakan serta kesesuaian antara indikator yang diukur dengan soal yang digunakan. Tes dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pretest dan posttest. Tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Posttest dibuat berdasarkan materi yang diberikan selama penelitian ini berlangsung dengan berdasarkan rumusan indikator pembelajaran. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Teknik Analisis Data Statistik Deskriptif Analisis Deskripsif dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, meliputi skor rata-rata, median, modus, standar deviasi, variansi, rentang skor, nilai maksimum, dan nilai minimum dengan masing-masing perhitungan pretest dan post test. Statistik Inferensial Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebaran dari data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan uji sampel Kolmogorov-Smirnov dengan berbantuan program SPSS. Uji Homogenitas Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak. Uji Homogenitas pada penelitian ini menggunakan Uji Levene dengan bantuan SPSS. Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam untuk penelitian ini menggunakan uji T Paired sample t-test. Uji T Paired sample t-test berfungsi untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Uji Gain Uji gain digunakan utuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara hasil belajar siswa sebelum dan setelah pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Dengan menggunakan perhitungan data skor rata-rata gain yang dinormalisasi (N-gai. yang dikembangkan oleh Hake dalam (Sundayana, 2. dengan formulasi sebagai berikut: yci= ycIycyycuycyc Oe ycIycyycyce ycIycoOeycnyccyceycaycoOeycIycyycyce Keterangan: < yci >= Skor rata-rata gain yang di normalisasi Spost = Skor rata-rata tes akhir ycIycyycyce = Skor rata-rata tes awal Smaks = Skor maksimum ideal Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 II. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Data Deskriptif Analisis Hasil Belajar . Hasil Analisis Statistik Deskriptif (Pretes. Hasil belajar siswa dikelompokkan dalam empat kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar matematika siswa pada tabel 3. 1 berikut ini : Tabel 3. 1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Matematika Siswa pada Pretest Rentang Skor Ketegori Frekuensi Persentase 89 < x O 100 Sangat Baik 79 < x O 89 Baik 70 O x O 79 Cukup 0 O x < 70 Kurang Jumlah Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Tabel 3. 1 diatas menunjukkan bahwa dari 26 siswa yang mengikuti pretest tampak bahwa 26 siswa berada dalam kategori kurang dengan persentase 100% dan dalam kategori cukup, baik dan sangat baik tidak ada siswa yang mencapai kategori tersebut. Dengan demikian hasil belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam kategori kurang. Hasil perhitungan pretest dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik Hasil Belajar Matematika Siswa pada Pretest Kurang Kurang Cukup Baik Sangat Baik Gambar 3. 1 Grafik Hasil Belajar Matematika Siswa pada Pretest Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 . Hasil Analisis Statistik Deskriptif (Posttes. Hasil belajar siswa dikelompokkan dalam empat kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar matematika siswa pada tabel 3. 3 berikut ini : Tabel 3. 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Matematika Siswa pada Posttest Rentang Skor Ketegori Frekuensi Persentase 89 < x O 100 Sangat Baik 79 < x O 89 Baik 70 O x O 79 Cukup 0 O x < 70 Kurang Jumlah Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Tabel 3. 3 diatas menunjukkan bahwa dari 26 siswa yang mengikuti posttest tampak bahwa 2 siswa berada dalam kategori kurang dengan persentase 8%, sebanyak 16 siswa berada dalam kategori cukup dengan persentase 61%, sebanyak 7 siswa berada dalam kategori baik dengan persentase 27% dan sebanyak 1 siswa berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 4%. Hasil perhitungan posttest dapat dilihat dalam grafik berikut ini: Grafik Hasil Belajar Matematika Siswa pada Posttest Kurang Cukup Baik Sangat Baik Kurang Cukup Baik Sangat Baik Gambar 3. 2 Grafik Hasil Belajar Matematika Siswa pada Posttest Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Analisis Data Aktivitas Siswa Kegiatan pengamatan terhadap aktivitas siswa dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung untuk setiap pertemuan. Hasil observasi terhadap kegiatan siswa oleh observer dapat dilihat dari tabel 3. 4 berikut: Tabel 3. 4 Kriteria Keaktifan Siswa Persentase Kriteria 75% O Pa O 100% Sangat Aktif 50% O Pa < 75% Aktif 25% O Pa < 50% Kurang Aktif Pa < 25% Tidak Aktif Sumber : Husada dkk. Tabel 3. 5 Data Aktivitas Siswa Pertemuan Ketegori Rata-Rata Persentase Aktif 64,61% Aktif 65,38% Aktif 70,00% Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 3. 5 diatas menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada pertemuan pertama nilai rata-rata sebesar 64,61% berada pada persentase 50% O Pa < 75% dengan kriteria aktif, pada pertemuan kedua nilai rata-rata sebesar 65,38% berada pada persentase 50% O Pa < 75% dengan kriteria aktif dan pada pertemuan ketiga nilai ratarata aktivitas siswa sebesar 70,00% berada pada persentase 50% O Pa < 75% dengan kriteria Jadi kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini dinyatakan meningkat dengan baik karena mendapatkan skor berkriteria aktif. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Analisis Statistik Inferensial Uji Prasyarat Analisis . Uji Normalitas Pengujian normalitas data menggunakan uji sampel Kolmogorov-Smirnov dengan berbantuan program SPSS. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3. 5 berikut ini : Tabel 3. 6 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. Pretest Postest Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk hasil nilai siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E, dengan nilai sig = 0,092 > sehingga data dari pretest dinyatakan normal. Sedangkan data sesudah diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E, dengan nilai sig = 0,081 > sehingga data dari posttest dinyatakan normal. Uji Homogenitas Pengujian Homogenitas menggunakan uji Oneway Anova dengan bantuan program SPSS dengan kriteria pengujian apabila nilai ycycnyci > yu = 0,05 maka varian homogen. Hasil data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3. 6 berikut ini : Tabel 3. 6 Hasil Uji Homogenitas Oneway Anova Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Hasil Based on Mean Belajar Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sig. Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji homogenitas data pretest dan posttest kelas VII di SMP Negeri 1 MaAorang, diperoleh nilai sig = 0,836 > , sehingga dinyatakan Homogen. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 . Uji Hipotesis Uji Hipotesis menggunakan uji t yang dapat dilakukan dengan syarat data yang diteliti berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 1 MaAorang. Tabel 3. 7 Hasil Paired T-Test Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair Pretest - Postest Std. 95% Confidence Interval Std. Error of the Difference Deviation Mean Lower Upper Sig. t Sumber: Hasil analisis data penelitian. Tahun : 2024 Data hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS melalui paired sample t test diperoleh nilai sig = 0,000, sementara taraf signifikan = 0,000 < 0,05. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh bahwa nilai thitung sebesar -43,980. Kemudian untuk mencari ttabel digunakan yca rumus 2 : n Ae 1 dimana = 0,05 dan n = 26 sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 2,059, karena thitung > ttabel ( 2,059 > -43,980 ) maka hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 MaAorang. Uji Gain Data peningkatan (Gai. merupakan data yang diperoleh dari selisih antara hasil belajar posttest dan pretest. Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Adapun cara untuk menghitung nilai Gain berikut ini : Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 ycyycuycycycyceycyc Oe ycyycyceycyceycyc ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Oe ycyycyceycyceycyc 76,23 Oe 24,46 90 Oe 24,46 51,77 65,54 = 0,7 Dari perhitungan manual diatas, diperoleh nilai Gain sebesar 0,7. Dalam indeks uji Gain, jika 0,3 < g Ou 0,7 maka hasil perhitungan uji Gain berada pada kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Learning Cycle 5E. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E tersebut dalam pembelajaran matematika pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat menuntun siswa berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan fase-fase atau tahapan kegiatan yang ada. Apabila siswa berperan aktif dalam pembelajaran, maka siswa dapat menguasai kompetensi yang dicapai dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Dengan demikian, berhasil tidaknya suatu kegiatan pembelajaran dalam hal ini kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Bukan hanya guru yang mempengaruhi tetapi ada faktor lain. Faktor tersebut antara lain siswa, motivasi, psikologis, dan lain sebagainya. Faktor-faktor tersebut saling mendukung dan saling mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 MaAorang. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai dengan hasil yang diperoleh pada penelitian Berdasarkan penelitian yang dilakukan Mustofa . , yang berjudul AuPengaruh Pembelajaran Learning Cycle 5E Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil BelajarAy. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran learning cycle 5E terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik Kelas X MIA SMA Negeri. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 Penelitian yang dilakukan Asnira Reski . , yang berjudul AuPengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Materi Protista Kelas X SMA Negeri 1 GowaAy. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap terhadap hasil belajar kognitif siswa materi protista kelas X SMA Negeri 1 Gowa. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Siti Yusmiasih . , yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 3 TapungAy. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis deskriptif dan inferensial yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa dan siswa yang diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran model konvensional. Selain itu guru juga diharapkan untuk memahami dengan baik perubahan-perubahan tuntutan kurikulum sehingga mampu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa, seperti adanya bahan ajar dan LKPD yang digunakan sebagai bahan pembelajaran di sekolah dan juga sebagai salah satu alat untuk mempermudah siswa dalam memahami konsep Bahan ajar dan LKPD merupakan hal yang harus diperhatikan yang dapat memberikan efek yang sangat baik kepada siswa dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sesudah penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Hal ini terbukti dengan perolehan ratarata nilai pada posttest lebih tinggi dibandingkan dengan pretest. Dan hasil perhitungan uji ttest dengan hasil thitung > ttabel ( 2,059 > -43,980 ) yang artinya H0 ditolak. Pada hasil perhitungan uji N-Gain Ternormalisasi yang menunjukkan bahwa hasil peningkatan terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Learning Cycle 5E sebesar 0,7 menunjukkan kategori sedang. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 38-52 Sucitra1*. Andi Yunarni Yusri2. Vivi Rosida3 SARAN