e-ISSN: 2827 - 9883 e-journal. id/index. php/talim fai@unmuhkupang. Volume 1. No. HUBUNGAN INTENSITAS IBADAH DENGAN ADVERSITY QUOTIENT DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG Siti Nuryanti Nurdin. Muhammad Tamrin Universitas Muhammadiyah Kupang Jln. H Ahmad Dahlan. Kayu Putih. Kec. Oebobo. Kebupaten Kota Kupang. Yantinurdin130@gmail. khasa_tamrin@yaho. Abstract This objectives aims to determine the relatoinship between the intensity of worship and the adversity quotient in the preparation of the final assignment or students of the Islamic Religion (FAI) at the University of Muhammadiyah Kupang. This type ofresearch method is quantitative research with data analysis using SPSS version 24. 0 program The data collection technique is in the form of a questionnaire. For the population, namely students the end of semester 8 and semestre 10, namely the class of 2017 and 2018. Based on the results of the objectives with the help of data analysis using the SPSS 0 prograam analysis test, the correlation test for worship intensity variables (X) and adversity quotient variables (Y) obtained results of 0,433. There is a relationship between the variable intensity of worship and the aadversity quotient with the guideline of the degree of reletionship being moderate, and the nature of the reletionship being positive. The meaning of the positive nature is that the higher the worship intensity variable (X), the higher the adversity quotient (Y) Variable. On the other hand, the lower the adversity quotient variable. Then my hypothesis Accept or not rejected. Keywords: Worship Intensity. Adversity Quotient Abstark Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Intensitas Ibadah dengan Adversity Quotient dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kupang. Jenis metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan bantuan program SPSS versi Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu berupa koesioner. Untuk populasinya yakni mahasiswa akhir semester 8 dan semester 10 yaitu angkatan tahun 2017 dan 2018. Berdasarkan hasil penelitian dengan bantuan analisis data menggunakan uji analisis program SPSS versi 24. 0 maka uji corelation variabel Intensitas Ibadah (X) dan Variabel Adversity Quotient (Y) memperoleh hasil 0,433. Jadi, terdapat hubungan antara Variabel Intensitas Ibadah Dengan Adversity Qoutient dengan pedoman derajat hubungannya yaitu sedang , dan sifat hubungannya yaitu bersifat positif. Maksud dari sifat positif adalah semakin tinggi variabel Intensitas Ibadah (X) maka semakin tinggi pula Variabel Adversity Quotient (Y) sebaliknya semakin rendah variabel Intensitas Ibadah TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 maka semakin rendah pula Variabel Adversity Quotient . Maka hipotesis saya diterima/ tidak ditolak. Kata Kunci: Intensitas Ibadah. Adversity Quotient Pendahuluan Penyusunan tugas akhir atau skripsi yaitu suatu karya ilmiah yang harus ditempuh dan dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir untuk meraih gelar sarjana (S. Mahasiswa yang sedang melakukan penyusunan tugas akhir (TA) dianggap bisa memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, menerapkan serta menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang yang 1 Pada penyusunan tugas akhir, tidak hanya memunculkan sesuatu kebahagiaan untuk mahasiswa tetapi juga bisa berdampak pada psikologinya. Kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah dalam psikologi dikenal dengan istilah adverity quotient. Adversity quotient merupakan seberapa jauh seseorang bertahan menghadap kesulitan dan kemampuan untuk mengatasinya. Adversity quotient yakni suatu ukuran untuk mengetahui respons anda terhadap kesulitan. Setiap mahasiswa yang optimis bahwa setiap kesulitan yang dihadapinya pasti akan dapat diselesaikan, maka mereka adalah orang yang memiliki Adversity Quotie nt yang tinggi. Seseorang yang mengadapi suatu masalah harus mempunyai cara untuk bisa mengatasinya. Cara yang bisa menyelesaikan sebuah masalah dengan baik yaitu dengan religiusitas. Dalam meningkatkan adversity quotient pada penyusunan tugas akhir, sesorang harus memiliki pengendalian dan pemahaman yang baik tentang agama. Ajaran agama mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian individu. Peranan ajaran agama atau hukum-hukum agama baik yang diterima secara formal maupun non formal, adalah pengalaman bagi seseoang tentang kenyataan-kenyataan yang dapat digunakan untuk meredakan kecemasan, kesulitan, maupun ketegangan. Ibadah mampu membuat sesorang lebih optimis dan yakin bisa menyelesaikan masalah hidup sehingga memberikan dampak positif . Didalam ibadah- ibadah yang telah disyariatkan oleh Allah SWT memberikan dampak yang positif dalam pendidikan jasmani manusia. Bagian-bagian ibadah dalam Islam sangat luas. Ia mencakup semua perkataan, perbuatan, dan niat manusia. Oleh sebab itu, ibadah bukan hanya sekedar keinginan ruh saja, akan tetapi ia merupakan Dalman. Keterampilan Menulis (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. : hal,200-201 Andrew Jeklin. AuStrategi Coping Stress Mahasiswa Dalam Penulisan Skripsi"kelola:Jurnal of Islami Education3, no. July . : 1Ae23 Paul G. Stolts. Adverity Quotient Mengubah Hambatan Menjadi Peluang (Jakarta: PT Grasindo, 2. : hal, 9 Dyra Yunilaili "Hubungan Antara Religiusitas DenganKecerdasanAdversitas (Adversity Quotien. Mahasiswa Jurusan PAI Semester Iv Iain Ponorogo Tahun Akademik 2016/2017,Ayhttp://etheses. id/1995/1/Dyra Yunilaili. kses10 Januari 2. Edi Rohendi, "Ajaran Agama dan Pembentukan Kepribadian Au kelola:Jurnal Pendidikan Dasar 1, no. : hal,4 TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 gerakan jasmani, akal dan ruhani. 6 Alangkah baiknya dalam setiap aktivitas yang dilakukan sehari- hari manusia harus menghadirkan Allah dalam setiap langkah dan meminta agar semua permasalahan yang bisa terselesaikan dengan baik didampingi adanya niat, usaha dan selalu berikhtiar. Peningkatan intensitas Ibadah mampu membantu kesehatan mental sebab ibadah yaitu kebutuhan psikis dan rohani manusia yang mampu menciptakan kehidupan yang damai dan bahagia. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan semakin banyak ibadahnya, maka akan semakin tentramlah jiwanya serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran dalam hidup. Semakin jauh seseorang dari agama, akan semakin sulit baginya untuk memperoleh ketentraman hidup. Lingkungan dan pergaulan seseorang salah satu faktor eksternal dapat mempengaruhi intensitas ibadah seseorang. Fakultas Agama Islam merupakan salah satu Fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Kupang. Fakultas Agama Islam terdiri dari dua program studi yaitu Akhwal Asy-Syakhsiyyah dan Pendidikan Agama Islam. Kedua Program studi ini seharusnya memiliki tingkat intensitas ibadah yang tinggi dibandingkan program studi lain sebagai contoh atau panutan. Dari hasil pengamatan, peneliti menemukan bahwa dari kalangan mahasiswa terdahulu masih ada yang belum menyelesaikan tugas akhir tepat waktu dikarenakan berbagai macam alasan yaitu stress, malas, ataupun tekanan dari luar maupun dari dalam sehingga menyebabkan skripsi tidak tepat waktu, sehingga tundanya wisuda. Seharusnya, mahasiswa Fakultas Agama Islam dengan mengalami banyak kesulitan pada saat penyusunan TA (Tugas Akhi. seperti strees, malas, ataupun banyak tekanan perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan kedekatannya dengan Allah SWT yakni dengan rajin melaksanakan sholat 5 waktu, sholat sunnah, maupun membaca Ayat suci AlQurAoan. Karena melakukannya bisa membuat hati tenang, damai dalam menghadapi masalah, yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Pada kenyataanya, yang terjadi pada Mahasiswa Fakultas Agama Islam tingkat adversity quotient nya rendah. Adversity quotient yang rendah ini di karenakan kecemasan, kurang percaya diri, strees, bingung, dan juga tekanan. Sementara untuk intensitas ibadahnya masih kurang atau belum secara teratur untuk melaksanakannya. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Intensitas Ibadah dengan Adversity Quotient dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa Fakultas Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Kupang. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang lebih menuju kepada aspek pengukuran secara objektif terhadap fenomena sosial. Pada metode ini disebut kuantitatif karena data- data penelitian berupa berupa angka-angka dan analisis menggunkan statistik. Syaeful Rokim,"Ibadah-Ibadah Ilahi Dan Manfaatnya Dalam Pendidikan Jasmani Aukelola: Jurnal Pendidikan IslamAy 05 . : 1265Ae76. Anisah Setyaningrum. AoAo Iblis Dan Upayanya Dalam Menyesatkan Manusia Dalam Perspektif AlQuranAy kelola: Jurnal Hermeneutik 7, no. 1 juni . : hal,134 Firdaus. Au Spiritualitas Ibadah Sebagai Jalan Menuju Kesehatan HakikiAykelola:jurnal Spiritualitas Ibadah XI. No. 1 Januari-Juni . , hal. Mental Yang TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Metode ini sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah- kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Sasaran Penelitian . Populasi Pada penelitian ini, penulis mengambil populasi Fakultas Agama Islam yaitu Studi Pendidikan Agama Islam Dan Akhwal As-Syakhsiyyah angkatan 2017 dan 2018 sebanyak 141 orang. Sampel Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi 10 Pengambilan sampel oleh peneliti yaitu simple random sampling. Teknik ini sangat sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Hipotesis Penelitian Hipotesis yang terjadi dalam penelitian ini adalah Ha dan H0, artinya: Ha = Terdapat hubungan antara intensitas ibadah dengan adversity quotient penulisan skripsi Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang Ho = Tidak terdapat hubungan antara intensitas ibadah dengan adversity quotient penulisan skripsi Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang. Dengan kriteria hipotesis yaitu: Eo Eo Eo Eo Jika Nilai Pearson Corelation 0,00 s/d ,20 = tidak ada korelasi Jika Nilai Pearson Corelation 0,21 s/d 0,40 = korelasi lemah Jika Nilai Pearson Corelation 0,41 s/d 0,60 = korelasi sedang Jika Nilai Pearson Corelation 0,61 s/d 0,80 = korelasi kuat Teknik Pengumpulan data Beberapa teknik dalam pengumpulan data sebagai berikut: Dokumentasi Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan sejumlah besar informasi atau data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Pengumpulan data dokumentasi pada penelitian ini mahasiswa Fakultas Agama Islam angkatan 2017 dan 2018 Universitas Muhammadiyah Kupang. Koesioner Koesioner yaitu teknik penumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini yaitu koesioner tertutup dan disusun menggunakan pengukuran skala Likert yang mengacu pada aspek-aspek yang akan diteliti nantinya. Sugiyono,Metode Penelitian kuantitatif. Kualitatif, dan RD. (Bandung: Alfabeta,2. Muri Yusuf. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Penelitian Gabungan. (Jakarta: Kencana, 2. hal, 150 TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume 1. No. 2 Bulan Agustus 2022 Teknik Analisis Data . Uji Validitas Pada penelitian ini. Uji validitas dilaksanakan dengan rumus korelasi bivariate person dengan alat bantu program SPSS versi 24,0. Item angket dalam uji validitas dikatakan valid jika harga rhitung>rtabel pada nilai signifikansi 5%. Sebaliknya,item dikatakan tidak valid jika harga rhitung