https://jurnal. HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PELAKSANAAN FIVE MOMENTS HAND HYGIENE PERAWAT DI RUMAH SAKIT IsmuntaniaA*. Indah Nursanti2. Khairunnisa Batubara3. Kartika4 A,2Dosen Sarjana Keperawatan. Universitas Kurnia Jaya Persada. Sulawesi Selatan. Indonesia Dosen Akper Gita Matura Abadi Kisaran. Kisaran. Indonesia Dosen Magister Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Indonesia *Email koresponden : ismuntania366@gmail. Abstract Supervision by the ward head is one of the factors that influence nurses' compliance in carrying out their duties in the hospital. Supervision is the direct and periodic observation by superiors of the work carried out by subordinates. Then, if problems are found, direct assistance is immediately provided to resolve them. Objective: To determine the relationship between the supervision of the ward head and the implementation of the five moments of hand hygiene for nurses in the ICU Room of Tgk Chik Di Tiro Sigli Regional Hospital. Method: Using a correlation research design to see the relationship between the variables studied. The sample used was 38 patients. The results of the study: the ward head's supervision variable was predominantly good, namely 19 patients . 0%), and the implementation of the five moments of hand hygiene variable was predominantly not implemented, namely 33 patients . 8%). Based on the results of the statistical test, it was found that the P value 0,05, menunjukkan bahwa ada hubungan antara efektivitas fungsi pengawasan kepala ruangan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan pengendalian infeksi nosokomial. Pihak RSUD. Tgk Chik Di Tiro sendiri telah menghimbau petugas kesehatan untuk melakukan praktek kebersihan tangan dengan poster yang ada di setiap pintu masuk ruangan pasien, lingkungan rumah sakit dan di setiap wastafel yang ada di ruangan. Berdasarkan kelengkapan fasilitas yang disediakan di ruangan bagi petugas kesehatan tersedia dengan baik, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin melakukan cuci tangan setiap akan masuk maupun keluar Fasilitas yang disediakan meliputi masing-masing ruangan yang dilengkapi dengan sabun antiseptic, wastafel, dan alcohol hand rub. Walaupun sudah dilakukan pengawasan kepala ruangan tentang tindakan cuci tangan dan tersedianya fasilitas untuk mencuci tangan, namun tetap saja masih terdapat perawat yang tidak melakukan five moments hand Perilaku cuci tangan yang masih rendah, dapat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran perawat untuk melakukan prosedur cuci tangan Saragih & Rumapea . Hal ini menunjukkan bahwa walaupun perawat sudah mendapatkan supervisi secara langsung tentang hand hygiene yang baik dari kepala ruangan, namun kesadaran perawat untuk melakukan hand hygiene masih rendah. Berdasarkan hasil analisa data diatas peneliti berasumsi bahwa walaupun telah teridentifikasi bahwa ada hubungan yang signifikan, supervisi kepala ruangan harus tetap dilakukan untuk terus meningkatkan kinerja perawat dalam melakukan five moment hand hygiene Hubungan supervisi tidak langsung oleh kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat Berdasarkan uji analisis chi-square didapatkan bahwa nilai significancy PValue sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan supervisi tidak langsung oleh kepala ruang dengan pelaksanaan five moments hand hygiene Manajemen RSUD. Tgk Chik Di Tiro telah memberikan himbauan agar menerapkan hand hygiene sesuai dengan poster yang ada di setiap pintu masuk ruangan pasien, lingkungan rumah sakit dan di setiap wastafel yang ada di Berdasarkan hasil observasi, kelengkapan fasilitas yang disediakan di ruangan bagi petugas kesehatan tersedia dengan baik, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin melakukan cuci tangan setiap akan masuk maupun keluar Fasilitas meliputi masing-masing ruangan yang dilengkapi dengan sabun antiseptic, wastafel, dan alcohol hand rub. Walaupun sudah dilakukan pengawasan kepala ruangan tentang tindakan cuci tangan dan tersedianya fasilitas untuk mencuci tangan, namun tetap saja masih terdapat perawat yang tidak melakukan five moments hand hygiene. Perilaku cuci tangan yang masih rendah, dapat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran perawat untuk melakukan prosedur cuci tangan (Saragih & Rumapea, 2. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun perawat sudah mendapatkan supervisi tentang hand hygiene yang baik dari kepala ruangan, namun kesadaran perawat untuk melakukan hand hygiene masih rendah dan belum sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil analisa data di atas maka peneliti berasumsi bahwa meskipun telah diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara supervisi kepala ruangan dengan pelaksanan five moment hand hygiene tetapi kepala ruangan tetap haru meningkatkan mutu supervisi yang dilakukan karena sangat menentukan kualitas dari asuhan keperawatan yang Hygenitas dari tindakan keperawatan harus dapat dijamin dengan baik agar semua pihak yang terlibat dalam tindakan seperti pasien, perawat, keluarga pasien dan lainnya dapat terbebas dariu resiko penularan penyakit atau infeksi nosokomial. KESIMPULAN Supervisi langsung kepala ruangan ICU RSUD. Tgk Chik Di Tiro termasuk pada kategori baik yaitu sebanyak 30 responden ,9%) Supervisi tidak langsung kepala ruangan ICU RSUD. Tgk Chik Di Tiro termasuk pada kategori baik yaitu sebanyak 33 responden . ,8%) Pelaksanaan five moment hand hygiene perawat masih rendah yakni sebanyak 28 responden . ,6%). Ada hubungan antara supervisi langsung kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat dengan nilai p-value > dari nilai alpha . yakni sebesar 0,002 Ada langsung kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat dengan nilai p-value > dari nilai alpha . yakni sebesar 0,002 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih kepada responden, lahan penelitian dan institusi yang telah mendukung penelitian ini, semoga penelitian ini menjadi informasi dan masukan dalam pengaplikasikan pelayanan di rumah sakit DAFTAR PUSTAKA