VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA MATERI ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DARING MELALUI GRUP WHATSAPP SISWA KELAS VA SDN 001 TARAKAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 EFFORTS TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES OF ANIMAL AND HUMAN MOVEMENT ORGAN MATERIAL IPA USING AN ONLINE LEARNING APPROACH THROUGH THE WHATSAPP GROUP OF VA SDN CLASS STUDENTS 001 TARAKAN FOR THE 2021/2022 SCHOOL YEAR Suriati SD Negeri 001 Tarakan suriati@gmail. ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini (PTK) adalah untuk meningkatkan hasil belajar melalui pendekatan pembelajaran daring melalui Grup WhatsApp. Subjek penelitian ini yaitu hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran daring melalui Grup WhatsApp. Adapun kelas yang akan digunakan adalah kelas VA SD Negeri 001 Tarakan yang berjumlah 25 orang anak, yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Kelas VA dipilih karena peneliti menjadi guru kelasnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, tindakan dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan mengajar. Digunakan dua siklus supaya dapat diketahui dengan pasti peningkatan hasil belajar dalam memahami pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran daring melalui Grup WhatsApp. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pendekatan pembelajaran daring melalui Grup WhatsApp, dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yang dibuktikan dengan hasil belajar di setiap aspek pengamatan, tindakan sehingga mengalami peningkatkan hasil belajar di setiap siklus dan setiap akhir pertemuan mengajar. Untuk hasil belajar pada siklus I menunjukan peningkatan 48,3% sedangkan pada siklus ke II meningkat menjadi 82,8% walaupun masih ada 2 orang siswa atau 6,9% belum mencapai ketuntasan dalam pembelajaran maka akan diberikan remedial secara khusus sehingga semua siswa kelas VA ini mengalami ketuntasan dalam Dengan demikian, pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran daring melalui Grup WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga disarankan kepada guru untuk mempersiapkan pendekatan pembelajaran yang tepat dalam setiap pembelajaran terutama pendekatan pembelajaran serta media yang digunakan di sekolah sehingga mendukung terlaksanannya proses pembelajaran, menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kata kunci : Hasil Belajar. Daring. WhatsApp. Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 ABSTRACT The purpose of this class action research (PTK) is to improve learning outcomes through an online learning approach through WhatsApp Groups. The subject of this study is the learning outcome of students through the application of an online learning approach through WhatsApp Groups. The class that will be used is the VA class of SD Negeri 001 Tarakan which amounts to 25 children, consisting of 12 boys and 13 girls. The VA class was chosen because the researcher became the class teacher. Data collection in this study is done through observation, action and This class action research is carried out in two cycles and each cycle is carried out three times teaching meetings. Used two cycles so that it can be known with certainty the improvement of learning outcomes in understanding learning using an online learning approach through WhatsApp Groups. The results prove that with an online learning approach through WhatsApp Groups, it can improve student learning outcomes, as evidenced by learning outcomes in every aspect of observation, actions so that they experience improved learning outcomes in each cycle and every end of teaching meetings. For learning outcomes in cycle I showed an increase of 48. 3% while in the second cycle increased to 82. 8% although there are still 2 students or 6. 9% have not achieved completeness in learning then will be given special remedial so that all students of this VA class experience completeness in learning. Thus, learning using an online learning approach through WhatsApp Groups can improve student learning outcomes, so it is recommended to teachers to prepare the right learning approach in every learning, especially the learning approach and media used in schools so as to support the implementation of the learning process, interesting and in accordance with the needs of students. Keywords : Learning Outcomes. Online. WhatsApp Guru harus mampu mengatasi kendalakendala yang muncul secara langsung yang berhubungan dengan pembelajaran daring, proses pembelajaran daring di kelas virtual dan siswa. Karena itu, penggunaan pendekatan pembelajaran daring yang tepat harus mampu menekankan pada pembelajaran daring yang berpusat pada siswa, siswa harus benar-benar dilibatkan secara langsung PENDAHULUAN Pembelajaran daring menjadi satusatunya Kementerian Pendidikan. Seperti yang kita ketahui bersama, pembelajaran tatap muka ditiadakan dan beralih pada pembelajaran Masalah yang dihadapi sekarang ini adalah bagaimana strategi yang dilakukan guru untuk memperbaiki pendidikan dalam proses pembelajaran daring. Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 dalam pembelajaran daring untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang materi maupun kegiatan yang melibatkan alam sekitar. Pelajaran IPA merupakan pelajaran yang mudah, namun oleh sebagian siswa mempunyai anggapan bahwa pelajaran IPA sangat sulit untuk dipahami. Dalam pelajaran IPA sangat dibutuhkan penalaran yang tinggi, untuk mengatasi agar semua siswa dapat memahami pelajaran tersebut, maka seorang guru harus mempunyai strategi dalam mengajar agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien dalam mencapai hasil belajar yang Oleh karena itu, guru harus menguasai berbagai macam metode, strategi, dan pendekatan pembelajaran di dalam kelas (Kuntari, 2013: . Pendekatan pembelajaran adalah sebuah sistem proses pembelajaran yang utuh, mulai dari awal hingga akhir. Pendekatan pembelajaran melingkupi pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran (Chatib, 2011: . Pendekatan pembelajaran dapat mengarahkan kegiatan belajar mengajar terhadap tata cara pembelajaran, juga mampu merangsang motivasi siswa untuk belajar, mempunyai minat yang besar terhadap pembelajaran, sehingga semua siswa mampu meningkatkan hasil belajar. Maka dalam membelajarkan siswa, guru harus mampu memilih pendekatan pembelajaran daring yang mampu memadukan pengetahuan awal siswa dengan pengetahuan baru untuk menyempurna- kan pengetahuan awal siswa sehingga dalam proses pembe-lajaran siswa dapat berperan aktif dan pembelajaran berpusat pada siswa . tudent centere. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SDN 001 Tarakan, hasil belajar siswa pada pelajaran IPA berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) seperti pada nilai ulangan haian tahun 2021/2022 nilai rata-rata kelas adalah 55,0. Siswa yang tuntas hanya 5 orang siswa atau 20,0% sedangkan siswa yang tidak tuntas 20 orang siswa atau 80,0%. KKM pada mata pelajaran IPA adalah 70. Kondisi seperti ini memerlukan solusi karena siswa harus mampu menguasai ilmu dasar dan murni dengan terobosan baru mengenai cara membelajarkan IPA yang menarik dan mudah dimengerti siswa. Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan pembelajaran daring. Pendekatan pembelajaran daring merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dikembangkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa membangun pemahaman terhadap objek melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian dengan judul AyUpaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan Dan Manusia Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Daring Melalui Grup WhatsApp Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Siswa Kelas VA SDN 001 Tarakan Tahun Pelajaran 2021/2022Ay. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah upaya peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi organ gerak hewan dan manusia menggunakan pendekatan pembelajaran daring melalui grup WhatsApp siswa kelas VA SDN 001 Tarakan tahun pelajaran 2021/2022? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah meneliti bagaimana upaya peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi organ gerak hewan dan manusia menggunakan pendekatan pembelajaran daring melalui grup WhatsApp siswa kelas VA SDN 001 Tarakan tahun pelajaran 2021/2022. Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi Siswa Meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA sehingga hasil belajarnya juga meningkat. Bagi Guru Sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajaran dan dapat mengoptimalkan strategi, pendekatan pembelajaran dalam pelajaran IPA. Bagi Peneliti Menjadi pengalaman yang berharga untuk melaksanakan tugas di masa depan yang akan datang. KAJIAN TEORI Definisi Pembelajaran Online Pembelajaran online pertama kali dikenal karena pengaruh dari perkembangan pembelajaran berbasis elektronik . -learnin. yang diper-kenalkan oleh Universitas Illionis melalui sistem (Hardiayant. Online learning merupakan suatu sistem yang dapat memfasilitasi siswa belajar lebih luas, lebih banyak, dan bervariasi. Melalui fasilitas yang disediakan oleh sistem tersebut, siswa dapat belajar kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh jarak, ruang dan Materi pembelajaran yang dipelajari lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk verbal, melainkan lebih bervariasi seperti visual, audio, dan (Cepi Riyana, 2018 : . Perkembangan teknologi informasi berdampak pada proses pembelajaran yang semakin efektif. Perkembangan teknologi informasi ini secara nyata nampak pada pembelajaran berbasis jaringan komputer . omputer-based Secara nyata penggunaan jaringan online technology ini dengan telah digunakannya internet sebagai sarana komunikasi interkatif. Dalam konteks makro penggunaan jaringan ini memiliki dampak yang sangat luas terhadap produktifitas kerja karena telah memudahkan manusia mengerjakan sesuatu. Aplikasi teknologi online ini dapat dilihat dalam dunia perbankan, misalnya transfer uang tidak lagi menggunakan isian application Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 form dimana nasabah datang ke bank tetapi ia cukup datang ke anjungan tunai mandiri (ATM) dan masih banyak lagi aplikasi jaringan teknologi online secara makro ini. (Punaji Setyosari, 2018 : . Sebagian besar kampus perguruan tinggi nasional juga telah mengandalkan berbagai bentuk pembelajaran elektronik, baik untuk membelajarkan para mahasiswanya maupun untuk kepentingan komunikasi antara sesama dosen. Kemajuan yang demikian ini sangat ditentukan oleh sikap positif masyarakat padaumumnya, pimpinan perusahaan, siswa, dan tenaga kependidikan pada khususnya terhadap teknologi komputer dan internet. Sikap positif masyarakat yang telah berkembang terhadap teknologi komputer dan internet antara lain tampak dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet. (Suryati, 2015 : . W Bates dan K Wulf (Wijaya, 2. menjelaskan bahwa manfaat dari pembelajaran online sebagai berikut : Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara pengajar dan pelajar Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja . ime and place flexibilit. Mempermudah cakupan yang luas . otensial to reach a global audienc. Selain manfaat yang diutarakan di atas, pembelajaran onlline juga dapat melatih, membentuk dan meningkatkan kemandirian belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut Chaerumn dalam pendidikan sistem belajar mandiri pelajar diberikan kemandirian baik individu maupun kelompok dalam menentukan : Tujuan belajar . pa yang harus Apa saja yang harus dipelajari dan dari mana sumbernya . ateri dan sumber belaja. Bagaimana mencapainya . trategi Kapan serta bagaimana keberhasilan belajarnya diukur. Haryono . menjelaskan bahwa pembelajaran online mempunyai beberapa kelemahan antara lain yaitu : Kurangnya interaksi antar guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu Kurangnya memperlambat terbentuknya valuies dalam proses belajar dan mengajar. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. Proses belajar dan megajarkannya cenderung ke arah pelatihan daripada Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet . ungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun kompute. Kurangnya penguasaan bahasa komputer Pembelajaran (Learnin. Pembelajaran jarak jauh membutuhkan sebuah media yang dapat men- Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 distribusikan ilmu pengetahuan dan sebagai wadah proses kegiatan belajar Wadah media yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh sekarang ini menggunakan jaringan internet dan sebuah website sebagai wadah berupa online learning. Online learning dapat diartikan sebagi suatu jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan jaringan komputer lainya keseluruh penjuru dunia (Kaito. Hal senada juga di tuturkan oleh Munir dalam bukunya pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi dan komunikasi . Pembelajaran jarak jauh online menerapkan sistem pembelajaran daring . nline learnin. yang berbasis Model pembelajaran jarak jauh online diawali dengan perencanaan yang baik, kemudian cara materi pembelajaran disampaikan . elivery conten. kepada pembelajar yang mengacu pada perancangan tersebut. Sistem pembelajaran dengan online learning juga berbeda dengan sistem pembelajaran dengan cara konvensional. Pembelajaran dengan berbasis online menuntut sarana insfrastruktur yang memadai dan teknologi yang mendukung seperti komputer, satelit, televisi, dan jaringan internet. Menurut Kenji Kaito . ada 3 fungsi atau potensi online learning yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai alat komunikasi, alat mengakses informasi, dan alat pendidikan atau pembelajaran (Munir,2009. Menurut pendapat (Hartley,2. e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, internet atau media jaringan computer lain . ttp://w. m-edukasi. id/2012/11/pengertian-e- learning. Senada dengan Hartley. Munir . e-learning adalah suatu sistem yang menggunakan suatu komputer khususnya internet sebagai media E-learning tentunya memiliki, karakteristik dalam peng-gembangannya sebagai identitas e-learning sebagai sebuah pembelajaran berbasis elektronik Menurut Munir . karakteristik e-learning antara lain : Memanfaatkan jasa teknologi elektronik sehingga dapat memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar Memanfaatkan media komputer, seperti jaringan computer . omputer network atau digital medi. Menggunakan materi pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri . elf Materi pembelajaran dapat disimpan didalam komputer, sehingga dapat diakses oleh pengajar dan pembelajar, atau siapa pun tidak terbatas waktu dan tempat kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keperluanya. Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga untuk mengetahui hasil kemajuan belajar. Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 atau adminstrasi pendidikan, serta untuk memperoleh informasi yang Menurut Haughey (Rusman,2. tentang pengembangan e-learning menurutnya ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet : Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya kegiatan tatap Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran sepenuhnya disampaikan melalui . Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka . Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang Dalam tatap muka, siswa dan guru lebih banyak berdiskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet . Web enhanced course adalah pemanfaatan internet menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di Fungsi internet adalah untuk komunikasi antara siswa dengan guru, sesama siswa, anggota kelompok, atau siswa dengan narasumber lain. Terdapat beberapa hal penting sebagai persyaratan kegiatan pembelajaran online antara lain yaitu : Kegiatan pembelajaran dilakukan . Tersedanya dukungan layanan tutor . yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. Rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh siswa Sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar siswa. Manfaat WhatsApp Kelebihan dan fungsi WhatsApp antara lain sebagai berikut: WhatsApp memiliki fitur yang komplit, karena dengan WhatsApp dapat berkirim teks, gambar, video, suara, dan bisa berbagai lokasi gps. Aplikasi WhatsApp terintegrasi kedalam sistem, layaknya sms. Aplikasi WhatsApp memiliki fasilitas broadcast dan grup chat. Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Aplikasi WhatsApp dapat dimatikan dan hanya aktif jika ada pesan masuk, sehingga dapat menghemat Adapun manfaat WhatsApp adalah orang bisa berkomunikasi secara bersama-sama dalam kurun waktu yang Beberapa orang bisa melakukan diskusi di dalam sebuah grup WhatsApp. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) menurut Saur Tampubolon . adalah suatu pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata berupa siklus melalui proses kemampuan mendeteksi dan memecahkan masalah. Jenis penelitian tindakan kelas ini dipilih karena penelitian tindakan kelas merupakan salah satu teknik agar pembelajaran yang dikelola peneliti selalu mengalami peningkatan melalui perbaikan secara terus menerus. Peningkatan hasil belajar siswa dikarenakan pada penelitian tindakan kelas terdapat proses refleksi diri . elf reflectio. yakni upaya menganalisis untuk menemukan kele-mahanAe kelemahan dalam proses pembe-lajaran yang telah dilakukan. Proses perbaikan dilakukan melalui perencanaan dan pengimplementasian dalam proses pembelajaran sesuai dengan program pembelajaran yang telah disusun. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini bertempat atau dilaksanakan di kelas VA S D Negeri 001 Tarakan yang terletak di Jln. Yos Sudarso. Kec. Tarakan Tengah. Kota Tarakan. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 selama 4 bulan yaitu dari bulan Juli sampai dengan September Dipilihnya waktu ini supaya tidak menganggu dalam melaksanakan tugas. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian atau desain penelitian menurut Restu . dapat didefinisikan sebagai rencana, struktur dan strategi penyelidikan yang hendak dilakukan guna mendapatkan jawaban dari pertanyaan atau permasalahan penelitian. Desain penelitian yang digu-nakan pada penelitian ini adalah desain penelitian dari Kemmis & McTaggart . dalam Dadang . yang dilakukan dengan empat proses penelitian. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan . ,pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . Namun semua ini diawali dengan refleksi awal atau disebut prapenelitian (Saur Tampubolon, 2. Kegiatan Prasiklus (Penelitian Awa. Penelitian awal atau penelitian prasiklus dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam mengikuti Proses pembelajaran terlaksana sesuai dengan RPP yang telah Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 disusun bersama dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan RPP dan hasilnya akan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan instrument pembelajaran berikutnya. Siklus I Siklus I pertemuan 1, 2 dan 3 dilaksanakan sebagai hasil refleksi hasil belajar pratindakan, yakni materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan, dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut. Kegiatan Awal . Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran melalui WA. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menyampaikan apersepsi berupa memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi tentang aktivitas manuisa dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan Inti Kegiatan pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring adalah grup WA dengan langkah-langkah aktivitas guru dan siswa sebagai berikut. Guru Meminta siswa masuk ke kelas melalui grup WhatsApp dan siswa merespon WA guru dan masuk kelas. Guru mengucapkan salam, menyapa siswa, dan meminta siswa melakukan presensi/mengisi daftar hadir. Guru menjelaskan garis besar kegiatan di grup WA dan siswa mencermati penjelasan guru dan memberikan respon terhadap penjelasan tersebut. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi dengan dampingan orangtua. Guru mengaitkan materi pembelajaran dan siswa memberikan respon terhadap penjelasan atau pertanyaan dari guru. Guru menyampaikan materi pembelajaran . ink materi pelajara. untuk penguatan literasi digital. Guru memberikan kesempatan bertanya tentang materi pembelajaran. Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai kegiatan pendalaman materi dengan didampingi orantua dari rumah. Kegiatan Akhir . Melakukan tanya jawab pada siswa tentang hal-hal yang belum dipahami siswa. Guru mereflekesi kegiatan pembelajaran. Menutup pelajaran, siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran. Siklus II Pelaksanaan penelitian pada Siklus II mengacu kepada Siklus I dengan melakasanakan pembelajaran sebanyak 3 . kali pertemuan sesuai langkahlangkah pembelajaran grup WA dengan tahapan sebagai berikut: Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 tanya tentang materi pelajaran. Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai kegiatan pendalaman Siswa mengerjakan tugas dari guru dan mengirimkan tugas ke Kegiatan Akhir . Melakukan tanya jawab pada siswa tentang hal-hal yang belum dipahami siswa. Membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dipelajari. Menutup pelajaran, siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk menganghiri pelajaran. Tahap Pengamatan/Observasi Kegiatan ini dilakukan oleh pengamat atau observer dalam rangka memantau proses pembelajaran yang sedang berlangsung menggunakan melalui aplikasi grup WA dan pengamatan dilaksanakan bersamasama dengan pelaksanaan penelitian. Pengamatan menggunakan alat pengumpulan data dan analisis data yang tersedia di grup WA. Dalam kegiatan pengamatan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa dan kinerja guru di grup WA. Selain mengamati kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar, observer juga dimintai bantuan peneliti untuk berdiskusi mencari penyebab masalah serta alternatif pemecahan masalah tersebut. Adapun aspek yang Kegiatan Awal . Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran melalui WA. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menyampaikan apersepsi berupa memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi aktivitas manusia dalam memenuhi Kegiatan Inti Berikut langkah-langkah aktivitas guru dan siswa dalam grup WA sebagai . Guru Meminta siswa ke kelas melalui grup WhatsApp dan siswa merespon pada WA guru . Guru memberi salam, menyapa siswa, dan meminta siswa melakukan presensi/mengisi daftar hadir dan siswa membalas salam, sapa, dan mengisi daftar hadir. Guru menjelaskan garis besar kegiatan pembelajaran. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi dan siswa memperhatikan dan memberikan respon terhadap apersepsi dan motivasi dari guru. Guru mengaitkan materi pelajaran dan memberikan respon terhadap penjelasan atau pertanyaan dari . Guru menyampaikan materi pembelajaran . ink mater. untuk penguatan literasi digital. Guru memberikan kesempatan berSuriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 diobservasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Keaktifan mengisi daftar hadir Keaktifan membaca materi Keaktifan menjawab pertanyaan Menyerahkan tugas Mengoreksi tugas Refleksi Hasil yang diperoleh dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis untuk dievaluasi kedalam tahap refleksi ini. Jika dalam refleksi pada pertemuan pertama masih ada kekurangan atau kendala yang ditemukan, maka untuk selanjutnya akan disusun kembali rencana-rencana pembelajaran dengan berorientasi pada pembelajaran dengan menggunakan melalui aplikasi grup WA yang lebih baik lagi pada siklus berikutnya. Metode Pengumpulan Data Penelitian dengan judul Aupeningkatan hasil belajar mata pelajaran IPS melalui pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA siswa kelas VA SD Negeri 001 Tarakan meng-gunakan metode pengumpulan data sebagai Teknik observasi Teknik Nasution . 2: . dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam Dapat disimpulkan bahwa observasi merupakan alat pengukur atau menilai proses belajar melalui tingkah laku pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi harus dilakukan pada saat proses kegiatan berlangsung. Pengamat atau observer terlebih dahulu harus menetapkan aspekAeaspek tingkah laku apa yang hendak diobservasi, lalu dibuatkan pedoman agar dapat memudahkan dalam pengisian observasi. Jenis observasi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis observasi partisipan. Observasi tipe ini menurut Nana . adalah pengamat harus melibatkan diri atau ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok yang diamati. Kelebihan observasi partisipan adalah pengamat dapat lebih menghayati, merasakan dan mengalami sendiri seperti individu yang sempat diamatinya. Dengan demikian, hasil pengamatan akan lebih berarti, lebih objektif, sebab dapat dilaporkan sebagaimana adanya seperti yang terlihat oleh pengamat. Tes Tes menurut Kunandar . adalah sejumlah pertan-yaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan salah satu atau beberapa aspek psikologis di dalam dirinya. Fungsi tes sebagai alat pengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu, dan juga Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 merupakan sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran. Pada penelitian ini digunakan tes formatif, tujuannya untuk mengukur tingkat pengua-saan peserta didik terhadap kompetensi yang diajarkan selama satu kali tatap muka atau tes diakhir pembelajaran. Tes digu-nakan untuk mengukur kemam-puan siswa setelah melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA . Bentuk tes yang dipilih adalah tes essay terstuktur. Teknik Analisis Data Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah yaitu teknik analisis deskriptif dengan cara mengorganisasikan data yang terkumpul, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusunnya ke dalam pola, memilih bagian yang penting untuk dipelajari, dan akhirnya membuat kesimpulan. Data-data tersebut disajikan dalam bentuk tabel, grafik, disertai uraian singkat dan hubungan antar kategori sehingga mudah dipahami. Penggumpulan data tersebut melalui lembar observasi dan tes. Lembar Observasi Data observasi merupakan data yang penilaiannya dengan skor dari nilai untuk setiap aspek penilaiannya. Tiap skor tersebutpun memiliki kriteria tertentu, jadi nilai untuk masingAe masing siswa pastilah berbeda tergantung bagaimana siswa menunjukkan aktivitasnya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Karena menggunakan skor, nilai siswa tercantum dalam beberapa interval, tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan keaktifan tiap siswa. Teknik Non Tes Teknik non tes merupakan tindakan yang mengawali kegiatan evaluasi dalam penilaian hasil belajar. Teknik non tes meliputi: Observasi aktivitas siswa Observasi terhadap siswa dilakukan dengan cara mengamati semua kegiatan belajar siswa pada saat menerima materi pelajaran dari guru untuk mengetahui kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Penilaian lembar observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan ini: Nilai % = x 100% Apabila total skor pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa telah didapat, maka total skor tersebut disesuaikan dengan rentang penilaian di bawah ini: Tabel 1 Kriteria Penilaian Aktivitas Siswa Rentang Skor Nilai Kualifikasi Huruf 85 Ae 100% Baik Sekali 70 Ae 84% Baik 66 Ae 69% Cukup 0 Ae 64% Kurang (Modifikasi Arikunto, 2012: . Observasi aktivitas guru Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 Observasi terhadap guru dilakukan dengan cara meng-amati setiap aktivitas guru dalam mem-persiapkan pelajaran, melakukan langkah-langkah pembelajaran dengan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA. Penilaian lembar observasi aktivitas guru dalam pembelajaran di Penilaian lembar observasi aktivitas guru dalam pembelajaran di kelas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: Nilai = pada mata pelajaran IPA kelas VA SD Negeri 001 Tarakan. Guru dianggap telah berhasil apabila hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan dengan KKM yang telah ditentukan untuk aspek kognitif yaitu 70 dan yang telah mencapai ketuntasan klasikal sebanyak 80%. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dari data yang telah dipaparkan di atas hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui aplikasi grup WA dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni memberikan dampak positif dan mening-katkan aktivitas siswa dalam melaksana-kan pembelajaran dari rumah. Hal ini dapat dilihat dari semakin baiknya pema-haman siswa terhadap materi IPS yang disam-paikan guru, untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1 ini. Tabel 1 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II (Purwanto, 2013: . Apabila total skor pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa telah didapat, maka total skor tersebut disesuaikan dengan rentang penilaian di bawah ini: Tabel 2 Kriteria Penilaian Aktivitas Guru Rentang Nilai Kualifikasi Skor Huruf 85 Ae 100 Baik Sekali 70 Ae 84 Baik 65 Ae 69 Cukup 0 Ae 64 Kurang (Modifikasi Arikunto, 2012: . Kegiatan Rata-rata Frekwensi Ketuntasan (%) Siklus I Siklus II Sedangkan grafik terjadi peningkatan hasil belajar dengan menggunakan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA siswa siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada Grafik 1 ini. Grafik 1 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II Indikator Keberhasilan Penelitian Indikator keberhasilan penelitian ini yaitu penerapan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA dapat meningkatkan hasil belajar siswa Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 yakni dari rata-rata 64,0 pada siklus I menjadi 87,8 pada siklus II. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Ditengah pandemic covid 19 saat ini pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka maka harus menggunakan fasilitas internet. Guru menggunakan aplikasi grup WA untuk menjangkau siswanya dengan memberi-kan tugas mengerjakan tugas sedangkan siswa tetap belajar dari rumah dan mengirimkan tugasnya melalui WA Grup pada guru Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA, terdapat peningkatan aktivitas guru maupun siswa dalam Hal ini dapat diamati melalui pengamatan observer tentang aktivitas guru baik dan aktivitas siswapun menjadi meningkat dari aktivitas cukup pendekatan video pembelajaran melalui aplikasigrup WA, aktivitas siswa dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran dan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA, berlangsung dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul, diantaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit. Peningkatan Hasil Belajar Siklus I ke Siklus II Siklus I Siklus II Rata-rata (%) Frekwensi Ketuntasan Dari Tabel 1 maupun Grafik 1 terlihat ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I hingga siklus II yaitu masing-masing ketuntasan pada siklu I hanya 11 orang siswa atau 44,0% saja yang tuntas dan pada siklus II meningkat menjadi 21 orang siswa atau 84,0% tuntas secara klasikal serta nilai rata-rata siswapun meningkat dari ratarata siklus I pertemuan pertama 65,0 mening-kat pada siklus II rata-rata menjadi 81,1 sehingga melampaui kriteria ketun-tasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yakni 70, walaupun masih ada 2 orang siswa atau 8,0% belum mencapai ketuntasan minimal maka akan pertemuan tersendiri sehingga mampu mencapai ketuntasan dalam belajar. Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil belajar siswa terhadap proses belajar dengan menerapkan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA, dalam setiap siklus mengalami Hal ini berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa dari siklus I hingga mengalami peningkatan pada siklus II. Suriati Upaya Peningkatan Hasil Available at http://jurnal. id/edu VOLUME 9 NOMOR 1 TAHUN 2022 e-ISSN: 2654-329X p-ISSN: 2302-1225 memberi umpan balik evaluasi tanya jawab dimana persentase untuk aktivitas di atas cukup besar. menemukan berbagai literatur yang cocok, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Guru Persiapan guru dalam pembelajaran perlu ditingkatkan, agar pelaksanaan pembelajaran berjalan daring sesuai rencana dan hendaknya guru benarbenar memantau kesulitan belajar KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dan siswa kelas VA SD Negeri 001 Tarakan selama kegiatan proses pembelajaran dengan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA sangat aktif serta meng-hasilkan hasil belajar yang sangat baik dan hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 65,0 dengan ketuntasan hanya 11 orang atau 44,0% meningkat pada siklus II menjadi ratarata hasil belajarnya 81,1 dengan ketuntasan menjadi 21 orang siswa atau 84,0%, walaupun masih terdapat 2 orang atau 8,0% belum men-capai ketuntasan, akan diberikan remedial tersendiri dalam pertemuan berikutnya. Oleh sebab itu pembelajaran dengan pendekatan video pembelajaran melalui aplikasi grup WA ini sangat baik dilaksanakan dalam pembelajaran sehingga partisipasi dan komunikasi antar siswa terus terjalin dengan baik. Saran-saran Sesuai dengan manfaat penelitian yang telah dipaparkan dalam pendahuluan maka disarankan kepada: Siswa Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa harus lebih aktif, lebih mengembangkan sikap mencari dan Sekolah Diharapkan dapat memberikan sarana mengembangkan model pembelajaran sebagai inovasi dalam pembelajaran agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran ditengah pandemic covid 19 ini. Peneliti Lanjutan Diharapkan model pembelajaran daring melalui Grup WA dapat menjadi model pembelajaran yang digunakan kepada peneliti lanjutan untuk diterapkan pada penelitian tindakan kelas daring dengan tujuan untuk mengoftimalkan proses pembelajaran dan peningkatan output pembelajaran yang akan dicapai walaupun dalam kondisi pandemic covid 19 dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. DAFTAR PUSTAKA