CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Analisis Retorika Video TikTok Dr. AMIRA. SpOG: Edukasi Tentang Penyakit Kondiloma Akuminata NurifahA. Ikrar Nusa BhaktiA. Dewi ErowatiA Universitas Padjadjaran Email: nurifah23001@mail. id1, ikrar23001@mail. dewi23013@mail. ABSTRAK: Rendahnya literasi kesehatan terkait penyakit menular seksual (PMS), seperti kondiloma akuminata, memicu stigma sosial dan minimnya kesadaran preventif, termasuk vaksinasi HPV. Penelitian ini menganalisis efektivitas retorika Dr. Amira. Sp. OG, dalam video TikTok sebagai media edukasi kesehatan, menggunakan teori Aristoteles . thos, pathos, logo. dan lima prinsip retorika klasik . nventio, dispositio, elocutio, memoria, pronuntiati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis video TikTok yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa Dr. Amira efektif memanfaatkan kredibilitas profesional . , pendekatan emosional . , dan informasi berbasis bukti . untuk meningkatkan pemahaman audiens. Gaya bahasa yang sederhana dan penyampaian persuasif berhasil memengaruhi sikap penonton terhadap pentingnya pencegahan PMS melalui edukasi dan vaksinasi. Penelitian ini menegaskan potensi media sosial sebagai alat komunikasi kesehatan yang mampu meningkatkan literasi, mengurangi stigma, dan mendorong tindakan preventif berbasis bukti. Kata Kunci: kondiloma akuminata, media sosial, pendidikan kesehatan, retorika ABSTRACT: The low level of health literacy regarding sexually transmitted infections (STI. , such as condyloma acuminata, triggers social stigma and a lack of preventive awareness, including HPV vaccination. This study analyzes the effectiveness of Dr. Amira. Sp. OGAos rhetoric in TikTok videos as a health education medium using Aristotle's rhetorical theory . thos, pathos, logo. and the five classical rhetoric principles . nventio, dispositio, elocutio, memoria. A qualitative approach was employed to analyze relevant TikTok videos. The results show that Dr. Amira effectively utilized professional credibility . , emotional appeals . , and evidence-based information . to enhance audience Her use of simple language and persuasive delivery successfully influenced viewers' attitudes toward the importance of STI prevention through education and This study highlights the potential of social media as an effective health CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 communication tool to improve literacy, reduce stigma, and encourage evidence-based preventive actions. Keywords: acuminate condyloma, health education, rhetoric, social media PENDAHULUAN Media sosial telah berkembang menjadi alat yang efektif untuk edukasi kesehatan, selain sebagai sarana komunikasi dan hiburan. Hingga saat ini, lebih dari separuh populasi menjadikannya platform yang ideal untuk menyebarkan informasi kesehatan secara luas dan mudah diakses (Chen & Wang. TikTok, salah satu platform populer di kalangan generasi muda, memungkinkan peknyampaian informasi kesehatan yang kompleks dalam bentuk video pendek yang menarik dan mudah dipahami (Kong et al. Misinformasi merupakan masalah utama penggunaan media sosial dalam edukasi kesehatan. Informasi medis yang tidak valid sering kali disebarkan oleh individu yang tidak memiliki latar belakang kesehatan, berpotensi menyesatkan dan membahayakan masyarakat (Kington et al. Misalnya, banyaknya video kesehatan di TikTok yang dibuat tanpa pengawasan profesional sehingga dapat menurunkan kepercayaan terhadap informasi kesehatan yang disampaikan. Kehadiran profesional medis di media sosial dapat membantu mengurangi kesenjangan dalam akses informasi kesehatan, terutama bagi orang-orang di daerah terpencil. Dengan memanfaatkan media sosial secara strategis, literasi kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan, misinformasi dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka (SufrateSorzano et al. , 2. Selain itu, platform ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gaya hidup sehat serta kesehatan yang menjadi tantangan Salah satu masalah kesehatan yang dapat diatasi dengan edukasi di platform media sosial adalah penyakit menular seksual (PMS). Penyakit menular seksual (PMS) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia. Tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang PMS masih rendah di Indonesia. Salah satu PMS yang sangat menular adalah kondiloma akuminata, yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Jika tidak menyebabkan komplikasi serius. Edukasi yang memadai sangat penting untuk mencegah penularan dan membantu orang mengenali gejala awal mereka serta mendapatkan pengobatan yang tepat (Walensky et al. , 2. Namun, stigma mengenai PMS sering menjadi hambatan utama untuk mendapatkan informasi dan layanan Ketidaktahuan dan prasangka mencegah pembicaraan terbuka, yang pada akhirnya menyebabkan masalah yang tidak CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 ditangani dan tersebar lebih lanjut. Tenaga kesehatan dapat menggunakan media sosial untuk memberikan edukasi yang lebih efektif dan mengurangi stigma. Platform seperti TikTok telah terbukti efektif dalam menjangkau audiens yang lebih muda, yang rentan terhadap PMS, dengan cara yang menarik dan mudah (Kong et al. , 2. Edukasi berbasis media sosial dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, mengubah sikap, dan mendorong tindakan Profesional menyampaikan informasi berbasis bukti, membantah mitos, dan meningkatkan kesadaran tentang risiko dan pencegahan PMS, mendorong masyarakat untuk lebih reproduksi mereka. Selain memberikan informasi dasar, edukasi tentang PMS melalui media sosial dapat membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, sehingga membantu mengurangi stigma sosial. Hal ini meningkatkan kualitas hidup individu dan menurunkan angka infeksi PMS secara Setiap individu pada dasarnya merupakan figur publik bagi dirinya sendiri dan bagi orang-orang di sekelilingnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, publik merujuk pada orang banyak atau umum, sedangkan figur berarti bentuk, wujud, atau tokoh. Jika kedua kata ini digabung menjadi "figur publik," maknanya mengarah pada seseorang yang dikenal oleh khalayak luas (Karima Al-Amhar et al. , 2. Gambar 1. Akun TikTok Dr. Amira Sumber: tiktok @dokteramiraobgyn Dr. Amira yang merupakan dokter obgyn pedalaman dan bertugas di RSUD FakFak Papua Barat seringkali membuat reproduksi melalui akun TikTok-nya yang 1 juta pengikut . Dalam edukasi kesehatan melalui media sosial, kredibilitas sumber informasi sangat berpengaruh terhadap penerimaan dan kepercayaan Dr. Amira, sebagai seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) memiliki kredibilitas yang kuat dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual. Kehadirannya di platform TikTok bukan hanya memberikan jangkauan yang lebih luas, tetapi juga membantu mengurangi CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 risiko penyebaran informasi yang salah, yang sering terjadi di media sosial. Hal yang menarik dari Dr. Amira adalah dalam membuat konten berdasarkan pengalaman yang dia punya selama bekerja di satu rumah sakit yang ada di Papua. Sebagai seorang SpOG. Dr. Amira memiliki latar belakang akademik dan profesional yang kuat, sehingga setiap informasi yang beliau sampaikan dapat kita percaya. Setiap konten yang ia buat tidak hanya berisi teori medis, tetapi juga dilandasi oleh sehari-hari. Misalnya, ia sering membagikan cerita dari kasus-kasus yang pernah ia tangani . entu dengan menjaga privasi pasie. , sehingga audiens dapat merasakan kedekatan dengan realitas medis yang sebenarnya. Pengalaman ini tidak hanya menambah kedalaman informasi yang disampaikan, tetapi juga memberikan nilai lebih pada kontennya, karena penonton tidak hanya belajar dari ilmu kedokteran, tetapi juga dari kebijaksanaan dan empati yang ia tunjukkan dalam menangani pasien. Pengalaman tersebut kekuatan besar dalam analisis retorika. Kredibilitas Dr. Amira tidak hanya berasal dari gelar SpOG yang ia miliki, tetapi juga dari pembahasan, menjadikannya terasa nyata dan relevan bagi audiens. TINJAUAN PUSTAKA Untuk memperkuat penelitian, didukung oleh penelitian-penelitian terdahulu yang Riset yang relevan dengan judul AuAnalisis Retorika Video TikTok Dr. Amira. SpOG: Edukasi Tentang Penyakit Kondiloma AkuminataAy adalah artikel dari jurnal dengan judul AuAnalisis Retorika Aristoteles pada Kajian Ilmiah Media Sosial dalam Mempersuasi PublikAy karya Nadhmy Dhia et . menganalisis penggunaan retorika Arisoteles, yaitu . thos, pathos, dan logo. dalam video YouTube untuk menyampaikan COVID-19. Penelitian ini menemukan bahwa straegi retorika seperti kredibilitas pembicara, emosi audiens, dan logika argumen digunakan secara efektif untuk membangun kesadaran publik selama pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksplorasi dengan wawancara mengeksplorasi bagaimana pesan persuasif dirancang dan diterima oleh audiens. Temuan ini juga mengidentifikasi prinsipprinsip retorika . enemuan, pengauran, gaya, penyampaian, memor. yang relevan dalam komunikasi digital. Teori Retorika Retorika adalah seni berbicara atau menulis secara efektif untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau menginspirasi audiens (Rakhmat, 2. Retorika telah berkembang sebagai kajian yang penting dalam komunikasi sejak zaman Yunani kuno, dengan tokoh-tokoh seperti Aristoteles. Cicero, dan Quintilian yang mendefinisikan dan mengembangkan teori-teori utamanya. Teori retorika yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu ethos, pathos, dan logos, akan CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 digunakan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi dr. Amira dalam mempengaruhi Ethos Menurut Aristoteles, ethos adalah keadaan di mana seseorang perlu membuktikan kepada audiens bahwa ia memiliki pengetahuan mendalam, karakter yang dapat dipercaya, dan posisi yang terhormat (Rakhmat, 2. Ethos merujuk pada Mencangkup kepercayaan beserta otoritas yang dimiliki oleh pembicara di mata audiens. Pembicara yang memiliki ethos kuat akan lebih mampu meyakinkan pendengar. Ethos, atau dikenal sebagai kredibilitas sumber, mengacu pada pembicara yang membuat ucapannya dianggap dapat dipercaya oleh audiens (Zahara et al. , 2. Pathos Pathos, yang juga dikenal sebagai bukti emosional, berhubungan dengan respons emosional yang ditunjukkan oleh pendengar (Maraya, 2. Menurut Aristoteles, pesan yang bersifat persuasif dapat mempengaruhi mengekspresikan emosi dan perasaan mereka saat menyampaikan pesan kepada pendengar (Isa, 2. Logos Menurut Aisyah. logos merupakan salah satu dari tiga artistic proofs dalam teori retorika Aristoteles, yaitu karakter . , emosi . , dan argumen . Logos merujuk pada penggunaan bukti atau logika meyakinkan dalam komunikasi publik. Secara spesifik, logos digunakan untuk menunjukkan bagaimana penalaran yang tepat bisa dilakukan tentang isu-isu publik, yang tidak hanya terbatas pada logika formal tetapi juga pada pengambilan keputusan Hal ini mencakup penyusunan argumen yang logis dengan topik, opini, dan data informasi yang relevan. Dalam buku Retorika Modern oleh Jalaluddin Rakhmat, terdapat lima tahap penyusunan pidato atau retorika, yang dikenal dengan The Five Canons of Rhetoric, yaitu: inventio . , dispositio . , elocutio . , memoria . emori/ingata. , . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian kualitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data numerik yang tidak dapat diukur. Dalam pendekatan ini, data yang dikumpulkan dari sumber-sumber seperti dokumen atau observasi dianalisis secara kualitatif untuk menemukan pola-pola dan tema-tema yang dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti (Tomaszewski et al. Tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah untuk menjelaskan penggunaan retorika dalam video TikTok. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terhadap cara Dr. Amira menyampaikan pesan dan bagaimana audiens menerimanya. Penelitian deskriptif karena tujuan utamanya bukan CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 untuk menguji hipotesis, tetapi untuk memberikan penjelasan mendalam dan mendalam tentang hasil temuan penelitian. Instrumen kunci yang digunakan adalah berdasarkan pengamatan terhadap video amira terkait penyakit kondiloma akuminata yang diunggah di Kanal TikTok dr. Amira SpOG . ttps://vt. com/ZSjyYNXCF/ ) sebagai sumber data primer. Sumber data sekundernya adalah buku dan artikel tentang retorika dan komunikasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tonton, simak, dan catat. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum memasuki analisis lebih dalam tentang ethos, pathos, logos, dan 5 prinsip retorika dalam video TikTok Dr. Amira. SpOG, perlu dipahami terlebih dahulu gambaran umum dari konten video tersebut. Video ini mengangkat topik edukasi mengenai penyakit penularan seksual, yaitu Kondiloma Akuminata, yang disampaikan Dr. Amira menggunakan gaya komunikasi yang profesional dan mudah dipahami, dengan pemahaman dan memberikan kesadaran kepada audiens tentang bahaya penyakit Kondiloma Akuminata. Berdasarkan video konten TikTok Dr. Amira Sp. OG, yang membahas tentang penyakit Kondiloma Akuminata, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Angka dan Statistik Video Judul WAJIB DIDENGARKAN! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SD Nama Kanal Dr. Amira. Sp. Durasi 29 Menit Jumlah Like 6 juta Jumlah Komentar 7 ribu Komentar Jumlah Tonton 7 Juta Alamat Tautan https://vt. com/ZSj yYNXCF/ Sumber : Olahan Peneliti, 2024 Tabel 1. menyajikan informasi mengenai angka dan statistik video TikTok yang diunggah oleh Dr. Amira. SpOG, terkait edukasi tentang Kondiloma Akuminata. Video "WAJIB DIDENGARKAN! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SD," yang secara eksplisit menarik perhatian dan menonjolkan elemen urgensi topik yang dibahas. Dengan durasi 4 menit 29 detik, video ini cukup singkat untuk format TikTok, namun tetap memadai dalam menyampaikan informasi secara lengkap dan persuasif. CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Gambar 2. Video Akun TikTok Dr. Amira Sumber : tiktok @dokteramiraobgyn Salah satu penyakit yang dibahas dr. Amira yaitu penyakit Kondiloma Akuminata atau jengger ayam, melalui akun TikTok-nya, video tersebut diunggah pada Februari 2024 dan sudah ditonton 61. 7 juta kali dan mendapatkan like sebanyak 2. 6 juta serta 7 ribu komentar. Kondiloma Akuminata (KA) atau genital warts atau lebih dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah penyakit kutil kelamin ataupun penyakit jengger ayam digolongkan dalam penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Dalam upaya edukasi dan kampanye kesehatan terkait pencegahan penyakit seperti infeksi HPV, teori retorika menjadi Menurut Aristoteles . alam Rnifia, 2. diperoleh informasi bahwa seni seseorang dalam berbicara di depan khalayak umum disebut sebagai retorika. Teori retorika sendiri memiliki tiga cabang yang berbeda yaitu ethos, phatos, dan logos. Jika seorang komunikator publik sudah Rhetoric in Health Campaign Programs 3 memiliki kemampuan dalam menerapkan teori retorika, maka ia bisa dikatakan sebagai public communicator yang berhasil. Teori retorika mampu menunjang komunikator dalam memberikan gambaran tentang seberapa pentingnya karakter komunikator, dan seberapa masuk akalnya pesan yang disampaikan komunikator (Rnifia, 2. Retorika mampu memberikan kenyamanan tersendiri bagi komunikan dalam mendengarkan dan memahami pesan yang disampaikan. Hal tersebut juga mendorong seberapa besar antusias komunikan untuk merespon isu yang sedang dibagikan public communicator. Video TikTok dokter Amira dapat dikatakan retorika yaitu dikarenakan dalam pengalamannya selama dinas di Papua, cara penyampaiannya yang tidak bertele-tele tanpa edit apapun itu yang memperkuat bahwa video tersebut merupakan retorika. Gaya bahasanya yang penuh dengan emosi yang menggebu-gebu membuat audiens yang menonton video tersebut diharapkan menjadi lebih aware terhadap penyakit Mengapa beliau kompeten di bidang tersebut itu dikarenakan beliau merupakan dokter spesialis Obgyn atau Obstetri dan Ginekologi yang merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari kebidanan dan kandungan, dimana beliau sudah sangat paham tentang dunia kesehatan terutama kesehatan reproduksi. CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Teori retorika yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu ethos, pathos, dan logos, akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi dr. Amira dalam mempengaruhi audiens. Adapun ethos, pathos, dan logos yang ditemukan pada konten TikTok AuWAJIB DIDENGARKAN! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SDAy pada unggahan akun TikTok-nya Dr. Amira. Sp. OG, sebagai berikut. Ethos Istilah ethos berasal dari bahasa Yunani yang secara mendasar berarti adat istiadat atau kebiasaan (Rofik et al. , 2. Dalam konteks video TikTok Dr. Amira, ethos dapat dilihat dari kredibilitasnya sebagai seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG). Dia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang membuatnya dipercaya oleh audiens. Bukti ethos yang ditemukan pada tayangan video TikTok AuWAJIB DIDENGARKAN! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SDAy pada unggahan akun TikTok-nya Dr. Amira. Sp. OG, sebagai berikut. :48- Nah itu yang namanya abortus 02:. provokatus, kalo sampai di gugurkan, baik tenaga medis yang menggugurkan maupun pasiennya, itu ada hukum pidananya, abortus provokatus yang tidak sesuai dengan indikasi medis, artinya bisa karena permintaan pasien akibat sosial ekonomi, karena diinginkan, karena faktorfaktor lain yang bukan merupakan indikasi medis. Dalam kutipan di atas. Dr. Amira berbicara dengan otoritas dan pengetahuan medis yang jelas. Ia menjelaskan secara ringkas mengenai abortus provokatus, yaitu tindakan menggugurkan kandungan yang tidak sesuai dengan indikasi medis Aukarena kehamilan yang tidak diinginkan, karena faktor-faktor lain yang bukan merupakan indikasi medisAy. Ia juga menyebutkan bahwa tindakan tersebut dapat dikenakan hukum Penjelasan-penjelasan tersebut menunjukkan kompetensi dan kredibilitas pembicara sebagai seorang tenaga medis yang berkompeten dalam bidang kesehatan dan hukum. Abortus provocatus merujuk pada tindakan dan Abortus provocatus criminalis, yaitu aborsi yang dilakukan secara sengaja tanpa adanya indikasi medis darurat atau faktor pemerkosaan sebagai alasan. Menurut ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologist. menjelaskan bahwa abortus provokatus sering terjadi ketika prosedur pengguguran dilakukan tanpa adanya indikasi medis yang menempatkan tenaga medis dalam posisi yang sangat sulit secara moral dan profesional (Abortion Can Be Medically Necessary, 2. Pathos CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Dr. Amira mungkin menggunakan elemen menghubungkan dengan audiens. Misalnya, dia bisa berbagi kisah pasien atau menggunakan bahasa yang menggugah emosi untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak penyakit tersebut. Dengan menggugah emosi, dia dapat membuat audiens lebih peka dan responsif terhadap informasi yang disampaikan. Bukti pathos yang ditemukan pada TikTok AuWAJIB DIDENGARKAN! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SDAy pada unggahan akun TikTok-nya Dr. Amira. Sp. OG, sebagai . :45- Ini yang lebih parahnya lagi, 00:. pacarannya udah delapan tahun, jadi dari SD dia pacaran. Astagfirullahaladzim, gimana ga langsung nyebut coba, istighfar berkali-kali kalo kaya Dalam kutipan diatas, dapat terlihat dengan jelas bahwa dr. Amira menggunakan AuAstagfirullahaladzimAy dan Auistighfar berkalikaliAy untuk mengekspresikan keterkejutan dan keprihatinannya. Ungkapan tersebut bertujuan untuk membangkitkan emosi audiens, seperti rasa prihatin atau . :04- Makanya penting banget 01:. pendidikan seks dari orang tua sejak dini ya!, sepenting itu, karena sekarang ini anak SD udah mulai pacaran-pacaran, seksualnya sudah tidak baik sejak awal. Kutipan ini mengandung upaya kekhawatiran audiens terkait pentingnya pendidikan seks sejak dini. Pendidikan seksual sejak usia dini sangat penting untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual pada anak-anak (Lestari & Herliana I. Dengan mengajarkan pemahaman yang benar mengenai pendidikan seks, maka anak-anak akan lebih terlindungi dan lebih mampu mengenali serta menghindari potensi bahaya dari seks bebas. Dalam kutipan tersebut. Dr. Amira berusaha untuk merangsang perasaan audiens mengenai pentingnya memberikan pendidikan seks yang baik untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan. Selain pendekatan emosional yang digunakan Dr. Amira untuk membangun koneksi dengan audiens, respons emosional dari penonton juga tercermin dalam komentar yang mereka tinggalkan. Untuk memperkuat analisis ini, berikut adalah beberapa tanggapan audiens yang diambil dari komentar pada video Dr. Amira (Gambar Contoh dari respon audiens bisa dilihat dari gambar diatas, terlihat bahwa terdapat beberapa komen dengan respons yang berbeda. Komen pertama bahwa audiens bertanya-tanya apasih penyebab dari penyakit itu lalu saat sudah menemukan informasinya langsung merinding saat CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 melihat gambarnya. Komen kedua terlihat bahwa di komen tersebut langsung dikatakan bahwa saat sudah mencari langsung merinding. Komen ketiga terlihat bahwa audiens sudah mengetahui bahwa penyakit tersebut menyeramkan dan obatnya mahal tetapi tidak masalah yang terpenting bisa sembuh. Terbukti bahwa informasi yang disampaikan oleh dr. Amira bisa dipahami oleh audiens sehingga respons audiens banyak yang positif. Gambar 3. Komentar penonton pada Konten Video Sumber: tiktok @dokteramiraobgyn Logos Dr. Amira kemungkinan menyampaikan fakta-fakta medis, data statistik, dan penjelasan logis tentang penyakit kondiloma akuminata, termasuk penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Penggunaan informasi berbasis bukti ini membantu membangun argumen yang rasional dan dapat meyakinkan audiens tentang pentingnya edukasi mengenai penyakit kondiloma Bukti logos yang ditemukan pada tayangan video TikTok AuWajib Didengarkan! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SDAy pada unggahan akun TikTok-nya Dr. Amira. Sp. OG, sebagai berikut. :12- Apa saja indikasi medis, yaitu 02:. kalo dipertahankan karena akan misalkan perdarahan dari jalan conceptus, bayinya meninggal, dan berbagai indikasi medis selain yang dampaknya akan karena akan membuat ibunya pendarahan, itulah abortus yang diperbolehkan, yang ada di dasar hukumnya Dalam kutipan tersebut. Dr. Amira, didasarkan pada fakta medis dan terminology profesional. Dalam pernyataan tersebut, dr. Amira menjelaskan tentang dilakukannya abortus, seperti kehamilan diluar kandungan atau pendarahan yang mengancam nyawa ibu hamil. Penjelasan tersebut disertai dengan contoh yang jelas dan dapat dipahami oleh Abortus provocatus therapeutics Abortus yang diperbolehkan dilakukan oleh tenaga medis disebut Abortus provocatus CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Menurut Muhammad . Abortus provocatus therapeutics adalah tindakan aborsi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan medis, dilaksanakan oleh tenaga profesional yang memiliki pendidikan khusus di bidang ini, serta mampu bertindak sesuai dengan standar etika dan keahlian . :23- Kehamilan sebelum nikah, dan 03:. dibawah umur, dengan kondisi infeksi menular seksual, itu akuminata, jengger ayam, ada di vagina, penyebabnya adalah hubungan intim yang tidak aman, baik dari pasangan, maupun dirinya, ganti-ganti pasangan bisa jadi, yang pasangannya, penyebabnya adalah human papillomavirus (HPV) Kutipan penyebab penyakit kondiloma akuminata atau jengger ayam, yaitu hubungan seks bebas yang mengakibatkan infeksi human papillomavirus (HPV). HPV merupakan jenis infeksi menular seksual yang paling banyak terjadi secara global, membawa dampak buruk terhadap aspek sosial individu. Sebagian besar pria dan wanita yang aktif secara seksual akan terpapar virus ini setidaknya sekali sepanjang hidup mereka (Kombe et al. , 2. Menurut (Human Papillomavirus (HPV) Q&A | UC Davis Comprehensive Cancer Center, n. ), infeksi HPV seringkali tidak menunjukkan gejala, sehingga individu yang terinfeksi dapat menularkan virus tanpa menyadarinya. Sekitar 90% infeksi HPV dapat hilang sendiri berkat respons imun tubuh dalam waktu 6 hingga 18 bulan. Namun, pada kasus tertentu, infeksi dapat menetap dan kanker karena perubahan sel yang dipicu oleh virus. Dengan menggunakan istilah medis seperti Auhuman papillomavirusAy juga memberikan hubungan sebab akibat, dr. Amira berupaya membangun kepercayaan audiens melalui penjelasan ilmiah yang Selain itu juga, kutipan tersebut mempunyai tujuan untuk mengedukasi audiens mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh bahaya seks bebas. Hasil analisis mengenai penggunaan ethos, pathos, dan logos pada video TikTok Dr. Amira. SpOG, menunjukkan bagaimana strategi retorika tersebut membantu menyampaikan informasi kesehatan secara efektif kepada audiens. Ethos dibuktikan melalui kredibilitas Dr. Amira sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi, pathos melalui pendekatan emosionalnya dalam menyampaikan isi pesan, dan logos melalui penyampaian data medis yang logis. Namun, untuk memahami teori retorika yang lebih mempertimbangkan 5 prinsip retorika atau disebut dengan The Five Canons of Rhetoric sebagai kerangka pendukung. Adapun hasil analisis terhadap 5 prinsip retorika pada tayangan video AuWajib Didengarkan! Anak Perempuan 17 tahun HAMIL dengan kondiloma Akuminata. Pacaran Sejak SDAy pada unggahan akun CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 TikTok-nya Dr. Amira. Sp. OG, sebagai Tabel 2 : Prinsip-prinsip Retorika Pada Video TikTok Dr. Amira. SpOG : Edukasi Tentang Penyakit Kondiloma Akuminata (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Prinsip Retorika Jumlah Menit Deskripsi Data Inventio . enemuan /argumentasi 0:05 - Kasus nyata remaja yang terkena Kondiloma Akuminata, menekankan risiko HPV dan pentingnya pendidikan seksual. 1:10 - Gejala-gejala utama Kondiloma Akuminata, fokus pada penyebab ilmiah untuk membangun 2:30 - Solusi konkret 0:01 - Dibuka dengan kasus untuk menarik perhatian. 0:20 - Membangun dasar informasi, penyebab Kondiloma Akuminata, 1:40 - Memiliki fokus pada gejala dan konsekuensi medis jika tidak ditangani. 3:30 - Penutupan dilakukan dengan ajakan untuk tindakan preventif, menekankan kesadaran kesehatan. 0:05 - Memakai "jengger memudahkan pemahaman masyarakat. 1:50 - Mengulang frasa seperti "pendidikan seks sejak dini" untuk memperkuat pesan. 3:00 - Memakai analogi yang menjelaskan infeksi HPV Dispositio engaturan Elocutio Pronuntiatio enyampaia seperti vaksinasi HPV - Penyampaian retorika tanpa teks 0:01 - Ekspresi yang serius di pembukaan menekankan CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 Memoria . 1:30 - Intonasi yang tegas saat menyoroti dampak HPV. 2:40 - Gestur tubuh seperti tangan untuk mempertegas langkah pencegahan seperti vaksinasi. 4:10 - Penutupan dengan gestur optimis memberikan harapan pencegahan. 2:00 - Penekanan pengulangan poin kunci. 3:40 - Pengulangan contoh kasus nyata guna memperkuat kesadaran tentang risiko. Tabel 2. menganalisis penerapan lima prinsip yang ada pada retorika, dalam video TikTok Dr. Amira SpOG, yang bertujuan menyampaikan edukasi tentang penyakit Kondiloma Akuminata. Pada prinsip inventio . enemuan ide/argumentas. , menggunakan kasus nyata remaja yang terkena Kondiloma Akuminata untuk menarik perhatian audiens, menekankan risiko HPV . uman pendidikan seksual sejak dini. Selain itu, video ini juga menjelaskan gejala utama penyakit dan memberikan solusi, seperti vaksinasi HPV, yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan mendorong tindakan pencegahan dari audiens. Prinsip disposition . engaturan susuna. dapat dilihat dari struktur video yang dirancang secara terstruktur. Video diawali dengan penggambaran kasus untuk menarik perhatian audiens dan membangun Setelah Dr. Amira menyajikan definisi, penyebab, serta konsekuensi medis yang terjadi jika penyakit tidak segera ditangani. Pada bagian penutup video, dilakukan dengan ajakan untuk melakukan langkah-langkah preventif, seperti vaksinasi HPV, yang menekankan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan Pada prinsip elocutio . Dr. Amira menggunakan pendekatan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh khalayak luas. Seperti, menggunakan istilah "jengger ayam" untuk menjelaskan gejala penyakit, yang memudahkan audiens memahami informasi medis yang mungkin terkesan rumit. Selain itu, ia mengulang frasa seperti "pendidikan seks sejak dini" untuk memperkuat pesan inti yang disampaikan. Pendekatan ini juga dilengkapi dengan penggunaan analogi sederhana, sehingga informasi tentang infeksi HPV menjadi lebih relevan dan dekat dengan keseharian Prinsip Pronuntiatio . tergambar melalui aspek non-verbal yang CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 digunakan Dr. Amira selama penyampaian Ia menggunakan ekspresi wajah yang serius untuk menunjukkan urgensi topik yang dibahas, intonasi suara yang tegas untuk menyoroti dampak HPV, serta gestur tubuh seperti gerakan tangan untuk mempertegas poin-poin penting. Semua elemen ini membantu memperkuat pesan yang disampaikan, dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan pencegahan. Terakhir, prinsip memoria . diterapkan dengan cara mengulang poinpoin kunci sepanjang video, seperti pentingnya vaksinasi HPV, sehingga pesan tersebut lebih mudah diingat oleh audiens. Selain itu, penggunaan contoh kasus nyata juga berfungsi sebagai pengingat yang kuat untuk menumbuhkan kesadaran akan bahayanya risiko penyakit Kondiloma Akuminata. Kelima prinsip retorika ini secara sinergis menciptakan video edukasi yang tidak hanya informatif tetapi juga persuasif. KESIMPULAN Media sosial, khususnya TikTok, telah terbukti sebagai platform yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan, seperti yang dilakukan oleh Dr. Amira dalam edukasi tentang Kondiloma Akuminata. Dengan memanfaatkan teori retorika Aristoteles . thos, pathos, logo. dan lima prinsip retorika klasik . nventio, dispositio, elocutio, memoria, pronuntiati. Dr. Amira berhasil Kredibilitas profesionalnya . , pendekatan emosional . , serta argumen berbasis bukti . membuat pesan yang disampaikan lebih relevan dan berdampak. Penyampaian yang sederhana dan terstruktur juga membantu audiens memahami pesan dengan baik, sekaligus mendorong tindakan preventif seperti vaksinasi dan pendidikan seksual. Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan di media sosial, beberapa langkah strategis dapat dilakukan. Pertama, penggunaan elemen visual yang lebih kreatif, seperti grafik, animasi, atau memahami informasi yang kompleks. Narasi berbasis pengalaman nyata dapat lebih sering digunakan untuk menambah daya tarik emosional, sedangkan data statistik terkini akan memperkuat kredibilitas Interaksi lebih aktif dengan audiens melalui sesi Q&A atau respons terhadap komentar dapat membangun hubungan yang lebih personal dan meningkatkan Selain itu, diversifikasi konten dengan topik lain, seperti mitos kontrasepsi atau perawatan prenatal, dapat memperluas cakupan edukasi kesehatan. Pengulangan poin-poin utama di akhir video dan penambahan ajakan bertindak (CTA) yang jelas juga penting untuk memperkuat ingatan audiens. Kolaborasi dengan kreator lain serta penyediaan subtitle dalam berbagai bahasa akan memperluas jangkauan audiens. Evaluasi dampak pesan melalui survei atau polling sederhana dapat memberikan wawasan tentang efektivitas komunikasi yang dilakukan. Dengan mengoptimalkan prinsip-prinsip retorika, media sosial dapat menjadi alat komunikasi yang lebih efektif CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2. September 2025 CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7. Nomor 2. September 2025: 18-33 dalam meningkatkan literasi kesehatan, mengurangi stigma sosial, dan mendorong tindakan preventif di masyarakat. DAFTAR PUSTAKA