Agro Estate. Vol 9 . Juni 2025 ISSN : 2580-0957 (Ceta. ISSN : 2656-4815 (Onlin. AGRO ESTATE Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet Available online https://w. id/index. php/JAE INVENTARISASI GULMA DI KEBUN BAH BIRUNG ULU PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II WEED INVENTORY IN BAH BIRUNG ULU GARDEN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGION II Nurliana . Wardatul Husna Irham . *) & Abdul Latif . Program Studi Budidaya Perkebunan. Fakultas Vokasi. Institut Teknologi Sawit Indonesia. Indonesia Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Sains dan Teknologi. Institut Teknologi Sawit Indonesia. Indonesia *Coresponding Email: wardatulhusnairham@itsi. Abstrak Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia, namun keberadaan gulma menjadi kendala serius dalam budidayanya karena bersaing dalam perolehan unsur hara, air, cahaya, serta menjadi inang hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma dan menganalisis dominansi gulma berdasarkan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) di lahan Tanaman Menghasilkan (TM) Afdeling I Kebun Bah Birung Ulu PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II. Penelitian dilakukan pada FebruariAeMaret 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung pada subplot 1y1 meter dalam plot utama seluas 100y100 Hasil menunjukkan terdapat 12 spesies gulma dari 7 famili, dengan Murdannia nudiflora sebagai gulma paling dominan (SDR 43,6%), diikuti oleh Dryopteris carthusiana . ,9%) dan Bidens pilosa . ,3%). Keberadaan Murdannia nudiflora yang merata di hampir seluruh subplot menunjukkan kemampuannya beradaptasi pada kondisi lembab dan teduh khas dataran tinggi. Sebaliknya, spesies seperti Spermacoce ocymifolia memiliki dominansi rendah akibat penyebaran Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pengendalian gulma di wilayah dataran tinggi perlu difokuskan pada spesies dominan dan disesuaikan dengan kondisi agroekologi setempat guna menjaga produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan. Kata kunci: Gulma, kelapa sawit, dominansi. SDR. Bah Birung Ulu Abstract Oil palm is one of IndonesiaAos leading plantation commodities, yet the presence of weeds poses a serious constraint in its cultivation by competing for nutrients, water, and sunlight, and acting as hosts for pests and This study aims to identify weed species and analyze weed dominance based on the Summed Dominance Ratio (SDR) in the mature plant (TM) area of Afdeling I. Bah Birung Ulu Estate. PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II. The research was conducted from February to March 2025 using a quantitative descriptive approach through direct field observations on 1y1 meter subplots within a 100y100 meter main The results identified 12 weed species from 7 families, with Murdannia nudiflora being the most dominant species (SDR 43. 6%), followed by Dryopteris carthusiana . 9%) and Bidens pilosa . 3%). The widespread distribution of Murdannia nudiflora across almost all subplots reflects its strong adaptation to the humid and shaded conditions typical of highland areas. Conversely, species like Spermacoce ocymifolia had low dominance due to limited spread. These findings suggest that weed management strategies in highland oil palm plantations should focus on dominant species and be adapted to local agroecological conditions to maintain sustainable oil palm productivity. Keywords: Weeds. Oil Palm. Dominance. SDR. Bah Birung Ulu Ulu PENDAHULUAN berdasarkan nilai Summed Dominance Ratio Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. (SDR). Dengan diketahuinya gulma yang merupakan komoditas unggulan dalam sektor Indonesia mendominasi, perusahaan dapat menentukan metode pengendalian gulma yang lebih efektif berkontribusi besar terhadap devisa negara dan ramah lingkungan serta menekan kerugian melalui ekspor minyak nabati. Namun, dalam Gulma akibat kompetisi antar tanaman. Beberapa ketersediaan unsur hara (Palijama et al. , 2017. gulma juga berpotensi menjadi inang bagi Saleh et al. , 2. Asteraceae. Poaceae, dan hama dan patogen serta mengeluarkan Cyperaceae merupakan famili gulma yang senyawa alelopati yang dapat menghambat umum ditemukan di kebun kelapa sawit. pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Menurut Barus . , jika tidak dikelola Inventarisasi gulma di suatu wilayah sangat penting dilakukan sebagai langkah kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan air, ruang tumbuh, dan unsur hara. Selain itu, dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti tanaman utama dalam memperoleh cahaya, penurunan hasil panen hingga 40%. Oleh karena itu, identifikasi jenis gulma dan pemahaman pengendalian yang tepat. Dataran tinggi terhadap dominansinya menjadi kunci dalam seperti pada Afdeling I Kebun Bah Birung manajemen gulma yang berkelanjutan. Ulu yang memiliki ketinggian 800Ae1000 mdpl, karakteristik gulma yang tumbuh METODE PENELITIAN cenderung berbeda dibandingkan di dataran Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling I rendah karena perbedaan suhu, kelembaban. Kebun Bah Birung Ulu PT. Perkebunan dan intensitas cahaya. Oleh karena itu. Nusantara IV Regional II. Sumatera Utara, pada bulan FebruariAeMaret 2025. Penelitian ini dominansi gulma di wilayah ini dibutuhkan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi gulma secara Penelitian objektif dan sistematis. Lokasi pengamatan ditentukan secara purposive sampling, yaitu mengidentifikasi jenis-jenis gulma yang (Tanaman herbisida selama dua minggu terakhir. Plot Menghasilka. Afdeling I Kebun Bah Birung utama berukuran 100 m x 100 m dengan frekuensi relatif dan indeks nilai subplot pengamatan berukuran 1 m x 1 m. Data PARAMETER PENELITIAN GULMA: Jumlah gulma pada keseluruhan kotak meliputi jenis gulma, jumlah individu, kerapatan, frekuensi, dan nilai dominansi . Mengelompokkan gulma pada kotak (INP dan SDR). Identifikasi gulma dilakukan pengamatan sesuai dengan klasifikasi melalui pengamatan langsung di lapangan dan kelompoknya. Summed dominance ratio (SDR) / aplikasi PlantNet. Hasil data lapangan diolah Microsoft Excel jumlah dominasi rasio gulma di ukur untuk mendapatkan dominasi gulma menghitung parameter ekologi gulma seperti yang berada pada kotak pengematan. kerapatan relatif, frekuensi relatif, dan nilai SDR yang mencerminkan tingkat dominansi HASIL DAN PEMBAHASAN masing-masing gulma dalam komunitas Profil Kebun Bah Birung Ulu tanaman kelapa sawit. Menurut Kebun Bah Birung Ulu merupakan bagian (Mangoensoekarjo, dari unit usaha PT. Perkebunan Nusantara IV dilakukan berdasarkan tahapan tahapan Regional II yang terletak di Kecamatan Sidamanik. Kabupaten Simalungun. Provinsi Cara Sumatera Utara. Kebun ini memiliki sejarah sampel diambil di bagian plot dan panjang, awalnya sebagai areal perkebunan teh sejak era kolonial pada tahun 1916, dan beralih . Pengambilan . Kemudian gulma Ae gulma yang fungsi menjadi kebun kelapa sawit sekitar tahun terdapat pada petak petak plot dan Kebun ini berada pada ketinggian 800Ae subplot dimasukkan ke dalam 1000 mdpl, termasuk kategori dataran tinggi, plastik yang telah diberikan label. dengan iklim basah dan suhu rata-rata 25Ae26AC. Dipisahkan berdasarkan bentuk Karakteristik tanahnya adalah podzolik dengan morfologi gulma yang meliputi tekstur liat berpasir serta pH tanah berkisar antara 5Ae6. Kondisi ini sangat berpengaruh disesuaikan dengan buku daftar terhadap ekosistem gulma karena gulma tertentu gulma umum di kelapa sawit seperti Murdannia nudiflora lebih kompetitif kemudiann dihitung individu per individu gulma agar didapat nilai dibandingkan spesies lain yang lebih menyukai dataran rendah dan sinar matahari langsung. rata-rata 22,. dan Elephantopus mollis . rata-rata 17,. , yang mencerminkan kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan lahan. Sebaliknya. Spermacoce rata-rata 0,. Murdannia nudiflora . , dan Bidens pilosa . menunjukkan populasi rendah, meskipun beberapa di antaranya seperti Gambar 1. Peta Areal Kebun Bah Birong Ulu Murdannia nudiflora justru memiliki nilai dominansi tinggi karena penyebarannya yang Identifikasi dan klasifikasi Gulma merata di seluruh subplot. Sebaran populasi klasifikasi gulma di setiap subplot untuk gulma yang tidak merata juga terlihat dari mengetahui jenis spesies, famili, dan ordo. variasi jumlah total individu per subplot, dengan Terdapat 12 jenis gulma pada penelitian subplot ke-3 memiliki jumlah tertinggi . Data yang diperoleh setelah dilakukan individ. dan subplot ke-4 terendah . identifikasi gulma pada setiap subplot individ. , yang mengindikasikan pengaruh ditunjukkan pada tabel 4. Tabel 1. Hasil Identifikasi dan Klasifikasi Gulma intensitas cahaya. Pada dan riwayat herbisida terhadap komposisi dan densitas Pengamatan ini sejalan dengan Chika et al. , yang menemukan bahwa Asteraceae sangat adaptif terhadap lahan terbuka dengan Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan bentuk daun, habitus tumbuh, serta warna batang dan bunga. Data ini menjadi dasar kuantitatif dalam menghitung frekuensi dan Data hasil pengamatan pada lima kerapatan masing-masing spesies untuk analisis subplot menunjukkan bahwa gulma dengan SDR. jumlah individu tertinggi adalah Cyperus Penurunan rotundus sebanyak 130 individu . ata-rata 26 perkebunan kelapa sawit adalah 25-40%. Ageratum Pengendalian gulma pada tanaman kelapa Sumatera Barat. Kelembaban tanah yang tinggi menimbulkan kerugian baik secara langsung bergolongan daun lebar lebih banyak, pada maupun tidak langsung. mempunya nilai kelembaban tanah berkisar Dominansi Gulma Berdasarkan SDR antara 37,4-53,2 dengan jenis gulma yang Hasil Perhitungan indeks dominasi gulma mendominasi yaitu gulma berdaun lebar. menggunakan menggunakan kotak sample dapat dilihat pada tabel berikut ini. Summed Dominance Ratio (SDR) Grafik Dominasi Gulma Cyperus Rotundus L Murdannia Nudiflora Elephantopus Mollis Ageratum Conyzoides Cyathula Prostrata Dryopteris Carthusiana Synedrella Nodiflora Crassocephalum Crepidioides Spermacoce Latifolia Synedrella Nodiflora Oplismenus Compositus Bidens Pilosa L Thelypteris Dentata Tabel. 2 Perhitungan Summed Dominance Ratio (SDR) Perhitungan Summed Dominance Ratio (SDR) menunjukkan bahwa Murdannia nudiflora mendominasi komunitas gulma Jenis Gulma SDR 43,6%, Gambar 2. Grafik Dominasi Gulma di Areal Afdeling I Kebun menjadikannya spesies paling kompetitif. Bah Birong Ulu Spesies ini memiliki frekuensi kehadiran Sebaliknya, spesies seperti Spermacoce 86,7% dan kerapatan relatif tinggi yang ocymifolia hanya memiliki SDR sebesar 3,4% karena jarang ditemukan dan tidak menyebar Dryopteris carthusiana menempati urutan Hal ini mencerminkan rendahnya daya kedua dengan SDR 33,9%, diikuti oleh Bidens pilosa dengan 30,3%. Hasil agroekologi lokal. Analisis ini diperkuat oleh Nasution et al. dan Fadhillah et al. yang menjelaskan bahwa struktur dominansi cenderung didominasi oleh spesies dengan gulma sangat toleransi tinggi terhadap kelembaban dan dipengaruhi oleh intensitas pemeliharaan dan adaptasi gulma terhadap rendahnya cahaya matahari, sebagaimana juga ditemukan oleh Palijama et al. di kelembaban tinggi. Barus . juga mencatat bahwa jenis gulma berdaun lebar seperti UCAPAN TERIMAKASIH Murdannia nudiflora cenderung lebih agresif Penulis mengucapkan terima kasih kepada dalam menutupi permukaan tanah sehingga pihak PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II berpotensi menekan pertumbuhan tanaman yang telah memberikan izin penelitian dan akses penutup tanah. Oleh karena itu, hasil ini ke lokasi studi. spesifik terhadap gulma dominan untuk DAFTAR PUSTAKA