Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 PEMBERDAYAAN UMK PELINDO MARITIM PRENEUR UMKM BUDIDAYA KRUPUK IKAN PAYUS KELURAHAN TAMBAK SARIOSO SURABAYA Gugus Wijonarko1. Dian Arisanti2. Gigih Saputra3. Audi Permana4,Soedarmanto5 STIAMAK Barunawati e-Mail: gugus. wijonarko@stiamak. Abstract Wilayah sasaran program Kemitraan STIAMAK-Pelindo Sub Holding Terminal Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Surabaya - CSR ini adalah Kelurahan Sariroso Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya. Potensi terbesar di kelurahan ini adalah keberadaan UKM Produksi Krupuk Ikan Payus tradisional dengan permasalahan yaitu: . Tingkat efisiensi dan efektivitas produksi sarung tenun yang rendah, karena besarnya jumlah penumpukan. Penjualan sarung mengalami penurunan. Pengusaha UKM krupuk ikan payus belum memiliki perencanaan produksi yang baik. Kompetensi Pengelola UKM krupuk ikan payus masih rendah. Partisipasi pemuda dan ibu-ibu rumah tangga dalam perencanaan, pembangunan dan pengembangan desa rendah. Permasalahan di bidang Pariwisata, yaitu: . Belum adanya sinergitas usaha krupuk ikan antar UKM. Desa belum memiliki sarana/infrastruktur memadai yang dibutuhkan sebagai Desa penghasil krupuk ikan. Partisipasi masyarakat desa dari berbagai elemen masih parsial. Sertifikasi HAKI dan Sertifikasi Halal belum ada, . Belum ada produk turunan dan variasinya. Branding dan promosi sebagai desa yang memiliki produk unggulan sarung tenun belum dilakukan Solusi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain melakukan pelatihan dengan materi Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengelolaan Mutu dan Stock Opname, pra sertifikasi P-IRT dan lisensi halal Surabaya, keuangan, dan legal drafting, selain itu juga diberikan pemberian peralatan dan pendampingan secara berlanjut. Keywords: Kemitraan. Pelatihan. Pendampingan, dan Corporate Social Responsibility (CSR) PENDAHULUAN Kelompok pengolah dan pemasar (Pohlasa. dalam hal ini UMKM kerupuk ikan payus di Tambak Sarioso kemungkinan besar adalah bagian dari ekonomi lokal yang berkembang di sekitar perikanan dan pengolahan hasil laut. Ikan payus sendiri cukup populer di beberapa wilayah Indonesia, dan kerupuk yang dihasilkan dari ikan ini memiliki rasa gurih yang khas, sehingga banyak diminati. Pemasaran yang dilakukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Pohlasa. ini menjual produk secara langsung di pasar-pasar tradisional atau melalui warung-warung lokal. Serta pemasaran dilakukan melalui grup-grup Pemasaran melibatkan pendekatan langsung kepada konsumen di sekitar Surabaya dan Pohlasar dalam memasarkan produk krupuknya juga memasarkan krupuknya di PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melalui pogram Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan memasarkan melalui kantin PT. TTL. Selain itu Pohlasar juga memasarkan di pasar di Wilayah Tambak Sarioso. Mereka menjual tampa menggunakan merek, sehingga mudah untuk diakui oleh pemasar lainnya. Untuk kemasan produk. Pohlasar telah menggunakan kemasan yang relatif masih sederhana. Sehingga secara strategi bisnis. Pohlasar belum menggunakan Strategi bisnis yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Pohlasar yang terdiri dari warga Tambak Langon RW 6 Kelurahan Sarioso yang berjumlah 20 orang berfokus pada produksi krupuk ikan Payus. Mereka adalah UMKM binaan Terminal Teluk Lamong. Bisnis UMKM tersebut sudah berjalan selama kurang lebih 20 tahun. Produk UMKM tersebut tetap eksis di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Krupuk ikan Payus diolah dari ikan Bandeng jantan yang sangat gemar memakan bibit ikan yang masih kecil. Dari berbagai pemetaan situasi, ada beberapa permasalahan fundamental pada kelompok UMKM krupuk Payus Tambak Sarioso, antara lain : . Proses produksi dan pemasaran belum menjadi usaha bersama, . Proses produksi krupuk ikan payus cenderung bersifat manual, . Cenderung belum menenal aspek legalitas hukum dalam kerjasama dan berdagang, . Aspek kebersihan kurang terjaga karena proses penjemuran hanya diletakkan di jalan kampung, . Wilayah pemasaran masih cenderung mengandalkan pada pasar-pasar tradisional dan sebagian sudah dipasrkan di kantor TTL, . Kemasan krupuk kurang menarik, . Masih belumm ada kebiasaan pencatatan keuangan, . Pemasaran kurang mengandalkan pemasaran digital, dan . Belum terjalin kerjasama dengan Tenant. METODE Metode dalam Pengabdian kepada masyarakat yang dimaksudkan adalah suatu perencanaan dan urutan kerja untuk mendapatkan hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan kepada pada mitra UMKM kerupuk ikan payus di Tambak Sarioso. Dimana para mitra UMKM kerupuk ikan payus di Tambak Sarioso juga memasarkan produk krupuknya juga memasarkan krupuknya di PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melalui pogram Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan memasarkan melalui kantin PT. TTL. Adapun metode pelaksanaan tahapan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam lima tahapan, berikut ini penjelasan rinci dari kelima tahapan pengabdian tersebut : Tahap Pemetaan dan Sosialisasi Pelaksanakan awal kegiatan diawali dengan dengan ijin ke Lurah Tambak Sarioso. Disampaikan maksud , tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Lurah Tambak menyambut baik kegiatan pengabdian masyaarakat ini. Pada proses ijin ini Stiamak didampingi oleh TJSL dari PT. Terminal Teluk Lamong, dan LPMK Tambak Sarioso serta Ketua RW Kelurahan Tambak Sarioso. Kemudian berlanjut pada tahap pemetaan lapangan di kampung Tambak Langon. RW 6. Kecamatan Asemrowo. Kelurahan Sarioso. Tim STIAMAK bersama dengan bagian tanggung jawab sosial lingkungan Terminal Teluk Lamong (TJSL TTL), perwakilan kelurahan Sarioso, dan warga RW 6. Serta selanjutnya dilakukan sosialisasi dan pengarahan awal kepada UMKM Payus Makmur. Tahap Pelatihan Pada tahap pelatihan, diberikan materi pelatihan antara lain : . Pelatihan Pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengelolaan Mutu dan Stock Opname. Pelatihan pra sertifikasi P-IRT dan lisensi halal Surabaya. Pelatihan dasar keuangan pendampingan. Pelatihan Legal Drafting. Pelatihan Digital Marketing Tahap Pemberian Hibah Peralatan Pada tahapan ini dilakukan pemberian hibah peralatan untuk UMKM Payus Makmur salah satu bentuk dukungan untuk kebutuhan peralatan yang benar-benar akan membantu UMKM berkembang. Selain itu Hiabh peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitas UMKM. Tahap Pendampingan dan Evaluasi Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Setelah pelaksanaan pelatihan selesai, pendampingan dan evaluasi dilakukan melalui kunjungan ke UMKM Payus Makmur. Salah satu tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memastikan bahwa UMKM Payus makmur mendapat lokasi pemasaran dan bekerjasama dengan tenant. Serta memastikan bahwa mereka memiliki P-IRT dan lisesnsi halal. Pendampingan juga dilakukan untuk mengukur jumlah penjualan beserta pencatatan keuangannya Tahap Keberlanjutan Program Pada tahap ini. tim pelaksana akan terus memantau dan melakukan tindak lanjut hasil pendapatkan dan menghitung jumlah Social Return on Investment (SROI) nya. Dengan menghitung SROI. UMKM Payus Makmur daapt mengukur sejauh mana hasil pendapatan setelah mengikuti pelatihan . HASIL DAN PEMBAHASAN Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Kegiatan dimulai dengan penandatangan Nota Kesepakatan Bersama PT. Pelindo Terminal Petikemas. PT. Terminal teluk Lamong, dan STIAMAK Barunawati Suarabaya. Nota Kesepakatan Bersama berisi tentang Pemberdayaan UMK Pelindo Maritimepreneur. Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan AuPayus MakmurAyKelurahan Tambak Sarioso Kecamatan Asemrowo Surabaya Pemetaan Lapangan Ada beberapa poin penting temuan dari pemetaan masalah langsung di lapangan: UKM yang dituju pada RW 6 terdiri dari 3 RT, terdapat 24 pengrajin krupuk payus dan semuanya Beberapa pengrajin sudah memiliki NIB dan sertifikat halaldan beberapa yang belum memiliki NIB dan sertifikat halal. Usia produksi kerupuk ikan Payus kira-kira 20 tahun. RW 6 masih belum banyak mendapatkan pelatihan dan pendampingan, namun memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan UMKM. Proses produksi, pengemasan hingga pemasaran cenderung manual dan konvensional. Komposisi produk terdapat campurang ikan Payus. Udang, tepung tapioka, dan berbagai bumbu yang jumlah rasionya satu kilo campuran ikan-udang untuk satu kilo tepung tapiokoa. Rasa krupuk Payus gurih dan cenderung diproduksi dengan rasa original karena itu yang banyak disukai oleh pasar, namun bisa dipesan dengan berbagai rasa dan tambahan semisal sambal kecap. Rentang kadaluwarsa produk hingga mencapai satu tahun. Produk masih belum pernah dipatenkan atau memiliki sertifikat HAKI. Bahan baku utama dibeli dari pasar ikan Pabean dan lain-lain. Pendapatan bersih per pengrajin per hari rata2 Rp. 000 dengan menghasilkan 3-5 Kg krupuk dan bisa meningkat saat hari raya . Sudah ada standariasi rasa . akaran komposisi rese. , namun rasa masih bisa berbeda karena Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 pengrajin memasak di rumah masing- masing. Terdapat inovasi bentuk krupuk seperti bunga dan fauna serta terdapat pilihan bakaran dan Terdapat dua kemasan yaitu kemasan plastik tanpa merk dan bermerk, namun hanya ditulis krupuk ikan serta design yang terlalu sederhana. Produk dapat dipesan via online, namun terbatas di platform whatsapp. Administrasi data tentang keuangan, pertumbuhan bisnis, dan data statistik lainnya belum dimiliki dengan baik oleh pengrajin. Aparat setempat mendukung, tetapi masih perlu dukungan yang lebih besardari stakeholder Berdasarkan hasil pemetaan terdapat nama anggota Pohlasar Payus Makmur pada tabel dibawah ini Tabel 2. Nama Anggota Pohlasar Payus Makmur NAMA PESERTA NIK NURIDAH CHOLILAH SITI AMINAH MUJIATI KASNUAH SUKANA ANAYATI MUSNING CHAMIDAH DWI MIHASTUTIK SITTI AISYAH SAMAAoINAH SITI ZUROIDA NUR YATI NASICHAH AMINAH DJUMINI MARFUAoATUN MASTIKAH Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 HJ. AFIFAH Sumber: Kecamatan Asemrowo Berdasarkan data yang diperoleh melalui, observasi, wawancara, rekaman, dan lain sebagai berikut : Tabel 2. 2 Hasil Analisis SWOT Strength Wekaness Administrasi keuangan, data Semangat UMKM tinggi dalam pertumbuhan usaha, dan data statistik lainnya belum dikelola pengembangan usaha. Taste produk sudah memenuhi selera konsumen. Jumlah produk terbatas dan Dukungan bahan baku belum ada variasi produk. Pemasaran masih terbatas pada . Sudah perintisan pemasaran online sederhana. Sudah ada Upaya inovasi produk . eskipun belum terstanda. Packaging/ sangat sederhana. Kepemilikan NIB dan sertifikat halal . amun belum semu. Belum NIB serifikasi produk halal dari MUI. Rentang kadaluwarsa produk hingga cukup kuat . encapai satu Belum ada pelatihan dan pendampingan yang terstandar. Proses produksi dan Produk dagang atau memiliki sertifikat HAKI Opportunity Threat Dukungan Stakeholder. Potensi penjiplakan produk. Memiliki mitra TTL dan Perguruan Tinggi. Persaingan tidak sehat sesama Platform pemasaran Digitalisasi & pasar online. Cuaca yang tidak mendukung Customer Loyality (Segmen Sumber : Tim Abdimas STIAMAK 2024 Sosialisasi Kegiatan produsen krupuk ikan Payus. idak dapat diprediks. dalam proses produksi. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Pada tahap ini dilakukan sosialisasi dan pengarahan awal kepada UMKM Payus Makmur. dengan hasil survey dan wawancara para pengrajin UMKM krupuk ikan payus Makmur, dimana disampaikan langkah pemberdayaan kepada para pengrajin UMKM krupuk ikan payus Makmur, antara lain : Pengadaan Pelatihan dan Modernisasi alat melalui pemberian bantuan alat produksi Kegiatan Pelatihan Melalui pelatihan ini, diharapkan kepada para pengrajin UMKM krupuk ikan payus Makmur, mampu mengembangkan keterampilan pemasaran digital yang efektif untuk mencapai lebih banyak konsumen dan memperkuat kehadiran merek mereka di dunia digital. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan keterampilan untuk beradaptasi dengan tren digital yang terus berkembang dan memastikan bahwa bisnis mereka dapat berkembang di era digital. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Cendana lanatai 1. Kantor PT. Terminal Teluk Lamong. Karena lokasi pelatihan di kelurahan kurang memadai. Pelatihan dilaksanakan 2 . kali pertemuan yaitu Pelatihan dan Pembukaan. Kamis 19 September 2024, sebagai berikut: C Pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan materi Pengelolaan Mutu dan Stock Opname. C Pelatihan pra sertifikasi P-IRT dan lisensi halal dengan materi Surabaya Narasumber: Dr. Mochammad Soleh. SE. ,MEI. Sekretaris Pusat Halal Universitas Airlangga. Pelatihan Kedua . Selasa 24 September 2024, sebagai berikut: C Pelatihan Legal Drafting. Narasumber: Dr. Gugus Wijonarko. MM. Dosen Tetap STIAMAK Barunawati C Pelatihan Packaging. Narasumber: Audi Permana. SM. Dosen Praktisi STIAMAK Barunawati C Pelatihan Digital Marketing. Narasumber: Khofifah Gita Cahyani. SAB. Pelaku Entrepreneur. Pengguna Digital Marketing. Alumni STIAMAK Tahap Pemberian Hibah Peralatan Pada tahap ini dilakukan hibah peralatan bertujuan untuk membantu Pohlasar Payus Makmur dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi mereka. Kegiatan pembagian Hibah peralatan produksi krupuk Payus, dilaksanakan di kelurahan Tambak Sarioso, 7 September 2024 yang dihadiri oleh Bpk. Syaiful Anam Corporate Secretary TTL. Bpk. Dr Gugus Wijonarko. MM. Ketua STIAMAK Barunawati dan Camat Asemrowo HM Khusnul Amin Sip MSI dan Bapak Lurah Tambak Sarioso. Tabel 4. Peralatan Hibah ITEM PERALATAN Kantong Sealer MERK Vacuum Kris Sealer Refill: JUML KONDISI BARANG Baru . Baik Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Mesin Spiner Pengering Minyak Rakitan buatan lokal Baru . Baik Mesin Sealer Vacuum Sealer Machine: Kris Baru . Baik Blender Philips Baru . Baik Panci Pengukus Ukuran 33 merk Jawa Baru . Baik Timbangan Digital Digital Kris Baru . Baik Freezer Penyimpan Ikan Baru . Baik TOTAL ITEM PERALATAN 7 (Tuju. Vacum Kitchen Scale: Sumber : Tim Abdimas STIAMAK 2024 Pendistribusian peralatan dilaksnakan sebanyak dua tahap yaitu pada tanggal 25 September 2024 dan di kantor Kelurahan Tambak Sarioso dan pada tanggal 17 Oktober 2024. Pendistribusian tahap pertama fokus pada pembagian peralatan kantong sealer hingga freezer penyimpanan ikan. Pendistribusian tahap kedua fokus pada pembagian mesin spiner pengering minyak. Dengan peralatan yang lebih modern dan efisien, diharapkan kualitas krupuk payus yang dihasilkan menjadi lebih baik dan konsisten, serta mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih Selain itu harapannya adalah dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk, diharapkan pendapatan para pengusaha krupuk payus dapat meningkat. Hibah ini bertujuan untuk menciptakan dampak ekonomi positif bagi pengusaha kecil, yang pada gilirannya akan memperkuat perekonomian lokal. Tahap Pendampingan Dan Evaluasi Dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi pada pelaksanaan pengabdian masyarakat pada mitra kegiatan UD Ridho Illahi, maka dilakukan monitoring dan evaluasi dengan cara membagikan kuisioner kepada para peserta pelatihan. Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana para peserta memahami materi yang telah disampaikan. Kegiatan monitoring juga dilakukan dengan cara melakukan pendampingan secara online melalui grup WhatsApp dengan buku pedoman sebagai bahan ajar secara tertulis. Tujuannya adalah untuk memonitor sejauh mana para peserta menggunakan metode bisnis canvas, serta untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami strategi dalam menjalankan bisnisnya. Pendampingan dilakukan oleh Tim STIAMAK, sebagai berikut: Monitoring Kegiatan: pemantauan rutin untuk mengevaluasi kemajuan setelah pelatihan . Evaluasi Hasil: Tinjau hasil pendampingan dan buat laporan tentang pencapaian dan area yang perlu perbaikan Berikan dukungan lanjutan setelah program pendampingan selesai. Kumpulkan umpan balik dari UMKM untuk perbaikan program di masa depan. Berikut ini Hasil Pendampingan pohlasar Payus Makmur Setelah Pelatihan. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Tabel 5. 2 Rekap Hasil Pendampingan UMKM Payus Makmur . Tanggal 8 Oktober Keterangan Data produksi Sebelum Pendampingan Pendapatan pengrajin per hari rata2 Rp. menghasilkan 3-5 Kg krupuk dan bisa meningkat saat hari Setelah Pendampingan Produksi rata-rata 5 Kg Seminggu 5 kali. Satu bulan: 5 Kg * 5 kali * 4 minggu = 100 Kg. Ketersediaan produk berkualitas . tock opnam. Belum Belum Produk mencukupi kebutuhan 1-2 bulan ke depan Terdaftar P-IRT BPOM atau Dinas Tersertifikasi Halal (MUI atau Kemena. Dipasarkan paltform digital 2 PIRT per pengrajin 2 PIRT per pengrajin 5 sertifikat halal 5 sertifikat halal Produk dapat dipesan via online, namun terbatas di platform whatsapp Dokumen kontrak kerjasama dengan Toko Gresik. Corner TTL Produk dapat dipesan via online, namun terbatas di Toko kelontong. Pasar Gresik. Corner TTL Pasar Sumber : Tim Abdimas STIAMAK 2024 Tabel 5. 3 Rekap Hasil Pendampingan UMKM Payus Makmur . Tanggal Oktober Keterangan Koordinasi mendapatkan PIRT Lokasi bersama sebagai salah satu syarat memperoleh ijin PIRT Belum ditemukan lokasi produksi bersama untuk pengurusan PIRT. Tempat produksi bersama terhambat karena minimnya fasilitas umum dan rumah warga yang representatif. Hal tersebut sedang dicari solusinya oleh Pak Eko selaku koordinator LPMK setempat. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Pendampingan penggunaan spinner dan berita acara serah terima Terlaksana Rencana ke depan untuk penyiapan pengurusan PIRT bersama untuk izin edar di berbagai tennant Melengkapi Syarat pemenuhan PIRT Sumber : Tim Abdimas STIAMAK 2024 Pendampingan selanjutnya dilaksanakan tanggal 21 November 2024. Target utama dalam pendampingan kali ini adalah fiksasi proses PIRT, membiasakan penulisan laporan keuangan, dan perluasan pemasaran. Tahap Keberlanjutan Program Rencana tindak lanjut terpenting untuk Pohlasar Krupuk Payus adalah perbantuan untuk membuka jaringan pasar yang lebih luas secara online dan offline untuk pemasaran produk. Hal tersebut untuk memperkuat konsistensi pendapatan omzet dan keberlanjutan bisnis di berbagai segmen Selain itu, pasca pelatihan dan pendampingan, para pengrajin sudah memiliki ilmu baru dan peralatan yang lebih lengka. Terlebih para pengrajin jika telah selesai berbagai legalitas termasuk izin edar. Tindak lanjut link and match juga tidak mengganggu semangat kemandirian pada pengrajin krupuk, namun lebih pada menguatkan program kolaboratif yang Jaringan pemasaran online mencakup rekognisi produk krupuk Payus pada media sosial pemangku kepentingan yang dalam hal ini adalah kolaborasi Pelindodan STIAMAK. Penguatan link and match dalam pasar offline berupa perizinan produk krupuk Payus untuk dipasarkan di berbagai tennant di jaringan Pelindo dan lingkungan Barunawati secara rutin. Hal tersebut diharapkan memperkuat wilayah pemasaran selain di tennant-tennant umum seperti rumah makan, mini market, pasar, pusat oleh- oleh, dan toko klontong. Perpaduan penguatan pemasaran online dan offline diharapkan dapat menciptakan word of mouth yang besar. Hal tersebut akan berefek positif dapat meningkatkan reputasi produk pada konsumen sehingga menjadi top of mind konsumen. Efek terakhir yang diharapkan adalah reputasi produk tidak hanya dikenal pada lingkup lokal, namun setidaknya memiliki daya saing nasional bahkan Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. Desember 2020 DOI: http://dx. org/xx. x/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 SIMPULAN DAN IMPLIKASI Berdasarkan evaluasi, terdapat beberapa kesimpulan penting yang dapat diambil dari pelaksanaan program ini: Pendampingan manajemen usaha membantu pelaku UMKM dalam memahami pentingnya pengelolaan administrasi keuangan yang rapi dan terstruktur. Pelaku usaha diajarkan tentang pencatatan arus kas, perhitungan laba rugi, serta penyusunan anggaran usaha. Hasilnya. Pohlasar mampu memonitor performa keuangan mereka dengan lebih baik, sehingga keputusan bisnis dapat diambil berdasarkan data yang akurat. Pelatihan standarisasi rasa produk berfokus pada diversifikasi rasa dan bentuk Krupuk Payus agar lebih menarik bagi konsumen. Pelaku Pohlasar Payus Makmur didorong untuk mengembangkan produk berbasis kebutuhan pasar tanpa menghilangkan identitas lokal. Upaya ini terbukti meningkatkan daya saing produk, sehingga lebih mudah menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang untuk ekspor. Pengenalan strategi pemasaran digital memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan visibilitas produk. Pelaku usaha diajarkan cara menggunakan platform media sosial dan marketplace untuk mempromosikan produk mereka secara efektif. Hasilnya, terjadi peningkatan penjualan hingga 30% selama tiga bulan pertama setelah pelatihan. Pelatihan pengemasan produk, mengurus sertifikasi halal. PIRT, dan standarisasi rasa membantu Pohlasar Payus Makmur untuk lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas Adapun implikasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas pelaku Pohlasar Krupuk Payus baik dalam aspek manajerial, inovasi produk, maupun pemasaran. Diharapkan, hasil dari program ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi Pohlasar dalam mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di masa mendatang UCAPAN TERIMA KASIH