Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 METODE PEMBELAJARAN LAGU LEGENDHA GUNUNG KELUD PADA PADUAN SUARA LAMBA VOICE SMA NEGERI 1 PARE Amelia Hertha Cahyani Program Studi S1 Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya 19021@mhs. Budi Dharmawanputra Program Studi S1 Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya budidharmawanputra@unesa. ABSTRAK Lagu Legendha Gunung Kelud menjadi ciri khas paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Lagu tersebut berbahasa jawa kuno dan terdapat banyak Tujuan penelitian ini, menjelaskan tentang metode pembelajaran yang digunakan dan memaparkan hasil belajar dari penerapan metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud pada paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa pelatih paduan suara Lamba Voice menggunakan lima metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi, kerja kelompok, drill, eksplorasi dan ceramah. Metode pembelajaran tersebut digunakan untuk melatih teknik pernapasan serta teknik vokal seperti intonasi, artikulasi, phrasering, resonansi, dinamika, dan ekpresi serta membaca notasi lagu. Metodemetode tersebut efektif dan efisien diterapkan saat pembelajaran lagu dan menunjukan hasil yang baik. Paduan suara Lamba Voice berhasil menguasai materi lagu Legendha Gunung Kelud dalam 20 pertemuan. Hasil belajar yang dicapai meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif berupa pemahaman tentang makna lagu, teknik vokal dan pernapasan dalam bernyanyi. Pada ranah afektif terbentuk nilai sikap yang baik dari pembiasaan latihan paduan suara. Pada ranah psikomotorik, anggota paduan suara terampil dalam mengolah ekspresi dan koreografi saat membawakan lagu Legendha Gunung Kelud. Kata kunci : Paduan Suara. Metode Pembelajaran. Teknik Vokal. Hasil Belajar ABSTRACT The song Legendha Gunung Kelud is the hallmark of the Lamba Voice choir at SMA Negeri 1 Pare Kediri. The song is in ancient Javanese and there are many The aim of this research is to explain the learning method used and explain the learning results from applying the Legendha Gunung Kelud song learning method to the Lamba Voice choir at SMA Negeri 1 Pare Kediri. This study used qualitative research methods. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews and documentation. The research results obtained concluded that the Lamba Voice choir trainer used five learning methods, namely the demonstration method, group work, drill, exploration and lecture. This learning method is used to practice breathing techniques and vocal techniques such as Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare intonation, articulation, phrasering, resonance, dynamics and expression as well as reading song notation. These methods are effectively and efficiently applied when learning songs and show good results. The Lamba Voice choir succeeded in mastering the material of the song Legendha Gunung Kelud in 20 meetings. The learning outcomes achieved include three domains, namely the cognitive domain in the form of understanding the meaning of songs, vocal techniques and breathing in In the affective domain, good attitude values are formed from the habit of choir practice. In the psychomotor domain, the choir members are skilled in processing expressions and choreography when performing the song Legendha Gunung Kelud. Keywords: Choir. Learning Methods. Vocal Techniques. Learning Outcomes PENDAHULUAN Keberadaan ekstrakurikuler di sekolah merupakan suatu hal yang penting. Setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda diberbagai bidang dan dapat dikembangkan serta diasah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Putri . ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah yang bertujuan untuk menggali potensi peserta didik agar lebih aktif, kreatif, serta mampu mengembangkan minat bakatnya. Program ekstrakurikuler yang telah dirancang diharapkan mampu mengharumkan nama sekolah yang diwujudkan dengan prestasi peserta didik dan tentunya memiliki banyak manfaat yang dapat memberikan dampak. Menurut Hamami . manfaat dari pelaksanaan ekstrakurikuler yaitu mengembangkan nilai karakter peserta didik, meningkatkan mutu sekolah melalui manajemen ekstrakurikuler, serta mampu meningkatkan prestasi sekolah. Menurut penggolongan bentuknya, kegiatan ekstrakurikuler terbagi menjadi dua macam yaitu kegiatan ekstrakurikuler wajib dan kegiatan ekstrakurikuler pilihan (Hamami, 2020:. Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti seluruh peserta didik, contohnya seperti pendidikan kepramukaan. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler pilihan adalah ekstrakurikuler yang pelaksanaannya diatur oleh satuan pendidikan itu sendiri dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Harjanti . memperkuat bahwa pada kegiatan ekstrakurikuler pilihan dibagi lagi menjadi lima jenis diantaranya krida, karya ilmiah, latihan, keagamaan, dan bentuk lainnya sesuai analisis kebutuhan sekolah. Contoh jenis ekstrakurikuler yang tergolong dalam latihan pengolahan minat dan bakat di bidang kesenian adalah ekstrakurikuler teater, tari, dan musik. Tujuan dibentuknya ekstrakurikuler di bidang seni untuk melatih kepekan terhadap fenomena sosial budaya yang ada di sekitar, melatih kepercayaan diri, dan kreatifitas peserta didik. Seperti halnya salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kediri yang unggul dalam ekstrakurikuler di bidang kesenian yaitu SMA Negeri 1 Pare Kediri. SMA Negeri 1 Pare Kediri ini memiliki ekstrakurikuler unggulan yang menjadi sorotan di bidang musik khususnya seni vokal yaitu paduan suaranya. Melalui kegiatan ekstrakurikuler paduan suara ini, diharapkan peserta didik dapat Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 menyalurkan potensi bernyanyi serta mengembangkan minat dan bakatnya di bidang seni musik khususnya seni vokal. SMA Negeri 1 Pare Kediri adalah salah satu sekolah menengah atas yang ada di Kabupaten Kediri tepatnya di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa No. Kecamatan Pare. Kabupaten Kediri. Provinsi Jawa Timur. Ekstrakurikuler paduan suara SMA Negeri 1 Pare bernama Lamba Voice yang dibentuk oleh Paulus Rudy Hari Tjahjo. Pd pada tahun 2007. Beliau merupakan pembina sekaligus pelatih paduan suara Lamba Voice. SMA Negeri 1 Pare Kediri merupakan sekolah yang berhasil membina kegiatan ekstrakurikuler paduan suaranya dan mendapatkan atensi dari pemerintah Kabupaten Kediri. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi yang telah diraih oleh Lamba Voice serta cukup sering diundang oleh pemerintah Kabupaten maupun Kota Kediri untuk memeriahkan dan tampil pada peringatan hari besar, upacara kemerdekaan, dan acara penting lainnya. Selain mewadahi minat dan bakat di bidang seni vokal, melalui latihan rutin yang dilaksanakan setiap minggunya diharapkan dapat membawa manfaat bagi mereka untuk melatih dan membentuk suaranya agar kualitas bernyanyi yang dihasilkan semakin baik. Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri antara lain. Juara 2 Lomba Paduan Suara Tingkat SMA pada Pekan Seni Pelajar Jawa Timur tahun 2015. Juara 1 Lomba Paduan Suara TNI-AD di Komando Distrik Militer 0809 Kediri tahun 2016. Juara 2 Lomba Paduan Suara TNI-AD di Komando Resor Militer 082 Mojokerto tahun . Juara 1 Lomba Paduan Suara SMA Tingkat Jawa Timur HUT TNI ke-71 di Kodam V Brawijaya Surabaya tahun 2016. Juara 2 Lomba Paduan Suara Tingkat SMA pada Pekan Seni Pelajar Jawa Timur tahun 2017. Juara Harapan 1 Lomba Paduan Suara Tingkat SMA dalam rangka HUT-73 Jawa Timur tahun 2018. Tim Paduan Suara Kolosal Pilihan Tingkat SMA se-Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 tahun 2018. Juara 1 Lomba Paduan Suara Event Excart Tingkat Jawa Timur tahun 2019. Juara 5 besar Lomba Paduan Suara Jawa Post Award Tingkat Jawa Timur tahun 2019. Selain itu masih banyak lagi prestasi yang telah diraih oleh Lamba Voice. Dilihat dari prestasi yang berhasil diraih dan pengalaman yang telah di dapatkan, paduan suara Lamba Voice memiliki lagu ciptaannya sendiri. Salah satu lagu yang menjadi andalannya adalah lagu Legendha Gunung Kelud yang merupakan hasil karya cipta guru seni budaya SMA Negeri 1 Pare Kediri yaitu almarhum Iswanto sebagai pencipta syair lagu tersebut dan kemudian di aransemen oleh Paulus Rudy Hari Tjahjo. Pd. Lagu Legendha Gunung Kelud menceritakan tentang asal-usul Gunung Kelud yang tercipta karena pengkhianatan janji seorang putri Kerajaan Jenggala bernama Dewi Kilisuci yang terkenal akan kecantikkannya, terhadap raja sakti bernama Satrio Jotho Suro yaitu manusia berkepala lembu. Tujuan di ciptakannya lagu tersebut sebagai upaya pelestarian sejarah Kabupaten Kediri yang erat kaitannya dengan asal usul legenda Gunung Kelud agar tidak terlupakan begitu saja oleh masyarakat, khususnya peserta didik SMA Negeri 1 Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare Pare Kediri. Keistimewaan lagu ini terletak pada cerita asal-usul legenda Gunung Kelud yang kemudian di interpretasikan kedalam bentuk lagu. Lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan lirik berbahasa jawa kuno, terdapat banyak modulasi serta menggunakan dua jenis birama yaitu 2/4 lalu berpindah menjadi 4/4, sehingga diperlukan metode yang tepat dan sesuai dalam Konsistensi latihan dan sikap disiplin sangat diperlukan dalam hal ini agar tercipta hasil yang baik. Pemilihan metode pembelajaran yang digunakan oleh pelatih paduan suara Lamba Voice telah disesuaikan dengan kemampuan peserta didik untuk mendukung efektivitas latihan dalam pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud. Berdasarkan fakta dan fenomena yang telah dipaparkan pada latar belakang, peneliti memilih lagu Legendha Gunung Kelud karena memiliki kesulitan tersendiri dalam hal artikulasi, intonasi, dan interpretasi lagu sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang Metode Pembelajaran Lagu Legendha Gunung Kelud Pada Paduan Suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Pada penelitian ini ditarik fokus permasalahan sebagai berikut: . Bagaimana metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud yang diterapkan paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri, dan . Bagaimana hasil belajar dari penerapan metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud pada paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud yang diterapkan paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri serta mendeskripsikan hasil belajar dari penerapan metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud pada paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Manfaat teoritis dalam penelitian ini yaitu untuk menambah referensi serta pengetahuan pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan metode pembelajaran pada paduan suara. Manfaat praktis yang diperoleh dalam penelitian ini, bagi sekolah diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran baik secara teori maupun praktek dalam meningkatkan kualitas latihan paduan suara. Bagi peneliti untuk menambah wawasan tentang metode pembelajaran dalam ekstrakurikuler paduan suara. Bagi Jurusan Sendratasik UNESA sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai teknik melatih vokal dan dapat menjadi tolak ukur untuk mempelajari bagaimana penerapan metode pembelajaran paduan suara. Adanya kajian teori yang. digunakan sebagai landasan pada penulisan artikel ini ialah metode pembelajaran, paduan suara, teknik vokal, dan hasil belajar. Menurut Yamin . metode pembelajaran merupakan cara pelatih dalam memberi penjelasan, contoh, dan latihan terhadap materi pembelajaran kepada peserta didik untuk memperoleh suatu kecakapan dan keterampilan serta mencapai tujuan yang telah ditentukan. Menurut Prier . paduan suara merupakan himpunan dari sejumlah penyanyi yang dikelompokan menurut jenis suaranya berdasarkan jangkauan nada atau ambitus suara. Teknik vokal adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar sehingga suara yang dikeluarkan terdengar Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 jelas, indah, merdu, dan nyaring (Simanungkalit, 2008:. Menurut Pusat Musik Liturgi-A21 . terdapat beberapa latihan untuk membentuk suara dan teknik vokal yang benar, unsur-unsur tersebut diantaranya adalah teknik pernapasan, intonasi, artikulasi, resonansi, phrasering, dan ekspresi. Dalam penelitian ini juga mengadopsi teori hasil belajar yang dijelaskan oleh Adi Nugroho . , bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar. Selain itu menurut Sudjana . hasil belajar yang diperoleh peserta didik dari proses pembelajaran nampak dalam bentuk perubahan tingkah laku secara menyeluruh yang terdiri atas unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang utuh. Untuk mengukur keorisinilan substansi pada penulisan artikel ini, dilakukan kajian terhadap hasil penelitian dari beberapa penelitian sebelumnya yang relevan. Skripsi yang ditulis oleh Debora Wati Putri tahun . Universitas Negeri Surabaya dengan judul AuMetode Latihan Paduan Suara Smasa Choir Blitar Dalam Rangka Lomba Paduan Suara Universitas Airlangga 2018Ay membahas tentang perencanaan latihan dan metode latihan paduan suara dalam penggarapan lagu Podo Nginang. Relevansi dengan penelitan ini ialah metode yang digunakan oleh paduan suara Smasa Choir Blitar pada saat latihan, dapat menjadi referensi bagi peneliti guna menganalisa data yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Artikel ilmiah yang ditulis oleh David Krisna Sukarno tahun . Universitas Negeri Surabaya dengan judul AuPembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Negeri 1 NgawiAy membahas tentang teknik perekrutan anggota paduan suara, pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara SMA Negeri 1 Ngawi dalam penggarapan lagu Rangkaian Tiga Jatim, beserta hasil pembelajarannya. Relevansi dengan penelitian ini ialah langkah-langkah pembelajaran yang digunakan oleh paduan suara SMA Negeri 1 Ngawi dapat menjadi referensi bagi peneliti guna menganalisa data yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Artikel ilmiah yang ditulis oleh Supali Gunarno tahun . Universitas Negeri Surabaya dengan judul AuMetode Pembelajaran Paduan Suara One Voice SMP Negeri 1 Surabaya Dalam Rangka Karangturi International Choir Competition 2019Ay membahas tentang perencanaan latihan, metode pembelajaran, serta hasil pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara One Voice yang mengalami penurunan pada capaian prestasinya. Relevansi dengan penelitian ini ialah metode yang digunakan pada paduan suara One Voice dapat menjadi referensi bagi peneliti guna menganalisa data yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pare Kediri yang bertempat di Jl. Pahlawan Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare Kusuma Bangsa. No. Kelurahan Tulungrejo. Kecamatan Pare. Kabupaten Kediri. Provinsi Jawa Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Objek penelitian ini difokuskan pada metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud yang diterapkan oleh Paulus Rudy dalam melatih paduan suara Lamba Voice. Sumber data terbagi menjadi dua jenis, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari narasumber utama, yaitu Paulus Rudy selaku pembina dan pelatih paduan suara Lamba Voice, serta Elsyabhet Trivosa sebagai ketua paduan suara Lamba Voice. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen ekstrakurikuler paduan suara Lamba Voice berupa partitur lagu, lembar absensi, sertifikat/piagam, serta foto maupun video kegiatan saat latihan berlangsung yang berfungsi sebagai pelengkap data-data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data yaitu dengan cara memilah datadata yang penting. Setelah direduksi, selanjutnya adalah penyajian data yang ditulis secara runtut mulai dari metode pembelajaran, pelaksanaan latihan, serta hasil pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud pada paduan suara Lamba Voice. Kemudian pada tahap akhir adalah penarikan kesimpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu (Sugiyono, 2012:. HASIL DAN DISKUSI PENELITIAN Metode Pembelajaran Lagu Legendha Gunung Kelud Pada Paduan Suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri Metode pembelajaran sangat berpengaruh dalam menunjang penguasaan unsur-unsur bernyanyi pada proses latihan paduan suara seperti teknik pernapasan dan teknik vokal yang terdiri dari intonasi, artikulasi, phrasering, resonansi, dinamika, dan ekpresi. Hal ini sehubungan dengan ekstrakurikuler paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri yang menerapkan beberapa metode pembelajaran dalam proses latihan lagu Legendha Gunung Kelud, diantaranya terdapat 4 metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi, metode kerja kelompok, metode drill, metode eksplorasi dan metode ceramah. Proses latihan ini dilakukan sebanyak 20 kali pertemuan. Dalam uraian penjabaran dan penerapan pada setiap metodenya, akan dijelaskan sebagai sebagai berikut : Metode Demonstrasi Penerapan metode demonstrasi mampu menstimulus serta menarik perhatian anggota paduan suara Lamba Voice agar berani mencoba dan giat berlatih teknik vokal serta pernapasan yang baik dan benar dalam bernyanyi. Menurut Sudjana . metode demonstrasi adalah metode mengajar yang Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 memperlihatkan bagaimana proses terjadinya suatu kegiatan dengan cara memperagakan kejadian, barang atau urutan yang berkaitan dengan materi ajar. Metode demonstrasi dalam pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud ini, digunakan pelatih untuk melatih teknik intonasi, artikulasi, resonansi, dan dinamika serta latihan pemanasan sebelum bernyanyi yang meliputi pemanasan fisik, pernapasan, dan pemanasan vokal. Pemanasan Fisik Pemanasan fisik dilakukan selama 10 menit dengan cara berolahraga kecil seperti peregangan otot leher, tangan, punggung, kaki dan dilanjutkan dengan lari ditempat yang bertujuan untuk melenturkan otot-otot tubuh agar tidak tegang, rileks, dan nyaman ketika bernyanyi. Latihan Pernapasan Latihan pernapasan diawali dengan berdoa dan dilakukan selama 10-15 menit, bertujuan untuk melatih kekuatan dalam mengambil dan mengatur sirkulasi udara yang digunakan saat bernyanyi, agar manajemen pernapasan lebih teratur dan tidak mudah lelah. Terdapat 3 macam pernapasan dalam bernyanyi yaitu pernapasan dada, diafragma dan perut. Dari tiga jenis pernapasan tersebut, yang paling baik digunakan untuk bernyanyi adalah pernapasan diafragma. Berikut ini tahapan latihan pernapasan yang diterapkan paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri : Sikap badan berdiri dan letakkan kedua tangan di samping memegang diafragma, kemudian menarik nafas dengan pola staccato dalam hitungan 1x4, dilanjutkan mendesis pola staccato dalam hitungan 1x4. Rasakan otot difragma seperti mendorong tangan, kemudian diulang sebanyak 4-5 kali hingga otot difragma terasa kuat dan kencang. Setiap putaran diberi jeda istirahat. Sikap badan berdiri dan letakkan kedua tangan di samping memegang diafragma, tarik nafas melalui hidung dan tahan selama 5 detik tanpa adanya ketegangan dan tanpa mengangkat bahu, lalu hembuskan dengan cara mendesis panjang dalam hitungan 20-25 detik sambil merasakan gerakan otot diafragma. Proses tersebut diulang sebanyak 2 kali. Setiap putaran diberi jeda istirahat. Pemanasan Vokal Pemanasan vokal sebelum bernyanyi bertujuan untuk melatih interval nada, mengaktifkan alat-alat produksi suara dan otot diafragma, serta melatih artikulasi dengan jelas. Anggota paduan suara Lamba Voice dipandu oleh pelatih melakukan vokalisasi mulai dari nada C dengan cara humming yaitu berdengung dengan mulut tertutup dan dilanjutkan dengan membunyikan ma-mi-mu-me-mo mulai dari nada terendah, lalu naik A sampai dengan nada yang paling tinggi dan sebaliknya, menyesuaikan range vokal masing-masing yang sudah terbagi kedalam beberapa section suara yakni sopran, alto, tenor bass. Intonasi Intonasi menjadi parameter ketepatan dalam mengambil nada agar suara yang dihasilkan tidak menjadi fals . idak selaras dengan bunyi disekitarny. Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare Menurut Prier . intonasi adalah ketepatan tinggi rendahnya nada pada saat bernyanyi maupun dalam sebuah musik instrumental. Proses latihan intonasi dalam pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud dilakukan pada pertemuan 1 hingga Dimulai dengan pelatih mendemonstrasikan terlebih dahulu tentang bagaimana cara menyanyikan notasi lagu Legendha Gunung Kelud dengan intonasi yang benar. Setelah para anggota paduan suara mendengarkan dan mencermati apa yang telah dicontohkan, selanjutnya pelatih memberikan instruksi untuk menirukan dengan cara membaca notasi yang terdapat dalam lagu Legendha Gunung Kelud. Gambar 1 Penggalan Notasi Lagu Legendha Gunung Kelud Saat Latihan Intonasi (Dok. Paduan Suara Lamba Voice 2. Pada gambar 1 merupakan penggalan notasi lagu Legendha Gunung Kelud birama 80 sampai 91 yang dipelajari pada saat latihan intonasi. Pada notasi tersebut, dinyanyikan oleh section sopran dan masih tedapat kesulitan dalam mencapai intonasi yang tepat, dikarenakan terdapat perpindahan nada dari yang semula nada dasar 2 kress (#) yaitu Do = D5 lalu naik menjadi 3 krees atau Do yaitu A5, sehingga section sopran harus mampu menyanyikan notasi tersebut dengan nada yang sangat tinggi menggunakan teknik intonasi yang benar, agar tidak fals. Artikulasi Artikulasi merupakan pelafalan kata dengan benar dan jelas. Teknik artikulasi disini berkaitan dengan pengucapan kata dalam lirik lagu lagu Legendha Gunung Kelud. Agar pesan dalam sebuah lagu dapat tersampaikan dengan jelas kepada pendengar, maka anggota paduan suara harus memiliki artikulasi yang baik. Proses latihan artikulasi dilakukan pada pertemuan 4 hingga pertemuan 6 menggunakan metode demonstrasi. Tujuan dari latihan artikulasi untuk membentuk vokal yang jelas, lantang, dan nyaring. Sehubungan dengan artikulasi, lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan lirik berbahasa jawa kuno yang masih terdengar asing bagi anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri. Berikut ini contoh penggalan lirik lagu Legendha Gunung Kelud yang dipelajari saat latihan teknik artikulasi menggunakan metode demonstrasi : Tabel 1 Penggalan Lirik Lagu Legendha Gunung Kelud Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 Lirik Lagu Legendha Gunung Kelud Pengucapan Kata Dalam Lirik Lagu Legendha Gunung Kelud Nggur senggar senggur kelud turu ora nganggur, nggur yen jumlengur bledose prasasat guntur Mbul gombal gambul joto suro wis tumimbul, wujud anak kelud kawah ilang gunung njedul Wis anglegenda rikala kediri kuno, iki critane satria si jata sura Anak buto locaya sakti mandra guna, nglawan kilisuci putri raja jenggala Lamaran tinampa kanti srono ngoyo woro, amakarya sumur jeru sa pandeleng mata Ngancik wayah esuk sumur rampung kineduk, para wadya bolo ngobong damen lan daduk Jatasura gedeg-gedeg nebah dada nggeduk bathuk Nggor senggar senggor kelud turu ora nganggur, nggor yen jumlenggur mbledhose prasasat guntur Mbol gombal gambol jotho suro wes tumimbol, wujod anak kelud kawah ilang gunung njedhul Wes anglegendo rikolo kediri kuno, iki critane satria si jotho suro Anak buto locoyo sekti mondro guno, nglawan kilisuci putri rojo jenggolo Lamaran tinompo kanthi srono ngoyo woro, amakaryo sumur jeru sak pandeleng moto Ngancik wayah esuk sumur rampung kineduk, poro wadyo bolo ngobong damen lan daduk Jothosuro gedeg-gedeg nebah dodo nggeduk bathuk Pada tabel 1 tersebut, terdapat perbedaan antara penulisan dengan pengucapan katanya. Dalam berlatih artikulasi menggunakan metode demonstrasi, pelatih mempraktikkan terlebih dahulu bagaimana cara pengucapan kata yang benar pada lirik lagu Legendha Gunung Kelud. Setelah dicontohkan, selanjutnya pelatih meminta kepada seluruh anggota paduan suara untuk mencoba melafalkan lirik lagu Resonansi Penerapan metode demonstrasi dalam proses latihan resonansi paduan suara Lamba Voice ini dilakukan pada pertemuan ke 10 sampai pertemuan 12. Menurut Pusat Musik Liturgi . resonansi merupakan gejala bunyi yang mengembalikan bunyi ke suatu ruangan. Latihan resonansi yang digunakan untuk memperindah suara dalam bernyanyi dengan memfungsikan rongga-rongga resonansi pada saat membawakan lagu Legendha Gunung Kelud. Dalam hal ini, pelatih mempraktikkan dan memberikan penjelasan pada anggota paduan suara bahwa suatu bantuan untuk memperbesar ruang resonansi adalah mencoba membayangkan seakan-akan hendak menguap. Saat menguap, langit langit mulut dalam posisi naik, lidah dalam keadaan lemas dengan permukaannya rata dan pangkal lidah jangan ditekan. Lalu ruang mulut diperluas dan ruang hidung Ketika bernyanyi cukup dibayangkan saja seperti hendak menguap untuk memperluas ruang resonansi. Setelah di demonstrasikan oleh pelatih. Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare selanjutnya anggota paduan suara mulai mencoba sendiri bagaimana cara membentuk resonansi suara yang baik. Dinamika Proses latihan dinamika dilakukan pada pertemuan 13 hingga pertemuan 14. Dinamika bagian dari pengahayatan dalam bernyanyi yang digunakan untuk menunjukan emosi atau membangun suasana pada lagu. Melalui dinamika, lagu dapat dikemas lebih indah, dan menjadi suatu penggambaran apakah lagu itu harus dinyanyikan dengan ceria, sedih, bersemangat, atau marah. Pada umumnya tanda dinamika terdapat dalam partitur lagu, namun untuk lagu Legendha Gunung Kelud ini tanda dinamikanya tidak dituliskan dalam notasi lagu. Sehingga saat latihan dinamika dalam lagu Legendha Gunung Kelud, akan diajarakan secara langsung oleh pelatih dengan memberikan tanda-tanda dinamika di bagian mana yang harus dinyanyikan dengan lemah lembut, dan bagian mana yang harus dinyanyikan dengan penuh emosi. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok yang diterapkan oleh Paulus Rudy bertujuan untuk melatih kerjasama, meningkatkan kemandirian, dan mengukur sejauh mana kemampuan anggota paduan suara dalam menguasai materi yang telah diajarkan yang bisa dicapai dengan cara berlatih secara berkelompok. Menurut Sudjana . metode kerja kelompok mengandung pengertian bahwa peserta didik dalam satu kelas dibagai menjadi kelompok-kelompok kecil yang bekerja sama melaksanakan tugas tertentu dan berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Penerapan metode kerja kelompok dalam hal ini digunakan oleh pelatih dalam melatih intonasi yang benar pada saat membawakan lagu Legendha Gunung Kelud. Penjelasan mengenai latihan intonasi sebelumnya telah di uraikan pada metode demonstrasi. Selain menggunakan metode demonstrasi, latihan intonasi yang diterapkan paduan suara Lamba Voice juga menggunakan metode kerja kelompok, yang dilakukan pada pertemuan 1 hingga pertemuan 3. Pada penerapannya, pelatih menginstruksikan anggota untuk berkumpul dan berkelompok sesuai dengan section suara masing-masing dan memberikan waktu sekitar 15-20 menit untuk berlatih secara mandiri. Dalam hal ini pelatih tetap memantau dan mendampingi anggota paduan suara saat proses latihan, namun tidak Metode Drill Penerapan metode drill dalam latihan lagu Legendha Gunung Kelud, digunakan untuk melatih pengulangan pada teknik intonasi, artikulasi, phrasering, resonansi, dan membaca notasi pada partitur lagu Legendha Gunung Kelud secara Metode driil merupakan metode latihan secara berulang-ulang yang digunakan untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan dari apa yang telah Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 dipelajari (Sudjana, 2013:. Metode drill yang dilakukan secara konsisten dengan pola yang berulang-ulang, bertujuan untuk membiasakan anggota paduan suara Lamba Voice dalam menyayikan lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan teknik vokal yang benar. Selain itu, untuk membentuk kekompakan dalam bernyanyi, memahami materi yang telah dipelajari serta dapat meningkatkan kualitas hafalan lirik lagu Legendha Gunung Kelud. Penerapan Metode Drill Pada Intonasi Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan mengenai teknik intonasi yang didemonstrasikan oleh pelatih menggunakan metode demonstrasi. Lalu tiap section suara seperti sopran, alto tenor, bass diminta untuk berkelompok dan mencoba berlatih secara mandiri menggunakan metode kerja kelompok. Selanjutnya pada tahap ini, seluruh anggota dikumpulkan dan berlatih intonasi secara berulang-ulang menggunakan metode drill. Pengulangan latihan intonasi, bertujuan agar anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri mampu menghasilkan suara yang merdu dan selaras ketika bernyanyi. Penerapan metode driil pada latihan intonasi ini, dimulai dengan pelatih memberikan instruksi pada anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri untuk membaca notasi yang terdapat dalam partitur lagu Legendha Gunung Kelud dengan cara diulang-ulang, hingga mereka mampu menyanyikan dengan teknik yang benar dan lancar. Penerapan Metode Drill Pada Artikulasi Selain dilatihkan menggunakan metode demonstrasi, teknik artikulasi juga dilatihkan dengan menggunakan metode drill. Artikulasi berkenaan dengan pelafalan atau pengucapan kata maupun kalimat dalam sebuah lirik lagu. Sehingga, untuk memperoleh artikulasi yang jelas dan benar serta kelancaran dalam bernyanyi lagu Legendha Gunung Kelud, diperlukan pengulangan latihan secara konsisten yang diterapkan menggunakan metode drill. Penerapan metode driil pada latihan artikulasi ini, dimulai dengan pelatih memberikan instruksi pada anggota paduan suara Lamba untuk mencermati partitur lagu Legendha Gunung Kelud, kemudian mencoba melafalkan liriknya. Jika terdapat bagian yang dirasa masih kurang fasih, maka harus kembali diulang-ulang secara perlahan hingga mereka mampu melafalkan lirik lagu tersebut dengan benar dan jelas. Penerapan Metode Drill Pada Phrasering Phrasering merupakan pemenggalan kalimat yang dinyanyikan dengan cara mengatur nafas tanpa memotong atau merusak arti kata maupun kalimat dalam garis melodi yang kompleks. Menurut Banoe . phrasering adalah penetapan frase lagu yang diwujudkan dengan pembuatan lengkung pengikat sebagai petunjuk batas frase dan kalimat lagu. pembelajaran teknik phrasering harus mengikuti tanda dalam partitur seperti tanda baca istirahat, jeda, ataupun berhenti. Dalam mencapai phrasering yang baik, anggota paduan suara harus memahami arti sebuah kalimat dan pesan dalam lagu. Proses latihan phrasering dilakukan pada pertemuan 7 hingga Latihan phrasering yang diterapkan paduan suara Lamba Voice dalam Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare Legendha Gunung Kelud, menekankan pada tanda-tanda yang ada didalam partitur lagu beserta nilai ketukan setiap nada. Gambar 2 Penggalan Partitur Lagu Legendha Gunung Kelud (Dok. Paduan Suara Lamba Voice 2. Pada gambar 2 merupakan contoh penggunaan tanda legato yang terdapat dalam lagu Legendha Gunung Kelud. Jika terdapat tanda legato, nada sebelumnya harus terus menyambung ke nada selanjutnya tanpa boleh terputus. Selain itu juga terdapat tanda fermata diatas, yang berarti perpanjangan nada ditahan sesuai waktu yang diinginkan. Tanda baca yang terdapat didalam partitur lagu harus dinyanyikan dengan cara yang benar, agar tanda legato dan fermata dapat terdengar jelas. Penerapan Metode Drill Pada Resonansi Resonansi adalah suatu kondisi dimana getaran bunyi yang dihasilkan oleh pita suara, dipantulkan kembali dalam ruangan sehingga menimbulkan semacam gema yang menghasilkan suara lebih keras. Latihan resonansi terus diulang-ulang untuk membentuk suara choister agar lebih bulat dan utuh. Proses latihan resonansi paduan suara Lamba Voice dilakukan pada pertemuan ke 10 sampai pertemuan 12. Berikut ini contoh latihan resonansi yang diterapkan oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri : Menyadari adanya resonansi Latihan dengan bersenandung AomAo. AonAo, dan AongAo ini hendaknya dilakukan dengan perlahan dan lembut. Latihan ini bertujuan untuk menyadari adanya resonansi atau mendengar suara kita sendiri. Pada saat bersenandung hendaknya meraba bagian kepala kita dan mencari sungguh-sungguh dimana ada bagian yang terasa paling bergetar pada saat itu Memperbesar ruang resonansi Untuk mencari resonansi suara yang paling baik, hendaknya kedua telapak tangan menutup daun telinga. Kemudian menyanyikan bunyi ma-mi-mu-me-mo dengan menaik turunkan langit-langit lunak. Periksalah saat mana, suara mendapat resonansi terbaik dan saat mana suara berpindah ke dalam leher. Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 Membaca Keseluruhan Partitur Lagu Proses latihan menyanyikan lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan teknik vokal dan teknik pernapasan yang benar dilakukan pada pertemuan 17 hingga pertemuan 20 menggunakan metode drill yang dilakukan secara berulang. Pada tahap ini, anggota paduan suara diberikan partitur lagu Legendha Gunung Kelud, lalu oleh pelatih dipandu untuk membaca dan menyanyikan notasi lagu. Jika masih terdapat kesulitan, maka akan terus dibimbing dengan cara pengulangan membaca notasi dan menyanyikan secara perlahan hingga lancar. Hal tersebut bertujuan agar anggota paduan suara Lamba Voice semakin menguasai materi lagu yang telah dipelajari, dan dapat menyatukan suara, serta mampu menciptakan harmoni yang selaras pada saat bernyanyi. Metode Eksplorasi Kegiatan penjelajahan yang dilakukan dengan tujuan menemukan sesuatu yang menarik perhatian, memberikan kesempatan untuk memahami, melihat, dan merasakan disebut eksplorasi. Menurut Sari . metode eksplorasi dapat dimulai dengan menemukan dan memahami masalah terlebih dahulu, kemudian dianalisis dan selanjutnya membuat kesimpulan. Penerapan metode eksplorasi disini digunakan untuk melatih ekspresi wajah dan koreografi dalam membawakan lagu Legendha Gunung Kelud yang dilakukan pada pertemuan 14 hingga Hal ini bertujuan untuk menciptakan variasi baru dalam belajar agar proses latihan tidak monoton dan tidak membosankan. Sebelum itu, anggota paduan suara harus memahami terlebih dahulu tentang cerita dan makna yang terkandung dalam lagu Legendha Gunung Kelud. Selanjutnya anggota bersama dengan pelatih berdiskusi serta mengeksplor pemikiran bersama untuk menentukan bagaimana ekspresi yang cocok pada bagianbagian lagu Legendha Gunung Kelud dan bagaimana gerakan atau koreografi yang sesuai dengan lagu tersebut. Metode eksplorasi yang diterapkan paduan suara Lamba Voice membantu para anggota untuk mengembangkan kreativitasnya, melatih penghayatan dan interpretasi lagu dengan baik. Metode Ceramah Pada kegiatan penutup setelah selesai latihan, pelatih akan melakukan evaluasi bersama menggunakan metode ceramah. Menurut Djamarah . metode ceramah adalah suatu cara yang dilakukan oleh guru dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa, dengan tujuan untuk menyampaikan keterangan atau uraian tentang suatu pokok persoalan dalam kegiatan Sesi evaluasi dilaksanakan disetiap pertemuan setelah selesai latihan. Evaluasi berarti pengukuran dan perbaikan suatu kegiatan seperti membandingkan dan menganalisis hasil aktivitas. Melalui proses evaluasi, pelatih dan anggota paduan suara dapat menguji efektifitas, produktifitas, dan ketercapaian target dalam setiap latihan. Selain itu tujuan dilakukan evaluasi adalah untuk mengumpulkan Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare data dan membandingkannya dengan standar tujuan yang ingin dicapai, seperti mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran yang telah dicapai anggota paduan suara, kemudian mengetahui perbandingan dari sebelum dan sesudah dilakukannya latihan, dan mengetahui kesulitan atau kendala yang dihadapai pada saat latihan. Sehingga dari hal-hal tersebut menjadi catatan yang perlu diperhatikan dan diperbaiki pada latihan selanjutnya, sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil Belajar Dari Penerapan Metode Pembelajaran Lagu Legendha Gunung Kelud Pada Paduan Suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri Hasil belajar didapat setelah melakukan kegiatan latihan dan memperoleh keterampilan maupun kecapakan dari materi yang telah dipelajari melalui serangkaian metode pembelajaran tersebut. Menurut Bloom dalam (Sudjana, 2011:. hasil belajar dalam proses pembelajaran digolongkan kedalam tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar yang dimaksud dalam hal ini adalah hasil yang telah dicapai anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri setelah mereka melakukan proses pembelajaran hingga sampai pada penguasaan materi lagu Legendha Gunung Kelud secara menyeluruh. Hasil belajar yang diperoleh anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri dari proses pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud, terdiri atas unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah Kognitif Ranah kognitif berhubungan dengan dengan penguasaan intelektual seperti kemampuan penalaran atau proses berpikir. Dalam hal ini, selama anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare melakukan proses pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud yang dikaitkan dengan hasil belajar kognitif, memberikan pengaruh berupa perubahan dari segi ilmu dan pengetahuan terhadap unsur-unsur bernyanyi seperti teknik vokal dan teknik pernapasan. Pemahaman anggota paduan suara mengenai konsep teori teknik vokal menjadi bertambah, yang meliputi artikulasi, intonasi, phrasering, resonansi, dinamika, dan ekspresi. Selain itu, menambah wawasan anggota paduan suara Lamba Voice mengenai macam-macam teknik pernapasan dalam beryanyi serta meningkatkan kemampuan dalam membaca notasi lagu Legendha Gunung Kelud. Ranah Afektif Ranah afektif merupakan hasil belajar yang berkaitan erat dengan sikap, nilai, minat, serta berbagai emosi atau perasaan . Menurut Yaqin . ranah afektif adalah hasil belajar terkait sikap dan norma belajar serta memiliki peranan untuk mengasah kemampuan rasa dari peserta didik. Tipe belajar afektif yang Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 dimaksud disini tampak dalam berbagai sikap seperti atensi atau perhatian anggota paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri dalam menyikapai materi yang telah dipelajari saat latihan lagu Legendha Gunung Kelud. Selain itu, juga tampak dari tumbuhnya minat anggota paduan suara untuk berlatih, sikap bekerja sama, dan sikap disiplin pada saat proses latihan. Ranah Psikomotorik Ranah psikomotorik berkaitan dengan penerapan yang lebih menjurus pada kegiatan yang bersifat mempraktikkan hasil perolehan. Menurut Sudjana . ranah psikomotorik adalah hasil belajar yang berkenaan dengan keterampilan . dan kemampuan bertindak atau berperilaku seseorang individu setelah ia menerima pengalaman belajar. Dalam tahap ini anggota paduan suara suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan materi yang telah dipelajari dari proses latihan menjadi sebuah keterampilan yang diterapkan secara nyata. Contohnya kemampuan dalam menyanyikan lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan teknik vokal dan teknik pernapasan yang benar, serta diimbangi dengan keterampilan gerak atau koreografi. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dari penelitian tentang Metode Pembelajaran Lagu Legendha Gunung Kelud Pada Paduan Suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri, dapat disimpulkan sebagai berikut : Metode pembelajaran lagu Legendha Gunung Kelud yang diterapkan oleh paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri ini terdiri dari 3 tahapan yaitu kegiatan awal, inti, penutup. Pada kegiatan awal berupa pemanasan fisik, pernapasan, dan vokal. Pada kegiatan inti, berlatih teknik vokal seperti artikulasi, dinamika, intonasi, phrasering, resonansi, ekspresi, serta belajar membaca partitur lagu Legendha Gunung Kelud. Lalu pada kegiatan penutup, dilakukan evaluasi bersama dari proses latihan yang telah dilakukan. Pelatih menggunakan 5 jenis metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi, kerja kelompok, drill, eksplorasi dan ceramah. Metode demonstrasi digunakan untuk mempraktikkan bagaimana cara membentuk teknik vokal dan teknik pernapasan yang baik ketika bernyanyi. Metode kerja kelompok berguna untuk melatih kerjasama dan kekompakan antar anggota agar semakin menyatu dan selaras. Kemudian pengulangan latihan yang diterapkan dalam metode driil bertujuan agar anggota paduan suara mampu membentuk suatu kebiasaan bernyanyi lagu Legendha Gunung Kelud menggunakan teknik vokal dan pernapasan yang benar dan lancar. Metode eksplorasi, bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anggota paduan suara dalam menciptakan ekpresi, penghayatan, dan koreografi pada saat membawakan lagu Legendha Gunung Kelud. Lalu metode ceramah yang digunakan saat evaluasi Amelia Hertha Cahyani Mtode Pembelajaran Lagu Legenda Gunung Kelud Pada Paduan Suara LambaVoice SMA Negeri 1 Pare bertujuan untuk menyampaikan keterangan atau uraian tentang suatu pokok persoalan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar yang dicapai paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif berupa pemahaman tentang makna lagu, teknik vokal dan pernapasan dalam bernyanyi. Pada ranah afektif terbentuk nilai sikap yang baik dari pembiasaan latihan paduan suara. Pada ranah psikomotorik, anggota paduan suara terampil dalam mengolah ekspresi dan koreografi saat membawakan lagu Legendha Gunung Kelud. Peneliti memaparkan beberapa saran bagi ekstrakurikuler paduan suara Lamba Voice, diharapkan tetap mempertahankan nama baik yang telah dicapai serta menjadi wadah peserta didik SMA Negeri 1 Pare Kediri dalam menyalurkan minat dan mengembangkan bakatnya dibidang seni. Bagi pelatih dihimbau untuk terus memotivasi peserta didik agar lebih aktif mengasah keterampilan mereka dalam Bagi anggota paduan suara Lamba Voice, diharapkan konsisten dalam berlatih menggunakan teknik yang telah diajarkan pelatih agar semakin berkembang dan dapat mengikuti kompetisi paduan suara di tingkat regional, nasional maupun internasional. Bagi para pembaca, masih terbuka kesempatan dan peluang untuk meneliti serta mengembangkan fokus lain dari subjek yang sama, seperti mengenai tinjauan aransemen paduan suara Lamba Voice SMA Negeri 1 Pare Kediri pada lagu Legendha Gunung Kelud. DAFTAR RUJUKAN Adi Nugroho. Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Teori Konstruktivisme Berbasis Media Wondershare Quizcreator. Semarang: UNNES Banoe. Kamus Musik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Djamarah. dan A. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Rineka Cipta. Gunarno. Metode Pembelajaran Paduan Suara One Voice SMP Negeri 1 Surabaya Dalam Rangka Karangturi International Choir Competition 2019. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Harjanti. Manajemen Ekstrakurikuler Seni Budaya dalam Mewujudkan Mutu Pendidikan SMP. Yogyakarta: Media Manajemen Pendidikan. Kartika. Metode Latihan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Airlangga Oleh Yosafat Rannu Leppong Dalam Tinjauan Direksi. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. PML A-21 Pusat Musik Liturgi. Menjadi Dirigen II: Membentuk Suara (Edisi Revis. Yogyakarta: Percetakan Rejeki Yogyakarta. PML A-22 Pusat Musik Liturgi. Menjadi Dirigen i: Membina Paduan Suara (Edisi Revis. Yogyakarta: Percetakan Rejeki Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sendratasik. Vol. 13 No. Juni 2024 ISSN 2828-9218 Prier. Kamus Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Putri. Metode Latihan Paduan Suara Smasa Choir Blitar Dalam Rangka Lomba Paduan Suara Universitas Airlangga 2018. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Putri. , & Handayaningrum. Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Musik Sebagai Implementasi Konsep Merdeka Belajar. Surabaya: UNESA Sari. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dengan Metode Eksplorasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Shilviana. , & Hamami. Pengembangan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Simanungkalit. Teknik Vokal Paduan Suara. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.