TEMPAT SUCI SEBAGAI PUSAT PERHATIAN POLITIK Sultan Isma'il dan pengagungan Maw!ana Idris I di Maw lay Idris da!am Jaba! Zarhun Oleh DR Herman Leonard Beck Sampai sekarang setiap tahun sangat banyak orang Maroko baik dari dekat maupun dari jauh datang ke kota Maw lay Idris yang berada da!am J abal Zarhun pada kesempatan mawsim Idris I. Kelihatannya adanya perayaan tahunan ini menjelma karena perilaku orang mistik yang termasyhur yang bemama 'Abdal-Qadir al-'Alami al-Idrisi . eninggal dunia pada tahun 1. Orang tersebut lebih dikenal sebagai Qaddur al-'Alami. Sebetulnya keturunan Idris I ini tinggal di kota Miknas yang terletak kira-kira 30 kilo dari kota Maw lay Idris, tetapi setiap hari Jum'at dia biasa mendirikan salat pada maka. 'TI nenek moyang Idris I di Maw lay Idris. 1 Pada suatu tahun yang kering sekali penduduk Miknas datang kepadanya memajukan permintaan untuk menjadi perantara kepada Allah. 'Abd al-Qadir a!-'Alarni memerintahkan teman-teman sekotanya untuk berjAalan ke Mawlay Idris dengan prosesi yang khidmat. Orang Miknas melaksanakan nasihat 'Abd al-Qadir a!-'Alami. Permohonan mereka ditanggapi, dan sejak itu penduduk Miknas menziarahi makam Idris I pada setiap tahun. 2 Demikianlah, kubur orang suci ini menjadi pusat pemujaan dengan banyak upacara agama, yang paling menyolok adalah mawsim tahunan. Dalam lintasan waktu mawsim untuk menghormati Idris I ini mengalami beberapa perubahan. Pada permulaannya hanya ada satu perayaan yang diselenggarakan oleh penduduk Miknas. Fas. Jaba! Zarhun dan daerah sekelilingnya. Sebagai akibat dari kontroversi antara penduduk Fas dan Miknas tentang pimpinan upcara, sekarang mawsim ini terdiri dar-dua pesta yang masing-masing dirayakan tidak Jama satu setelah yang Jain. Se!ama ini mawsim Idris I dirayakan pada bulan mei, tetapi pada waktu ini pesta itu terjadi pada akhir bulan September. Bermacam-macam upacara korban seperti sapi jantan dan binatang Jain berubah, ada yang menjadi hadiah ada jug a yang dilarang. Peranan yang dimainkan pada waktu mawsim ini oleh tarikat-tarikat agama, seperti tarikat 'Alamiyya, tarikat 'Isawa dan tarikat Hamadsha, juga tidak Jagi 3 Bagi penduduk Fas yang setiap tahun merayakan pesta Idris II, yang adalah putra Idris I dan yang dianggap sebagai pendiri kota Fas itu, menziarahi makam ayahnya di kota Mawlay Idris, yang terletak kira-kira 60 kilo dari kota mereka. Buret. : "Sidi Qaddur al. Alami", dalam: Hesperis, 25 . , h1m. 85-92, hlm. 87 dll. Ben Talha. Abdelouahed: Mou!ay-ldriss de Zezhowi. Quelques aspects de la vie sociale et familiale. Rabat 1965, hlm. 116 dll. Reysoo. Fenneke: Des moussems du Maroc. Une approche anlhropologique de fetes Disertasi Nijmegen 1988, hlm. 182 dll. Ben Talha, o. , 117 dll. pada waktu Westennarck. : Ritual and belief in Morocco. 2 V. New Yorlc . ada pemtulaannya: London 1. , 1176 mawsim Idris I masih terjadi pada bulan mei. Untuk Hamadsha, juga lihat: Herber. : "Les Hamadcha et !es Dghoughiyyin. Une fete 'a Mou!ay Idris . ", dalam: Hesperis, 3 . , hlm. merupakan bagian dari kewajiban menjalankan upacara agama untuk menghormati orang suci kota mereka sendiri. Perubahan-perubahan apa pun yang terjadi dalam cara perayaan mawsim ini. Idris I selalu menduduki ternpat pusat dalam perayaan ini. Dia dianggap orang yang bertanggung jawab atas pendirian secara definitif agama Islam ortodoks di Maroko, dan yang bertanggung jawab penciptaan kerajaan Maroko yang pertama yang besar dan yang homogen. Bahwa dia keturunan langsung dari Nabi Muhammad merupakan satu faktor yang penting juga. Semua faktor ini mungkin memberi sumbangan bagi perkembangan mawsim tersebut ke dalam salah satu perayaan agama tahunan yang terpenting di Maroko. Tidak hanya raja-raja Maroko berperan serta dalam perayaan itu atau mengirim wakil mereka, 5 residen-general Prancis pun atau wakilnya yang rnengambil bagian dalam pesta ini menjadi bukti pentingnya perayaan ini. 6 Menurut pandangan kekuasaan Prancis perayaan tahunan mawsim mempunyai pengaruh yang dernikian besar sehingga pada tahun 1955 - satu tahun sebelum kemerdekaan Maroko - mereka melarang penduduk merayakan pesta ini. 7 Jelaslah bahwa kekuasaan Prancis itu menilai secara tepat arti politik dan arti propaganda dari perayaan ini, dari kenyataan bahwa mawsim Idris I dipakai oleh Partai Nasional Maroko untuk menyebarkan berita resolusi yang diterima pada rapat mereka di seluruh negeri. Hasan II yang memerintah Maroko sejak tahun 1961 menyadari akan kepentingan nasional untuk menghormati Idris I sebagai terlihat dari pernyataan hormat terhadap orang suci ini yang ditunjukkannya pada tahun 1968. 9 Dengan cara bertindak ini raja Maroko mengikuti jejak banyak nenek moyangnya dari dinasti 'Alawi . ulai dari tahun 1664 sampai sekaran. yang menunjukkan penghormatan mereka terhadap Idris I dengan memperindah tempat keramatnya. Dalam ha! ini yang paling bertanggung jaw ab pada pernbangunan makam Idris I dan sekelilingnya adalah Sultan Isma'il. Sultan Isma'il . 2 - 1139/1672 - 1. termasuk shurafa' 'Alawi yang keturunan Nabi Muhammad melalui Muhammad al-Nafs al-Zakiyya kakak Idris I. Pada akhir abad ketiga belas nenek rnoyang shurafa' 'Alawi datang dari Y anbu' yang ada di Jazirah Arab, ke daerah Tafilalt di Maroko Selatan dan mendirikan rumahnya di kota Sidjilmasa. 10 Sampai abad ketujuh belas orang 'Alawi berdiam di tempat ini sebagai Salmon. G: "Leculte de Moulay Idris etla mosquee des O,orla deFes", dalam" Archives marocaines, 3 . , hlm. 413-429, hlm. Lihat misalnya: Nordafrika. Tripolis. Tunis. Algier. Marokko. Baukunsl Landschaft. Volksleben. Aufnahmen von Lehnen und Landrock und eine Einleitung von Ernst Kiihnel. Berlin . , potret hlm. Misalnya" Salmon. Georges: "La via religiuous au Marcole grandmousuem de Moulay-Idriss et la signification des fetes musulmanes", dalam Bulletin d'in formation et de documentation, 15 Sept. 3-5, hlm. Ben Talha, o. , hlm. 136 catatan 66. Halstead. John P. : Rebinh of a nation. The origins and rise of Moroccan nationalism, 1912-1944. Cambridge. Massachusetts 1969, hlm. Lihat misalnya potret-potret dalam: Al-Walha'iq. Madjmu'at walha 'iqiyya dawriyya tasdaruha mudirat al-walha'iq al-malikiyya. I Al-Ribat 1396/1976 antara him. Llhat misalnya: al-Qadiri, 'Abd al-Salam b. al-Tayyib: Al-Durr al-sani fiba'd man bi-Fas min ah! al-nasab al-Hasani. Diperiksa dan diperbaiki oleh P. Sj. van Koningsveld dan H. Beck . asih naska. A 4. al-'Alawi. Ahmad b. 'Abd al-'Aziz: Al-Anwar al-Hasaniyya. Diperiksa dan dipexbaiki oleh 'Abd al-Karim al-Filali, . l-Muhammadiyya, t. ), him. 26 dll. al-Yafrani. Muhammad al-Sughayyir: Rawdat al-ta'rif bi-mafakhir mawlana Isma'il al-Sharif. Diperiksa dan diperbaiki oleh Abd al-Wahhab Ibn Mansur. AI-Ribat 1382/1962,hlm. keluarga suci yang bertindak selaku penengah dalam persengketaan antara berbagai kelompok penduduk Tafilalt clan membantu mereka mendamaikan. 11 Kira-kira pada tahun 1630 penduduk Tafilalt bertanya kepada al-Sharif, orang yang pada waktu itu adalah pemimpin shurafa' 'Alawi, menerima pimpinan daerah Maroko ini. Menurut pandangan mereka, al-Sharif terutama cocok untuk pimpinan, karena dia selain keturunan Nabi dari segi ayahnya, dia adalahjuga keturunan "marabut" . aitu, orang yang mempunyai kekuasaan dan kekuata. , yang terkenal di daerah itu, dari segi ibunya. Perntlntaan itu dikabulkan oleh al-Sharif, dan dia berhasil menyatukan Tafilalt. Tetapi, yang bertanggung jawab terhadap dasar atas kekuasaan shurafa' 'Alawi di luar batas Tafilalt, adalah al-Rashid putra al-Sharif. Dalam sepuluh tahun al-Rashid mempersatukan Maroko, yang dahulu terpecah-pecah, ke dalam satu kerajaan. Untuk pekerjaan ini dia memanfaatkaI1 keturunan ningratnya pada waktu dia dihadapkan pada lawannya yang menuntut tahta yang bukan keturunan ningrat. 13 Oleh karena itulah al-Rashid dianggap sebagai raja yang pertama dan yang sebenarnya dari dinasti 'Alawi. Akan tetapi pada tahun 1672 kematiannya telah membuka kelemahan kesatuan yang diciptakannya, dan kematiannya telah membuka jug a perpecahan yang pada waktu itu masih ada di Maroko. Sultan Isma'il, adik al-Rashid dan penggantinya, memerlukan waktu seperempat abad sebelum dia berhasil menyatukan kembali kerajaan Maroko di bawah satu malikota. Denga. TJ. menetapkan kekuasaan dan mempertahankannya kel. Sultan Isma'il terpaksa mempertirnbangkan bermacam-macam faktor, beberapa di antaranya ri saya bica,-akan di sini. Selama pemerintahan al-Rashid. Isma'i! adalah gubemur Fas al-Djadid. Lima hari sesudah pengumuman kernatian al-Rashid, pada 11 Dhu'!-Hidjdja 1082/9 April 1672, penduduk: kota Fas bersumpah setia kepada Isma'il. Upacara resmi ini dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat termasuk yang terhormat, yang ulama dan yang shuraf a' kota ini. 14 Al-Yafrar1i . ang sering ditransliterasLan dengan al-Ifrani atau al-Wafrani atau al-Qufrani, tckoh yang hidup pada 1080 sampai sesudah 1153/1669 sampai sesudah 1. ia menulis riwayat hidup Sult an Isma'il atas permintaan salah seorang menteri Sultan Isma'il. Al-Yafrani menyatakan dalaJn karyanya tentas1g keturuJ1an ningrat raja Maroko ini, perbuatrumya yang termasyhur, da, kekuasaannya yang penuh kebaikan. 16 bahwa Morsy. Magali: "Millay Ismanil OU l'instauration de i'Etat nalawite", dalam: Les Africains, sous la direction de O,arles-Andre Julien c. !Y. Paris 1977, hlm. 131-163, hlm. Al-Yafra'l. Rawdat al-ta'rif, p. Mercer. Patricia Ann: Political and Military Developments within Morocco during the Early 'Alawi Periode . 9-17YI). Dise. rtasi di diterbit. Universitas London 1974, hhn. Al-Yafrani. Rawdat, al-ta'rif, hlm. 47 dll. Rawdat al-ta'rif, sudah disebut dalam catatan 10 dan 14, juga tezkenal seperti al-Zill al-warif fi mafak. 'ur mawlana Isma'il b. al-Sharif. Untuk al-Y afran lihat: Levi-Provencal. : Les hist. oriens des chorfa. Essai sur la litterature historique ct biographique au Maroc du XVIe au XXe si'ecle. Paris 1922, hhn. 112 dll. : Lakhdar. Mohammed: La vie ire au Maroc sous la dynastie na1awide . 5-1311=1664-1. Rabat 1971, hhn. 178 dll. Mercer, op. ,16: ". a short and thin biography of lsm. nl/4!, which grants greater detail to the safe topics of lsml3,-,l/4l's ancestry, and to the preliminary M!awl/4 history, than to events of the sultan's own day, was tossed of as a form of insurance, to counter the possibility that the author's major work night bring rum into ill-favor at court. orang pertama yang meretakkan bay'a itu adalah penduduk Fas. 17 Sekali lagi, dapat dilihat bahwa orang-orang shuraf a' memainkan peranan yang penting dalam perjuangan kemerdekaan kota Fas. Barangkali mereka jugalah yang mengambil inisiatip untuk pemberontakan ini. 18 Sultan Isma'il memimpin mengepung kota Fas. Sesudah perlawanan yang panjang penduduk Fas menyetujui menerima sekali lagi pemerintahan Sultan Isma'il. Selama perundingan perdamaian, yang bertindak selaku penengah antara penguasa dan penduduk kota Fas antara lain adalah shuraf a'. Sultan Isma'il memasuki Fas dengan kemenangan pada 19 Radjab 1084/30 Oktober 1673. Satu hal yang menarik adalah bahwa, sesudah beberapa hari . ada 22 Radjab 1. khatib mesjid al-Qarawiyyin, yaitu mesjid terpenti'ng di kota Fas, yang bemama Muhammad Bu'inani, digantikan oleh pengikut Sultan Isma'il, yang bemama kadi Muhammad al-Hasan al-Madjdjasi. 20 Tetapi selama pemerintahan Sultan Isma'il hubungan antara dia dengan penduduk kota Fas tetap ambivalen dan tegang. Barangkali inilah merupakan salah satu alasan Sultan Isma'il untuk pada tahun 1677 menyatakan bahwa kota Miknas adalah ibu kota kerajaannya. Selain pada kota-kota yang penduduknya suka melawan. Sultan Is'mail dihadapkan pada kantongAkantong perlawanan di daerah pedesaan. Zawiya-sawiya - yaitu pondok yang diperintah oleh orang-orang marabut yang besar kekuatannya - dianggap oleh raja Alawi ini sebagai ancaman yang berat untuk pusat kekuasaan. Yang merupakan bahaya yang paling besar adalah orang-orang marabut yang bisa menyatakan dirinya berhak atas keturunan Nabi, dan yang berhasil mendapatkan pertolongan suku-suku bangsa, yang sangat kuat, dan yang berhasil menimbulkan kesan kesalehan dan 22 Sultan Isma'il mengambil tindakan dua macam terhadap orang-orang marabut semacam itu: yaitu dia mencoba memastikan kesetiaan mereka atau dia memecat mereka. Zawiya Dila', yaitu suatu pusat kebudayaan dan pengetahuan dengan banyak pengaruh di pegunungan Atlas Tengah, adalah salah satu lawan yang hebat bagi Sultan al-Rashid pada waktu ia menyatukan dan mendamaikan Maroko. Oleh karenanya, pada tahun 1079/1668 al-Rashid merusak zawiya ini. Penduduk zawiya ini dibubarkan, diusir ke seluruh pegunungan Atlas Tengah, tetapi mereka, yang terpelajar, dipindahkan ke kota Fas. 23 Jelaslah bahwa pondok agama yang pernah sangat berpengaruh ini masih mampu mempesona suku pegunungan Atlas Tengah sehingga pada tahun 1088/1677 salah seorang Dila'i berhasil menghasut beberapa Al-Yafrani. Rawnist, al-ta'rif, 52. Lihat Berque. Jacques: Al-Yousi. Probl'emes de la culture marocaine au XVIl-'eme si'ecle. Paris-La Haye 1958, hlm. Al-Yafrani. Rawdat al-ta'rif, hlm. orang yang sama: Mohammed esseghir ben elhadj ben abdallah El-Oufrani: {Nuzhat al-hadi bi-akhbar muluk al-qam al-had. Nozhet elhadi, histoire de la dynastie saadienne au Maroc . Ed. et trad. Houdas. 2 T. Paris 1888-1889, 305/505. Al-Qadiri. Muhammad b. al-Tayyib: Nashr al-mathf3ni Ii-ah! al-qarn al-hadi 'ashr wa 1-thani. Diperiksa dan diperbaiki oleh M Hadjdji dan A. al-Tawfiq. 4 J. Al-Ribat 1397-1406/1977-1986. II 210. Mercer, op. , 107. Terrasse. : Histoire du Maroc des origines a l'etablissement du Protectorat fran,ais, 2 T. Casablanca . II 264. Hamrnoudi. : "Saintete, pouvoir et societe: Tarngrout aux xvne et XVie si'ecles", dalarn: Annales , 1980, hlrn. 615-641, hlrn. Morsy, op. , 138. Lakhdar, op. , 49. suku daerah ini untuk memberontak. tetapi pemberontakan tersebut dapat dikalahkan oleh Sultan Isma'il. 24 Raja ini mencoba menghilangkan daya tarik, yang dimiliki oleh zawiya tersebut, dari ingatan pendudulc daerah itu, dengan membantu saha memperkembangkan pengagungan Abu Ya'za. Untuk menghormati org suci dari Berber. Sultan Isma'il mendirikan suatu zawiya. Menurut prasasti yang terdapat dalam makamnya, pembangunannya diselesaikan pada tahun 1102/1691. Orang-orang marabut zawiya yang kesetiaannya diperlulcan oleh Sultan Isma'il, diundang untuk datang ke kota Miknas. Dari reaksi murid marabut, dapat disimpulkan bahwa perjalanan kota tersebut dianggap agak berbahaya. Murid pemimpin keagamaan zawiya Tamgrut, yang_ merupakan pusat tarikat keagamaan Nasiriyya, diliputi perasaan kecemasan pada waktu pemimpin mereka berangkat ke istana kerajaan. 2 6 Ketergantungan marabut kepada Sultan Isma'il yang dipertunjukkan itu, dianggap sangat penting, karena walaupun Tamgrut sendiri dapat dicapai dengan mudah oleh tentara Sultan, zawiya yang lain, yang juga merupakan cabang dari tarikat Nasiriyya, sering berada di tempat, yang sangat strategis dan yang sebenamya tidak mungkin dimasulci. Perjalanan sharif Muhammad, yang adalah pemimpin tarikat keagamaan W azzan, ke istana Miknas, biasanya jug a dianggap sebagai tanda tundulc tarikat Wazzaniyya terhadap Makhzan, yaitu istilah Maroko untulc pusat kekuasaan. Menurut pendapat tradisional pemimpin-pemimpin tarikat keagamaan ini, yaitu yang merupakan zawiya pusat yang ada di kota Wazzan, adalah setia luar biasa kepada Makhzan' Alawi," dan mereka berusaha untuk mempropagandakan kekuasaan ini, mereka bertindak sebagai imbangan pengaruh melawan zawiya-zawiya, yang kuat di Maroko Utara dan di pegunungan Rif. Orang-orang marabut tarikat Sharqawa, yang pusatnya di kota Bujad di pegunungan Atlas, memiliki arti politik yang sama untuk Sultan Isma'il. Pada waktu kesetiaan tarikat keagamaan ini sudah menjadi pasti. Sultan Isma'il berusaha agar pada waktu itu, zawiya dengan makam nenek moyang menjadi salah satu tempat suci yang penting di Maroko. Sharqawa sendiri diperlakukan secara terhormat oleh Sultan Isma'il. Mereka membalas perlakuan dari Sultan tersebut dengan mengawasi daerah yang sulit diawasi oleh pusat kekuasaan ini. Tetapi orang-orang marabut yang tidak bersedia memenuhi kehendak Sultan Isma'il, mereka dikejar oleh Sultan Isma'il tanpa rasa belas kasih. Contoh yang baik dari pihak politik Sultan Isma'il terlihat dalam pengalaman marabut Tasaft, yang bernama sharif al-Hadj Ibrahim al-ldrisi al-Zarhuni. Pada tahwi 1125/1713 dia diundang ke kota Miknas mengadakan kwijungan untuk memberi kehormatan kepada Al-Qadiri. Nashr al-mathj3ni. II 229-230. Loubignac. : "Un saint berb'ere: Moulay Bou r. A-zza. Histoire et legende", dalam: Hesperis, 31 . , 15-34, him. 17, 21. Morsy, op. , 142. Hammoudi, "Saintete", hlm. 631 dll. Tetapi lihat untuk pendapat dengan lebih nuansa: Herman Beck: "Plier ou etre ecrase: les relations entre Mawlay Isma'il, sultan du Maroc, et Mawlay al-Tihami, sharif de Wa-zzan", dalam" Studia Islamica, 69 . , hlm. Eickelman. : Moroccan Islam. Tradition and society in a pilgrimage center. Austin-London 1976, istana. Orang marabut tersebut mengabaikan undangan ini clan akibatnya dia terpaksa melarik:an diri dari zawiyanya yang berada di pegunungan Atlas Tinggi, sebelum tentara Sultan Isma'il mendekatinya dengan cepat. Orang marabut itu tidak pemah kembali melihat pondok keagamaannya. Sultan Isma'il masih memiliki senjata lain dalam perjuangannya melawan musuhnya. Dari permulaan pemerintahannya dia menghadapi orang-orang shurafa', yang terus bertambah jumlahnya dan yang tidak bisa diawasi. 31 Status sharif menarik baik karena hak-haknya berkat menjadi keturunan Nabi, 32 maupun, terutama sekali, karena sangat diperlukan oleh setiap orang yang sedang berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan otonomi. Jadi, yang nting untuk raja 'Alawi ini adalah pengawasan terhadap keterangan tentang siapa saja yang menuntut status ningrat - dengan hak atau tanpa hak - . Salah satu karya yang pertama-tama tentang keturunan Nabi di kota Fas yang berasal dari jaman Sultan Isma'il adalah Al-Durral-sani fi ba'd man bi-Fas min ahl al-nasab al-Hasan )Mutiara murni tentang siapa di kota Fas dari keturunan al-Hasa. Pada tahun 1090/1680 karya ini ditulis oleh 'Abd al-Salam b. al-Tayyib al-Qadiri atas permintaan orang-orang shuraf a' kota Fas. Di hadapan Sultan lsma'il, dalam menjawab pertanyaan kadi kota Sidjilmasa, yang bernama Abu Marwan 'Abd al-Malik al-Tadjammu'ti, mereka terpaksa mengakui bahwa pengetahuan mereka rnengenai keturunan Idris II, putra Idris I, sama sekali tidak cukup. 33 Al-Durr al-sani yang ditulis oleh 'Abd al-Salam al-Qadiri menjadi buku standar tentang shurafa' kota Fas. Kepentingan yang dihubungkan dengan keaslian keturunan ningrat menjadi jelas dari nasihat yang dirninta oleh Sultan Isma'il kepada Muhammad b. 'Abd al Qadir al-Fasi. Muhammad b. 'Abd al-Qadir adalah sarjana terkenaldi kota Fas, dan dia mengetahui benar-benar tentang silsilah. Lagi pula dia adalah kadi kota Fas. Raja 'Alawi mengajukan pertanyaan tentang pemberontak di Pegunungan Rif, yang berada di Maroko Utara, kepada Muhammad b. 'Abd al-Qadir. Salah seorang perwira Sultan Isma'il berjuang dengan sengitnya melawan pemberontak, yang menyatakan haknya atas status shurafa ', karena mereka adalah kcturunan dari 'Abd al-Salam b. Mashish, yang merupakan seorang suci yang penting di Maroko dan yang adalah cucu Idris I. Sultan Isma'il ingin agar Mahammad b. 'Abd al-Qadir memberikan pendapatnya tentang persoalan yang sulit, yaitu apakah pemberontak tersebut adalah kaum shuraf a' atau bukan? 34 Sayanglah, walaupun jawaban sarjana Fas ini tidak dikenal, yang jelas bahwa kepastian tentang keningratan warganegara Maroko merupakan suatu hal yang sangat Justinard: La rihla du marabout de Tasaft. Sidi Mohammed ben el Haj Brahim ez Zerhouni. Notes sur l'histoire de !'Atlas. Texte arabe duXVie si'ecle traduit et annote par le colonel Justinard. Paris 1940, 15 dll. Sebti. Abdelahad: Aristocratie citadine, pouvoir et discours savant au Maroc pre-colonial. Contribution 'a une relecture de la litterature genealogique fassie (XV e-debut du XXe si' ecl. These de Doctorat de 3e Cycle, yang tidak diterbitkan. Histoire et Civilisation. Universite de Paris VII, 1984, him. Lihat misalnya: Herman Beck: "Sultan Ismai!l en de nakomelingen van de Profeet Mohammed. Religie en Realpolitik in Marokko rood het jaar 1700", dalam: Nederlands Theologisch Tijdschrift, 40 . , him. 1-13, him. 8 dll. Al-Qadiri. Nashr al-mathj3ni, ill I 13. Beck, "Sultan Ismai!l", him. 9 dll. kepastian tentang keningratan warganegara Maroko merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Sultan lsma'il. Selama pemerintahannya, raja Maroko ini menugaskan beberapa orang untuk mendaftar shurafa', misalnya sharif al 'Alami al-Tiharni lbn Rahmun, yang pada tahun 1105 atau 1121/1693 atau 1708 menulis karyanya Shudhur al-Dhahab fi khayr al-nasab (Pecahan-pecahan emas di dalam keturunan yang paling 35 Pada tahun 1121/1708 Diwanfi nasab al-ashraf yang sekali lagi penulisnya adalah shurafa' 'Alami, selesai ditulis. Shurafa' 'Alarni, yang merupakan cabang shurafa' Idris I, mempunyai banyak kekuasaan di Maroko Utara. 36 Inventarisasi dan pendaftaran silsilah shurafa' tidak hanya dimaksudkan sebagai karya kesalehan. Ketika didaftarkan orang yang betul-betul keturunan Nabi. Sultan Isma'il bisa mengecek secara lebih baik pembayaran dari perbendaharaan negara kepada mereka. Tetapi, alasan yang terpenting adalah bahwa pendaftaran tersebut memberi kepada Sultan Isma'il suatu alat yang lebih baik untuk melawan tuntutan keningratan marabut dan untuk melawan zawiya yang digerakkan oleh raja ini secara lebih baik. Dari uraian di atas menjadi jelas bahwa Sultan Isma'il secara sadar mengikuti politik yang berkenaan dengan zawiya Maroko. Zawiya itu harus menggunakan karisme mereka menghadapi Sultan Isma'il, dan mereka harus bertindak sebagai imbangan kekuatan terhadap unsur-unsur subversip dalarn lingkup pengaruh mereka. Barangkali raja 'Alawi inilah yang sebagian tujuan politiknya berkenaan dengan zawiya Idris I dan J>