Pendampingan Belajar PAI Melalui Program Bimbingan Belajar Ilal Fajri 1. Martin Kustati2. Rezki Amelia3. Gusmirawati4 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang1,2,3,4 ilalfajri511@gmail. com , martinkustati@uinib. id2, rezkiamelia1987@gmail. com3, gusmirawati27@gmail. Abstrak Pendampingan di MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani bertujuan untuk mengurangi kebiasaan tidak produktif, meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, serta membangun pemahaman belajar efektif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Masalah yang dihadapi meliputi rendahnya antusiasme belajar, tidak menyelesaikan tugas, mengantuk saat pelajaran, dan sering meninggalkan kelas. Program ini menggunakan metode Service Learning (SL) melalui tiga tahap: pengenalan konsep belajar efektif, penekanan pada motivasi belajar, dan penerapan ilmu yang dipelajari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap pentingnya belajar giat. Pendekatan bimbingan kelompok yang diterapkan efektif dalam membentuk kebiasaan belajar produktif. Program ini membuktikan bahwa penerapan metode serupa dapat menjadi solusi peningkatan kualitas pendidikan, membekali siswa agar lebih aktif dalam mencari informasi dan memanfaatkan waktu belajar secara optimal. Diharapkan program ini berkelanjutan dan dapat diadopsi secara luas untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik di masa depan. Kata Kunci : Bimbingan Belajar. Metode Service Learning (SL). Pendampingan. PAI Abstract Assistancein MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani aims to reduce unproductive habits, increase motivation and interest in learning, and buildunproductive habits, increase students' motivation and interest in learning, as well as buildunderstanding of effective learning in Islamic Religious Education (PAI). Problems encounteredfaced include low enthusiasm for learning, not completing assignments,sleepiness during lessons, and frequently leaving class. This programThis program uses the Service Learning (SL) method through three stages: introduction to the concept of effective learning, emphasis on learning motivation, and application of the effective learning, emphasis on learning motivation, and application of the knowledge The results showed an increase in students' motivation and understandingthe importance of studying hard. The group guidance approach appliedeffective in forming productive study habits. This program provesthat the application of similar methods can be a solution to improve the quality ofquality of education, equipping students to be more active in seeking information and optimizing theiroptimally utilize study time. It is hoped that this program will be sustainableand can be widely adopted to support better learning in the the future. Keywords : Tutoring. Service Learning (SL) Method. Mentoring. PAI PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar utama bagi setiap negara dalam meningkatkan daya saingnya di tingkat global, baik dalam aspek politik, ekonomi, hukum, budaya, maupun pertahanan (Fitriyah & Nugraheni, 2024. Sembiring & Rohimah, 2021. Yoshida & Kriswandwitanaya, 2. Negara-negara INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 maju selalu memperkuat sistem pendidikan mereka untuk memastikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang berperan penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan (Fadila dkk. , 2023. Ningrum, 2. Di Indonesia, pendidikan memiliki peran fundamental dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan dirancang agar setiap warga negara dapat berkembang menjadi individu berilmu, disiplin, berakhlak mulia, serta berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan bangsa (Kusumawati dkk. , 2. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang unggul bukan hanya tujuan pendidikan, tetapi juga faktor penentu bagi kemajuan suatu negara. Di era modern saat ini, muncul berbagai tantangan baru dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah lemahnya motivasi belajar di kalangan siswa. Fenomena ini juga terjadi di MA Ulya Taruna AlKahfi Kalam Madani, di mana ditemukan beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi belajar. Meskipun mereka datang ke sekolah dengan niat untuk belajar, hanya sedikit yang berhasil menyerap materi pembelajaran secara optimal. Permasalahan ini terlihat dari perilaku siswa yang sering kali tidak hadir di kelas, tidak menyelesaikan tugas dan catatan, mengantuk selama proses pembelajaran, serta kerap meminta izin keluar dari kelas tanpa alasan jelas. Kondisi ini menjadi lebih mengkhawatirkan selama masa persiapan ujian, ketika siswa seharusnya lebih fokus, namun justru menunjukkan sikap yang berlawanan. Situasi ini mencerminkan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mata pelajaran PAI tidak hanya berperan dalam peningkatan pengetahuan agama, tetapi juga berfungsi untuk membentuk karakter siswa, seperti ketaqwaan kepada Tuhan YME, disiplin, dan akhlak mulia (Choli. Nuzli dkk. , 2. Kurangnya motivasi belajar pada siswa akan berdampak negatif tidak hanya pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter secara keseluruhan. Kegiatan pendampingan pembelajaran merupakan salah satu solusi strategis untuk mengatasi masalah motivasi belajar dan kebiasaan tidak produktif di kalangan siswa (Bahri, 2021. Pohan, 2. Program ini sangat relevan dengan tujuan Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan bahwa pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan lingkungan dan proses pembelajaran di mana peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensinya (Qulub, 2019. Ulfah & Arifudin. Hal ini mencakup pengembangan kekuatan spiritual, kecerdasan intelektual, keterampilan praktis, dan akhlak mulia, yang semuanya diperlukan untuk menghadapi tantangan hidup di masa Program ini sangat penting karena tanpanya, kebiasaan buruk siswa akan tetap ada, menghambat pembelajaran, dan menurunkan kualitas pendidikan di sekolah. Situasi ini dapat menyebabkan siswa tidak siap untuk ujian dan sulit untuk mencapai hasil akademik yang memuaskan. Di masa depan, perkembangan pribadi dan profesional siswa dapat terpengaruh oleh kebiasaan buruk seperti mengantuk di kelas, tidak menyelesaikan tugas, dan sering absen. Akibatnya, upaya sistematis diperlukan untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih produktif dan meningkatkan motivasi Program pendampingan di MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani memiliki beberapa tujuan Pertama, program ini bertujuan untuk mengurangi kebiasaan tidak produktif siswa, seperti INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 sering absen, tidak menyelesaikan tugas, dan mengantuk selama pelajaran. Selain itu, program ini juga berupaya meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan demikian, diharapkan siswa dapat membangun pemahaman yang lebih baik tentang konsep belajar yang efektif, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu belajar secara optimal. Melalui bimbingan kelompok yang terstruktur, program ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan buruk siswa menjadi kebiasaan yang lebih produktif. Program ini memiliki rencana pemecahan masalah yang dibuat melalui tiga tahap yang saling Siswa diperkenalkan pada tahap pertama dengan berbagai pendekatan belajar yang dapat meningkatkan minat dan dorongan mereka untuk belajar. Metode-metode ini termasuk simulasi dan diskusi interaktif yang dirancang untuk menunjukkan manfaat belajar. Pada tahap kedua, penekanan diletakkan pada pentingnya dorongan untuk belajar untuk masa depan. Siswa diberi pemahaman tentang bagaimana upaya belajar dapat membuka peluang dan membantu mereka mencapai tujuan. Pada tahap terakhir, mereka diminta untuk menerapkan ide dan pengetahuan yang telah mereka pelajari ke situasi dunia nyata, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mereka dan meningkatkan keterampilan praktis mereka. Diharapkan bahwa program pendampingan akan berdampak positif pada kebiasaan belajar siswa berkat pendekatan yang sistematis ini. METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada siswa di MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani akan digunakan metode pembelajaran interaktif yang mengutamakan partisipasi aktif siswa melalui berbagai kegiatan, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan media digital untuk meningkatkan pemahaman materi (Muharram & Fadly, 2024. Saifuddin & Wathon, 2019. Wibowo, 2. Selain itu, metode bimbingan kelompok akan diterapkan untuk memberikan pendampingan belajar secara bersama-sama, dengan membahas topik-topik khusus seperti strategi belajar efektif dan peningkatan motivasi, sehingga siswa dapat saling mendukung dan belajar dari pengalaman masing-masing, yang mengintegrasikan pembelajaran dengan pengabdian langsung. Kegiatan berlangsung selama tiga minggu dengan tiga tahap pertemuan di ruang kelas dan area Siswa diberikan modul pembelajaran tentang konsep belajar efektif dan alat bantu presentasi, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung proses belajar. Konsep Service Learning (SL) adalah pendekatan yang menggabungkan belajar dengan kegiatan pengabdian masyarakat (Arifin & Mufaridah, 2. Metode ini digunakan di sekolah untuk mengajarkan siswa keterampilan belajar yang efektif dan membantu mereka memecahkan masalah Pendekatan SL mengajarkan siswa keterampilan praktis dan sikap positif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan bimbingan belajar: Pengenalan Konsep Belajar Efektif Pada tahap ini, siswa diperkenalkan dengan ide-ide belajar yang efektif melalui modul pembelajaran dan alat bantu presentasi yang telah disiapkan. Di antara materi tersebut adalah strategi manajemen waktu yang efektif, metode belajar yang efektif, dan pentingnya belajar terstruktur. Untuk menjamin bahwa siswa mendapatkan pemahaman yang memadai, kegiatan ini dilakukan di ruang INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 b. Penekanan pada Motivasi Belajar Kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan kelompok dan motivasi. Siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi tentang faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar serta caracara untuk meningkatkannya. Penggunaan media digital, seperti video inspiratif dan presentasi interaktif, mendukung proses ini agar lebih menarik. Pertemuan dapat diadakan baik di ruang kelas maupun area komunitas untuk menciptakan suasana belajar yang variatif. Penerapan Ilmu yang Dipelajari Siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan teknik belajar yang telah dipelajari secara Mereka didorong untuk menggunakan waktu belajar secara optimal dan menyelesaikan tugastugas dengan baik. Refleksi dan Evaluasi Dalam diskusi akhir, refleksi dilakukan untuk mengukur pengalaman siswa selama program. Hasil diukur dengan melihat perubahan sikap, peningkatan keterlibatan dalam diskusi, dan peningkatan antusiasme untuk belajar. Pengaruh program pada motivasi dan kebiasaan belajar siswa diukur melalui penilaian deskriptif. Adapun alur pelaksanaan kegiatan pendampingan bimbingan belajar kelompok dapat dilihat pada gambar berikut. Pengenalan Konsep Belajar Efektif Penekanan pada Motivasi Belajar Penerapan Ilmu yang Dipelajari Refleksi dan Evaluasi Gambar 1. Alur Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah sasaran dan tujuan kegiatan ini ditentukan, maka akan dimulai dengan menyusun rancangan kegiatan ini. Karena sasaran kegiatannya yaitu para siswa kelas dan materi yang diajarkan yaitu PAI maka pendamping berupaya menyusun suatu kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan efektif dalam kondisi yang menyenangkan sehingga siswa dapat terus termotivasi untuk belajar tanpa diperintah oleh guru (Asmani, 2016. Natali & Pujiono. Octavia, 2020. Rafikasari dkk. , 2021. Uno & Mohamad, 2. Pembelajaran aktif didefinisikan sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa dan melibatkan mereka dalam aktifitas fisik dan mental untuk memperoleh informasi (Indrawati, 2009. Rahayu dkk. Pembelajaran mendorong keaktifan siswa dengan mendorong mereka untuk berpikir aktif dalam kelompok-kelompok kecil dan menciptakan suasana persaingan antar kelompok saat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh kakak kakak guru. pendamping menggunakan alat peraga sederhana untuk mendorong kreativitas siswa. Pelaksanaan menggunakan alat bantu yang digunakan meliputi media pembelajaran digital atau permainan edukatif yang relevan. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Pada tahap awal identifikasi kebutuhan Pada tahap ini, proses identifikasi kebutuhan digunakan untuk memahami masalah yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat. Ini akan menjadi fokus pendampingan. Pembelajaran interaktif dan bimbingan kelompok digunakan dalam pengajaran untuk mendukung siswa. Survei, wawancara, dan observasi dilakukan untuk mengetahui motivasi siswa, tantangan belajar, dan strategi belajar yang Metode pembelajaran interaktif akan mengutamakan partisipasi aktif siswa melalui berbagai kegiatan, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan media digital. Selain itu, akan ada pendekatan bimbingan kelompok yang akan digunakan untuk mendukung belajar bersama, dengan fokus pada masalah seperti strategi belajar yang efektif dan peningkatan motivasi. Untuk menjamin bahwa pendampingan berjalan dengan efektif, dilakukan persiapan alat dan sumber daya, serta penentuan jadwal dan lokasi kegiatan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membuat kegiatan yang benar-benar memenuhi kebutuhan siswa sehingga pendampingan dapat mencapai hasil terbaik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dosinaeng . menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga memiliki efek positif pada siswa. Alat peraga membuat siswa tertarik dan dapat membantu mereka. Tahap kedua pembelajaran yang terintegrasi dengan pelayanan Pada tahap ini pendamping merancang aktivitas yang sesuai dengan tujuan pendampingan, seperti permainan edukatif dan diskusi kelompok, yang dapat merangsang partisipasi aktif siswa. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan tertentu, seperti pemecahan masalah, kerja sama, dan pemahaman materi. Penyusunan mempersiapkan materi pembelajaran dan alat bantu yang diperlukan, seperti lembar kerja, media digital, atau bahan permainan edukatif. Materi disusun agar menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan yang dirancang dalam mata pelajaran PAI mencakup permainan edukatif yang melibatkan tantangan atau teka-teki terkait materi pelajaran, seperti soal tentang sejarah nabi, nilai-nilai Islam, atau etika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diskusi kelompok akan diadakan di mana siswa berbagi ide atau solusi tentang topik-topik penting dalam PAI, seperti pentingnya ibadah, akhlak yang baik, dan pemahaman terhadap ajaran agama. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan, sehingga siswa lebih terlibat dan termotivasi untuk Pendampingan melalui bimbingan kelompok menyediakan sesi di mana siswa didampingi dalam mengatasi tantangan belajar dalam PAI. Pada sesi ini, siswa dibimbing untuk membahas topik khusus seperti strategi belajar yang efektif untuk memahami ajaran Islam, cara mengatasi hambatan dalam praktik ibadah, dan peningkatan motivasi untuk menjalankan ajaran agama dengan baik. Setelah kegiatan selesai, evaluasi diadakan untuk menilai hasil dari kegiatan pembelajaran interaktif dan bimbingan kelompok. Siswa diajak untuk melakukan refleksi bersama tentang apa yang telah mereka pelajari, termasuk pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini membantu untuk mengukur kemajuan siswa dan menentukan langkah perbaikan atau tindak lanjut. Langkah-langkah ini memastikan bahwa kegiatan pendampingan tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan siswa dalam mata pelajaran PAI. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Minggu Pertama Dalam minggu pertama, ada kegiatan pengenalan dan aktivitas awal. Kegiatan pertama adalah permainan edukatif, yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar Pendidikan Agama Islam (PAI). Seperti, kuis interaktif, yang difasilitasi oleh aplikasi atau platform online, memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif dan bersaing dengan teman setim mereka dan setiap kelompok terdiri dari dua anggota atau temen sebangku mereka. Setelah permainan, siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk berbicara tentang nilai-nilai moral PAI dan hasil kuis. Setiap kelompok juga diminta untuk membuat kesimpulan apa yang mereka pelajari dari permainan dan mempresentasikannya kepada Siswa belajar tentang nilai-nilai dasar PAI dan pentingnya kerja sama melalui permainan dan diskusi kelompok. Gambar 2. Siswa menggunakan aplikasi atau platform online selama bimbingan belajar Minggu Kedua Pendalaman materi dan praktik interaktif, kegiatan yang dilakukan mengadakan permainan yang lebih mendalam, seperti "Jeopardy", yang berkaitan dengan tema-tema PAI tertentu, seperti ibadah, akhlak, dan sejarah nabi. Permainan ini dirancang untuk menantang siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cepat. Setiap kelompok membahas topik PAI tertentu, seperti bagaimana menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok diminta untuk memberikan presentasi kepada kelas tentang hasil diskusi mereka. Menggunakan platform pembelajaran online untuk membuat forum diskusi di mana siswa dapat berbagi ide dan pendapat mereka tentang materi yang mereka pelajari. Siswa memperoleh pemahaman lebih lanjut tentang PAI dan belajar bagaimana menerapkan ide-ide ini melalui permainan dan diskusi kelompok. Pada tahap ini, pendamping akan memeriksa setiap kelompok yang terdiri dari dua orang. Pendamping mendengarkan penjelasan setiap kelompok dan memperhatikan pemahaman mereka, serta mengajukan pertanyaan. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Gambar 2 & 3. Pengawasan dan pendampingan langsung Minggu Ketiga Pada pertemuan terakhir dilakukan refleksi dan evaluasi untuk menguji pemahaman siswa, lakukan permainan akhir seperti "Tebak Kata" yang berkaitan dengan istilah PAI. Selain itu, ini berfungsi sebagai penutup kegiatan. Ini adalah sesi refleksi di mana siswa berkumpul dalam kelompok untuk membahas materi yang telah mereka pelajari selama tiga minggu terakhir, kesulitan yang mereka temui, dan cara mereka menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Siswa belajar untuk mengevaluasi diri sendiri, membuat rencana tindak lanjut, memahami bagaimana ajaran PAI diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan lebih baik berbicara dan bekerja sama. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk bimbingan belajar di sekolah dapat memahami materi yang diberikan walaupun ada beberapa yang sulit memahami tapi mereka sangat antusias mengikuti bimbingan belajar. Program pendampingan MA Ulya Taruna AlKahfi Kalam Madani, yang menggunakan pembelajaran interaktif dan bimbingan kelompok, berhasil mengatasi masalah siswa seperti kurangnya motivasi untuk belajar, tidak menyelesaikan tugas, mengantuk saat pelajaran, dan sering keluar kelas. Aktivitas ini dibagi menjadi tiga fase: pengenalan ide belajar efektif, penekanan pada dorongan untuk belajar, dan penerapan pengetahuan yang Setiap langkah meningkatkan kualitas pembelajaran siswa secara signifikan. Tahap pertama memberikan dasar pengetahuan dan strategi belajar yang berguna, dan tahap kedua meningkatkan partisipasi aktif dan penggunaan media digital yang interaktif. Tahap ketiga mendorong siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari, yang berdampak pada peningkatan sikap mereka dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Setelah mengikuti program, motivasi dan kebiasaan belajar siswa benar-benar meningkat, menurut hasil observasi dan evaluasi. Siswa menunjukkan tingkat antusiasme yang lebih tinggi selama Ini terlihat dari peningkatan jumlah pertanyaan yang diajukan dan partisipasi aktif dalam Selain itu, jumlah siswa yang menyelesaikan tugas dengan baik juga meningkat. Data yang diamati menunjukkan bahwa ada penurunan jumlah siswa yang mengantuk selama pelajaran dan peningkatan jumlah siswa yang lebih fokus dan siap untuk mengikuti pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa program pendampingan ini tidak hanya meningkatkan keinginan untuk belajar, tetapi juga meningkatkan kebiasaan belajar. Program ini menunjukkan bahwa pembelajran interaktif dan bimbingan kelompok efektif dalam menumbuhkan kebiasaan belajar yang positif di kalangan siswa. Pembelajaran yang terintegrasi dengan pengabdian memungkinkan siswa melihat hubungan langsung antara apa yang mereka pelajari dan aplikasinya dalam dunia nyata, meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya belajar giat. INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Pendekatan bimbingan kelompok yang diterapkan juga terbukti berhasil dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi siswa dan perubahan perspektif mereka tentang belajar. Untuk meningkatkan hasil yang telah dicapai, program ini harus diterapkan dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini akan memiliki dampak jangka panjang yang lebih besar terhadap sikap belajar siswa dan prestasi akademik mereka. Penambahan kegiatan yang berbeda, seperti penggunaan teknologi yang lebih canggih dan pelibatan praktisi atau pakar pendidikan, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan menyeluruh. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dampak jangka panjang untuk mengevaluasi keberlanjutan dan efektivitas strategi ini dalam jangka panjang. Evaluasi ini harus mencakup pengukuran hasil akademik serta pengembangan keterampilan nonakademik, seperti manajemen waktu dan kepemimpinan. KESIMPULAN DAN SARAN Program pendampingan di MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani berhasil menyelesaikan tujuan utama siswa. Program ini secara signifikan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam tiga tahap: pengenalan konsep belajar efektif, penekanan pada motivasi belajar, dan penerapan ilmu yang dipelajari. Tahap pertama memberikan dasar untuk strategi belajar yang berguna, dan tahap kedua mendorong penggunaan media digital untuk mendorong partisipasi aktif, yang berdampak pada sikap positif siswa terhadap proses belajar. Hasil observasi menunjukkan bahwa setelah program, motivasi dan kebiasaan belajar siswa meningkat, yang ditunjukkan oleh peningkatan antusiasme siswa selama pelajaran dan peningkatan jumlah siswa yang menyelesaikan tugas dengan baik. Penurunan jumlah siswa yang mengantuk dan peningkatan fokus menunjukkan bahwa metode yang digunakan tidak hanya meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, tetapi juga berhasil mengubah kebiasaan belajar mereka menjadi lebih produktif. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menggunakan pengabdian langsung meningkatkan pemahaman siswa tentang makna pelajaran. Program harus diterapkan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk memastikan dampak positif ini bertahan. Ini akan memaksimalkan hasil jangka panjang terhadap prestasi akademik dan sikap belajar siswa. Kegiatan yang ditambahkan dengan berbagai cara, seperti penggunaan teknologi modern dan keterlibatan guru, dapat membuat pengalaman belajar yang lebih luas dan menarik. Untuk mengetahui seberapa efektif metode ini dalam jangka panjang, evaluasi harus dilakukan. Ini harus mencakup pengukuran hasil akademik dan keterampilan non-akademik, seperti manajemen waktu dan Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi kesulitan masa depan. REFERENSI