Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penggunaan Media Origami Islami untuk Meningkatkan Motorik Halus dan Pemahaman Konsep Ibadah Anak di RA Cempaka YMI Sinaksak Rahmayanti Siregar 1. Rachmiyati 2 1 RA Cempaka YMI Sinaksak, 2 RA Al-Mahira Lamdom Kota Banda Aceh Correspondence: rahmayantisiregar8@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Islamic Origami, fine motor skills, worship concepts, early Cempaka YMI Sinaksak, cognitive development, hands-on ABSTRACT This study investigates the use of Islamic Origami as a medium to enhance fine motor skills and understanding of worship concepts among young children at RA Cempaka YMI Sinaksak. The research involved 18 children, focusing on whether integrating Islamic teachings into origami activities could improve both their physical skills and their understanding of religious The children engaged in creating various Islamic symbols and objects through origami, such as prayer mats and mosques, while learning about the significance of these symbols in Islamic worship. The study observed that origami activities not only improved the childrenAos fine motor skills by involving hand-eye coordination and dexterity but also enhanced their understanding of religious practices. Results showed that children developed better control over their hand movements and demonstrated a deeper comprehension of worship-related concepts, such as prayer and cleanliness, through the origami creations. The study concludes that Islamic origami is an effective educational tool for promoting both physical and cognitive development in early childhood, offering a fun and engaging approach to learning about Islam. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan karakter, sosial, dan intelektual anak. Pada usia dini, anak-anak berada dalam tahap pembelajaran yang sangat peka terhadap lingkungan sekitar mereka, yang meliputi baik aspek fisik, emosional, maupun Oleh karena itu, pendidikan pada usia dini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif saja, tetapi juga penting untuk membentuk nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi landasan dalam kehidupan mereka di masa depan. Salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran anak usia dini adalah pembentukan nilai-nilai agama, yang diharapkan dapat membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. Dalam hal ini, pendidikan agama Islam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pendidikan agama Islam di tingkat PAUD adalah bagaimana mengajarkan konsep-konsep agama kepada anak-anak dengan cara yang menarik dan dapat dipahami sesuai dengan usia mereka. Anak-anak di usia dini cenderung memiliki rentang perhatian yang pendek dan lebih tertarik pada aktivitas yang melibatkan elemen fisik dan visual. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik, visual, dan interaktif menjadi sangat penting untuk membangkitkan minat anak dalam mempelajari konsep-konsep agama. Dalam hal ini, media pembelajaran yang kreatif seperti origami Islami dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mengajarkan konsep ibadah, simbol-simbol agama, dan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan dan mendalam. Origami, seni melipat kertas yang berasal dari Jepang, dapat menjadi metode yang sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak sambil mengajarkan mereka konsep-konsep agama Islam. Dalam kegiatan origami Islami, anak-anak dapat dilibatkan dalam pembuatan simbolsimbol Islam, seperti masjid, tempat sujud, atau doa-doa yang akan memberikan pemahaman lebih tentang ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini bukan hanya membantu anak-anak dalam Rahmayanti Siregar. Rachmiyati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. meningkatkan keterampilan motorik mereka, seperti koordinasi tangan dan mata, tetapi juga memperkenalkan mereka pada ajaran agama Islam yang diajarkan melalui visual dan praktik langsung. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menghubungkan antara aspek fisik dan kognitif dalam proses pembelajaran agama Islam pada anak-anak usia dini. Di RA Cempaka YMI Sinaksak, penerapan media origami Islami sebagai metode pembelajaran diharapkan dapat mengembangkan keterampilan motorik halus anak-anak sekaligus memperkenalkan mereka pada nilai-nilai agama Islam yang penting dalam ibadah sehari-hari. Dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang. RA Cempaka YMI Sinaksak memiliki kesempatan untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif, mengingat kebutuhan anak-anak pada usia dini akan pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif. Dalam konteks ini, kegiatan origami Islami dapat menjadi alternatif yang tepat untuk mengajarkan konsep-konsep ibadah seperti doa, salat, dan kebersihan, yang merupakan bagian fundamental dari ajaran agama Islam. Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa keterlibatan anak-anak dalam aktivitas praktis, seperti seni dan kerajinan tangan, dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik halus mereka. Keterampilan motorik halus, yang mencakup kemampuan untuk mengendalikan gerakan tangan dan jari secara tepat, sangat penting dalam perkembangan fisik anak-anak. Origami sebagai salah satu bentuk seni kerajinan tangan yang melibatkan lipatan kertas dapat melatih anak-anak untuk mengontrol gerakan tangan mereka, meningkatkan konsentrasi, serta melatih kemampuan mereka dalam mengikuti instruksi secara bertahap. Dengan demikian, kegiatan origami Islami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan ini sambil belajar mengenai simbolsimbol agama Islam. Selain meningkatkan keterampilan motorik, kegiatan origami Islami juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal dan memahami simbol-simbol Islam yang berkaitan dengan Dengan membuat berbagai bentuk origami seperti tempat sujud, masjid, atau benda lain yang berhubungan dengan ajaran Islam, anak-anak akan lebih mudah mengaitkan simbol tersebut dengan konsep ibadah yang mereka pelajari. Pembelajaran berbasis kegiatan seperti ini membuat anak-anak dapat memahami ajaran agama Islam secara lebih visual dan kontekstual, yang tentunya lebih mudah diterima dan dipahami dibandingkan dengan pembelajaran yang bersifat abstrak dan teoretis. Dengan demikian, origami Islami tidak hanya memperkenalkan anak-anak pada nilai-nilai agama, tetapi juga mengajarkan mereka cara memvisualisasikan dan mengingat ajaran tersebut. Menggunakan media origami Islami dalam pembelajaran di PAUD juga sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya pembelajaran yang berbasis pengalaman, di mana anak-anak belajar dengan cara berinteraksi langsung dengan materi yang Dalam konteks ini, origami Islami memberikan anak-anak kesempatan untuk belajar dengan cara yang lebih aktif, karena mereka langsung terlibat dalam pembuatan dan pembelajaran simbolsimbol yang berhubungan dengan agama Islam. Pendekatan konstruktivisme juga mengharuskan anakanak untuk membangun pemahaman mereka sendiri melalui pengalaman yang relevan dan langsung, sehingga membuat mereka lebih mudah mengingat dan memahami ajaran yang disampaikan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan origami Islami di RA Cempaka YMI Sinaksak adalah keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Untuk melaksanakan kegiatan origami Islami yang efektif, dibutuhkan bahan-bahan yang sesuai, seperti kertas berwarna dan alat-alat lainnya yang dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk origami. Selain itu, guru juga perlu diberikan pelatihan agar dapat mengajarkan teknik origami dengan cara yang benar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran agama Islam. Meskipun demikian, tantangan ini dapat diatasi dengan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, serta mencari alternatif sumber daya yang lebih terjangkau namun tetap mendukung kelancaran kegiatan pembelajaran. Penting juga untuk mencatat bahwa meskipun kegiatan origami Islami bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, anak-anak juga perlu diberikan penjelasan yang mendalam mengenai makna dan tujuan dari setiap simbol yang mereka buat. Dengan menjelaskan makna doa atau simbol ibadah yang berhubungan dengan agama Islam, anak-anak tidak hanya sekadar membuat origami, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penjelasan ini akan memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama Islam dan memperkuat hubungan antara kegiatan praktis dengan pembelajaran spiritual mereka. Dengan mengintegrasikan media origami Islami ke dalam pembelajaran di RA Cempaka YMI Sinaksak, diharapkan dapat tercipta pengalaman belajar yang menyenangkan, bermanfaat, dan Rahmayanti Siregar. Rachmiyati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. bermakna bagi anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya membantu mereka dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, tetapi juga memperkenalkan mereka pada ajaran agama Islam secara praktis dan aplikatif. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan anak-anak pada usia dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik sesuai dengan ajaran agama. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang diterapkan di RA Cempaka YMI Sinaksak, melibatkan 18 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada setiap siklus, media origami Islami diterapkan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus siswa sekaligus memperkenalkan konsep ibadah dalam Islam. Siswa diajak untuk membuat simbol-simbol Islami melalui origami sambil mendengarkan penjelasan tentang makna dan fungsi dari setiap simbol dalam konteks ibadah, seperti salat dan doa. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama sesi origami, wawancara dengan guru untuk menilai perkembangan siswa, serta dokumentasi yang mencatat hasil origami yang dibuat oleh siswa. Evaluasi dilakukan dengan memberikan tes motorik halus sebelum dan setelah kegiatan serta diskusi kelompok untuk menilai pemahaman konsep ibadah yang diajarkan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi sejauh mana media origami Islami dapat meningkatkan keterampilan motorik halus dan pemahaman konsep ibadah pada anak-anak di RA Cempaka YMI Sinaksak. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media origami Islami secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus pada siswa di RA Cempaka YMI Sinaksak. Pada siklus pertama, siswa mulai terbiasa dengan kegiatan origami, tetapi masih kesulitan dalam melipat kertas dengan presisi yang Namun, pada siklus kedua, terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan motorik halus siswa. Mereka mulai lebih lancar dan tepat dalam mengikuti langkah-langkah origami. Hal ini menunjukkan bahwa melalui latihan berulang dalam origami Islami, anak-anak dapat meningkatkan kontrol motorik mereka secara efektif (Fatimah, 2. Selain keterampilan motorik, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan origami Islami membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep ibadah dalam Islam. Melalui kegiatan pembuatan simbol-simbol Islam seperti masjid dan tempat sujud, siswa belajar mengenali makna di balik simbol-simbol tersebut dalam ibadah sehari-hari. Peningkatan ini terlihat dari cara siswa dapat mengaitkan simbol origami dengan aktivitas ibadah yang mereka lakukan, seperti salat dan doa, memperlihatkan pemahaman yang lebih dalam tentang praktik-praktik agama Islam di kehidupan sehari-hari (Suryani, 2. Keterlibatan siswa dalam kegiatan origami Islami juga menunjukkan peningkatan dalam minat mereka terhadap pembelajaran agama. Pada siklus pertama, banyak siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran agama, namun setelah kegiatan origami dimulai, mereka terlihat lebih tertarik dan bersemangat dalam mempelajari nilai-nilai Islam. Hal ini membuktikan bahwa metode yang interaktif dan berbasis keterampilan fisik dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran agama Islam (Zahra, 2. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi. Dalam sesi origami, mereka saling berbagi informasi mengenai cara membuat simbol-simbol Islami dan berdiskusi tentang makna simbol-simbol tersebut. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada pemahaman agama Islam tetapi juga pada perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi mereka. Anak-anak mulai merasa lebih percaya diri dalam berbicara dan mengungkapkan pemikiran mereka, yang menunjukkan dampak positif dari metode ini terhadap kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan orang lain (Ali, 2. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kegiatan origami Islami dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah. Pada awalnya, beberapa siswa merasa kesulitan dalam mengikuti instruksi origami. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, mereka mulai belajar bagaimana memecahkan masalah secara mandiri, seperti cara melipat kertas dengan benar. Peningkatan Rahmayanti Siregar. Rachmiyati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. kemampuan problem-solving ini menunjukkan bahwa origami tidak hanya mengajarkan keterampilan motorik tetapi juga merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak (Kusnadi, 2. Salah satu temuan penting lainnya adalah peningkatan ketekunan dan kesabaran siswa. Kegiatan origami, yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Beberapa siswa yang awalnya mudah menyerah pada kesulitan mulai menunjukkan sikap sabar dan gigih dalam menyelesaikan setiap langkah Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang menantang dapat membantu membentuk sikap positif terhadap usaha dan pencapaian (Mulyani, 2. Tantangan yang dihadapi selama penerapan kegiatan origami Islami adalah keterbatasan waktu. Aktivitas origami membutuhkan waktu yang lebih panjang daripada yang diperkirakan, dan dalam beberapa sesi, siswa merasa terburu-buru untuk menyelesaikan origami mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan ini efektif, pengaturan waktu yang lebih baik perlu dilakukan untuk memastikan bahwa anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani oleh waktu yang terbatas (Zainal, 2. Meskipun demikian, tantangan tersebut tidak mengurangi dampak positif dari metode origami Islami. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini merasa lebih puas dengan hasil karya mereka dan lebih percaya diri dalam keterampilan baru yang mereka pelajari. Peningkatan rasa percaya diri ini terlihat jelas dalam cara mereka berbicara tentang hasil origami mereka dengan kebanggaan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan praktis seperti origami dapat memberikan dampak positif pada perkembangan diri anakanak (Yuliana, 2. Selama observasi, peneliti juga menemukan bahwa guru memainkan peran penting dalam keberhasilan kegiatan origami Islami. Guru yang aktif memberikan bimbingan dan motivasi sangat membantu anakanak untuk memahami proses dan makna dari setiap simbol Islami yang mereka buat. Keberhasilan penerapan metode ini tidak hanya bergantung pada media, tetapi juga pada keterlibatan guru yang dapat memfasilitasi diskusi dan memberikan penjelasan tentang nilai-nilai agama yang diajarkan melalui origami (Suryani, 2. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan origami Islami memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, pemahaman konsep ibadah, serta keterampilan sosial anak-anak di RA Cempaka YMI Sinaksak. Dengan menggunakan metode yang berbasis keterampilan dan visualisasi seperti origami, anak-anak dapat belajar agama Islam dengan cara yang lebih menyenangkan dan aplikatif. Diharapkan, metode ini dapat diimplementasikan lebih luas di lembaga pendidikan lainnya untuk mendukung pengembangan keterampilan fisik dan spiritual anakanak usia dini di Indonesia. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RA Cempaka YMI Sinaksak, penggunaan media origami Islami terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan pemahaman konsep ibadah pada anak usia dini. Kegiatan origami Islami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan koordinasi tangan dan mata, serta meningkatkan ketelitian dalam melakukan gerakan motorik. Selain itu, melalui pembuatan simbol-simbol Islami, seperti masjid dan tempat sujud, anak-anak tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis mereka, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kegiatan origami Islami meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran agama, karena metode ini menyenangkan dan berbasis pengalaman. Meskipun ada tantangan terkait waktu dan fasilitas, penerapan metode ini berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, yaitu meningkatkan keterampilan motorik halus anak dan memperkenalkan mereka pada nilai-nilai ibadah dalam Islam. Dengan menggunakan origami Islami, anak-anak dapat belajar konsep agama melalui visualisasi dan kegiatan praktis yang menyenangkan. Oleh karena itu, metode ini dapat diimplementasikan lebih luas di lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan fisik dan pemahaman agama pada anak-anak. REFERENCES