JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1059-1067 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah NILAI-NILAI KARAKTER KEKHUSUSAN HUBUNGAN DENGAN TUHAN DALAM NOVEL SEHIDUP SESURGA DENGANMU KARYA ASMA NADIA Mahendra Adi Farma1. Iswadi Bahardur2. Samsiarni3 1,2,3 Universitas PGRI Sumatra Barat. Indonesia Email: mahendraadif@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Character Values Special Relationship with God Character Education Literature ABSTRACT This study aims to describe the character values of a special relationship with God depicted in the novel "Sehidup Sesurga Denganmu" by Asma Nadia. This novel was chosen because it presents a strong female main character. Dyah, who represents moral and spiritual values in everyday life. The method used in this study was descriptive qualitative with a content analysis approach. The data in this study consisted of quotations reflecting the attitudes, statements, and actions of Dyah that are relevant to the character's values. The results show that the value of a special relationship with God reflects the solemnity of Dyah's relationship with God. These values are not only demonstrated through the narrative but also through the conflicts and resolutions faced by the main character. This study concludes that literary works can be an effective tool in character education, particularly in shaping students' understanding of life values. By presenting an inspirational figure like Dyah, this novel is able to internalize moral messages in a touching and profound way. This research also contributes to the development of literature-based character literacy in educational settings. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter kekhususan hubungan dengan tuhan yang tergambar dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia. Novel ini dipilih karena menyuguhkan tokoh utama perempuan yang kuat, yaitu Dyah, yang menjadi representasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang mencerminkan sikap, ucapan, dan tindakan tokoh Dyah yang relevan dengan nilai-nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekhususan hubungan dengan tuhan tokoh Dyah tercermin kekhusukan hubungan dengan Tuhan. Nilai-nilai ini tidak hanya ditunjukkan melalui narasi, tetapi juga melalui konflik dan penyelesaian yang dihadapi oleh tokoh utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter, terutama dalam membentuk pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Dengan menghadirkan sosok yang inspiratif seperti Dyah, novel ini mampu menginternalisasikan pesan-pesan moral secara menyentuh dan mendalam. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan literasi karakter berbasis sastra di lingkungan pendidikan Kata Kunci: Nilai Karakter. Kekhususan Hubungan Dengan Tuhan. Pendidikan Karakter. Sastra Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia PENDAHULUAN Karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan individu karena berperan sebagai pondasi yang membentuk kepribadian yang kuat, berakhlak mulia, serta kemampuan berinteraksi secara baik dalam masyarakat. Menurut Lickona . , karakter adalah keseluruhan nilai moral dan etika yang mengarahkan seseorang untuk berperilaku tepat dalam berbagai situasi kehidupan. Pembentukan karakter tidak semata-mata menghasilkan perilaku yang baik, tetapi juga membangun identitas pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab (Berkowitz & Bier, 2. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, penguatan nilai-nilai karakter menjadi kebutuhan mendesak, khususnya dalam dunia pendidikan yang berperan menyiapkan generasi muda agar memiliki ketahanan moral dan spiritual (Narvaez, 2. Salah satu nilai karakter yang memiliki kekhususan dan peran sentral adalah hubungan manusia dengan Tuhan atau nilai religiusitas. Nilai ini tidak hanya mengarahkan individu pada perilaku yang taat beragama, tetapi juga membentuk sifat-sifat seperti kesabaran, keteguhan hati, dan integritas dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan (King & Benson, 2. Relasi spiritual ini menjadi pilar penting dalam pengembangan karakter yang holistik, karena membangun kesadaran moral yang mendalam dan semangat pengabdian kepada sesama serta Tuhan (Narvaez & Lapsley, 2. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui literasi karya sastra. Karya sastra, terutama novel, memiliki kekuatan untuk merefleksikan dan menanamkan nilai-nilai moral serta spiritual secara konkret kepada pembacanya. Menurut Nurgiyantoro . , sastra merupakan media ekspresi yang mampu menghadirkan pengalaman dan nilai-nilai kehidupan secara imajinatif dan mendalam, sehingga dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter. Dalam konteks ini, novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia menawarkan narasi yang kaya akan teladan karakter, terutama pada tokoh utama perempuan. Dyah. Dyah digambarkan sebagai sosok religius, mandiri, dan konsisten memegang prinsip keagamaan serta tanggung jawab sosial meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan keluarga dan tekanan hidup. Nilai religiusitas Dyah tercermin dari kedekatannya dengan Tuhan, ketekunannya dalam beribadah, dan kekuatan doa sebagai penguat dalam menghadapi persoalan hidup. Sementara itu, kemandirian Dyah tampak dari kemampuannya mengatur waktu, menyelesaikan tugas rumah tangga, dan keteguhan hati menjalani kehidupan yang penuh Analisis terhadap novel ini menjadi penting karena menunjukkan bagaimana karya sastra dapat berkontribusi signifikan dalam pendidikan karakter yang relevan bagi generasi masa kini. Melalui penggambaran tokoh dan alur cerita, novel Sehidup Sesurga Denganmu berhasil merefleksikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan terutama kekhususan hubungan dengan Tuhan sebagai landasan moral utama. Penanaman nilai-nilai tersebut melalui karya sastra memberikan ruang bagi pembaca, khususnya generasi muda, untuk melakukan refleksi diri, memahami makna karakter, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Shandi, 2. Penelitian nilai-nilai karakter dalam novel ini tidak hanya melengkapi kajian-kajian sebelumnya yang membahas karakter dalam karya sastra Indonesia, tetapi juga menegaskan pentingnya menyoroti hubungan manusia dengan Tuhan sebagai kekhususan dalam pembentukan karakter utama. Dengan demikian, studi mengenai novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman dan penguatan pendidikan karakter, khususnya nilai religiusitas dan kemandirian yang dapat menjadi teladan bagi pembaca di era modern ini. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memfokuskan pada metode analisis isi. Menurut Steven Dukeshire & Jennifer Thurlow . alam Sugiyono 2. Penelitian kualitatif melibatkan penggunaan data non-numerik dan sering kali memerlukan pengumpulan dan analisis data naratif. Metode penelitian kualitatif khususnya berguna untuk memperoleh informasi yang kaya dan mendalam mengenai suatu isu atau masalah serta menghasilkan solusi. Sedangkan menurut lebih lanjut. Creswell . alam Sugiyono 2. menyatakan bahwa "penelitian kualitatif adalah cara untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang diberikan individu atau kelompok terhadap masalah sosial atau manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Menurut Prabowo dan Heriyanto . deskriptif analisis metode pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis berbagai faktor yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, dengan penyajian data yang lebih rinci dan terstruktur. Metode ini tidak hanya menguraikan data secara numerik atau tekstual, tetapi juga menekankan pemahaman mendalam terhadap konteks dan makna dari data tersebut. Dalam konteks penelitian sastra, analisis deskriptif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra, seperti tema, tokoh, latar, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, secara lebih terperinci dan bermakna. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini secara khusus mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan kekhususan hubungan dengan Tuhan yang melekat pada tokoh Dyah dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia. Nilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan ini merupakan inti pembentukan kepribadian Dyah yang mengakar kuat pada spiritualitas dan religiusitasnya. Kekhususan hubungan dengan tuhan Dyah tidak hanya terlihat pada pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat tahajud, salat lima waktu, dan membaca Al-QurAoan, melainkan juga diwujudkan melalui sikap mental dan emosionalnya yang penuh keimanan, tawakal, serta penguatan diri lewat doa dan introspeksi spiritual di tengah ujian hidup. Dyah menunjukkan kedekatan personal dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi cobaan, termasuk konflik dalam keluarga, perundungan, dan tekanan sosial. Kesabaran dan ketabahan Dyah lahir dari keyakinan bahwa segala ujian merupakan bagian dari rencana Tuhan yang penuh hikmah. Berikut deskripsi dan analisisnya Data 01: Dalam perjalanan menuju perubahan, seseorang patut bersyukur jika Allah memudahkan langkah-langkahnya. Proses ini menunjukkan betapa pentingnya peran doa, keikhlasan, dan dukungan dari lingkungan sekitar dalam menggapai kebahagiaan serta keberkahan dalam hidup. Hal ini tampak dalam kutipan berikut: AuMengubah diri bagi kebanyakan orang bukan persoalan sepele. Sungguh, dia harus sangat bersyukur Allah telah memberi banyak kemudahan. Melembutkan tak hanya hati calon pendampingnya, juga pihak keluarga calonAy. Nadia 2020:45. Kutipan di atas menggambarkan betapa dalamnya rasa syukur yang dipanjatkan oleh Dyah kepada Allah SWT atas segala kemudahan yang diterimanya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Ia tidak henti-hentinya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam karena Allah telah melancarkan segala urusan yang dirasakannya sulit, termasuk dalam proses melembutkan hati calon pasangan serta keluarganya. Rasa syukur ini bukan hanya sekadar ungkapan biasa, melainkan mencerminkan keyakinan dan keimanan Dyah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan di baliknya, dan bahwa pertolongan Allah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia senantiasa hadir untuk membimbingnya. Data 02: Dalam kehidupan keluarga yang penuh liku dan dinamika, harapan dan kenyataan sering kali berjalan beriringan namun tidak selalu sejalan. Dyah, dengan segala ketulusan hatinya, terus mendoakan agar Pae, sosok yang sangat ia sayangi, bisa kembali merasakan kebahagiaan seperti masa lalu. Hal itu terlihat dalam kutipan berikut: AuDyah sungguh mendoakan agar Pae kembali bahagia seperti dulu. Namun pikiran kanak-kanaknya tak memahami Pae bukan hanya terjebak kenangan, betapa pun dia dan dua saudara yang lebih besar berusaha menyenangkan hati Bapak, membuatnya tertawa, hidup tak lagi lengkap bagi ayah mereka. Sebagai lelaki Pae membutuhkan pendamping, perempuan lainAy. Nadia 202:54. Kutipan diatas menggambarkan Dyah menampilkan sisi kehangatan dan kepedulian seorang anak kecil terhadap ayahnya. Pae, yang sedang diliputi kesedihan. Meskipun masih kecil. Dyah dengan tulus menunjukkan rasa sayang yang mendalam, seolah bisa merasakan beban yang dirasakan ayahnya. Dalam kepolosan dan kesederhanaannya. Dyah mengungkapkan doa yang penuh harapan agar ayahnya bisa kembali merasakan kebahagiaan seperti dulu. Doa yang dipanjatkan bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan berasal dari lubuk hati yang penuh cinta dan keyakinan kuat akan kebesaran Allah untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada orang yang dikasihinya. Data 03: Dalam rutinitas harian yang padat dan teratur, waktu luang menjadi sebuah kemewahan yang langka, terutama bagi Dyah dan Dwi. Namun Dyah dan Dwi tetap mengrjakan kewajibannya aitu mengerjakan sholat lima waktu. AuWaktu bebas hanya antara sholat Magrib sampai Isya. Dyah dan Dwi dibolehkan mengaji di mushola dan kembali berkumpul dengan teman. Ejekan terkait penyebab kematian ibunya, mereda semenjak hadirnya ibu baru. Teman sebaya tidak lagi mengungkit Mae, sebab mereka memiliki bahan baru untuk merundung Dyah yang kini punya ibu tiriAy. Nadia 2020:54. Kutipan diatas menggambarkan Dyah dan keluarganya menghadapi tekanan sosial yang tidak mudah berupa ejekan dan cibiran dari teman sebaya, terutama setelah kehadiran ibu tiri yang membawa perubahan dalam dinamika keluarga, mereka tetap teguh menjalankan kewajiban agama dengan penuh ketulusan dan kesungguhan. Tekanan sosial tersebut seakan menjadi ujian yang menguji kekuatan iman dan keteguhan hati mereka. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk menunjukkan kedisiplinan dan konsistensi dalam beribadah. Kehadiran rutin di mushola dan tekun dalam mengaji merupakan bukti nyata bahwa mereka menempatkan kewajiban spiritual sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Data 04: Dalam lamunannya Dyah teringat sesuatu akan ibu angkatnya apakah dia diizinkan untuk bekerja diluar atau tidak, ditengah lamunannya Dyah teringan perkataan Mae akan doa yangg menjadi jlan keluarnya sekaligus mencerminkan kedekatan hubugan dengan Hal itu terlihat dalam kutipan berikut: AuTapi mungkinkah ibu angkatnya mengizinkan? Ragu yang berpendar coba diusirnya dengan sebuah keyakinan. Juga doa. jangan lupa berdoa. Sayup suara Ibu di antara lembaran juz amma yang berpindah halaman. Doa-doa itu senjatamu yang sangat kuat, dan bertambah keku- atannya bila sering-sering kamu ucapkan. Mendadak Dyah panik, segera berlari ke rumah. Doa. sudah beberapa waktu selama di Jakarta, dia luput mengulang doa-doanyaAy. Nadia 2020:117 Kutipan diatas menggambarkan Dyah menyadari bahwa keinginannya bukanlah hal Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia yang mudah diwujudkan, dan perasaan gamang menghantui hatinya ketika harus menghadapi kemungkinan penolakan. Ketidakpastian itu membuatnya bimbang dan ragu, namun di tengah keraguan tersebut, ia teringat akan nasihat bijak dari sang Ibu yang telah Nasihat yang selalu mengingatkannya akan pentingnya kekuatan doa sebagai sumber harapan dan ketenangan hati. Dengan penuh kerinduan dan ketulusan. Dyah ingin kembali bersimpuh, menghadap Tuhan dengan sepenuh hati, memanjatkan doa yang bukan hanya sekadar permohonan agar segala urusan dipermudah, tetapi juga permintaan agar diberikan kekuatan dan ketegaran untuk menerima apapun keputusan dan takdir Tuhan Data 05: Dalam Dyah berjuang melawan penyakitnya allah mengutus seseorang untuk membantunya dalam menghadapi penyakitnya. Walaupun Dyah berjuang sendiri tanpa support dari suaminya Dyah tetap semangat karna Dyah tau allah bersamanya. Hal itu terlihat dalam kutipan berikut: AuDyah mengaminkan dalam hati sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih pada sang bapak, yang demi mengawalnya harus mengubah arah dari tujuan semula. Allah menghibur hamba-hamba-Nya yang berjuang dengan berbagai cara. Kadang lewat seseorang yang dikira akan membawa bergunung kemarahan, namun justru menjadi penolong yang dikirim AllahAy. Nadia 2020:171. Kutipan diatas menggambarkan di tengah kepasrahan. Dyah melihat tanda bahwa Allah benar-benar tak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berjuang. Dalam hati. Dyah mengucapkan syukur berulang kali, menyadari bahwa pertolongan bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka. Ia mengaminkan doa yang terselip di hatinya sambil terus melafalkan rasa terima kasih, bukan hanya pada sang bapak yang membantunya, tapi juga pada Tuhan yang telah menghiburnya dengan cara yang begitu lembut dan penuh kasih. Data 06: Dalam perjalanan yang penuh liku dan tantangan, ia belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini tidaklah abadi dan tidak selalu dapat diandalkan. Hanya satu yang benar-benar menjadi sandaran yang kokoh dan tak tergoyahkan: Gusti Allah. Kesadaran ini bukan hanya menjadi pegangan spiritual, tetapi juga sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Hal itu terihat dalam kutipan berikut: AuGusti Allah. Kesadaran ini bukan hanya menjadi pegangan spiritual, tetapi juga sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Hal itu terihat dalam kutipan berikut: AuSemakin dewasa, semakin perempuan muda ini mengerti, betapa tidak ada yang bisa menjadi sandaran kecuali Gusti AllahAy. Nadia 2020:175. Kutipan diatas menggambarkan Seiring bertambahnya usia, perempuan muda itu semakin menyadari bahwa dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan hidup, tidak ada sandaran yang lebih kokoh selain Gusti Allah. Kesadaran ini bukan hanya menjadi pegangan spiritual semata, tetapi juga menjadi sumber kekuatan dan ketenangan batin yang membantu ia melewati masa-masa sulit. Pada suatu malam yang hening, ia duduk merenung sendiri, mengenang perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan serta pergulatan batin yang tidak mudah diungkapkan. Dalam kesendiriannya, perasaan haru dan syukur menyelimuti hatinya saat ia bersimpuh dan berdoa dengan penuh khusyuk, menyerahkan segala beban dan kegelisahan kepada Gusti Allah. Data 07: Dalam kehidupan, ungkapan AuRezeki sudah dibagi-bagi, syukuriAy sering menjadi pengingat agar kita selalu bersyukur atas apa yang diterima, apapun jumlahnya. Namun, kalimat itu terkadang bisa disalahpahami seolah-olah mengesampingkan pentingnya usaha keras dan kerja maksimal sebelum menyerahkan hasil kepada takdir. Hal itu terlihat dalam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia kutipan berikut: AuSemakin dewasa, semakin perempuan muda ini mengerti, betapa tidak ada yang bisa menjadi sandaran kecuali Gusti AllahAyNadia 2020:191. Kutipan tersebut menggambarkan sebuah peristiwa atau perjalanan batin seorang perempuan muda yang mengalami proses pendewasaan dan pemahaman spiritual. Semakin ia bertambah usia dan mengalami berbagai liku kehidupan, ia semakin menyadari bahwa segala sesuatu yang selama ini mungkin ia harapkan dari manusia atau dunia sekitar tidaklah cukup untuk menjadi tempat bergantung yang sejati. Perempuan muda ini menyadari bahwa hanya Gusti Allah. Tuhan Yang Maha Esa, yang benar-benar bisa menjadi sandaran dan tempat berlindung yang kokoh dalam menghadapi segala tantangan, kesulitan, dan ketidakpastian hidup. Ia mengalami sebuah perjalanan spiritual yang mendalam, di mana keyakinannya kepada Tuhan semakin kuat dan menjadi sumber kekuatan batinnya. Data 08: Dalam kehidupan rumah tangga Dyah tidak mendapatkan nafkah dari suaminya malah suaminya yang sering meminta uang kepada Dyah namun Dyah yang memeliki nilai karakter yang baik menganggap semua itu sebagai ujian dari pernikahan. Hal itu terlihat dalamkutipan berikut: AuRezeki sudah dibagi-bagi, syukuri. Benar rizki memang harus disyukuri terlepas besar kecilnya, tapi kalimat di atas seolah menafikkan pentingnya manusia berusaha maksimal, sebelum menerima dengan tawakal hasil yang Allah berikan. Bismillah. Dia punya Allah. Harus berhasil atau penyakit akan mengalahkannyaAyNadia2020:232. Kutipan tersebut menggambarkan sebuah peristiwa atau proses batin Dyah yang tengah menghadapi tantangan hidup, khususnya terkait rezeki dan usaha dalam meraihnya. Dalam peristiwa ini, ada pemahaman bahwa rezeki sudah dibagi oleh Tuhan dan seharusnya disyukuri, baik besar maupun kecilnya. Namun, di saat yang sama, muncul kesadaran pentingnya usaha maksimal sebagai bagian dari ikhtiar manusia sebelum menerima hasil dengan sikap tawakal kepada Allah. Peristiwa yang tergambar di sini berupa momen perjuangan Dyah, di mana Dyah berada pada titik antara kepercayaan bahwa rezeki sudah ditetapkan dan keharusan untuk terus berusaha keras supaya mendapatkan yang terbaik. Ada konflik batin antara pasrah dan berjuang, yang kemudian diselesaikan dengan keyakinan penuh bahwa Allah-lah yang mengurus segalanya, sehingga usaha harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan hasilnya diserahkan kepada-Nya. Data 09: Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi antara suami dan istri sering kali berputar pada kebutuhan sehari-hari yang tak terhindarkan, terutama soal keuangan namun Dyah tetap memendam prasaannya menurut Dyah, adalah ladang ujian sekaligus ibadah, di mana setiap tantangan yang dihadapi bukan hanya menguji kesabaran, tetapi juga membuka pintu-pintu pahala yang telah Allah siapkan bagi mereka yang mampu bersabar dan ikhlas dalam menjalani. Hal itu terlihat dalam kutipan berikut: AuSekalinya suami menyapa, ujung-ujungnya uang. Dari soal rokok, membeli keperluan ini dan itu, bensin, hadiah buat anggota keluarga yang berulang tahun dan lain-lain. Tapi kalau ikhlas, semua jadi pahala. Maka ikhlas itu yang terus Dyah bangun. Bukankah pernikahan adalah ladang ujian sekaligus ibadah? Dan semakin besar ujiannya, semakin besar pula imbalan, yang Allah siapkanAyNadia 2020:248. Kutipan diatas menggambarkan peristiwa nyata dalam kehidupan rumah tangga Dyah, di mana setiap interaksi dengan suaminya sering kali berujung pada pembicaraan tentang kebutuhan finansial, seperti rokok, bensin, dan hadiah ulang tahun keluarga, yang menjadi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia ujian dalam pernikahan. Namun. Dyah membangun sikap ikhlas dalam menghadapi segala tuntutan tersebut, menjadikan setiap kesulitan sebagai ladang ibadah dan pahala di hadapan Allah. Sikap ikhlas ini mencerminkan kekhususan hubungan vertikal dan personal antara Dyah dengan Tuhan, di mana ia sepenuhnya bergantung kepada Allah, menerima ujian dengan sabar dan pasrah sebagai wujud penghambaan yang tulus, serta mempercayai bahwa semakin besar ujian, semakin besar pula ganjaran yang Allah siapkan. Data 10: Dalam melewati masa-masa sulit dan hampir kehilangan nyawa. Dalam kesederhanaannya pula permintaan Allah, terutama bagi seorang perempuan seperti dirinya, ia menyadari bahwa tidak banyak hal yang Dia minta selain ketaatan yang tulus. Salah satu bentuk ketaatan yang ingin ia tingkatkan sebagai ungkapan rasa syukur adalah dengan mengenakan jilbab. Hal itu terliat dalam kutipan berikut: AuJalan menuju sebuah perubahan agar Allah kian ridha, telah di- tempuhnya sebagai bentuk muhasabah. Renungan panjang setelah selamat dari kematian, serta keberkahan bertubi-tubi yang diterima. Allah tidak meminta banyak, khususnya kepada dia sebagai perem- puan. Jika ada ketaatan yang masih bisa ditambahnya, adalah menge- nakan jilbab, pun sebagai wujud rasa syukurnyaAyNadia 2020:251. Kutipan diatas menggambarkan peristiwa refleksi dan perjalanan spiritual seorang perempuan yang setelah mengalami pengalaman mendekati kematian dan menerima keberkahan berlimpah dari Allah, melakukan muhasabah sebagai upaya perubahan diri demi meraih ridha Allah. Dalam momen muhasabah ini, ia menyadari bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya dengan beban berat, sehingga ketaatan yang dapat ditingkatkan, seperti mengenakan jilbab, menjadi wujud syukur dan komitmen spiritualnya. Peristiwa ini mencerminkan karakter kekhususan hubungan vertikal dan personal dengan Tuhan, di mana kesadaran akan kasih sayang Ilahi, rasa syukur, dan niat tulus untuk memperbaiki ketaatan menjadi tanda kedekatan batin yang mendalam dengan Allah, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan spiritual merupakan transformasi hati yang personal dan KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bahwa nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan kekhususan hubungan dengan Tuhan merupakan aspek utama dalam pembentukan kepribadian tokoh Dyah dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia. Hubungan vertikal yang kuat antara Dyah dengan Tuhan tercermin melalui berbagai sikap religius seperti ketekunan dalam ibadah, keimanan yang kokoh, doa sebagai sumber kekuatan dan ketenangan, serta rasa syukur yang mendalam atas segala kemudahan dan ujian hidup yang dihadapi. Sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala ujian adalah bagian dari rencana Allah yang penuh hikmah memperkuat karakter Dyah menjadi pribadi yang sabar, tangguh, dan ikhlas. Nilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan ini juga membentuk integritas moral Dyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam menangani dinamika keluarga maupun dalam menghadapi tekanan sosial. Dyah menunjukkan kemandirian spiritual dengan selalu mengandalkan pertolongan Tuhan, sekaligus memperlihatkan sikap ikhlas dalam menghadapi segala cobaan, terutama terkait persoalan rumah tangga dan kesehatan. Transformasi spiritual yang dialaminya, seperti peningkatan ketaatan melalui mengenakan jilbab, menegaskan perjalanan batin yang personal dan bermakna sebagai bagian dari pembentukan karakter religius. Novel ini menegaskan bahwa nilai kekhususan hubungan dengan Tuhan bukan hanya sebagai bentuk pengamalan ritual semata, tetapi sebagai landasan moral dan sumber kekuatan batin yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Studi Kelayakan Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia menginspirasi pembentukan karakter yang berintegritas, resilien, dan bermakna dalam kehidupan nyata. Kajian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan karakter dengan menyoroti peran sentral nilai religiusitas sebagai fondasi utama pembentukan karakter yang utuh dan manusiawi di tengah tantangan zaman modern. REFERENSI