BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. PENJARA SEBAGAI SITUS PENDISIPLINAN TUBUH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARANGAN NAWAL EL-SAADAWI Heri Samtani1 Universitas YARSI, heri. samtani@yarsi. ABSTRAK Dalam tatanan kehidupan masyarakat, tubuh acapkali menjadi objek kuasa. Tubuh senantiasa dimanipulasi oleh kuasa, baik dalam arti AoanatomiAo seperti yang dilakukan oleh tenaga medis, maupun dalam arti Aostrategi politisAo yang bersifat mengatur, mengkontrol dan Lewat mekanisme penjara, tubuh perempuan menjadi objek kepatuhan demi menghindari konsekuensi hukum. Hal ini tergambar jelas lewat tokoh Firdaus dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan berlandaskan teori docile bodies Foucault. Teori tersebut berkaitan dengan analisis Michael Foucault mengenai cara kerja penjara dan sistem panoptikon dalam mengendalikan tubuh manusia. Tujuan penelitian ini yaitu menunjukkan cara kerja situs penjara sebagai alat untuk mendisiplinkan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya peran pejara sebagai situs pendisiplinan tubuh perempuan dalam novel Perempuan di Titik Nol. Tubuh perempuan dikendalikan oleh relasi kuasa melalui tiga hal, yaitu ancaman penjara, ketergantungan profesi, dan hukuman mati. Kata Kunci: penjara, docile body, tubuh perempuan, kuasa, pendisiplinan How to Cite: Samtani. PENJARA SEBAGAI SITUS PENDISIPLINAN TUBUH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARANGAN NAWAL ELSAADAWI. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10. , 1Ae8. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. melibatkan relasi kuasa yang terdiri dari PENDAHULUAN Hukuman merupakan cara strategis instrumen-instrumen hukum. Salah satunya kekuasaan untuk mengendalikan tubuh manusia, sehingga membentuk masyarakat panoptikon yang dapat mengendalikan yang disiplin dan sesuai dengan kehendak psikologis masyarakat di suatu negara. Penjara menjadi ancaman, dan secara tidak Dalam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia langsung membentuk tubuh yang patuh, dari Amnesty International, pada tahun atau dalam istilah Michele Foucault disebut 2017, ada 35 lebih eksekusi hukuman mati docile body. di Mesir. Padahal hukuman mati atas kasus Dalam tatanan kehidupan masyarakat, pembunuhan merupakan suatu hal yang tubuh acapkali menjadi objek kuasa. Tubuh mencederai HAM internasional, karena senantiasa dimanipulasi oleh kuasa, baik dianggap sebagai penderitaan terbesar. dalam arti AoanatomiAo seperti yang dilakukan "The greatest suffering known to man is not the pain of injury but that of a man who knows that in one hour, ten minutes, thirty seconds or immediately, his soul will depart his body. He will no longer be a human being, and this is oleh tenaga medis, maupun dalam arti Aostrategi politisAo yang bersifat mengatur, mengkontrol, dan mengendalikan. Menurut Foucault, kekuasaan berasal dari kuasa atas Strategi tubuh . dan atas setiap detail Mesir kegiatan tubuh . icro-physic. , dan atas mendisiplinkan masyarakatnya tampak jelas setiap institusi tubuh politik . ody politi. pada novel Perempuan di Titik Nol karangan The historical moment of the disciplines was the moment when the art of the human body was bornAWhat was then being formed was a policy of coercions that act upon the body, a manipulation of its elements, its gestures, its behavior. The human body was entering a machinery of power that explores it, breaks it down and rearranges it. A Aopolitical anatomyAo, which was also a Aomechanics of powerAo, was being bornA Thus discipline produces subjected and practised bodies. Aodocile body. Ay 1 Nawal el-Saadawi. Novel ini diangkat dari kisah nyata mengenai tokoh Firdaus yang akan segera menjalani hukuman gantung seorang germo. Perempuan di Titik Nol merupakan sebuah protes keras dari feminis Mesir: Nawal el-Saadawi, terhadap sisi kelam kehidupan sosial dan politik Mesir. Novel ini mengungkap secara gamblang Berbicara mengenai hukuman. Mesir cara kerja kekuasaan dan budaya patriarki dalam memposisikan tubuh perempuan. Sisi menerapkan kendali hukum secara ketat. lain yang tidak kalah menarik untuk dibahas Hingga detik ini. Mesir masih menerapkan yaitu mengenai penjara sebagai situs hukuman mati, terutama untuk kasus-kasus pemberontakan dan lawan politik rezim As- (Firdau. Sisi, yaitu aktivis Ikhwanul Muslimin. Data Anthony Synnot. The Body Social: Symbolisme. Self, and Society, (New York: Routledge, 1. , hlm 232-235 Fyodor Dostoyevski. Crime and Punishment, (Rusia: The Russian Messenger,1. , hlm 67 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. Beberapa persoalan tubuh perempuan dan dominasi pendisiplinan masyarakat . ecara lebih kekuasaan pria dalam novel Perempuan di spesifik tubuh perempua. dalam novel Titik Nol karangan Nawal el-Saadawi. Salah Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el- satunya oleh Sulistyorini . mengenai Saadawi. AuPelecehan Seksual Terhadap Tokoh Penelitian Perempuan dalam Novel Perempuan di Titik menunjukkan cara kerja situs penjara Nol Karya Nawal El-Saadawi dan The sebagai alat untuk mendisiplinkan tubuh Colour Walker. Ay perempuan dalam novel Perempuan di Titik Penelitian ini mengungkapkan usaha tokoh Nol karangan Nawal el-Saadawi. Selain itu, dalam memperjuangkan persamaan hak dan untuk mengembangkan nalar berpikir kritis membebaskan diri dari pelecehan seksual. dalam mengamati situasi politik dan sosial Metode yang digunakan yaitu kualitatif di negara Mesir, yang menjadi latar tempat dengan pendekatan feminisme. dalam novel Perempuan di Titik Nol. Purple Alice Sementara itu studi yang dilakukan oleh Astutik . bertajuk Melawan Hegemoni METODE PENELITIAN Laki-laki dalam Novel Perempuan di Titik Penelitian ini menggunakan metode Nol Karya Nawal el-Saadawi: Analisis kualitatif-deskriptif dengan berlandaskan Hegemoni, menunjukkan adanya bentuk teori docile bodies Foucault. Teori tersebut hegemoni tokoh laki-laki terhadap tokoh berkaitan dengan analisis Michel Foucault perempuan (Firdau. Bentuk hegemoni itu mengenai cara kerja penjara dan sistem berupa penyiksaan, kekerasan terselubung, panoptikon dalam mengendalikan tubuh Penelitian ini menganalisis tokoh Penelitian ini menggunakan utama perempuan yang berada di bawah teori hegemoni Gramci. kendali kuasa, sehingga ia harus patuh untuk Berdasarkan kajian di atas, penelitian ini melakukan berbagai hal agar terbebas dari ancaman hukuman/penjara. perempuan yang dikendalikan oleh kuasa. Korpus penelitian ini berupa perian Penelitian ini tidak hanya berfokus pada isu narasi atau dialog yang menunjukkan feminisme atau maskulinitas, akan tetapi adanya sistem kuasa dalam mengendalikan melibatkan teori analisis Foucault mengenai penjara dan tubuh yang patuh . ocile bod. Perempuan di Titik Nol. Data ini diperoleh Analisis dengan teori ini dapat menunjukkan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. menghasilkan kumpulan data-data utama dalam Discipline and Punish. Foucault yang berkaitan dengan topik penelitian. mengemukakan cara modern menghasilkan Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel tubuh yang self-regulated . ocile bod. Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el- yaitu lewat hierarchical observation atau Saadawi. pengamatan berjenjang. Dasar metode ini yaitu kita mengendalikan sikap seseorang HASIL PEMBAHASAN Menurut Foucault, dengan mengawasi Arsitektur hukuman sampai saat ini telah ditempatkan metode ini. Dengan menara pengawas di dalam teknologi politis terhadap tubuh. Perubahan praktik kuasa untuk menghukum narapidana, dan para narapidana tidak bisa tampak bahwa tubuh menjadi unsur utama melihat sipir di dalam menara pengawas, pelaksanaan hukuman, baik sebagai sasaran langsung ataupun sebagai perantara. Dalam kemampuan narapidana untuk menghindar. Discipline and Punish. Foucault Ia dipaksa mendisiplinkan dirinya kapan menelaah perubahan strategi kuasa dan Ia akan berperilaku baik bahkan sekali teknologi politis terhadap tubuh, yang pun menara itu tidak dihuni. Menariknya, menurut Foucault, panoptik ini menjadi pengetahuan dan kelahiran individu modern. model dalam masyarakat modern. Teknik Foucault menganalisis adanya transisi yang mendisiplinkan yang biasa diberlakukan akhirnya sampai pada perhatian terhadap tubuh yang tadinya objek siksaan, sampai pada tubuh yang harus dilatih agar disiplin. pengawasan modern: pabrik, supermarket. Kekuasaan Foucault ruang rumah sakit, bahkan sekolah. menghasilkan docile body, yang tidak Perempuan di Titik Nol memuat isu bersifat memaksa. Kekuasaan ini tidak docile body yang terjadi pada tokoh Firdaus. bersifat imposed . , melainkan Kepatuhan tubuh tersebut tidak hanya Gutting4 terjadi karena inferioritas perempuan, akan . Menurut Michel Foucault. Discipline and Punish. The birth of the Prison, transl. Alan Sheridan. LondonWorcester: Billing and Sons, (Disadur ke dalam bahasa Indonesia oleh Petrus Sunu Hardiyanta. Disiplin Tubuh Bengkel Individu (Yogyakarta: LKis, 1. , hlm 79 Moder. Gary Gutting. Foucault: A Very Short Introduction. Oxfordd, (UK. New York: Oxford University Press, 2. , hlm. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. tetapi juga kendali kuasa yang memaksa dan memanfaatkan superioritasnya dengan tidak adanya kesadaran psikologis yang dibentuk memberikan imbalan uang kepada Firdaus. Auapalagi yang kau tunggu? Aku tak ada uang malam ini. Aku akan berikan kepadamu lain kali. Ay (Saadawi, 1989, hlm. ketergantungan profesi, dan hukuman mati. Ancaman Penjara Penjara sebagai situs pendisiplinan bayang dalam kehidupan Firdaus. Sebab, perempuan yang tidak bisa lepas dari bangunan itu telah menjelma sebagai panoptikon yang mengawasi gerak-gerik Firdaus Penjara Profesinya pelacur membuat Firdaus harus berurusan dengan sejumlah polisi, karena pekerjaan pertimbangan dalam mengambil keputusan. tersebut dinilai aib oleh negara. Upaya kuasa Penjara telah masuk ke dalam ruang untuk mengendalikan tubuh perempuan psikologis Firdaus yang pada akhirnya melalui ancaman penjara terlihat pada membentuk kesadaran untuk bersikap patuh kutipan berikut: dan disiplin pada kehendak polisi dan AuJangan main-main dengan saya, dan juga jangan tawar-menawar, atau akan saya bawa kamu ke kantor polisi. Ay AuMengapa? Saya tidak berbuat apaapa. Ay AuKau seorang pelacur, dan menjadi tugasku untuk menangkap kamu dan lain-lain yang sejenis denganmu. Untuk membersihkan negeri ini, dan melindungi kaum keluarga yang terhormat dari jenis kalian. Tetapi saya tidak suka mempergunakan kekerasan. Barangkali kita dengan diam-diam dapat mufakat tanpa pertengkaran. (Saadawi, 1989, hlm. Tetapi saya menyadari bahwa orang dari kepolisian itu hanyalah penerima perintah, dan setiap perintah yang diberikan kepadanya telah dinilai sebagai tugas nasional yang bersifat Apakah dia membawa saya ke penjara, ataukah ke tempat tidur orang penting itu, bagi dia sama saja. (Saadawi, 1989, hlm. Tubuh saya adalah milik saya sendiri, tetapi tanpa negara kita dapat mereka Pada suatu peristiwa mereka memasukkan saya ke dalam penjara karena saya menampik salah seorang dari tokoh-tokoh penting itu. (Saadawi, 1989, hlm. Kutipan di atas menggambarkan sosok polisi yang mengancam Firdaus, sehingga menempatkan Firdaus pada posisi yang laki-laki. Ketergantungan Profesi Ketergantungan profesi merupakan hal membiarkan tubuhnya dibawa paksa ke kantor polisi, lalu masuk penjara. Karena kendali kekuasaan, polisi tersebut juga umum yang terjadi pada situasi pekerjaan Dalam kasus Firdaus, ia mengalami ketergantungan profesi pada germo. Sebab. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Mesir. ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia membutuhkan perlindungan dari germo. tokoh Firdaus di pertengahan tahun 1970- Germo-germo itu yang akan melindungi Saat itu masih era pemerintahan Anwar mereka dari ancaman penguasa atau pun Sadat. Sistem pemerintahan Mesir kala itu gangguan polisi. Hal ini tampak pada masih sangat jauh dari nilai-nilai demokrasi. kutipan berikut: Oleh karena itu, vonis hukuman mati bagi AuSetiap pelacur mempunyai germo untuk melindunginya dari germo-germo yang lain, dan dari Itulah yang akan saya Ay AuTetapi saya dapat melindungi diri sendiri,Ay kata saya. (Saadawi, 1989, hlm. Firdaus menjadi hal yang lumrah terjadi. Pengaruh sistem syariat Islam terhadap mekanisme hukum di Mesir juga masih sangat kuat di era 1970-an. Accordance with Article 2 of the Egyptian Constitution, as amended in 1980: "Islam is the State religion and Arabic is its Fakta mengenai adanya ancaman dari official language. The Sharia is the principal source penguasa serta gangguan polisi, membuat of legislation. tubuh perempuan tidak bisa sepenuhnya ia Berikut Sebab Firdaus harus menyerahkan menggambarkan kepatuhan tubuh Firdaus terhadap kendali kekuasaan di dalam komodifikasi yang dilakukan oleh germo. lingkungan penjara. Saya tak punya waktu untuk mendengarkan anda. Mereka akan datang menjemput saya pukul enam malam ini. Besok pagi saya tak akan berada di sini lagi. Saya juga tidak akan berada di tempat manapun yang diketahui orang. (Saadawi, 1989, hlm. Hal ini semata-mata untuk melindungi diri dari ancaman penjara. Kutipan berikut Firdaus berada di bawah kendali germo. Saya mengetahui bahwa dia seorang germo yang mengendalikan sejumlah pelacur, dan saya adalah seorang di antara mereka. Dia mempunyai kawan di mana-mana, di setiap profesi, dan kepada mereka itulah dia belanjakan uangnya dengan amat royalnya. Dia mempunyai kawan di kepolisian yang (Saadawi, 1989, hlm. Penjara telah membentuk kepatuhan dalam diri Firdaus, sehingga tak terlintas dalam pikirannya untuk memberontak atau mengajukan grasi dari presiden. Firdaus mematuhi supremasi hukum. Ia mematuhi Hukuman Mati Novel Perempuan mekanisme hukuman gantung yang akan Titik Nol dilaluinya pada pukul enam malam. Sistem berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada The Death Penalty in Egypt, (International Federation of Human Right, 2. , hlm. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. penjara ini telah menjelma sebagai sistem memaksa, merepresi, dan mengancam. pendisiplinan tubuh perempuan, dari awal Ketiga hal tersebut berkulminasi dalam mula Firdaus yang lembut tetapi liar dan mematikan, menjadi sosok yang misterius perempuan terhadap bahaya penjara dan dan patuh pada aturan hukum. Tubuh yang hukuman mati. patuh juga tampak jelas diperlihatkan oleh Firdaus melalui kutipan berikut: Penjara sebagai situs pendisiplinan tubuh menjadikan tokoh Firdaus sebagai AuMari kita berangkat . sudah tiba. Ay Saya melihat ia berjalan keluar bersama mereka. Saya tidak pernah melihatnya lagi. (Saadawi, 1989, hlm. perempuan yang tidak bisa lepas dari Profesinya pelacur membuat Firdaus harus berurusan dengan sejumlah polisi, karena pekerjaan Protes keras terhadap kekusaan dan tersebut dinilai aib oleh negara. Selain itu, aparat kepolisian terdapat pada bagian akhir tubuh Firdaus juga dikendalikan oleh dari cerita yang dituturkan oleh Firdaus. Struktur kekuasaan berperan penting dalam ketergantungan profesi pada germo. Sebab. Oleh Mesir, karenanya, menjatuhkan hukuman mati membutuhkan perlindungan dari germo. kepada Firdaus merupakan cara kekuasaan Germo-germo itu yang akan melindungi untuk menutupi kebobrokan sistem sosial mereka dari ancaman penguasa atau pun dan politik di negara Mesir. gangguan polisi. Maka, tubuh Firdaus terpaksa menjadi objek komodifikasi yang Mereka tidak takut kepada pisau saya. Kebenaran menakutkan mereka. Adalah kebenaran yang menakutkan ini yang mencegah saya merasa takut kepada kekurangajaran para penguasa dan para petugas kepolisian. (Saadawi, 1989, hlm. Puncak manakala Firdaus patuh untuk menjalani eksekusi mati. Penjara sebagai situs pendisiplinan SIMPULAN tokoh perempuan terdapat dalam novel Perempuan di Titik Nol memuat isu Perempuan di Titik Nol karangan Nawal el- docile body yang terjadi pada tokoh Firdaus. Saadawi. Novel Perempuan di Titik Nol Kepatuhan tubuh tersebut tidak hanya terjadi karena inferioritas perempuan, akan perempuan bernama Firdaus yang dalam kehidupan bermasyarakat dikendalikan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia relasi kuasa melalui: . ancaman penjara. Nawal El-Saadawi dan The Colour Purple karya Alice Walker. Malang: hukuman mati. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 38 No. Synnot. Anthony. The Body Social: DAFTAR PUSTAKA