Jurnal Elektro dan Telkomunikasi ANALISIS TIPE PASANG SURUT DI BELAWAN MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY Arrisha Anggraini. Tr. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Sumatera Utara ABSTRAK Kecamatan Medan Belawan memiliki Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, regional dan nasional. Kota Medan dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia bagian Barat, karena pelabuhan Belawan merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Utara, terutama untuk arus keluar masuk barang dan penumpang melalui angkutan laut. Penentuan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tipe pasang surut di Belawan. Sumatera Utara. Data pasang surut yang digunakan merupakan data Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosa. dari tanggal 02 Oktober 2024 sampai dengan 30 Oktober 2024. Perhitungan pasang surut dilakukan menggunakan metode admiralty untuk analisis harmonik. Berdasarkan data pengolahan menggunakan metode admiralty . dihasilkan sembilan komponen pasang surut dan menunjukkan nilai bilangan formzahl sebesar 0,235. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tipe pasang surut di daerah Belawan (Sumatera Utar. merupakan pasang surut harian ganda, dimana dalam sehari mengalami dua kali air pasang dan dua kali air surut yang hampir sama tingginya. Kata Kunci: Pasang Surut. Metode Admiralty. Bilangan Formzahl. Belawan PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan, memiliki potensi strategis bagi pelayaran baik skala internasional maupun nasional, serta transportasi antar pulau yang vital bagi kegiatan ekonomi. Banyak industri besar yang berada di wilayah pesisir karena akses transportasi yang Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan pelayaran dan aktivitas di perairan secara umum, penting untuk memahami gerakan pasang surut sebagai fenomena alam yang mempengaruhi naik turunnya permukaan air laut (Supriyono et al. , 2. Kecamatan Medan Belawan memiliki Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, regional dan nasional. Kota Medan dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia bagian Barat, karena pelabuhan Belawan merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Utara, terutama untuk arus keluar masuk barang dan penumpang melalui angkutan laut (Pemerintah Kota Medan, 2. Kondisi ini juga mendorong pertumbuhan industri, baik besar, menengah, kecil, maupun industri-industri perumahan. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan industri ini akan mendorong pertumbuhan permukiman di daerah tersebut. Analisis pasang surut harus dilakukan untuk melihat wilayah Kecamatan Medan Belawan itu sendiri. Pasang surut adalah pergerakan naik dan turunnya permukaan air laut yang disebabkan oleh gaya tarik benda-benda langit seperti bulan dan matahari terhadap massa air di bumi (Triatmodjo, 1. dalam (Korto et al. Tingkat permukaan air laut di seluruh permukaan Bumi berubah dari waktu ke waktu dan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Variasi ini mencakup Mean Sea Level (MSL). Highest High Water Level (HHWL), dan Lowest Low Water Level (LLWL), dan sulit untuk diprediksi karena bergantung pada kondisi dan lokasi tertentu (Muldiyatno et al. Berbagai fenomena dan keadaan lautan dipengaruhi oleh pasang surut, yang tentunya juga akan mempengaruhi aktivitas manusia di lautan, seperti perikanan dan pelayaran. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis pasang surut agar dapat memberikan pemahaman mengenai frekuensi terjadinya pasang dan surut di suatu perairan, yang dapat menjadi panduan dalam merencanakan berbagai aktivitas di wilayah perairan. Selain itu pengetahuan mengenai dinamika pasang surut juga memberikan gambaran umum untuk merencanakan aktifitas lainnya pada suatu lokasi perairan. Oleh karena itu, penghitungan pasang surut diperlukan untuk menentukan tipe pasang surutnya di suatu lokasi perairan. Untuk membuat upaya pelestarian lingkungan lebih terarah dan efektif, penentuan tipe pasang surut juga sangat penting dalam pengelolaan lingkungan pesisir serta konservasi ekosistem mangrove, terumbu karang. Jurnal Elektro dan Telkomunikasi dan hutan bakau. Kemudian dalam industri pariwisata, pengetahuan mengenai tipe pasang surut sangat bermanfaat serta berguna dalam merencanakan aktivitas rekreasi seperti surfing, snorkeling, dan diving. Wisatawan juga dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dengan waktu pasang surut yang tepat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata pantai. Metode admiralty digunakan untuk mengkalkulasi konstanta pasang surut harmonik dengan memantau tinggi air laut selama periode 15 atau 29 piantan. Metode ini berguna untuk mengidentifikasi pola pasang surut di suatu wilayah air serta tinggi muka air laut. Dalam penggunaan metode admiralty, diperoleh dua nilai konstan harmonik, yakni amplitudo (A) dan perbedaan fase . A), yang selanjutnya digunakan dalam menganalisis tipe pasang surut dan elevasi muka air. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan data pasang surut oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosa. untuk mengumpulkan data pasang surut selama 29 piantan mulai dari tanggal 02 Oktober 2024 sampai 30 Oktober 2024. Data pasang surut yang digunakan merupakan data di daerah Belawan. Sumatera Utara. Data pasang surut diolah menggunakan metode admiralty yang kemudian digunakan untuk mencari nilai bilangan Nilai bilangan inilah yang akan menunjukkan tipe pasang surut daerah penelitian. Metode admiralty merupakan metode penentuan pasang surut dengan rentang data yang pendek dan memerlukan tabel pendukung berisi konstanta perhitungan dalam proses pengerjaannya (Fitriana et al. , 2. Amplitudo konstanta harmonik pasang surut M2. S2. K1, dan O1 dihitung berdasarkan data pengukuran pasang surut. Konstanta harmonik ini diperoleh melalui serangkaian tahapan perhitungan dari Skema 1 hingga Skema 8. Konstanta harmonik pasang surut yang terdapat pada metode admiralty terdapat 9 komponen berdasarkan faktor pengaruhnya, yaitu: M2 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi posisi bulan . S2 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi posisi matahari . N2 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi perubahan jarak bulan . K1 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi deklinasi bulan dan matahari . O1 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi deklinasi bulan . M4 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi oleh pengaruh ganda M2 . MS4 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi oleh interaksi M2 dan S2 . P1 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi oleh deklinasi matahari . K2 merupakan konstanta harmonik yang dipengaruhi oleh perubahan jarak matahari Dalam proses perhitungan ini, diperlukan penggunaan beberapa variabel astronomis, yaitu variabel s, h, p, dan N, seperti yang dijelaskan oleh Schureman . , dengan rumus sebagai berikut: ycI = 277,02 . 267,89 ycu ycN) . ,0011 ycu ycN ycu ycN) ya = 280,19 . 00,77 ycu ycN) . ,0003 ycu ycN ycu ycN) ycE = 334,39 . 9,04 ycu ycN) . ,0103 ycu ycN 2 ) ycA = 259,16 Oe . 4,14 ycu ycN) . ,0021 ycu ycN ycu ycN) Variabel s, h, p. N merupakan unsur-unsur orbit bulan dan matahari yang merupakan fungsi dari: ycN = 365 ycu . cU Oe 1. a Oe . ya D merupakan jumlah hari yang berlalu dari jam 00. 00 pada tanggal 1 Januari tahun tersebut sampai jam 00. tanggal pertengahan pengamatan. I merupakan bagian integral tahun (O 1AE4 . cU Oe 1. Setelah dilakukan perhitungan data pasang surut menggunakan meode admiralty maka akan diperoleh nilai amplitudo komponen harmonik pasang surut yang nantinya akan digunakan untuk menghitung nilai bilangan formzahl dengan persamaan sebgai berikut: Jurnal Elektro dan Telkomunikasi ya= ycC1 ya1 ycA2 ycI2 di mana: F merupakan bilangan Formzahl. K1 merupakan unsur pasut tunggal yang disebabkan oleh gaya tarik matahari. O1 merupakan unsur pasut tunggal utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan. M2 merupakan unsur pasut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan. S2 merupakan unsur pasut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik matahari. HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Parameter dan Konstanta Penentuan tipe pasang surut dengan metode admiralty dilakukan dengan menghitung parameter dan konstanta dengan bantuan 8 buah skema. Langkah-langkah perhitungan metode admiralty yang dilakukan adalah sebagai Skema 1 Pada skema pertama, data hasil pengamatan pasang surut yang diperoleh dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosa. disusun berdasarkan tanggal pengamatan dan waktu lokal. Berikut contoh penyusunan data pengamatan pasang surut di daerah Belawan yang dilakukan dari tanggal 02 Oktober 2024 hingga tanggal 30 Oktober 2024 yang berarti tanggal tengah pengamatan adalah 16 Oktober 2024. Skema 2 Tujuan penyusunan skema 2 ini adalah untuk menentukan jumlah bacaan ( ) dan (-) untuk masing-masing nilai X1. Y1. X2. Y2. X4 dan Y4 pada masing-masing tanggal pengamatan. Penyusunan skema 2 ini menggunakan panduan Tabel 1, untuk mengetahui jam pengamatan mana saja yang masuk kelompok positif ( ) dan kelompok negatif (-) untuk masing-masing komponen X1. Y1. X2. Y2. X4 dan Y4. Tabel 1. Tabel Konstanta Pengali Menyusun Skema 2 Waktu X1 Y1 X2 Y2 X4 Y4 00:00 01:00 02:00 03:00 04:00 Tabel 2. Tabel Konstanta Pengali Menyusun Skema 2 Lanjutan Waktu X1 Y1 X2 Y2 X4 Y4 05:00 06:00 07:00 08:00 09:00 10:00 11:00 12:00 13:00 14:00 15:00 Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Waktu 16:00 17:00 18:00 19:00 20:00 21:00 22:00 23:00 Skema 3 Skema 3 berisikan penjumlahan aljabar skema 2, yaitu terdiri dari kolom X0. X1. Y1. X2. Y2. X4 dan Y4 dalam setiap hari pengamatan, dimana: Kolom X0 berisi perhitungan mendatar dari hitungan X1 pada skema 2 tanpa memperhatikan tanda ( ) dan (-). Kolom X1. Y1. X2. Y2. X4 dan Y4 merupakan penjumlahan mendatar dari X1. Y1. X2. Y2. X4 dan Y4 pada skema 2 dengan memperhatikan tanda ( ) dan (-). Untuk mengatasi hasilnya tidak ada yang negatif maka ditambahkan 2000 . ntuk kolom X1. Y1. X2. dan 500 . ntuk kolom X4 dan Y. Skema 4 Skema 4 ini merupakan hasil pengali proses bulanan untuk panjang data 29 piantan. Kolom-kolom Tabel Doodson dari Tabel 2 dikalikan dengan nilai-nilai dari Skema 3 untuk menghasilkan penjumlahan aljabar dari Skema 2, yang terdiri dari kolom X0 dan X1. Tabel 3. Harga Pengali Proses Bulanan Untuk 29 hari d-29 Indeks Untuk 15 hari d-15 Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Untuk 29 hari d-29 Indeks Untuk 15 hari d-15 Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Tabel 4. Harga Pengali Proses Bulanan Lanjutan Untuk 29 hari d-29 Indeks Untuk 15 hari d-15 Skema 5 dan Skema 6 Penyusunan pada skema 5 dan skema 6 memerlukan tabel pengali yang kemudian disesuaikan dengan data pengamatan 29 piantan atau 15 piantan. Data dari skema 4, hasil perhitungan harga X dan Y, diperlukan untuk perhitungan ini. Skema 7 Selanjutnya untuk penyelesaian skema 7 dapat dilihat pada Tabel 3, sebagai berikut: Tabel 5. Skema 7 V = PR cos R MS4 104580,000 30778,700 2764,400 6162,680 -4824,080 891,520 570,000 318,000 12487,000 18076,200 672,160 -6850,000 -709,840 -111,400 377,600 VI = PR sin R 104580,000 33215,261 18286,359 6199,228 8378,201 1139,597 580,784 493,666 696,000 559,000 448,000 566,000 439,000 565,000 507,000 535,000 0,963 1,000 0,963 1,112 1,182 0,928 0,963 1,000 1,292 1,173 0,850 1,000 1,000 1,292 402,008 0,000 410,101 295,012 466,997 444,017 402,008 -0,208 0,000 -0,208 -0,749 0,845 -0,417 -0,208 0,000 16,223 4,025 15,949 0,000 0,000 16,223 333,000 345,000 327,000 173,000 160,000 307,000 318,000 22,083 81,305 6,225 234,845 321,473 348,942 49,897 756,882 442,528 747,142 718,057 949,314 1099,542 785,920 36,882 82,528 27,142 358,057 229,314 19,542 65,920 61,672 31,591 9,691 20,174 1,706 1,234 0,741 s = V u w p Ro A = PR : . x f x . W)) 150,259 Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Skema 8 Setelah skema 7, maka langkah terakhir yaitu melakukan rekapitulasi nilai-nilai yang telah didapatkan dari skema sebelumnya yang dapat dilihat pada Tabel 4. sebagai berikut: Tabel 6. Skema 8 A . MS4 Penentuan Tipe Pasang Surut Setelah melalui serangkaian tahapan perhitungan dari Skema 1 hingga Skema 8 untuk mendapatkan nilainilai konstanta harmonik ini. Selanjutnya, dengan menggunakan persamaan bilangan formzahl diperoleh tipe pasang surut di daerah Belawan, yaitu sebagai berikut: ya= ya= ycC1 ya1 ycA2 ycI2 19,4 6,8 = 0,235 61,7 29,6 Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dari nilai-nilai konstanta harmonik yang tertera pada Tabel 4, diperoleh bilangan formzahl sebesar 0,235. Hal ini menunjukkan bahwa tipe pasang surut di daerah Belawan (Sumatera Utar. merupakan pasang surut semi diurnal tide atau harian ganda. Hal tersebut didukung dengan penelitian oleh Triatmodjo . , pernyataan pertama yang dibuat oleh Wyrtki, 1. , dalam Ramdhan . pada Gambar 1 menunjukkan wilayah Indonesia terdiri dari empat tipe pasang surut, dimana pada daerah Belawan (Sumatera Utar. menujukkan tipe pasang surut harian ganda yang terletak di sekitar Malacca Strait sampai ke Andaman Sea. Penelitian ini juga didukung dengan beberapa penelitian lainnya seperti Syahputra dan Rahma . Frederick et al. Pariwono . Thabet . , dan Gultom et al. dan Yuliadi . yang menyatakan bahwasanya lokasi penelitian yaitu Belawan (Sumatera Utar. bertipe pasang surut harian ganda. Gambar 1. Pola Tipe Pasut di Indonesia Sumber: Wyrtki . Nontji . and Ramdhan . Jurnal Elektro dan Telkomunikasi KESIMPULAN Dalam penelitian ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Perhitungan pasang surut dengan menggunakan metode admiralty membutuhkan ketelitian karena terdapat langkah yang cukup panjang dengan berbagai macam konstanta yang berbeda pada setiap skemanya. Pengolahan data Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosa. menggunakan metode admiralty . dihasilkan sembilan komponen pasang surut dan menunjukkan nilai bilangan formzahl sebesar 0,235. Tipe pasang surut di daerah Belawan. Sumatera Utara yaitu semi diurnal tide atau harian ganda, dimana dalam sehari mengalami dua kali air pasang dan dua kali air surut yang hampir sama tingginya. BIBLIOGRAFI Fitriana. Oktaviani. , & Khasanah. Analisa Harmonik Pasang Surut Dengan Metode Admiralty Pada Stasiun Berjarak Kurang Dari 50 Km Harmonic Analysis With Admiralty Methode on Sea Tides Station Less Than 50 Km. Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, 6. , 38Ae48. Frederick. Dwi. , & Hariadi. Pemetaan Banjir Rob Terhadap Pasang Tertinggi di Wilayah Pesisir Kecamatan Medan Belawan. Sumatera Utara. Jurnal Oceanografi, 5, 334Ae339. http://ejournals1. id/index. php/jose Gultom. Harsono. Pranowo. , & Adrianto. Sistem Informasi Pasang Surut Berbasis Android di Wilayah Kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut (Studi Kasus Belawan. Tarempa. Sibolga. Natuna dan Cilaca. Jurnal Chart Datum, 3. , 81Ae92. https://doi. org/10. 37875/chartdatum. Korto. Jasin. , & Mamoto. Analisis Pasang Surut di Pantai Nuangan (Desa Iyo. Boltim Dengan Metode Admiralty. Jurnal Sipil Statistik, 3. , 391Ae402. Muldiyatno. Djunarsjah. Adrianto. , & Pranowo. Kajian Awal Perubahan Muka Air Sungai Untuk Penentuan Datum Peta (Studi Kasus Sungai Musi Palemban. Jurnal Chart Datum, 1. Nontji. Laut Nusantara (Bibliogra. Pariwono. Kondisi Pasang Surut Indonesia. Prosidings Pasang Surut, 135Ae147. Pemerintah Kota Medan. Medan Belawan. https://pemkomedan. id/hal-medan-belawan. Ramdhan. The Comparison Between Tidal Observation And The Prediction By Using Tide Model Driver Software. In Pramuka Island And Pati Coastal Waves. Jurnal Segara, 7. , 1. https://doi. org/10. 15578/segara. Schureman. , 1988. Manual of Harmonic Analysis and Prediction of Tides. Department of Commerce. Coast and Geodetic Survey. Washington. United States. Supriyono. Pranowo. Rawi. , & Herunadi. Analisa dan Perhitungan Prediksi Pasang Surut Menggunakan Metode Admiralty dan Metode Least Square (Studi Kasus Perairan Tarakan dan Balikpapa. Jurnal Chart Datum, 1. , 9Ae20. https://doi. org/10. 37875/chartdatum. Syahputra. , & Rahma. Karakteristik Pasang Surut Air Laut di Peairan Belawan Menggunakan Metode Admiralty Characteristics of Sea Water Tide in Belawan Waters Using Admiralty Method. https://doi. org/10. 35308/jlik. Triatmodjo. Teknik Pantai. Beta Offset. Wyrtki. Physical Oceanography of the Southeast Asian Waters. In Scientific Results of Marine Investigation of the South China Sea and the Gulf of Thailand 1959-1961 (Vol. Issue Naga Repor. Yuliadi. Aplikasi data pasang surut real time dalak penentuan kedalaman laut aktual di selat