e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman: 138-142 Hubungan Pengetahuan. Sikap Dan Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia Di RS Vita Insani The Relationship Between Knowledge. Attitudes, and Family Support of Diabetes Mellitus Patients and Hyperglycemia Prevention at Vita Insani Hospital Helfrida Situmorang1 & Trinita Situmorang2 1,2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding author: E-mail: situmoranghelfrida@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga pasien diabetes melitus terhadap pencegahan hiperglikemia di RS Vita Insani. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 37 pasien diabetes melitus yang dirawat di RS Vita Insani. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang . ,7%), sikap positif dan negatif yang seimbang . asing-masing 50%), serta dukungan keluarga yang tergolong kurang . %). Pencegahan hiperglikemia sebagian besar juga dinilai kurang . ,3%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan pencegahan hiperglikemia . < 0,. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan hiperglikemia yang melibatkan keluarga pasien guna meningkatkan upaya pengelolaan diabetes secara optimal. Kata Kunci: Diabetes Melitus. Pengetahuan. Dukungan keluarga Abstract This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and family support of diabetes mellitus patients towards hyperglycemia prevention at Vita Insani Hospital. The study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 37 diabetes mellitus patients treated at Vita Insani Hospital. The sampling technique used total sampling. The results showed that most respondents had a low level of knowledge . 7%), a balanced level of positive and negative attitudes . % eac. , and insufficient family support . %). Hyperglycemia prevention was also considered by most respondents to be low . 3%). The results of the ChiSquare statistical test showed a significant relationship between knowledge, attitudes, and family support with hyperglycemia prevention . < 0. This study recommends the need for education and socialization regarding hyperglycemia prevention involving patients' families to improve efforts to optimally manage diabetes. Keywords: Diabetes Mellitus. Knowledge. Family Support DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi Situmorang. Situmorang. Hubungan Pengetahuan. Sikap Dan Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia Di RS Vita Insani . Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Penyakit diabetes melitus terdiri dari diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Penyakit diabetes melitus tipe 2 lebih banyak terjadi dari pada penyakit diabetes melitus tipe 1. Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyebab utama kematian atau dapat dirata-rata sekitar 2,1% dari seluruh kematian yang ada di dunia. Jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 ini semakin meningkat pada kelompok umur dewasa antara umur 30 tahun keatas dan pada seluruh status sosial ekonomi. (PERKENI, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di RS Vita Insani melalui wawancara dengan 7 penderita diabetes melitus yang mengatakan tidak mengetahui bagaimana mencegah terjadinya hiperglikemia, 2 orang pasien mengatakan tidak perlu lagi rutin berolah raga karena sudah menjaga pola makannya dan 3 orang pasien mengatakan mengalami hiperglikemia karena gaya hidup yang tidak baik dan sudah menyadarinya setelah mendapat dukungan keluarga dalam penganganan makanan sesuai diet diabetes, rutin berolah raga, mendapatkan eduksi tentang diabetes melitus dan minum obat teratur sehingga dapat mencegah hiprglikemia. Adapun jumlah penderita diabetes melitus rata-rata setiap bulan pada bulan September sampai November di RS Vita Insani sebanyak 37 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga pasien diabetes melitus dengan pencegahan hiperglikemia di RS Vita Insani. Adapun hipotesa dalam penelitian adalah adanya hubungan keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia di RS Vita Insani. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah kolerasional dengan menggunakan desain cross sectional (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan. Sikap Dan Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia di RS Vita Insani. Penelitian ini dilaksanakan di RS Vita Insani yang dilaksanakan mulai Desember 2023Januari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien Diabetes Melitus yang dirawat di RS Vita Insani sebanyak 37 Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini di lakukan dengan cara nonprobability sampling yaitu dengan total sampling, total sampling merupakan teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi (Setiadi. Pengetahuan merupakan hasil tahu seseorang setelah melihat sesuatu objek tertentu dengan panca inderanya, dari yang tidak tahu menjadi tahu . Sikap merupakan reaksi/ respon yang masih tertutup dari sesorang terhadap sesuatu stimulus/objek. Dukungan keluarga pasien merupakan reaksi/ respon yang positif dari Pencegahan merupakan upaya/ tindakan untuk mencegah hiperglikemia. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square pada batas kemaknaan p < 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95% (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden. Tabel 1. Distribusi Responden Tentang Pengetahuan. Sikap Dan Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia No. Karakteristik Responden 1 Pengetahuan Baik Cukup Kurang e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Total 2 Sikap Positif Negatif Total 3 Dukungan Keluarga Baik Cukup Kurang Total 4 Pencegahan Hiperglikemia Baik Kurang Total Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Emi Harahap, 2. bahwa ada hubungan yang signifikan antara hiperglikemia di di RSUD Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2019 dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan Apriliani . menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan terjadinya luka kaki diabetik dengan p-value sebesar 0,000<0,05. Luka kaki diabetes salah satunya dipengaruhi oleh ketidaktahuan baik dalam pencegahan maupun perawatan. Pengetahuan tentang kesehatan merupakan salah satu bagian DM. Melalui mengetahui tentang penyakit, sehingga dapat merawat dirinya sendiri untuk menghindari komplikasi. Menurut asumsi peneliti, rendahnya pengetahuan disebabkan oleh responden kurang mampu menerima sesuatu yang pendidikannya yang kurang. Untuk memudahkan proses edukasi perlu dibuat berbagai macam sarana promosi berupa poster, leaflet, lembar balik, dan food model untuk perencanaan makanan. Pengadaan dilakukan dengan membangun kemitraan dengan pihak ketiga seperti distributor obat maupun perusahaan swasta melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Proses penerimaan informasi yang bisa meningkatkan pengetahuan menjadi sedikit terhambat dengan pola pikir responden yang rendah akibat dari rendahnya pendidikan Selain dari pendidikan formal pengetahuan responden juga dapat diperoleh dari pendidikan non formal, diperoleh lewat iklan atau penyuluhan. Berdasarkan menggambarkan bahwa Baik sebanyak 4 orang . 3%). Cukup sebanyak 9 orang . 0%), dan Kurang sebanyak 17 orang . 7%). Berdasarkan menggambarkan bahwa Positif sebanyak 15 orang . 0%), dan Negatif sebanyak 15 orang . 0%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan menggambarkan bahwa Baik sebanyak 7 orang . 3%). Cukup sebanyak 11 orang . 7%), dan Kurang sebanyak 12 orang . 0%). Berdasarkan didapatkan gambaran umum mengenai Pencegahan Hiperglikemia. Data tersebut menggambarkan bahwa Baik sebanyak 11 orang . 7%), dan Kurang sebanyak 19 orang . 3%). Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan program SPSS versi 16. didapatkan A value = 0,000 < = 0,05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima menunjukkan bahwa ada Hubungan Pengetahuan Dengan Pencegahan Hiperglikemia di RS Vita Insani. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Berdasarkan menggunakan uji statistik Chi Square dengan program SPSS versi 16. didapatkan A value = 0,001 < = 0,05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima menunjukkan bahwa ada Hubungan Sikap Dengan Pencegahan Hiperglikemia di RS Vita Insani. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Emi Harahap, 2. bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan hiperglikemia RSUD Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2019 dengan nilai p = 0,001 < 0,05. Hubungan sikap dengan pencegahan hiperglikemia dapat dilihat dari 39 responden yang memiliki 94,9% melakukan pencegahan hiperglikemia. Menurut asumsi peneliti, mayoritas responden yang memiliki sikap positif masih ada 50. 0% tidak melakukan pencegahan hiperglikemia. Hal ini dikarenakan faktor pendidikan responden yang rendah memengaruhi tingkat pengetahuannya tentang hiperglikemia. Pengetahuan dilakukan di fasilitas kesehatan. Menurut peneliti, sikap responden terhadap responden tentang manfaat pencegahan Selain itu kurangnya komplikasi hiperglikemia baik yang dilakukan oleh dinas kesehatan maupun dari pemerintah desa. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan program SPSS versi 16. didapatkan A value = 0,000 < = 0,05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima menunjukkan bahwa ada Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Pencegahan Hiperglikemia di RS Vita Insani. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Emi Harahap, 2. bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pencegahan hiperglikemia di RSUD Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2019 dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Menurut peneliti, dukungan dari keluarga dapat berupa kesanggupan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan responden untuk datang ke Dukungan keluarga yang baik dengan memberikan perhatian dan motivasi akan Dengan kurangnya dukungan keluarga dari setiap untuk mengajak penderita DM berkunjung ke fasilitas kesehatan maka responden tersebut akan malas untuk melakukan pemeriksaan dorongan dari anggota keluarga. SIMPULAN Berdasarkan pengetahuan di RS Vita Insani adalah kurang sebanyak 17 orang . 7%). Sikap di RS Vita Insani adalah positif sebanyak 15 orang . 0%), dan negatif sebanyak 15 orang . 0%). Dukungan keluarga pasien diabetes melitus di RS Vita Insani adalah Kurang sebanyak 12 orang . 0%). Pencegahan hiperglikemia di RS Vita Insani adalah Kurang sebanyak 19 orang . 3%). Terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga pasien diabetes melitus dengan pencegahan hiperglikemia di RS Vita Insani, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. DAFTAR PUSTAKA