Pengaruh Konformitas Teman . (Rita Iswant. PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN STUDI LANJUT SISWA KELAS IX SMP N 1 MLATI THE EFFECT OF PEER CONFORMITY TOWARD STUDENT FURTHER EDUCATION DECISION - MAKING IN GRADE IX OF SMP N MLATI Oleh: Rita Iswanti. Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta ritaiswanti2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa kelas IX SMP N 1 Mlati. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Responden penelitian sejumlah 103 siswa pada siswa kelas IX SMP N 1 Mlati. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana, dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara variabel konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan studi Dilihat dari nilai konstanta sebesar 119,046 dan nilai koefisien regresi predikator sebesar -0,809 dengan persamaan regresi liniernya yaitu Y = 119,046 Ae 0,809X. Nilai R square sebesar 0,242 diketahui bahwa konformitas teman sebaya mempengaruhi pengambilan keputusan studi lanjut sebesar 24,2%. Sedangkan sebesar 75,8% variabel pengambilan keputusan studi lanjut dipengaruhi oleh faktor lain di luar Diperkirakan setiap peningkatan 1% pada variabel konformitas teman sebaya, maka pengambilan keputusan studi lanjut akan menurun sebesar 0,809. Kata kunci: konformitas teman sebaya, pengambilan keputusan studi lanjut Abstract This study aims to determine the effect of peer conformity toward student further education decision - making in grade IX of SMPN Mlati. This study uses a quantitative. Research respondents were 103 students in grade IX SMPN 1 Mlati. The data collection technique is questionnaire. Data analysis was performed using descriptive analysis and simple regression analysis, with the help of SPSS software. The result of this study showed that there was a negative and significant influence between peer conformity variables on further education decision making. Judging from the constant value of 119. 046 and the predicator regression coefficient value of -0. 809 with the linear regression equation, namely Y = 119. - 0. The R square value of 0. 242 shows that peer conformity affects the student further education decision making sby 24. Meanwhile, 75. 8% of the variables of further study decision making are influenced by other factors outside the research. It is estimated that every 1% increase in the peer conformity variable, then the decision making for further studies will decrease by 0. Keywords: peer conformity, further study decision making PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui berlangsung sekitar 13-21 tahun. Pada usia remaja, persahabatan atau percintaan. salah satu tugas perkembangan yang tersulit Dalam perkembangannya, remaja akan adalah mengenai penyesuian sosial (Hurlock, lebih banyak berada di luar rumah bersama dengan 1980:. Hal ini mendorong remaja untuk teman-teman sebaya sebagai kelompok (Hurlock, 247 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 1980:. Remaja akan lebih tertarik dan mau melakukan berbagai macam cara untuk dapat diterima di kelompok tersebut. Keberhasilan sehingga remaja sudah mulai tidak terlalu dalam pergaulan sosial dalam bentuk diterimanya bergantung dengan orang tua. Santrock . remaja diterima dalam kelompok tersebut akan . berpendapat bahwa teman sebaya adalah menambah rasa percaya diri pada diri remaja. anak-anak atau remaja dengan tingkat usia atau Namun apabila ditolak oleh kelompok, hal ini tingkat kedewasaan yang sama. Kelompok teman merupakan hukuman yang paling berat bagi sebaya adalah sekelompok teman sebaya yang Sehingga tidak mengeherankan apabila mempunyai ikatan emosional yang kuat dan remaja selalu berusaha untuk bisa diterima di mereka dapat berinteraksi, bergaul, bertukar dalam kelompok tersebut. pikiran dan pengalaman dalam memberikan Kelompok teman sebaya mempunyai perubahan dan pengembangan dalam kehidupan pengaruh yang sangat kuat terhadap pikiran dan sosial dan pribadinya. perilaku pada remaja. Salah satu yang dapat Remaja Pada pemenuhan tugas perkembangannya. Kelompok pengambilan keputusan sudah seharusnya dibuat yang dibentuk dalam pergaulan remaja adalah dengan baik. Pengambilan keputusan yang baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Dalam menetapkan pilihan kelompok yang diikuti, sehingga akan menghasilkan keputusan yang didasari oleh berbagai pertimbangan, seperti, bersifat objektif (Inda & Erin, 2. Pengambilan sosial ekonomi, hobi minat, kesamaan bakat, dan keputusan yang dilakukan oleh remaja salah satu Hal tersebut biasanya ditemukan diantaranya yaitu mengenai studi lanjut. Suatu dalam kelompok teman sebaya. Adanya suatu kelompok teman sebaya, timbul dalam diri remaja depannya mengenai berbagai hal yang dipilihnya untuk menuntut dirinya selalu berusaha untuk mengikuti harapan-harapan kelompok dan remaja banyaknya informasi, pengetahuan, pertimbangan, akan mengamati minat dan menirukan apa yang dan di dalamnya terkandung suatu harapan dan dilakukan oleh teman-temannya dalam kelompok keyakinan atas apa yang ia telah perbuat (Gani, tersebut, hal ini disebut sebagai konformitas. Pengambilan keputusan karir pada Konformitas perilaku atau kepercayaan seseorang sebagai mempengaruhinya yang berkenaan dengan studi akibat dari tekanan kelompok (Myers 2012:. lanjut memiliki beberapa faktor yaitu informasi Pada karir, teman sebaya, dan efikasi diri. konformitas untuk menyamakan persepsi agar Dalam suatu kelompok, akan terjadi diterima dalam kelompok. Tidak sedikit remaja konformitas yang sangat kuat dan hal ini akan Pengaruh Konformitas Teman . (Rita Iswant. 248 mempengaruhi remaja dalam mengambil suatu teman sebayanya. Selain itu, konformitas teman keputusan yang berpengaruh terhadap masa depan misalnya ikut dalam kegiatan prososial dan Kelompok berpengaruh terhadap remaja dalam mengambil suatu keputusan. Dalam suatu kelompok yang meningkatkan motivasi belajar. Ketika mempunyai kekompakan yang tinggi, individu lingkungan kelompok teman sebaya yang positif akan merasa bingung dalam mengambil suatu maka siswa akan mempunyai ketrampilan sosial yang baik maka sering kali siswa juga akan kelompok mengambil keputusan yang berbeda memberikan dampak yang positif. Individu keputusan yang sebagian anggota pilih walaupun Tidak sedikit diusia remaja masih merasa kebingungan untuk mengambil suatu keputusan keputusan tersebut merupakan keputusan yang khususnya dalam menentukan studi lanjut ketika kurang tepat. setelah lulus nanti, hal ini dikarenakan kurangnya Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru pemahaman diri dan informasi, sehingga dalam BK SMP N 1 Mlati bahwa di SMP N 1 Mlati masih banyak siswa yang mempunyai kelompok- mendapatkan pengaruh dari luar salah satunya dari kelompok kecil dalam berteman karena didukung kelompok teman sebayanya. Teman sebaya akan dengan teman kelas yang sama sejak kelas 7 memberikan pengaruh pada remaja yang memiliki sehingga menimbulkan ikatan emosi sesama keragu-raguan dalam menentukan studi lanjut. Guru BK juga mengakui bahwa di SMP N sehingga tidak menutup kemungkinan siswa 1 Mlati ini masih mempunyai geng dimana geng tersebut di luar kontrol siswa. Kejadian tersebut pengambilan keputusan studi lanjut. diduga menggambarkan adanya konformitas di SMP N 1 Mlati. Konformitas Ketika dalam pengambilan keputusan yang tidak didasari dengan berbagai pertimbangan akan memberikan dampak dalam keputusan yang diambil, seperti halnya siswa yang merasakan Konformitas teman sebaya yang memberikan salah pilih sekolah. Berbagai fenomena yang terjadi mengenai siswa yang merasa salah pilih Hal ini menunjukkan bahwa remaja sekolah yang berdampak pada siswa seperti siswa berada dalam suatu kelompok memiliki gambaran yang mengalami prestasi menurun, sering tidak masuk sekolah, bahkan sampai putus sekolah. sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani Dilansir Kompasiana. sehingga remaja sulit menolak ajakan teman agar tanggal 1 Desember 2019. Kementrian Pendidikan remaja dapat diterima dan diakui oleh kelompok dan Kebudayaan mencatat Sepanjang 2018 jumlah 249 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 anak putus sekolah sebanyak 32. 127 siswa. tersebut terbagi ke dalam empat kelas yang Faktor-faktor yang menyebabkan putus sekolah masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. sangatlah beragam, seperti dari faktor ekonomi. Metode Pengumpulan Data hingga kemalasan yang dimiliki dalam diri anak Teknik pengumpulan data ini dalam Kemalasan yang dimiliki oleh anak dapat penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner disebabkan oleh pergaulan, sehingga penting bagi dalam penelitian berisi beberapa pertanyaan atau orang tua dalam menjaga putra putri nya dalam pernyataan dengan format jawaban skala Likert. Dari analisis berita tersebut dapat Dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu dikatakan bahwa teman menjadi salah satu faktor skala konformitas teman sebaya dan skala penyebab anak putus sekolah. pengambilan keputusan studi lanjut. Jawaban Berdasarkan latar belakang dan rumusan setiap item instrumen yang menggunakan skala masalah, tujuan penelitian ini adalah untuk mempunyai dua komponen yaitu favourable mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya . ernyataan positi. dan unfavourable . ernyataan terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa Jawaban pada setiap pernayataan dalam kelas IX SMP N 1 Mlati. kuesioner menggunakan skala masing-masing memiliki skor. Validitas dan Reliabilitas METODE PENELITIAN Uji validitas yang digunakan dalam Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian ini menggunakan pendapat dari ahli kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan . xperts judgmen. Setelah pengujian konstruk angka-angka. Penelitian ini menggunakan jenis dari ahli, maka langkah selanjutnya yaitu penelitian korelasional karena bertujuan untuk instrumen diuji coba kepada subyek di luar sampel mengeatahui pengaruh variabel bebas konformitas Setelah data ditabulasikan, pengujian teman sebaya dan dengan variabel terikat konstruk dilakukan dengan rumus korelasi product pengambilan keputusan studi lanjut siswa kelas IX Uji reliabilitas instrumen yang akan SMP N 1 Mlati. digunakan dalam penelitian ini yaitu Alpha Waktu dan Tempat Penelitian Cronbach. Reliabilitas skala konformitas teman Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus sebaya sebesar 0,663 dan skala pengambilan 2020 di SMP N 1 Mlati yang beralamat di keputusan studi lanjut sebesar 0,727. Sanggrahan. Teknik Analisis Data Tirtoadi. Kecamatan Mlati. Kabupaten Sleman. Teknik analisis data dalam penelitian ini Subyek Penelitian adalah uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Uji Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX prasarata analisis berupa uji normalitas dan uji SMP N 1 Mlati yang berjumlah 128 siswa. Jumlah linieritas sedangkan uji hipotesis menggunakan Pengaruh Konformitas Teman . (Rita Iswant. 250 analisis regresi linier sederhana dengan bantuan Konformitas Teman Sebaya software SPSS. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tinggi Konformitas Teman Sebaya Sedang Rendah Tingkat konformitas teman sebaya dalam konformitas teman sebaya dengan rentang skor 1 Jumlah item pernyataan yang digunakan sebanyak 20 item. Adapun distribusi frekuensi yang diperoleh dari peritungan kategori secara ringkas dapat dilihat dari tabel 4 sebagai berikut : Tabel 1. Kategorisasi variabel Konformitas Teman Kategori Tinggi Sedang Rendah Persentase Kategori Variabel Konformitas Teman Sebya Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Pengambilan keputusan teman sebaya dalam pengambilan keputusan studi lanjut dengan Frekuensi Frekuensi Jumlah Relatif yang digunakan sebanyak 31 item. Tabel 2. Kategorisasi variabel Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Kategori Tinggi Sedang disimpulkan bahwa hasil penelitian menujukkan Rendah Berdasarkan rentang skor 1 sampai 4. Jumlah item pernyataan Sebaya Rentang Kelas 60 O X 40 O X < X < 40 Gambar Rentang Kelas 93 O X 62 O X < X < 62 Frekuensi Frekuensi Jumlah Relatif bahwa siswa kelas IX SMP N 1 Mlati memiliki tingkat konformitas teman sebaya dengan kategori Berdasarkan tinggi sebanyak 1 . %), kategori sedang sebanyak disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan 63 . %), dan kategori rendah sebanyak 39 . %). siswa kelas IX SMP N 1 Mlati memiliki tingkat Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa pengambilan keputusan studi lanjut dengan kelas IX SMP N 1 Mlati memiliki tingkat kategori tinggi sebanyak 26 . %), kategori konformitas teman sebaya dengan kategori sedang sebanyak 76 . %), dan kategori rendah sebanyak 1 . %). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IX memiliki tingkat pengambilan keputusan studi lanjut dengan kategori sedang. 251 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Coefficientsa Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Standar Unstandardized Coeffici Tinggi Coefficients Sedang Rendah Std. Model Gambar Persentase Kategori (Constan. Hasil Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Error 119,04 Beta Sig. Konformitas Teman 5,932 Variabel Pengambilan Keputusan Studi Lanjut ,000 -,809 ,142 -,492 Sebaya 5,68 ,000 Dependent Variable: Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Uji normalitas ini menggunakan analisis Berdasarkan tabel di atas hasil perhitungan Kolmogrov-Smirnov dengan bantuan SPSS versi 22 for windows. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa nilai p yang diperolah adalah pengambilan kepuusan studi lanjut pada siswa Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 atau p > 0,05. kelas IX SMP N 1 Mlati diperoleh nilai konstanta Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data sebesar 119,046 dan nilai koefisien regresi terdistribusi normal. Uji Linieritas menunjukkan bahwa nilai signifikansinya adalah -0,809. Hasil Berdasarkan analisis diketahui bahwa nilai 0,000 < 0,005 dengan persamaan liniernya yaitu Y signifikansi variabel konformitas teman sebaya = 119,046 - 0,809X. Model regresi ini memiliki dan pengambilan keputusan studi lanjut adalah arti bahwa diperkirakan setiap 1% pada X atau 0,000 yang mana kurang dari 0,05. maka dapat konformitas teman sebaya, maka pengambilan disimpulkan bahwa antara variabel konformitas keputusan studi lanjut (Y) akan menurun sebesar teman sebaya dan variabel pengambilan keputusan 0,809. Koefisien tersebut bernilai negatif yakni - studi lanjut terdapat hubungan yang linear. 0,089, sehingga dapat dikatakan bahwa arah Uji Hipotesis pengaruh variabel konformitas teman sebaya (X) Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui bahwa hipotesis yang diajukan ditolak terhadap variabel pengambilan keputusan studi lanjut (Y) adalah negatif. atau diterima. Uji hipotesis ini menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan SPSS for windows versi 22. Tabel 4. Koefisien Determinasi Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Model Summary Pengaruh Konformitas Teman . (Rita Iswant. 252 Mode ,492a Adjusted R Std. Error of sebebsar 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas Square Square the Estimate 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat 9,71545 pengaruh antara konformitas teman sebaya ,242 ,235 Predictors: (Constan. Konformitas Teman Sebaya terhadap pengambilan keputusan studi lanjut. Berdasarkan tebel di atas, diperoleh nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,492. Nilai korelasi (R) sebesar 0,492 ini mengandung arti bahwa variabel konformitas teman sebaya dan variabel pengambilan keputusan studi lanjut memiliki hubungan sebesar 0,492. Selain itu, tabel tersebut juga menunjukkan bahwa porelahan nilai R square sebesar 0,242. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan studi lanjut 24,2% 75,8% pengambilan keputusan studi lanjut dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa kelas IX SMP N 1 Mlati. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP N 1 Mlati memiliki tingkat konformitas teman sebaya dengan kategori sedang sebanyak Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP N 1 Mlati cukup memiliki kecenderungan berperilaku sama dengan teman Hal ini sesuai dengan pendapat Santrock . bahwa konformitas terjadi apabila penelitian ini. individu mengadopsi sikap atau perilaku orang Tabel 5. Signifikansi lain karena merasa didesak oleh orang lain baik ANOVAa Sum of Model Squares Regres Residu Total 3045,325 9533,394 12578,71 desakan secara nyata maupun secara bayangan Mean Square Sig. 3045,32 32,26 ,000b 94,390 Selain itu, kelas IX merupakan siswa dengan rentang usia 15 tahun dimana remaja akan lebih teman-teman sehingga remaja akan menyesuaikan diri dengan cara mengikuti sikap dan perilaku teman sebaya Dependent Variable: Pengambilan Keputusan Studi Lanjut agar dapat diterima dan diakui oleh kelompok teman sebayanya. Selanjutnya, berdasarkan hasil kategorisasi Predictors: (Constan. Konformitas Teman Sebaya pengambilan keputusan studi lanjut pada siswa Tabel di atas menjelaskan mengenai kelas IX SMP N 1 Mlati diketahui bahwa sebagian pengaruh yang nyata . pada variabel siswa memiliki tingkat pengambilan keputusan konformitas teman sebaya terhadap variabel studi lanjut dengan kategori sedang dengan pengambilan keputusan studi lanjut. Pada tabel di persentase 74%. Hal ini menunjukkan bahwa atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig. siswa kelas IX cukup memahami mengenai 253 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 pentingnya pengambilan keputusan studi lanjut. sebaliknya, semakin rendah konformitas teman Seperti diketahui bahwa siswa kelas IX memang sebaya maka pengambilan keputusan studi lanjut semakin tinggi. keputusan studi lanjut yang baik yang akan Keterlibatan berpengaruh terhadap masa depan mereka. Seperti mempengaruhi sikap dan pola pikir remaja dalam yang diungkapkan oleh Krumboltz bahwa fakor- mengambil sutu keputusan. Ketika remaja berada di konformitas yang kuat, kelompok teman sebaya keputusan karir yaitu genetik, kondisi lingkungan, akan mempengaruhi individu dalam membuat pengalaman belajar, dan ketrampilan dalam menghadapi tugas atau masalah. Teman sebaya mengambil suatu keputusan studi lanjut, individu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi akan meminta pertimbangan dari kelompok teman dalam pengmabilan keputusan yang termasuk ke sebaya dan individu cenderung mengikuti apa dalam faktor lingkungan. Hal ini diperkuat dengan yang menjadi pilihan kelompok teman sebaya wawancara dengan guru BK SMP N 1 Mlati demi menjalin kebersamaan dan menjadikan bahwa saat ini teman sebaya mempunyai peran yang cukup kuat dalam mempengaruhi siswa keputusan yang rendah sehingga individu akan untuk menentukan studi lanjut. mudah terpengaruh oleh kelompok teman sebaya Berdasarkan pengujian hipotesis dengan Selain dalam mengambil keputusan studi lanjut. Hal signifikan 0,000, dimana nilai tersebut lebih kecil diungkapkan Krumboltz bahwa salah satu faktor dari 0,05, yang berarti hipotesis yang diajukan yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam penelitian ini diterima . ,000<0,. adalah kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan ini Persentase sumbangan efektif sebesar 0,242 dapat berupa lingkungan teman sebaya. Faktor teman diartikan bahwa konformitas teman sebaya sebaya memiliki pengaruh signifikan terhadap mempengaruhi secara efektif sebesar 24,2% pengambilan keputusan. Hal ini dikarenakan terhadap pengambilan keputusan studi lanjut. teman sebaya merupakan lingkungan yang cukup Konformitas teman sebaya berpengaruh terhadap dekat dengan remaja, seperti yang diungkapkan pengambilan keputusan studi lanjut menunjukkan diterimanya hipotesis yang diajukan peneliti yaitu perkembangannya, remaja akan lebih banyak ada pengaruh yang negatif dan signifikan antara berada di luar rumah bersama dengan teman- konformitas teman sebaya terhadap pengambilan teman sebaya sebagai kelompok. keputusan studi lanjut. Adanya pengaruh negatif diartikan bahwa Hurlock Selain itu, ketika remaja membentuk suatu kelompok pertemanan maka akan membentuk konformitas teman sebaya maka pengambilan konformitas yang kuat pula. Hal ini dikarenakan keputusan studi lanjut rendah. Begitu pula dalam suatu kelompok akan membentuk suatu Pengaruh Konformitas Teman . (Rita Iswant. 254 Seperti yang diungkapkan oleh Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai Taylor. Peplau, & Sears . bahwa acuan dalam pemaksimalan pembuatan layanan kekompokan yang tinggi akan menimbulkan bimbingan dan konseling di sekolah dalam Dalam konformitas, remaja akan meniru sikap dan keputusan studi lanjut siswa. perilaku teman sebaya sebagai bentuk pemenuhan Bagi peneliti selanjutnya . dan penerimaan (Acceptanc. Hasil penelitian ini hanya membahas salah satu Dilihat dari besarnya sumbangan variabel faktor yaitu konformitas teman sebaya yang konformitas teman sebaya terhadap pengambilan mempengaruhi pengambilan keputusan studi keputusan studi lanjut sebesar 24,2%, maka masih peneliti selanjutnya diharapkan dapat ada 75,8% faktor lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan studi lanjut pada siswa mempengaruhi pengambilan keputusan studi kelas IX di SMP N 1 Mlati. Faktor-faktor tersebut lanjut pada siswa sehingga cakupan hasil diataranya antara lain genetik, kondisi lingkungan penelitiannya lebih luas. elurga, masyaraka. , pengalaman belajar, dan Baron. Robert A. & Byrne. Donn. Psikologi sosial. Edisi Kesepuluh (Jilid Jakarta: Erlangga. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Konformitas keputusan studi lanjut pada siswa kelas IX SMP N Mlati 24,2% DAFTAR PUSTAKA 75,8% Gani. Ruslan A. Bimbingan Karir. Bandung: Angkasa Gibson. & Mitchell. Bimbingan dan konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hurlock, pengambilan keputusan studi lanjut dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan hasil pengujian Elizabeth. Psikologi Perkembangan . uatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Alih Bahasa: Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga hipotesis dengan analisis regresi linear sederhana dan diperoleh nilai R square sebesar 0,242 dan nilai signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan studi Saran