Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 BIMBINGAN PTK PADA GURU-GURU SD SEKECAMATAN KINTAMANI BANGLI Ni Putu Eni Astuti 1. I Nyoman Sudirman2 1,2Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali *e-mail: putu. eniastuti@gmail. com, putrateacher@gmail. Abstrak Guru sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, masih perlu ditingkatkan kemampuan atau kompetensi dan profesionalismenya, mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi saat iniberkembang dengan begitu cepatnya. Penelitian tindakan kelas (PTK) menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hal tersebut tercantum dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 16 tahun 2007 yang menyatakan salah satu indikator guru profesional adalah mampu melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Peraturan tersebut secara jelas memaksa guru-guru untuk melakukan PTK sebagai salah satu cara peningkatan profesionalisme seorang guru. Dengan melakukan PTK, guru-guru diharapkan dapat menemukan sesuatu yang dapat digunakan dalam peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar, yang pada akhirnya membantu meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional. Kata kunci: PTK, proses belajar dan mengajar, kualitas pendidikan Abstract Teachers as the spearhead in efforts to improve the quality of education, still need to improve their abilities or competencies and professionalism, considering that science and technology is currently developing so Classroom action research (CAR) is one of the important indicators to improve teacher professionalism. This is stated in the regulation of the minister of national education number 16 of 2007 which states that one of the indicators of professional teachers is being able to conduct classroom action research (CAR). The regulation clearly forces teachers to do CAR as a way to increase the professionalism of a teacher. By doing CAR, teachers are expected to find something that can be used to improve the quality of the teaching and learning process, which in turn helps improve the quality of education nationally. Keywords: CAR, teaching and learning process, quality of education PENDAHULUAN Peningkatan kualitas pendidikan menjadi hal penting dalam kemajuan sebuah bangsa dan menjadi tanggung jawab semua pihak. pemerintah, swasta, individu dan lain-lain. Oleh karena banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari peningkatan alokasidana bagi sektor pendidikan, peningkatan sarana dan sarana pendidikan, hingga penyediaan guru profesional. Sebagia salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme guru harus terus ditingkatkan dengan berbagai cara antara lain: mengirim guru untuk mengikuti pelatian dan kursus, studi banding antar institusi pendidikan baik dalam maupun luar negeri, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dengan guru melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hal tersebut tercantum dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 16 tahun 2007 yang menyatakan salah satu indikator guru profesional adalah mampu melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Peraturan tersebut secara jelas memaksa guru-guru untuk melakukan PTK sebagai salah satu cara peningkatan profesionalisme seorang guru. Dengan melakukan PTK, guru-guru diharapkan dapat menemukan sesuatu yang dapat digunakan dalam peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar, yang pada akhirnya membantu meningkatkan kulaitas pendidikan secara nasional. Hal serupa diipaparkan oleh Adijaya dan Prayogo . bahwa dengan melakukan penelitian tindakan kelas guru-guru dapat menemukan sesuatu yang dapat digunakan sebagai rancangan atau pedoman untuk meningkatkan kompetensi baik guru itu sendiri maupun siswa yang dapat dilakukan dalam proses belajar mengajar. Walaupun PTK memiliki peranan yang penting dalam peningkatan profesionalisme guru, namun pada kenyataannya banyak guru yang tidak mempu melakukan tindakan kelas. Seperti yang dikatan oleh Rozi . bahwa guru-guru banyak yang mengalami kesulitan dalam melakukan PTK. tidak tahu bagaimana menulis PTK, kurangnya bimbingan dalam penulisan PTK, pengorganisasian ide dan kata-kata, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir masalah dan mendorong guru-guru melakukan PTK, maka perlu dilakukan pelatihan atau pembimbingan bagi guru-guru dalam melakukan PTK. Oleh karena itu, dalam tugas Tri Darma pendidikan tinggi. pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Esa Unggul melalui Fakultas Keguruan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 dan Ilmu Pendidikan ingin pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan penulisan penelitian tindakan kelas kepada guru-guru untuk meningkatkan profesionalisme guru. Di Kecamatan Kintamani ada sekitar 40 sekolah yang tersebar hampir di semua pelosok desa. Sekolahsekolah di sana umumnya kekurangan guru dan sarana yang menunjang. Terlebih, banyak guru disana yang tidak naik pangkat. Hal ini terkendala pada penulisan karya ilmiah berupa PTK. METODE Memasuki tahun 2015, arus globalisasi sudah semakin tidak terbendung lagi. Hal ini mengakibatkan persaingan semakin tinggi diberbagai bidang. Untuk mengha-dapi kondisi seperti ini diperlukan sumberdaya manusia (SDM) Indonesia yang bermutu dan profesional. Oleh karenaitu, selain pembangunan nasional di bidang fisik . nfra struktur-sarana danprasaran. , maka pembangunan manusia juga perlu juga dilaksanakandengan baik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalahmeningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenjang. Sekolah merupakanlembaga formal yang mempunyai tugas strategis untuk meningkatkan mutupendidikan dan mutu SDM. Oleh karena itu, agar upaya ini berhasil dengan baik maka guru-guru sebagai figur sentral dan pengendali prosespembelajaran harus semakin bermutu dan profesional. Guru sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, masih perlu ditingkatkan kemampuan atau kompetensi danprofesionalismenya, mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi saat iniberkembang dengan begitu cepatnya. Menurut Undang-Undang Nomor 14Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pengem-bangan profesi guru meliputikompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dankompetensi profesional. Ke-empat kompetensi guru tersebut harus terusmenerus ditingkatkan agar tercapai kemampuan profe-sional yang memadai yakni dapat: . menguasai landasan dan bahan pengajaran, . merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik, . menilai kemajuan kegiatan pembelajaran dengan tepat, . memiliki kepribadian yang dapat diteladani, . berinteraksi dengan teman sejawat dan masyarakat, . melaksanakan penelitian sederhana. Dalam hal melaksanakan penelitian, fokus penelitian guru-guru diarahkan pada penelitian tindakan kelas (PTK), yakni penelitian yang menitikberatkanpada proses dan perbaikan Oleh karena itu, para guru perlu memahami langkah-langkah pelaksanaan PTK. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah 35 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah di Kecamatan Kintamani. Mereka adalah guru yang akan naik pangkat periode Oktober. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Metode paparan, diskusi, serta tanya jawab. Pemaparan tentang PTK, identifikasi masalah, pengembangan teori, dan konstruksi metodologi. Metode asistensi. Guru mulai mengidentifikasi masalah, penulisan pendahuluan, pengembangan teori, dan konstruksi metodolog Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: Ceramah tentang PTK . rinsip, prosedur, dan implementas. Ceramah tentang penulisan laporanPTK. Tanya jawab berbagai kendala yang dihadapi guru. Praktikberupa penyusunan judul PTK, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan bentuk tindakan yang akan dilakukan. Persiapan yang dilakukan oleh tim pengabdian dalam kegiatan ini sebagai berikut: Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait waktu pelaksanaan kegiatan, tempat, dan persiapan kegiatan yang perlu dilakukan. Masing-masing anggota tim mempersiapkan modul yang akan dijadikan bahan dalam Menentukan susunan acara kegiatan. Mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan saat kegiatan. Melakukan checking terhadap kelengkapan peralatan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Agenda kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 1 Batur. Kintamani dilakukan pemaparan materi dengan nara sumber adalah tim pengabdi yang berjumlah 5. Penyampaian materi dari tim pengabdi, antara lain:materi PTK . rinsip, prosedur, dan implementas. danmateri penulisanlaporan PTK. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai berbagai kendala yang dihadapi guru dalam PTK termasuk dalam penulisan laporannya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan atau pendampingan kepada guru-guru dalam melakukan penilitian tindakan kelas terdiri dari: identifikasi yang dihadapi guru-guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas, identifikasi pemahaman guru-guru tentang PTK, hingg tahap melakukan tindak kelas walau hanya berupa draft penelitian. Gravett . menjelaskan bahwa inti dari penelitian tindakan kelas adalah upaya dari guru untuk untuk menjawab sebuah permasalahaan yang terjadi dalam proses pembelajaran hingga mencapai proses pembelajaran yang lebih baik. Dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa langkah yang harus dilakukan penelitian, antara lain: indentifikasi masalah, buat pertanyaan apa yang akan dilakukan dalam penelitian tersebut, buat kerangka penelitian yang akan dilakukan, kerangka pikiran tersebut menjadi artikel yang terdiri dari latar belakang, kerangka teori, serta metodologi penelitian. Dalam tahap identifikasi masalah, guru dibimbing bagaimana mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam kelas dan bagaimana mencari solusi dari permasahalaan yang mereka hadapi. Sebagai contoh menemukan siswa mereka kesulitan dalam memperkaya kosa kata dalam menulis cerpen, maka guru harus sigap menganalisis situasi tersebut dan mencari jalan keluarnya. Dari tahap identifikasi tersebut, guru akan berupaya mencari solusi yang tepat dalam membantu siswa-siswanya yang mengalami masalah tersebut misalnya dengan membuat pertanyaan buat dirinya sendiri seperti games apa yang cocok untuk membantu siswasaya memperkaya kosakata apakah tebak gambar, apakah kartu kata, atau screble? Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdiansecara keseluruhan dapat dilihat berdasarkan beberapa komponen berikut ini: Ketercapaian target jumlah peserta pelatihan. Target peserta pelatihan atau khalayak sasaran adalah 30 orang guru sekolah dasar yang tergabung dalam guru di Kecamatan Kintamani. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini diikuti oleh 35 orang guru karena ada guru yang akan naik pangkat periode berikutnya tetapi ingin ikut sekarang. Dengan demikian ketercapaia ntarget jumlah peserta pelatihan melebihi 100% atau dapat dinilai sangat baik. Ketercapaian tujuan pelatihan. Ketercapaian tujuan pelatihan dapat dinilaikurang baik. Dalam kurun waktu 2 . minggu sebanyak 15 orang guru . %) telah berusaha menyusun proposal PTK. Kendala yang dihadapi para guru dalam pengerjaan tugas individu adalah kesibukan di sekolah dan masih minimnya kemampuan menulis, oleh karena itu perlu adanya pengalakan budaya menulis. Dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi berusaha melakukan pendampingan bagi bapak/ibu guru sekolah dasar di Kecamatan Kintamani yang tertarik mengimplementasikan PTK dan berlatih menulis Ketercapaian target materi yang telah direncanakan. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik . %). Semua materi yang telah direncanakandapat disampaikankepada peserta, meskipun karena keterbatasan waktu ada beberapa materi yang hanya disampaikan secara garis besar. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi dapat dinilaibaik . %). Hal inidapat dilihat dari kemampuan bapak/ibu guru dalam kegiatan praktik berupa penyusunan judul PTK, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan bentuk tindakan yang akan dilakukan, disamping antusiasme dalam acara tatap muka dengan memberikan beberapa pertanyaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, adapun ditarik simpulan sebagai berikut. Kegiatan pemberian materi pelajaran bagi anak SD di lingkungan rumah sebagai upaya membantu anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar di tengah pandemi covid-19 berjalan dengan lancar. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari semangat dan antausias anak dalam mengikuti kegiatan ini. Selain itu, anak-anak datang tepat waktu dalam kegiatan serta mereka aktif dalam berdiskusi serta bertanya terkait materi pelajaran yang kurang dimengerti atau dianggap sulit. Pada kegiatan ini anak-anak sudah bisa menjawab pertanyaan, soal-soal, dan tugastugas yang diberikan dan dianggap sulit. Hal tersebut menandakan bahwa anak-anak sudah paham terhadap materi yang sudah diajarkan DAFTAR PUSTAKA