Journal of Public Sector Accounting and Management( JPSAM) Volume 01 Nomor 01 Tahun 2019 (Hal: 98-. https://ojs. id/index. php/jpsam THE INFLUENCE OF PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT TO THE QUALITY OF VILLAGE FUNDS ALLOCATION REPORT Kholipah1. Icih2. Endang Darmawan3 1 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 2 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 3 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia Kholipah99@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk: 9 Desember 2019 Tgl. Diterima: 18 Desember 2019 Tersedia Online: 31 Desember 2019 Keywords: This research was conducted at the Village Secretary in Subang. The purpose of this study was to determine the effect of psychological empowerment village secretary of village fund allocation statement quality. The method used is descriptive method of analysis with a quantitative The sample selection is done by using purposive sampling method. The sample in this research is the village secretary in Subang. The data used are ordinal data. The statistical method used is the validity and reliability, simple linear regression analysis, t-test and coefficient of determination by using SPSS for Windows 22:00. The results of the study are as follows: budgetary participation affects the realization of the budget with significant value is 0,040 and has a value of t count > t table with thitung table of 996 and 2,088, and t count is positive. Coefficient of determination (R Squar. in the amount of 0,059 x 100% = 5,9%, which means that the value of this determination is affected by village fund allocation statement quality of psychological empowerment (X) by 5,9%. Psychological empowerment. Government Accounting Standard (SAP), village fund allocation statement quality. PENDAHULUAN Otonomi daerah di Indonesia telah mengalami berbagai upaya perubahan menjadi lebih baik yang ditujukan dengan proses amandemen dasar hukumnya. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 yang kemudian diperbaharui melalui ditetapkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dengan adanya perubahan tersebut telah membuktikan bahwa pembenahan sistem pemerintahan daerah terus berjalan dinamis sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat. Perundang-undangan di atas telah menempatkan pemerintah daerah sebagai pelaku utama dalam implementasi kebijakan dan pembangunan ekonomi. Daerah diberikan hak untuk mendapatkan sumber keuangan sendiri, mendayagunakan pajak dan retribusi daerah dan hak untuk mendapatkan bagi hasil dari sumber-sumber daya nasional yang berada di daerah dan dana sumber-sumber pendapatan lain yang sah serta sumbersumber pembiayaan. Semua pengelolaan keuangan tertuang dalam sebuah laporan Laporan keuangan daerah merupakan media bagi sebuah entitas keuangannya kepada publik. Pemerintah harus mampu menyajikan laporan Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) keuangan yang mengandung informasi keuangan yang berkualitas. Dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) diuraikan bahwa laporan keuangan yang berkualitas itu memenuhi kriteria: relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat Komponen Laporan Keuangan Daerah meliputi Laporan Realisasi Anggaran. Laporan perubahan saldo lebih. Neraca. Laporan Operasional. Laporan Arus kas. Laporan perubahan ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Semua aktivitas tertuang dalam laporan. Tidak lain penganggaran, pendapatan, transfer, surplus/deficit dan pembiayaan daerah yang tertuang dalam Laporan Realisasi Anggaran (PSAP No 70 Tahun 2010 No. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonomi pertumbuhan dari desa itu sendiri partisipasi, otonomi asli, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. Alokasi dana desa diberikan oleh pemerintah daerah dengan harapan akan mendorong mendongkrak sejumlah potensi ekonomi desa dan memperkuat system ketahanan ekonomi desa. Dengan adanya ADD arah pembangunan nasional akan lebih merata dan berkeadilan. Dengan demikian penting adanya pelaksanaannya, termasuk penyajian dalam laporan keuangan. Salah faktor yang menentukan kualitas laporan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Peranan dari pegawai sangat penting untuk menunjang beroperasinya suatu organisasi ataupun instansi. Dan suatu lembaga pemerintah harus berusaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan melalui sarana yang digerakkan oleh sekelompok orang dalam mengupayakan peningkatan kualitas dari sumber daya (Fathur Rohman & Armanu. Pemberdayaan merupakan suatu teknik manajemen yang digunakan efektivitas organisasi (Spritzer,1. Pemberdayaan mengubah perilaku agar lebih mampu melaksanakan aktifitas di segala bidang. Pada dasarnya pengembangan sumber daya manusia adalah peningkatan kinerja pegawai yang mencerminkan kemampuan anggota organisasi dalam bekerja (Isrorina dan Widhy:2. Menurut Ivancevich dalam Ari Fadzilah . ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan / pegawai yaitu variabel individu, variabel organisasional dan variabel Variabel individu meliputi kemampuan, kecakapan mental dan fisik, latar belakang, kelas sosial, pengalaman dan faktor demografis. Variabel organisasi kepemimpinan, penghargaan, struktur dan deskripsi pekerjaan. Variabel psikologis meliputi persepsi tentang pekerjaan, kepribadian, motivasi dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah Untuk pemberdayaan Sekretaris Desa di Kabupaten Subang dan untuk mengetahui kualitas laporan ADD di Kabupaten Subang. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Akuntansi Keprilakuan American Accounting AssociationAos Committes berdasarkan Science Content of the Accounting Curriculum dalam Arfan Ikhsan . mengembangkan definisi dari AuIlmu KeperilakuanAy yaitu: AuIstilah ilmu keperilakuan adalah penemuan yang relatif baru. Konsep tersebut begitu luas sehingga lingkup dan isinya lebih baik digambarkan dari awal. Ilmu keprilakuan mencangkup riset apapun yang mempelajari, baik melalui metode eksperimentasi manusia dalam lingkungan fisik maupun sosial. Ay Konsep Pemberdayaan Balance Scorecard merupakan konsep pendekatan terhadap strategi Volume 1. No. 1 Ae Desember manajemen yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1990 menjelaskan bahwa memotivasi karyawan merupakan hal yang penting. Dan merupakan faktor penting kesuksesan jangka panjang perusahaan (Drake dkk. Hal tersebut terdapat di salah satu perspektif balance scorecard Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencangkup 3 prinsip kapabilitas yang terkait dengan kondisi internal perusahaan atau organisasi yaitu kapabilitas pekerja/karyawan, kapabilitas sistem informasi dan iklim organisasi. Pemberdayaan (Empowermen. berasal dari kata AupowerAy yang artinya Aucontrol, authority, dominionAy. Awalan AuempAy artinya Auon put toAy atau Auto cover withAy jelasnya Aumore powerAy. Jadi empowering artinya Auis passing on authority and responsibilityAy yaitu lebih berdaya dari sebelumnya dalam arti wewenang dan tanggung jawabnya termasuk kemampuan individual yang Pemberdayaan Psikologi Pengertian Psikologi . menurut Stephen Robbins dan Timothy A Judge dalam bukunya Perilaku Organisasi yaitu ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang mengubah prilaku manusia dan makhluk Pemberdayaan dilihat dari perspektif motivasi atau psikologis sebagai proses pertumbuhan pribadi dan pengembangan dimana kualitas, nilai, dan upaya yang melekat dalam individu serta faktor lingkungna merupakan faktor kunci. Spreitzer . pemberdayaan psikologi di definisikan sebagai bentuk kumpulan dari motivasi secara kognitif terhadap lingkungan kerja dan orientgasi pikiran individu secara aktif mengenai peran atau pekerjaannya (Wang & Lee,2009, p. Dianti Ekawati . Pemberdayaan . menurut Kenneth W Thomas & Walter G. Tymon Jr . dalam bukunya Empowerment Inventory yaitu: AuPeople feel empowered when they are energized by the tasks perform. When you feel empowered, you have a sense of excitement, vitality, and enthusiasm about a task. You enjoy doing it, thinking about it, doing your best work, and learning more about it so that you can do it even better. The task nourishes and sustains you. Ay Menurut Conger dan Kanungo . dikutip oleh Spreitzer menyatakan bahwa pemberdayaan merupakan suatu proses untuk meningkatkan perasaan selfefficacy. Self-efficacy dengan judgement tentang seberapa baik melaksanakan tindakan yang diperlukan dan tindakan tersebut berhubungan dengan situasi di masa yang akan datang. Dengan kata lain self-efficacy merupakan keyakinan atau kepercayaan individu mengenai kemampuan dirinya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan tindakan untuk menampilkan kecakapan Dan menurut Spreitzer . mendefinisikan pemberdayaan sebagai sebuah konstruksi motivasional yang dinyatakan dalam kognisi yaitu . Meaning Meaning is the value of a work goal purpose, judged in relation to an individualAos own ideals or (Thomas Velthouse,1. Meaning involves a fit between the requirements of a work role and baliefs, value, and behaviors (Brief & Nord, 1990. Hackman & Oldham,1. Competence Competence or self-efficacy is an individualAos beliefs in his or activities with skill (Gist,1. Competence is analogous to mastery, or effort-performance expectancy (Bandura, 1. This dimension is labeled competence here rather than self-esteem because I focused Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) on efficacy specific to a work role rather than on global efficacy. Self-determination Where competence is a mastery of behavior, self-determintaion is an individualAos sense of having choice in initiating and regulating (Deci,Connell Ryan,1. Self-determination reflects autonomy in the initiation and continuation of work examples are making decisions about work methods,pace and effort (Bell & staw, 1989:Spector. Impact Impact is the degree to which an individual can influence strategic, administrative, or operating outcomes at work (Ashforth. Impact is the converse of learned helplessness (Martinko & Gardner, 1. Further, impact is different from locus of whereas impact is influenced by the work context, internal locus of control is a global personality characteristic that endures across situations (Wolfe & Robertshaw,1. Pemberdayaan Struktural Pemberdayaan kekuasaan antara pimpinan atau manajer (Conger Kanungo,1. atau pemberian otoritas pengambilan keputusan kepada karyawan (Ahearne et al, 2. Menurut English Dictionary for Advanced Learners . yang dikutip oleh Dianti Ekawati . kekuasaan dapat dilihat dari dua pengertian, yaitu wewenang untuk melakukan sesuatu dan kemampuan untuk membuat sesuatu Menurut Conger & Kanungo . kekuasaan dalam hal ini diartikan memiliki kekuasaan formal atau kontrol terhadap sumber daya dalam organisasi. Kanter dalam bukunya. Men dan Women of the Corporation . mengenai Theory of Organizational Behavior atau Theory of Structural Power in Organizations yang dikutip oleh Dianti Ekawati . menyatakan bahwa faktor structural dalam lingkungan kerja, bukan sifat kepribadian yang melekat atau pengalaman sosialisasi karyawan yang mempengaruhi persepsi pemberdayaan. Standar Akuntansi Pemerintah Menurut PP RI No 71 tahun 2010 pemerintah yaitu: AuStandar Akuntansi Pemerintah (SAP) prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan SAP dalam bentuk PSAP yaitu SAP yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif. SAP dilengkapi dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintaha (KSAP), dimaksud dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UndangUndang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang mengembangkan SAPAy. Laporan Keuangan Menurut PSAK No 1 Paragref ke7 . AuLaporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu Ay Menurut Soemarsono . definisi laporan keuangan yaitu: AuLaporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha Ay Bentuk pertanggungjawaban laporan yang harus disusun oleh pemerintah pusat / daerah menurut PP No 71 . Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan salah satu komponen laporan keuangan pemerintah yang menyajikan Volume 1. No. 1 Ae Desember informasi tentang realisasi dan anggaran entitas pelaporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu. Pemerintah Desa Pemerintahan Desa merupakan penyelenggaraan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa. Pemerintahan Desa menurut Prof. Drs. HAW. Widjaja dalam bukunya AuOtonomi DesaAy Herman Pemerintahan Desa diartikan sebagai : AuPenyelenggaraan Pemerintahan Desa merupakan subsistem dari Pemerintah. Desa Kepala Desa bertanggung jawab kepada Badan Permusyawaratan Desa dan menyampaikan laporan pelaksanaan tersebut kepada BupatiAy. (Widjaja, 2003: . Keuangan Desa Pemerintahan Desa merupakan penyelenggaraan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa. Pemerintahan Desa menurut Prof. Drs. HAW. Widjaja dalam bukunya AuOtonomi DesaAy Herman Pemerintahan Desa diartikan sebagai : AuPenyelenggaraan Pemerintahan Desa merupakan subsistem dari Pemerintah. Desa Kepala Desa bertanggung jawab kepada Badan Permusyawaratan Desa dan menyampaikan laporan pelaksanaan tersebut kepada BupatiAy. (Widjaja, 2003: . Sumber Pendapatan Desa Pendapatan Desa adalah seluruh penerimaan yang sah yang dapat dinilai dengan uang. Sedangkan sumber-sumber Pendapatan Desa yang pada umumnya sebagai berikut: Dari pemerintah pusat yaitu Dana Desa. Yang sesuai amanat Undangundang No 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dari Pemerintah Provinsi yaitu berupa bantuan keuangan yang akan masuk APBDesa. Yaitu pendapatan yang berupa PADes. Transfer lainnya. Dari Pemerintah Daerah yang APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera. masing-masing sebesar 10% untuk Alokasi Dana Desa. Dan Dana Bagi Hasil dari Pajak dan Retribusi Daerah. Dari pihak ketiga yaitu pemerintah desa dapat menerima dari pihak ketiga yang bersifat tidak mengikat dan sah. Misalnya dari yayasan, badan-badan dan organisasi. Alokasi Dana Desa Menurut PP No 37 Tahun 2007 Pasal 18, definisi Alokasi Dana Desa: AyAlokasi Dana Desa merupakan dana yang berasal dari APBD Kabupaten/Kota yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota untuk desa paling sedikit 10 % . epuluh Ay Alokasi Dana Desa memiliki beberapa azas yaitu: Azas Merata adalah besarnya bagian Alokasi Dana Desa yang sama untuk setiap desa, yang disebut Alokasi Dana Desa Minimal (ADDM). Azas Adil adalah besarnya bagian Alokasi Dana Desa berdasarkan Nilai Bobot Desa (DB. yang dihitung dengan rumus dan Misalnya pendidikan dasar, dan kesehatan. Disebut Alokasi Dana Proporsional (ADDP). Pengambangan Hipotesis Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) Hipotesis dirumuskan untuk menguji pengaruh Psikologi Pemberdayaan Sekretaris Desa terhadap Kualitas Laporan Alokasi Dana Desa. Hipotesis alternative (H. yang di usulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : Psikologi Pemberdayaan Sekretaris Desa berpengaruh terhadap kualitas Laporan Alokasi Dana Desa Ha : Psikologi Pemberdayaan Sekretaris Desa berpengaruh terhadap kualitas Laporan Alokasi Dana Desa. METODOLOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat yang ada di desa/kelurahan di daerah Kabupaten Subang. Posedur yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode Purposive Sampling yaitu tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dinilai akan dapat memberikan data secara maksimal sesuai dengan tujuan penelitian. Dan untuk pemilihan sampel peneliti menggunakan rumus Slovin sebagai alat untuk menghitung ukuran sampel karena jumlah populasi yaitu 245 responden. Variable Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini mencangkup variabel terikat (Y) yaitu Kualitas laporan keuangan. Dan variabel bebas (X) yaitu Pemberdayaan Psikologi. HASIL DAN PEMBAHASAN Score the Empowerment Inventory Psikologi Pemberdayaan (Empowerment Inventor. diukur oleh skor penilaian dari Kenneth W. Thomas dan Walter G. Tymon Jr. Dari hasil skor tanggapan responden dari skala Likert keseluruhan yaitu 74% termasuk kepada level sedang . yaitu skor 50%. Skor tersebut jika dilihat dari skala yang ada diperoleh masing Ae masing indikator Feeling of Meaning memiliki skor 35,3%. Feeling of Competence memiliki skor 39%. Feeling Self-Determination memiliki skor 36,8%. Feeling of Impact memiliki skor 35,5%. Analisis Kualitas Data Uji Validitas Hasil uji validitas untuk kuesioner dengan dk atau df = 70 pada tingkat signifikansi () sebesar 5% atau 0,05 diperoleh nilai r tabel = 0,235 bahwa pernyataan kuesioner memiliki nilai r hitung yang positif dan r hitung > r tabel. Sebagaimana ditetapkan di atas. Hal ini menunjukan pernyataan kuesioner sudah valid. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 4. Tingkat Validitas Variabel X1 Pernyataan r hitung r tabel Keterangan 0,235 Valid 0,235 Valid 0,399 0,235 Valid 0,491 0,235 Valid 0,473 0,235 Valid 0,087 0,235 Tidak Valid 0,365 0,235 Valid 0,376 0,235 Valid 0,403 0,235 Valid 0,429 0,235 Valid 0,392 0,235 Valid 0,351 0,235 Valid Sumber : data primer yang telah diolah Selanjutnya, dilakukan pengujian validitas untuk kuesioner variabel Y . ualitas laporan keuanga. yang terdiri dari 9 pernyataan yang menunjukkan bahwa semua pernyataan sudah valid, karena nilai r hitung yang positif dan r hitung > r tabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel berikut ini : Tabel 4. Tingkat Validitas Variabel Y Pernyataa R hitung R tabel Keterangan 0,905 0,235 Valid 0,324 0,235 Valid Volume 1. No. 1 Ae Desember 0,465 0,235 Valid 0,243 0,235 Valid 0,352 0,235 Valid 0,433 0,235 Valid 0,454 0,235 Valid 0,905 0,235 Valid 0,435 0,235 Valid Sumber : data primer yang telah diolah Uji Reliabilitas Realibilitas instrument penelitian diuji dengan menggunakan koefesien cronbachAos alpha. Jika nilai koefesien alpha lebih besar dari 0,6 maka disimpulkan bahwa isntrumen tersebut handal atau reliable (Ghozali,2. Berikut hasil pengujian reliabilitas nya. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ketentuan Nilai Ket Alpha Variabel X 0,753 Reliabel Variabel Y 0,785 Reliabel yang baik adalah yang mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011:. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik atau Berikut dasar pengambilan Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya maka menunjukkan bahwa pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi (Ghozali, 2011:. Sumber : data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel diatas terlihat variabel Psikologi Pemberdayaan (X) dan Kualitas Laporan Keuangan (Y) memiliki data yang reliabel. Hal ini dikarenakan nilai Cronbach Alpha variabel X dan Y lebih besar dari 0,6. Dengan demikian seluruh variabel X dan Y dapat digunakan pada analisis selanjutnya. Method Succesive Interval (MSI) Untuk MSI digunakan data dengan ukuran yang paling tidak interval sampai persyaratan menggunakan alat analisis regresi Oleh karena itu seluruh variabel yang berskala ordinal terlebih dahulu dinaikkan atau ditransformasikan tingkat pengukurannya ke tingkat interval dengan menggunakan method successive interval (MSI). Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, distribusi normal atau tidak. Model regresi Gambar 4. Hasil Uji Normalitas dengan Analisis Histogram KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian baik secara kuantitatif dan secara kualitatif serta pembahasan yang telah dilakukan ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan total penilaian dari Score Empowerment Inventory pemberdayaan psikologi Sekretaris Desa di Kabupaten Subang secara yaitu 74% berada di skor middle yaitu dengan skor 50%. Masing-masing skor indikator Meaning 35,3%. Competence Selft Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) Determination 36,8%, dan Impact 35,5%. Pengaruh terhadap kualitas laporan ADD. Hal tersebut dilihat dari pengujian hipotesis yaitu adanya pengaruh signifikan sebesar 5,9 %. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Mengingat pemerdayaan psikologi sekretaris desa berpengaruh signifikan terhadap pelaporan ADD maka pemerintah pusat dan daerah agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang aik antara lain yaitu: Memberikan kesempatan terutama bagi perangkat desa khususnya sekretaris desa untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dengan pekerjaan yang dilakukan. Dengan dibukanya kesempatan yang lebih besar dan banyak maka proses tumbuh dan berkembang bagi sekretaris desa akan lebih baik lagi. Menyediakan informasi yang terbuka kepada sekretaris desa melalui berbagai media yang disediakan REFERENCES