Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Pengaruh Jarak Tanam yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Mengunakan Metode Longline Ramadan1. Henky Irawan1. Rika Wulandari1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH ABSTRAK Kata Kunci: Rumput Laut. Jarak Tanam, longline. Pertumbuhan Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis dengan pertumbuhan yang ditentukan oleh faktor salah satunya adalah jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dilakukan pada 25 November 2020 - 08 Januari 2021 selama 42 hari di Desa Berakit. Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali Data hasil penelitian dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan aplikasi JASP. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jarak tanam 25 cm pada perlakuan B merupakan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lain, dimana laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii mencapai 6. 01 % / hari, bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar 282,84A0,31 g, dan pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar . ,84A 0. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: 160254243018@student. The Effect of Different Planting Distances on the Growth of Kappaphycus alvarezii Seaweed Using the Longline Method Ramadan1. Henky Irawan1. Rika Wulandari1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords Seaweed is a fishery commodity with economic value with growth determined by factors, one of which is the spacing. This study aims to determine the effect of spacing on the growth of Kappaphycus alvarezii seaweed. This research was conducted on 25 November 2020 - 08 January 2021 for 42 days in Berakit Village. Bintan Regency. Riau Islands Province. The method used was experimental using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. The research data were analyzed using one-way ANOVA with the JASP application. The results showed that the 25 cm spacing in treatment B was the best result compared to other treatments, where the specific growth rate of Kappaphycus alvarezii seaweed reached 6. 90 A 0. 01% / day, the absolute weight of Kappaphycus alvarezii seaweed was 282. 84 A 0. 31 g , and the absolute growth of Kappaphycus alvarezii seaweed is . 84 A 0. Seaweed. Plant Longline. Growth Distance. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: 160254243018@student. PENDAHULUAN Rumput Laut merupakan salah satu komoditas penting hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis. Ada beberapa faktor pendukung berhasilnya budidaya Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 rumput laut Kappaphycus alvarezii, salah satunya adalah jarak tanam. Jarak tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Untuk mendapatkan pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang lebih optimal perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dengan merancang jarak tanam yang optimal dengan metode yang tepat. Seiring dengan berkembangnya teknik budidaya, mulai dikenal beberapa jenis metode budidaya baru seperti metode lepas dasar dengan menggunakan net bag dan metode apung dengan menggunakan longline yang dimodifikasi. Adapun metode yang saya gunakan adalah metode longline teknik penanaman rumput laut dekat dengan permukaan perairan dengan menggunakan tali Poly Ethylene 4-8 mm yang dibentangkan dari satu titik ke titik yang lain membentuk lajur lepas dengan bantuan pelamnpung dan jangkar (SNI 7579. 2:2. Salah satu faktor yang mempengruhi keberhasilan budidaya rumput laut ialah metode penanamannya. Selain itu, jarak tanam juga sangat mempengaruhi rumput laut Kappaphycus alvarezii. Besar kecilnya pertumbuhan dikarenakan penggunaan sistem budidaya yang berkaitan dengan jarak tanam dengan ruang tumbuh, dan penyerapan sinar matahari sebagai pengatur proses fotosintesis (Ilalqisny et al. , 2. Pengaturan jarak tanam perlu dilakukan karena jarak tanam yang terlalu sempit akan meningkatkan persaingan antar thallus rumput laut sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan, selain itu jarak tanam yang terlalu lebar juga tidak terlalu baik terhadap pertumbuhan rumput laut (Desy et , 2. Dengan demikian jarak tanam yang akan digunakan pada peneltian ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap laju pertumbuhan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan menggunakan metode longline, menjadikan jarak tanam yang efisien dalam kegiatan budidaya rumput laut Kappaphycus BAHAN DAN METODE Penelitian ini telah dilaksanakan selama 45 hari mulai November 2020 hingga Januari 2021. Pengambilan sampel, pengamatan dan pengukuran sampel dilakukan di Perairan Desa Berakit. Kecamatan Teluk Sebong. Kabupaten Bintan. Provinsi Kepulauan Riau. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelampung. Tali poly ethylene 4-8 mm, gunting, kabel ties, tali rapia, kain pengering, multitester, refractometer, sarung tangan, timbangan, alat tulis, kamera, batu pemberat. Bahanyang digunakan pada penelitian ini sebagai tanaman uji adalah rumput laut hijau jenis Kappaphycus alverezii sebanyak 8,1 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah: Perlakuan A : Jarak tanam 15 cm Perlakuan B : Jarak tanam 25 cm Perlakuan C : Jarak tanam 35 cm PROSEDUR PENELITIAN Persiapan Wadah Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Wadah yang akan digunakan pada penelitian ini terbuat dari tali Poly ethylene 4 mm dengan ukuran pada perlakuan A 4,5 m. B 7,5 m. C 10,5 m dengan panjang total tali utama 22,5 m dan tali jangkar dengan panjang 3 m. Pembuatan wadah dilakukan seminggu sebelum dilakukan pemasagan dipermukaan air. Pemasangan dilakukan dengan cara menyambung tali pelampung ketali utama dan tali jangkar serta diberi pelampung sebagai tanda saat terjadi pasang surut. Bibit rumput laut yang digunakan bobot awal 100 g, bibit rumput laut didapat dari Pulau Jaga. Kabupaten Karimun sebanyak 8,1 kg. Bibit diikat menggunakan tali rapi dan disambungkan pada tali Poly Ethylene 4 mm yang sudah disiapkan tali sambung menggunakan kabel ties, kemudian diletakan pada jarak A 200 m dari garis pantai 20 cm dari permukaan air dengan kedalaman perairan A 1 - 3 m. Persiapan Bibit Bibit didapat dari pulau Jaga. Kecamatan Moro. Setelah bibit sampai ketempat penelitian di aklimatisasi selama tiga hari terlebih dahulu setelah itu rumput laut dipilih yang segar, muda bersih serta bebas dari hama dan penyakit. kemudian itu ditimbang dengan berat awal 100 g/ikat dengan masing-masing jarak tanam 15, 25, dan 35 cm. Penanaman dilakukan pada pagi hari saat cuaca Dengan kondisi dasar perairan lokasi penelitian pasir berlamun. Pemeliharaan rumput laut Pemeliharaan atau pengontrolan rumput laut dilakukan setiap hari dengan membersihkan tali ris dan alat-alat lainnya dari lumut atau gulma yang melekat, serta melakukan kontrol kualitas air. Sampling dilakukan satu kali dalam seminggu sebanyak 6 kali mulai Minggu 0 sampai Minggu 6. Panen dilakukan pada hari ke 42 sesuai dengan percobaan untuk menentukan pertumbuhan rumput Parameter Penelitian Parameter penelitian yang diamati sebagai berikut: Pertumbuhan Bobot Mutlak Bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii didapatkan dari pengukuran bobot rata rata rumput laut pada pengamatan akhir penelitian. Pertumbuhan Mutlak Pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii diamati dari awal hingga akhir penelitian, diukur dengan menggunakan rumus pertumbuhan mutlak : G = Wt Ae Wo Keterangan : : Pertumbuhan mutlak rata Ae rata . : Bobot rata Ae rata bibit pada akhir penelitian . : Bobot rata Ae rata bibit pada awal penelitian . Laju pertumbuhan spesifik/harian Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Laju pertumbuhan spesifik diukur setiap selang waktu tujuh hari sekali, selama 42 hari, terhitung enam kali penyamplingan hingga akhir penelitian. Untuk menghitung laju pertumbuhan spesifik digunakan rumus persamaan N. Zonneveld . LPS = [(Wt/W. l/t - . x 100% Keterangan : LPS : Laju pertumbuhan spesifik (%) : Bobot pada waktu t . : Bobot pada awal penelitian . : Jumlah hari pengamatan . Analisis data Data hasil penelitian yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam uji F (ANOVA) yang bertujuan untuk melihat apakah data berpengaruh secara signifikan atau tidak. Dengan menggunakan cara perhitungan dari program aplikasi JASP kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey jika berpengaruh secara signifikan dengan taraf kepercayaan 95%, dan data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Sedangkan parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif. HASIL Pertumbuhan Bobot Mutlak Bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dipelihara selama penelitian menunjukkan bobot awal 100 g menjadi 253,02g Ae 282,84g (Gambar Nilai rata-rata bobot mutlak tertinggi didapatkan pada perlakuan B . ,84A0,31 . Gambar 1. Bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii . eterangan: A:jarak tanam 15 cm. B: jarak tanam 25 cm. C: jarak tanam 35 c. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan uji sidik ragam ANOVA, setiap perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda nyata dimana p<0,05 Maka dilakukannya uji lanjut Tukey. Berdasarkan hasil uji lanjut Tukey perlakuan B merupakan perlakuan terbaik terhadap bobot mutlak. Perlakuan B . ,84 A 0,31 . berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,02 A 0,63 . , dan C . ,23 A 0,. Pertumbuhan mutlak Rumput laut Kappaphycus alvarezii mengalami pertumbuhan mutlak (Gambar 2. Nilai rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan B . ,84A0,31 . Gambar 2. Pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii . eterangan: A: jarak tanam 15 cm. B: jarak tanam 25 cm. C: jarak tanam 35 cm ) Setelah dilakukannya analisis statistik menggunakan menggunakan uji sidik ragam ANOVA, setiap perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda nyata dimana p<0,05 Maka dilakukannya uji lanjut Tukey. Berdasarkan Hasil uji lanjut Tukey menunjukkan perlakuan B merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan mutlak. Perlakuan B . ,84 A 0,31 . berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,02 A 0,63 . , dan C . ,23 A 0,. Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) Pertumbuhan harian bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii pada penelitian ini merupakan hasil dari persentase pertumbuhan bobot perhari. Hasil parameter laju pertumbuhan spesifik pada bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii selama penellitian dapat dilihat pada gambar 3. Nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik tertinggi yang didapatkan pada perlakuan B . ,90 A 0,01 %/ Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Gambar 12. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii . eterangan: A: jarak tanam 15 cm. B: jarak tanam 25 cm. C: jarak tanam 35 c. Setelah dilakukannya analisis statistik menggunakan uji sidik ragam ANOVA, parameter pertumbuhan harian bibit rumput laut Kappaphycus alvarezii menunjukkan hasil berbeda nyata dimana p< 0,05. Maka dari itu dilakukannya uji lanjut Tukey. Berdasarkan hasil uji Lanjut Tukey perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B . ,90 A 0,01 %/ hari ). Perlakuan B . ,90 A 0,01 %/ har. berbeda nyata terhadap perlakuan A . ,17 A 0,02 %/har. dan C . ,81A 0. %/har. Kelangsungan hidup Hasil pengukuran tingkat kelangsungan hidup setelah 42 hari pemeliharaan dapat dilihat pada gambar 14 dibawah ini. Gambar 14. Tingkat kelangsungan hidup (SR) rumput laut Kappaphycus alvarezii . eterangan: A: jarak tanam 15 cm. B: jarak tanam 25 cm. C: jarak tanam 35 cm ). Selama penelitian nilai rata-rata perlakuan A - C menunjukkan tidak berbeda nyata perlakuan A . ,89 A 11,. B . ,30 A 6,. C . ,89 A 11,11. Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan One-way ANOVA, menunjukkan hasil yang sama atau tidak berbeda nyata,dimana p>0,05. Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 Kualitas Air Data kualitas air pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel. Data kualitas air ini diambil dengan cara pengukuran setiap minggu selama penelitian yaitu 42 hari atau selama 6 minggu. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian menurut SNI 7579. , dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Parameter Nilai Standar Suhu 28-32 C Salinitas 32 ppt 30-33 ppt Sumber Status SNI 7579. SNI 7579. SNI 7579. Sesuai Sesuai Sesuai Tabel 1. Kualitas air selama pemeliharaan Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian cukup mendukung untuk kehidupan rumput laut karena sesuai standar nasional Indonesia SNI 7572. , sehingga kualitas air media pemeliharaan berada dalam kisaran optimal untuk pemeliharaan rumput laut Kappaphycus alvarezii. PEMBAHASAN Pertumbuhan Bobot Mutlak Bobot mutlak adalah bobot biomassa akhir penelitian, pada penelitian ini, jarak tanam mampu memberikan pengaruh yang berbeda nyata, dapat dilihat pada gambar 8 dan 9, parameter bobot mutlak terbaik terjadi pada perlakuan B . ,48A0,3 . selanjutnya diikuti perlakuan C . ,23A0,73 . dan A . ,02A0,63 . Pertumbuhan mutlak adalah selisih antara bobot biomassa akhir penelitian dengan bobot biomassa awal penelitian. Pertumbuhan mutlak adalah bobot biomassa akhir penelitian, pada penelitian ini, jarak tanam mampu memberikan pengaruh yang berbeda nyata, dapat dilihat pada gambar 10 parameter pertumbuhan mutlak terbaik terjadi pada perlakuan B . ,84A0,31 . selanjutnya diikuti perlakuan C . ,23A0,73 . , dan A . ,02A0,63 . Hal ini disebabkan pengaruh jarak tanam pada perlakuan B . menunjukkan bobot mutlak dan pertumbuhan mutlak paling baik jika dibandingkan dengan perlakuan C dan A. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa jarak tanam 25cm mampu meningkatkan pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode longline menurut (Desy et al. , 2. Hasil dari penelitian ini jarak tanam 25cm dengan kedalaman 30cm dan jarak antar perlakuan 50cm (Basir et al. , 2. mampu meningkatkan parameter bobot mutlak dan pertumbuhan mutlak. Laju pertumbuhan spesifik/harian Laju pertumbuhan spesifik adalah tingkat persentase pertumbuhan rumput laut perhari yang dihitung selama masa pemeliharaan 42 hari. Berdasarkan grafik yang menjelaskan laju parameter pertumbuhan spesifik terbaik pada perlakuan B . ,90A0,01 %/har. diikuti dengan perlakuan C . ,81A0,02 %/har. dan A . ,17A0,02 %/har. , dimana pada minggu ke 2 dan 4 merupakan minggu puncak pertumbuhan tertinggi. Pada minggu ke-2 terjadi pertumbuhan pada perlakuan Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 jarak tanam 25 cm dimana bahwa jumlah talus yang lebih sedikit dan tidak terlalu rimbun pada awal penanaman talus rumput laut dapat memperoleh nutrien dan cahaya matahari yang relatif lebih besar sehingga sehingga terjadi pertumbuhan yang meningkat pada rumput laut dan berkembang lebih cepat dibanding minggu sebelum dan sesudahnya. Selain itu memanfaatkan sinar matahari lebih optimal yang digunakan sebagai energi untuk proses fotosintesis dapat meningkatkan kemampuan rumput laut untuk memperoleh unsur hara atau nutrien. Sedangkan pada minggu ke-4 pada perlakuan jarak tanam 15 cm pertumbuham dipengaruhi oleh arus untuk membawa nutrient dan zat hara di perairan sehingga terperangkap pada tiap talus rumput laut dapat memperoleh zat hara dengan seoptimal mungkin untuk proses pertumbuhan (Irawati et al. , 2. Didukung dengan penelitian (Erpin et al. , 2. menyatakan bahwa suatu kegiatan budidaya rumput laut dikatakan menguntungkan apabila memiliki penambahan laju pertumbuhan spesifik minimal 3%. Cepat tidaknya pemanenan tergantung metode dan perawatan yang dilakukan setelah bibit ditanam (Patang et al. , 2. Rama et al. , . menyatakan masa panen rumput laut 35 hari. Tingkat kelangsungan hidup(SR) Tingkat kelangsungan hidup adalah persentase bibit rumput laut yang hidup hingga masa pemeliharaan 42 hari. Perbedaan kelangsungan hidup rumput laut Kappaphycus alvarezii disebabkan karna adanya beberapa faktor luar di antaranya sargassum dan lamun mati yang melekat pada rumput laut saat pasang surut menarik dari ikatan bibit rumput laut. Wibowo et al. , . , salinitas yang ideal untuk budidaya rumput laut adalah 30 Ae 33 ppt. Menurut Tri Wijayanto et al. , suhu yang baik untuk budidaya rumput laut adalah 30AC. S Muslimin et , . , rumput laut diketahui sangat baik pertumbuhannya pada pH normal air laut yaitu antara 7,5 Ae 8,0. Dengan data suhu yang didapatkan pada saat penelitian . -30oC) maka masih dapat ditolerin oleh rumput laut Kappaphycus alvarezii. Kualitas air Parameter kualitas air yang didapat selama penelitian berlangsung yaitu salinitas 31 - 33 ppt, suhu 28,2 - 29,8 0C, pH 7,8 - 8,3 ppm. Menurut Wibowo et , . , salinitas yang ideal untuk budidaya rumput laut adalah 30 Ae 33 ppt. maka pemilihan lokasi yang dijadikan tempat penanaman rumput laut sesuai dengan salinitas yang dibutuhkan oleh Kappaphycus alvarezii. Salinitas pada penelitian ini berkisar 31 - 33, pengukuran salinitas pada penelitian ini sudah cukup baik berdasarkan (SNI 7579. Menurut Tri Wijayanto et al. , . suhu yang baik untuk budidaya rumput laut adalah 30AC. Suhu mempengaruhi laju fotosintesis Kappaphycus alvarezii (Aslan et al. , . Data suhu yang diperoleh pada saat penelitian yaitu 28,2 Ae 29,8 0C, kisaran suhu ini termasuk kisaran optimum untuk pertumbuhan rumput laut dengan standar (SNI 7579. Derajat keasaman lebih dikenal dengan istilah pH . ulscane negatif H) yang artinya logaritma dari kepekatan ion-ion H . yang terlepas dalam satu Sedangakan kandungan unsur hara yang yang terbaik dengan koinsentrasi 8,26 ppm pada pertumbuhan rumput laut Caulerpa racemosa var. Uvifera Intek Akuakultur. Volume 6. Nomor 2. Tahun 2022. E-ISSN 2579-6291. Halaman 92-102 (Kristama et al. , 2. Adanya penetrasi sinar matahari yang cukup dapat mempengaruhi rumput laut dalam mensuplai kebutuhan nutriennya seperti karbon, nitrogen, dan posfor untuk pertumbuhan dan pembelahan sel (Asni, 2. dimnKadar air dengan asam kuat akan mengakibatkan logam berat seperti aluminium mempunyai mobilitas yang meningkat dan disebabkan logam ini bersifat toksik maka dapat mengancam kehidupan biota, sedangkan keseimbangan amonium dan amonia akan terganggu apabila pH air terlalu basa. Menurut Muslimin et al. , . , rumput laut diketahui sangat baik pertumbuhannya pada pH normal air laut yaitu antara 7,5 Ae 8,0. Hasil pengukuran pH pada parameter ini ialah 7,8 Ae 8,3. Hasil penelitian pada penelitian sesuai dengan standar (SNI 7579. dimana pH yang optimal untuk permeliharaan rumput laut Kappaphycus alvarezii. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yang berjudul pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode longline adalah : Jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode longline. Jarak tanam 25cm merupakan jarak tanam optimal, hasil yang didapatkan pada laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar . 01 % / har. , bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar . ,48A0,3 . dan pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar . ,84A 0. DAFTAR PUSTAKA