JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PEMBELAJARAN EKONOMI Mistariani Lase1. Eka Septianti Laoli2. Asali Lase3. Arianto Lahagu4 Universitas Nias1,2,3,4 Jalan Yos Sudarso No. 118 E/S Gunungsitoli. Kec. Gunungsitoli. Sumatera Utara. Indonesia Sur-el Koresponden : mistarianilase19@gmail. com1, septianti. laoli@gmail. asalilase2016@gmail. com3, ariantolahagu8084@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 14-09-2025 Revised : 14-10-2025 Accepted: 24-11-2025 One of the causes of the decline in student learning outcomes is due to the learning method that is still conventional. The purpose of this study is to determine the effect of project-based learning models using videos on students' understanding of economic learning materials at SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. The research method used is a quantitative research method. The results of the study show that based on the results of the hypothesis test, the t-count value is obtained = 5. then the t-count value is confirmed on the t-table value from the critical value for the t-distribution with a significant level of 5% ( = 0. with dk = 45. While the critical value of the t-distribution is obtained t-table value of 1. So because the t-count value = 5. 413 is greater than the t-table value = 1. 680, then accept Ha and reject H0 which means there is an effect of project-based learning models using videos on the understanding of Economic learning materials for grade VII students at SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Keywords: Learning Models. Videos. Learning Materials. Economics Lessons. Learning Outcomes. ABSTRAK Kata Kunci: Model Pembelajaran. Video. Materi Pembelajaran. Pelajaran Ekonomi. Hasil Belajar Salah satu penyebab menurunnya hasil belajar siswa dikarenakan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran ekonomi siswa di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 5,413 selanjutnya nilai thitung dikonfirmasikan pada nilai ttabel dari nilai kritis untuk distribusi t dengan taraf signifikan adalah 5% ( = 0,. dengan dk = 45. Sementara nilai kritis distribusi t diperolehlah nilai ttabel sebesar 1,680. Sehingga karena nilai thitung = 5,413 lebih besar dari nilai ttabel = 1,680 maka terima Ha dan tolak H0 yang artinya ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting sebagai penentu kemajuan suatu bangsa dan pencapaian cita- citanya, terutama dalam mendorong perkembangan bangsa dan negara. Pendidikan merupakan upaya yang disengaja untuk mengelola proses belajar serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peserta didik guna mengembangkan potensi diri secara spiritual, religius, intelektual, kepribadian, akhlak mulia, pengendalian diri, serta kemampuan lain yang dibutuhkan oleh individu, masyarakat, bangsa, dan negara (Abd Rahman et , 2. Dalam era modern, pendidikan telah berkembang menjadi bagian dari kebudayaan baru yang terintegrasi dalam pengembangan kehidupan manusia. Pendidikan di Indonesia dilaksanakan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan. Kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan dari waktu ke waktu, salah satu contohnya adalah perubahan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 memiliki perbedaan mendasar dibandingkan dengan KTSP, di mana proses pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada pendidik . eacher-centere. berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik . (Pristiwanti et al. , 2. Oleh karena itu, model pembelajaran dapat dijadikan alternatif, sehingga para pendidik memiliki kebebasan untuk memilih model pembelajaran yang sesuai dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, pendidik diharapkan mampu memilih model pembelajaran yang tepat untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran (Magdalena et al. , 2. Pembelajaran diartikan sebagai proses pemberian bimbingan kepada peserta didik dalam menjalani proses belajar (Parwati et al. , 2. Dalam proses belajar, terdapat berbagai perbedaan individu, seperti peserta didik yang mampu memahami materi pelajaran dengan cepat dan peserta didik yang lebih lambat dalam Perbedaan tersebut mengharuskan pendidik untuk dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan model pembelajaran yang tepat agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang bersifat sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu (Ponidi et al. , 2. Model pembelajaran memiliki fungsi sebagai pedoman bagi perancangan pembelajaran dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar di kelas atau pembelajaran dalam tutorial untuk mencapai tujuan kompetensi seperti yang diharapkan. Penerapan model pembelajaran yang bervariasi dapat mengatasi kejenuhan peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat prestasi peserta didik, (Wiliyanti et al. , 2. Aktivitas belajar peserta didik merupakan salah satu faktor penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Selama pembelajaran berlangsung, peserta didik cenderung merasa bosan jika tidak terdapat variasi dalam model pembelajaran yang menarik. Hal ini menekankan pentingnya kegiatan belajar mengajar yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Selain itu, kegiatan belajar juga dipandang sebagai salah satu bentuk komunikasi yang efektif antara pendidik dan peserta didik. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 Setelah melakukan observasi dan wawancara dengan Guru Mata Pelajaran Ekonomi di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara di kelas VII, kebanyakan kegiatan pembelajaran di kelas masih berpusat kepada guru. Pembelajaran dengan model dan metode pembelajaran yang monoton seperti itu membuat kegiatan pembelajaran kurang menarik, akibatnya ketika proses pembelajaran siswa kurang aktif dan responsif sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara menjadi rendah salah satunya pada mata pelajaran Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil belajar ekonomi siswa masih rendah, bukti tersebut dilihat dari hasil Penilaian Akhir Semester I kelas VII SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara, di mana masih ada nilai siswa yang berada di bawah standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yakni Dalam melaksanakan proses belajar mengajar, guru menemukan bahwasannya siswa tidak dapat mengembangkan kreativitasnya dikarenakan sering kali terbatas dalam waktu untuk mengekspresikan kreativitasnya karena proses belajar yang selalu terstruktur. Hal ini dapat mengurangi kesempatan mereka untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan memperdalam pemahaman mereka tentang materi pembelajaran. Rasa takut siswa terhadap penilaian negatif dari teman sebaya menjadi salah satu faktor yang menghambat kreativitas mereka. Selain itu, siswa sering kali kesulitan untuk beralih dari pola pikir yang sudah mereka kenal menuju pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga membatasi kemampuan mereka dalam menemukan solusi baru dan orisinal. Penggunaan model atau metode pembelajaran konvensional oleh guru selama proses pembelajaran juga tidak mendorong pengembangan kreativitas siswa, akibatnya siswa menjadi kurang aktif selama pembelajaran, yang berdampak pada rendahnya pemahaman belajar mereka (Saadah & Anggraeni. Beberapa kendala juga sering dihadapi oleh para pendidik yaitu kurangnya sumber daya yang memadai, kurikulum yang kaku, dan kurangnya pendekatan yang menarik bagi siswa. Setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih mudah memahami materi melalui praktik langsung, ada yang lebih menyukai pembelajaran visual, dan ada pula yang membutuhkan penjelasan teori secara mendalam. Jika variasi metode pengajaran tidak diterapkan, banyak siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya perubahan yang dapat mendorong peserta didik untuk lebih mengoptimalkan cara berpikir dan mengembangkan ide-ide mereka. Oleh karena itu, peneliti menerapkan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) berbasis video untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep dalam mata pelajaran ekonomi. Dengan memanfaatkan video sebagai media pembelajaran, siswa dapat melihat langsung penerapan materi ekonomi dalam kehidupan nyata, memperdalam pemahaman mereka, dan meningkatkan minat belajar, (Suhardi et al. , 2. Ilmu ekonomi pada dasarnya mempelajari upaya manusia sebagia individu maupun masyarakat dalam rangka melakukan pilihan penggunaan sumber daya yang terbatas guna memenuhi kebutuhan (Masri et al. , 2. Pembelajaran Ekonomi diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar secara mandiri, memahami lingkungan sekitar, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pendidik dalam merancang dan melaksanakan model pembelajaran yang tepat sangat memengaruhi hasil yang dicapai. Ketidaktepatan dalam penggunaan model pembelajaran dapat menyebabkan kebosanan selama proses belajar. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 sehingga peserta didik kesulitan memahami konsep yang diajarkan, yang pada akhirnya akan memengaruhi pemahaman belajar mereka (Azani et al. , 2. Setelah mengidentifikasi masalah yang terjadi di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara, rendahnya metode pembelajaran berbasis proyek menggunakan video pada pelajaran ekonomi maka diperlukan model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahaman pembelajaran berbasis Project-Based Learning. Metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning atau PjBL) mengarahkan siswa untuk menyelesaikan proyek atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah nyata, pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai kompetensi, termasuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan, (Zurhaida et al. , 2. Metode PjBL memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya memberikan wawasan yang luas kepada siswa dalam menghadapi masalah secara langsung. Siswa didorong untuk mencari informasi dan memahami berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, metode ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menghadapi permasalahan nyata, melatih mereka untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi solusi alternatif, dan memilih solusi terbaik (Palentina et al. , 2. Model Project-Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran berbasis proyek, di mana peserta didik secara aktif terlibat dalam proses pembuatan proyek yang berkaitan dengan materi pelajaran, (Asidiqi, 2. PjBL dikenal efektif dalam meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman peserta didik karena metode ini menawarkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan praktis. Namun, implementasi PjBL sering kali menghadapi tantangan, terutama dalam pemilihan media dan alat bantu yang dapat mendukung dan memaksimalkan efektivitas model pembelajaran ini. Media audiovisual . pembelajaran merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran secara visual dan audio, (Sifa et al. , 2. Video ini dapat digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep, memberikan contoh, atau mendemonstrasikan keterampilan tertentu, sehingga mempermudah pemahaman peserta didik. Video pembelajaran sering digunakan dalam berbagai konteks pendidikan, baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun dalam pelatihan profesional, dan dapat diakses melalui berbagai platform, seperti YouTube, situs pendidikan, atau aplikasi pembelajaran (Hendrizal et al. , 2. lmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang studi yang mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia dalam konteks sosial, (Poniam, 2. Cakupan mata pelajaran IPS terdiri dari Sejarah. Geografi. Ekonomi, serta lmu sosial lainnya. Tujuan ekonomi dibagi menjadi berbagai aspek tergantung pada konteksnya, seperti kesejahteraan masyarakat, efisiensi sumber daya, atau pertumbuhan ekonomi (Ulya et al. Pembelajaran ekonomi dengan model berbasis proyek menggunakan video di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara, penerapan model pembelajaran berbasis proyek menggunakan video memungkinkan guru untuk memvisualisasikan konsep-konsep ekonomi secara lebih menarik dan interaktif. Siswa dapat dilibatkan dalam pembuatan video terkait topik-topik ekonomi yang mereka pelajari, baik melalui wawancara, dokumentasi, maupun eksperimen ekonomi. Hal ini juga dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 dalam proses belajar mengajar serta mengembangkan kemampuan teknologi mereka. Keuntungan lain dari metode ini adalah siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana teori ekonomi diterapkan dalam dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan aplikatif (Maulidia & Istiqomah, 2. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Hamzah et al. , 2. dengan judul AuPengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Materi Kegiatan EkonomiAy. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media pembelajaran berupa video visual dan menguji pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam materi kegiatan Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan desain kontrol dan eksperimen. instrumen berupa tes pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan melalui penggunaan video visual dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian terdahulu berikutnya dilakukan oleh (Febriyanti & Agung, 2. dengan judul AuVideo Pembelajaran Berbasis Proyek Mata Pelajaran IPAS dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDAy. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media video pembelajaran berbasis proyek (PjBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Metode penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluatio. serta evaluasi melalui kuesioner dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video PjBL efektif meningkatkan hasil belajar Penelitian terdahulu selanjutnya dilakukan oleh (Lugiati, 2. dengan judul AuPenggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Audio Video untuk Meningkatkan Hasil Belajar SiswaAy. Tujuan penelitian adalah menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan audio dan video. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart, dilakukan dalam dua siklus di kelas dengan 34 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, lembar penilaian unjuk kerja, tes pilihan ganda, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 75% di siklus I menjadi 100% di siklus II, serta model tersebut meningkatkan hasil belajar siswa pada materi produk cake dan kue berbahan tepung ketan dan umbi. Penelitian terdahulu oleh (Hamzah et al. , 2. , (Febriyanti & Agung, 2. , serta (Lugiati, 2. menunjukkan kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan media video mampu meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa melalui pengalaman belajar yang lebih konkret dan menarik. Perbedaannya terletak pada fokus dan konteks kajian, di mana Hamzah dkk. meneliti kegiatan ekonomi dengan desain eksperimen. Febriyanti & Agung mengembangkan media video berbasis proyek pada mata pelajaran IPAS dengan model ADDIE, sedangkan Lugiati menekankan keterampilan praktik melalui PTK. Sementara itu, penelitian yang sedang dilakukan difokuskan pada materi pembelajaran ekonomi secara umum dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman konsep, sehingga penelitian ini memiliki ciri khas tersendiri namun tetap relevan dengan temuan sebelumnya yang menegaskan efektivitas PjBL berbasis video dalam mendukung proses pembelajaran. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan quasi experiment design. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu mengetahui pengaruh diterapkannya model PjBL menggunakan video terhadap peningkatan pemahaman materi pembelajaran ekonomi. Penelitian ini melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh perlakuan berupa metode pembelajaran berbasis proyek . roject based learnin. , sedangkan siswa pada kelas kontrol memperoleh metode pembelajaran Kedua kelompok tersebut akan dibandingkan kemampuan peningkatan pemahaman materi aktif Di akhir pembelajaran siswa diberi post-test . engukuran akhi. untuk mengetahui pemahaman materi setelah melaksanakan proses pembelajaran. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen . dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis proyek. Sementara variabel dependen . dalam penilitian ini adalah pemahaman materi pembelajaran ekonomi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara, berjumlah 218 Tabel 1 Populasi Penelitian No. Kelas Jumlah VII Vi Jumlah Sumber : Data Administrasi Sekolah, 2025 Peneliti mengambil sampel sesuai dengan teknik penarikan sampel dan saran dari Guru SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara yang ada di sekolah dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video. Peneliti menetapkan kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol, dengan perlakuan pembelajaran konvesional pada pembelajaran IPS dengan materi Keberagaman Lingkungan Sekitar. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 Tabel 2 Sampel Penelitian No. Kelas Jumlah VII-A VII-B VII-C Jumlah Sumber : Data Administrasi Sekolah, 2025 Jenis instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, tes pemahaman, dan dokumentasi. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi, tes pemahaman dan Teknik Analisis Data Analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif untuk mengolah data yang telah diperoleh dari lapangan yang menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t, menggunakan bantuan (Statistical Package for the Social Science. SPSS. Formulasi uji hipotesis statistiknya Ha : Ada pengaruh model pembelajaran berbasis Proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Ho : Tidak ada pengaruh model pembelajaran berbasis Proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. Kriteria dalam menentukan pengujian hipotesisnya yaitu: Jika nilai thitung Ou ttabel maka terima Ha dan tolak H0 . Jika nilai thitung < ttabel maka terima H0 dan tolak Ha HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti melaksanakan uji coba instrumen di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara kepada siswa kelas VII dengan jumlah siswa yang mengikuti pelaksanaan uji coba instrumen sebanyak 21 orang. Uji coba instrumen bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas tes, reliabilitas tes, tingkat kesukaran tes dan daya pembeda tes. Berdasarkan hasil penghitungan uji validitas dari item soal nomor 1 sampai item soal nomor 20 dinyatakan valid sehingga layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penghitungan uji reliabilitas tes akhir diperoleh nilai rhitung = 0,950. Kemudian dikonsultasikan pada nilai rtabel tentang nilai-nilai r korelasi product moment dengan derajat kebebasan . = N Ae 1 =21 Ae 1 = 20 pada taraf signifikan 5% atau ( = 0,. Sehingga diperoleh nilai rtabel = 0,444, karena nilai rhitung lebih besar dari pada nilai rtabel yaitu 0,950 > 0,444. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tes akhir dinyatakan reliabel. Berdasarkan hasil penghitungan uji tingkat kesukaran dimulai dari item soal nomor 1 sampai item soal nomor 20 ternyata tingkat kesukaran dari setiap Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 item tes memiliki variasi tingkat kesukaran yaitu mudah sebanyak 25%, sedang sebanyak 50% dan sukar sebanyak 25%. Maka dari itu, instrumen tes hasil belajar telah layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan hasil penghitungan uji daya pembeda dimulai dari item soal nomor 1 sampai item soal nomor 20 ternyata hasilnya memiliki daya pembeda yang baik sehingga dapat diterima dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan nilai rata-rata pada tes awal kelas eksperimen yaitu 65,20 dengan kriteria cukup, sedangkan rata-rata hasil belajar pada tes awal kelas kontrol yaitu 64,55 dengan kriteria cukup. Berdasarkan hasil pengolahan uji normalitas tes awal . re-tes. di Kelas Eksperimen diperoleh hasil nilai Lhitung = 0,1708 dan hasil nilai Ltabel = 0,1730, karena nilai Lhitung < nilai Ltabel yaitu 0,1708 < 0,1730 artinya data tersebut berdistribusi normal. Kemudian pada hasil pengolahan uji normalitas tes awal di Kelas Kontrol diperoleh hasil nilai Lhitung = 0,1571 dan hasil nilai Ltabel = 0,1832, karena nilai Lhitung < nilai Ltabel yaitu 0,1571 < 0,1832 artinya data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengolahan uji homogenitas tes awal . re-tes. diperoleh nilai Fhitung = 1,05 dan nilai Ftabel = 2,05 karena nilai Fhitung < nilai Ftabel maka dapat ditarik kesimpulan sampel penelitian dinyatakan homogen, artinya kelompok data sampel yang telah diambil berasal dari populasi penelitian yang memiliki variansi yang sama. Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan video sebagai media pembelajaran, sedangkan di kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ceramah . , maka selanjutnya diberikan tes akhir . ost-tes. kepada peserta didik. Hasil tes akhir . ost-tes. tersebut diolah dengan menghitung nilai ratarata hasil belajar. Diketahui rata-rata hasil belajar pada tes akhir . ost-tes. di kelas eksperimen yaitu 82,20 dengan kriteria baik, sedangkan rata-rata hasil belajar pada tes akhir kelas kontrol yaitu 68,18 dengan kriteria Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 5,413 selanjutnya nilai thitung dikonfirmasikan pada nilai ttabel dari nilai kritis untuk distribusi t dengan taraf signifikan adalah 5% ( = 0,. dengan dk = (N1 N2 Ae . = 25 22 Ae 2 = 45. Sesuai pada tabel nilai kritis distribusi t maka diperolehlah nilai ttabel sebesar 1,680, karena nilai thitung = 5,413 lebih besar dari nilai ttabel = 1,680 maka terima Ha dan tolak H0 yang artinya Auada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli UtaraAy. Hasil pengujian hipotesis ini dapat digambarkan pada kurva berikut ini: Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 Daerah Penerimaan Ha Daerah Penerimaan -5,000 -4,000 -3,000 -1,680 -1,000 Daerah Penerimaan 1,000 1,680 3,000 4,000 5,413 Gambar 1. Kurva Normal Pengujian Hipotesis Adapun persentase besarnya model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara, sesuai hasil uji coba regresi linear sederhana dengan menggunakan SPSS 27. 0, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 Persentase Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video terhadap Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonomi Ringkasan Model Model Korelasi Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi Terkoreksi 0,978a 0,956 0,954 Prediktor: (Konsta. Kelas (Sumber : Berbantuan IBM SPSS Statistics 27. Kesalahan Standar Perkiraan 1,666 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,978. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,956 yang berarti bahwa: pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara adalah 95,6%. Melalui uraian kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek tersebut membuat siswa menajdi lebih terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta materi yang diajarkan bisa mudah dipahami oleh siswa, dan hal tersebut tentu berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemahaman siswa terhadap pembelajaran ekonomi (IPS). Hasil tersebut dapat dibuktikan melalui hasil nilai rata-rata kemampuan pemahaman siswa terhadap pembelajaran ekonomi (IPS) pada tes akhir . di kelas eksperimen yaitu 82,20 dengan kriteria baik. Sedangkan di kelas kontrol proses kegiatan pembelajaran hanya menggunakan model pembelajaran ceramah . , di sini guru yang lebih aktif dalam kegiatan proses pembelajaran, sedangkan siswa hanya fokus menyimak penjelasan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu siswa kurang aktif dalam belajar, membuat kemampuan siswa dalam menyerap materi ajar yang disampaikan oleh guru masih belum optimal. Hasil tersebut dapat dibuktikan Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 melalui hasil nilai rata-rata kemampuan pemahaman siswa terhadap pembelajaran ekonomi (IPS) pada tes akhir kelas kontrol yaitu 68,18 dengan kriteria cukup. Sesuai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan video sebagai media pembelajaran mampu membuat siswa melihat langsung penerapan materi ekonomi dalam kehidupan nyata, siswa mampu memperdalam pemahaman mereka dan bisa meningkatkan minat belajar siswa. Melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek bisa mengarahkan siswa untuk menyelesaikan proyek atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah nyata, serta pendekatan ini juga bertujuan dapat mengembangkan berbagai kompetensi, termasuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil temuan penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Nikolaos et al. , 2. mendefinisikan Aupembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pengajaran yang komprehensif yang melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan yang kooperatif dan berkelanjutanAy. Selanjutnya menurut (Azani et al. , 2. mengemukakan Aupembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola kegiatan pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyekAy. Sedangkan menurut (Parwati et al. , 2. menyebutkan Aupembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek, sedangkan siswa yang lebih terlibat aktifAy. SIMPULAN Berdasarkan perumusan masalah, tujuan penelitian, dan hasil analisis data yang diperoleh, diketahui bahwa nilai thitung > ttabel atau 5,413 > 1. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HC. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara. model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terbukti dapat meningkatkan pemahaman materi pembelajaran Ekonomi siswa dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran dari peneliti yaitu hendaknya guru dalam meningkatkan pemahaman materi pembelajaran Ekonomi (IPS) harus menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk diterapkan di dalam kelas. Selain itu, hendaknya dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek dikombinasikan dengan penggunaan media pembelajaran, seperti video pembelajaran, agar kegiatan pembelajaran dapat lebih menarik minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya diarankan agar melakukan penelitian dengan sampel yang lebih luas lagi mengenai pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan video terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Mistariani Lase. Eka Septianti Laoli. Asali Lase. Arianto Lahagu (Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menggunakan Video untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ekonom. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 107 Ae 118 DAFTAR PUSTAKA