Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 MEMBANGUN KARAKTER TANAH AIR DENGAN MEMPERKENALKAN BATIK PADA SISWA MI MASLAKUL AKHYAR Fikri Reza1*). Windhi T Saputra2 . Garcia Krisnando Nathanael3* . Luqman Hakim4 Priyono Sadjijo5 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara 2,3,4,5 UPN Veteran Jakarta *) Surel korespondensi: garcia@ upnvj. Kronologi Naskah: diterima 27 May 2024. direvisi 09 Juni 2024. diputuskan 23 Juni 2024 Abstract In this activity, we conducted research in the form of service/introduction to the meaning of batik, types of batik, the origin of batik, and the application of batik in daily life to 3rd grade students of MI Mashlakul Akhyar which was held on Wednesday. May 8, 2024. We carried out this service by presenting the material that we showed through slides and presented in front of MI Mashlakul Akhyar students. After presenting the material about batik, we provided several questions aimed at students to find out if the children understood and understood what we were Then, we provide several games and end by coloring the batik motifs that we have MI Mashlakul Akhyar students are required to color the motif as a form of their creativity and their love for batik which is part of the country's culture. As a result of this service, students are able to get to know Indonesia culture more deeply and foster a sense of love for the homeland. Keywords: Batik Love for the Motherland. Character. Abstrak Pada kegiatan ini kami melakukan penelitian berupa pengabdian/pengenalan mengenai pengertian batik, jenis-jenis batik, asal batik, dan penerapan batik di kehidupan sehari-hari kepada siswa-siswi kelas 3 MI Mashlakul Akhyar yang dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Mei Kami melakukan pengabdian ini dengan memaparkan materi yang kami tunjukan melalui slide dan di presentasikan di depan siswa-siswi MI Mashlakul Akhyar. Setelah memaparkan materi mengenai batik kami menyediakan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada siswa dan siswi untuk mengetahui apakah anak-anak tersebut mengerti dan paham apa yang kami presentasikan. Lalu, kami menyediakan beberapa games dan diakhiri dengan mewarnai motif batik yang telah kami sediakan. Siswa dan siswi MI Mashlakul Akhyar diwajibkan untuk mewarnai motif tersebut sebagai bentuk kreativitasan mereka dan kecintaan mereka terhadap batik yang merupakan bagian dari budaya tanah air. Hasil pengabdian ini siswa dan siswi mampu mengenal budaya Indonesia lebih dalam dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Kata Kunci : Batik. Cinta Tanah Air. Karakter Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya adalah Batik memiliki nilai filosofis dan historis yang besar karena bukan hanya kain dengan motif yang indah, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas bangsa. UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada Meskipun demikian, di era globalisasi saat ini, kecintaan dan penghargaan terhadap batik sebagai warisan budaya semakin tergerus di kalangan generasi muda, terutama di sekolah dasar. Siswa-siswi kelas 3 MI Mashlakul Akhyar adalah generasi muda yang perlu dididik dengan baik untuk menjaga warisan budaya batik. Namun, karena kebiasaan globalisasi dan pengaruh budaya asing, mereka lebih suka berpakaian modern daripada tradisional. Dalam proses membangun karakter cinta tanah air melalui budaya batik, hal ini menjadi tantangan yang sangat besar. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pengabdian harus dilakukan yang berfokus pada pengembangan karakter cinta tanah air melalui pengenalan batik kepada siswa MI Mashlakul Akhyar di kelas 3. Pengabdian ini mencakup beberapa aspek yaitu, pengabdian melakukan pengenalan mendalam terhadap sejarah, nilai-nilai, serta artinya dalam membangun identitas nasional indonesia. Cara terbaik untuk menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran batik agar siswa lebih memahami dan memahami batik. Untuk mempromosikan batik kepada generasi muda, penelitian akan menyelidiki ide-ide inovatif dan kreatif. Misalnya, pihak sekolah mengadakan acara pengenalan batik, lomba mewarnai batik, dan lain-lain Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk mengembangkan program yang komprehensif untuk mengajarkan batik kepada para pelajar, mempromosikan identitas dan kebanggaan nasional, serta melestarikan warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang. Tantangan untuk mempertahankan identitas dan kecintaan terhadap budaya lokal menjadi semakin penting di era globalisasi yang semakin terhubung. Batik adalah salah satu kekayaan budaya yang sangat berharga di Indonesia. Siswa-siswi kelas tiga MI Mashlakul Akhyar melihat keberlangsungan batik dan penghargaannya terancam oleh arus modernisasi. "Pendidikan Karakter Melalui Pengenalan Warisan Budaya: Sebuah Tinjauan Literatur" (Santoso et al, 2. menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui pengenalan warisan budaya lokal, termasuk seni batik, sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran identitas nasional dan cinta tanah air pada anak- anak usia sekolah dasar. "Pengaruh Pembelajaran Seni Batik terhadap Pembentukan Karakter Anak" (Wahyuningsih et al, 2. : Penelitian ini mengeksplorasi dampak pembelajaran seni batik terhadap pembentukan karakter siswa-siswi, dengan menekankan pada nilai-nilai budaya, kreativitas, dan apresiasi terhadap warisan lokal. "Eksplorasi Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter Anak melalui Pembelajaran Batik" (Mahliana & Mustikarini, 2. adalah penelitian yang mengkaji peran sekolah dalam membentuk karakter siswa-siswi melalui pembelajaran batik. Penelitian ini menekankan metode yang berguna yang dapat digunakan oleh guru. Penelitian berjudul "Urugensi pendidikan moral dan karakter dalam membentuk kepribadian peserta didik" (Wulandari & Fauzi 2. menekankan betapa pentingnya pengalaman dan interaksi dengan warisan budaya, termasuk seni batik, di lingkungan keluarga. "Strategi Pendidikan Multikultural sebagai Upaya mencegah radikalisme di era globalisasi" (Retnasari, 2. adalah penelitian yang menekankan strategi pendidikan multikultural sebagai cara untuk menanamkan rasa cinta tanah air pada siswa-siswi. Penelitian ini menekankan pentingnya menghargai keberagaman budaya, termasuk seni batik. Menurut paparan literatur tersebut, tampak bahwa penelitian tentang cara batik membentuk karakter cinta tanah air melalui penggunaan batik telah menjadi fokus perhatian dalam bidang pendidikan. Namun, masih ada ruang untuk penelitian lebih lanjut. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 terutama tentang cara batik dapat digunakan secara langsung di lingkungan pendidikan seperti MI Mashlakul Akhyar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih spesifik dan kontekstual tentang pengaruh pengenalan batik terhadap pembentukan karakter siswa-siswi yang belajar di MI Mashlakul Akhyar tersebut di kelas tiga. Warisan budaya Batik sangat berharga dan unik di Indonesia. Namun, kebudayaan batik sering diabaikan dan kurang diperhatikan. Untuk membangun karakter cinta tanah air melalui budaya batik, ini menjadi tantangan besar. Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, seni batik memiliki potensi besar untuk menanamkan rasa cinta tanah air pada generasi muda. sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa memperkenalkan batik kepada anak-anak adalah penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap budaya lokal. Namun, kami perlu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengenalan batik mempengaruhi karakter siswa-siswi kelas tiga MI Mashlakul Akhyar. sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengenalan batik memainkan peran penting dalam pembentukan karakter cinta tanah air, tetapi ada beberapa area yang perlu diperbaiki: Penelitian sebelumnya biasanya mengabaikan konteks sekolah dan lingkungan sosial tempat siswa-siswi Setiap sekolah memiliki dinamika dan ciri khas yang berbeda, yang dapat memengaruhi seberapa efektif program pembentukan karakter berjalan. Salah satu ciri khas ini adalah keakraban dengan batik. Orang tua harus memainkan peran penting dalam membangun karakter anak-anak mereka. Namun, pengabdian sebelumnya jarang melihat seberapa banyak partisipasi dan dukungan orang tua dalam pengenalan batik di sekolah. Pengabdian sebelumnya berkonsentrasi pada mengevaluasi dampak pengenalan batik terhadap pembentukan karakter dalam jangka pendek atau menengah. Namun, pengabdian yang mengkaji dampak jangka panjang program ini diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberhasilannya. Pengabdian ini akan menjadikan sebagai bentuk untuk melakukan kegiatan lanjutan dalam bentuk penelitian bagaimana penggunaan batik oleh siswa kelas tiga MI Mashlakul Akhyar berdampak pada pembentukan karakter cinta tanah air. Pengabdian ini akan mempertimbangkan hal-hal seperti dinamika sekolah, partisipasi orang tua, dan evaluasi dampak jangka panjang dengan menggunakan pendekatan yang lebih kontekstual dan holistik. Permasalahan Mitra Observasi yang dilakukan di MI Mashlakul Akhyar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa-siswi belum memiliki pengetahuan yang utuh tentang batik. Mereka belum memahami sejarah, makna filosofis dan proses pembuatan batik. Selain itu, hasil survei informal menunjukkan bahwa pelajar lebih tertarik dengan pakaian modern yang dianggap lebih modis dibandingkan memakai batik dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini mencerminkan kurangnya upaya penanaman nilai-nilai budaya dan cinta tanah air melalui pengenalan batik ke sekolahsekolah. Solusi Permasalahan Solusi Untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang batik di MI Mashlakul Akhyar, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah melalui penyelenggaraan workshop pembuatan Dalam workshop ini, siswa akan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan batik, mulai dari tahap awal seperti merancang motif hingga tahap akhir seperti mewarnai kain. Kegiatan ini tidak hanya akan memberikan pengalaman praktis, tetapi Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 juga akan menumbuhkan apresiasi siswa terhadap kompleksitas dan keindahan batik. Melalui keterlibatan langsung, siswa diharapkan dapat lebih menghargai hasil karya batik dan mengembangkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Selain workshop, penting juga untuk mengenalkan filosofi dan sejarah batik kepada Sesi pengenalan ini bisa dilakukan melalui penyampaian cerita, pemutaran film pendek, atau diskusi yang menarik tentang makna di balik motif-motif batik dan sejarah panjangnya sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan memahami filosofi dan sejarah yang terkandung dalam batik, siswa diharapkan akan menyadari betapa pentingnya melestarikan dan mempromosikan batik sebagai identitas bangsa. Kedua pendekatan ini, baik workshop praktis maupun pengenalan filosofi dan sejarah, dapat saling melengkapi dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap batik di kalangan siswa. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan ini dilaksanakan di MI Mashlakul Akhyar pada tanggal 8 Mei 2024 dalam bentuk mengenal batik dengan tema "Membangun Karakter Cinta Tanah Air Dengan Memperkenalkan Batik Pada Siswa-Siswi MI Mashlakul Akhyar" dalam memperkenalkan batik sebagai bentuk cinta tanah air dengan melakukan pengenalan mendalam terhadap sejarah, nilai-nilai, serta artinya dalam membangun identitas nasional Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk materi dan diskusi kepada siswa-siswi sebagai peserta dimana para pemateri secara bergantian dalam menyampaikan materi. Kegiatan pengabdian ini untuk siswa-siswi kelas tiga dengan total siswa/siswi 41 orang. Dalam melakukan edukasi ini kami menggunakan 3 metode yaitu survey tempat, presentasi dan wawancara. Survey Metode ini Untuk mengumpulkan informasi tentang pemahaman dan pengalaman siswa-siswi tentang budaya batik di kelas 3MI Mashlakul Akhyar, yang terdiri dari 41siswa, survei ini dibagikan kepada seluruh siswa, dan terdiri dari beberapa pertanyaan yang berfokus pada pemahaman dan pengalaman siswa-siswi tentang budaya batik. Hasil survei ini akan digunakan sebagai dasar untuk membangun karakter cinta tanah air melalui budaya batikLatihan Metode ini digunakan untuk memberikan tugas kepada para siswa untuk mempraktikkan budaya dan bahasa Jepang bersama teman atau guru. Persentasi. Siswa-siswi MI Mashlakul Akhyar di kelas 3 dikenalkan dengan budaya batik melalui presentasi oleh kami setelah penyelidikan. pemateri kelompok kami memberikan presentasi ini melalui power point, yang dilakukan dalam beberapa sesi. Sejarah, jenis, dan pembuatan batik dibahas dalam presentasi ini. Selain itu, arti dan simbol yang terkandung dalam batik juga akan dibahas dalam presentasi ini. Siswa berharap presentasi ini akan meningkatkan pemahaman mereka dan minat mereka terhadap budaya batik. Wawancara. Setelah presentasi, wawancara dilakukan untuk mendapatkan pendapat wali kelas tentang pengaruh presentasi terhadap siswa MI Mashlakul Akhyar kelas 3. Wali kelas yang menyaksikan presentasi diwawancarai. Pertanyaan- pertanyaan dalam wawancara ini berfokus pada pengalaman wali kelas dalam melihat perubahan sikap dan pemahaman siswa setelah presentasi. Hasil wawancara akan digunakan sebagai dasar untuk penyempurnaan dan peningkatan pendekatan pembelajaran budaya batik. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Kami telah melakukan pengabdian dengan metode edukasi melalui presentasi yang membahas seputar tentang sejarah batik, pengertian batik, jenis-jenis batik, dan cara melestarikan batik supaya tumbuh nilai-nilai cinta tanah air pada siswa-siswi MI Mashlakul Akhyar. Kami melakukan presentasi power point kepada siswa-siswi. Menjelaskan beberapa materi pembahasan mengenai batik. Dimulai dari pengertian batik, alat yang digunakan untuk membuat batik, menceritakan sejarah batik, menyebutkan apa saja jenis-jenis batik, dan bagaimana batik dilestarikan dengan menjadwalkan pemakaian batik di sekolah pada Setelah presentasi selesai, kami melakukan tanya jawab berupa 2 soal yang harus dijawab oleh siswa-siswi tersebut. Kami membagi setiap pertanyaan untuk dijawab oleh masing-masing 1 laki- laki dan 1 perempuan. Setelah mereka menjawab, apabila benar, maka akan kami beri hadiah sebagai bentuk apresiasi karena mereka telah memerhatikan presentasi kami dengan baik. Apabila salah, maka kami akan mengulang pertanyaan dan akan dijawab oleh siswa/siswi yang tahu jawabannya. Hasil dari pertanyaan tersebut, siswa-siswi mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Setelah memberi pertanyaan, kami juga memberikan waktu kepada siswa-siswi untuk mewarnai kertas yang berisi motif batik dengan kreatif. Ini bertujuan untuk meningkatkan kekreativitasan siswa dan siswi tersebut. Kami juga memberikan sticky notes kepada siswa dan Mereka menuliskan kesan dan pesan selama kami melakukan kegiatan di kelas. Ini bertujuan untuk mengetahui respon dari siswa dan siswi kepada kami. Terakhir, kami melakukan wawancara kepada guru wali kelas dari siswa/siswi tersebut. Gambar 1. Persentasi Kegiatan Workshop Membatik Berdasarkan hasil dari tanya jawab,mewarnai batik, dan mengisi sticky notes Kami melihat siswa dan siswi sangat antusias dalam program pengabdian ini. Mereka memperhatikan dengan baik apa yang kami presentasikan. Mereka juga menjawab pertanyaan dengan benar dan semangat. Mereka teliti saat mewarnai motif batik yang kami berikan. Warna dan gradasi yang mereka buat menciptakan kecantikan dan keindahan pada motif batik yang mulanya tidak berwarna menjadi berwarna. Ke-kreativitasan mereka terasah, dan mereka menjadi paham bahwa batik ini harus terus dilestarikan sampai kapanpun karena bentuk dari mereka cinta kepada tanah air ini, terutama ke budaya Indonesia. Respon mereka kepada kami melalui sticky notes yang kami berikan juga menyampaikan respon yang positif. Akhir dari pengabdian ini kami tutup dengan melakukan wawancara kepada guru wali kelas siswa/siswi tersebut. Hasil dari wawancara terebut memperoleh hasil yang positif juga. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 Adapun runtutan kegiatan yang di hasilkan dari kegiatan diantaranya Kami memasukkan materi tentang batik dalam mata pelajaran yang relevan, seperti seni budaya, sejarah, atau pendidikan kewarganegaraan, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap warisan budaya Indonesia. Dengan memasukkan batik ke dalam aktivitas pengabdian yang dipadukan dengan mata pelajaran, siswa akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari sejarah batik secara mendalam, termasuk asalusul dan perkembangan batik di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, melalui mata pelajaran seperti pendidikan pancasila, siswa akan dikenalkan pada makna filosofis yang terkandung dalam motif-motif batik, yang sering kali mencerminkan nilai-nilai kehidupan, keagamaan, dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Kami tidak hanya menyajikan sepenuhnya dalam bentuk aspek teoretis, integrasi materi batik dalam matapelajaran memungkinkan siswa untuk mempelajari proses pembuatan batik secara langsung. Mulai dari tahap perancangan motif hingga teknik pewarnaan dan pelorodan, siswa dapat memahami betapa rumit dan artistiknya pembuatan batik. Pembelajaran ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tentang batik, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia. Dengan demikian, pendidikan tentang batik di sekolah dapat berkontribusi secara signifikan dalam melestarikan dan meneruskan tradisi batik kepada generasi muda. Kegiatan workshop seperti ini tentang pembuatan batik di sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam proses kreatif yang melibatkan pembuatan batik. Siswa diajak untuk mempelajari berbagai teknik, mulai dari perancangan motif, penggunaan canting, hingga proses pewarnaan dan pengeringan kain. Dengan mengikuti setiap tahap pembuatan batik, siswa tidak hanya belajar tentang seni dan keterampilan tangan, tetapi juga memahami batik melalui permainan dalam menciptakan selembar kain batik. Pengalaman ini memberikan siswa wawasan langsung tentang keindahan dan keunikan batik sebagai karya seni tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi. Gambar 2. Siswa terlibat langsung dalam proses kreatif Melalui keterlibatan penyuluhan ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan rasa apresiasi yang lebih mendalam terhadap batik, melihat dan merasakan sendiri bagaimana setiap motif dihasilkan dengan ketelitian dan ketekunan, siswa akan menyadari bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan sebuah warisan budaya yang memuat nilai-nilai sejarah dan filosofi yang kaya. Pengalaman ini juga dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia, serta mendorong siswa untuk lebih menghargai dan melestarikan batik Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 sebagai bagian dari identitas nasional. Workshop ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga sebagai alat untuk menanamkan cinta terhadap budaya lokal dalam diri generasi muda. Kegiatan sesi khusus untuk mengenalkan filosofi dan sejarah batik merupakan langkah penting dalam menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal di kalangan siswasiswi. Sesi ini disajikan dalam bentuk cerita dan video melalui powerpoint yang menarik, yang menggambarkan asal-usul batik, makna di balik setiap motif, serta peran batik dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari masa ke masa. Kami menyajikan informasi ini secara visual dan naratif, siswa akan lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam batik. Cerita atau film yang mengangkat kisah-kisah inspiratif tentang batik dapat membuat siswa lebih tertarik dan terlibat dalam mempelajari budaya mereka sendiri. Melalui pendekatan yang menarik ini, siswa tidak hanya akan memperoleh pengetahuan tentang batik, tetapi juga akan merasakan ikatan emosional dengan warisan budaya tersebut. Pemahaman yang lebih dalam tentang filosofi dan sejarah batik diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi momen reflektif bagi siswa untuk merenungkan pentingnya melestarikan dan mempromosikan batik sebagai identitas bangsa. Kami berharap dengan pengenalan filosofi dan sejarah batik melalui media cerita atau film dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun karakter siswa yang mencintai dan menghargai budaya lokal. Kolaborasi Universitas dan sekolah untuk memberikan materi tentang pentingnya melestarikan budaya batik kepada siswa adalah langkah strategis dalam memperkaya wawasan dan kesadaran mereka. Pembicara dari kalangan akademisi biasanya memiliki pengetahuan yang mendalam dan terstruktur mengenai sejarah, filosofi, serta peran batik dalam kebudayaan Indonesia. Kami juga menghadirkan seorang ahli yang berkompeten, siswa tidak hanya akan mendapatkan informasi yang lebih komprehensif tentang batik, tetapi juga akan terinspirasi oleh cerita-cerita dan penelitian yang diungkapkan. Hal ini dapat memicu ketertarikan lebih lanjut di kalangan siswa untuk menggali lebih dalam tentang batik dan mungkin bahkan mendorong mereka untuk terlibat dalam upaya pelestarian budaya. Selain memberikan pengetahuan, kehadiran pembicara dari universitas juga bisa membuka mata siswa terhadap pentingnya melestarikan batik sebagai bagian dari identitas Melalui diskusi yang interaktif, siswa dapat bertanya dan mendapatkan jawaban langsung dari ahli, yang akan membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih kritis tentang nilai-nilai yang terkandung dalam batik. Kegiatan ini juga bisa memperkuat rasa tanggung jawab siswa untuk turut menjaga dan mempromosikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Kami dari Universitas punya cita-cita memperkaya pendidikan budaya di sekolah, tetapi kami juga ingin membangun kesadaran dan komitmen jangka panjang di kalangan siswa untuk melestarikan warisan budaya Indonesia sebagai bentuk perwujudan Tridharma perguruan tinggi. Selain itu kami berkomitmen untuk kegiatan penyuluhan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan komunitas dalam upaya memperkenalkan batik kepada siswa, sehingga diharapkan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat pendidikan budaya di sekolah. Orang tua dapat berperan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan batik, seperti kelas membatik atau diskusi tentang sejarah dan filosofi batik. Kami menyadari perlunya keterlibatan orang tua, siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga mendapatkan dukungan dan penguatan nilai-nilai Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 2. Juni 2024, hlm. 1 - 8 budaya di rumah. Selain itu, kehadiran komunitas lokal, termasuk pengrajin batik, dapat memberikan siswa pengalaman langsung dan autentik tentang proses pembuatan batik, sehingga mereka dapat lebih menghargai dan memahami nilai budaya yang terkandung di Kegiatan selanjutnya akan mengagendakan kunjungan ke pengrajin batik untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung bagaimana batik dibuat, mulai dari tahap perancangan motif hingga proses pewarnaan dan pelorodan. Dengan melihat dedikasi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat selembar kain batik, siswa akan merasakan betapa pentingnya melestarikan warisan budaya ini. Melibatkan orang tua dan komunitas dalam kegiatan semacam ini juga dapat membangun kebersamaan dan solidaritas dalam upaya melestarikan budaya lokal. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan cinta terhadap batik, serta memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda. SIMPULAN Kegiatan berjalan sesuai jadwal dan materi yang disampaikan sangat menarik bagi siswa dan siswi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan tingginya antusiasme dan pemahaman yang baik dari siswa-siswi terhadap budaya batik, menandakan keberhasilan dalam memperkuat kesadaran budaya di kalangan generasi muda. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengenalan batik telah memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter siswa-siswi kelas 3 MI Mashlakul Akhyar. Melalui pendekatan kontekstual dan holistik, pengenalan batik tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang warisan budaya, tetapi juga membantu siswa-siswi memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam batik sebagai simbol identitas bangsa. Diharapkan, upaya seperti ini dapat terus dilakukan dalam rangka memperkuat rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap warisan budaya di kalangan generasi muda, sehingga nilai- nilai kearifan lokal dapat terus dijunjung tinggi dan dilestarikan untuk masa depan yang lebih baik. REFERENSI