Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Halaman jurnal di https://journal. id/skenoo Fondasi Pendidikan Rasionalisme Agama Kristen Filsafat Samuel Delahoya Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga email: samueldelahoya0606@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah artikel: Dikirim 3 Februari 2024 Direvisi 12 Juni 2024 Diterima 27 Juni 2024 Terbit 30 Desember 2024 Kata kunci: Rasionalisme Filsafat Pendidikan Kristen Descartes Alkitabiah Keywords: Rationalism Philosophy Christian Education Descartes Biblical ABSTRAK Filsafat adalah mencintai kebijaksanaan ataupun cinta akan pikiran, sehingga pandangan dan juga akan menilai segala sesuatunya melalui metode berpikir yang sistematis. Pemikiran logis dapat membentuk pola komunikasi dalam mempengaruhi paradigma. Juga dalam paradigma pendidikan agama kritsen yang orientasinya adalah pada alkitab yaitu firman Tuhan. Tentunya ini akan sedikit dipertentangkan. Tujuan dari penulisan ini ingin melihat filsafat rasionalisme sebagai fondasi dalam pendidikan agama kristen, melalui pembacaan terhadap beberapa perspektif tokoh-tokoh yang berkaitan dengan tema penelitian ini, baik dari tokoh Pendidikan Agama Kristen serta perspektif filsafat rasionalisme yang bermula dari paradigma skeptis dan pikiran. Dari penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya filsafat rasionalisme bukanlah sebagai sesuatu esensial yang meruntuhkan tetapi sebagai memperkuat fondasi tersebut. ABSTRACT Philosophy is the love of wisdom or love of the mind, so that one views and evaluates everything through a systematic method of thinking. Logical thinking can shape communication patterns to influence paradigms. Also in the Christian religious education paradigm the orientation is on the Bible, namely the word of God. Of course this will be a bit controversial. The aim of this writing is to look at the philosophy of rationalism as a foundation in Christian religious education, through reading the perspectives of several figures related to the theme of this research, both from Christian religious education figures and the perspective of the philosophy of rationalism which starts from the skeptical and thought paradigm. From qualitative research using a literature study approach, it can be concluded that the philosophy of rationalism is not something essential that undermines but rather strengthens the foundation. PENDAHULUAN Berbicara mengenai filsafat tentunya alam pemikiran kita secara sadar membawa pada satu paradigma yang berkaitan dengan menentang segalanya dan kritis serta tidak adanya jawaban sehingga jika dibawa dalam konteks keagamaan khususnya kekristenan, tidaklah nyambung atau anomali. Tetapi melihat dari Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dyulius Thomas Billo dengan judul AuKorelasi Landasan Teologi Dan Filosofis Dalam Pengembangan Prinsip Dan Praksis Pendidikan Agama KristenAy melihat bahwa dunia itu dinamis dimana perkembangan akan selalu terjadi mulai dari bagaimana sejarah intelektual 172 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. itu berkembang di setiap tahapnya. Dinamika kehidupan yang dialami oleh dunia tentunya memiliki kompleksitas dan juga tantangan di zamannya khususnya di setiap zaman yang Filsafat tentu hadir sebagai marwah dan juga melahirkan apa yang disebut sebagai pendidikan dan juga harus diakui bahwa Filsafat adalah sumber bagi pendidikan itu sendiri. Perspektif-perspektif hadir dari apa yang disebut sebagai aspek keheranan . Menurut dari pandangan John Chaffe mengatakan bahwa mendeskripsikan aspek yang fundamental di dalam Filsafat penting. Karena di dalam filsafat memantik untuk menimbulkan perspektifperspektif yang baru dan karena itu jugalah pendidikan lahir dan berakar menjadi pendidikan Kristen. Menurut Khoe Yao Tung, bahwa Filsafat bukanlah sebagai batu sandungan sebagaimana perspektif orang memandang misalkan stereotip dan stigmatisir terhadap filsafat yang membuat seseorang menjadi ateis, padahal menurut Tung bahwa filsafat justru membantu kita, membantu di dalam memahami sesuatu yakni makna yang hakiki sehingga itu menjadi landasan seseorang dalam berpikir dan juga bertindak tanpa memikirkan khususnya berkaitan dengan intervensi liar atau stigmatisasir itu sendiri secara ekstensif tetapi melihat terlebih dahulu makna serta arti dibalik itu. Dasar yang kuat perlu untuk menopang apa yang disebut sebagai pendirian, dan juga pengembangan prinsip serta pengembangan filosofi khususnya di dalam pendidikan agama Filsafat Kristen tidak sama dengan filsafat dunia secara ekstensif melainkan ada yang sama dari kedua aspek ini yakni berpikir sistematik dan juga mercusuar terhadap sesuatu yang hakiki yang sebelumnya sudah dijelaskan. Itulah persamaannya, sedangkan perbedaan nya ialah bahwa filsafat rasionalisme yang menaruh akal ataupun rasio sebagai penguji Pastinya rasionalisme ini tentunya lebih mudah goyah karena mereka tidak mempunyai dasar yang kuat/skeptis dan tentunya secara teologis mereka terdistorsir oleh dosa, sedangkan pendidikan agama kristen dan segala esensinya yang berkaitan tentu memiliki sesuatu yang hakiki dan berfondasi absolut yaitu Allah melalui penyataan di dalam firman-Nya tertulis di Alkitab. Cara berpikir khas yang fundamental tentunya adalah tantangan tersendiri bagi kaum kristen ataupun tantangan bagi pendidikan agama kristen yang membuat agama itu serasa kaku sedangkan untuk bertahan selalu di setiap zamannya agama harus dinamis dan juga Rasionalisme sebenarnya menjawab ini bahwa kekakuan yang dimaksud ialah bahwa semua keselamatan hanya melalui Yesus sajalah jika menimbang dari Yohanes 14:6, meski pun secara logika dan dilandaskan kepada pemahaman teologi yang kuat bahwasanya Dyulius Thomas Bilo. AuKorelasi Landasan Teologi Dan Filosofis Dalam Pengembangan Prinsip Dan Praksis Pendidikan Agama Kristen. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 3 No 1 . : 1-2. ,Ay Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 3, no. : 1Ae2. 2 John Chaffe. The PhilosopherAos Way, 3rd ed. (Boston: Pearson, 2. , 6. 3 Khoe Yao Tung. Filsafat Pendidikan Kristen: Meletakkan Fondasi Dan Filosofi Pendidikan Kristen Di Tengah Tantangan Filsafat Dunia (Yogyakarta: ANDI, 2. , 4. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 173 diluar agama pun bisa dan sangat mungkin diselamatkan dan ini yang selaras dengan cara berpikir rasionalisme khususnya. Ayudi. Lado dan Evani dalam penelitiannya berkaitan dengan Teori Descartes dengan pendidikan agama Kristen, menjelaskan bahwa Descartes secara sistemik merekontruksi sebuah peristiwa dan dengan akal ia menguji apakah itu benar dan tepat. Menurut Harun Hadiwijono bahwa cara berpikir fundamentalis itu yang ditolak oleh Descartes mengapa ini digugat? Karena ia merasa bahwa pengalaman inderawi kadang bisa menipu dan akal hanya menjadi satu-satunya penguji yang kompatibel dan juga bisa dipercaya. 4 Ini relevan dengan bagaimana pendidikan agama kristen berjalan tentunya dengan landasan yang kuat bukan berarti tidak bisa untuk diragukan, sangat mungkin untuk diragukan dan juga bisa saja untuk digugat tetapi bagaimana pendidikan agama kristen memiliki dasar yang kuat yakni firman Allah. Pendidikan adalah bagaimana sebuah upaya di dalam ruang yang berfungsi untuk mengasah pemikiran-pemikiran yang skeptis dan juga penuh dengan keragu-raguan tetapi dalam prosesnya diharapkan bahwa fondasi alkitabiah dari pendidikan agama kristen diharapkan bisa sistemik dan terstruktur dalam berwawasan dan menguji apa yang disebut sebagai fundametalisme maupun suatu tekanan-tekanan yang tidak berdasar dan juga para siswa di dalam pendidikan agama kristen bisa menerangkan secara sempurna dan juga memahami apa yang diajarkan guru kepada muridnya dalam upaya pendewasaan diri melalui pelatihan terus menerus. Tentunya karena pendidikan berbasis kepada pikiran setiap murid sehingga mau tidak mau adanya rasio yang dimiliki setiap murid sehingga pendidik atau guru bisa melihat perkembangan dari murid tersebut. Menurut Andreas Pujiono, bahwa guru atau pendidik PAK sebagaimana tugasnya ialah memenuhi serta melihat tumbuh kembang murid khususnya di bagian kognitifnya. Dalam penelitian ini, penulis mau melihat Filsafat Rasionalisme sebagai fondasi pendidikan agama kristen. Beberapa pemikiran dari tokoh filsafat Rasionalisme, juga pemikiran yang berkaitan dengan teori pendidikan agama kristen baik Khoe Ya Tung dan Boehlke dalam buku-buku mereka, sehingga adanya satu titik poin vokal terhadap penelitian yang dilakukan ini. Melihat stigamatisasi terhadap filsafat masih saja menjadi fenomena yang tidak terelakkan, tetapi secara afirmatif dalam ruang lingkup PAK perlunya pemahaman yang mendalam, baik maksud serta tujuan dan esensi dari Filsafat Rasionalisme itu sendiri sehingga inilah yang menjadi latar belakang serta tujuan penulisan dari penelitian kecil-kecilan. METODE Penelitian ini berjenis kualitatif. Secara harafiah, penelitian ini ialah suatu proses dalam pencarian data yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, 4 Ayudi Lado dan Evani. AuRelevansi Teori Keraguan Descartes Bagi Pendidikan Agama Kristen Yang Dialogis,Ay SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 51. 5 Andrias Pujiono. AuProfesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Di Era Society 5. 0,Ay Skenoo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 88. 174 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. dimana peneliti memiliki peran sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. 6 Pendekatan yang dilakukan ialah dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Pendekatan ini menurut Creswell ialah sebuah pendekatan yang menganalisis berupa sumber-sumber, khususnya buku-buku, dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Filsafat dan PAK Selama beribu tahun Pendidikan Agama Kristen terus mengalami perubahan dalam filsafat hal ini terjadi karena adanya perubahan pemikiran serta tingkat pendidikan setiap Pada masa kini tidak hanya filsafat Ibrani yang menjadi pengaruh besar bagi pendidikan kristen namun juga pemikiran Yunani. Menurut Sinuyu dkk, filsafat yang diajarkan Socrates kepada Plato tentunya ini berperan secara fundamental dan konkret dalam bertindak dengan maksimal tidak terpengaruh bayang-bayang. Harianto GP berpendapat Pendidikan Agama Kristen sebagai langkah pembelajaran bidang pengajaran dan bidang pembelajaran yang berpijak sebagai dasarnya adalah Alkitab, yang berpusat di dalam Kristus, berfokus pada Roh Kudus, yang dapat mengarahkan setiap pribadi kepada tingkat perkembangan atau pertumbuhan melalui pengajaran masa kini kepada pengenalan kehendak Allah di dalam Kristus di dalam setiap aspek. 9 Selaras dengan Bochkle bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah sebuah upaya untuk membantu orang dari segala usia yang dipercayakan pada pernyataan Allah. Roh Kudus memimpin manusia untuk melayani Allah di tengah-tengah keluarga, gereja sekitar dan lingkungan masyarakat sekitar bahkan dunia, mengacu pada pandangan Boehlke terkait dengan adanya faktor historisitas perkembangan pendidikan akibat dari berkembangny filsafat Socrates. Plato dan Aristoteles di zaman yunani kuno. Bagian dari dasar Pendidikan Agama Kristen. Alkitab adalah Firman Tuhan yang ditulis secara harmonis dan berkesinambungan oleh lebih dari 40 orang dari berbagai latar Arnold Tyndas menekankan bahwa penulis-penulis Alkitab yang terdiri dari para raja, buruh petani, pemilikir atau filsuf, seorang nelayan, profesi dokter, politikus, ilmuwan, pembuat puisi, dan petani yang tinggal di berbagai negara dan memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda-beda. Meskipun penulis-penulis memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda. Tuhan menggunakan mereka untuk menunjukkan bahwa Tuhan 6 Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. 7 J. Creswell,. Qualitatif Inquiry and Research Design (California:Sage Publications, 1. , 41. 8 Sinuyu Waruwu. Pengantar Pendidikan Agama Kristen (Tasikmalaya: Rumah Cemerlang, 2. Harianto GP. Pendidikan Agama Kristen Dalam Alkitab Dan Dunia Pendidikan Masa Kini (Yogyakarta: ANDI, 2. , 224. 10 Robert R Boehlke. Sejarah Perkembangan Pikiran & Praktek Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 175 tidak membedakan manusia ketika menyampaikan niat dan maksud-Nya kepada ciptaanNya. Landasan PAK Dasar landasan PAK sebagai latar belakang pendidikan dan pengalaman hidup yang berbeda tidak menghalangi masing-masing buku, tetapi tulisan suci saling melengkapi dan menawarkan pemahaman dan peneguhan setiap bagian dari Firman Tuhan yang Pemahaman Firman Tuhan di awali dari minat baca karena dapat mempengaruhi kerohanian seseorang. 11 Rahasia para penulis ini adalah bahwa ada penulis-penulis sejati atau hebat yang menggerakkan dan membimbing mereka tanpa kehilangan kepribadian dan kecerdasan mereka. 12 Yang agung ini adalah Tuhan Yang Maha kuasa yang mengungkapkan dirinya melalui pernyataan umum dan khusus. Allah mengilhami semua penulis untuk menulis kata-kata mereka sendiri . Tim. oleh otoritas . Pet. Alkitab ditulis dalam sejarah yang sangat panjang, yang berlangsung sekitar 1500 Alkitab tertulis memiliki dampak besar pada kehidupan setiap orang. Banyak orang rela mati untuk melindungi diri mereka sendiri, dan Tuhan, sumber dari Alkitab, memelihara firman-Nya bahkan di tengah kehancuran. Tentu saja, perikop Kitab Suci ini bergema dan memberikan dampak di semua lapisan masyarakat: keharmonisan keluarga,13 pendidikan, masyarakat dan bangsa. Mengikuti pembahasan ajaran agama Kristen pada bagian ini, penulis menjelaskan pengertian Alkitab sebagai berikut: Alkitab adalah sumber pengetahuan Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Ams. Takut akan Tuhan karena kekudusan dan kekudusanNya, bukan karena Anda salah. Takut akan Tuhan berarti hidup sesuai petunjuk Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan. Baik guru maupun siswa harus mengutamakan Tuhan dan selalu meminta Tuhan untuk tetap dekat dan melindungi mereka. Alkitab menguatkan iman Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Rom. Guru dan siswa dapat memperkuat iman mereka melalui Firman Tuhan. Dalam hal ini, guru wajib melakukan upaya khusus untuk mendorong siswa selalu membaca Alkitab. Misalnya, sebelum kelas dimulai, guru mengajak siswa untuk membaca satu bagian atau pasal dari Firman Tuhan. Kemudian guru menjelaskan arti Firman Tuhan yang dibacanya, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini berlanjut, siswa akan Herman Julisto Lase et al. AuPengaruh Minat Baca Alkitab Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Mahasiswa,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 37Ae44. 12 Yuni Karlina Panjaitan. AuStudi Eksegesis Ulangan 6:4-9 Bagi Pendidikan Anak,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. : 80Ae88. 13 Budi Santosa. Stevanus Parinussa, and Wenny Kristiani Waruwu. AuKeharmonisan Pernikahan Dalam Perspektif Pengajaran Mempelai,Ay Shalom: Jurnal Teologi Kristen 1, no. : 115Ae 176 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. mencintai Firman Tuhan dan itu akan menjadi cara hidup. Oleh sebab itulah perlunya alkitab sebagai pedoman bagi siswa sebagai penguatan akan iman sedari dini. Alkitab memberikan pengajaran Karena itu Anda harus sadar bahwa YHWH. Allah Anda, akan mengajar Anda seperti seorang pria mengajar anaknya (Kel. Ayat ini mengacu pada guru-guru Kristen yang mengajar murid-muridnya, dimana guru itu harus mengajar layaknya sebagai seroang ayah yang mengajari anak-anaknya. Menurut Bimo, pengajaran yang dilakukan semerta-merta sebagai pengarah siswa kepada jalan keselamatan, artinya dilakukan dengan sepenuh hati. Filsafat dan nilai-nilainya Filsafat dalam pendidikan agama Kristen secara etimologis berarti mencintai hikmat, sebab dengan berfilsafat berarti berpikir kritis, sitematis, koheren, kongruen, dan koresponden sehingga filsafat bersifat reflektif. Dengan sifat tersebut, filsafat dapat membantu berbagai bidang disiplin ilmu untuk dapat berefleksi yang berkaitan terhadap kajian. Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas mengenai hakikat apa yang sesungguhnya terjadi. Ontologi membahas mengenai realita dan kenyataan dan ini menjadikan ontologi sebagai pembahasan utama dalam filsafat. Ontologi juga membahas hakikat yang AuadaAy dalam antologi dasar. Dalam hal ini antologi adalah sebuah teori yang miliki makna dari salah satu objek yang menjadi pengetahuan untuk penjelasan dari suatu konsep dan kerterhubungan dari ilmu tersebut. 16 Ontologi Ilmu mempelajari objek empiris seperti contoh tumbuhan, tanah dan batu, hewan atau binatang dan manusia. Ontologi meninjau bahwa nilai-nilai ilmu membatasi kajian yang bersifat empiris. Ada dua obyek yang menjadi ilmu pengetahuan. Pertama obyek material ialah seluruh lapangan atau bahan yang dijadikan objek penyelidikan suatu ilmu, dan yang kedua adalah obyek formal ialah penentuan titik pandang dari obyek material. Dalam ontologi ada yang disebut dengan asumsi, yang dibagi menjadi dua agar hakikat dalam objek empiris dapat di Pertama asumsi yang mendasari telaah ilmiah, kedua asumsi yang mendasari Dan beberapa asumsi yang menjadi objek empiris. Pertama memiliki asumsi objek ada kesamaan atau kemiripan antara satu dengan yang lainya, kedua sesuatu objek tidak ada perubahan diri dari masa ke masa dalam jangka waktu, ketiga determinise menganggap segala sesuatu bukan berupa kejadian yang berfilsafat secara 17 Dalam pengkajian ilmu diharapkan agar melandasi dengan asumsi untuk 14 Bimo Setyo Utomo. AuPrinsip Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen Menurut 1 Timotius 4:16,Ay Skenoo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. : 57. 15 Noh Ibrahim Boiliu. Filsafat Pendidikan Kristen (Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Indonesia, 2. , 16. 16 Gusti Bagus Rai Utama. Filsafat Ilmu Dan Logika Manajemen Dan Pariwisata (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 7Ae10. 17 Jujun S. Suriasumantri. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1. , 7Ae8. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 177 mendapatkan pendapat yang sama ketika memberikan nilai asumsi yang baik untuk di telaah. serta berfokus kepada satu nilai yang disebut sebagai estetika dan etika. Menurut Suriasumantri, wujud nilainya ialah berkaitan dengan fungsi dalam menggunakan pengetahuan, sehingga itu disebut sebagai nilai . serta ia menambahkan semua itu mengutamakan kemanusiaan. Aksiologi sains tidak dapat dipisahkan dari moralitas, dimana sains harus membawa manfaat moral untuk manusia tanpa mendistorsi identitas diri manusia. Etika Kristen tentunya berurusan dan berkaitan dengan sikap prilaku dosa dan panggilan Kristen untuk dapat melayani Tuhan dan berkorban untuk dunia. Menurut Robert Pazmino mengatakan bahwa Estetika Kristen didasarkan pada fakta bahwa Tuhan menciptakan dunia yang indah, yang menyiratkan tanggung jawab pribadi atas nilai. Ada 4 . implikasi aksiologis bagi pendidik-pendidik Kristen, antara lain. Pertama, pendidik-pendidik Kristen dengan yakin menyadari nilai yang menjadi dasar pengajaran, pelayanan, dan karya hidup mereka jika itu adalah komitmen pribadi terhadap nilai yang diyakini. Kedua, pendidik Kristen menerjemahkan nilai-nilainya ke dalam tujuan yang nyata untuk memandu praktik pengajarannya, meringkas nilai-nilai itu dan memasukkannya ke dalam semua upaya pendidikan sehingga orang terdorong untuk bertindak sesuai dengan tujuan itu yakni nilai yang dinyatakan. Ketiga, hidup di dalam dunia yang komunal dan institusional, maka nilai-nilai tersebut harus diterapkan dalam konteks komunal dan institusional, agar nilai-nilai tersebut tidak dipandang terlalu personal. Keempat, para pendidik Kristen harus menyadari kebutuhan yang terus-menerus untuk memperbarui nilai-nilai mereka. Pembahasan aksiologi PAK menyadarkan para pendidik Kristen akan pentingnya peran nilai-nilai Kristiani dalam pengambilan keputusan tentang tujuan umum dan khusus pendidikan agama Kristen. Filsafat Rasionalisme dan Tokohnya Secara etimologi, filsafat memiliki makna cinta kebijaksanaan, sehingga secara sederhana filsafat itu tentang cara berpikir. Rasionalisme adalah aliran filsafat yang menyatakan bahwa akal . alat untuk mendapatkan pengetahuan dan mengasah Filsafat rasionalisme adalah ilmu filsafat yang menuntut jika memperoleh ilmu pengetahuan yang paling penting diperlukan adalah akal dan rasio. Ada beberapa tokoh filsuf yang menekuni bagian filsafat khususnya pada aliran rasionalisme ini, yaitu Descartes. Spinoza. Leibniz. Rene Descartes Descartes adalah filsuf barat yang berasal dari perancis dan lahir pada tahun 1596. Dia dikenal sebagai bapak filsafat modern menurut Betrand Rusell. Rene Descartes pun banyak belajar dari ajaran seorang teolog sekaligus filsuf ternama yaitu Thomas Aquinas. 18 Suriasumantri. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. 19 Robert W. Pazmino. Fondasi Pendidikan Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 136Ae137. 178 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Rene Descartes adalah filsuf rasionalisme yang juga fokus pada pemikiran tentang dualisme. Pada pemikiran Descartes tentang segala sesuatu yang rasional harus disangsikan terlebih dahulu, karena dengan mengasingkan sesuatu dapat membuat pembuktian yang dapat diterima oleh akal. Segala kejadian atau asumsi harus disangsikan juga dalam konteks salah atau benar sekalipun. Bagi Descartes, ini disebut sebagai proses mengada . yang berarti adanya satu sisi dimana pemikiran tidak mampu bersangsi. 21 Oleh karena itu, ada satu kalimat milik Rene Descartes yang sering diingat dan dikutip yaitu Cogito Ergo Sum, artinya aku berpikir maka aku ada, dari kalimat ini kita melihat bahwa berpikir kritis atau menyangsikan segala sesuatu adalah hal yang penting untuk menjadi rasional. Baruch De Spinoza Baruch De Spinoza adalah seorang filsuf rasionalisme yang hidup dan bertumbuh di pinggiran kota Amsterdam. Belanda. Ia dikenal sebagai filsuf rasionalisme karena salah satu pemikirannya adalah tentang tiga taraf pengetahuan, taraf yang pertama adalah imajinasi, taraf kedua refleksi dan taraf ketiga adalah intuisi. Pada taraf kedua dan ketiga lah yang paling penting menurut Spinoza. Cara berpikir seperti ini pada taraf pertama berbeda dengan Descartes tentang imajinasi atau indrawi, dimana kesangsian terhadap sesuatu adalah berangkat dari sesuatu yang sudah ada namun disangsikan kebenarannya, kemudian pada taraf refleksi dan intuisi lah yang paling penting karena pada tahap ini sesuatu akan dipelajari kemudian diputuskan kebenarannya dengan pilihan kata hati. secara sederhana pada tatanan untuk berasio menurut Spinoza yang perlukan adalah imaginasi terhadap suatu asumsi atau kejadian, kemudian direfleksikan lalu di pelajari dan putuskan dengan kata hati/intuisi. Sehingga karena itu ia pun percaya bahwa sesuatu realitas kesadaran yang aktif . memiliki hubungan dengan yang lebih dari akal, yang tidak dapat dijangkau oleh rasio . secara sederhana ia mengkritik Descartes bahwa ada yang lebih dari akal. Leibniz Leibniz adalah filsuf kelahiran Jerman, ia sama dengan Spinoza, mereka sama dalam hal mengkritik Rene Descartes. Leibniz juga dikenal sebagai seorang filsuf teodisi atau menangkis serangan pemikiran filsafat terhadap iman kristen dengan pemikiran filsafat juga, sehingga tidak heran jika Leibniz blak-blakan menonjolkan pemikiran tentang Tuhan yang dapat melampaui akal dan rasio. Ia dikenal dengan pemikirannya tentang Monad, atau Menurut Leibniz sesuatu yang terbatas memiliki cerminan kemungkinan yang 20 Betrand Rusell. Sejarah Filsafat Barat (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2. , 732Ae734. Abdul Rokhmat Sairah. AuMODERNISASI SAINS MENUJU PSIKOLOGI: STUDI ATAS PENGARUH PEMIKIRAN RENE DESCARTES . TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI,Ay Jurnal Filsafat Indonesia 4, no. : 45. 22 Muhammad Abduh. AuRasionalisme Descartes Dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam,Ay Jurnal Tarbawi 3, no. : 128. 23 I Wayan Kariarta. AuFilsafat Ketuhanan Menurut Baruch de Spinoza,Ay GENTA HREDAYA 4, 2 . : 126. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 179 tidak terbatas, karena menurut Leibniz semua realitas dapat diperkaya atau digandakan oleh sesuatu yang mendahului segala sesuatu, dimana pada akhirnya sesuatu yang mendahului segala sesuatu adalah Tuhan itu sendiri, yang melampaui akal dan rasio. Keterhubungan Filsafat dengan Pendidikan Agama Kristen Pada umumnya memang tidak ada suatu sistem pendidikan yang benar-benar terpisah dari filsafat. Filsafat menyediakan tujuan hidup serta tujuan pendidikan, dan pendidikan memberikan kendaraan untuk menuju tujuan filosofis dalam kehidupan. Hubungan dialogis antara ilmu pendidikan, filsafat pendidikan dengan pendidikan Kristen yang bersumber dari teologi Kristen akan membangun pendidikan Kristen mencapai Karena, filosofi pendidikan berupaya mengartikulasikan sebuah kerangka pemikiran yang sitematis serta memberikan kehidupan yang dapat berfungsi untuk membimbing praktik pendidikan. Praktik pendidikan adalah sebagai alat untuk mengembangkan cara pandang tersebut adalah ilmu filsafat. Pendidikan Kristen mencari posisi dalam filsafat yakni pada persoalan mendasar tentang filsafat ilmu, ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Berkaitan dengan pertanyaanpertanyaan filsofis. Pazmino mengatakan bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: apakah yang menjadi dasar dari seluruh pemikiran Anda?, siapa sajakah yang terlibat di dalamnya?, apa tujuan umum dan khusus dalam pendidikan? Dan banyak lagi pertanyaan lainnya ada yang melihatnya dari sisi filsafat metafisika, epistemologi, dan aksiologi. 25 dan juga Pazmino mengutarakan bahwa filosofi pendidikan ingin mencoba mengekspresikan dalam sebuah skema yang disebut sebagai suatu sistemik yang sistematis di dalam pemikiran yang berfungsi sebagai pemandu didalam proses pendidikan yang praktis. 26 Menurut Yao Tung bahwa metafisika Kristen mempengaruhi praksis di dalam pendidikan itu sendiri khususnya pendidikan agama kristen yang mengharuskan Tuhan hadir di setiap prosesnya makanya Teologi lahir dari paradigma ini sebagai interpretasi dan juga respon manusia terhadap Tuhannya. Filsafat Rasionalisme Sebagai Fondasi PAK Filsafat tentunya diketahui sifatnya ialah menanyakan, lain hal dengan rasionalisme yang dimana rasionalisme adalah satu pemahaman yang menggunakan akal sebagai satusatunya landasan dalam berpikir dan menentukan kebenaran sehingga di luar kebenaran yang tidak berpusat dari akal pantas diragukan atau skeptis. 28 Fondasi dalam pendidikan agama kristen tentunya jika melihat dari sejarah dan perkembangannya tidak bisa lari dari 24 Fernando and Griselda Gaiada Bahr. AuSpinoza. Leibniz. Borges : De La Mytaphysique Aux Belles Lettres,Ay Dans Lumiyres 1, no. : 37Ae38. 25 Boiliu. Filsafat Pendidikan Kristen. 26 Pazmino. Fondasi Pendidikan Kristen. 27 Tung. Filsafat Pendidikan Kristen: Meletakkan Fondasi Dan Filosofi Pendidikan Kristen Di Tengah Tantangan Filsafat Dunia. 28 Asmoro Akhmadi. Filsafat Umum (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 115. 180 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. filsafat itu sendiri. Fazmino mengatakan bahwa pendidikan agama kristen yang dimana itu bersifat eksplisit dan konsisten. 29 Fondasi pendidikan agama kristen tentunya ialah firman Tuhan itu sendiri seraya dengan pernyataan Charlotte Mason, bahwa Pendidikan Agama Kristen itu didasarkan kepada Alkitab dan melalui teologi. 30 Koe Yao Tung mengatakan bahwa pendidikan Agama Kristen berpusat kepada Tuhan dan bentuk pengekpresian nya ialah dengan interpretasi dengan teologi. Rasionalisme tentunya tidak terlepas dari bagaimana akal menjadi penguji di dalam menghadapi apa yang disebut sebagai kebenaran melalui akal dan tentunya itu diperoleh dengan latihan atau bisa saja akal cuma-cuma semata dan runut secara sistematis misalnya seperti Descartes. Spinoza dan Leibniz sebagai tokoh rasionalisme. Bagaimana dengan Pendidikan Agama Kristen di dalam fondasi yang alkitabiah kemudian disandingkan dengan pandangan Filsafat Rasionalisme yang lebih mengutamakan akal? Menurut Pazmino, pendapat yang sangat berseberangan kemudian ditampilkan oleh kaum Injili seperti Agustinus dan Anselmus dari Canterbury. Mereka menekankan bahwa Iman kepada Kristus dan kebergantungan kepada Kitab Suci mempunyai prioritas yang lebih tinggi daripada pandangan-pandangan yang diperoleh lewat logika dan pengalaman manusia. Filsafat Rasionalisme menekankan adanya logika, khususnya runut dalam dimensi pikiran. Descartes. Leibniz, dan Spinoza memberikan pandangan dalam bungkus rasionalitas atau bisa disebut sebagai Rasionalisme di dalam Tetapi, bagi Pazmino, fondasi fundamentalnya ialah kepercayaan kepada Kristus itu sendiri serta kitab suci. Pendidikan Agama Kristen sangat jelas dasarnya yaitu berpusat kepada Kristus dan kitab suci sedangkan Filsafat Rasionalisme ialah sebagai fondasi yang kuat dengan mengandalkan pikiran. Tidak adanya segregasi yang ekstrem atau misalnya seperti pencampuradukkan filsafat dengan kitab suci melainkan sebagai bangunan yang berfondasi kuat serta. Pazmino melihat tidak ada hilangnya esensi secara berarti tetapi seperti fondasi yang kokoh dalam satu tempat. KESIMPULAN Pendidikan Agama Kristen telah mengalami banyak sekali perubahan dalam filsafat yang dipengaruhi oleh perubahan pemikiran. Alkitab sebagai dasar Pendidikan agama Kristen yang tentunya memiliki peran penting bagi PAK, karena Alkitab merupakan sumber pengetahuan yang dapat meningkatkan iman serta moral. Filsafat dalam Pendidikan Agama Kristen mencakup berbagai pertanyaan-pertanyaan metafisika, epistemologi serta aksiologi. Pendidikan Agama Kristen sendiri memiliki keterhubungan dengan Filsafat yang membantu memberikan kerangka pemikiran yang sistematis dan membimbing praktek Pendidikan 29 Pazmino. Fondasi Pendidikan Kristen. 30 Charlotte Manson. Home School Education. Home Education Series 8, 6th ed. (Radford. USA: Wilder Publication, 1. , 9. 31 Tung. Filsafat Pendidikan Kristen: Meletakkan Fondasi Dan Filosofi Pendidikan Kristen Di Tengah Tantangan Filsafat Dunia. 32 Pazmino. Fondasi Pendidikan Kristen. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 181 Agama Kristen. Filsafat rasionalisme dengan tokohnya Descartes. Spinoza dan Leibniz juga turut memberi pengaruh dalam Pendidikan Agama Kristen dengan menekankan pada penggunaan akal sebagai alat utama untuk dapat memperoleh dan menentukan kebenaran. Bagi Pazmino dalam pandangannya bahwa landasan filosofis itu sangat penting. mengapa demikian? Pertama tentunya di dalam nilai-nilai filsafat khususnya bagian metafisika dan juga aksiologi memiliki keterkaitan yang penting terhadap nilai pendidikan agama kristen itu sendiri. Nilai Etis yang membuat seorang pemeluk maupun pendidik memiliki nilai yang berbasis kepada Tuhan dan mempunyai landasan moral yang kuat dan juga konkrit, begitu pun juga dengan estetika yang dimana adanya nilai yang lebih dalam hasil dari pengembangan hubungan dengan sang pencipta melalui tindakan masing-masing itulah menurut Pazmino sebagai fondasi filosofis didalam pendidikan agama kristen khususnya di dalam fondasi itu sendiri. Bagaimana pandangan Rasionalisme terhadap pendidikan agama kristen itu sendiri? Kembali lagi bahwa fondasi filosofis itulah menjadi kalkulasi yang konkret bahwa ada nilai epistemologi yang relevan dengan rasionalisme itu Metode para tokoh-tokoh rasionalisme katakanlah seperti Descartes dkk condong terhadap skeptisisme dan tidak mudah percaya terhadap apa yang disebut sebagai kebenaran yang sudah terekontruksi sebelumnya oleh tradisi. Itulah yang menjadi poin penolakan atau lebih tepatnya poin keraguan dari para filsuf tersebut. Ada dua gagasan serta pandangan berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen yang berfondasi filsafat rasionalisme: Pertama, pandangan PAK sebagai satu tempat yang berisi tentang pemahamanpemahaman yang tidak bisa digeser oleh apapun karena memiliki dasar yang jelas yaitu Alkitab, sehingga secara dasariah sudah jelas. Kedua, fondasi Filsafat Rasionalisme sebagai upaya mengajar karena diiringi oleh suatu metode yang berfokus ketajaman berpikir. Dalam hal ini, fondasi ini sangat cocok memberikan perbedaan tetapi tidak meninggalkan dasariah yang sangat jelas. Mahasiswa Teologi tentunya harus bisa memahami konsep ini bahwa ada perbedaan, tetapi juga ada persamaan secara mendalam mengenai makna, histori atau sejarah ataupun substansial mengenai dua bentuk ini sehingga tidak gampang untuk menghakimi bahwa filsafat apalagi rasionalisme adalah wujud pembangkangan terhadap kedaulatan Tuhan itulah yang kadang disalahartikan, penulis menemukan makna mengenai kedua ini yakni memang ada perbedaan dan itu cukup mendasar dan mendalam tetapi penulis juga menemukan makna sama yang cukup mendasar dan mendalam secara logika memang masuk akal, itulah beberapa poin penulis mengenai fondasi pendidikan agama kristen menurut filsafat rasionalisme. Daftar Pustaka