JIGE 4 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige ANALISIS PERUBAHAN LAHAN PERUMAHAN: STUDI KASUS KORIDOR JALAN RAYA CILEDUG. TANGERANG KOTA Dyah Nawang Ratnasari1. Renny Nurhasana2. Lita Sari Barus3 1,2,3 Kajian Pengembangan Perkotaan. Sekolah Kajian Stratejik dan Global. Universitas Indonesia History Article Article history: Received Mei 1, 2023 Approved Mei 16, 2023 Keywords: Building Use. Residential Land Use Change. Housing ABSTRACT The corridor of Ciledug Raya road or H. Cokroaminoto road. Ciledug. Tangerang City is developing very rapidly, especially the development of urban development and trade in the region. The development of community activities affects the use of land use functions related to social interaction spaces and community activities. This study aims to determine the occurrence of land use changes along the Ciledug Raya road. Tangerang City. The study was conducted through qualitative descriptive observation to explore information with detailed depictions so as to obtain an in-depth view of the causes of the disappearance of housing along the Ciledug highway. The results of the study show that land use is caused by an increase in activities and maximization of land to be of economic value due to open access as a place of trade. The result of this study is that changes in the use of residential land are caused by an increase in activities, additional interactions, changes in the state of buildings to changes in the use of buildings on residential land. ABSTRAK Koridor jalan Ciledug Raya atau jalan H. Cokroaminoto. Ciledug. Tangerang Kota berkembang dengan sangat pesat terutama geliat perkembangan pembangunan perkotaan dan perdagangan diwilayah tersebut. Pengembangan kegiatan warga berpengaruh terhadap pemanfaatan fungsi guna lahan terkait dengan ruang interaksi sosial dan beraktivitas warganya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya perubahan guna lahan di sepanjang jalan Ciledug Raya. Kota Tangerang. Studi dilakukan dengan melalui observasi deskriptif kualitatif untuk menggali informasi dengan penggambaran secara detail sehingga didapatkan pandangan mendalam tentang penyebab menghilangnya perumahan disepanjang jalan raya Ciledug. Hasil studi menunjukkan bahwa guna lahan diakibatkan karena Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 542 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . adanya peningkatan aktivitas dan maksimalisasi lahan agar bernilai ekonomis karena terbukanya akses sebagai tempat Hasil dari studi ini adalah perubahan guna lahan perumahan diakibatkan adanya peningkatan kegiatan, penambahan interaksi, perubahan keadaan bangunan sampai dengan perubahan guna bangunan pada lahan hunian. A 2023 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: dyah. n@ui. PENDAHULUAN Kota adalah suatu wilayah dimana terdapat pusat perekonomian dan pusat pelayanan jasa publik, dengan senyawa struktur dan tata ruang perkotaan seperti adanya bangunan, jalur jalan raya, trotoar, gedung dan prasarana perkotaan yang nyata. Proses pembentukan kota menurut teori Good City Form (Lynch, 1. terjadi karena adanya serangkaian tindakan dan pola hubungan antar kelompok dan kesepakatan yang dibangun dan dipelihara oleh berbagai pihak. Dalam rangka mewujudkan kota yang baik diperlukan pemahaman dan pengondisian terkini suatu kota. Kota Tangerang adalah sebuah kota yang berada di wilayah Banten yang banyak mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat. Kota dapat diartikan secara lengkap adalah sebuah jaringan geografi, organisasi ekonomi, proses institusional, panggung teater sosial, serta simbol persatuan yang kolektif. Menurut Mumford, kota sebagai panggung teater sosial karena masing masing pribadi maupun kelompok memiliki peran dan minat yang dinamis dan unik. Drama sosial ini terjadi karena setiap peran dalam mewujudkan kesenian, pendidikan, ekonomi, dan politik sering menghadirkan ketidakharmonisan dan konflik. Fakta sosial adalah yang utama, organisasi fisik kota, industri, pasar, jaringan utilitas, dan lalu lintasnya harus tunduk pada kebutuhan sosialnya. Perencanaan pembangunan kota metropolis harus mengakomodasi pengaturan jumlah kendaraan bermotor secara memadai dengan pertimbangan menghormati hak para pejalan kaki (Congress of New Urbanisme, 1993. Le Gates and Stout, 2016 : . Sementara menurut Jane Jacob banyak nilai terkandung dengan adanya kontak/interaksi semua pengguna trotoar dalam memperkaya kehidupan publik suatu kota. Mereka ibarat Aumata jalananAy dalam suatu komunitas terkecil, seperti desa/kota atau provinsi, yang akan menjaminkan/menumbuhkan keselamatan & keamanan warga sekitarnya. Trotoar dibangun untuk membantu dinamika manusia berpindah dan bergerak dari satu lokasi ke tempat yang lain dengan cara berjalan kaki dan bisa dilalui oleh siapapun dengan aman dan nyaman. Trotoar merupakan satu kesatuan dengan bangunan di sepanjang jalan, jika fasilitas trotoar memadai maka kota tersebut akan baik, namun sebaliknya jika fasilitas pejalan kaki/ trotoar disuatu kota tersebut tidak memadai maka gambaran dari kota tersebut akan buruk, hal ini merupakan cerminan dari sebuah kota. Gambaran Umum Kota Tangerang adalah salah satu kota yang secara strategis berada di Provinsi Banten karena berpatokandengan wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Pada tanggal 28 Februari 1993, dikeluarkan Undang-Undang No 2 tahun 1993, mengenai Kota Tangerang memisahkan diri dan menjadi wilayah Kota Tangerang dengan luas wilayah kota 164,5 KM2 dan memiliki 13 Kecamatan dan 104 Kelurahan dan memiliki jumlah penduduk 1. 428 jiwa meliputi: Tangerang. Pinang Cibodas Jatiuwung. Karang Tengah Neglasari Batuceper. Ciledug Larangan Benda. Karawaci Cipondoh Periuk Pranata daerah Ciledug masuk dalam zona/area pengembangan permukiman penduduk kota di wilayah Kota Tangerang termasuk pengembangan perdagangan, bisnis dan jasa. Ciledug memiliki kawasan perdagangan yang meliputi pusat perbelanjaan, pertokoan, pasar dan pedagang kaki lima. Pada bidang pelayanan dan jasa terdapat area perbankan, bengkel, salon, rumah sakit dan jasa lainnya, terdapat banyak pilihan komoditas pangan, tempat kuliner, penyediaan sandang dan ada area peternakan. Pada bidang industri sandang diakui sebagai pusat industri garmen dan pengolahannya, area wilayah Cipadu. Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 543 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . Gambar. Koridor Jalan Ciledug di Kota Tangerang Kota Tangerang dapat digambarkan dengan geografi terletak pada 106036Ao sampai dengan 106042Ao BT dan 606Ao dan 6013Ao LS dengan luas area kurang lebih 181,818 KM2. Letak Geografis dari Kecamatan Ciledug luas wilayahnya mempunyai luas 8. 77 KM2, dan mempunyai jarak sekitar 15 KM dari titik pusat Kota Tangerang. Secara geografis, wilayah Ciledug berbatasan dengan wilayah sebagai berikut : C Selatan, perbatasan dari Tangerang Selatan (Kot. C Utara, perbatasan dari Tangerang (Kabupate. C Timur, perbatasan dari Larangan (Kecamata. C Barat, perbatasan dari Karang Tengah (Kecamata. Kecamatan Ciledug terdiri dari 8 Kelurahan antara lain kelurahan: Tajur. Parung Serab. Paninggilan. Paninggilan Utara. Sudimara Selatan. Sudimara Barat. Sudimara Jaya, dan Sudimara Timur dimana ibu kota Kecamatan terletak di Kelurahan Sudimara Barat. Dahulu Sekarang Sumber : Dokumentasi olahan saat pengamatan Penampakan bentukan rumah dijaman dahulu dan pengembangannya sekarang, dijaman dahulupun rumah di koridor pinggir jalan Ciledug Raya tidak mempunyai space untuk parkir ditunjang dengan penambahan jumlah kendaraan bermotor dan infrastruktur koridor sepanjang jalan Ciledug Raya yang selalu dilalui oleh kendaraan roda empat . sampai roda enam atau lebih . ruk dan bi. Perubahan guna lahan perumahan di jalan raya utama Ciledug. Tangerang Kota mempunyai tren atau tendensi kearah diskomposisi rumah atau tempat hunian. Awalnya bangunan tempat tinggal dalam perencanaannya adalah untuk hunian, menjadi berkembang dan malah berubah kegunaan/fungsi, sehingga akhirnya menjadi disfungsional untuk tempat hunian. Permasalahan timbul karena tidak adanya persamaan bentuk dan guna tempat hunian dalam pengimplementasian penataan lingkungan diwilayah rumah tinggal. Pengembangan dan penambahan guna . lahan terhadap tempat hunian . yang ada diakibatkan karena adanya penambahan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan penghasilan tambahan atau tuntunan ekonomi. Pengembangan rumah diperlukan peraturan sebagai pengendali pengembangan guna lahan. Pembatasan Koefisien Dasar Bangunan, ketinggian bangunan, garis batas bangunan dengan tetap memperhatikan kebutuhan penghuninya. Hal ini diperlukan agar lingkungan dikawasan Ciledug Raya Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 544 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . tidak berubah dan menjelma menjadi lingkungan kumuh karena penggunaan lahan bangunan yang tidak teratur, seperti yang saat ini terjadi. METODE Ruang lingkup spasial dari studi ini secara makro merupakan wilayah Tangerang Kota. Secara mikro terletak di sepanjang jalan utama Ciledug Raya yang termasuk Kecamatan Ciledug dan mengalami beberapa macam penambahan fungsi hingga perubahan guna lahan pada bentuk rumah atau hunian. Studi yang dilakukan memakai metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah sebuah metode dalam meneliti status komunitas/manusia, suatu obyek, suatu situasi kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kategori peristiwa pada periode saat ini. Dalam studi ini penulis membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, sesuai fakta yang ada dan akurat mengenai kenyataan serta hubungan antar fenomena yang terjadi. Adapun cara pengumpulan data yang digunakan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam . ndepth intervie. , pengambilan foto dan dokumentasi gambar dengan mengambil data eksisting pada kawasan wilayah objek penelitian. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah pendeskripsian atau penjelasan akan sesuatu hal sesuai keadaan seungguhnya, sehingga mampu menggambarkan sesuatu situasi dan kondisi lapangan apa adanya (Irawan, 2. Penelitian lebih mendalam dengan merujuk pada fakta dilapangan serta teori-teori pendukung analisa yang saling berkaitan satu sama lain sehingga menghasilkan penelitian yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penerapan kebijakan di Tangerang Kota. HASIL DAN PEMBAHASAN Anggapan awal Seperti kita ketahui pemahaman manusia tentang rumah adalah sebuah bangunan yang merupakan tempat yang sangat penting bagi hidup manusia, bangunan perlindungan manusia dari segala cuaca semisal hujan-panas, angin dan mampu membuat berkumpulnya Menurut fungsinya rumah saat ini dibagi menjadi rumah sebagai tempat tinggal, rumah sebagai tempat usaha . ffline maupun onlin. dan rumah tempat tinggal sebagai tempat usaha. Perwujudan rumah sebagai tempat tinggal biasanya berbentuk bangunan rumah, menjadi tempat berteduh, atau dilihat dari struktur bahan lainnya dengan rupa-rupa bentukannya, mulai dari rumah liar hingga apartemen bangunan bertingkat yang bermakna yang sama dengan rumah, kediaman, akomodasi, perumahan, dan arti-arti yang lain. Rumah toko atau lebih sering disebut sebagai ruko adalah sebutan bagi bangunan-bangunan di Indonesia yang biasanya mempunyai bentuk bangunan lantai dengan dua sampai lebih atau bertingkat, dan mempunyai fungsi lebih dari satu, yaitu sebagai tempat hunian dan komersial atau berdagang. Kegunaan dari lantai bawah biasanya digunakan sebagai tempat usaha atau kantor, sedangkan lantai atas biasanya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal (Wicaksono, 2. Ruko . hop house. atau lebih sering disebut rumah tempat usaha adalah tempat yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan perdagangan, industri, produksi . , usaha jasa, penyimpanan asset atau dokumen perusahaan, juga kegiatan penyimpanan atau pameran barang dagangan, selain itu juga termasuk rumah tempat tinggal yang sebagian digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut (Handa S. Abidin 2. Penulis pada awalnya beranggapan bahwa pemilik ruko-ruko yang ada disepanjang jalan Ciledug Raya, adalah pemilik awal dari rumah atau tanah yang ditempati. Namun dari hasil observasi/pengamatan ternyata tidak semua pemilik ruko itu adalah pemilik tanah/rumah Dari pengamatan secara langsung, beberapa diantaranya mereka hanya mengontrak dalam bentuk tanah atau bangunan, kemudian merenovasinya menjadi bentukan bangunan ruko, dan tidak semua bangunan ruko tersebut dijadikan tempat tinggal Pemilik tanah biasanya menawarkan murah karena tidak adanya unsur bangunan, dan pengontrak dapat mendirikan bangunan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Sedangkan pemilik tanah dengan ada bangunan diatas tanahnya menawarkan lebih mahal, walaupun nantinya akan direnovasi lagi oleh pengontraknya. Seperti halnya bangunan toko . ini mar. yang berinisial AuAMAy dan AuIMAy, mereka rata-rata menyewa tanah kemudian mendirikan bangunan dengan bentuk kotak sebagai standart toko. Rata-rata Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 545 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . pemilik tanah/rumah menyewakan minimal 2 tahun kepada pengontraknya, baru diperbolehkan untuk perpanjangan tahunan. Mungkin tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan awal yang lebih besar dan sembari mencari penyewa lainnya. Menurut penulis, rumah yang dijadikan tempat usaha lalu menjelma menjadi ruko, adalah kebiasaan dan pola berpikir orang-orang dengan keturunan Cina atau India, untuk penduduk lokalnya adalah keturunan Padang. Hal ini terlihat dibeberapa negara yang pernah saya kunjungi, seperti Singapore . Malaysia. China. Hongkong. Kamboja, atau daerah di seluruh wilayah Indonesia, rata-rata semua adalah orang-orang dengan etnis tersebut diatas, meninggali rumah sebagai tempat usahanya. Pengamatan secara langsung dilakukaan kepada beberapa sampel dengan melakukan pemetaan dengan Indepth interview dengan masing-masing narasumber sebagai berikut: No. Narasumber Teknik Pengambilan Sampel Jumlah Sampel . Penyewa Ruko Purposive Sampling (Sample Targe. Masyarakat Purposive Sampling (Sample Targe. Pengunjung Ruko Accidental Sampling (Sample Aca. Keterangan Penyewa perniagaan dengan aktivitas ekonomi di jalan Ciledug Raya Masyarakat terhadap pelaku aktivitas harian di koridor jalan Ciledug Raya Pengunjung merupakan orangorang yang berkunjung ke ruko di koridor jalan Ciledug Raya Saat penulis melakukan pengamatan ditemukan hanya ada 3 rumah yang masih dalam kondisi asli dan berfungsi sebagai rumah tinggal, walaupun beberapa bagian dari rumahnya sudah berubah fungsi menjadi toko dimana salah satu pemiliknya sempat saya temui dan Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 546 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . Sumber : Dokumentasi Pribadi saat pengamatan Hasil indepth interview,AySaya (Bapak Haji Adi Firmansah 72 tahun. Betaw. , bertahan untuk tidak menjual rumah atau tanah saya, walaupun banyak yang ingin membelinya dan menawarkan harga tinggi kepada saya, namun ini satu-satunya peninggalan . saya kepada 5 anak saya. Tapi sebagian rumah/tanah saya sudah saya sewakan ke orang dekat . yang membutuhkan. Ay Gambar. Dokumentasi Pribadi saat Pengamatan Penerapan Kebijakan Tata Guna Lahan Penerapan kebijakan pemerintah Indonesia melalui Perda Kota Tangerang No. 6 Tahun 2012. Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang 2012-2032, dimana diatur dalam perencanaan pola ruang wilayah kota dengan distribusi peruntukan dan pemanfaatan ruang wilayah sesuai dengan pemberlakuan RTRW yang mempunyai masa berlaku 20 tahun kedepan. Dan pengaturan untuk kawasan perdagangan dan jasa, yaitu suatu kawasan yang ditujukan untuk kegiatan perdagangan dan jasa, termasuk pergudangan, dengan harapan mampu mendatangkan pendapatan bagi pemiliknya dan mampu memberi nilai tambah pada satu kawasan perkotaan. Pemda melalui Dinas Bangunan dan Penataan Tangerang Kota mempunyai tugas dan wewenang pelaksanaan-pelaksanaan sebagai berikut: Evaluasi dan pelaporan tugas dan fungsi lingkup dinas . Pembangunan dan pemeliharaan gedung non perkantoran . Pembangunan dan pemeliharaan gedung perkantoran . Pengawasan dan pengendalian bangunan . Penataan ruang Didalamnya terdapat beberapa bidang yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai pendukung fungsi utama dari Dinas Bangunan dan Penataan Ruang terkait rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yaitu meliputi bidang-bidang: Pembangunan Gedung Non Perkantoran, bertugas membantu Kepala Dinas dalam Bidang Pembangunan Bangunan Non Perkantoran . Pembangunan Bangunan Gedung Perkantoran, bertugas membantu Kepala Dinas dalam Bidang Pembangunan Bangunan Gedung Perkantoran . Sanitasi. Air Minum dan Penataan Bangunan, bertugas membantu Kepala Dinas dalam menyelenggarakan Sanitasi Lingkungan. Air Minum dan Penataan Bangunan Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 547 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . Tata Ruang, membantu Kepala Dinas dalam Bidang Tata Ruang Dalam pelaksanaannya pemda Tangerang Kota akan melakukan revitalisasi pusat-pusat perdagangan dan jasa, dengan tujuan menaikkan daya saing kota dengan mengembangkan kota diwilayah koridor jalan Ciledug atau wilayah Timur Tangerang Kota sebagai pusat perdagangan dan komersial dengan skala layanan regional dan/atau internasional berwawasan lingkungan. Kajian Kebijakan Tata Guna Lahan di Negara Lain Negara Kebijakan Tata Guna Lahan (Tana. Singapura menerapkan konsep pembangunan dan pengembangan properti secara terintegrasi dan terhubung dikarenakan keterbatasan dari wilayah atau lahan. Dimana hunian . empat tingga. , perkantoran, dan tempat hiburan, saling terhubung satu sama lain A Kegiatan industri yang sah termasuk manufaktur, pergudangan dan produksi serta beberapa jenis e-bisnis seperti infrastruktur TI dan pengembangan perangkat lunak. A Kantor dan toko tidak dianggap keperluan industri dan tidak diperbolehkan dalam perkembangan industri A Kegiatan non-industri, seperti penampungan anak, kantin bagi staf dan ruang pamer, diperbolehkan jika mereka mendukung kegiatan industri utama dan tidak menempati lebih dari 40 persen A Sebagian besar penduduknya menghuni perkotaan 29% dan perdesaan 71% dengan model rumah permanen dan semi permanen dengan bentukan vertikal . A Adanya lonjakan angka pertumbuhan penduduk dan urbanisasi berkelanjutan diwilayah perkotaan dan lemahnya perekonomian penduduk menjadi penyebab kesenjangan kebutuhan perumahan di India meningkat. Kekurangan unit perumahan diwilayah perkotaan membuat masalah dan menyebabkan lahirnya perkampungan kumuh dan permukiman liar meningkat A Kebijakan pemerintah dengan misi JNNURM (Jawaharlal Nehru National Urban Renewal Missio. yaitu memberikan pelayanan dasar untuk masyarakat miskin perkotaan melalui program Indira Awas Yojana (IAY) yaitu memberikan infrasturktur perumahan yang terjangkau, sanitasi, kesehatan, pendidikan dan keamanan sosial di permukiman perkotaan dengan memberikan kredit dengan bunga rendah dan subsidi uang tunai A Singapura India KESIMPULAN Pencanangan dalam RPIJM pemerintah Kota Tangerang menurut penulis terlalu dipaksakan, apabila tidak terdapat pertimbangan atas perencanaan khususnya pengaturan dan penertiban terhadap Tata Ruang dan Tata Wilayah untuk bangunan usaha. Terutama pada poin mendayagunakan sebuah kota dengan hanya mengarah pada konsep kegiatan perumahan, perdagangan dan jasa skala nasional, industri non polutan yang berorientasi pasar, dan difungsikan sebagai pusat pengembangan perdagangan, padahal kegiatan ekonomi unggulan perlu adanya analisis ekonomi dan pengaturan tata ruang dalam pelaksanaan skenarionya. Analisis Perubahan Lahan Perumahan: Studi Kasus Koridor Jalan Raya Ciledug. Tangerang Kota - 548 Ratnasari et. al / Jurnal Ilmiah Global Education 4 . Dalam hal ini, penulis akhirnya telah mengetahui penyebab tumbuh suburnya ruko-ruko di sepanjang jalan Ciledug. Masukan untuk kebijakan pemda Tangerang kota dalam mewujudkan tercapainya RTRW yang berkelanjutan adalah dengan memperhatikan: A Konsep bangunan dengan sistem integrasi/terhubung, dimana waktu yang berharga untuk menggerakkan perekonomian tak perlu hilang karena kemacetan atau jarak tempuh A Revitalisasi kawasan pengolahan budi daya dengan tujuan peningkatan produktivitas kawasan namun harus mempertimbangkan konsep intergrasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan A Tetap memperhatikan estetika pejalan kaki didalam menikmati kotanya A Revitalisasi pusat-pusat pelayanan dan jasa agar lebih kompetitif dan lebih efektif dengan mengembangkan fungsinya secara berhierarki dan dilengkapi dengan prasarana dan sarana Penelitian ini harus terus disempurnakan, karena itu untuk penelitian selanjutnya penulis merasa perlu untuk dilanjutkan penelitian terkait hal tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Renny Nurhasana dan ibu Lita Sari Barus, atas bimbingan dan pengetahuan yang diberikan selama ini. DAFTAR PUSTAKA