Volume 3 Nomor 1 . Pages 21 Ae 34 EduBase : Journal of Basic Education Email Journal : edubase. bbc@gmail. Web Journal : http://journal. id/index. php/edubase Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Annysa Putri Rahmani1A Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta Email : annysa. rahmani20@mhs. Received: 2021-12-17. Accepted: 2022-02-27. Published: 2022-02-28 Abstrak Pandemi Covid-19 telah menyebar keseluruh negara didunia, tak terkecuali negara Indonesia. Semenjak masuknya virus corona atau virus Covid-19 ini. Indonesia mengalami banyak penurunan di berbagai sektor, tak terkecuali di sektor pendidikan. Indonesia yang merupakan negara berkembang masih mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah pendidikan selama masa pandemi ini. Pasalnya banyak daerah di Indonesia yang mengalami kesulitan baik perekonomiannya, pendidikannya ataupun perkembangan tekhnologinya. Pada saat ini, pemerintah memberikan tanda untuk berberapa daerah yaitu seperti zona merah, zona orange, zona kuning dan zona hijau, yang dimana zona merah dan zona orange ini berarti peserta didik masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Sedangkan, zona kuning dan zona hijau artinya peserta didik sudah di perbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah tetapi masih belum di wajibkan. Tujuan penulisan ini dibuat yaitu mendeskripsikan bagaimana cara menerapkan metode blended learning dalam meningkatkan minat belajar peserta didik selama masa pandemi. Blended learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berberapa jenis metode pembelajaran. Jenis metode pembelajaran yang digabungkan antara lain yaitu daring, luring dan belajar mandiri. Metode ini tepat digunakan untuk daerah yang sulit mendapatkan sinyal yang bagus, termasuk daerah zona kuning dan zona hijau, dan termasuk daerah yang kesulitan dalam mengatasi masalah perekonomiannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi penerapan metode blended learning dalam meningkatkan minat belajar peserta didik selama masa pandemi covid19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka atau literatur review. Kata Kunci: blended learning, tatap muka, daring Abstract The covid-19 pandemic has spread across the globe, and Indonesia is no exception. Since the advent of the corona or covid-19 virus. Indonesia has grown in many sectors, no exception to the education sector. Indonesia, which is a developing country, is still struggling with education problems during this pandemic. Many areas of Indonesia are experiencing difficulties between economy and education and the developing technology. At the moment, the government is signaling for various areas such as the red zone, orange zone, yellow and green zone, which means the learners are still performing long-range learning (PJJ) in order to reduce the spread of the covid-19 virus. Meanwhile, the yellow and green zones mean learners are expected to do face-to-face study at schools but not The purpose of this writing is to describe how to apply the blended learning method in raising learners' interest during the pandemic. Blended learning is a combination of learning methods. Among other kinds of learning methods combined are online, offline and independent. It is used appropriately for areas where good signals are hard, including the yellow and the green zones, and include areas that have difficulty coping with their economic The study is conducted with the goal of knowing the effectiveness and efficiency of applying the blended learning method to increase learners' learning interests during the covid-19 pandemic. The study USES a qualitative descriptive method using a library study approach or literature review. Keywords: blended learning, face to face, online Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 22 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Copyright A 2022. Author. This is an open-access article under the CC BY-NC-SA 4. DOI: https://doi. org/10. 47453/edubase. How to Cite : Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 23 PENDAHULUAN Pandemi Coronavirus atau Covid-19 masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Pandemi ini memberikan banyak kerugian diberbagai sektor, yaitu sektor perekonomian, sektor pemerintahan, sektor pendidikan dan masih banyak lagi. Demi memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19 ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu di lakukannya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena pernerapan pembatasan sosial berskala besar ini, pemerintah menutup lembaga kependidikan sehingga kegiatan pendidikan pun menjadi terhenti selama masa pandemi ini, baik untuk pendidik, tenaga kerja, bahkan peserta didik nya dari tingkat TK . aman kanak-kana. SD . ekolah dasa. SMP . ekolah menengah pertam. SMA . ekolah menengah akhi. , dan bahkan perguruan tinggi. Penutupan kegiatan pendidikan ini dilakukan bukan hanya demi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kerja saja, tetapi juga demi kenyamanan dan keselamatannya juga. Karenanya pemerintah mengubah sistem pembelajaran bagi para pendidik dan peserta didik, yaitu yang semulanya tatap muka berubah menjadi sistem daring . (Camelia & Maknun. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah suatu hal yang sangat baru dan asing bagi warga negara Indonesia. Pembelajaran ini dilakukan hingga pandemi Covid-19 ini berakhir. Selama Covid-19 ini masih menyebar di seluruh negeri, maka pembelajaran sistem ini lah yang Pembelajaran ini dilakukan dirumah masing-masing, baik pendidik ataupun peserta Pembelajaan ini mengutamakan teknologi dalam prosesnya, bisa menggunakan tv, handphone, laptop, ataupun radio. Isman berpendapat bahwa pembelajaran dalam jaringan . merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet. Dengan pembelajaran daring ini peserta didik jadi memiliki keleluasan dalam waktu belajar, karena dengan pembelajaran daring ini peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Peserta didik dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group (Sari et al. , 2. Hingga saat ini, di berbagai daerah indonesia masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), tetapi ada juga sebagian wilayah yang sudah mulai tatap muka. Karena pada saat ini, daerah-daerah di Indonesia yang warganya masih banyak terjangkit Covid-19 paling tinggi di beri tanda warna merah atau zona merah, daerah yang masih terbilang banyak pasien yang terjangkit Covid-19 tetapi sudah ada penurunan walau hanya sedikit di beri tanda warna orange atau zona orange, daerah yang sudah mulai menurun pasien yang terjangkit Covid-19 nya di beri tanda warna kuning, dan daerah yang sudah sangat turun jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 nya diberi tanda warna hijau atau zona hijau (Kemdikbud 2. Pada daerah zona merah dan zona orange masih diterapkannya model pembelajaran dalam jaringan . , sedangkan pada daerah zona kuning dan hijau sudah diperbolehkan menggunakan sistem pembelajaran tatap muka atau di perbolehkan juga pembelajarannya di campur antara daring dan luring, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Pembelajaran campuran ini disebut juga dengan pembelajaran blended learning. Pembelajaran blended learning adalah suatu model pembelajaran yang menggabungkan model pembelajaran yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Graham menyebutkan beberapa definisi blended learning yang paling sering dikemukakan, yaitu sebagai berikut: Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 24 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Defenisi pembelajaran yang menggabungkan berbagai modalitas media pembelajaran. Defenisi pembelajaran yang mengabungkan berbagai metode-metode pembelajaran, teori belajar, dan dimensi pedagogis. Defenisi pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran daring . dengan face to face . atap muk. urlian nasution 2. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) peserta didik dan para pendidik mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi dan juga terkendala pada jaringan yang kurang stabil sehingga banyak peserta didik yang tidak memahami materi yang di sampaikan para pendidik diakibatkannya jaringan internet yang putus-putus. Ada beberapa kendala dari E-learning yang telah disampaikan oleh NiAomah, yaitu: pemadaman listrik yang terjadi ketika sedang mengakses program pembelajaran, jaringan internet buruk, komitmen orangtua tidak menentu, mahasiswa atau peserta didik mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mandiri. Kesalahpahaman yang terjadi diantara dosen atau guru dan mahasiswa atau peserta didik adalah karena ketidaktahuan peserta didik dan pendidik mengenai penggunakan IPTEK (Hutami, 2. Pembelajaran daring efektif untuk dilakukan dimanapun, kapan pun dan dapat melatih kemandirian dan meningkatkan motivasi peserta didik. Meski begitu tetap saja para peserta didik merasa kesulitan dengan adanya kendala-kendala yang ada. Sedangkan, pembelajaran luring atau tatap muka, dapat dilakukan di berbagai daerah zona kuning dan zona hijau tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pembelajaran ini efektif untuk dilakukan karna peserta didik dapat memahami materi dengan mudah tanpa adanya gangguan jaringan internet. Pembelajaran campuran ini juga sangat membantu tugas-tugas peserta didik yang sulit jika dilakukan secara online dan juga mempermudah guru dalam menyampaikan materi yang dibutuhkannya kehadiran peserta didik seperti materi yang memerlukan praktek dari guru dan peserta didiknya secara langsung. Blended learning ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. penelitian yang dilakukan oleh Dziuban. Hartman dan Moskal menyatakan bahwa pembelajaran blended learning juga dapat meningkatkan hasil balajar serta dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, dibandingkan dengan pembelajaran yang penuh menggunakan pembelajaran online. (Abdullah, n. Berdasarkan latar belakang yang sudah di paparkan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar peserta didik dengan menggunakan pembelajaran blended learning selama masa pandemi. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka atau literatur review. Penelitian deskriptif merupakan kegiatan yang mengumpulkan data-data berdasarkan faktor-faktor yang menjadi pendukung objek penelitian, kemudian faktor-faktor tersebut dianalisa untuk dicari peranannya (Arikunto. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat, kepercayaan orang yang akan diteliti dan keseluruhannya tidak dapat di ukur dengan Teori yang digunakan dalam penelitian ini tidak dipaksakan untuk memperoleh gambaran yang seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang telah diteliti (Prabowo & Heriyanto, 2. Studi pustaka atau literatur review ini merupakan metode yang Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 25 berhubungan dengan pengumpulan data, baik dari jurnal, buku, ataupun dokumen-dokumen. Tegasnya riset pustaka ini membatasi kegiatannya yang hanya mengambil data-data dari koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan secara langsung (Zed, 2. Dalam metode penelitian ini, langkah yang perlu diperhatikan adalah membuat sintesis dari artikelartikel konseptual atau empiris yang relevan dengan studi yang akan dilakukan (Rahayu et al. Snyder mengatakan bahwa literature review adalah sebuah metodologi penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengambil intisari dari hasil penelitian sebelumnya serta menganalisis beberapa overview para ahli yang tertulis dalam teks. Snyder sendiri juga menyimpulkan bahwa literature review memiliki peran sebagai landasan bagi berbagai jenis penelitian karena hasil literature review dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan pengetahuan, sumber stimulus pembuatan kebijakan, memantik penciptaan ide baru dan berguna sebagai panduan dalam penelitian dibidang tertentu. (Nurislaminingsih. Silvana, and Winoto 2. Dalam penelitian ini penulis melakukan teknik pengumpulan data dengan menganalisis artikel-artikel, pencariannya melalui media internet. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Blended learning Blended learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggabungnya antara pembelajaran dalam jaringan . dan pembelajaran luring . atap muk. blended learning, yaitu menggabungkan pembelajaran konvensional . atap muk. dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi . urlian nasution, 2. Penggabungan antara pembelajaran tatap muka yang dimana dalam pembelajaran ini terbentuk komunikasi secara langsung antara pendidik dan peserta didik dan pembelajaran daring yang dimana dalam pembelajaran ini proses pembelajaran bisa dilangsungkan dimana saja dan kapan saja. Penggabungan pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka ini dilakukan karena kebosanan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga pendidik di tuntut untuk meningkatkan kualitas mengajarnya lagi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin meluas. Pada saat ini pembelajaran blended learning menjadi topik perbincangan yang hangat. Mengapa? karena proses pembelajaran konvensional di kelas siswa lebih mudah jenuh dan bosan karena tidak adanya variasi dan terlalu monoton sedangkan perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang sehingga banyak praktisi yang mengembangkan dan memberikan pendapat mereka tentang pengertian blended learning, seperti Semler berpendapat bahwa pengertian Blended learning adalah adanya penggabungan antara keunggulan e-learning, keunggulan face-to-face, dan praktik-praktiknya . usamah, 2. Rusman menjelaskan bahwa: Blended Laerning berperan sebagai kombinasi dari karakteristik pembelajaran tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik atau Blended learning, dengan menggabungkan media-media pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis web, komunikasi audio synkronous, asynkoronous dan streaming video dengan pembelajaran konvensional . urlian nasution, 2. Pembelajaran gabungan ini tidak hanya berlaku unutk sekolah dasar saja tetapi juga berlaku dari TK . aman kanak-kana. SD . ekolah dasa. SMP . ekolah menengah pertam. SMA . ekolah menengah akhi. , dan bahkan perguruan tinggi. Thorne berpendapat bahwa blended learning adalah kelas konvensional yang dimana dosen dan mahasiswanya bertemu langsung, dengan menggunakan pembelajaran online yang bisa diakses kapan dan dimana saja . urlian nasution, 2. Berdasarkan pengertian dan penjelasan dari Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 26 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Semler. Rusman, dan Thorne blended learning adalah penggabungan antara pembelajaran online dengan pembelajaran dalam jaringan . atap muk. yang dimana pembelajaran ini menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dan teori-teori pembelajaran dalam proses pembelajaran. Konsep Pembelajaran Blended Learning Ada empat konsep pembelajaran blended learning, menurut Driscoll yaitu: Blended learning adalah pembelajaran yang menghimpun berbagai teknologi berbasis web, yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan. Blended learning merupakan pembelajaran gabungan yang menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran seperti behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme dengan tujuan agar menghasilkan suatu target pencapaian pembelajaran yang optimal dengan atau tanpa teknologi pembelajaran selama berlangsungnya proses pembelajaran. Blended learning juga merupakan pembelajaran yang menggabungkan banyak format teknologi pembelajaran . eperti video tape, web-based training. CD-ROM, fil. dengan pembelajaran tatap muka. Blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan teknologi dalam proses pembelajaran dengan perintah tugas kerja yang aktual agar terciptanya pengaruh yang baik pada pembelajaran dan tugasnya (Driscoll, 2. Tujuan Blended Learning Menurut Husamah tujuan diterapkannya Blended Learning adalah sebagai berikut: Membantu peserta didik agar mampu berkembang lebih baik lagi selama proses pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan gaya belajar dan preferensi peserta didik dalam belajar. Menyediakan peluang yang praktis dan realistis bagi pendidik dan peserta didik agar pembelajaran dapat dilakukan dengan mandiri, bermanfaat dan terus berkembang. Peningkatan penjadwalan fleksibilitas bagi peserta didik, dengan menggabungkan bagian yang dianggap efisien dan efektif untuk digunakan dari pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik untuk berkomunikasi secara langsung dalam mengembangkan pengalaman yang interaktif, sedangkan kelas online memberikan penyampaian dan tugas yang menarik bagi peserta didik dengan konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat, dan di mana saja selama peserta didik dan pendidik memiliki akses internet . usamah, 2. Model pembelajaran blended learning Model blended learning Menurut Catlin R. Tucker . dalam Blended learning secara umum terdapat 6 model, yaitu: Face-to-Face Driver Model, pendidik melibatkan peserta didiknya tidak hanya sekedar bertatap muka di dalam ruangan saja, melainkan pendidik juga harus melibatkan peserta didik dalam kegiatan diluar kelas dengan mengintegrasikan teknologi web secara online, dengan begitu pendidik sebaiknya melibatkan peserta didik dalam keseluruhan kegiatan yang dilakukan, baik di luar maupun didalam ruangan. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 27 Rotation Model, mengintegrasikan pembelajaran daring sambil menggunakan pembelajaran luring di dalam ruang dan tetap dalam pengawasan guru atau pendidik. Flex Model, memanfaatkan media teknologi internet dalam penyampaian materi-materi pembelajaran kepada peserta didik. Dalam hal ini peserta didik dapat membentuk kelompok diskusi dengan teman sebayanya. Online Lap Model, pembelajaran yang berlangsung di dalam ruangan komputer dengan semua materi pembelajaran di sediakan secara softcopy, seperti file yang berbentuk word atau pdf, yang di mana peserta didik dapat berinteraksi dengan pendidik secara Dalam hal ini guru dibantu oleh para pengawas agar mampu mendisiplinkan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Self Blend Model, dalam hal ini peserta didik mengikuti kursus online, hal ini dilakukan sebagai pelengkap kelas tradisional yang dilakukan tidak semesti di dalam ruang kelas akan tetapi pembelajaran juga bisa dilakukan di luar kelas. Online Driver Model, merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online, dalam hal ini para pendidik bisa mengupload materi-materi pembelajaran yang akan sudah disiapkan melalui media internet, seperti youtube. WhatssApp. Goggle Classroom, dan lain sebagainya, sehingga peserta didik dapat mendownload atau mengunduh materi tersebut dari jarak jauh atau dirumah masing-masing agar peserta didik bisa belajar dengan mandiri di mana saja dan kapan saja dan dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka berdasarkan waktu yang telah disepakati (Amin, 2. Karakteristik Blended Learning Di kemukakan oleh Graham. Allen dan Ure dalam Bonk, bahwasannya ada tiga kumpulan dari pengertian Blended learning (Graham, 2. yaitu : . Gabungan dari metode pembelajaran, . Gabungan dari strategi pembelajaran, dan . Gabungan dari online learning dan pembelajaran tradisonal. Pada komponen pembelajaran tradisional atau pembelajaran tatap muka ada batas atau jarak dalam pelaksanaannya, karena menggunakan macam-macam media pembelajaran untuk keperluan yang berbeda dan peserta didik yang berbeda juga. Tetapi pada saat ini, pembelajaran tatap muka sudah tidak memliki jarak dalam proses pembelajarannya, pembelajaran tatap muka memerlukan media yang dapat membantu pemutusan jarak agar tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran tatap muka atau face to face dapat dikombinasikan dengan penggunaan media online, meskipun begitu pembelajaran tatap muka secara langsung dapat di alokasikan waktunya untuk pembelajaran konvensionalnya lebih besar dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan media online. Implementasi Pembelejaran Blended Learning Pembelajaran jarak jauh atau daring ini dilakukan pada saat masa pandemi Covid-19. Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing sekolah. Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran dalam jaringan . yaitu Google Classroom. Schoology. Edmodo. Telegram. Whats App. Youtube. Quiziz, dan lain sebagainya. Istilah Elearning terdiri dari berbagai aplikasi dalam proses pembelajarannya, seperti web based learning, virtual classroom, computer based learning, dan lain sebagainya. Disamping itu, pembelajaran yang berbasis online adalah bagian dari pembelajaran yang dimana dalampenerapannya menggunakan media yang berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya internet, intranet, dan extranet . urlian nasution, 2. Dalam pikiran rakyat media Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 28 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 network, pembelajaran jarak jauh dengan menerapkan metode pemberian tugas secara daring bagi para peserta didiknya melalui media whatsapp grup dipandang lebih efektif terutama dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, pendapat ini dikemukakan oleh Heru Purnomo. Sebagian besar pendidik yang mengimplementasikan pembelajaran ini menggunakan cara-cara yang beragam agar peserta didik dapat belajar di rumah dengan mandiri, dari perbedaan pembelajaran tersebut basisnya tetap menggunakan pembelajaran secara daring atau online. Ada juga beberapa dari pendidik yang menggunakan masih konsep ceramah tetapi tetap dilakukan secara online, ada juga yang tetap mengajar di kelas seperti biasa tetapi kegiatan tersebut divideokan kemudian dikirim melalui media internet seperti aplikasi whatsapp peserta didik, ada juga pendidik yang mendapatkan bahan ajar atau materi dari konten-konten gratis di berbagai sumber (Ashari, 2. Dengan pembelajaran ini, angka penyebaran virus corona atau Covid-19 dapat menurun sedikit demi sedikit, karena selama proses pembelajaran jarak jauh ini peserta didik dan pendidik berada di rumah masing-masing sehingga terhindar dari kerumunan yang menjadi salah satu sumber penyebaran virus corona. Dan untuk Pembelajaran tatap muka, peserta didik dan pendidik berada didalam satu ruangan yang sama, diwaktu yang sama dan di tempat yang sama. Sama halnya dengan pembelajaran tradisional, yang memanfaatkan pendidik sebagai media pembelajaran baik dalam menjelaskan teori maupun mempraktikkan materi yang sudah dipelajari. Pembelajaran tatap muka juga jarang menggunakan daya internet karena pembelajaran ini lebih mengutamakan penjelasan, penerapan, tanya jawab, diskusi, dan evaluasinya dilakukan secara langsung atau face to face. Pembelajaran blended learning harus dilakukan dengan memperhatikan sarana dan prasana, alokasi waktu, karakteristik peserta didik, kendala-kendala, dan sumber belajar yang mudah di dapat peserta didik dan pendidik. Sedangkan menurut (Dwiyogo, 2. komposisi blended learning yaitu : 50/50% artinya dari peruntukan waktu yang disediakan 50% untuk kegiatan tatap muka . ace to fac. dan 50% untuk kegiatan pembelajaran daring . 73/25% artinya peruntukan waktu yang disediakan 75% untuk kegiatan tatap muka . ace to fac. dan 25% untuk kegiatan pembelajaran daring . 25/75% artinya peruntukan waktu proses pembelajaran yang disediakan 25% untuk kegiatan tatap muka . ace to fac. dan 75% untuk kegiatan pembelajaran daring . Dari uraian di atas dapat terlihat pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan sebelum menggunakan pembelajaran blended learning. Itu semua bergantung pada analisis kompetensi yang ingin dihasilkan, karakteristik peserta didik, tujuan kegiatan pembelajaran, interaksi tatap muka . ace to fac. , lokasi pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran daring . atau gabungan, kemampuan pendidik dan sumber daya yang tersedia. Jika sudah mempertimbangan hal-hal yang sudah di sebutkan tadi, pendidik bisa menerapkan proses pembelajaran tatap muka nya dengan metode home visit atau mengunjungi peserta didik dari rumah ke rumah. Home Visit adalah kunjungan para pendidik kerumah peserta didik yang bertujuan untuk membantu peserta didikk dalam menyelesaikan masaslah dan kendalanya dalam pembelajaran, yang dimana kunjungan dari rumah kerumah ini dilakukan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai informasi yang terjadi dan pembelajaran yang diberikan dirumah pada peserta didik (Suhendro, 2. Dengan begitu, guru akan lebih memahami karakteristik Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 29 setiap anak dan juga dapat menentukan strategi, metode, dan model pembelajaran apa yang harus digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien. Moore telah memaparkan bahwa ada empat jenis interaksi yang akan terjadi selama proses pembelajaran secara online antara lain, yaitu: Hubungan peserta didik dengan bahan materi yang merujuk pada pengguna yang terikat dalam informasi instruksional. Interaksi peserta didik dengan berhadapan langung diwaktu yang sama tetapi tetap berbasis media teknologi : penggunaan media teknologi dalam proses pembelajaran atau interaksi peserta didik dengan interface yang berbasis media teknologi tersebut bisa disebut juga dengan jenis interaksi yang lain. Interaksi ini bisa terjadi selama proses pembelajaran online berlangsung. Hubungan instruktur dengan peserta didik selama proses pembelajaran merupakan metode atau cara instruktur mengajar, membimbing dan selalu mendukung peserta Interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya, hal ini merupakan cara peserta didik dalam berkomunikasi dengan sesama teman sebaya atau peserta didik lainnya dalam proses pembelajaran (Albion, 2. Berdasarkan paparan diatas, model pembelajaran blended learning lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka atau pembelajaran konvensional. Keefektifitasan model pembelajan blended learning ini karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, yaitu: Penyampaian materi dalam proses pembelajaran dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja dengan media tekonologi yang memanfaatkan jaringan internet. Peserta didik memiliki kebebasan dalam mempelajari materi atau bahan ajar secara mandiri dengan memanfaatkan bahan ajar yang dikirim oleh pendidik ke media teknologi atau materi yang tersimpan secara online. Kegiatan diskusi yang berlangsung secara online atau offline dapat dilakukan diluar jam pelajaran, kegiatan diskusi yang berlangsung dapat meningkatkan kemamouan komunikasi bagi peserta didik karena memanfaatkan komunikasi dua arah atau hubungan timbal balik antara peserta didik dengan pendidik maupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya Pengajar dapat meminta kepada peserta didik untuk mengkaji materi pelajaran yang sudah di sampaikan sebelumnya. Sasaran pencapaian materi-materi bahan ajar dapat dicapai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Pembelajaran menjadi luwes dan ringan dalam pelaksanaanya, dan tentunya hal tersebut menggunakan pembelajaran dengan konsep kombinasi/pembauran. Selain memiliki kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan di atas, pembelajaran bauran . lended learnin. juga memiliki kekurangan-kekurangan, yaitu sebagai berikut: Pengajar harus memiliki keterampilan dalam menyelenggarakan pembelajaran elearning Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 30 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Pengajar perlu menyiapkan waktu dan menentukan media internet apa yang akan digunakan untuk mengembangkan dan mengelola pembelajaran sistem e-learning, seperti mengembangkan materi, menyiapkan assesment, melakukan evaluasi penilaian, serta menjawab atau memberikan pernyataan di kelas yang akan disampaikan oleh peserta didik. Pengajar harus menyiapkan referensi digital sebagai panduan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan mengenai materi yang disampaikan pendidik dan juga referensi digital yang terintegrasi dengan pembelajaran tatap muka Tidak meratanya sarana dan prasarana pendukung serta rendahnya pemahaman pendidik dan peserta didik tentang media teknologi. Diperlukannya adanya strategi pembelajaran yang disusun oleh pengajar untuk memaksimalkan potensi blended learning (Ryan & Siallagan, n. Minat belajar peserta didik Ada beberapa ahli yang memaparkan definisi minat belajar yaitu: Slameto menjelaskan bahwa minat belajar merupakan suatu rasa dalam menyukai atau tertarik pada suatu hal atau aktivitas belajar tanpa disuruh oleh siapapun (Slameto, 2. Marimba berpendapat bahwa. minat belajar adalah kecondongan jiwa diri setiap individu untuk mendapatkan sesuatu hal yang disukai peserta didik karena peserta didik tersebut merasakan suatu hal pada dirinya sebab adanya ketertarikan dalam belajar, yang biasanya ditandai dengan perasaan senang selama proses belajar (Kpolovie, 2. Renninger. Hidi, & Krapp, minat belajar adalah sebuah fenomena dimana seorang peserta didik menyukai suatu hal yang muncul karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya (Renninger, 2. Minat berarti adanya kecondongan dan kegairahan yang tinggi atau memiliki keinginan yang besar terhadap sesuatu hal yang ingin dicapainya. Minat belajar membuat peserta didik mau belajar tanpa terbebani karena dia menyukai pelajaran tersebut (Nikmah & Hermidayani, 2. Minat belajar juga dapat diartikan sebagai keinginan diri dan keterlibatan yang disengaja dalam aktivitas kognitif yang berperan pada bagian penting dalam proses pembelajaran, menentukan bagian dan posisi apa yang kita pilih selama proses pembelajaran berlangsung, dan juga mempelajarai informasi yang telah diberikan tersebut akan diukur seberapa baik diri kita memahaminya (Klassen & Klassen, 2. Ahmadi berpendapat bahwa, minat belajar adalah sikap yang bergantung pada jiwa seseorang yang melibatkan ketiga fungsi jiwaan dalam diri yaitu kognisi, konasi, dan emosi, yang tertuju pada sesuatu dan dalam hal tersebut juga terdapat unsur perasaan yang kuat (Supriyono, 2. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa minat belajar merupakan faktor pendorong peserta didik untuk belajar yang didasari atas ketertarikan atau rasa senang dan keinginan peserta didik itu sendiri untuk belajar tanpa adanya paksaan dan suruhan dari orang lain. Slemato memaparkan bahwa ciri-ciri peserta didik yang tertarik dan memiliki minat dalam belajar adalah sebagai berikut: Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 31 Memiliki kecondongan yang bersifat tetap dalam memperhatikan dan mengingat sesuatu yang telah dipelajari secara terus-menerus. Ada perasaan suka dan senang terhadap sesuatu atau suatu hal yang sukai atau Mendapatkan suatu hal dari rasa senangnya tersebut dapat yang berupa kebanggaan dan kepuasan pada suatu yang diminatinya. Lebih menyukai hal-hal yang sesuai dengan minatnya Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan minatnya (Slameto, 2. Dari pembahasan diatas, dapat dirumuskan bahwa ciri-ciri peserta didik yang mempunyai minat belajar adalah peserta didik memiliki kecondongan yang bersifat tetap selama memperhatikan dan mengenang sesuatu hal yang disukainya secara terus-menerus dan mendapatkan suatu kebanggaan terhadap hal yang diminatinya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik, yaitu: Faktor internal adalah faktor yang ada pada diri setiap individu, baik jasmani maupun rohani, fisik maupun psikisnya. Faktor eksternal adalah semua faktor yang ada diluar setiap diri individu, seperti keluarga, lingkungan, masyarakat dan sekolah (Syardiansah, 2. Indikator minat ada empat, yaitu Perasaan senang atau bahagia. yang ditandai dengan peserta didik tersebut akan terus mempelajari ilmu dan terus menggali ilmu yang disenanginya. Ketertarikan peserta didik. hal ini berkaitan karena adanya daya gerak yang mendorong peserta didik agar merasa tertarik terhadap suatu hal, seperti benda, karakter suatu tokoh, orang, kegiatan atau bisa juga dapat berupa pengalaman afektif yang dapat dipancing oleh kegiatan itu sendiri. Perhatian peserta didik. merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain dari pada itu, perhatian peserta didik terlihat pada saat mengikuti pembelajaran dan juga terlihat saat berdiskusi, dan Keikutsertaan peserta didik atau partisipasi peserta didik. terhadap suatu objek yang mengakibatkan peserta didik tersebut menjadi merasa senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari objek tersebut (Septiani et al. , 2. Berdasarkan indikator diatas, dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki minat terhadap sesuatu terutama terhadap kegiatan belajar akan terlihat dari gerak-gerik, ekspresi, dan ucapannya. Dengan begitu pendidik dapat menilai setiap individu peserta didiknya memiliki minat belajar atau malah kurang minat dalam belajar. Maka dari itu, tugas seorang guru yaitu mencari dan menemukan strategi, metode dan model pembelajaran yang efisien dan efejtif untuk digunakan selama proses pembelajaran. Dalam meningkatkan minat belajar peserta didik guru dapat memberikan variasi dalam proses pembelajaran yang akan di lakukan dan diterapkan. Dengan begitu guru dapat memilih model pembelajaran blended learning, karena dalam proses pembelajaran blended learning guru menggunakan dua variasi model pembelajaran yaitu pembelajaran yang menggunakan teknologi dan pembelajaran yang tradisional atau tatap muka. Pembelajaran model blended Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 32 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 learning dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dengan mengguankan aplikasi google classroom (Wening Kurniasari. Murtono, 2. Karena dalam proses pembelajaran yang menggunakan teknologi atau daring ini menggunakan media-media teknologi yang dapat menarik perhatian peserta didik dan menjadikan proses pembelajaran menjadi manarik sehingga peserta didik menjadi semangat dan semakin meningkat minatnya terhadap belajar. Dan pembelajaran tradisional atau pembelajaran tatap muka dapat memanfaatkan komunikasi dengan baik, tanpa adanya hambatan jaringan, dengan begitu pembelajaran tradisional ini mempermudah guru dalam menjelaskan dan mempraktekkan materi yang akan disampaikan dan juga memudahkan peserta didik dalam diskusi dan bertanya-jawab dalam proses Sebagai pemegang peranan penting dalam penyampaian matari pembelajaran, guru dapat meningkatkan minat peserta didik dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan kooperatif, dengan melibatkan peserta didik sebanyak-banyaknya dalam setiap tahapan dan langkah dalam proses pembelajaran melalui komunikasi yang positif, dan mendekatkan pengetahuan serta mengimplementasikan materi yang mereka pelajari di kelas pada kehidupan sehari-hari mereka saat ini dan materi-materi yang sudah disampaikan di kelas dapat diimplementasikan pada dunia kerja yang kelak akan mereka geluti sesudah mereka lulus dari bangku sekolah (Ricardo & Meilani, 2. Lima Kunci Blended Learning Carman menyatakan bahwa ada 5 kunci dalam melaksanakan pembelajaran khususnya bagi pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran blended learning, yaitu: Live Event (Pembelajaran Tatap Muk. Berlangsungnya pembelajaran luring atau tatap muka perlu disesuaikan dengan waktu dan tempatnya, dalam hal ini pembelajaran dilakukan di waktu yang sama tetapi pendidik dan peserta didik berada di tempat yang berbeda. Pola pembelajaran tatap muka ini masih menjadi pola pembelajaran yang utama dan sering digunakan oleh para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Pola pembelajaran ini perlu ditata dengan sedemikian rupa demi mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sesuai degan tujuan pendidikan. Self-Paced Learning (Pembelajaran Mandir. Pembelajaran mandiri memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan pembelajaran online yang memanfaatkan teknologi Bahan materi belajaran yang perlu ditata secara khusus, baik yang bersifat teks maupun multimedia, seperti: video, animasi, simulasi, gambar, audio, atau kombinasi Selain itu, pembelajaran secara mandiri juga dapat dipaparkan dalam bentuk via web, buku, via mobile, streaming audio, maupun streaming video. Collaboration (Kolaboras. Dalam kunci kolaborasi ini, pendidik dapat mengkombinasikan kerjasama antar pendidik, kerja sama antara pendidik dan peserta didik ataupun kerja sama antar peserta Kerja sama ini dapat disusun dengan menghimpun perangkat-perangkat komunikasi, seperti forum, chatroom, diskusi, email, website, dan lain sebagainya. Dengan kolaborasi ini diharapkan pendidik dapat meningkatkan konstruksi pengetahuan ataupun keterampilan peserta didik karena dalam kerja sama ini akan terjadi interaksi sosial dengan orang lain. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 33 Assessment (Penilaian atau Pengukuran Hasil Belaja. Penilaian . merupakan langkah penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk mengukur pemahaman yang didapat setiap individu peserta didik. Penilaian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman materi yang telah dipahami dan dikuasai oleh peserta didik. Disamping itu penilaian juga berfungsi sebagai tindak lanjut dari para pendidik dalam tahapan pelaksanaan Pendidik berperan sebagai perancang metode, materi, dan model pembelajaran, pendidik tersebut harus mampu menyusun gabungan penilaian dari jenis assessment online dan offline, baik yang bersifat tes maupun non tes. Performance Support Materials (Dukungan Bahan Belaja. Bahan ajar merupakan salah satu komponen terpenting yang dapat mendukung proses pembelajaran agar berjalan dengan lancar. Peserta didik mampu menguasai suatu materi disebabkan oleh penggunaan bahan ajar yang menopangnya. Dalam pembelajaran yang menggunakan blended learning sebaiknya dibuat dalam bentuk digital maupun cetak sehingga dapat diakses dengan mudah oleh para peserta didik untuk belajar, baik secara offline maupun daring . Penggunaan bahan ajar yang dibuat secara daring sebaiknya juga didampingi dengan menggunakan media yang mendukung jalannya pembelajaran daring . Contoh: penggunaan bahan ajar yang berbentuk power point pada e-learning dengan basis e-front. Bahan ajar ini mendukung pembelajaran online karena baik bahan ajar atau materi pelajaran dapat diakses dan dapat di download dengan mudah oleh para peserta didik (Nurlian nasution KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan diatas, maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pembelajaran blended learning merupakan penggabungan antara pembelajaran online dengan pembelajaran dalam jaringan . yang dimana pembelajaran ini menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dan teori-teori pembelajaran dalam proses pembelajarannya. Blended learning dapat dilakukan dengan mediamedia berbasis teknologi yang luas tanpa harus meninggalkan pembelajaran tatap muka . ace to fac. diruang kelas dengan menggabungkan pembelajaran tradisional atau tatap muka dengan e-learning. Pada prosesnya pembelajaran gabungan ini tentunnya menggunakan media berbasis teknologi yang sangat menarik perhatian peserta didik selama proses pembelajarannya dan juga proses pembelajaran gabungan ini terus mengikuti perkembangan zaman karena peserta didik tumbuh dan berkembang di zaman berteknologi besar seperti sekarang ini. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh selama proses pembelajaran berlangsung serta dengan metode pembelajaran blended learning ini pendidik mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Dengan begitu penulis sangat menyarankan para pendidik untuk menggunakan model pembelajaran blended learning terutama pada masa sekarang ini. DAFTAR PUSTAKA