Terbit online pada leman web jurnal: https://ojs. id/ojs/index. php/jipis JIPIS Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 1 No. 15 - 21 ISSN Media Elektronik: - Kepustakawanan dalam Manajemen Kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Rahmi Yunita1. Rilci Kurnia Illahi2 1Prodi D3 Ilmu Perpustakaan. Fakultas Adab dan Humaniora. UIN Imam Bonjol Padang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. UIN Imam Bonjol Padang Korespondensi : rahmiyunita@uinib. Abstract This study aims at the role of librarians in implementing the 2013 curriculum at SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. This research is field research with a naturalistic qualitative approach. Research with data collection techniques with in-depth interviews, direct observation, and documentation at the Curriculum Wakaur and Library Coordinator of SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta as a key person. This study indicates that librarians play an important role in implementing the 2013 curriculum at SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. The role of the librarian is seen indirectly in the form of literacy activities such as competitions and library-based learning. Keywords: librarian, implementation. Kurikulum 2013 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk peran pustakawan dalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat naturalistik. Penelitian dengan teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam, observasi langsung dan dokumentasi ini menunjuk Wakaur Kurikulum dan Koordinator Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta sebagai key-person. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pustakawan berperan penting dalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Peran pustakawan ini terlihat secara tidak langsung berupa kegiatan literasi seperti lomba dan pembelajaran berbasis perpustakaan. Kata kunci: Pustakawan, implementasi, kurikulum 2013. Pendahuluan Pendidikan adalah proses yang panjang dan berkesinambungan untuk mengubah peserta didik menjadi manusia sesuai dengan tujuan penciptaan dan mengabdi pada diri sendiri, orang lain, alam semesta dengan segala isi dan peradabannya. Dengan kata lain, pendidikan seharusnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas manusia. Negara berkualitas yang layak diakui oleh negara lain adalah tujuan pendidikan dan indikator seberapa sukses pendidikan. Hal ini tercantum dalam Pasal 20 dan 3 UU Sisdiknas tahun 2003, dan tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepribadian, kesehatan, pengetahuan, kewarganegaraan, demokrasi dan tanggung jawab. Upaya pencapaian tujuan pendidikan tersebut dipersembahkan untuk pendidikan formal dan informal. Salah satu bentuk pendidikan formal adalah sekolah yang dipeopori oleh guru. Keberadaan seorang guru adalah untuk memaknai pengetahuan kepada siswanya. Dengan kata lain, guru hadir sebagai jembatan antara siswa dan pengetahuan. Guru mempengaruhi metode yang digunakan, pengalaman yang dimilikinya, dan media yang dipilih sebagai penghubung antara pengetahuan dan siswa. Guru memiliki metode dan pengalaman yang berbeda dalam memberikan Keberhasilan guru dalam menyampaikan informasi membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, diantaranya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan sekolah diselenggarakan atas dasar Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya pasal 45. Pada pasal ini dijelaskan bahwa Diterima Redaksi: 06-06-2022 | Selesai Revisi: 07-06-2022 | Diterbitkan Online: 10-06-2022 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. setiap pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan, intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik. Perpustakaan sekolah dipahami sebagai sebuah pranata yang menopang kegiatan belajar. Perpustakaan sekolah membekali siswa dengan keterampilan belajar seumur hidup . ifelong learnin. dan membantu siswa dalam membangun imajinasi serta mempersiapkan siswa agar bisa menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Perpustakaan sekolah sejatinya bukan hanya sekedar ruang penyimpanan buku. Perpustakaan sekolah yang menyimpan buku koleksi juga dituntut untuk memenuhi fungsi utamanya yaitu memaksimalkan keterpakaian koleksi yang dimiliki. Dengan kata lain, jika sekolah adalah tempat menyelenggarakan proses belajar mengajar, maka perpustakaan memiliki upaya untuk mendayagunakan agar koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemustaka secara maksimal. Upaya yang dilakukan dalam memaksimalkan koleksi yang dimiliki salah satunya adalah menjembatani siswa dengan Siswa perpustakaan, jika ada yang mengenalkan kepadanya. Tugas pustakawan adalah menghubungkan koleksi dengan siswa sehingga dapat memaksimalkan kegunaan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Siswa yang sudah dijembatani dengan koleksi akan memiliki memecahkan masalah, penyerapan informasi, dan keahlian dalam teknologi komunikasi turut meningkat dengan kerjasama yang dibangun antara guru dan pustakawan. Peneliti berasumsi bahwa literasi informasi adalah pokok utama yang seharusnya dimiliki siswa mulai tingkat sekolah menengah atas hingga tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan Kurikulum 2013 disusun dengan mengembangkan tiga ranah kompetensi, yaitu dengan memperkuat ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan. Ketiga ranah ini disusun dengan seimbang. Dalam arti lain, kurikulum 2013 memiliki ruh literasi informasi. Hal ini didasari dengan scientific approch yang biasa dikenal dengan 5M yaitu mengasosiasi, dan menyimpulkan. Sedangkan, literasi informasi juga dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam memilah sumber informasi, bijak dalam mengolah informasi dan mampu mengambil Asumsinya, perpustakaan yang membekali siswa dengan literasi informasi dalam rangka memberikan keterampilan seumur hidup mampu membantu dalam memperkuat Kurikulum 2013, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. pembelajaran serta menerapkan Kurikulum 2013 sebagai acuan. Menurut hemat peneliti. SMA Muhi sudah memiliki perpustakaan yang sangat representatif untuk pembelajaran. Bahkan. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berdasarkan SK Nomor 05/1/ee/Vi. 2015 dinyatakan terakreditasi A. Selain itu, perpustakaan Muhi ini berhasil mengungguli 9 peserta final lomba perpustakaan se-Indonesia yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional pada tanggal 1-2 Agustus 2016 silam. Tidak hanya itu, perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta adalah perpustakaan yang aktif melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan literasi informasi dimana peneliti berasumsi bahwa literasi informasi adalah media yang berkaitan langsung dengan peran yang dilakukan baik guru dan pustakawan di setiap sekolah. Dengan kondisi perpustakaan yang pro-aktif dalam mengembangkan potensi diri peneliti berasumsi bahwa perpustakaan SMA Muhi ini adalah perpustakaan yang dapat dijadikan acuan dalam kesuksesan implementasi Dengan demikian peneliti tertarik mengupas apa-apa saja yang telah dilakukan pustakawan dalam kesuksesan dan pencapaian tujuan Pendidikan di sekolah ini. Penelitian ini bukanlah penelitian pertama yang Penelitian ini sudah pernah dilakukan oleh Arief Rachman Badrudin yang bertujuan untuk mengetahui pengelolaan perpustakaan sekolah dalam mendukung implementasi Kurikulum 2013 (Kurtila. kendala-kendalanya merealisasikan Kurtilas tersebut di SMK Wiradikarya Ciseeng Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa pengelolaan perpustakaan di SMK Wiradikarya Ciseeng Bogor cukup mendukung dalam merealisasikan Kurikulum 2013 (Kurtila. terutama dalam mencapai tujuan pembelajaran di sekolah, namun pengelolaan sarana perpustakaan saat ini lebih diprioritaskan pada penyediaan koleksi bahan pustaka, penyediaan dan penataan ruang baca pengunjung dan adanya penataan koleksi buku dengan baik serta adanya tenaga pustakawan yang ahli dalam bidangnya. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Kiurikulum 2013 disusun dan dikembangkan oleh tiga ranah kompetensi, yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan Ranah kompetensi ini erat kaitannya dengan literasi informasi. Dalam arti lain, pustakawan pengimplementasian kurikulum 2013 ini dan bentuk peran serta pustakawan adalah subjek sekaligus objek pada penelitian ini. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta . elanjutnya disebut dengan SMA Muh. adalah sekolah yang memiliki perpustakaan sebagai sarana pendukung DOI: Lisensi: 16 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat Penelitian ini dilakukan secara umum di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan secara khusus di perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Juni 2017. Pustakawan ditunjuk sebagai keyperson. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan salah satu SMA yang ada di Yogyakarta dan mengacu pada Penerapan kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta didukung penuh oleh sivitas akademika sekolah, termasuk pustakawan. Penerapan kurikulum 2013 merupakan salah satu sarana yang digunakan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta untuk mencapai visi dan misi yang Demikian pula perpustakaan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berperan sebagai unit implementasi teknologi sekolah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah sebagaimana tersebut di atas. Selain dua poin tersebut, peningkatan sumber daya seluruh sekolah merupakan salah satu dari langkah yang SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung merupakan bagian dari sumber daya sekolah. Guru, staf, dan pustakawan juga merupakan sebagian dari sumber daya yang tercakup. Demikian pula unit kesehatan sekolah, koperasi, perpustakaan, dll ditujukan untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan Muhammadiyah. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tentunya dioperasikan sebagai lembaga induk sekaligus Bagi Muhammadiyah, keberadaan perpustakaan sekolah lebih dari sekedar pelengkap, melainkan sebagai media pendidikan, tempat belajar, kajian singkat, pemanfaatan teknologi informasi, alternatif kelas, dan sumber informasi. Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah menawarkan berbagai macam koleksi, dan diharapkan masyarakat sekolah dapat memanfaatkannya secara mandiri sebagai media proses Media pendidikan ini tentunya ditujukan kepada guru untuk memperoleh materi yang diberikan dalam pembelajarannya. Perpustakaan harus menjadi pionir yang memungkinkan guru memiliki keinginan untuk membaca di luar buku teks dan membawa wawasan kepada guru dan siswa yang diajar. Peran pustakawan tidak terbatas pada akuntan. Perpustakaan bukan hanya gudang untuk menyimpan buku yang menjadi tanggung jawab pustakawan untuk menyimpan buku. Namun, pustakawan adalah agen perpustakaan dan bersedia membantu pengguna dalam menjalankan tugasnya. Dengan kata lain Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan perpustakaan dimana pustakawannya siap mendukung kebutuhan informasi guru yang memiliki kebutuhan informasi baik pembelajaran maupun Demikian pula, pustakawan berusaha menjawab pertanyaan dari siswa untuk tujuan minat dan wawasan akademis mereka. Selain itu. Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah memiliki ruang khas dimana siswa dapat belajar secara mandiri maupun berkelompok, dan dikatakan sebagai kelas alternatif bagi siswa. Selain kehadiran pustakawan yang bersedia memberikan bantuan, pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berupaya menjadi pendengar yang baik untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penggunanya. Yang penting pustakawan menerima kritik dan saran yang membangun untuk perpustakaan yang lebih maju. Di perpustakaan, kenyamanan perpustakaan merupakan hal yang penting. Hal ini terkait dengan kenyamanan pengguna dan akan meningkatkan jumlah kunjungan. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menampung guru dan siswa, atau siapa saja yang memberikan kritik atau saran untuk kemajuan Hal ini mencerminkan bahwa perpustakaan memenuhi kebutuhan setiap pengguna. Seperti halnya fasilitas, koordinator perpustakaan menjelaskan bahwa fasilitas tersebut sering menerima pendapat baik dari guru maupun siswa. Misalnya, penggunaan AC yang disarankan oleh pengguna dilakukan oleh pustakawan untuk kenyamanan Terkait implementasi Kurikulum 2013, pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta memahami bahwa implementasi silabus 2013 tidak mengubah fungsi atau peran perpustakaan secara mendasar. Penting agar perubahan kurikulum yang digunakan tidak secara signifikan mengubah fungsi dan peran perpustakaan. Bagi pustakawan SMA Muhi ini perpustakaan adalah ruang atau wadah pendukung pembelajaran yg dimiliki sekolah menggunakan tanpa berpatokan spesifik pada kurikulum berjalan. Pemahaman ini lahir berdasarkan esensi ataupun filosofis mengenai kurikulum yg terbangun pada Indonesia. Baik Kurikulum 2013, kurikulum 2004, 2006, & sebelumnya mempunyai fokus yg sama yaitu pembelajaran berbasis perpustakaan atau mandiri. Perpustakaan dikatakan mempunyai AuidealismeAy sendiri mengenai bagaimana perpustakaan berjalan memenuhi fungsi perpustakaan itu sendiri. Idealisme ini mengakibatkan perpustakaan nir terpengaruh menggunakan kurikulum yg disepakati. Hanya saja, menggunakan disepakatinya kurikulum 2013 menaruh suplemen supaya pengajar & pustakawan bisa berkoordinasi pada pencapaian tujuan. Suplemen ini yg nantinya dijadikan menjadi indera DOI: Lisensi: 17 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. supaya pengajar & pustakawan bisa berafiliasi pada menaruh pedagogi & pendidikan pada peserta didik. Pemikiran pustakawan tentu mensugesti jalan perpustakaan yg dikelolanya. Pustakawan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta tahu makna perpustakaan secara filosofis menjadi pendukung & pemenuhan informasi. Hal ini mengakibatkan perpustakaan berupaya memenuhi kiprah tersebut. Perpustakaan sebagai unit pelaksana teknis sekolah seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa belajar secara mandiri. Menyediakan perpustakaan dengan sumber, sumber belajar, dan fasilitas yang diperlukan adalah upaya nyata oleh Ini termasuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman dan memiliki koleksi yang tepat dan kebutuhan informasi. Oleh karena itu, perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan perpustakaan yang berpusat pada pengguna. Perpustakaan berfokus pada kebutuhan informasi pengguna, sumber belajar, referensi, koleksi yang relatif lengkap, dan fasilitas perpustakaan. Realisasi kebutuhan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembelajaran, khususnya kurikulum saat ini, sebagai upaya mendukung kurikulum 2013. Upaya Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 tercermin dalam kegiatannya. Ini secara kasar dapat dibagi menjadi berikut: Pertama. Pengembangan Koleksi dan Kelengkapan Fasilitas Semua perpustakaan sekolah berusaha untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, terutama koleksinya. Demikian pula Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berusaha memenuhi kebutuhan koleksi. Hal ini tercermin dalam Rencana Program Kerja Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta setiap tahunnya. Dalam rencana program kerja. Perpustakaan SMA Negeri Muhammadiyah Yogyakarta menentukan hasil yang bermutu dengan pengadaan 300 buku bermutu, antara lain Koleksi Kemuhammadiyahan dan Koleksi Multimedia. Koleksi digital juga penting untuk memenuhi kebutuhan koleksi. Layanan berkualitas tinggi yang dirancang untuk koleksi digital hingga 25 judul koleksi digital per tahun. Untuk memastikan informasi tersebut up to date. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dalam hal ini perpustakaan berlangganan lima surat kabar, sebagaimana dijelaskan pada bagian koleksi dan layanan baik wilayah Yogyakarta maupun seluruh pulau Jawa. Gambar 1 Pameran Koran Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Dokumentasi Pribad. SMA Muhammadiyah 1 Perpustakaan Yogyakarta tidak lengkap dengan koleksi fisik dan digitalnya, tetapi juga menawarkan layanan dari Ijogja. Ijogja adalah aplikasi yang dapat diunduh ke smartphone yang memungkinkan pengguna untuk login melalui akun media sosial seperti Facebook. Koleksi yang terdapat dalam aplikasi yang dapat diunduh dari Play Store ini berisi kurang lebih 153 judul SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Koleksi ini dapat dibaca untuk disewakan dengan prosedur peminjaman ebook. Ada sekitar 10 perpustakaan yang bekerja sama dengan aplikasi Ijogja. Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Lembaga Diklat DIY. Perpustakaan dan Informasi PWM DIY. Dinas Kebudayaan DIY. SD BSE. Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunung Kidul. SMA BSE. SMA Negeri 2 Bantul. SMP BSE, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. DOI: Lisensi: 18 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Gambar 2 Perpustakaan SMA Muhi bagian dari IJogja. SMA Muhammadiyah 1 Koleksi Perpustakaan Yogyakarta diperoleh melalui pembelian, hadiah dan Pembelian koleksi ini didasarkan pada program kerja yang disetujui setiap tahun. Program kerja yang disepakati dalam rapat kerja ini disesuaikan dengan anggaran SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Tidak seperti hadiah atau hibah. Koleksi hadiah tersebut pernah diterima oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Agustus 2016. Hasil dari penampilan Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Ajang Lomba Perpustakaan, berhasil meraih koleksi 500 hadiah. Pengumpulan beasiswa ini biasanya dari lulusan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pengelolaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta terus dilakukan. Dari menerima koleksi dari agen dan penerbit hingga berita acara, katalogisasi, katalogisasi, entri data, dan penyediaan buku hingga layanan yang dioperasikan Kedua. Peningkatan layanan Selain memiliki job description dalam pengelolaan bahan pustaka, setiap pustakawan dan staf perpustakaan juga melakukan layanan sewaktu waktu dibutuhkan. Sebagaimana dijelaskan bahwa Auiya, sama aja. saya kan pengolahan, klo lagi selo ya layanan. Ay. Sebagaimana yang dijelaskan pada bab sebelumnya, masing masing bidang di perpustakaan memiliki job description yang Hanya saja, pembagian job description ini tidak berlaku secara mutlak. Maksudnya adalah pustakawan bagian pengelola bukan berarti tidak diperkenankan dalam memberikan layanan. Dalam arti lain, job description berlaku sebagai penanggung jawab masing masing kegiatan. Beberapa layanan dimiliki Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pertama, layanan sirkulasi adalah layanan peminjaman. Layanan ini dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan karena layanan ini paling sering digunakan pemakai dan langsung berhubungan dengan Karenanya layanan ini dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan. Kegiatan layanan sirkulasi di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta terdiri dari proses peminjaman dan pengembalian buku, pencatatan penggunaan ruangan guna proses belajar mengajar, serta pencatatan kunjungan ke SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sasaran mutu layanan ini dirumuskan pada program kerja tahunan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta unit Perpustakaan. Diantaranya adalah tercapainya kunjungan minimal 125 pemustaka/hari, peminjaman koleksi minimal 125 pemustaka/bulan, dan koleksi buku yang dipinjam 225 judul/bulan. Kedua, perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menetapkan target layanan referensi berupa 90% koleksi ditemukan pada setiap penelusuran informasi. Sebagaimana fungsi referensi dari perpustakaan, pustakawan dituntut dapat menjawab atau mengarahkan pemustaka kepada jawaban dari setiap pertanyaan. Ketiga, layanan bebas pustaka adalah layanan pada akhir tahun pelajaran dalam memberi kontrol sirkulasi koleksi pada siswa. Layanan bebas pustaka ini memastikan koleksi yang pernah dipinjam oleh pemustaka dikembalikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemustaka yang berbeda. Keempat, layanan ruang belajar yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan layanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk kegiatan proses belajar mengajar. Ruangan yang diberikan untuk kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan pada ruangan referensi, ruangan sirkulasi, ruangan diskusi, dan lainnya. Terbatas untuk 5 pelajaran per hari. Kegiatan tersedia dari pukul 08:00 hingga 16:00 Kelima, library tour merupakan tawaran pendampingan bagi tamu. Tur perpustakaan ini menampilkan profil sekolah dan perpustakaan di teater Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Resepsi ini dilanjutkan dengan mengajak para tamu untuk melihat langsung situasi perpustakaan. Ketiga. Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta menyadari bahwa asal daya insan merupakan aspek primer pada pengembangan ilmu & instansi, khususnya Muhammadiyah. Hal ini dibuktikan menggunakan adanya aktivitas internal berupa pengajian yg dilakukan setiap bulan yg diikuti sang semua energi kependidikan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta tanpa terkecuali. Dalam setiap aplikasi pengajian mempunyai tema yg bhineka setiap bulannya, ceramah, dilengkapi menggunakan pengumuman-pengumuman krusial lainnya. Peningkatan kinerja SDM ini jua dilakukan menggunakan pembinaan-pembinaan yg dilakukan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pelatihan-pembinaan DOI: Lisensi: 19 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. ini dilakukan secara formal & nonformal. Pelatihan secara nir formal biasa dilakukan seketika apabila pengajar atau pustakawan membutuhkan bimbingan. Sebagai contoh, pengajar yg membutuhkan bimbingan atau pengetahuan mengenai bagaimana memakai mesin apabila memungkinkan pustakawan akan menaruh bimbingan secara pribadi sinkron kebutuhan Begitupun menggunakan bimbingan terkait bagaimana menelusuri warta yg masih ada pada Begitu jua menggunakan kemampuan literasi warta. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta membuka secara terbuka pada siapa saja yg ingin berbagi kemampuan literasi warta. Hal ini terbukti menurut antusias pustakawan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta waktu menaruh jawaban setiap pertanyaan yg diajukan baik sang anak didik juga Kemampuan literasi warta ini lalu sejalan menggunakan kesempatan bagi karyawan khususnya pustakawan mengikuti ataupun mengadakan seminarseminar menjadi pembelajaran. Pustakawan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta berkesempatan sama mengikuti seminar baik nasional juga internasional. Hal ini menaruh kesempatan bagi pustakawan mempunyai wawasan yg luas tentang perpustakaan, global literasi, minat baca & lainnya. Pustakawan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta secara aktif mengikuti pembinaan & Seminar Nasional Perpustakaan menjadi Gerbang Informasi Sehat dalam 15 Maret 2017 diselenggarakan sang Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengutus keliru seseorang pustakawan. Abdul Aziz. Ida Fajar Priyanto. MA. Ph. Staf Ahli Perpustakaan & Dosen S2 Manajemen Informasi Perpustakaan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada adalah pembicara pada seminar ini. Kompol Donny Yulianto . Kasubdit Cyber Crime POLDA Daerah spesial Yogyakarta & Anis Fuad. Ked DEA. Ph. Cand. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada adalah narasumber pada seminar nasional ini. Kotler mengatakan pemasaran adalah proses sosial dan administratif yang memungkinkan individu dan kelompok untuk membuat, mengirimkan, dan menukar produk berharga untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Saya menjelaskan bahwa Anda dapat melakukannya. American Marketing Association (AMA) juga mendefinisikan pemasaran sebagai fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku Di dunia perpustakaan, pemasaran bukanlah tentang bagaimana Anda bisa mendapatkan finansial dari produk yang dijual perpustakaan Anda. Perpustakaan menjual layanan informasi yang memberikan nilai kepada pengguna dan mengelola hubungan mereka dengan pustakawan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan perpustakaan dengan layanan informasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah salah satu alat yang dapat digunakan perpustakaan di bidang layanan pemasaran. Komunikasi perpustakaan dapat dilakukan melalui tindakan proaktif berupa kegiatan yang menunjukkan eksistensi perpustakaan itu sendiri. Begitu pula dengan Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berupaya mempersiapkan guru dan siswa untuk implementasi kurikulum 2013. Selain koleksi, penyediaan peralatan dan pengembangan kinerja pegawai, perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menunjukkan eksistensinya dalam beberapa tahapan. Pertama, perpustakaan akan memperkuat fasilitas berupa Teras Pustaka. Teras Pustaka adalah layanan yang digunakan perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Teras Pustaka merupakan mobil berhias simbol yang menggambarkan identitas Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Teras perpustakaan ini sering digunakan untuk acara di luar sekolah. Misalnya, pada Perayaan Jubilee Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Teras Pustaka digunakan sebagai stand pameran perpustakaan. Begitu jua menggunakan aktivitas dalam 25 Ae 26 Agustus 2017. Yuli Purwanti mengikuti Seminar Nasional SLiMS Community Meetup 2017 pada Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Seminar ini bertemakan AuMembangun Ekosistem Open Source pada Pengembangan PerpustakaanAy. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengikutkan pustakawan pada program-program pembinaan & seminar kepustakaan merupakan bentuk upaya pada pengembangan perpustakaan. Keempat. Eksistensi Pustakawan Muhammadiyah 1 Yogyakarta SMA Perpustakaan dapat menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan pemasaran. Pakar pemasaran Philip Gambar 3: Teras Perpustakaan DOI: Lisensi: 20 Rahmi Yunita. Rilci Kurnia Illahi JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Kedua, pustakawan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta diberikan kebebasan untuk bergabung dengan Himpunan Perpustakaan. Pustakawan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta merupakan anggota dari ATPUSI dan Himpunan Pustakawan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebebasan mengikuti asosiasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna kami. Dengan bergabungnya beberapa himpunan pustakawan di Daerah Istimewa Yogyakarta, pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berkesempatan untuk memulai pengembangan perpustakaan. Diskusi komunitas yang dihadiri pustakawan dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini mengangkat isu-isu terkini di dunia perpustakaan. Selain itu. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menyelenggarakan seminar bagi peminat Salah satu seminar tersebut diadakan pada tanggal 23 Februari 2017. Seminar yang digelar dengan motto "Perpustakaan di era digital natives" ini dihadiri sekitar 200 orang. Peserta seminar ini terdiri dari direksi, guru, pustakawan, aktivis TBM, pengelola organisasi profesi pustakawan, dan mahasiswa ilmu Dr. Kepala Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga (Dikpor. DIY. Baskoro Aji. MM, dan Pengelola Arsip Perpustakaan Daerah (BPAD) DIY Bpk. Budi Wiwowo. SH. MM. Merupakan nara sumber yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan DIY. Tumbuhnya minat baca juga dicapai dengan menarik tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia. Penulis Tere Liye dan Hanum Salsabila adalah dua orang yang diundang dari perpustakaan bekerjasama dengan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk merangsang minat membaca dan menulis siswa. Keempat, pada masa orientasi siswa, siswa baru dikenalkan dengan keberadaan Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pada masa orientasi siswa ini, pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mendapatkan sesi perkenalan khusus di Pelatihan pengguna menjelaskan jenis layanan, jenis koleksi, dan cara mencari informasi di Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demo perpustakaan. Kesimpulan Perpustakaan dengan actor pustakawan memiliki peran/peranan yang fundamental dengan tanpa dipengaruhi oleh kurikulum yang berlaku. Pustakawan berperan dalam menyediakan dan memenuhi akses telusur informasi. kepustakawanan berperan aktif dalam pengembangan koleksi dan kelengkapan fasilitas, peningkatan layanan, peningkatan kinerja sumber daya manusia, dan eksistensi pustakawan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Daftar Rujukan . Ketiga, tumbuhnya minat baca tergambar dalam program kerja harian perpustakaan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Program kerja tahunan telah disetujui oleh Pimpinan. Peningkatan minat baca ini terjadi secara terus menerus dan bertahap. Upaya yang dilakukan diawali dengan pemberian bingkisan kepada anggota perpustakaan/perpustakaan terbaik berupa banyak kunjungan dan banyak pinjaman. Program kerja perpustakaan juga berencana mengunjungi 125 pengguna sehari dan menyewa 225 eksemplar sebulan . roker 2015 Ae 2016 dan 2016 Ae DOI: Lisensi: 21 AuJawaban Nuh tentang Kurikulum 2013,Ay Universitas Negeri Makassar. https://unm. id/jawaban-nuh-tentang-kurikulum2013/ . iakses Jun 02, 2. INDONESIA. AuUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,Ay Surachman. AuPustakawan Asia Tenggara menghadapi Globalisasi dan Pasar Bebas,Ay hlm. Prastowo. Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Yogyakarta: Diva Press, 2012. Coursepack on School/Teacher Librarianship : kumpulan artikel tentang perpustakaan sekolah/guru pustakawan. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2006. Widiasa. AuManajemen perpustakaan sekolah,Ay Jurnal Perpustakaan Sekolah. Tahun, vol. 1, hlm. 1Ae14, 2007. AuProfil Perpustakaan SMA No. 1 di Indonesia. Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Keren Abiz. Pustakawan