BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Peran NPM dalam Memoderasi Hubungan Risiko Pasar dan Risiko Fundamental Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 20192. Diana Puspitasari1. Linda Ayu Oktoriza2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro. Semarang e-mail :dianapuspitasari718@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran NPM dalam Memoderasi Pengaruh Risiko Pasar dan Risiko Fundamental Terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian ini menggunakan variabel penjelas Price to Book Value (PBV) untuk mengukur nilai perusahaan, serta variabel dependne yang terdiri dari risiko pasar yang diukur dengan rasio pasar Price Earning Ratio (PER) dan risiko fundamental yang diukur dengan rasio fundamental Debt Equity Ratio (DER) dan Net Profit Margin (NPM), sebagai moderasi. Pengujian data menggunakan smart PLS untuk data panel sebanyak 39 sampel yang diperoleh selama masa penelitian. Peningkatan hutang (DER) akan berdampak pada kebijakan pembagian dividen sehingga laba tidak optimal, ketika laba tidak optimal maka sinyal perusahaan menunjukkan kinerja perusahaan juga kurang baik sehingga berdampak pada penurunan nilai kinerja perusahaan (PBV). Sedangkan Net Profit Margin (NPM) yang besar menunjukkan bahwa operasional perusahaan berjalan lancar dan memiliki kinerja keuangan yang baik namun tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Temuan selanjutnya adalah Net Profit Margin (NPM) dikatakan sebagai variabel yang berpotensi menjadi variabel moderasi pada hubungan DER terhadap PBV. Dimana peningkatan laba yang optimal mencerminkan pencapaian perusahaan sehingga dapat meningkatkan citra dan nilai perusahaan dan menarik investor dalam menanamkan kembali dananya dalam bentuk permodalan atau bagian dari pendanaan eksternal. Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu indikator investasi yang dilakukan oleh investor. Selain itu, data historis yang diperoleh dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai penjelasan untuk meningkatkan nilai buku perusahaan pada periode yang akan datang. Kata kunci: Price to Book Value (PBV). Price Earning Ratio (PER). Debt Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). Abstrak This study aims to determine the role of NPM in moderating the effect of market risk and fundamental risk on firm value. This study uses the explanatory variable Price to Book Value (PBV) to measure firm value, as well as the dependent variable which consists of market risk as measured by the market price earning ratio (PER) and fundamental risk as measured by the fundamental ratio Debt Equity Ratio (DER). and Net Profit Margin (NPM), as moderation. Data testing used smart PLS for panel data of 39 samples obtained during the study period. An increase in debt (DER) will have an impact on the dividend distribution policy so that profits are not optimal, when profits are not optimal, the company's signal shows that the company's performance is also not good so that it has an impact on decreasing the company's performance value (PBV). Meanwhile, a large Net Profit Margin (NPM) indicates that the company's operations are running smoothly and have good financial performance, but it does not affect the value of the company. The next finding is that Net Profit Margin (NPM) is said to be a variable that has the potential to be a moderating variable in the relationship between DER and PBV. Where the optimal profit increase reflects the company's goals so that it can improve the image and value of the company and attract investors to return their funds in the form of capital or part of external financing. The results of this study can be an indicator of investments made by investors. addition, the historical data obtained in this study can be used as an explanation for increasing the company's book value in the coming period. Keyword : Price to Book Value (PBV). Price Earning Ratio (PER). Debt Equity Ratio (DER). Net Profit Margin (NPM). BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 11 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Pendahuluan Manajer perusahaan sebagai indikator kegiatan perusahaan memiliki kewajiban untuk mengelola perusahaan dengan bijak, baik yang berkaitan dengan pendanaan maupun risiko yang mempengaruhi seluruh kegiatan operasional Setiap perusahaan membutuhkan pendanaan baik internal maupun Kebutuhan dana eksternal akan dibutuhkan jika dana internal tidak mencukupi untuk membiayai operasional sehari-hari. Perimbangan pendanaan dapat memperlancar kegiatan operasional perusahaan, baik yang dilakukan secara rutin maupun yang dilakukan secara berirama atau memiliki tempo. Kelancaran operasional perusahaan dapat membuat perusahaan sehat secara finansial sehingga mengarah pada nilai perusahaan yang optimal. Nilai perusahaan yang optimal sangat dibutuhkan perusahaan karena dapat mencerminkan tingkat pencapaian atau kinerja keuangan perusahaan selama satu periode. Nilai perusahaan yang baik dapat dijadikan indikator oleh investor dalam melakukan kegiatan investasi atau reinvestasi ke dalam perusahaan. Salah satu penilaian perusahaan yang tidak kalah penting adalah pendekatan nilai buku yang diukur dengan Price to Book Value (PBV). Nilai PBV dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk membuat laporan keuangan secara akurat dan terpercaya karena informasi yang terdapat dalam laporan keuangan sangat berguna dalam menciptakan hubungan pasar khususnya bagi investor. Fama dan French . dalam (Ltaifa Ben and Khoufi. Walid, 2. menjelaskan bahwa pendekatan faktor risiko bersifat multidimensi dan finansial, artinya dapat diukur secara finansial dengan menggunakan pendekatan pasar yang diakibatkan aktivitas investasi, yang mana dengan melihat pergerakan harga pasar saham sehingga berpotensi memunculkan risiko pasar. Risiko pasar merupakan risiko yang timbul berkenaan dengan aktivitas pergerakan saham yang dapat mempengaruhi harga saham perusahaan (Buana. Haryanto and Manajemen, 2. dimana tingkat risiko yang tinggi dapat mengisyaratkan tingkat keuntungan yang diperoleh juga akan tinggi dan berlaku sebaliknya. Untuk memantau kegiatan investasi maka dapat dengan melihat dari nilai perusahaan. Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang digunakan untuk melihat nilai perusahaan dari hubungan antara nilai saham dan nilai buku. Jika nilai pasar lebih besar dari nilai buku menunjukkan kinerja perusahaan berjalan lancar (Astuti. Semakin tinggi PBV suatu perusahaan maka investor akan semakin yakin untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga permintaan akan saham juga meningkat. Faktor penentu nilai perusahaan dapat dilihat secara fundamental atau dengan menghitung rasio pasar yang akan dihadapi. Hal pertama dapat dilihat dari kebijakan utang yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER). Kebijakan utang berkaitan dengan pendanaan internal yang tidak mencukupi dalam perusahaan, sehingga kebijakan utang dapat dikatakan sebagai proses penggunaan dengan biaya tetap untuk saham. Perusahaan berharap dapat menciptakan nilai perusahaan yang tinggi. Karena nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan adanya kenaikan harga saham yang dimiliki. Jika harga saham BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 12 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 tinggi maka perusahaan dapat menciptakan kemakmuran bagi pemegang saham karena harga saham yang tinggi menandakan bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang baik sehingga dapat menarik investor untuk berinvestasi dengan membeli saham tersebut. Salah satu saham publik di Indonesia dengan penawaran harga saham terbaik adalah perusahaan sub sektor transportasi. Perusahaan sub sektor transportasi merupakan bagian dari sektor infrastruktur yang keberadaannya memiliki peranan dalam penyumbang pembangunan perekonomian Indonesia. Adanya aktivitas perekonomian memacu pertumbuhan industri transportasi sebagai pendamping dalam pelaksanaan Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statisti. menjelaskan bahwa PDB sektor transportasi mengalami peningkatkan 3,24% di tahun 2021. Rata-rata pertumbuhan nasional berkisar 7,31% per tahun meskipun di tahun 2020 sempat mengalami goncangan penurunan akibat Covid 19 yang melumpuhkan hampir semua aktivitas perekonomian dan transportasi dengan kebijakan pembatasan kegiatan oleh pemerintah setempat yang mengakibatkan kerugian dan penurunan pendapatan perusahaan. Meskipun pertumbuhan sektor transportasi masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,69% di tahun 2021 tetapi setidaknya sektor transportasi memilliki kecenderungan untuk terus meningkatkan kinerja mereka melalui pembenahan internal maupun eksternal setetlah melewati lemahnya perekonomian yang diakibatkan pandemi Covid 19. Karena peningkatan kinerja menjadi indikator kepercayaan investor untuk menanamkan danaya kembali ke dalam perusahaan melalui suntikan modal. Peningkatan kapitalisasi perusahaan yang ditandai dengan dengan tingkat pertumbuhan laba yang besar dan nilai perusahaan yang baik. Laba yang besar tentunya menjadi harapan para investor dan landasan bagi perusahaan dalam mensejahterakan pemegang saham. Pertumbuhan laba yang besar menandakan bahwa harga saham sedang baik, kondisi tersebut menjadi suatu sinyal bagi investor bahwa kinerja perusahaan juga dalam kondisi yang sehat sehingga dapat menjadi daya tarik investor untuk reinvestasi atau membeli saham tersebut sehingga permodalan perusahaan menjadi bertambah dan meningkatkan nilai Berikut ini fenomena bisnis PBV perusahaan sub sektor transportasi periode 2019-2021 : PBV 3,41 2,54 2,67 Gambar 1. Rata-rata PBV periode 2019-2021 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 13 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Sumber : data sekunder Dari data di atas terlihat bahwa rata-rata nilai perusahaan yang tercermin dalam rasio PBV berfluktuasi cenderung mengalami peningkatan, meskipun di tahun 2020 sempat mengalami penurunan yang diakibatkan pandemi Covid 19 yang mana seluruh aktivitas perekonomian yang memanfaatkan jasa transportasi dibekukan sementara atau diberlakukannya kebijakan pemerintah dalam pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran virus covid 19, dan hal tersebut mengakibatkan kegiatan operasional perusahaan dihentikan sehingga berimbas pada pemasukan atau pendapatan perusahaan yang ikut menurun. Naiknya PBV di tahun 2021 menandakan geliat perekonomian yang mulai bangkit sehingga berimbas pada aktivitas pemanfaatan jasa transportasi yang selaras dengan kenaikan tersebut. Dibukanya jasa angkut baik darat, laut, maupun udara menjadi respon positif bagi investasi perusahaan. Penelitian terkait nilai perusahaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti, salah satunya yang dilakukan oleh (Devianasari Luh dan Suryantini. Ni. Putu. Santi, 2. yang menyatakan bahwa PER berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini berarti jika PER meningkat maka nilai perusahaan menurun, yang menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang buruk baik. Di sisi lain (Nopiyanti Dewa. Ayu dan Darmayanti. Ni. Putu. Ayu, 2. menyatakan sebaliknya, bahwa PER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan ynag mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat . Dengan mengetahui nilai PER, seorang investor atau calon investor dapat menganalisis apakah perusahaan sedang dalam kondisi yang baik atau tidak sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam menginvestasikan danannya kembali. (Azizah Farah. Prasetyo. Dimas. Zahroh, 2. menyatakan bahwa NPM berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dzulfikar Dwi Wahyu, 2. menyatakan bahwa NPM berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. (Astuti Yunita. Laras. dan WA. Armaleia. Yeni, 2. menyatakan bahwa utang yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio berpengaruh namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Market to book Ratio. Penelitian (Baker and Wurgler, 2. dan (Liu, 2. menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara debt ratio dengan price to book value. (Albanez and de Lima, 2. menyatakan bahwa utang berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa peningkatan utang sejalan dengan tingkat laba yang diterima, dengan asumsi tidak ada utang macet. Hal ini sesuai dengan teori Brigham . dalam (Laiho, 2. yang menyatakan bahwa keputusan pembiayaan sejalan dengan risiko dan tingkat pengembalian yang akan diterima, jika penggunaan hutang tinggi maka tingkat pengembalian yang diterima akan meningkat. Pengembalian tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh risiko pasar dan risiko fundamental terhadap nilai perusahaan dengan NPM (Net Profit Margi. sebagai moderasi dengan menggunakan variabel penjelas PBV untuk mengukur nilai perusahaan, serta variabel independen yang terdiri dari Risiko pasar diukur BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 14 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 dengan rasio pasar Price Earning Ratio (PER) dan risiko fundamental yang diukur dengan rasio fundamental Debt Equity Ratio (DER). Tinjauan Pustaka . Signaling Theory Perusahaan memberikan sinyal berupa laporan tahunan yang berisi informasi keuangan perusahaan untuk periode tertentu (Karasek et al, 2. Elemen kunci dari Signaling Theory adalah signaling atau manajemen di dalam perusahaan (Taj, 2. Manajemen memiliki informasi yang jauh lebih baik daripada siapa pun mengenai kondisi keuangan perusahaan. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan memberikan sinyal baik kepada pemilik maupun investor. Setelah memperoleh informasi pribadi mengenai kondisi perusahaan, manajemen sebagai pengambil keputusan dapat mengumumkan atau tidak mengenai informasi yang diterimanya. Informasi ini mengandung sinyal positif dan negatif tergantung dari berita yang disampaikan kepada publik. Sinyal tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk atau informasi tentang kondisi perusahaan saat ini. Informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada investor secara terbuka dapat berpengaruh langsung terhadap keputusaninvestor dalam berinvestasi (Khairunnisa. Taufik and Thamrin, 2. Pecking Order Theory Pecking Order Theory menjelaskan bahwa pendanaan perusahaan adalah dengan mengikuti dengan urgensi dan preferensi. Artinya pendanaan internal dilakukan terlebih dahulu, jika tidak memungkinkan dapat mengambil pendanaan dari luar perusahaan (Zhao Ani L. and Barry. Katchova Peter. J, 2. Misalkan saham dan pembiayaan dari utang. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap perusahaan akan membutuhkan pendanaan dan menggunakan pendanaan eksternal melalui hutang. Pendanaan dari hutang yang tinggi dapat menghambat pencapaian kinerja perusahaan, semakin banyak hutang yang digunakan dalam pendanaan internasional perusahaan dapat menurunkan nilai perusahaan. Price to Book Value (PBV) Nilai perusahaan dapat diartikan sebagai nilai pasar karena berkaitan dengan kepentingan manajemen sebagai pengelola untuk kesejahteraan pemegang saham. Nilai perusahaan dapat optimal jika pengelolaan operasional dilakukan secara optimal. Nilai perusahaan dapat diukur melalui Price to Book Value (PBV)(Cordeiro da Cunha Arayjo and Andry Veras Machado, 2. Pendekatan faktor risiko mengasumsikan bahwa risiko dapat diperoleh dari pengelolaan yang sistematis dan risiko yang tidak tercakup dalam CAPM. Fama dan French . dalam (Cordeiro da Cunha Arayjo and Andry Veras Machado, 2. mengembangkan model tiga faktor melalui faktor pasar, ukuran perusahaan, dan rasio buku (Billing K and Morton. Richard M, 2. Perspektif yang dikembangkan terkait dengan interpretasi hubungan empiris antara nilai pasar dan rata-rata return saham searah. Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang digunakan untuk melihat nilai perusahaan dari hubungan antara nilai saham BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 15 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 dan nilai buku. Jika nilai pasar lebih besar dari nilai buku menunjukkan kinerja perusahaan berjalan lancar (Astuti Yunita. Laras. dan WA. Armaleia. Yeni, 2. Semakin tinggi PBV suatu perusahaan maka investor akan semakin yakin untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga permintaan akan saham juga Semakin besar nilai pasar maka semakin besar tingkat pengembalian yang diharapkan sehingga nilai perusahaan juga akan meningkat. Keuntungan tak terduga diperoleh dari nilai buku yang lebih besar dari nilai pasarnya (Beaver Stephen. , 2. Jika nilai PBV meningkat menandakan harga saham perusahaan juga meningkat di pasar saham sehingga pada akahirnya dapat meningkatkan return saham perusahaan tersebut dan otomatis kesejahteraan pemegang saham atau investor juga akan meningkat (Astuti Yunita. Laras. WA. Armaleia. Yeni, 2. Meningkatnya nilai perusahaan menandakan bahwa kesejahteraan pemegang saham dapat terjaga. Karena nilai perusahaan yang tinggi menandakan harga saham juga tinggi artinya, perusahaan dalam kondisi kinerja yang baik (Dwiputra and Cusyana, 2. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Perumusan Hipotesis Indikator perkembangan dan pertumbuhan perusahaan dapat dilihat melalui Price Earning Ratio (PER). PER menggambarkan respon pasar yang baik terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Lestari, 2. Penghasilan yang diperoleh mencerminkan keuntungan nyata. Manajer terlibat langsung dalam manajemen laba (Chang. Liang and Yu, 2. Earning management atau kemampuan manajemen laba digunakan oleh perusahaan dalam mengestimasi analisis harga saham untuk meningkatkan kinerja PER merupakan tolok ukur investor untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba di masa depan (Ramadhani, 2. Semakin tinggi nilai PER menandakan bahwa harga saham perusahaan juga semakin meningkat sehingga memberikan informasi bahwa nilai perusahaan dalam kondisi baik dan terjaga, maka tidak salah jika investor atau calon investor menanamkan dananya pada perusahaan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1: PER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (PBV) Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dapat dilihat dari komposisi rasio Net Profit Margin (NPM) yang seimbang. NPM yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki pencapaian yang baik dari segi kinerja dan nilai perusahaan. Semakin besar nilai NPM maka menandakan semakin efisien perusahaan dalam beroperasi (Nengsih, 2. NPM sangat erat kaitannya dengan nilai perusahaan, dimana NPM merupakan cerminan dari laba operasional (Halik, 2. Jika laba operasional yang dihasilkan optimal maka investor akan tertarik untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi sehingga nilai perusahaan akan meningkat. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2: NPM berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (PBV) BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 16 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Permodalan baik dari internal maupun eksternal merupakan tanggung jawab manajer sebagai pengelola perusahaan. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap perusahaan akan membutuhkan pendanaan dan menggunakan pendanaan eksternal melalui hutang yang dapat diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER). Rasio tersebut diapat dijadikan sebagai indikator penilaian hutang perusahaan (Marthalova and Ngatno, 2. Rasio ii mencerminkan proporsi besaran hutang terhdap modal (Aulia, 2. Pendanaan dari utang dapat menambah beban kewajiban yang harus ditanggung tetapi dapat digunakan sebagai pengurang beban pajak akibat pembebanan bunga atas utang tersebut. Pendanaan dari utang yang tinggi dapat menurunkan kinerja keuangan perusahaan sehingga berdampak pula pada penurunan nilai perusahaan dengan kesimpulan tidak ada piutang tak tertagih. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H3: DER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (PBV) Net Profit Margin (NPM) menggambarkan laba operasional yang didapat oleh perusahaan dari aktivitas penjualan bersih. Rasio NPM termasuk salah satu bagian dari rasio profitabilitas yang harus diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investor sebagai pemililk modal akan melakukan investasi (Saputra. Pawenang and Damayanti, 2. Semakin tinggi NPM maka laba operasional yang didapat semakin tinggi yang mengindikasikan bahwa produktivitas perusahaan dalam kondisi yang baik sehingga menunjukkan nilai perusahaan juga baik sehingga kondisi tersebut dapat mempengaruhi kepercayaan investor untuk menginvestasikan dananya ke dalam perusahaan. Selain itu meningkatkan kepercayaan kreditor dalam memberikan bantuan pendanaan eksternal karena melihat nilai perusahaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis ke 4 dan ke 5 sebagai H4: NPM memoderasi hubungan PER terhadap nilai perusahaan (PBV) H5: NPM memoderasi hubungan DER terhadap nilai perusahaan (PBV) Adapun model penelitian yang dapat dikembangkan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : PER PBV NPM DER BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 17 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Gambar 2. Model Penelitian Metode Pengumpulan data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder sebagai objek penelitian. Sedangkan objek penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam perusahaan sub sektor transportasi di Indonesia periode 2019-2021. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria bahwa perusahaan sub sektor transportasi yang menyediakan laporan keuangan lengkap selama periode penelitian dilakukan dan menyediakan data laporan keuangan yang lengkap sesuai rasio yang dibutuhkan sebagai berikut : Tabel 1. Sampel Penelitian Kriteria Pengambilan Sampel Jumlah Sampel Perusahaan sub sektor transportasi periode 2019 -2021 Perusahaan yang tidak menyediakan laporan keuangan lengkap Jumlah data Sumber : w. Dari tabel di atas maka jumlah keseluruhan data yang didapat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 468 data didapat dari 39perusahaan x 3th x 4 variabel. Sehingga didapat jumlah kecukupan data yang dapat mendukung proses pengolahan data selanjutnya. Variabel Penelitian Variabel penelitian yang digunakan meliputi sebagai berikut : Variabel Dependen : harga saham Price to Book Value = nilai buku saham . Variabel Independen : Price Earnings Ratio = nilai per saham laba per lembar saham total hutang Debt to Equity Ratio = total ekuitas x 100% . Variabel Moderasi laba bersih Net Profit Margin = x 100% Hasil dan Pembahasan BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 18 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Uji Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas dan reliabilitas merupakan langkah awal sebelum dilakukannya uji hipotesis untuk melihat apakah variabel yang digunakan konsisten dapat digunakan dalam pengembangan model penelitian. Uji Validitas dengan Outer Loading Factor Adapun hasil uji validitas dapat dilihat dari Covergent Validity dengan mengevaluasi hasil yang dibandingkan dengan loading factor masing-masing variabel terhadap nilai signifikansi alpha 5%. Dapat dijelaskan bahwa hubungan variabel X1 (PER) terhadap Y (PBV) tidak signfikan pada alpha 5% tetapi hubungan variabel X2 (DER) terhadap Y (PBV) signifikan pada alpha 5%. Berikut ini output model pengukuran yang dapat ditampilkan : Gambar 3. Output Smart PLS Sumber : Smart PLS 4 Uji Reliabilitas dengan Outer Composite Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dalam suatu penelitian. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dengan melihat hasil pengolahan data nilai yang terdapat pada nilai Composite Reliability adalah sebagai berikut: Tabel 2. Uji reliabilitas dengan Outer Composite Composite reliability Variable PER NPM DER PBV Sumber : Smart PLS 4 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 19 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Dari tabel 1 terlihat bahwa semua variabel memilliki composite reliability > 0. 8, yang menandakan bahwa semua variabel independen eligible untuk dilakukan pengujian berikutnya terhadap variabel dependen. Uji Kelayakan Model dengan Inner Model Pengujian dengan melihat Inner model test results digunakan untuk melihat seberapa baik nilai pengematan sebuah objek yang dihasilkan oleh model. Inner model dapat dilihat dari besarn nilai R_square sebagai berikut : Tabel 3. Nilai R Square Adjusted R Square 0,607 0,589 Sumber : Smart PLS 4 R Square Dari tabel 2 diketahui nilai R square sebesar 0,607 atau 60,7% yang menjelaskan bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 60,7% sedangkan sisanya 39,3% dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Chin . mengkategorikan kuat lemahnya hubungan antar variabel menjadi 3 . kategori berdasarkan nilai R square. Yaitu jika nilai R square >0,67 maka dikatakan sebagai hubungan yang kuat, jikai nilai R >0,33 maka dikatakan hubungan yang moderat dan jika nilai R square >0,19 maka dikatakan bsegai hubungan yang lemah. Berdasrkan keterangan di atas maka koefisien determinasi untuk variabel PBV tergolong moderat Pengujian Hipotesis Acuan dalam penentuan diterima dan ditolaknya sebuah hipotesis penelitian adalah berdasarkan nilai t-statistik yang dapat dibandingkan dengan nilai t-tabelnya. Kriteria pengujian yang menjadi acuan adalah jika t-hitung lebih besar dari ta tabel maka hipotesis dinyatakan diterima, sebalikanya jika t hitung lebih kecil dari t tabel maka hipotesis diynatakan ditolak. Adapun dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikasi 5% atau alpha 5% yang berarti bahwa t tabel yang digunakan adalah 1,96. Hasil uji hipotesis dapat terlihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 4. Uji Hipotesis (Bootstrappin. DER -> PBV NPM -> PBV PER -> PBV NPM x PER -> PBV NPM x DER -> PBV Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Sumber : Smart PLS 4 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 20 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Dari tabel di atas diketahui bahwa Hipotesis 1 yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif terhadap PBV adalah diterima, yang dilihat dari nilai tstatistik lebih besar dari nilai t-tabel . ,150 > 1,. Hipotesis 2 yang menyatakan bahwa NPM berpengaruh positif terhadap PBV adalah ditolak, yang dilihat dari nilai t-statistik lebih kecil dari nilai t-tabel ,642 < 1,. Hipotesis 3 yang menyatakan bahwa PER berpengaruh positif terhadap PBV adalah ditolak, yang dilihat dari nilai t-statistik lebih kecil dari nilai t-tabel ,413 < 1,. Hipotesis 4 yang menyatakan bahwa NPM memoderasi hubungan PER terhadap PBV adalah ditolak, yang dilihat dari adalah ditolak, yang dilihat dari nilai t-statistik lebih kecil dari nilai t-tabel . ,700 < 1,. Hipotesis 5 yang menyatakan bahwa NPM memoderasi hubungan DER terhadap PBV adalah diterima, yang dilihat dari nilai t-statistik lebih besar dari nilai t-tabel . ,188 >1,. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan . DER berpengaruh positif terhadap PBV. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat hutang yang digunakan sebagai pendanaan . dapat mencerminkan nilai perusahaan dalam kondisi yang baik. Dikarenakan adanya kepercayaan dari investor untuk menanamkan dananya ke dalam perusahaan. Persepsi investor sangat berperang penting dalam perkembangan Semakin tinggi DER menandakan nilai perusahaan semakin baik. NPM berpengaruh positif terhadap PBV tetapi tidak signifikan. Semakin tinggi pendapatan yang diterima perusahaan merupakan hasil kepercayaan investor dalam pendanaan. Maka persepsi investor akan meningkat dan berimbas pada nilai perusahaan (Sukmayanti and Sembiring, 2. Tetapi investor juga melihat bahwasanya nilai perusahaan yang tinggi juga memiliki risiko yang tinggi sehingga mereka akan menahan investasinya dengan pertimbangan lain. NPM memoderasi hubungan DER terhadap PBV. Hal tersebut menandakan bahwa jika laba operasional yang diterima perusahaan meningkat maka kepercayaan investor dalam menanamkan dana dalam bentuk permodalan ke dalam perusahaan juga meningkat. Semakin investor percaya maka keyakinan semakin kuat sehingga nilai perusahaan semakin meningkat. Nilai perusahaan yang meningkat merupakan cerminan harga saham perusahaan tersebut sedang bagus atau tinggi. Sehingga penawaran di pasar modal juga akan semakin baik. Saran Adapun saran yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian berikutnya adalah : Disarankan menambahkan variabel bebas lainnya yang belum pernah digunakan dalam penelitian agar diperoleh gambaran hasil yang dapat lebih jelas dan lebih akurat lagi. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 21 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Penambahan jumlah periode pengamatan dan objek penelitian menjadikan hasil pengolahan data akan lebih baik. Bagi perusahaan hendaknya memperhatikan faktor apa saja yang dapat meningkatkan nilai perusahaannya sehingga dapat menarik minat investor untuk segera menginvestasikan dananya ke dalam perusahaan Daftar Pustaka