P a g e | 56 Jurnal Kesehatan Primer Vol 10. No. May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp The Effect of the Distraction Technique with Watching Video Cartoons on Reducing Scale of Pain During Intravenous (IV) Line Insertion in the Emergency Room Siti NaAoimah1. Widuri2 Program Pendidikan Profesi Ners. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Program Pendidikan Keperawatan Program Sarjana. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Email: siti. naimah193@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: April/12/2025 Revised date: May/20/2025 Accepted date: May/30/2025 Keywords: Intravenous (IV) Line Insertion. Distraction Tecnique. Pain ABSTRACT/ABSTRAK Background: Intravenous (IV) Line Insertion is a procedure that involves puncturing a vein and causing significant pain and stress in children. The pain and fear experienced during childhood can increase the potential for avoiding medical care in adulthood. Aims: to determine the effectiveness of providing cartoon video distraction in reducing pain in children undergoing IV drips Method: This study was conducted in the Emergency Room of Dr. Soerojo Hospital in November December 2024 involving 66 children who were going to receive IV treatment, the research sample was divided into two groups, namely the intervention group and the control group. The intervention group received treatment in the form of watching cartoon videos for 5 to 10 minutes, while the control group received standard therapy in the form of deep breathing distraction techniques. Result: There was a significant difference in the pain scale in children who received distraction techniques by watching cartoon videos compared to children who only received standard therapy when the infusion was installed . value = 0. Conclusion: Providing cartoon video distractions has been proven effective in reducing pain in children undergoing Intravenous puncture. Kata Kunci: Pemasangan Infus. Teknik distraksi. Nyeri P a g e | 57 Latar Belakang: Pemasangan infus berupa tindakan penusukan pembuluh darah vena dapat menyebabkan rasa sakit dan stres yang signifikan pada pasien-pasien. Rasa sakit dan ketakutan yang dialami selama masa pasien-pasien dapat meningkatkan potensi untuk menghindari perawatan medis di fase dewasa. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian distraksi video kartun dalam mengurangi nyeri pada pasien yang dilakukan pemasangan infus. Metode: Penelitian ini dilakukan di IGD Rumah Sakit dr Soerojo pada bulan November Ae Desember 2024 dengan melibatkan 66 pasien yang akan mendapatkan tindakan pemasangan infus, sampel penelitian terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapat perlakuan berupa menonton video kartun selama 5 sampai 10 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar berupa tehnik distraksi napas dalam. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan terhadap skala nyeri pada pasien yang mendapatkan tekhnik distraksi dengan menonton video kartun dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan terapi standar pada saat dilakukan pemasangan infus . value = Kesimpulan: Pemberian distraksi video kartun terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien yang dilakukan pemasangan infus. CopyrightA Year Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: Siti NaAoimah Program Pendidikan Profesi Ners. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Email: siti. naimah193@gmail. P a g e | 58 INTRODUCTION Prosedur pemasangan infus intravena merupakan sebuah metode yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalanai pengobatan maupun terapi di Rumah Sakit. Tindakan ini sering dianggap sebagai sesuatu prosedur menyakitkan dan menakutkan terutama bagi pasien pasien (Bennett & Cheung, 2. Prosedur menyakitkan dari proses penanganan penyakit sejak awal masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat. Tindakan penusukan pembuluh darah vena dapat menyebabkan rasa sakit dan stres pasien-pasien (Parameswaran, 2. (Ferraz-Torres et al. Rasa sakit dan ketakutan yang dialami selama masa pasien-pasien dapat meningkatkan potensi untuk menghindari perawatan medis di fase dewasa Oleh karena itu, penting untuk mengelola intervensi dalam mengurangi rasa sakit dan takut saat prosedur penusukan pembuluh darah vena pada pasien-pasien. Beberapa menunjukkan bahwa pasien pasien cenderung takut, memberontak dan menangis ketika akan dilakukan pemasangan infus (Colin et al. , 2. (Farida et al. , 2. Intervensi yang umum diberikan ketika pemasangan infus pasien yang sudah terlaksana di IGD adalah teknik napas dalam (Rahayu, 2. Namun, hal ini belum cukup efektif karena pasien cenderung berada dalam kondisi stres atau takut tetika akan memungkinkan intruksi napas dalam tidak terlalu efektif mengurangi nyeri pasien (Sholeh et al. Menonton video kartun merupakan salah satu teknik distraksi terhadap nyeri yang mudah untuk dilakukan pada pasien terutama pada pasien anak. Kartun cenderung memiliki suara yang menarik, karakter yang lucu serta warna yang cerah sehingga mampu menarik perhatian pasien-pasien. Beberapa studi menyatakan bahwa menonton video kartun dapat mengurangi rasa cemas dan nyeri pada pasien saat menjalani prosedur medis seperti imunisasi, pengambilan darah, atau pemasangan infus. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak data empiris untuk memperkuat efektivitas teknik ini khususnya pada konteks pemasangan infus. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik distraksi menggunakan video kartun efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien yang dilakukan pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat (IGD). RESEARCH METHOD Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan post-test only design with control group. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komisi Etik dan Hukum RSJ Prof dr. Soerojo Magelang dengan no: DP. 03/ D. xVI. 12 /13/ Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 2024 di RSJ Prof dr. Soerojo Magelang unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan melibatkan 66 responden melalui incidental sampling dengan kriteria inklusi diantaranya adalah pasien yang akan dilakukan pemasangan infus di IGD rentang usia 6-12 tahun, didampingi oleh keluarga dan tidak dalam kondisi penurunan kesadaran. Instrumen yang digunakan untuk menilai skala nyeri pada reponden menggunakan instrumen Wong Baker Face (Garra et al. , 2. , sedangkan tekhnik distraksi menonton video kartun dilakukan dengan cara reponden menonton film animasi dengan durasi 5 sampai 10 menit menggunakan media tablet Analisis data uji Mann-whitnney. RESULTS AND DISCUSSION RESULTS Hasil Penelitian ini terbagi kedalam dua kategori utama yaitu data karakteristik responden dan hasil analisa bivariate. Karakteristik responden penelitian berupa menghasilkan distribusi dan jenis kelamin, usia, ukuran kanul. P a g e | 59 riwayat perawatan dan support sistem yang disajikan pada tabel. Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden . Kategori Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 6 tahun 7 tahun 8 tahun 9 tahun 10 tahun 11 tahun 12 tahun Ukuran kanul Nomor 26 Nomor 24 Nomor 22 Nomor 20 Frekuensi . Presentase (%) Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu 36 pasien . 5%), berusia 8 tahun sebanyak 15 . 7%), menggunakan ukuran kanul infus 24 sebanyak 43 . ,2%). Perbandingan Skala Nyeri Kelompok Intervensi dengan kelompok kontrol Tabel 2. Perbandingan Skala Nyeri saat pemasangan infus . Skala Nyeri Kelompok Kontrol Intervensi (%) Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Total Ket: *Mann Whitney, signifikan < 0. Berdasarkan Tabel diatas, diketahui bahwa sebagian besar pasien pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi berada pada tingkat nyeri ringan, namun pada kelompok intervensi memiliki jumlah responden dengan kategori tidak nyeri lebih banyak 9 . dibanding kelompok kontrol 3 . 4%), dan jumlah responden dengan kategori nyeri sedang lebih sedikit 7 . ,75%) dibanding kelompok kontrol 11 . ,66%). Hasil analisis uji bivariat diperoleh p Value 0. 01 yang artinya adalah pemberian distraksi video kartun terbukti efektif mengurangi nyeri pada saat pemasangan infus pasien pasien di IGD. DISCUSSION Data hasil penelitian menunjukkan pada kelompok yang diberikan video kartun berada pada tingkat nyeri ringan dan tidak nyeri yang lebih banyak disbanding pada kelompok kontrol. Penggunaan video kartun sebagai teknik distraksi dapat mengurangi nyeri secara signifikan. Fakta ini memberikan landasan kuat bahwa teknik ini bisa diterapkan dalam praktik klinis sebagai salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologis pada pasien-pasien. Hasil penelitian sejalan dengan (Colin et al. , 2. yang menyebutkan bahwa distraksi menggunakan media video game terbukti efektif mengurangi nyeri pada pasien yang dilakukan pemasangan infus di IGD. Penelitian lain yang serupa dilakukan oleh (Akhyar et al. , 2. dan (Sajeev et al. , 2. menyebutkan bahwa menonton kartun dapat mengurangi nyeri pada pasien yang dilakukan pemasangan infus di IGD. Hasil penelitian tersebut diasumsikan karena menggunakan metode penelitian yang sama yaitu quasy eksperimen dengan karakteristik inklusi yang hampir sama yaitu pasien yang dirawat di IGD yang akan dilakukan pemasangan infus dengan kriteria usia 6-12 tahun. Nyeri diidentifikasi sebagai sinyal distres tubuh untuk perlindungan (Cornish et al. , 2. Nyeri bertindak sebagai suatu peringatan bahwa jaringan sedang mengalami kerusakan (Felemban P a g e | 60 et al. , 2. Salah satu stimulasi yang dapat merangsang rasa nyeri yang sering dialami saat di rumah sakit, terutama pada pasien-pasien adalah saat dilakukan pemasangan infus (Wong & Choi. Salah satu teknik distraksi yang dapat dilakukan pada pasien dalam penatalaksanaan nyeri adalah dengan menonton kartun animasi (Delgado et al. , 2. Teknik distraksi menonton kartun animasi dinilai mampu mengatasi masalah keperawatan nyeri saat pemasangan infus pada pasien (Dyzkaya et al. , 2. Mekanisme distraksi bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien dari stimulus nyeri ke stimulus yang lebih menyenangkan atau menarik. Teori kontrol gerbang nyeri . ate control theor. menjelaskan bahwa sinyal nyeri yang mencapai otak dapat dikurangi dengan adanya rangsangan sensorik lain yang bersifat non-nyeri (Trachsel et al. , 2. Dalam konteks ini, video kartun berfungsi sebagai rangsangan yang mengalihkan fokus pasien dari rasa nyeri, sehingga persepsi nyeri yang dirasakan berkurang (Younanda et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian dari nangil et al. , . dan (Yildirim et al. , 2. hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh tekhnik distraksi visual . enonton animasi kartu. terhadap tingkat nyeri pasien saat pemasangan infus di ruang IGD. Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan yustyn et al. , . yang menyatakan bahwa teknik distraksi audiovisual dengan menonton video kartun terbukti efektif dalam upaya menurunkan skala nyeri saat pemasangan infus di IGD terhadap pasien usia sekolah (Wong & Choi, 2. Peneliti berasums karakteristik pasien pasien dalam penelitian hampir sama yaitu kategori pasien usia sekolah dengan rentang usia 6-12 tahun dan dilakukan pemasangan infus di IGD. Keterbatasan pada pada penelitian ini yaitu usia sampel penelitian bersifat homogen yaitu terbatas pada usia anak 6 sampai 12 tahun saja, sehingga kefektifan untuk mengurangi nyeri pada usia lainnya membutuhkan penelitia yang lebih lanjut. CONCLUSION Dari data dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian distraksi video kartun efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien saat pemasangan infus di IGD RS Prof. Soerojo Magelang. REFERENCES