Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 STRATEGI ADAPTIF SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM MENGHADAPI DISRUPSI SOSIAL DAN TEKNOLOGI Resi Dazia STISNU Nusantara Tangerang ressi@gmail. Neng Wardatushobariah STIT Buntet Pesantren wardatushobariah@stit-buntetpesantren. Abstract This study aims to examine the adaptive strategies implemented by SMP Islam Nurul Falah Pagedangan Tangerang in response to social and technological disruptions affecting the education sector. These disruptions demand that educational institutions, particularly Islamic schools, not only maintain academic quality and religious identity but also adapt to technological developments and changes in student behavior. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving various school stakeholders. The findings reveal that the school has implemented several adaptive strategies, including digitalization of learning through various online platforms, teacher capacity building via training and peer mentoring, contextual and project-based learning models, and strengthened collaboration with parents through digital forums. These strategies have successfully increased student engagement, reinforced Islamic values, and addressed technological challenges in a progressive manner. The SWOT analysis highlights the school's primary strength in integrating pesantren (Islamic boarding schoo. values with modern approaches, while its main challenges involve limited digital infrastructure and unequal access to technology. This study concludes that the success of Islamic education in the digital era strongly depends on visionary leadership, community involvement, and flexible curriculum design. The findings are expected to serve as a reference for other Islamic schools seeking to build relevant and competitive education systems amid rapid societal change. Keywords: Adaptive Strategy. Islamic Education. Technological Disruption. Digitalization. School-Parent Collaboration Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptif yang diterapkan oleh SMP Islam Nurul Falah Pagedangan Tangerang dalam merespons disrupsi sosial dan teknologi yang memengaruhi dunia pendidikan. Disrupsi tersebut menuntut lembaga pendidikan, khususnya sekolah Islam, untuk tidak hanya menjaga kualitas akademik dan identitas keislaman, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan sekolah. Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan sejumlah strategi adaptif, antara lain digitalisasi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai platform daring, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan mentoring teknologi, penerapan pembelajaran kontekstual berbasis proyek, serta penguatan kolaborasi dengan orang tua melalui forum digital. Strategi ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menjawab tantangan teknologi secara progresif. Analisis SWOT memperlihatkan bahwa kekuatan utama sekolah terletak pada integrasi nilai pesantren dengan pendekatan modern, sementara tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas digital dan kesenjangan akses teknologi. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adaptasi pendidikan Islam di era digital sangat bergantung pada kepemimpinan visioner, pelibatan komunitas, dan fleksibilitas kurikulum. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah Islam lain dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan zaman. Kata kunci: Strategi Adaptif. Pendidikan Islam. Disrupsi Teknologi. Digitalisasi. Kolaborasi Sekolah-Orang Tua Pendahuluan Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan baru yang memerlukan penyesuaian dan adaptasi. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh lembaga pendidikan adalah bagaimana mereka dapat tetap relevan dan efektif dalam memberikan pendidikan yang berkualitas di tengah perubahan yang begitu cepat. Disrupsi sosial dan teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan, termasuk di sektor pendidikan. Pergeseran pola pikir dan perilaku peserta didik, serta kemajuan teknologi yang tidak terhindarkan, menuntut sekolah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Di Indonesia, fenomena disrupsi ini semakin dirasakan oleh berbagai jenis lembaga pendidikan, termasuk sekolah-sekolah Islam yang berfokus pada pengembangan karakter dan keimanan siswa. SMP Islam, sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah pertama, tidak hanya dihadapkan pada tantangan untuk memastikan kualitas akademik yang tinggi, tetapi juga harus mampu menjaga dan memperkuat identitas keislaman dalam Di sisi lain, perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa perubahan besar dalam metode pembelajaran, interaksi antara guru dan siswa, serta cara-cara siswa mengakses informasi. SMP Islam Nurul Falah Pagedangan di Tangerang merupakan salah satu sekolah yang berusaha menghadapi tantangan ini dengan mengimplementasikan berbagai strategi adaptif untuk merespons disrupsi sosial dan teknologi. Strategi yang diterapkan oleh sekolah ini tidak hanya terbatas pada digitalisasi sistem pembelajaran, tetapi juga mencakup perubahan Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 dalam manajemen sekolah, pelatihan untuk guru, serta kolaborasi dengan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa. Sekolah ini berupaya untuk menciptakan belajar yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan modern. Kebutuhan akan strategi adaptif ini semakin mendesak mengingat pesatnya perubahan yang terjadi di masyarakat. Teknologi digital yang semakin merajalela, terutama internet dan perangkat mobile, mempengaruhi cara siswa berinteraksi dengan dunia mereka. Mereka lebih sering mengakses informasi melalui perangkat digital daripada melalui buku atau media cetak. Hal ini berdampak pada cara mereka belajar dan berkomunikasi. Seiring dengan hal ini, banyak sekolah, termasuk SMP Islam, berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Namun, di sisi lain, tantangan dalam hal kesiapan infrastruktur, kemampuan guru, serta keterbatasan dana juga harus diperhitungkan. Disrupsi sosial dan teknologi juga mempengaruhi perubahan perilaku sosial dan kultural siswa. Dalam konteks pendidikan Islam, fenomena ini memunculkan dilema tentang bagaimana menjaga nilai-nilai keislaman agar tetap relevan dan efektif di tengah arus perubahan yang sangat cepat. Sebagai contoh, bagaimana caranya agar pembelajaran agama Islam dapat tetap hidup dan berkembang di era digital yang serba cepat dan serba modern, sementara pada saat yang sama tidak kehilangan esensi ajaran Islam yang mendalam dan penuh makna? Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana SMP Islam Nurul Falah Pagedangan merespons disrupsi sosial dan teknologi melalui strategi adaptif yang diterapkan dalam pembelajaran dan manajemen sekolah. Fokus utama penelitian ini adalah pada penerapan teknologi dalam pembelajaran, pelatihan dan peningkatan kapasitas guru, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan siswa. Penelitian ini juga ingin melihat bagaimana strategi-strategi tersebut berdampak pada kualitas pembelajaran, hasil belajar siswa, dan penguatan karakter siswa dalam konteks pendidikan Islam. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan pendekatan studi kasus untuk menganalisis implementasi strategi adaptif yang telah dilakukan oleh SMP Islam Nurul Falah Pagedangan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data akan dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan kebijakan dan program-program yang diterapkan oleh sekolah. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai upaya sekolah dalam menghadapi disrupsi sosial dan teknologi. Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 serta bagaimana sekolah berusaha menjaga kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar dari pendidikan di sekolah ini. (Lexy J. Moleong: 2. Pentingnya penelitian ini terletak pada upayanya untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana sekolah-sekolah Islam, khususnya di tingkat SMP, dapat bertahan dan berkembang di tengah arus perubahan yang begitu cepat. Di samping itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pendidikan Islam yang berbasis teknologi,serta memberikan rekomendasi bagi sekolah-sekolah lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami secara mendalam dinamika strategi adaptif yang diterapkan SMP Islam Nurul Falah Pagedangan dalam konteks disrupsi sosial dan teknologi. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi makna, persepsi, dan pengalaman subjektif para pelaku pendidikan dalam situasi sosial tertentu secara 1 Metode studi kasus dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang holistik dan terperinci mengenai fenomena yang diteliti dalam konteks kehidupan nyata. (Robert K. Yin:2. Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua di SMP Islam Nurul Falah Pagedangan. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap paling mengetahui dan memahami fenomena yang sedang diteliti. Informan utama terdiri dari kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan, beberapa yang aktif dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, siswa yang mengikuti proses pembelajaran tersebut, serta orang tua yang mendampingi anak selama proses belajar daring dan hybrid berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan . Wawancara mendalam . n- depth intervie. dengan menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur agar data yang diperoleh bersifat mendalam namun tetap fokus pada tujuan . Observasi partisipatif, yaitu mengamati secara langsung proses pembelajaran dan interaksi antarwarga sekolah dalam menerapkan strategi adaptif, termasuk penggunaan media digital dan kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Studi dokumentasi, yang mencakup analisis terhadap dokumen perencanaan sekolah, program pelatihan guru, silabus, laporan evaluasi pembelajaran, serta hasil karya siswa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. (Matthew B Miles :2. Reduksi data dilakukan dengan menyaring dan memilih informasi yang relevan dengan fokus Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan tematik, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif dengan mencari pola atau kategori dari data yang telah dianalisis. Untuk menjaga keabsahan data . , peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, yaitu membandingkan hasil wawancara dengan observasi dan dokumen, serta membandingkan informasi antar- informan. Selain itu, dilakukan member checking dengan mengonfirmasi hasil temuan kepada informan untuk memastikan kebenaran dan kesesuaian Peneliti juga menerapkan refleksi kritis selama proses penelitian untuk menghindari bias subjektif. Hasil Penelitian dan Pembahasan Digitalisasi Pembelajaran Salah satu strategi utama SMP Islam Nurul Falah Pagedangan dalam menghadapi disrupsi teknologi adalah melakukan transformasi digital dalam proses belajar- mengajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, sekolah telah memanfaatkan sejumlah platform digital seperti Google Classroom. Zoom. Quizizz. Canva, dan aplikasi absensi digital seperti SIPANDAI yang dikembangkan secara internal oleh sekolah. Dalam wawancaranya. Kepala Sekolah Bapak Acep Gundar Romdon,S. Pd. ,M. Pd. AuKita sadar betul bahwa era digital ini bukan sesuatu yang bisa kita tolak. Maka kami justru memeluk perubahan ini. Kami bentuk tim IT sekolah yang mendampingi guru- guru setiap hari, apalagi sejak pandemi, kami percepat transformasi digital. Ay Lebih lanjut, sebanyak 87% guru secara aktif menggunakan platform digital minimal 3 kali per minggu. Menurut guru PAI. Bapak Harsan Dadi. Pd. AuSaya sekarang terbiasa menggunakan Canva untuk membuat infografis materi fikih, dan juga memakai Padlet untuk forum diskusi siswa. Anak-anak lebih tertarik dan aktif ketika pembelajaran menggunakan media ini. Ay Transformasi digital ini berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Siswa merasa lebih tertarik belajar karena adanya variasi media, kemudahan akses materi, dan interaksi digital yang terasa lebih menyenangkan. Seperti disampaikan oleh salah satu siswa. Ali Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Ramadhan . elas Vi-B): AuDulu belajar tuh ngebosenin, tapi sejak ada video dan game kuis online, jadi lebih semangat. Kita juga bisa belajar di rumah lewat HP. Ay Namun, dalam pelaksanaannya sekolah menghadapi kendala seperti keterbatasan akses perangkat di beberapa keluarga. Oleh karena itu, sekolah juga menyediakan Chroomebook di perpustakaan yang bisa diakses siswa. Peningkatan Kompetensi Guru Transformasi pendidikan tidak akan berhasil tanpa peningkatan kapasitas guru. SMP Islam Nurul Falah mengadakan pelatihan rutin dengan tema-tema seperti AuDesain Pembelajaran Digital InteraktifAy. AuManajemen Kelas VirtualAy, dan AuPenggunaan Al dalam PembelajaranAy. Hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Bapak Ahmadi,S. Pd. menyebutkan: AuKami memiliki program mentoring satu-satu bagi guru yang belum terbiasa dengan teknologi. Guru senior didampingi guru muda dalam penguasaan digital tools. Ini menciptakan suasana kolaboratif dan saling belajar. Ay Responden guru lain. Ibu Herlina,S. Pd. mengakui bahwa dirinya awalnya merasa kesulitan: AuSaya awalnya gaptek, tapi setelah pelatihan tiga bulan bertahap, alhamdulillah sekarang sudah bisa buat video pembelajaran sendiri. Ay (Herlina: 2. Hal ini sejalan dengan temuan Susanti . yang menyatakan bahwa pelatihan berkelanjutan dan berbasis kebutuhan guru merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan integrasi teknologi dalam (Susanti:2. Selain penguasaan teknologi, guru juga dilatih untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam media digital, misalnya dengan membuat konten dakwah digital oleh siswa melalui media sosial sekolah. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dan Proyek SMP Islam Nurul Falah mengembangkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. dengan pendekatan kontekstual. Salah satu proyek unggulan adalah "Kampanye Sedekah Digital", di mana siswa merancang poster digital dan video ajakan infak dengan nilai-nilai keislaman, kemudian disebarkan melalui media sosial sekolah. Menurut guru IPS. Ibu Dila,S. Pd: AuMelalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga menanamkan nilai sosial dan religius. Mereka belajar bahwa teknologi bisa jadi ladang amal. Ay Salah satu siswa. Siti Aisyah . elas Vi-A), menceritakan pengalamannya: AuSaya dan teman-teman bikin video tentang pentingnya infak Jumat. Videonya kita edit sendiri, dan ternyata dapat banyak likes dari wali murid dan alumni. Ay Pendekatan kontekstual membuat siswa lebih kritis dan kreatif. Dalam mata pelajaran IPA, siswa diminta membuat vlog tentang pemanfaatan air bersih di lingkungan sekitar rumah. Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 yang kemudian dinilai bersama di kelas. Model ini tidak hanya meningkatkan keterampilan abad ke-21, tetapi juga memperkuat karakter. Seperti dijelaskan dalam teori Vygotsky bahwa pembelajaran berbasis sosial dan pengalaman memiliki efek yang mendalam dalam perkembangan kognitif siswa. ( Vygotsky. Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Salah satu aspek penting strategi adaptif adalah memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. SMP Islam Nurul Falah membentuk forum digital bernama KODIG (Komunitas Digital Orang Tua-Gur. , yang aktif berdiskusi melalui WhatsApp dan Zoom Meeting. Menurut Ketua Komite Sekolah. Ibu Siti Aminah: AuKami senang karena sekolah melibatkan orang tua, ada webinar parenting tentang dampak media sosial bagi remaja, dan pelatihan agar kami bisa mendampingi anak belajar daring di rumah. Ay. Forum ini terbukti membantu mengurangi kesenjangan digital antara rumah dan sekolah. Orang tua mendapat panduan tentang aplikasi yang digunakan anak dan diajak aktif berperan dalam memantau tugas Bahkan, ada pelatihan AuLiterasi Digital KeluargaAy untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai keamanan digital, adiksi gawai, dan etika daring. Wawancara dengan wali murid siswa kelas VII. Bapak Budi Santoso, menekankan: AuSaya jadi tahu kalau ternyata anak- anak bisa belajar lewat HP, asal terpantau. Dulu saya kira HP cuma buat main game. Ay Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem pendidikan berbasis komunitas digital sangat penting untuk menjaga arah pendidikan Islam tetap relevan di tengah arus teknologi global. Analisis SWOT SMP Islam Nurul Falah Pagedangan Tangerang Dalam rangka menjawab tantangan era disrupsi sosial dan teknologi. SMP Islam Nurul Falah Pagedangan Tangerang perlu memetakan kekuatan dan kelemahannya secara internal serta mengenali peluang dan ancaman dari lingkungan Pendekatan SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. merupakan kerangka yang tepat untuk meninjau posisi strategis lembaga ini secara menyeluruh dan akademis. Strengths (Kekuata. Salah satu kekuatan utama SMP Islam Nurul Falah adalah identitasnya sebagai sekolah berbasis kepesantrenan modern, yang menanamkan nilai-nilai Islam dalam keseharian Setiap peserta didik tidak hanya diajarkan mata pelajaran umum, tetapi juga diasah akhlaknya melalui kegiatan seperti tahfidz Al-QurAoan, pengkajian kitab dasar, shalat berjamaah, dan pembinaan adab sehari-hari. Hal ini selaras dengan pandangan Tilaar . bahwa pendidikan ideal di Indonesia adalah yang menyatukan nilai religius dan kebangsaan dalam satu tarikan nafas pendidikan karakter. (Tilaar. HAR :2. Kekuatan Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 lainnya terletak pada kompetensi pendidik, di mana lebih dari 80% guru adalah lulusan pesantren dan perguruan tinggi Islam, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAI Nurul Falah. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga panutan dalam aspek spiritual dan moral siswa. Ketersediaan guru dengan latar belakang pesantren menjadikan proses pendidikan tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter holistik. Ini sejalan dengan gagasan Hasan Langgulung bahwa guru dalam pendidikan Islam adalah (Langgulunghasan:2. Di samping itu, meskipun berbasis pesantren, sekolah ini cukup adaptif terhadap penggunaan teknologi pendidikan. Penerapan Google Classroom, pembuatan video pembelajaran, dan penggunaan aplikasi ujian online telah menjadi bagian dari praktik pembelajaran harian. Ini menjadi bukti bahwa sekolah mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sebagaimana diam anatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Weaknesses (Kelemaha. Namun demikian, sekolah ini masih menghadapi sejumlah kelemahan struktural dan Fasilitas digital yang terbatas menjadi salah satu kendala nyata. Beberapa kelas belum dilengkapi LCD proyektor, dan konektivitas internet masih belum merata. Laboratorium komputer juga hanya memiliki delapan unit aktif, yang tidak sebanding dengan jumlah siswa per kelas. Padahal, menurut Munir . , fasilitas teknologi yang memadai menjadi prasyarat utama bagi implementasi pendidikan berbasis TIK. (Munir:2. Kelemahan lainnya adalah kesenjangan kemampuan guru dalam literasi digital, khususnya bagi guru senior yang belum sepenuhnya menguasai teknologi. Walau telah dilakukan pelatihan, masih ditemukan guru yang kesulitan mengintegrasikan media digital secara kreatif dalam pembelajaran daring maupun luring. Selain itu, akses teknologi bagi siswa di rumah juga tidak merata. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga menengah ke bawah yang belum memiliki perangkat pribadi seperti laptop atau ponsel pintar yang mendukung pembelajaran daring. Hal ini memperlebar kesenjangan digital yang keadilan pendidikan. Opportunities (Peluan. SMP Islam Nurul Falah memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Islam berbasis Di tengah kekhawatiran orang tua terhadap dampak globalisasi dan digitalisasi, banyak yang mencari sekolah Islam yang mampu menanamkan nilai-nilai moral Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 dan akidah kuat sejak dini. Hal ini membuka peluang besar bagi sekolah untuk memperluas jangkauan dan membangun citra sebagai sekolah Islam unggulan yang tetap modern. Peluang lain muncul dari fleksibilitas Kurikulum Merdeka, yang membuka ruang bagi sekolah untuk menyusun modul ajar berbasis proyek dan konteks lokal. Model ini sangat sesuai diterapkan di SMP Islam Nurul Falah, karena memungkinkan integrasi nilai-nilai Islam ke dalam berbagai bidang pembelajaran secara kontekstual. Sebagaimana dinyatakan oleh Kemendikbudristek. Aukurikulum merdeka memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi dan potensi peserta didik serta satuan pendidikanAy. (Kemendikbudristek. Sekolah ini juga memiliki jaringan alumni pesantren dan universitas Islam yang luas, yang potensial dijadikan mitra dalam pengembangan akademik, ekstrakurikuler, maupun penggalangan dana sarana pendidikan. Dukungan masyarakat sekitar dan komite sekolah juga memperkuat legitimasi sosial dan kelangsungan kegiatan sekolah. Threats (Ancama. Di sisi lain. SMP Islam Nurul Falah menghadapi sejumlah ancaman eksternal yang serius. Salah satunya adalah persaingan dengan sekolah- sekolah Islam terpadu dan sekolah swasta elit yang menawarkan fasilitas mewah, program bilingual, dan teknologi canggih. Kondisi ini bisa menggeser minat calon siswa apabila sekolah tidak mampu bersaing secara inovatif dan profesional. Ancaman lainnya adalah dampak negatif dari teknologi dan media sosial terhadap perilaku siswa. Fenomena adiksi gawai, penyebaran konten tidak sesuai usia, serta munculnya budaya instan dan konsumtif menjadi tantangan besar bagi sekolah dalam menjaga moralitas peserta didik. Menurut Purwanto . , tanpa kontrol nilai, teknologi justru dapat menjadi kekuatan destruktif dalam pendidikan. (Purwanto:2. Terakhir, ketergantungan sekolah pada pendanaan eksternal seperti infaq orang tua dan donasi alumni membuat pengembangan program unggulan menjadi tidak stabil dalam jangka panjang. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, sekolah perlu merancang strategi ekonomi mandiri agar dapat membiayai inovasi tanpa harus selalu tergantung pada sumber dana eksternal. Kesimpulan Analisis SWOT Secara keseluruhan, analisis SWOT menunjukkan bahwa SMP Islam Nurul Falah memiliki fondasi kekuatan yang luar biasa melalui budaya pesantren, tenaga pendidik yang religius, dan kemampuan adaptasi teknologi. Untuk bisa terus eksis dan bersaing di era disrupsi, sekolah ini harus terus memperkuat kapasitas digital, meningkatkan literasi teknologi guru, serta membangun kolaborasi dengan mitra strategis. Dengan pemanfaatan peluang secara Strategi Adaptif Sekolah Menengah Pertama Islam Menghadapi Disrupsi Sosial dan Teknologi Resi Dazia. Neng Wardatushobariah Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 maksimal dan penanggulangan kelemahan dan ancaman secara sistemik. SMP Islam Nurul Falah sangat potensial menjadi role model sekolah Islam adaptif yang menggabungkan keunggulan spiritual dan teknologi secara seimbang. Daftar Pustaka