Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 Pengembangan AuCREATININAy Website terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysi. Lutfia Salsabila1. Prita Dhyani1. Mertien SaAopang2. Maria Tambunan2. Laras Sitoayu2. Yudhi Adrianto3. Yulia Wahyuni1. Harna1 AProgram Studi Ilmu Gizi. Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul. Jl. Arjuna Utara No. Kebon Jeruk. Jakarta 11510. Indonesia 2Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien. Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul. Jl. Arjuna Utara No. Kebon Jeruk. Jakarta 11510. Indonesia 3Instalasi Gizi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. FKUI . Jl. Pangeran Diponegoro No. Jakarta 10430. Indonesia Jakarta Korespondensi E-mail: prita. dhyani@esaunggul. Submitted: 28 Januari 2024. Revised: 26 Desember 2025. Accepted: 30 Desember 2025 Abstract Background: Renal replacement therapy using Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) can lead to Protein Energy Wasting (PEW). In addition. CAPD patients may experience excessive absorption of dextrose contained in the dialysate fluid. CAPD therapy can be performed independently at home, reducing the need for frequent hospital visits. Therefore, a website can serve as an alternative medium to support CAPD patients. Nutrition education through the "CREATININ" website provides information to improve health knowledge and encourage compliance with renal dietary management. Purpose: This study aimed to analyze the effect of web-based nutrition education for CAPD patients with Chronic Kidney Disease (CKD) on knowledge and attitude regarding the CAPD diet. Methods: This research used a quasiexperimental one-group pre-test and post-test design. Respondents were selected using purposive sampling, with a total of 13 CAPD patients. Nutrition education regarding the CKD-CAPD diet was delivered using the AuCREATININAy website and explained through video conferencing (Zoom meetin. The instruments used were knowledge and attitude questionnaires. The statistical analysis implemented paired ttest and Wilcoxon test. Results: The study showed an increase in knowledge at post-test 1 . = 0. and post-test 2 . = 0. , as well as significant improvements in attitudes at post-test 1 . = 0. and post-test 2 . = 0. Conclusion: Nutrition education regarding kidney diet for CAPD patients without inflammation using the AuCREATININAy website effectively improved knowledge and attitudes among CAPD patients. Keyword: knowledge . kidney diet . peritoneal dialysis Abstrak Latar belakang: Terapi pengganti ginjal dengan metode Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dapat menyebabkan Protein Energy Wasting (PEW). Selain itu, pasien CAPD berisiko mengalami penyerapan dekstrosa berlebih dari cairan dialisat. Terapi CAPD dapat dilakukan secara mandiri di rumah sehingga tidak memerlukan kunjungan rumah sakit setiap saat. Oleh karena itu, website dapat menjadi media alternatif untuk mendukung pasien CAPD. Edukasi gizi melalui website "CREATININ" bertujuan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dan mendorong kepatuhan terhadap diet ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet CKD pada pasien CAPD berbasis website terhadap pengetahuan dan sikap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test post-test. Pemilihan responden menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 13 pasien CAPD. Edukasi mengenai diet CKD-CAPD diberikan melalui website AuCREATININAy dan dijelaskan melalui video conference (Zoom meetin. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Uji statistik yang digunakan adalah paired t-test dan Wilcoxon. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada post-test 1 . = 0. dan post-test 2 . = 0. , serta terdapat perbedaan sikap yang signifikan pada post-test 1 . = . dan post-test 2 . = 0. Kesimpulan: Edukasi diet ginjal pada pasien CAPD tanpa inflamasi melalui website AuCREATININAy dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien CAPD. Kata Kunci: pengetahuan . diet ginjal . peritoneal dialysis Pendahuluan Penyakit ginjal kronis menduduki peringkat ke-18 dalam daftar penyebab jumlah kematian di seluruh dunia pada tahun 2010 mengalami peningkatan menjadi peringkat ke-12 pada tahun 20171,2. Prevalensi penyakit PGK dengan pasien yang membutuhkan terapi pengganti ginjal secara global sebesar 13,4% diperkirakan Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 083 juta orang3. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis tahun 2013 sebesar 2,0% mengalami peningkatan menjadi 3,8% pada tahun 20184. Pada penyakit ginjal tahap akhir (EndStage Renal Diseas. dibutuhkan terapi pengganti ginjal . untuk bertahan hidup5. Salah satu cara dalam pemenuhan kebutuhan dialisis di Indonesia, yaitu dengan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)6. Selama dialisis, darah disaring melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat sisa metabolisme akan berpindah kedalam cairan dialisat, sedangkan air yang mengandung dekstros akan berpindah kedalam darah7. Oleh karena itu, terapi CAPD berisiko menyerap gula lebih banyak, sehingga menyebabkan Selain itu, disisi lain pasien-pasien ginjal kronik dengan terapi CAPD cenderung mengalami kondisi malnutrisi dibandingkan dengan pasien terapi hemodialisis (HD). Hal itu dikarenakan dialisis yang berulang setiap harinya menyebabkan pasien CAPD seringkali memiliki kecenderungan memiliki kadar albumin rendah dan malnutrisi protein. Kedua hal tersebut akan menyebabkan malnutrisi sehingga mengalami Protein Energy Wasting (PEW). Pasien CAPD yang mengalami PEW akan mudah mengalami infeksi, meningkatkan penyakit kardiovaskular, menyebabkan depresi serta kerapuhan (KPCDI, 2. Studi dilakukan oleh Kim dengan membandingan perilaku diet pasien HD dan CAPD menunjukkan bahwa pasien CAPD mempunyai perilaku diet yang kurang baik daripada pasien HD9. Upaya menekan angka mortalitas dan morbiditas pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) dapat dilakukan melalui perubahan perilaku kesehatan, salah satunya melalui edukasi gizi. Penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, dari 64,8% pada tahun 2018 menjadi 77% pada tahun 2021, menunjukkan potensi besar pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan berbasis teknologi. Website AuCREATININAy . nCREAse qualiTy dIet of peritoNeal dialysIs patien. dikembangkan sebagai media edukasi inovatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien CAPD terkait diet ginjal yang tepat. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di RSKG Ny. RA Habibie terhadap pasien yang menjalani terapi CAPD, ditemukan bahwa 12 dari 19 pasien belum pernah mendapatkan edukasi gizi pada saat pelatihan CAPD atau selama masa transisi dari terapi HD ke CAPD. Kurangnya edukasi tersebut menyebabkan kesalahpahaman bahwa diet CAPD lebih bebas dibanding diet pada pasien HD, sehingga pasien cenderung kurang memperhatikan komposisi zat gizi dalam konsumsi sehari-hari. Pola makan yang tidak tepat dapat memicu penurunan berat badan, penurunan massa otot, dan hipoalbuminemia yang berpotensi menyebabkan inflamasi, uremia, asidosis metabolik, resistensi insulin, perdarahan, dan terganggunya proses dialisis itu sendiri11. Keterbaharuan penelitian ini terletak pada pengembangan dan penerapan edukasi diet CKD khusus untuk pasien CAPD berbasis website interaktif, yang sebelumnya belum pernah diterapkan di RSKG Ny. RA Habibie maupun dilaporkan pada penelitian nasional sebelumnya. Penelitian ini tidak hanya menguji efektivitas edukasi digital terhadap peningkatan pengetahuan, tetapi juga terhadap perubahan sikap, yang merupakan indikator penting terbentuknya perilaku diet yang berkelanjutan. Metode Penelitian Penelitian dilakukan di RSKG Ny RA Habibie pada bulan Juni 2023 selama 2 minggu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan pre-post test one group. Penelitian ini dilakukan secara online memalui zoom meeting. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rutin poli CAPD di RSKG Ny RA Habibie sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling, dimana sampel dari populasi dipilih berdasarkan ciri-ciri tertentu. Adapun kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang rutin kunjungan ke poli klinik CAPD di RSKG Ny RA Habibie, berusia 26 - 45 tahun, lama CAPD O 5 tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan dalam kesadaran baik, mempunyai alat komunikasi berupa telephone atau handphone, bersedia menjadi respon dengan mengisi informed consent . bersedia on camera saat edukasi berlangsung dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Data yang diambil antara lain data karakteristik sampel . mur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir dan lama CAPD, data pengetahuan dan sikap terkait diet ginjal untuk pasien CAPD. Data pengetahuan dan sikap didapatkan melalui pengisiam kuesioer yang telah divalidasikan terlebih dahulu dengan jumlah soal pengetahuan sebanyak 15 soal pengetahuan dan 15 soal sikap terkait diet ginjal dengan CAPD. Bentuk pertanyan soal pengetahuan berupa pilihan ganda dan soal sikap menggunakan skala Guttman dengan menggunakan google form. Skor diberikan nilai 1 jika jawaban pertanyaan benar dan jika jawaban pertanyaan salah Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 diberi nilai 0. Skoring dilakukan dengan membagi jumlah benar dengan total pertanyaan lalu dikali 100%. Hasil kuesioner dapat dikatakan baik jika skor 76-100%, cukup 56-75%, dan kurang bila skor <56. Media yang digunakan merupakan website Au CREATININAy dibuat oleh web developer dan selanjutnya diuji validasikan terlebih dahulu dengan uji validasi media, uji validasi materi, uji validasi pengguna dengan jumlah masing-masing uji sebanyak 3 orang13. Uji validasi media dilakukan oleh orang-orang IT, uji validasi materi dilakukan oleh ahli gizi RS yang terdapat pelayanan CAPD, dan uji validasi pengguna oleh anggota KPCDI (Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesi. Fitur yang disediakan oleh media AuCREATININAy yaitu berupa materi terkait diet ginjal dengan CAPD, catatan makanan dan kalkulator perhitungan kebutuhan kalori dan protein untuk pasien CAPD tanpa komplikasi atau infeksi. Penilaian pada uji validasi menggunakan skala likert 1-5, lalu skor yang didapatkan dibagi skor tertinggi dikali 100%. Penilaian uji validasi dikatakan valid jika nilai yang didapatkan 61 Ae 80% . dan 81 Ae 100% . angat vali. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan dan sikap sebelum dan sesudah menggunakan uji paired T-test untuk data terdistribusi normal dan uji Wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk melihat data terdistribusi normal atau tidak. Penelitian ini dilakukan melalui zoom meeting dikarenakan keterbatasan kunjungan pasien CAPD hanya 12x/bulan. Pre Test diberikan 15 menit sebelum diberikan intervensi selama 30 menit, selanjutnya diberikan post test 1 selama 15 menit. Post test 2 diberikan 2 minggu setelah dilakukan intervensi dengan monitoring pembacaan website 1x/minggu. Setiap kali responden membaca website akan terlihat oleh peneliti. Berdasarkan penelitian sebelumnya didapatkan jumlah minimal sampel sebanyak 12 orang15. Kelayakan etika penelitian dinyatakan dengan surat nomor 0923-06. 024/DPKE-KEP/FINAL-EA/UEU/VI/2023 yang dikeluarkan oleh Komisi Etik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Jakarta. Hasil dan Pembahasan Uji Validasi Materi Validator ahli materi memberikan penilaian terhadap produk menggunakan kuesioner yang termuat dalam lembar validasi produk. Validasi ahli materi bertujuan untuk mendapatkan data berupa penilaian, pendapat dan saran terhadap ketepatan dan kesesuaian materi edukasi diet ginjal pada pasien CAPD14. Berdasarkan Gambar 1. diperoleh skor dari validator ahli materi 1 sebesar 75,4% . , validator ahli materi 2 sebesar 87,7% . angat vali. , dan validator ahli materi 3 sebesar 80% . Validator berasal dari ahli gizi RSUD Cibabat. RSUP Dr. Sardjito, dan RSCM. Gambar 1. Distribusi Nilai Uji Validasi Materi Hasil tersebut menunjukkan bahwa materi edukasi CAPD telah memenuhi standar kelayakan isi dan dapat digunakan sebagai media edukasi. Validasi tinggi menggambarkan bahwa informasi yang disampaikan sudah tepat dan relevan dengan kebutuhan pasien CAPD. Penilaian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kelayakan konten edukatif merupakan komponen penting untuk memastikan efektivitas media pembelajaran kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 Uji Validasi Media Gambar 2. Distribusi Nilai Uji Validasi Materi Validasi ahli media dilakukan untuk menilai aspek pemrograman, tampilan, dan kemudahan penggunaan media edukasi. Hasil validasi (Gambar . menunjukkan bahwa ahli media 1 memberikan nilai 69,3% . , ahli media 2 memberikan nilai 86,67% . angat vali. , dan ahli media 3 memberikan nilai 72% . Validator ahli media terdiri dari praktisi teknologi informasi dari Braga Technologist (Data Scientis. Moladin (Front End Develope. , dan PT Pertamina (Business Intelligen. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran dalam bentuk website dinilai layak serta memiliki kualitas visual dan navigasi yang baik. Penelitian serupa menunjukkan bahwa kualitas tampilan dan kemudahan akses sangat berpengaruh pada motivasi pengguna dalam mengakses dan memahami materi edukasi berbasis Uji Validasi Pengguna Validasi pengguna . bertujuan untuk mengetahui apakah aplikasi atau website yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan user 14. Berdasarkan grafik 4. 3 Hasil yang diperoleh dari validator pengguna 1 dengan nilai 81,05% . angat vali. , validator ahli pengguna 2 dengan nilai 97,89% . angat vali. , dan validator ahli pengguna 3 dengan nilai 74% . Hal ini menunjukkan bahwa media edukasi mudah dipahami dan diterima oleh pengguna. Validasi pengguna yang tinggi menunjukkan bahwa website CRETININ dapat menjadi media alternatif edukasi yang efektif, mendukung pembelajaran mandiri, dan mengurangi ketergantungan pada kunjungan rumah sakit. Gambar 3. Distribusi Nilai Uji Validasi Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 Karakteristik Sampel Penelitian Variabel Tabel 1. Distribusi Karakteristik Sampel Min Usia Dewasa Awal . Ae 35 th. Dewasa Akhir . Ae 45 th. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan Buruh IRT Pegawai BUMN/PNS Pegawai Swasta Wiraswasta Dokter Lama CAPD O1 tahun (O 12 bula. 1 Ae 3 tahun . Ae 36 bula. > 3 tahun (>36 bula. Pendidikan Terakhir SMP SMA D3/S1 Total Sampel Maks Mean 38A5,5 19,8A19,8 Pada Tabel 1. terdapat jumlah sampel sebanyak 13 orang dengan mayoritas kelompok usia dewasa akhir sejumlah 8 orang . ,5%). Sebagian besar sampel pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 8 orang . ,5%). Lama CAPD pada responden terbanyak dengan lama CAPD < 1 tahun . ,2%). Sebagian besar pasien CAPD mempunyai pendidikan terakhir pada kelompok sarjana sejumlah 9 orang . ,2%). Pekerjaan responden terbanyak bekerja sebagai pegawai swasta sebesar 5 orang . ,5%). Sebagian besar pasien CAPD pada kelompok usia produktif pada kelompok dewasa akhir . Ae 45 tahu. Hal ini sejalan dengan penelitian Rizkina Putri di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau bahwa responden terbanyak pada kelompok usia produktif . Ae 44 tahu. sebesar 51,1%. Semakin meningkatnya usia seseorang makan akan memberikan dampak pada penurunan fungsi-fungsi organ tubuh sehingga rentan terkena penyakit16. Lama pasien CAPD menjalani terapi CAPD akan meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang CAPD. Jumlah terbanyak pasien CAPD pada penelitian ini dengan lama CAPD dengan kurang 1 tahun. Hal ini serupa dengan data IRR 2018 pada lama hidup pasien CAPD sebagian besar pada kelompok usia < 2 tahun, sehingga kelompok usia tersebut diharapkan memiliki pengetahuan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan pasien dalam mencegah komplikasi yang dapat terjadi 16,17. Perubahan Pengetahuan dan Sikap Responden Variabel Pengetahuan Kurang (O. Cukup . Baik . Sikap Kurang (O. Cukup . Baik . Tabel 2. Distribusi Kategori Pengetahuan dan Sikap Pre Test Post Test 1 Post Test 2 ,3%) ,7%) ,8%) ,1%) ,1%) ,4%) ,5%) ,2%) ,1%) ,5%) ,5%) ,8%) ,2%) ,7%) ,7%) ,6%) Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 Tabel 3. Distribusi Skor Pengetahuan dan Sikap Sebelum dan Sesudah Intervensi Variabel Mean A SD p value* Pengetahuan Pre Test 45,1A13,1 0,012 Post test 1 58,5A20,8 Pre Test 45,1A13,1 0,043 Post Test 2 74,3A15,2 Sikap Pre Test 69,7A18,5 0,000 Post test 1 82,7A9,6 Pre Test 69,7A18,5 0,003** Post Test 2 84,1A11,8 *Nilai signifikan apabila p O0. Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa nilai rata-rata pengetahuan pada saat pre test sebesar 45,1A13,1 mengalami peningkatan pada saat post test 1 dengan nilai rata-rata 58,5A20, dan post test 2 sebesar 74,3A15,2. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan media AuCREATININAy website. Pada penelitian ini diketahui bahwa nilai rata-rata sikap pada saat pre test sebesar 69,7A18,5 mengalami peningkatan pada saat post test 1 dengan nilai ratarata 82,7A9. Pengetahuan merupakan kondisi tahu terkait sesuatu setelah melakukan peingderaan terhadap suatu objek. Pengetahuan dalm penelitian ini terkait diet ginjal. Pengetahuan ini mencakup proses kognitif yang dibutuhkan untuk menggabungkan informasi yang diterima dengan perilaku makan18. Pada penelitian ini terjadi peningkatan nilai rata-rata pada post test 1 dan post test 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Wilda Yuniewati mengenai edukasi gizi berbasis teknologi menunjukkan adanya kenaikkan rata-rata sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi dengan kenaikkan nilai Berdasarkan hasil uji paired T test terhadap skor pre post test 1 dan pre post 2 menunjukkan hasil yang signifikan adanya perubahan pada skor pengetahuan dengan p value 0. ost test . dan p value 0. ost test . Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan pengetahuan diet ginjal setelah diberikannya media CREATININ. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Nurul Farikhah . bahwa adanya pengaruh signifikan media edukasi berbasis website terhadap pengetahuan dan sikap pada mahasiswa IAIN Kudus dengan kenaikkan pengetahuan baik dari 80% menjadi 100% dengan p value 0. Pada tabel 2 menunjukkan perubahan selisih nilai dari post test 1 dan post test ke 2 menunjukkan selisih yang cukup besar. Hal tersebut dapat dikarenakan pengetahaun merupakan perubahan kognitif yang diterima oleh panca Berdasarkan teori Stimulus Organisme Respone (SOR), pengetahuan merupakan rangsang perubahan perilaku yang dapat diterima atau ditolak, sehingga dalam waktu yang terbilang singkat dapat meningkat 21. Pada tabel 2 menunjukkan rata-rata skor dari pre test, post test 1 dan post test 2 terdapat peningkatan sikap responden. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Agustin dkk yang menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik akan menimbulkan sikap yang positif 22. Selisih nilai pada post test 1 dan post test 2 mengalami sedikit peningkatan. Sikap yang baik pada pasien CAPD dapat disebabkan karena pada masa waktu transisi terapi pengganti ginjal sebelum melakukan CAPD, responden menjalankan HD terlebih dahulu sekurang Ae kurangnya 3 bulan. Hal tersebut membuat responden mencari tahu informasi yang harus dijalankan selama menjalani terapi CAPD. Peningkatan nilai skor pada sikap diet ginjal menunjukkan bahwa adanya peningkatan sikap setelah diberikannya AuCREATININAy website. Media website menyediakan informasi baru mengenai diet ginjal, memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut 23. Pada saat dilakukan post test 1, tidak ada responden yang mendapatkan skor sikap pada kategori kurang. Namun pada post test ke 2, terdapat seorang responden yang mendapatkan kategori kurang. Penurunan ini dapat dipengaruhi oleh daya ingat responden dan intervensi yang dilakukan satu kali dalam satu minggu. Menurut Bakri . , sikap merupakan respons yang masih tertutup terhadap suatu objek, sehingga manifestasinya tidak dapat dilihat, tetapi hanya dapat diinterpretasikan karena sikap berasal dari dalam diri masing Ae masing individu 24. Hasil analisa uji t test dependen pada pre test dan post test 1 menunjukkan bahwa adanya perubahan signifikan terhadap sikap responden denga p value 0,000. Selain itu, pada uji wilcoxon pada pre test dan post test 2 menunjukkan bahwa adanya pengaruh perubahan sikap secara signifikan dengan p value 0. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Fadhilah . menunjukkan pendidikan gizi melalui instagram dan zoom meeting berpengaruh terhadap hasil tes pengetahuan dan sikap remaja terkait 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kabupaten Lamongan25. Sikap yang baik dapat meningkatkan taraf kualitas hidup pasien peritoneal dialysis. Penelitian Vishal Dey . menunjukkan bahwa Telehealth dapat meningkatkan kualitas hidup pasien peritoneal Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. Nutrire Diaita Vol. No. April 2025 ,p. ISSN (Prin. : 1979--8539 Kesimpulan Pada menelitian ini menunjukkan bahwa media AuCREATININAy website dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien CAPD sehingga media AuCREATININAy website dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi gizi untuk pasien CAPD tanpa adanya komplikasi atau infeksi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat jumlah responden yang lebih banyak, selain itu dapat dilakukan penelitian dengan pertemuan secara langsung untuk dapat melihat respon sampel secara verbal maupun non verbal. Selain itu, dapat dikembangakan telekonsultasi dalam peningkatan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien CAPD. Ucapan Terimakasih Terimakasih kepada seluruh responden dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini serta kepada Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang telah membantu uji validitas hingga sampai penelitian ini selesai. Manuskrip ini telah diikutsertakan pada Scientific Article Writing Training (SAWT) Batch IX. Program Kerja GREAT 4. Program Studi S1 Gizi. FIKES Universitas Esa Unggul. Daftar Pustaka