Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 Dakwatul Islam E-ISSN: 2828-5484 Jurnal Ilmiah Prodi PMI Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru Volume 6 Nomor 2. Juni -Desember 2022 https://ojs. id/index. php/DakwatulIslam P-ISSN: 2581-0987E-ISSN: 2828-5484 IMPLEMENTASI PROGRAM SANTUNAN ANAK YATIM Hervrizal. Toharuddin STAI Diniyah Pekanbaru Email: hervrizal@diniyah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan pelaksanaan program santunan anak yatim, bagaimana pelaksanaan/pengelolaan program santunan anak yatim, apakah faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan program santunan anak yatim. Metode kualitatif dipergunakan dalam penelitan ini dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah tidak terdapat lembaga/yayasan ataupun kepengurusan khusus yang menangani santunan anak yatim karena perbedaan pemahaman di kalangan pengurus dan tokoh masyarakat dalam hal menyantuni anak yatim. Proses pelaksanaan santunan anak yatim dilaksanakan oleh Pengurus Masjid dengan ketentuan syariAoat Islam. Selanjutnya faktor pendukung kegiatan santunan anak yatim adalah partisipasi dan loyalitas sebagian jamaAoah. Adapun faktor penghambat adalah tidak adanya donatur tetap. Kata Kunci: Implementasi. Program santunan. Anak yatim Abstract This study aims to find out how to plan the implementation of the orphan compensation program, how to implement/manage the orphan compensation program, what are the supporting factors and inhibiting factors for the implementation of the orphan compensation program. Qualitative methods were used in this research with data collection techniques using observation, interview, and documentation methods. The results of the research are that there are no special institutions/foundations or management that handle compensation for orphans because of differences in understanding among administrators and community leaders in terms of sponsoring orphans. The process of implementing compensation for orphans is carried out by the Mosque Management with the provisions of Islamic law. Furthermore, the supporting factors for orphan compensation activities are the participation and loyalty of some congregations. The inhibiting factor is the absence of permanent donors. Keywords: Implementation. Compensation Program. Orphans Pendahuluan Menjadi anak yatim bukanlah pilihan hidup seseorang, melainkan takdir Allah SWTyang harus dijalani oleh seorang hamba Allah dimuka bumi ini. Dengan meninggal dunianya seorang ayah dalam rumah tangga, berarti anggota keluarga tersebut akan Implementasi Program Santunan Anak Yatim kehilangan sosok pemimpin yang menjaga, melindungi dan memenuhi kebutuhan jasmani anggota keluarga, serta kehilangan sosok orang yang memberikan kasih sayang dan perhatian penuh. Keberhasilan dan prestasi juga dapat diraih oleh anak yatim dalam kehidupan ini. Sejarah menjelaskan bahwa keberhasilan anak yatim diperoleh orang-orang yang mulia. Nabi Muhammad SAW adaalah seorang anak yatim, diantara para sahabat Nabi ada yang yatim, diantaranya Zubairbin Awwam bin Khuwalid Al QuraisyradhiallaahuAoanhu. Abu Hurairah radhiallaahuAoanhu. Umar bin SaAoadAl-Anshari AlAusi radhiallaahuAoanhu dan yang lainnya. Begitu pula beberapa orang ulama besar juga yatim, diantaranya: Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimallaah. Al-Qadhi Abu Yusuf rahimallaah. Imam SyafiAoi Imam Ahmad bin Hanbal rahimallaah. Imam Bukhari rahimallaah dan yang lainnya. Kesuksesan anak yatim bukan hanya dari kemampuan dirinya, namun juga karena perhatian kaum muslimin yang menyantuninya. Islam memperlakukananak yatim dengan Islam menganjurkandan mendorongumatnya untuk mengasuh anak yatimdan memperhatikansegala urusannya. Al-QurAoan mengingatkan kita kepada kewajiban terhadap anak yatim tersebut. Allah SWTingatkan kita bahwa mengurus urusan anak yatim itu adalah suatu kebaikan, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWTdalam Al-QurAoan SurahAl-Baqarahayat 220, yang artinya: AuTentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu. dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS: Al-Baqarah . Bahkan, bilamana seorang muslim bersikap tidak peduli kepada anak yatimmaka Allah SWTmemberikan panggilan khusus kepadanya yaitusi pendusta agama, sebagaimana yangAllah SWTjelaskan dalam firmanNya dalam Al-QurAoansurah Al MaAoun, pada ayat1 dan 2. AllahSWTberfirman yang artinya: AuTahukah kamu . Abdullah Al-Luhaidan dan Abdullah Al-MunthawwiAoTerj. Firdaus Sanusi. Mereka Yatim Tapi Jadi Orang Besar. Solo: Kiswah Media, 2013, hlm. 53 dan 69 Departemen Agama RI. AlqurAoan dan Terjemahannya. Semarang: PT. Karya Toha Putra Semarang, 2002, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Ay 3Rasulullah SAWmenyuruh umatnya untuk peduli dengan anak yatim. Dari Sahl bin SaAoad r. a berkata: AuRasulullah SAW bersabda: AuSaya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Ay Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. Ay (HR Bukhar. 4 Diriwayatkan oleh Abu YaAola dan Thobrani. Shahih At Targhib Al Albani bahwaRasulullah SAWbersabda yang artinya: AuBarang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga. Ay (HR Thabran. Dari penjelasan beberapa ayat al QurAoan di atas dan hadist Rasulullah SAW, jelaslah bahwa memperhatikan keberlangsungan kehidupan anak yatim merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim terutama anak yatim yang ada disekitarnya. Namun di wilayah Kelurahan Tuah Madani Kota Pekanbaru didapatianak yatim banyak yang memiliki permasalahan hidup baik di rumah, di tengah masyarakat maupun di Hal ini mencerminkan seolah-olah masyarakat tidak peduli dengan anak Apakah benar pandangan itu, apabiladidapati saldo kas anak yatim cukup besardi beberapa Masjid. Oleh yang demikian perlu diteliti hal-hal berkenanaan dengan pengurusan atau pengelolaan dana anak yatim, agar hak mereka dapat diberikan. Maka penelitian ini akan mengupas AuBagaimana implementasi ProgramSantunanAnakYatim di Lingkungan Kelurahan Tuahmadani KecamatanTampanKotaPekanbaru. Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melaluipengamatan . , wawancara mendalam dan diskusi terfokusserta analisis teks/ dokumen. Penelitian ini, dilaksanakandi wilayahkelurahan Tuahmadani Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Objek penelitian ini adalahsegala kebijakan pengurus anak yatim/ Masjidterkait dengan pelaksanaan santunan anak yatim di wilayah Kelurahan Tuahmadani. Subyek sasaran dalam penelitian ini adalah penanggung jawab, dalam hal ini adalah pengurus Masjid yang menjadi sampel penelitian yang ada di wilayah Tuahmadani Kecamatan Kota Pekanbaru. Sumber Departemen Agama RI, op. Musthafa Dib al-Bugha, dkk, 2010. Syarah Riyadhus Shalihin. Jakarta: Gema Insani, hlm. Ibid Implementasi Program Santunan Anak Yatim meliputipopulasi dan sampel. Populasiadalah sekelompok orang, bendaatau hal yang menjadisumber pengambilansampel. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yangdapatmewakili data penelitian. 5 Populasi penelitian ini adalahseluruh Masjid dan Mushalla yang ada di wilayah Kelurahan Tuahmadani Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel penelitian ini mengaju kepada pendapat Sri Hapsari Wijayanti dkk, yaitu dengan cara purposive . erdasarkan alasan dan tujua. yaitu satu masjid dari setiap RW. Jenis data yang akan digunakandalam penelitian iniadalah: 1. Data primer, yaitu data yang diperolehatau dikumpulkanlangsung dari responden di lapangan. Sumber data primer, yaitu subjek penelitian yang dijadikan sebagai sumber informasi penelitian dengan menggunakan metode interview. Data skunder, yaitudata yang diperolehatau dikumpulkandari sumber-sumber yang telah adaberupa laporan-laporan arsip dan dokumenyang berkenaandengan kegiatan penyantunan anak yatim. Hasil dan Pembahasan Pengertian Anak Yatim Kata yatim adalah bentuk jamak dari katayatama. 7Secara bahasa yatim, berasal dari akar kata yatama yang mempunyai persamaan kata al-fard atau al-infirad yang artinya 8 Dikatakan pula, kata yatim berasal dari bentuk yatamayatimu yang berarti lemah, letih, terlepas. 9Sedangkan bentuk masdarnya yatmun adalah sedih, duka. 10 Ada pula yatim ialah yang tunggal dari segala sesuatu. 11 Jadi yatim secara bahasa berarti kesendirian, kelemahan, berduka, dan membutuhkan. Menurut Butsainah As-Sayyid Al-Iraqi, yatim adalah anak-anak yang tak berdosa yang ditakdirkan dengan hikmah Ilahiyah yang ditinggal mati oleh orang yang bertanggungjawab terhadapmereka. Namun tidak hanya itu, tetapi anak terlantar dan juga Wijayanti. Sri Hapsari dkk. Bahasa Indonesai: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, hlm 244 Saifuddin Azwar, 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar, hlm. Zakiyuddin Baidhawy, 2007. Pemberdayaan MustadAafin Melalui Filantropi Islam. Peneliti Pusat Budaya dan Perubahan Sosial. Surakarta: Universitas Muhammadiyah, hlm. Khalilurrahman Al Mahfani, 2009. Dahsyatnya Doa Anak Yatim. Jakarta Selatan: PT Wahyu Media, hlm. Ahmad Warson Munawir, 1997. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, cet. Surabaya: Pustaka Progresif, hlm. Ibid. Butsainah As-Sayyid Al-Iraqi,213. Berkah Mengasuh Anak Yatim, terj. Firdaus Sanusi. Solo: Kiswah, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 anak yang tidak diketahui orang tuanya juga disebut yatim. 12Menurut Ahsin W. AlHafidz, yatim adalah anak laki-laki/perempuan yang ditinggal meninggal oleh ayahnya sebelum akil baligh . Dan apabila ditinggal meninggal oleh ayah dan ibunya, maka disebut yatim-piatu. 13 DalampenjelasanTafsir Al QurAoanyang diterbitkan olehDepartemen Agama RI, yatim adalah anak yang ayahnya telah meninggal dunia, dan masih kecil . elum mencapai usia dewas. Kedudukan Anak Yatim dalam Al-QurAoan dan Hadis Penyebutan Auanak yatimAy dalam al-QurAoan terdapat pada 22 ayat, diantarannya: alyatim, yatiman, al-yatama, yatimaini. Beberapa hadis Rasulullah SAW bicara tentang anak yatim diantaranya, hadist Rasulullah SAWdari Sahl bin SaAoad, dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: AuDari Sahl bin SaAoad r. berkata: AuRasulullah SAW bersabda: AuSaya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Ay Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. Ay (HR Bukhar. 15 Hadist Rasullah SAW dari Anas bin Malik dan diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: AuOrang yang menanggung . anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga. Ay Malik . erawi hadi. mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah. Ay (HR. Musli. Hadist Rasulullah Sawdari Abu YaAola dan Thobrani. Shahih At Targhib Al Albani bahwa Rasulullah SAWbersabda yang artinya: AuBarang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga. Ay (HR. Thabran. Kata AuyatimAy selalu menunjukkan pada suatu kemiskinan serta kepapaan. Maka al-QurAoan dan al-Hadits secara tegas memerintahkan agar kita berbuat baik kepada anak yatim. Mereka adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara, dan diperhatikan. Kedudukan anak-anak yatim dalam Islam sangat diperhatikan, karena mereka mendapatkan kedudukkan yang tinggi. Rasulullah bersabda yang artinya: AuBarangsiapa yang mengasuh tiga anak yatim, dia bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad fisabilillah. Dan kelak disurga Ibid. ,hlm. Ahsin W. Al-Hafidz, 2006. Kamus Ilmu Al-QurAan, cet. Jakarta: Amzah, hlm. Departeman Agama RI, 2010. Al-QurAoan dan Tafsirnya: Edisi yang Disempurnakan. Jakarta: Lentera Abadi, hlm. Musthafa Dib al-Bugha, dkk. cit, hlm. Implementasi Program Santunan Anak Yatim bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Ay (HR. Ibnu Maja. Allah SWT juga sangat membenci orang-orang yang menelantarkan anakanak yatim, atau berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. Contohnya berbuat aniaya, mendzalimi, menghardik, memakan hartanya, memperalatnya, atau tidak peduli terhadap nasib anak yatim. Oleh karena itu, terhadap anak yatim jangalah kitaberlaku sewenangwenang. Sebagaimana Allah SWTmengingatkan kita dalam Al-QurAoan Surah Adh-Dhuha ayat 15yang artinya: AuSebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenangwenang. (QS: Adh-Dhuha . : . Dan bahkan dikatakan bahwa barang siapa yang menghardik anak yatim itu sebagaipendusta Agama. sebagaimana yang Allah SWTsampaikan dalam Al QurAoan Surah Al-MaAoun ayat 1 dan 2 yang artinya: AuTahukah kamu . yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, (QS: Al-MaAoun . :1-. Manfaat Mengasuh Anak Yatim Islam menyebutkan beberapa manfaat yang akan terwujud jika individu juga masyarakatserta kaum muslimin bersedia untuk mengasuh dan memelihara anak Diantara manfaat tersebut adalah: 16 Melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW untuk mengasuh anak yatim dan berbuat baik kepadanya. Menghantarkan orang yang melaksanakannya untuk mendampingi Rasulullah SAW disurga, dan cukuplah itu sebagai sebuah kemuliaan dan kebanggaan. Menunjukkan adanya tabiat yang lurus dan fitrah yang suci di surga, dan cukuplah itu sebagai sebuah kemuliaan dan kebanggaan. Membuat hati menjadi lembut dan menghilangkan kekerasan hati tersebut. Akan membawa kebaikan yang banyak dan anugerah yang sangat besar bagi orang yang melaksanakannya didunia dan diakhirat. Memiliki andil dalam membangun masyarakat yang bebas dari kedengkian dan kebencian, serta didominasi oleh perasaan cinta dan kasih. Nurul Chomaria, 2014. Cara kita mencintai Anak Yatim. Solo: Aqwam, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Memuliakan orang yang memiliki kesamaan dengan Rasulullah SAW, yaitu pada statusnya sebagai anak yatim, dan itu juga merupakan pertanda akan kecintaan pada Membersihkan harta seorang muslim dan mensucikannya, serta menjadikan harta itu sebagai sebaik-baik teman bagi si muslim itu. Merupakan salah satu akhlak terpuji yang diakui dan dipuji oleh Islam. Mendapat keberkahan yang besar serta rezekinya akan bertambah. Rumah yang didalamnya terdapat anak yatim akan menjadi sebaik-baik rumah Akan melindungi keturunan pengasuh anak yatim itu setelah ia meninggal kelak, dan orang lain juga berbuat baik kepada anak-anaknya yang akan menjadi yatim . setelah kematiannya. Model Mengasuh Anak Yatim Setiap anak yatim tentunya memiliki hak sama antara satu dengan yang lainnya. Secara umum mereka selalu merindukan dan membutuhkanpengasuhandari kita, yang bisa dilihat dari dua sisi. 17 Pertama dari sisi pendidikan. pengasuhan dan perlindungan. Ajaran Islam mendorong ummatnya untuk mengobati luka bathinanak-anak yatim. Dalam Islam mereka diperlakukan dengan baik, sehingga jiwanya tidak terguncang karena kehilangan sosokayahnya. Dengan perhatian yang kita berikan kepada mereka, membuat mereka merasakansosok penggantiayah yang melindunginya, memperkuat tekad dan semangat hidupnya. Kedua dari sisi pemenuhanmateri. Islam juga mengajarkan kita untuk memberi makan kepada anak yatim, menanggung biaya hidupnya, dan kebutuhankebutuhan lainnya. Butsainah As Sayyid Al Iraqi menuliskanbahwaasuhan/ santunan yang kita lakukan teradap anak yatim bisa di bagi menjadi duajenis. 19 Yaitu: Pertama, mengasuhanak yatimdi rumahkitasendiri. Membawa anak yatim tinggal dirumah kita sendiri untuk kita asuh dan jagasungguh jauh lebih baik dari pada pengasuhnya di luar rumah kita. Kedua, mengasuh anak yatim di rumahnya sendiri Adilbin Abdillah as Sultahn. MurajaAoah Tim Pustaka Ibnu Umar, 2014. Berkahnya Mengasuh Anak Yatim, (Pustaka Ibnu Umar, hlm. Ibid Butsainah As Sayyid Al Iraqi. Terj. Firdaus Sanusi, op. cit, hlm. Implementasi Program Santunan Anak Yatim Pengasuhan anak yatim yang dapat dilakukan dengan pengunjungi rumah yatim ataupun panti asuhan tempat diasuhnya anak yatim. Sedang jenis santunan yang kan diberikan, tidak hanya memberikan materi saja, akan tetapi juga memberikan pengasuhan non materi. Hal-hal Penting dalam Mengasuh Anak Yatim Pengasuhan itu haruslah menyeluruh. Karena itulah Islam melindungi seluruh hak anak yatim secaa menyeluruh, baik haknya secara psikologis maupun secara maknawi. Terdapatbeberapa hal pentingdalam mengasuh anak yatim sebagai berikut: Pertama, menjauhkan bahaya harta dari diri anak yatim. Firman Allah dalam Al QurAoansurahAlAnAoamayat152 yang artinya: AuDan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. 21 Kedua, mendatangkan maslahat harta bagi si anak yatim. Di dalam Al-Quran kita mendapati bahwa anak yatim disebutkan berbarengan dengan kedua orang tua dan kerabat dekat dalam beberapa Firman AllahSWT dalam surah Al-Baqarahayat215yang artinya: AuMereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anakanak yatim, orangorang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS: Al-Baqarah . : . 22 Ketiga, menjauhkan bahaya-bahaya psikologis dari anak yatim dengan tidak berbuat buruk terhadap mereka. Firman Allah SWT di dalam surah Al MaAoun ayat 1 dan 2Allah SWTberfirman yang artinya: Keempat, mendatangkan maslahat psikologis bagi anak yatim dengan cara berbuat baik kepadanya. Hasil dan Pembahasan Kelurahan Tuahmadanimerupakan kelurahan yang baru terbentuk berdasarkan peraturan daerah kota Pekanbaru Nomor 04 Tahun 2016 tentang pembentukan kelurahan di Kota Pekanbaru. Dimana. Kelurahan Tuahmadani berasal dari sebagian wilayah Ibid Departemen Agama RI, op. Ibid. , hlm. Departemen Agama RI, op. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 KelurahanTuah Karyadan sebagianwilayah Kelurahan Simpang Baru. Secara geografis. Kelurahan Tuahmadanimemiliki luas wilayah 4. 400 KmA/ 70 KmA hamparan datar dengan sedikit rawa. Visi. Misi Kelurahan Tuahmadani Ay Terwujudnya Pelayanan Yang Berkualitas Sesuai Sop Yang BerdasarkanPeraturan Perundang-Undangan Yang BerlakuAy. Motto Kelurahan TuahmadaniAy Sapa Ae Ramah Ae Sopan Ae Santun Ae Dan Setia Melayani MasyarakatAy Hasilwawancara dengan masing-masing ketua masjid tentang perencanan, pelaksanan dan faktor pendukung dan penghambat penyantunan anak yatim. Berikut nama-nama narasumber yang diwawancarai. Tabel1 Nama-Nama Narasumber Untuk di Wawancara Ketua RW Objek Penelitian Narasumber Syaifullah Masjid NurulIkhlas Syariful Amri P. Masjid Darussalam Ali Muddin Darwinsyah Masjid As Sajadah Dedi Zumari Masril Masjid Al Baroqah Zulkarnain Dedi Putra Masjid Thariq Syaifullah Yufnaidi Jannah Muhammad Husin Masjid Nurul Ihsan Toharuddin Dasmar Ali Masjid Darul AoAmal Martius Slamet Masjid Nur Ikhlas Khoirul Tabel2 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid Nurul IkhlasRW. 01 Nama Narasumber/ Pengurus: Syaifullah Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Keterangan Hasil Wawancaradan Observasi Implementasi Program Santunan Anak Yatim KeberadaanLembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti asuhan yang memeiliharaanak yatim wilayah penelitian Keberadaan Pengurus Tidak ada pengurus khusus yang mengelolasantunan Anak Santunan Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Khusus Anak Yatim Kegiatan Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Yang Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Pengurus Yatim Berapa Jumlah Anak 19 Orang Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Sekolah Anak Yatim Maximalkuliahsemester 2 Yang Akan Disantuni Cara Pengurus Dalam Penghimpunan Dana Cara Pengurus Dalam Penyimpanan Dana Intensitas Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Kas Anak Yatim disimpan oleh Masjid Santunan 1. THR Idul Fitri3. Insidential AwalSemester . Dalam Periode 1 Tahun Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitri: Uang Sembako Diberikan . ang / 2. AwalSemester . : Perlengkapan dalam bentuk barang. Apakah ada Tidak, langsung inisiatifPengurus Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Proses / Cara Dalam Anak dan didampingi Ibunya/ Walinyadatang ke Masjid Penyerahan Santunan Faktor Pendukung Dalam Kegiatan Masih adanya sebagian jamaAoah yang masih peduli dengan kondisi anak yatim Santunan Faktor Dalam Penghambat 1. Masih terdapat beberapa kebijakan Kegiatan kalangan pengurus Santunan Sebagian pengurus masih senang dengan saldo anak yatim yang Tabel3 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid DarussalamRW. 02 Nama Narasumber/ Pengurus : Ali Muddin Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Keterangan Hasil Wawancaradan Observasi KeberadaanLembaga/ Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti Yayasan Yatim atau asuhan yang memeliharaanak yatim sekitar Panti wilayah penelitian beroperasi di sekitar Keberadaan Pengurus Khusus Santunan Anak Yatim Kegiatan Yang Pengurus Tidak ada pengurus khusus yang mengurusi/ mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Yatim, tapi yang diundang hanya perwakilan warga saja. Berapa Jumlah Anak 11 Orang Yatim Implementasi Program Santunan Anak Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Sekolah Maximalusia sekolahSLTA dan belum Anak Yatim Yang Akan bekerja . enghasilkan uang Disantuni Penghimpunan Dana Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Cara Pengurus Dalam Kas Anak Yatim disimpan oleh bendahara Penyimpanan Dana Masjid Cara Pengurus Dalam Intensitas Santunan 1. THR Idul Fitri Dalam Periode 1 Tahun Insidential Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitriberupauang. Diberikan . ang / Barang tidak ada. , apabila dalam bentuk barang. Apakah ada dikomunikasikan? Proses / Cara Dalam Penyerahan Santunan Faktor Pendukung Dalam Kegiatan Santunan Faktor Dalam Santunan Pengurus langsung mengantarkan ke rumah anak yatim, dan diserahkan dihadapan Masih adanya sebagian jamaAoah yang masih peduli dengan kondisi anak yatim Penghambat 1. Masih terdapat beberapa kebijakan yang Kegiatan Sebagian pengurus masih senang dengan saldo anak yatim yang Tabel4 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid As SajadahRW. 03 Nama Narasumber/ Pengurus: Dedi Zumardi. SE Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Hasil Wawancaradan Observasi KeberadaanLembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau Keberadaan Keterangan panti asuhan yang memeiliharaanak yatim sekitar wilayah penelitian Pengurus Tidak ada pengurus khusus yang mengelolasantunan Anak Khusus Santunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Yatim Pengurus Masjid Kegiatan Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Yang Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Pengurus Yatim dengankhusus para tokoh-tokoh Berapa Jumlah Anak 6Orang Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Sekolah Usia sekolah maximalSLTP Anak Yatim Yang Akan Disantuni Cara Pengurus Dalam Penghimpunan Dana Cara Pengurus Dalam Penyimpanan Dana Intensitas Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Kas Anak Yatim disimpan oleh Masjid Santunan 1. THR Idul Fitri3. Insidential Dalam Periode 1 Tahun 2. Santunan Bulanan. Implementasi Program Santunan Anak Yatim Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitri: Uang Pakaian Diberikan . ang / 2. Santunan Bulanan . : Uang baran. , apabila dalam barang. Tidak, langsung inisiatifPengurus dengan Apakah ada tetap mengedepankankemamfaatan Proses / Cara Dalam Langsung diantar ke rumah Anak Yatim Penyerahan Santunan Faktor Partisipasi JamaAoah cukup peduli dengan Kegiatan kondisi anak yatim yang didukung oleh transparansi keuangan dari bendahara Masjid Pendukung Dalam Santunan Faktor Penghambat Data anak yatim yang terkadang Kegiatan berubahubah/ tidak valid Dalam Santunan Tabel5 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid NurulAlBaroqahRW. Nama Narasumber/ Pengurus: Zulkarnain Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Hasil Wawancaradan Observasi KeberadaanLembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau Keberadaan Pengurus Khusus SantunanAnak Yatim panti asuhan yang memeiliharaanak yatim wilayah penelitian Tidak ada pengurus khusus yang mengurusi/ mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Keterangan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Kegiatan Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Yang Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Yatim Pengurus Berapa Jumlah Anak 16 Orang Yatim YangDisantuni Batasan Usia/ Sekolah Anak Yatim Belum baligh /Maximalusia sekolahSLTA Yang AkanDisantuni Penghimpunan Dana Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Cara Pengurus Dalam Kas Anak Yatim disimpan oleh bendahara Penyimpanan Dana Masjid Cara Pengurus Dalam Intensitas Santunan 1. THR Idul Fitri Dalam Periode 1 Tahun 2. Awal Ajaran Baru . Insidential Jenis Santunan Yang Diberikan . ang / baran. , apabila dalam bentuk barang. Apakah ada dikomunikasikan? THR Idul Fitri: Uang Awal Ajaran Baru . : Keperluan Sekolah Insidential: Kondisional Tidak, langsung inisiatifPengurus dengan tetap mengedepankankemamfaatan Proses/ Cara Dalam PenyerahanSantunan Faktor Dalam Santunan Anak dan didampingi Ibunya/ Walinyadatang ke Masjid Pendukung Kegiatan Dengan semangat jamaAoah yang selalu terus meningkatkan, infakpun meningkat Implementasi Program Santunan Anak Yatim Faktor Penghambat 1. Data anak yatim yang terkadang Dalam Kegiatan berubahubah/ tidak valid yang juga ditambah lagi karena pindah Santunan Apabila diundang terkadang sering tak Tabel6 Hasil Wawancara DenganPengurus MasjidThariq Al JannahRW. Nama Narasumber/ Pengurus: Yufnaidi Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Hasil Wawancaradan Observasi KeberadaanLembaga/ Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti Yayasan Yatim atau asuhan yang memeiliharaanak yatim sekitar Panti wilayah penelitian beroperasi di sekitar wilayah Keberadaan Pengurus Khusus Santunan Anak Yatim Kegiatan Yang mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Yatim Pengurus Berapa Tidak ada pengurus khusus yang Jumlah Anak 10 Orang Yatim yang disantuni Batasan Usia/ Sekolah Belum baligh /Maximalusia sekolahSLTA Anak Yatim Yang Akan Disantuni Pengurus Dalam Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Penghimpunan Dana Cara Keterangan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Cara Pengurus Dalam Kas Anak Yatim disimpan oleh bendahara Masjid Penyimpanan Dana Jenis Santunan Yang Diberikan . ang baran. , apabila dalam bentuk barang. Apakah ada dikomunikasikan? THR Idul Fitri Jenis Santunan Yang Diberikan . ang baran. , apabila dalam bentuk barang. Apakah ada dikomunikasikan? THR Idul Fitri: Uang Awal Ajaran Baru . Santunan Bulanan . Insidential Awal Ajaran Sekolah Baru . Seragam Santunan Rp. Bulanan. Uang Insidential: Kondisional Tidak, langsung inisiatifPengurus dengan tetap mengedepankankemamfaatan Proses / Cara Dalam Anak dan didampingi Ibunya/ Walinyadatang ke Penyerahan Santunan Masjid Faktor Pendukung Dalam Kegiatan Santunan Faktor Penghambat Dalam Kegiatan Hampir tidak mengalami masalah Santunan Tabel7 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid Nurul IkhlasRW. Nama Narasumber/ Pengurus: Toharuddin Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Keterangan Hasil Wawancaradan Observasi Implementasi Program Santunan Anak Yatim KeberadaanLembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar Keberadaan Pengurus Khusus Santunan Anak Yatim Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti asuhan yang memeiliharaanak yatim wilayah penelitian Tidak ada pengurus khusus yang mengurusi/ mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Kegiatan Musyawarah Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Yang Dilaksanakan Pelaksanaan Program Santunan Anak Yatim Pengurus Berapa Jumlah Anak 20Orang Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Sekolah Anak Akan Yatim Yang Disantuni Cara Pengurus Dalam Penghimpunan Dana Cara Pengurus Dalam Penyimpanan Dana Intensitas Belum baligh /Maximalusia sekolahSLTA Infakharian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Kas Anak Yatim disimpan oleh Masjid Santunan 1. THR Idul Fitri3. Insidential Dalam Periode 1 Tahun Santunan semester. Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitri: Uang Diberikan . ang / 2. Santunan semester. : Uang / baran. , apabila dalam perlengkapan Sekolah bentuk barang. Apakah ada dikomunikasikan? Ya, langsung ditanya orang tuanya dan pihak sekolah Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 Proses / Cara Dalam THR Idul Fitri: Dijemput ke Masjid Penyerahan Santunan Santunan Semester: Faktor Dalam Pendukung Partisifasi jamaah dalam berinfak masih tinggi dan kekompakan/ loyalitas Kegiatan Santunan Faktor Dalam Santunan Penghambat Masih terdapat usulan dan pendapat . okoh masyaraka. yang terkesan Kegiatan fanatik kepada salah satu pendapat ulama dalam hal proses penyantunan anak yatim Tabel8 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid Darul AoAmalRW. Nama Narasumber/ Pengurus: Martiyus Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Keberadaan Lembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar wilayah Keberadaan Pengurus Khusus Santunan Anak Yatim Hasil Wawancaradan Observasi Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti asuhan yang memeiliharaanak yatim sekitar Tidak ada pengurus khusus yang mengurusi/ mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi langsung oleh Pengurus Masjid Pengurus Masjiddan koordinator santunan anak Kegiatan Musyawarah Yang Dilaksanakan yatim selalu bermusyawarah dalam Pelaksanaan Pengurus Keterangan Program Santunan Anak Yatim Implementasi Program Santunan Anak Yatim Berapa Jumlah Anak 3 Orang Sekolah Usia15Tahun Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Anak Yatim Yang Akan Disantuni Cara Pengurus Dalam Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Dalam Kas Anak Yatim disimpan oleh bendahara Masjid/ koordinator Penghimpunan Dana Cara Pengurus Penyimpanan Dana Intensitas Santunan Dalam THR Idul Fitri3. Insidential Periode 1 Tahun AwalSemester . Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitri: Uang Diberikan . ang / baran. , apabila dalam bentuk Apakah Proses Cara AwalSemester . : Uang Dalam 1. THR Idul Fitri: Datang ke Masjid Penyerahan Santunan Faktor Pendukung Dalam Kegiatan Santunan Faktor PenghambatDalam Kegiatan Santunan AwalSemester . : Diantar ke rumah Loyalitas dan kekompakan masyarakat masih terlihat pada program santunan Anak Yatim Selalu muncul data baru tentang anak yatim, sehingga membuat data penerima santunan berubahubah, dengan demikian tentunya akan berpengaruh terhadap besaran santunan yang diberikan kepada Tabel9 Hasil Wawancara DenganPengurus Masjid NurIkhlasRW. 08 Nama Narasumber/ Pengurus: Khoirul Resume Wawancara dan Observasi Uraian Pertanyaan Hasil Wawancaradan Observasi Keterangan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 KeberadaanLembaga/ Yayasan Yatim atau Panti asuhan yang beroperasi di sekitar Keberadaan Pengurus Khusus Santunan Anak Yatim Kegiatan Musyawarah Yang Dilaksanakan Tidak ada lembaga/ yayasan yatimatau panti asuhan yang memeiliharaanak yatim wilayah penelitian Tidak ada pengurus khusus yang mengurusi/ mengelolasantunan Anak Yatim, akan tetapi diambil langsung oleh Pengurus Masjid Pengurus Masjid selalu bermusyawarah Pelaksanaan Program Santunan Anak Yatim Pengurus Berapa Jumlah Anak 19 Orang Yatim Yang Disantuni Batasan Usia/ Sekolah Anak Yatim Belum baligh /Maximalusia sekolahSLTA Yang Akan Disantuni Penghimpunan Dana Infak harian. Infak JumAoat. Infak Ramadhan. donatur tidak tetap Cara Pengurus Dalam Kas Anak Yatim disimpan oleh bendahara Penyimpanan Dana Masjid Cara Pengurus Dalam Intensitas Santunan 1. THR Idul Fitri Dalam Periode 1 Tahun 2. Santunan Bulanan . Insidential Jenis Santunan Yang 1. THR Idul Fitri: Uang Diberikan . ang / 2. Santunan Bulanan . : Uang baran. , apabila dalam barang, 3. Insidential: Kondisional Apakah ada Tidak ada yang berbentuk barang Implementasi Program Santunan Anak Yatim Proses / Cara Dalam Langsung di antar ke rumah Anak Yatim Penyerahan Santunan Faktor Pendukung Dalam Kegiatan Santunan JamaAoahselalu mendukung dan kompak apapun kebijakan pengurus terkait dengan anak yatim Faktor Penghambat Dalam Kegiatan Tergolong masih rendahnyainfak wargaterhadap anak yatim Santunan AnalisisHasil Penelitian Pelaksanaan Kegiatan Penyantunan Anak Yatim Analisis hasil penelitian ini menjelaskantentang rangkumanpelaksanaan kegiatan santunan anak yatim dari 8Masjid / wilayahyang menjadi sampel penelitian. Pertama, bahwa perencanan santunan anak yatim, didapati tidak ada satupun lembaga/ yayasan atau panti asuhan yang mengelola dan memelihara anak yatim di wilayah Kelurahan Tuahmadani. Padahal seyogianya dalam wilayah satu Kelurahan setidaknya ada beberapa lemabaga/ yayasan, panti asuhan atau mungkin semacamrumah yatim yang bisa menampung para anak yatim yang membutuhkan bantuan. Didapati dari seluruh wilayah penelitian, hanya ada satu Masjid di wilayah Kelurahan Tuahmadani yang membentuk koordiantor khusus menangani masalah anak yatim, yang merupakan bagian dari kepengurusan Masjid. Padahal untuk mendapatkan hasil yang baik dari kegiatan santunan tersebut, mestinya ada pengurus tersendiri yang khusus mengelola anak yatim kita. Kedua, bahwa pelaksanaan/ pengelolaan santunan anak yatim didapati di semua wilayah Kelurahan Tuahmadani memiliki data tentang nama-nama anak yatim yang ada di wilayahnya masing-masing. Oleh yang demikian penyaluran santunan anak yatim tepat pada sasaran. Kriteria anak yati berbeda-beda diantara masjid-masjid. Diantaranya bahwa anak yatim adalah yang: 1. Usia maximal 15 Tahun, 2. Usia sekolah maximal SLTP/ SMP sederajat, 3. Usia sekolah maximal SLTA/ SMA sederajat, 4. Usiasetara SLTA/ SMA sederajat yang belum bekerja, 5. Usia sekolah Perguruan Tinggi maximal semester 2. Pengurus masjid memilik berbagai cara dalam usaha menghimpun dana anak yatim, menyediakan kotak infak anak yatim di dalam Masjid. mengedarkan bakul anak Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2021 E-ISSN: 2828-5484 yatim setiap pelaksanaan shalat JumAoat. memutarkan bakul anak yatim pada malammalam Ramadhan dan mencari donatur tidak tetap. Namun dilapangan tidak ditemukan senarai nama donatur tetap yang tertulis dan secara rutin memberikan bantuan/ santunan kepada pengurus/ pengelola dana anak yatim. Didapati kejelasan laporan neraca keuangan anak yatim dan setiap pelaksanaan shalat JumAoat. Terdapatberbagai cara penyantunan anak yatim di wilayah Kelurahan Tuahmadani, seperti penyantunan anak yatim sekali dalam satu tahun umumnya di akhir bulan Ramadhan yang biasanya disebut Tunjangan Hari Raya (THR)yang pada umunya berbentuk uang dan ada sebagian dalam bentuk barang yaitu pakaian lebaran dan sembako lebaran. penyantunan dua kali setahun, satu dalam bulan ramadhan THR, satu lagi diawal Tahun Pelajaran sekolah yang biasanyaberupa seragam sekolah dan perlengkaan sekolah. ada yang menyantuni setiap bulan berupa uang, disamping santunan di THRdan penyantunansetiapawal tahun baru ada juga yang menyantuni sifatnya insidential/ kondisonal yang terjadi kepada para anak yatim. Proses pemberian santunan kepada anak yatim diantaranya dengan cara: orang tua dan anak yatim disuruh datang keMasjid. adapengurus yang langsung mengantar ke rumah-rumah anak yatim. ada yang sebagian lagisantunan diserahkan ke Masjid, dan sebagiannya lagi antar ke rumah masing-masing. ada yang ngantar langsung ke sekolah anak yatim. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat PelaksanaanSantunan Anak Yatim Santunan kepada anak yatim dapat berjalan karena partisipasi dan loyalitas sebagian jemaah yang peduli dengan anak yatim disekitar. Kriteria siapakah yang disebut anak yatim masih menjadi kendala yang berartibagi pengurus dalam kegiatan santunan anak yatim. Begitupun sikap sebagian kecil pengurus masjid yang senang dengan banyaknya saldo kas anak yatim, namun belum bisa menyalurkanya secara lebih bermanfaat. Simpulan Dari hasil dan pembahasan di atas, penelitian ini memiliki kesimpulan seperti tidak terdapat lembaga/ yayasan atau rumah yatim yang ada di wilayah Kelurahan Tuahmadani. Kemudian kegiatan santunan anak yatim di wilayah Kelurahan Tuahmadani secara merata terlaksana di Masjid/ Mushalla dan tidak terdapat kepengurusan khusus yang mengelola santunan anak yatim di wilayah Kelurahan Tuahmadani. Implementasi Program Santunan Anak Yatim Lebih lanjut, proses pelaksanaan santunan anak yatim oleh Pengurus Masjid di wilayah Kelurahan Tuah madani, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariAoat Islam. Selanjutnya faktor pendukung terlaksananya kegiatan santunan anak yatim adalah partisipasi dan loyalitas sebagian jamaAoah yang peduli dengan anak yatim dengan berinfak sadaqah di berbagai masjid di wilayah masing-masing. Adapun faktor penghambat pelaksanaan santunan anak yatim adalah tidak adanya donatur tetap, keterlambatan validasi data anak yatim yang akan disantuni, kebiasaan sebagian pengurus yang senang mengumpulkan saldo anak yatim. Referensi