PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Ruslan MasAoud. LCA. Robin Jonathan. Elfreda Aplonia Lau Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : ruslan. sgt@gmail. ABSTRAKSI Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian reward dan punishment yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kutai Timur disingkat Disdikbud selain itu juga penelitian ini dapat digunakan oleh Disdikbud sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja pegawainya dengan pemberian reward dan punishment. Untuk memicu kinerja karyawan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur diperlukan reward atau penghargaan atas prestasi yang dicapai tetapi sebaliknya juga perlu diberikan punishment terhadap pelanggaran atau kelalaian yang dilakukan Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Pemberian reward berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Pemberian punishment berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Pemberian reward dan punishment berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai TimurAy Dasar teori yang melandasi penelitian ini adalah manajemen sumber daya manusia dengan fokus pada reward, punishment dan kinerja. Peneliti mengajukan hipotesis kerja atau alternatif (H. : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian reward terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian punishment terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Penelitian menunjukkan bahwa reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap kinerja. Punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap kinerja, reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap kinerja. Kata Kunci : Reward dan Punishment. Kinerja ABSTRACT The aims of the research is to examine the influence of giving reward and punishment at the Department of Education and Culture of East Kutai Regency. Meanwhile, the research is applicable for Department of Education and Culture of East Kutai Regency to increase the staff performance by giving reward and punishment. To trigger the performance of employees at the Department of Education and Culture of East Kutai Regency necessary reward or recognition for accomplishments but instead should be given punishment for violations or omissions The problems in this research are: Giving Reward significant effect on the performance of employees in the Agency Department of Education and Culture of East Kutai. Giving Punishment significant effect on the performance of employees in the Agency Department of Education and Culture of East Kutai. Giving Reward and Punishment significant effect on employee performance in the Education and Culture Agencies East Kutai RegencyAy Basic theory underlying this study is a human resource management with a focus on reward, punishment and performance. Researchers propose a working hypothesis or alternative (H. : There is a positive influence and significant correlation between the provision of rewards to performance Employees at the Department of Education and Culture of East Kutai, influences of the positive and significant correlation between the provision of Punishment on the performance employee in the Department of Education and Culture of East Kutai. The analysis tool used is multiple linear regression. Research shows that reward positive and significant effect on the performance. Punishment positive and significant impact on the performance, reward and punishment positive and significant impact on the performance. Keywords: Reward. Punishment. Performance PENDAHULUAN Secara umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memerlukan pegawai dengan kualifikasi di bidang administrasi, akuntansi, dan teknik. Kualifikasi ini selayaknya memiliki kompetensi dalam hal pengoperasian komputer, maupun penanganan hal-hal teknis yang terjadi di lapangan. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa penempatan pegawai pada tiap-tiap bidang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sehingga kinerja pegawai kurang maksimal. Kinerja pegawai yang baik akan menghasilkan kerja yang optimal. Oleh karena itu, pimpinan perlu mengevaluasi kinerja para pegawai dan membuat laporan kondisi tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk membuat kebijakan dan keputusan. Pimpinan harus bijak dalam membuat keputusan yang baik terkait pegawai yang patut diberi penghargaan . dan yang harus menerima hukuman . selaras dengan pencapaian kinerja pegawai. Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kutai Timur terdapat 40% pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, 20% pegawai memiliki kompetensi yang baik di bidangnya tetapi kurang memiliki motivasi untuk bekerja. Peningkatan kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kutai Timur memerlukan sistem reward dan punishment dimana pegawai dengan kinerja yang baik akan mendapatkan penghargaan, sedangkan pegawai dengan kinerja buruk akan memperoleh hukuman yang pantas guna meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Reward dan punishment akan sangat ideal dan strategis bila digunakan sesuai dengan prinsip- prinsip dasar pekerjaan untuk meningkatkan kinerja para pegawai. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini Apakah pemberian reward berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur ? Apakah berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur ? Apakah pemberian reward dan punishment berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur ? DASAR TEORI Pada bagian ini akan diuraikan teoriteori yang berhubungan dengan penelitian ini, yang secara berurutan akan dibahas mengenai teori yang mendukung variabel yang akan diteliti, seperti . Manajemen Sumber Daya Manusia . Reward, . Punishment dan . Kinerja. Berikut akan diuraiakan terori-teori tersebut secara berurutan. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan bidang strategis dari Manajemen sumber daya manusia harus dipandang sebagai perluasan dari pandangan pengetahuan tenang perilaku manusia dan kemampuan mengelolanya. Menurut Simamora . dalam Edy Sutrisno . , manajemen sumber daya pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. Sedangkan menurut Dessler dalam Eddy Sutrisno . , manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang yang menjalankan aspek AuorangAy atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajer meliputi pengimbangan dan penilaian Reward Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk meningkatkan motivasi kinerja para pegawai. Metode ini bisa mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulangulang. Reward juga bertujuan agar seseorang memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dicapainya. Manusia selalu mempunyai cita-cita, harapan dan keinginan. Inilah yang dimanfaatkan oleh metode reward. Dengan metode ini, seseorang mengerjakan perbuatan baik atau mencapai suatu prestasi tertentu akan diberikan reward yang menarik sebagai Dengan demikian, pegawai akan melakukan perbuatan atau mencapai suatu prestasi agar memperoleh reward tersebut. Punishment Ngalim Purwanto, . Punishmet adalah penderitaan yang diberikan atau ditimbulkan dengan sengaja atau seseorang sesudah terjadi suatu pelanggaran, kejahatan atau kesalahan. Dari beberapa pendapat diatas, punishment adalah suatu perbuatan yang kurang menyenangkan, yang berupa hukuman atau sanksi yang diberikan kepada pegawai yang diberikan kepada pegawai secara sadar ketika terjadi pelanggaran agar tidak mengulangi lagi. Jika reward merupakan bentuk yang positif, maka punishment adalah sebagai bentuk yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat perangsang pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan adalah untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Kinerja Arti kinerja Sebenarnya berasal dari kata-kata job performance dan disebut juga actual performance atau prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang telah dicapai oleh seseorang karyawan. Banyak sekali definisi atau pengertian dari kinerja yang dikatakan oleh para ahli, namun semuanya mempunyai beberapa kesamaan arti dan makna dari kinerja Sedangkan pengukuran kinerja . erformance pengertian suatu proses penilaian tentang kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk menghasilkan barang dan jasa, termasuk informasi atas efisiensi serta efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan menurut Oxford Dictionary, kinerja . merupakan suatu tindakan proses atau cara bertindak atau melakukan Sebenarnya merupakan suatu konstruk, dimana banyak para ahli yang masih memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan kinerja tersebut. Kerangka Konsep Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Reward (X. Punishment (X. Kinerja (Y) Hipotesis Reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. METODE PENELITIAN Populasi Dan Sampel Umar . 5:77-. Sampel merupakan karakteristik tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Metode pengambilan sampelnya menggunakan metode Slovin. ycA 1 ycA yce 2 Umar . 5:77-. Dimana : n = Ukuran Sampel N = Jumlah Populasi . e = Kesalahan dalam pengambilan sampel misalnya 10 % 1 213 . 1 213 . 3,13 n = 68. 05 C 68 Responden Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kepustakaan (Library Researc. Data skunder diperoleh dari data yang diberikan oleh instansi seperti absensi instansi, struktur organisasi, laporan /dokumen dan jurnal yang terkait dengan penelitian. Penelitian Lapangan (Field Work Researc. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Kuesioner dan Kuesioner pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan Ae pertanyaan kepada responden dengan panduan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup. Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian. Alat Analisis Analisis mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu : reward (X. dan Punishment (X. terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja pegawai (Y). Ghozali . 5 :. persamaan regresi linier berganda adaah sebagai berikut : Y = a b1X1 b2X2 e Dimana : Y = Kinerja Pegawai a = Konstanta e = ramalan error b1, b2, b3, = Koefisien regresi X1 = Reward X2 = Punishment Pengujian Hipotesis Uji T (Uji Parsia. Untuk menguji apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat secara parsial dengan = 0,05 dan juga penerimaan atau penolakan Uji F (Uji Serenta. Untuk menguji apakah variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat secara bersama-sama . dengan = 0,05 dan juga penerimaan atau penolakan hipotesa. Koefisien Determinasi (RSquar. Koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh pengaruh pemberian reward dan punishment dalam menerangkan variasi variabel dependen/tidak bebas . inerja Nilai koefisien determinasi adalah antara nol . dan satu . Nilai R2 yang kecil variabel-variabel independen . dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Analisis Data Uji Validitas Alat untuk mengukur validitas adalah Korelasi Product Moment dari Pearson. (Arikunto,2006:. Suatu indikator dikatakan valid, apabila n = 20 dan = 0,05 , maka r tabel = 0,444 dengan ketentuan (Arikunto, 2006:. : Hasil r hitung > r tabel = valid. Hasil r hitung < r tabel = tidak valid. Uji Reliabilitas Uji ralibilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrument/indikator yang digunakan dapat dipercaya atau handal sebagai alat ukur variabel, apabila nilai cronbachAos alpa () suatu variabel Ou 0,60 maka indikator yang digunakan oleh variabel tersebut reliable, jika < 60 maka indikator yang digunakan tidak Hasil uji reliabilitas memperlihatkan nilai cronbachAos alpha semua variabel diatas 0,60 sehingga dapat disimpulkan indikator yang digunakan oleh variabel reward, punishment, dan kinerja dapat dipercaya atau handal untuk dijadikan alat ukur. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan terhadap data yang digunakan untuk analisis regresi Uji asumsi klasik terdiri atas multikolinearitas, dan autokorelasi. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Data yang baik adalah memiliki distribusi normal. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas yakni : jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih Kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas dimaksudkan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Modal regresi yang baik adalah yang Uji Heteroskedastisitas dilakukan dengan Uji Glejser maksudnya adalah Glejser ini mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual terhadap variabel independen dengan persamaan regresi : |U. =a BXt vt Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menunjukkan apakah ada korelasi diantara variabel independen. Didalam penelitian yang menggunakan teknik analisa regresi berganda antar variabel independen tidak boleh saling berkolerasi atau terjadi Deteksi tidak terjadinya multikolinearitas dapat dilihat pada collinearity statistics, dengan ketentuan apabila nilai tolerance value masing-masing variabel independen berada di atas 0,1 dan variance inflation value atau VIF masing-masing variabel independen berada dibawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi. Nilai du dan dl dapat diperoleh dari tabel statistik Durbin Watson yang bergantung banyaknya observasi dan banyaknya variabel yang Analisis Regresi Linier Berganda Pada penelitian ini teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Teknik analisa ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara pemberian reward dan punishment terhadap Kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kutai Timur. standardized coefficiens. Persamaan linier dari hasil regresi yang didapat adalah sebagai Y = 13,759 0,321X1 0,319X2 Pada persamaan regresi tersebut, koefisien regresi variabel independen X1 . dan independen X2 . berpengaruh positif terhadap kinerja. Dari hasil koefisien regresi didapat menunjukkan, faktor punishment . 2 = 0,. menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi kinerja pegawai. Pembahasan Dalam penelitian ini, hasil regresi Persamaan linier dari hasil regresi yang didapat adalah sebagai berikut : Y = 13,759 0,364X1 0,397X2 e pada persamaan regresi tersebut, koefisien regresi variabel independen X1 . dan independen X2 . berpengaruh positif terhadap kinerja Dari hasil koefisien regresi didapat menunjukkan, faktor reward (X1 = 0,. menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi kinerja pegawai. Kedua variabel bebas tersebut berpengaruh positif. Artinya semakin tinggi tingkat pemberian reward dan punishment maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Reward dan punishment akan mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. E adalah ramalan error yang artinya bahwa selain reward dan punishment ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Reward terhadap Kinerja Pegawai Hasil pengujian hipotesis (H. telah membuktikan terdapat pengaruh antara reward terhadap kinerja pegawai. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 5,370 lebih besar dari t tabel sebesar 1,667 dengan taraf signifikasi 0,000. Taraf signifikansi tersebut lebih kecil dari alpha (A = 0,. dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa reward berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Artinya bahwa ada pengaruh antara variabel reward terhadap Kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur. Pemberian reward yang sesuai kepada pegawai yang telah menunjukan prestasi akan terus meningkatkan prestasi yang baik sehingga kinerjanya akan semakin meningkat. Punishment terhadap Kinerja Pegawai Hasil pengujian hipotesis (H. telah membuktikan terdapat pengaruh antara punishment terhadap kinerja pegawai. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,947 lebih besar dari t tabel sebesar 1,667 dengan taraf signifikasi 0,000. Taraf signifikansi tersebut lebih kecil dari nilai alfa (A = 0,. dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa punishment berpengaruh positif terhadap kinerja Artinya bahwa ada pengaruh antara variabel punishment terhadap Kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Kutai Timur. Pemberian punishment secara tepat kepada pegawai yang melakukan kesalahan maka akan meningkatkan kesadaran para pegawai untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan sehingga kinerja pera pegawai akan semakin meningkat. Reward dan Punishment terhadap Kinerja Pegawai Hasil pengujian hipotesis (H. telah membuktikan terdapat pengaruh secara bersama-sama antara reward dan punishment terhadap kinerja pegawai. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai F hitung sebesar 31,532 dengan taraf signifikasi 0,000. Taraf signifikansi tersebut lebih kecil dari nilai alfa (A = 0,. dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa punishment berpengaruh positif terhadap kinerja Artinya bahwa reward dan punishment mempengaruhi Kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kutai Timur. KESIMPULAN Dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner maka dilakukan pengujian reabilitas untuk mengetahui bahwa jawaban responden terhadap pertanyaan Dan dilakukan pengujian validitas untuk mengukur sah tidaknya seluruh pertanyaan dalam setiap variabel reliabel dan Dalam uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji heterokedastisitas dan uji multikolonieritas menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas dan tidak terjadi heterokedastisitas serta memiliki distribusi Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian reward dan punishment terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur dengan demikian ketiga hipotesis diterima. Hendaknya pihak instansi lebih memikirkan bagaimana cara memberikan reward yang sesuai dengan prestasi kerja para pegawai dan memberikan punishment yang tepat kepada pegawai yang melakukan kesalahan, sehingga kinerja pegawai dapat meningkat jauh lebih SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran dalam penelitian ini bagi peneliti selanjutnya jika melakukan penelitian kembali, hendaknya menambahkan variabel-variabel lain seperti motivasi kerja, disiplin kerja dan lain sebagainya guna menambah nilai kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. DAFTAR PUSTAKA