Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 Social Media Strategies: The Secret to Boosting Sales at Coffeeshop Lati Sari Dewi1. Adi Anugrah L. STIE Latifah Mubarokiyah1,2 Email:latisaridewi02@gmail. ABSTRACT. This study aims to analyze the influence of social media sharing on increasing sales volume at a Using a quantitative descriptive method, the study involved 96 respondents selected through an accidental sampling technique. The results show that social media sharing significantly impacts sales volume, with a coefficient of determination of 63. Social media sharing falls into the good category, with the highest score attributed to providing interactive videos, while the lowest score was for organizing online events. Sales volume is also classified as good, with the highest score on reasonable pricing and the lowest on the lack of discounts. It is recommended that the coffeeshop organize online events and offer promotional discounts to attract more customers. Keywords: Social Media Sharing. Sales Volume. Marketing ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh media sosial sharing terhadap peningkatan volume penjualan pada sebuah coffeeshop. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 96 responden melalui teknik accidental sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial sharing berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi sebesar 63,8%. Media sosial sharing berada pada kategori baik, dengan nilai tertinggi pada aspek penyajian video interaktif dan nilai terendah pada pelaksanaan event daring. Volume penjualan juga tergolong baik, dengan skor tertinggi pada indikator kesesuaian harga serta skor terendah pada tidak tersedianya program diskon. Oleh karena itu, disarankan agar pihak coffeeshop menyelenggarakan event online dan menawarkan diskon promosi untuk menarik lebih banyak pelanggan. Kata kunci: Media Sosial Sharing. Volume Penjualan. Pemasaran Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi pada era globalisasi berlangsung sangat cepat dan memberi pengaruh besar pada berbagai sektor, termasuk dunia bisnis. Banyak pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional, khususnya di bidang pemasaran. Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, diperlukan strategi pemasaran yang tepat serta penggunaan media yang efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan volume penjualan. Salah satu tren yang berkembang pesat saat ini adalah penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, terutama di kalangan perusahaan rintisan. Media sosial berbasis sharing kini menjadi alat promosi yang sangat efektif karena memungkinkan pelaku bisnis membagikan gambar, informasi, dan berbagai bentuk konten secara langsung kepada komunitas maupun masyarakat umum. Keunggulan utama media sosial terletak pada kemampuannya menyampaikan pembaruan informasi secara cepat dan tepat waktu serta memiliki jangkauan audiens yang sangat luas. Media sosial membuka peluang bagi bisnis untuk berinteraksi dengan konsumen secara lebih menarik dan komunikatif, sehingga dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan penjualan. Manajemen dapat dipahami sebagai suatu rangkaian aktivitas yang meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian terhadap berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini menuntut adanya koordinasi yang sistematis agar setiap elemen dalam organisasi dapat bekerja secara selaras dan terarah. Dengan demikian, manajemen menjadi fondasi penting bagi organisasi dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Selain itu, manajemen juga mencakup upaya untuk memanfaatkan sumber daya yang tersediaAi baik sumber daya manusia, keuangan, maupun materialAisecara efektif dan efisien. Efektivitas mengacu pada sejauh mana tujuan organisasi dapat dicapai, sementara efisiensi menekankan pada penggunaan sumber daya secara optimal tanpa membuang waktu, tenaga, atau biaya. Oleh karena itu, kemampuan manajerial menjadi kunci dalam mengelola berbagai fungsi agar organisasi dapat beroperasi secara produktif. Dalam konteks bisnis modern, manajemen tidak hanya berperan dalam mengatur jalannya operasional, tetapi juga dalam merespons dinamika lingkungan eksternal seperti perubahan teknologi, perilaku konsumen, serta kompetisi pasar. Manajemen yang baik memungkinkan organisasi beradaptasi terhadap perubahan tersebut melalui pengambilan keputusan yang tepat. Dengan demikian, manajemen menjadi alat strategis untuk menjaga keberlanjutan dan perkembangan organisasi dalam jangka panjang. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 Manajemen secara luas dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Secara umum, manajemen merupakan ilmu dan seni dalam mengatur, mengelola, serta mengkoordinasi berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Samsudin. Manajemen bertujuan untuk mengatur jalannya organisasi agar mencapai hasil yang Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran merupakan rangkaian aktivitas yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, hingga pengendalian berbagai kegiatan yang berhubungan dengan produk atau jasa agar dapat disampaikan kepada konsumen dengan efektif, sehingga kebutuhan dan keinginan mereka terpenuhi serta perusahaan memperoleh keuntungan. Menurut Nandan Limakrisna dan Togi Parulian Purba . , manajemen pemasaran merupakan perpaduan antara seni dan ilmu dalam menentukan pasar sasaran, menjangkaunya, serta membangun hubungan dengan pelanggan melalui proses penciptaan, penyampaian, dan komunikasi nilai pelanggan yang lebih unggul. Pada pandangan Kotler dan Keller . , manajemen pemasaran adalah seni sekaligus ilmu untuk memilih pasar sasaran serta memperoleh, mempertahankan, dan meningkatkan jumlah pelanggan melalui penawaran nilai pelanggan yang superior. Adapun Kotler dan Armstrong . menegaskan bahwa manajemen pemasaran mencakup analisis, pelaksanaan, dan pengendalian berbagai program yang dirancang untuk menciptakan pertukaran dengan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Arikunto & Suharsimi . menjelaskan bahwa penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan atau mengamati kondisi yang terjadi pada saat penelitian dilakukan, kemudian hasilnya dituangkan dalam bentuk laporan ilmiah. Sementara itu. Sugiyono . menyatakan bahwa metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme dan digunakan untuk meneliti sampel atau populasi tertentu, dengan proses pengumpulan data melalui instrumen penelitian yang Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini, sampel terdiri atas konsumen yang berkunjung ke coffeeshop. Teknik penentuan sampel menggunakan rumus untuk populasi tidak diketahui (Ridwan, 2. , karena jumlah populasi sebenarnya tidak dapat dipastikan, dengan rumus sebagai berikut: Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 ycu=# Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 ycsyu / 2yua yce (Ridwan, 2. Description: N = sample size Z = the size of the confidence level a = 0. % confidence level means Z0. = 1. E = Standard Deviation e = margin of error, tolerable error rate . etermined as 5%) By using the above formula, the following calculation is ycsyu / 2yua ycu=# yce ycu=# . ycu = 96,04 ycycu 96 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Analisis regresi sederhana adalah alat analisis untuk meramalkan nilai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan koefisien regresi berdasarkan hasil pengolahan dengan program SPSS V. 24 adalah sebagai berikut Source: Results of SPSS V. 24 Software Output Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai konstanta . sebesar 10,738 dan nilai koefisien regresi media sosial sharing . sebesar 0,600. Dengan demikian, persamaan regresi yang diperoleh adalah: Y = 10,738 0,600X Persamaan ini dapat diartikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 10,738 menunjukkan bahwa ketika media sosial sharing (X) tidak memberikan pengaruh atau berada pada nilai nol, maka volume penjualan (Y) tetap berada pada angka 10,738. Koefisien regresi sebesar 0,600 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan 1% pada variabel media sosial sharing (X) akan meningkatkan volume penjualan (Y) sebesar 0,600. Karena koefisien regresi bernilai positif, dapat disimpulkan bahwa media sosial sharing (X) memberikan pengaruh positif terhadap volume penjualan (Y). Berdasarkan uji regresi sederhana, nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 < 0,05, sehingga variabel media sosial sharing (X) terbukti berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan (Y). Selain itu, nilai t hitung sebesar 12,880 yang lebih besar dibandingkan nilai t tabel 1,661 semakin menegaskan bahwa media sosial sharing (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap volume penjualan (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial sharing (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan (Y). Uji Koefisien Determinasi Analisis yang digunakan untuk menentukan kekuatan atau kelemahan arah hubungan antara kelengkapan produk (X) dan keputusan pembelian (Y), menggunakan program perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solutio. Versi 24. Hasil perhitungan koefisien korelasi berdasarkan hasil pengolahan dengan program SPSS V. 24 adalah sebagai berikut: Berdasarkan 39, nilai koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh adalah sebesar 0,638. Nilai ini Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 merupakan hasil kuadrat dari koefisien korelasi (R) yang sebesar 0,799, yaitu 0,799 x 0,799 = 0,638. Angka koefisien determinasi sebesar 0,638 atau 63,8% menunjukkan bahwa media sosial sharing (X) berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan (Y) sebesar 63,8%. Artinya, variabel media sosial sharing dapat menjelaskan 63,8% perubahan pada volume penjualan. Sementara itu, sisa 36,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model regresi ini atau variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel media sosial sharing (X) memiliki pengaruh terhadap variabel volume penjualan (Y). Jika nilai t-hitung > t-tabel, maka HCA ditolak dan HCa diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan antara variabel X dan Y. Jika nilai t-hitung O t-tabel, maka HCA diterima dan HCa ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel X dan Y. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh media sosial sharing terhadap peningkatan volume penjualan di sebuah coffeeshop, berikut kesimpulan yang dapat diambil: Media Sosial Sharing (X) Hasil rekapitulasi data menunjukkan bahwa total skor mencapai 5. 028, yang termasuk dalam kategori baik . 570Ae5. Indikator dengan nilai tertinggi adalah penyediaan video interaktif sebagai sarana berinteraksi dengan konsumen, memperoleh skor 422 yang berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa coffeeshop secara konsisten membangun interaksi positif melalui kolom komentar serta rutin membagikan konten video terbaru. Temuan ini sejalan dengan pendapat 53% responden . yang memberikan persetujuan terhadap indikator tersebut. Volume Penjualan (Y) Hasil rekapitulasi data menunjukkan bahwa total skor sebesar 4. 086 berada pada kategori baik . 591Ae4. Indikator dengan nilai tertinggi adalah kesesuaian harga yang dinilai wajar oleh konsumen, memperoleh skor 413 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sebanyak 46% responden . menyatakan sangat setuju bahwa harga yang ditawarkan coffeeshop tergolong terjangkau. Sementara itu, indikator dengan skor terendah adalah ketiadaan diskon atau potongan harga. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 124 - 132 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/12/2025 dengan nilai 306 yang berada pada kategori cukup. Berdasarkan observasi dan tanggapan responden, diketahui bahwa coffeeshop belum pernah memberikan diskon atau potongan harga, termasuk untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Hal ini juga didukung oleh 45% responden . yang menyatakan setuju terhadap pernyataan tersebut. Hubungan Media Sosial Sharing terhadap Volume Penjualan Media sosial sharing memberikan kontribusi sebesar 63,8% terhadap peningkatan volume penjualan, sedangkan 36,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Saran Optimalisasi Media Sosial Sharing Coffeeshop dianjurkan untuk memperkuat interaksi di media sosial, terutama melalui penyelenggaraan event daring seperti lomba foto atau video, kuis, maupun berbagai kampanye interaktif lainnya. Upaya ini berpotensi memperluas jangkauan promosi, menarik konsumen baru, serta meningkatkan minat pembelian. Pemberian Diskon atau Promosi Untuk mendorong peningkatan volume penjualan, coffeeshop dapat menerapkan program diskon atau potongan harga, seperti memberikan potongan biaya untuk pembelian dalam jumlah tertentu . isalnya beli 3 minuman mendapat diskon 10%). Strategi tersebut dapat memotivasi pelanggan untuk melakukan pembelian lebih banyak dalam satu transaksi serta berpotensi meningkatkan loyalitas konsumen. Penelitian Lanjutan Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk memasukkan variabel tambahan yang belum diteliti dalam studi ini. Upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan hasil penelitian serta memperjelas kontribusi media sosial sharing terhadap volume penjualan. Dengan demikian, nilai koefisien determinasi dapat meningkat dan memberikan pemahaman yang lebih DAFTAR PUSTAKA