JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Edukasi. Pemeriksaan dan Kuratif Sederhana Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Siswa Rajabasa Bandar Lampung Lies Elina P1*. Ratnasari Dyah2. Arianto3. Linasari4 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Bandar lampung Email: lieselina8@gmail. com 1* Abstrak Anak sekolah dasar merupakan generasi pembangunan bangsa yang sangat rentan terhadap penyakit terutama penyakit gigi dan mulut. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang tidak dijaga bisa berakibat sangat buruk seperti kehilangan gigi, kesulitan mengunyah ,gangguan estetik dan fonetik ,berkurangnya kepercayaan diri. Membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan atau debris merupakan langkah awal dalam pengendalian plak yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras gigi maupun jaringan lunak gigi. Perawatan kesehatan gigi dan mulut secara dini merupakan langkah awal mencegah kerusakan gigi lebih lanjut dengan pengetahuan menyikat gigi, pencabutan gigi susu pada waktu gigi tersebut harus tanggal . , penambalan gigi pada karies dini. Permasalahan pada anak SDN 1 Rajabasa Bandar lampung dimana keterbatasan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan cara meyikat gigi yang belum benar ,masih ada gigi yang mengalami persistensi. Tujuandari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut, sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak dengan memberikan penyuluhan dan edukasi sikat gigi bersama-sama, melakukan pencabutan gigi susu yang Pelaksanaan program dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi, pemeriksaan dan perawatan sederhana . Keywords: Anak Sekolah Dasar. Edukasi. Kuratif sederhana PENDAHULUAN Menurut Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2. yang telah menunjukkan bahwa karies gigi sudah terjadi pada usia 1-4 tahun dan semakin meningkat sampai usia 14tahun. Pada kelompok usia muda lebih banyak menderita karies aktif sebesar 6,9%, kelompok usia 5-9 tahun sebesar 21,6% dan kelompok usia 10-14 tahun sebesar 20,6%. Karies hanya merupakan salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut Fakta lainnya adalah penyakit jaringan keras gigi tersebut bersifat agresif kumulatif, artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan. (Mangku, 2. Angka Indeks OHI-S masyarakat Indonesia rata-rata adalah 1,46 sedangkan target nasional untuk indeks OHIS O 1,2, menunjukan angka kerusakan jaringan lunak gigi cukup Anak sekolah-sekolah dasar merupakan generasi pembangunan bangsa yang sangat rentan terhadap penyakit terutama penyakit gigi dan mulut. Salah satu upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan memberikan informasi tentang teknik menyikat gigi. Menyikat gigi adalah cara yang umum untuk membersihkan plak, kotoran atau sisa makanan yang melekat pada permukaan gigi yang bertujuan untuk memelihara kebersihan yakni dengan JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menyikat gigi dua kali sehari, yang baik dan benar adalah setiap habis makan pagi dan malam sebelum tidur. Membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan atau debris merupakan langkah awal dalam pengendalian plak yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras gigi maupun jaringan lunak gigi, yaitu dengan tindakan mekanis atau oral profilaksis yang merupakan rekomendasi standar untuk menjaga kebersihan serta kesegaran mulut dan mencegah berbagai penyakit gigi dan mulut. Kegiatan menyikat gigi bertujuan untuk menghilangkan plak diseluruh permukaan gigi, namun kurang efektif untuk daerah gigi yang sulit dijangkau seperti daerah interproksimal (Tao He dkk,2. Gigi Susu merupakan gigi sementara yang akan mengalami pergantian dengan gigi permanen atau gigi dewasa. Gigi susu ini pada umumnya tumbuh ketika anak berusia antara 6 bulan hingga 2 tahun. Ketika anak berusia antara 6-7 tahun, gigi seri dewasa mulai tumbuh secara bertahap dan umumnya berakhir ketika gigi geraham tumbuh antara usia 12-13 tahun (Pintauli S Hamada 2. Permasalahan pada anak SDN 1kelas 2 & 3 Rajabasa Bandar lampung dimana keterbatasan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan cara meyikat gigi yang belum benar ,masih ada gigi yang mengalami persistensi dan kegotangan gigi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut, sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak dengan memberikan penyuluhan dan edukasi sikat gigi bersama-sama ,melakukan pencabutan gigi susu yang persistensi dan kegoyangan gigi. Pelaksanaan program dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi, pemeriksaan dan perawatan sederhana . METODE KEGIATAN Persiapan pelaksanaan kegiatan yang diawali dengan koordinasi bersama mitra yaitu Kepala Sekolah SDN 1 Rajabasa Bandar Lampung . Kegiatan selanjutnya identifikasi sasaran yaitu dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut & pembagian kuesioner tentang pengetahuan menyikat gigi pada murid SDN 1 Rajabasa Bandar Lampung pada tanggal 5 september 2023 . Kegiatan persiapan selanjutnya adalah pembuatan materi penyuluhan ,media ,menyiapkan sikat gigi dan pasta gigi, ,menyiapkan instrument pencabutan ,dan bahan Setelah itu dilakukan edukasi kebersihan gigi yaitu menyikat gigi yang baik dan dengan demontrasi ,lalu dilakukan sikat gigi bersama dan kuratif sederhana yaitu pencabutan gigi sulung dimana waktu pelaksanaan adalah tgl 6 september 2023 ,di SDN 1 Rajabasa Bandar lampung. Pada akhir materi ,penyuluh memberi pesan agar anak SDN 1 Rajabasa Bandarlampung membuat rencana tindak lanjut sederhana berupa lakukan sikat gigi JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 minimal 2 kali sehari ,pagi setelah makan dan malam sebelum tidur ,melakukan pemeriksaan gigi minimal 6 bulan sekali. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan pada siswa/siswi SDN 1 Rajabasa Bandar lampung dengan memberikan edukasi kebersihan gigi dan mulut ,demontrasi sikat gigi ,kuratif sederhana pencabutan gigi sulung diikuti oleh siswa/i kelas 5 SDN 1 Rajabasa sebanyak 50 orang . Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Sekolah dimana kegiatan dilakukan 2 hari pada tanggal 5 dan 6 September 2023. Adapun kegiatan yang telah dilakukan yaitu pemberian edukasi ,demontrasi sikat gigi dan kuratif sederhana pencabutan gigi sulung. Materi tahap menyikat gigi yang di ajarkan sebagai berikut: Gambar 1. Tujuh tahap menyikat gigi . umber: Susita Syanne, 2. Terlebih dahulu dilakukan pengukuran pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa siswi dengan memberikan questioner tentang pengetahuan kesehatan gigi . emeliharaan kesehatan gig. , didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Frekwensi Pengetahuan sebelum Pengetahuan Baik Sedang Kurang Total Persentase Dari table 1 terdapat 44% anak yang Tingkat pengetahuannya buruk, untuk menambah pengetahuan siswa siswa dilakukan edukasi per kelompok kecil, agar materi benar benar dapat ditangkap dan dipahami oleh siswa siswi. Setelah diberikan edukasi dalam kelompok kecil, siswa diberikan questioner Kembali, melingkupi materi yang sudah diberikan, hasil terlihat sebagai berikut: JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Tabel 2 . Frekwensi Pengetahuan sesudah Pengetahuan Baik Sedang Kurang Total Persentase Ganbar 2. Edukasi cara menyikat gigi yang benar Pengetahuan Kebersihan Gigi & Mulut siswa/i SDN 1 Rajabasa Bandar Lampung sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan adukasi terlihat pada table 1 dan tabel 2. Hasil adanya peningkatan dimana pengetahuan yg baik dari 16 % menjadi 36 % ,sedang dari 40 % menjadi 48 % dan yang kurang dari 44 % menjdi 16 % . Upaya pemeliharaan sebaiknya dilakukan sejak didi . Peran sekolah sangat diperlukan dalam proses menciptakan kebiasaan menyikat gigi pada anak . Usia sekolah dasar merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak ,termasuk menyikat. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan gigi dan mulut, untuk mendapatkan gambaran status kesehatan gigi dan mulut siswa, didapatkan data sebagai berikut: Gambar 3. Pemeriksaan gigi dan mulut di sekolah Dari hasil pemeriksaan di peroleh data sebagai berikut: Tabel 3 . data diagnosa gigi goyang/persistensi Nama Umur Elemen Diagnosa Persistensi Persistensi Mobility Mobility Mobility Mobility Persistensi JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pada tabel 3 terlihat ada 7 dari 50 siswa siswi yang terdata mengalami persistensi dan kegoyangan gigi, . Dengan diagnose persistensi merupakan indikasi untuk dilakukan pencabutan gigi. Dilakukan kuratif sederhana yaitu pencabutan gigi sulung pada siswa siswa, dan siswa/siswi sangat kooperatif utk dilakukan pencabutan dikarenakan diijinkan oleh orang tua dibawah pengawasan Kepala sekolah. Untuk Tindakan pencabutan gigi dilakukan di klinik gigi Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Tanjungkarang, seperti tampak dalam gambat berikut: Ganbar 4. Tindakan curative sederhana di klinik Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Tanjungkarang KESIMPULAN Kegiatan Edukasi, pemeriksaan dan perawatan sederhana . encabutan gig. pada siswa SDN 1 Rajabasa Bandar Lampung berhasil meningkatkan pengetahuan tentang menyikat gigi dengan baik dan benar ,kemudian telah dilakukan juga perawatan sederhana berupa pencabutan untuk gigi yang mengalami kegoyangan atau persistensi . Sebagai upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut maka diharapkan siswa /I untuk dapat melaksanakan kebersihan gigi dengan melakukan sikat pagi hari sesudah makan dan malam hari pada waktu mau tidur ,selain itu diharapkan melakukan kontrol ke poli gigi minimal 6 bulan sekali Sebagai upaya untuk menunjang kelangsungan program kesehatan maka diharapkan kerjasama pihak sekolah untuk selalu mengingatkan penting nya kesehatan gigi dan mulut. Dan pihak sekolah juga diharapkan untuk rutin melaksanakan sikat gigi Bersama memalui suatu program kesehatan sekolah. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih Kepada Kepala Sekolah dan guru SDN 1 Rajabasa Bandar lampung, guru guru, dan siswa siswi SDN 1 Rajabasa yang telah mengudang narasumber dan menfasilitasi kegiatan Pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA