Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Vol. No. Juni 2025: 94-99 REPRODUKSI KOSAKATA BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbini Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Sumedang E-mail: anggun21002@mail. permadi@unpad. hazbini@unpad. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia melalui pendekatan leksikografi atau kamus. Penelitian ini menggunakan Metode Agih dan Teknik Pilah Unsur Penentu. Jadi, berdasarkan hasil analisis terjadi perubahan ejaan kata serapan bahasa Indonesia, perubahan ejaan itu meliputi beberapa proses, seperti disimilasi, metatesis, anaptiksis protesis dan zeroisasi aferesis. Selain perubahan ejaan terjadi juga perubahan makna yang diserap dari bahasa arab tersebut, yaitu: makna tetap, makna menyempit, dan makna meluas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu kata serapan yang lafal dan maknanya masih sesuai dengan aslinya, kata serapan yang lafalnya berubah namun maknanya tetap, kata serapan yang lafalnya sama namun maknanya berubah, serta kata serapan yang lafal dan maknanya berubah dari aslinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dan kebutuhan masyarakat terhadap bahasa atau istilah asing. Kata kunci: reproduksi. kata serapan. REPRODUCTION OF ARABIC VOCABULARY INTO INDONESIAN ABSTRACT. This research aims to describe Arabic loanwords in Indonesian through a lexicographical or dictionary approach. The study employs the Agih Method and Determinant Element Sorting Technique. Based on the analysis results, changes in spelling occur in Indonesian loanwords, encompassing processes such as dissimilation, metathesis, anaptixis, prothesis, and zeroization aferesis. In addition to spelling changes, changes in meaning also occur, including retained meaning, narrowed meaning, and broadened meaning. The findings indicate that Arabic loanwords in Indonesian can be categorized into four types: loanwords with unchanged pronunciation and meaning, loanwords with changed pronunciation but retained meaning, loanwords with unchanged pronunciation but changed meaning, and loanwords with both changed pronunciation and meaning. This research is expected to contribute to the understanding of Arabic loanwords in Indonesian and the societal need for foreign languages or terms. Keywords: reproduction. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, telah memiliki sejarah interaksi yang panjang dengan bahasa lain, termasuk bahasa Arab. Masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi membawa pengaruh signifikan bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia. Kedatangan pedagang, musafir, dan mubalig dari Arab. Persia, dan India ke Nusantara memperkuat pengaruh bahasa Arab dalam penyebaran agama Islam. Bahasa menjadi alat komunikasi utama dalam proses ini. Seiring waktu, pengaruh Islam semakin kuat di Indonesia, yang berdampak pada meningkatnya pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Indonesia. Faktor ini menjadi penentu utama dalam proses peminjaman kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Interaksi ini telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bahasa Indonesia (Jannah & Herda: Salah satu contoh pengaruh tersebut adalah reproduksi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan fenomena yang patut dikaji secara mendalam. Ketika dua kebudayaan berinteraksi dalam jangka waktu lama, biasanya terjadi pertukaran nilai-nilai kebudayaan yang dapat menghasilkan pengaruh kuat dari satu budaya terhadap budaya Selain itu, kontak antara dua bahasa juga dapat menyebabkan percampuran bahasa yang dapat berupa penyerapan kosakata, perubahan makna, struktur kalimat atau bentuk kata. Kontak bahasa ini dapat menghasilkan fenomena seperti alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi yang merupakan hasil dari interaksi antara dua bahasa yang berbeda (Chaer, 1995:. Bahasa Arab yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan kosakata yang luas, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bahasa Indonesia. Banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab, terutama dalam bidang agama, budaya, dan ilmu Oleh karena itu, penelitian tentang reproduksi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia sangat penting untuk memahami bagaimana bahasa Arab mempengaruhi bahasa Indonesia. Verhaar . berpendapat Reproduksi Kosakata Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbin. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 bahwa reproduksi kata adalah proses pembentukan kata baru yang berasal dari kata dasar yang sama, tetapi dengan bentuk atau makna yang berbeda. Perkembangan bahasa dapat menyebabkan perubahan makna pada kata-kata yang Perubahan makna ini dapat terjadi dalam dua arah, yaitu meluas dan menyempit. (Razak & Achmad: 2. Perluasan makna terjadi ketika sebuah kata memiliki banyak arti yang digunakan secara umum. Contohnya, kata "menarik" awalnya terkait dengan tali, namun sekarang memiliki arti yang lebih luas, seperti "cantik", "cakap", "simpatik", "menyenangkan", dan "baik". Di sisi lain, penyempitan makna terjadi ketika sebuah kata memiliki arti yang lebih spesifik atau khusus. Misalnya, kata "guru" dulunya memiliki arti yang luas, seperti "pembimbing rohani" atau "pengajar silat", namun sekarang lebih merujuk pada "pengajar di sekolah" sebagai profesi tertentu. Perubahan makna ini menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan penggunaannya (Firdaus: 2. Penelitian ini dapat membantu kita memahami proses reproduksi kosakata, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana bahasa Indonesia menggunakan kosakata bahasa Arab dalam konteks yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bahasa Indonesia dan bahasa Arab, serta hubungan antara kedua bahasa tersebut. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa yang dinamis dan terus berkembang, terus mengalami perubahan dan perkembangan. Reproduksi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu contoh perubahan dan perkembangan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian tentang reproduksi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dapat membantu kita memahami bagaimana bahasa Indonesia beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dengan melakukan penelitian tentang reproduksi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, kita dapat memperoleh informasi yang berharga tentang bagaimana bahasa Arab mempengaruhi bahasa Indonesia, serta bagaimana bahasa Indonesia menggunakan kosakata bahasa Arab dalam konteks yang Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bahasa Indonesia dan bahasa Arab, serta hubungan antara kedua bahasa tersebut. METODE Penelitian ini mengeksplorasi kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia melalui analisis Morfologi dan leksikografi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, penelitian ini mendalami kosakata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan katakata serapan berdasarkan kesesuaian lafal dan Melalui metode deskriptif yang mencakup pengumpulan data, analisis, dan interpretasi, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan teknik simak dan catat. Analisis penelitian ini menggunakan metode padan, yakni metode yang dipakai untuk mengkaji atau menentukan identitas satuan diagonal dengan memakai alat penentu yang berada di luar bahasa, terlepas dari bahasa yang bersangkutan. penelitian ini mengungkapkan perubahan ejaan dan makna yang terjadi pada kata serapan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Fonetik Analisis fonetik pada kosakata serapan adalah proses mempelajari perubahan bunyi atau fonem yang terjadi pada kata-kata yang dipinjam dari bahasa lain ke dalam bahasa penerima. Analisis ini bertujuan untuk memahami bagaimana kata-kata serapan diadaptasi secara fonetis dalam bahasa penerima, sehingga dapat membantu memahami proses perubahan bahasa dan dinamika bahasa. Dalam analisis fonetik pada kosakata serapan, beberapa aspek yang dapat dipelajari antara lain: . Perubahan fonem: Perubahan bunyi atau fonem yang terjadi pada kata-kata serapan, seperti perubahan vokal, konsonan, atau . Adaptasi fonetis: Proses penyesuaian bunyi atau fonem kata-kata serapan dengan sistem fonetis bahasa penerima. Pengaruh bahasa sumber: Pengaruh bahasa sumber terhadap perubahan fonetis kata-kata serapan dalam bahasa penerima. Bunyi yang sama Bahasa Indonesia menyerap kosakata bahasa Arab dengan cara mengadopsi katakata tersebut secara utuh, sehingga ejaan dan makna kata-kata tersebut tetap sama dengan aslinya dalam bahasa Arab. Dalam Tabel 1, kosakata yang tidak mengalami perubahan Reproduksi Kosakata Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbin. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 ada pada data nomor . , . , . , . , dan . Bunyi yang mirip dan berubah Bahasa Indonesia menyerap kosakata Arab mempertahankan bunyi aslinya, tetapi juga melalui beberapa proses perubahan bunyi, seperti disimilasi, metatesis, dan zeroisasi. Perubahan bunyi ini tidak selalu mengubah makna atau identitas fonem, melainkan dapat berupa variasi alofon dari fonem yang sama dalam konteks fonetis tertentu. Tabel 1 No. Kosakata Asli Kosakata Serapan Bentuk a EaCA Akhlak Anaptiksis Protesis AOA Gibah Disimilasi aAEOEA Haul Zeroisasi Aferesis Aua aIIA Imam Tidak a a A aIA Jemaah Disimilasi dan aAIA Khatam Disimilasi aACEA Kiblat Disimilasi AEA Kitab Tidak AI aA Madrasah Disimilasi aAIIA Mimbar Tidak AEIA Najis Zeroisasi aAca A Sajadah Tidak AaOeA Tabib Disimilasi aACOEA Takjil Disimilasi aAOOIA Yatim Tidak berubah Berikut adalah penjelasan rinci tentang jenis bunyi yang mirip dan bunyi yang mengalami perubahan. Disimilasi Disimilasi perubahan bunyi yang menyebabkan dua bunyi yang sama atau mirip menjadi berbeda. Fenomena ini dapat diamati dalam kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Arab, di mana terjadi perubahan bunyi untuk membe-dakan atau memisahkan bunyi yang Berdasarkan data di atas, perubahan bunyi terjadi meliputi: pada data . a [Ao. pada data . pada data . pada data . , . , dan . pada data . Metatesis Metatesis merupakan proses perubahan urutan fonem dalam suatu kata yang dapat menghasilkan variasi bentuk kata. Metatesis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sinkronis dan diakronis. Dalam konteks serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, metatesis diakronis lebih relevan karena perubahan fonem yang terjadi dalam proses adaptasi bahasa asing cenderung lebih signifikan dibandingkan dengan perubahan dalam bahasa itu sendiri. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa proses perubahan fonetik metatesis ada pada data . ketika kata AujamaAoahAy berubah menjadi AujemaahAy. Anaptiksis Anaptiksis merupakan proses penambahan bunyi vokal dalam suatu kata untuk memperlancar pengucapan. Dalam konteks penyerapan bahasa, anaptiksis juga terjadi dalam bahasa Indonesia sebagai salah satu pola adaptasi fonologis. Anaptiksis dibagi menjadi 3 bagian, yaitu anaptiksis protesis, penambahan bunyi di awal kata, anaptiksis epentesis, penambahan bunyi di tengah kata, anaptiksis paragog, penambahan bunyi di akhir kata. Pada penelitian ini, ditemukan proses perubahan fonetik anaptiksis protesis yakni pada data . berupa penambahan . di awal Reproduksi Kosakata Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbin. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 . Zeroisasi Zeroisasi merupakan proses penghilangan bunyi fonemis yang terjadi sebagai upaya untuk menyederhanakan atau menghemat Fenomena ini umum terjadi dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam proses adaptasi kosakata bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, di mana bunyi tertentu dapat dihilangkan untuk memudahkan pengucapan. Secara penempatannya, zeroisasi terbagi menjadi tiga, yaitu aferesis, sinkop, dan apokop. a Aferesis Aferesis adalah proses penghilangan satu atau lebih fonem pada awal kata. Dalam konteks serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, aferesis terjadi dengan penghilangan bunyi tertentu pada awal Seperti yang ada pada data . dihilangkan di awal kata. a Sinkop Sinkop adalah penghilangan satu atau lebih fonem di tengah kata, seperti penghilangan bunyi . di tengah suku kata . pada data . a Apokop Apokop adalah Penghilangan satu atau lebih fonem di akhir kata, seperti penghilangan bunyi . atau konsonan . pada data . Analisis Makna Dalam penelitian ini, perubahan makna kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Pertama, makan tetap yang terjadi ketika kata serapan mempertahankan makna aslinya tanpa perubahan signifikan. Kedua, makna menyempit yang terjadi ketika kata serapan mengalami spesifikasi makna, sehingga maknanya menjadi lebih spesifik atau terbatas dibandingkan dengan makna aslinya. Ketiga, makna meluas yang terjadi ketika kata serapan mengalami penambahan makna yang digunakan secara umum, sehingga satu kata dapat memiliki beberapa makna yang beragam. Dalam hal ini, kata serapan telah beradaptasi dengan konteks bahasa penerima dan digunakan dalam berbagai situasi yang berbeda. Berikut merupakan klasifikasi makna kata serapan bahasa Arab berdasarkan arti kosakata asli, makan kosakata serapan, dan fungsi. Hal ini dapat memudahkan kita untuk melihat apakah makna semakin meluas atau menyempit ketika telah tereproduksi. Tabel 2 No. Kosakata Asli Arti Kosakata Serapan Makna Fungsi a EaCA tingkah laku Akhlak Budi pekerti, perilaku/kelakuan dalam percakapan umum kosakata ini kerap kali dinilai positif, biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku yang baik dan terpuji AOA Gibah keburukan orang dalam percakapan umum kosakata ini dinilai negatif, biasanya digunakan untuk mencerminkan perilaku buruk seseorang yang suka bergunjing aAEOEA Haul peringatan hari wafat seseorang yang diadakan setahun sekali . iasanya disertai selamatan arwa. kosakata ini dinilai netral, biasanya digunakan untuk tema perayaan atau peringatan tahunan sebuah acara Aua aIIA Imam Pemimpin. Secara umum, kosakata ini digunakan untuk menyebut seorang pemimpin dalam konteks luas, bukan hanya dalam beribadah a a A aIA Jemaah kumpulan atau Secara umum, kosakata ini digunakan Reproduksi Kosakata Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbin. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 rombongan orang untuk menyebut sekelompok orang dalam perkumpulan peribadatan aAIA Khatam Dalam konteks umum, kosakata ini digunakan saat seseorang telah menamatkan kegiatan/sesuatu aACEA Kiblat arah ke Ka'bah di Makkah . ada waktu sala. Kosakata ini digunakan untuk menggambarkan arah yang dituju oleh umat Islam saat melaksanakan a a AaEA Kitab buku yang perkara-perkara keagamaan . eperti hukum, ajaran, dan Digunakan untuk buku atau tulisan yang berisi ajaran atau pengetahuan AI aA Madrasah sekolah atau perguruan . iasanya yang berdasarkan agama Isla. Digunakan untuk menggambarkan lembaga pendidikan yang fokus pada syariat Islam aAIIA Mimbar tempat melahirkan pikiran dan pendapat . eperti surat kaba. Digunakan untuk menggambarkan tempat yang ditinggikan untuk berpidato atau berkhotbah AEIA sesuatu yang tidak suci Najis kotor yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. , seperti terkena jilatan Dalam konteks umum, kosakata ini bernilai negatif karena lebih sering digunakan dalam umpatan, terkadang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dianggap kotor aAca A Sajadah alas yang digunakan untuk salat, berupa karpet dan berukuran kecil Digunakan untuk menggambarkan permadani atau tikar sebagai bagian dari seperangkat alat salat AaOeA Tabib orang yang mengobati orang sakit secara tradisional, seperti Digunakan untuk menggambarkan orang yang ahli pengobatan, baik itu fisik maupun spiritual aACOEA makanan atau untuk berbuka Takjil penganan dan minuman untuk berbuka puasa Kosakata ini digunakan untuk menggambarkan makanan atau minuman yang dikonsumsi untuk berbuka puasa aAOOIA Yatim tidak beribu atau tidak berayah lagi . arena ditinggal Kosakata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang kehilangan ayah atau ibu Reproduksi Kosakata Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Anggun Laila. Yudi Permadi, dan Hazbin. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 . Makna Tetap Makna tetap atau makna yang tidak berubah ini menunjukkan bahwa kata serapan diadopsi secara utuh dari bahasa asal tanpa intervensi bahasa penerima, sehingga makna dan bentuk morfemisnya tetap konsisten dengan bahasa model. Berdasarkan data pada tabel 2, kosakata yang tidak mengalami perubahan atau maknanya masih tetap sama seperti kosakata aslinya ada pada data . , . , . , . , . , . Data-data tersebut memiliki makna yang sama dalam konteks umum maupun khusus. Makna Menyempit Makna menyempit terjadi ketika kata serapan bahasa Arab mengalami proses spesifikasi makna, sehingga maknanya menjadi lebih spesifik, terbatas, atau terfokus dibandingkan dengan makna aslinya. Dalam proses ini, kata serapan mengalami penyesuaian makna untuk memenuhi kebutuhan dan konteks bahasa penerima, sehingga maknanya menjadi lebih presisi dan terbatas dalam penggunaannya. Hal ini ditujukan pada data yang terdapat di tabel 2 dengan nomor data . , . , . , . , . Makna Meluas Makna meluas merupakan proses terjadinya perluasan makna dari kosakata yang telah tereproduksi. Dalam hal ini, kata serapan tidak hanya mempertahankan makna aslinya, tetapi juga memperoleh maknamakna baru yang digunakan secara luas dalam bahasa penerima. Akibatnya, satu kata serapan dapat memiliki beberapa makna yang beragam, sehingga memperkaya khazanah bahasa dan memungkinkan penggunaannya dalam berbagai konteks yang berbeda-beda. Proses ini menunjukkan bahwa kata serapan telah berintegrasi dengan bahasa penerima dan dapat digunakan secara fleksibel dalam komunikasi sehari-hari. Seperti pada data tabel 2, yakni data . , . , . , . proses penyerapan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia seringkali melibatkan perubahan ejaan yang mencakup berbagai proses anaptiksis, dan zeroisasi. Namun, terdapat juga kata serapan yang dipertahankan dalam bentuk aslinya tanpa perubahan ejaan atau makna. Kedua, analisis makna kata serapan menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori perubahan makna, yaitu makna tetap, makna menyempit, dan makna meluas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan utama dalam penyerapan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia adalah mempertahankan makna tetap, yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia cenderung mengadaptasi kata serapan dengan meminimalkan perubahan makna yang SIMPULAN Wahya. , & Arong. Korespondensi Fonemis Enam Kata Kerabat Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu Kelantan. Bahasa Melayu Patani, dan Bahasa Sunda. Metahumaniora, 10. , 185-197. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting terkait dengan kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia. Pertama. DAFTAR PUSTAKA