https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia David Budi Hidayat Dosen PGMI STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan Email: davidbudihidayat@stitmakrifatulilmi. Abstrak Tujuan penelitian untuk melihat upaya peningkatan kemampuan bahasa indoensia, kenapa keempat kompetensi ini yang jadikan patokan dalam evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Secara teori penelitian ini Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya. Sementara itu menurut Harun Rasyid. Mansyur & Suratno bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan. Sedangkan bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik, dan pada kemampuan berbahasa ada empat yakni. Menulis, membaca, mendengarkan. Dalam penelitian ini menggunakan metode menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal dan buku yang terkait dengan Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia. Pendekatan kualitatif adalah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi Sedangkan Studi literature adalah sebuah cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mecari sumber-sumber kajia, hasil penelitian pada kemampuan berbicara dipengaruhi dengan bahasa gaul dan bahasa ibu sehingga kemampuan berbicara memiliki kelemahan, dalam sisi kemampuan mendengarkan kemampuan pratiksinya belum cukup untuk meningkatkan, pada kemampuan membaca tingkat minat anak Indonesia masih sangat rendah, pada kemampuan menulis belum mampu memahami kata sambung, pehubung dan juga kata baku. Kata kunci Kemampuan. Bahasa Indonesia. Pelajar Abstract The aim of the research is to look at efforts to improve Indonesian language skills, why are these four competencies used as benchmarks in evaluating Indonesian language learning. Theoretically, in this study, language is essentially the regular expression of human thoughts and feelings, which uses sound as its tool. Meanwhile, according to Harun Rasyid. Mansyur & Suratno, language is a structure and meaning that is independent of its users, as a sign that concludes a goal. Meanwhile, language according to the Big Indonesian Dictionary language means an arbitrary sound symbol system, which is used by all people or members of the community to work together, interact, and identify themselves in the form of good conversation, good behavior, good manners, and on the ability There are four languages viz. Writing, reading, listening, speaking. In this study using a method using a qualitative approach and literature study as a research method with the use of journals and books related to Improving Indonesian Language Proficiency in Students in Indonesia. A qualitative approach is an in-depth observation that tends to analyze a thing that is the goal. While literature study is a way to solve a problem by Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 1 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 looking for research sources, the results of research on speaking ability are influenced by slang and mother tongue so that speaking ability has weaknesses, in terms of listening ability the ability to practice is not enough to improve, at the reading ability level Indonesian children's interest is still very low, in writing skills they are not able to understand conjunctions, connectors and also standard words. Keywords Ability. Indonesian. Student PENDAHULUAN Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib dipelajari diseluruh sekolah yang ada di Negara Indonesia, selain dikarena mata pelajaran itu berhubungan dengan bahasa nasional Negara Indoensia, juga menujukkan rasa nasionalisme sebagai warga negara Indoensia. Mata pelajaran bahasa Indonesia dipelajari di Indonesia sejak jenjang PAUD sampai SMA bahkan di Perguruan Tinggi pun juga masih terdapat mata kuliah bahasa Indonesia untuk semua jurusan yang ada di Indonesia. Seperti mata pelajaran yang menjadi kewajiban sebagai warga Negara Indonesia untuk mengikuti mata pelajaran ini, secara tingkat kemampuan bahasa indoensia jika dilihat dari lamanya mata pelajaran itu diajarkan sudah barang tentu kemampuan dalam nilai bahasa Indonesia juga bagus, terlebih lagi mata pelajaran bahasa indoensia ini bukan lah mata pelajaran yang dikatakan seperti sains yang sewaktu-waktu secara teori berubah, melainkan materi bahasa Indonesia tidak berubah. Tapi jika diperhatikan di lapangan pada saat ini data kemampuan bahasa Indonesia belum lah mampu memuaskan, nilai bahasa Indonesia belum sesuai dengan waktu yang memang cukup panjang dalam pembelajaran dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi topic pembahasan tentunya ada apa? Dan kenapa itu bisa terjadi? Tentunya dua pertanyaan ini akan muncul ketika fakta lapangan diangkat didalam forum diskusi. Apakah hal ini dilate belakangi karena jangka waktu mempelajarinya yang cukup panjang membuat para pelajarnya terkesan bosan dalam mempelajarinya, atau bahakan gaya mengajar gurunya yang memang memiliki dampak yang besar dari hal itu, atau kesadaran dalam mata pelajaran itu sudah hilang. Tentu ada banyak alasan yang timbul juga membahas berkenaan dengan hal ini tentunya. Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 2 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Seperti yang sudah kita ketahui dan kita pelajari bahasa berbahasa Indonesia memiliki kemampuan dasar atau kompeten yang harus dicapai didalamnya, hal itu adalah. Membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Keempat kompetemsi inilah yang harus dan mampu dikuasai dalam pembelajaran abahasa Indonesia, namun secara fakta banyak yang tidak mampu menguasai keempat kompetensi tersebut secara menyeluruh. Maka dari itu dari keseluruhan paparan argumentasi diatas, maka jurnal ini akan focus meneliti pada empat kompetensi di mata pelajaran bahasa Indonesia dalam upaya peningkatan kemampuan bahasa indoensia, kenapa keempat kompetensi ini yang jadikan patokan dalam evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. LANDASAN TEORI Kemampuan Berbahasa Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya (Widayati & Saputri, 2. Sementara itu menurut Harun Rasyid. Mansyur & Suratno bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan. Sedangkan bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik. Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti yang pertama kuasa . isa, sanggu. melakukan sesuatu dan kedua berada. Kemampuan sendiri mempunyai arti kesanggupan, kecakapan, kekuatan, kekayaan. Sedangkan kemampuan menurut bahasa berarti kemampuan seseorang menggunakan bahasa yang memadai dilihat dari sistem bahasa, antara lain mencakup sopan santun, memahami giliran dalam bercakap-cakap (Setyawan, 2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan bahasa merupakan kesanggupan, kecakapan, kekayaan ucapan pikiran dan perasaan manusia melalui bunyi yang arbiter, digunakan untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam percakapan yang baik. Upaya pendidik menggunakan bahasa Indonesia lisan baik dan benar dalam kelompok kecil Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unvic Sorong kalangan mahasiswa melalui kemampuan Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 3 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 berbicara dapat menggunakan beberapa metode pengajaran berbicara. Banyak metode yang dapat digunakan oleh pengajar dalam kemampuan berbicara. Metode tersebut antara lain pendidik menggunakan kegiatan berbicara dengan kelompok kecil dan pendidik sebagai pelatih, sehingga proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, yang menuntut pendidik untuk bertindak sebagai pelatih. Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar, juga harus memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya. Untuk mengetahui seberapa jauh penggunaan kemampuan berbicara bahasa Indonesia lisan baik dan benar kalangan mahasiswa, dapat dilakukan kegiatan berbicara dalam kelompok kecil, khususnya dalam pelajaran bahasa Indonesia (Mahendrawani & Kata, 2. Melalui kegiatan berbicara dalam kelompok kecil diharapkan kemampuan berbahasa mahasiswa dapat lebih maju. Selama duduk dalam bangku perkuliahan diharapkan mahasiswa menjadi komunikator yang baik, hal itu sering dengan tingkat perkembangan proses kognitif (Irwan Soulisa, 2. Melihat kenyataan yang ada di lapangan selama ini sikap kerja sama dalam kelompok mahasiswa belum memuaskan. Kerja sama dalam kelompok masih diterapkan dalam diskusi dan belum diterapkan pada kegiatan lain. Ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain kurangnya variasi dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan seperti tugas secara kelompok, ada perbedaan secara individual serta diperkirakan pemahaman dan minat belajar mahasiswa terhadap mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih kurang. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk senantiasa berupaya menvariasikan penggunaan metode yang dapat melatih mahasiswa bekerja sama dengan mahasiswa lain di antaranya metode kerja kelompok hanya dapat diskusi saja. Oleh karena itu, penulis mencoba mengunakan metode kerja kelompok dalam kegiatan berbicara dalam kelompok kecil untuk mempertinggi hasil belajar baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dan untuk membantu mahasiswa menjadi manusia demokratis. Pada umumnya mahasiswa lebih menyukai proses pembelajaran yang melibatkan dirinya (Muttawakil, 2. Mereka diberikan kebebasan untuk memberi respon terhadap apa yang Dengan cara demikian, sikap kerja sama dalam kelompok dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat mengatasi segala kekurangan yang ada. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti. Banyak hal yang mempengaruhinya, baik dari pihak pendidik maupun mahasiswa. Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 4 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Mahasiswa kurang memahami terhadap peran benar khususnya dalam keterampilan berbicara. Penentuan materi serta metode pengajaran yang kurang tepat, dan minimnya bahan bacaan. Oleh karena itu, melalui penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan upaya tentang kemampuan berbicara Bahasa Indonesia baik dan benar dalam kelompok kecil pada prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Victory Sorong. Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam Pasal 3 UU No 20 tahun 2003, yaitu menyatakan bahwa: AyPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang martabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhalak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan tujuan pendidikan anak usia dini adalah untuk memberikan pengasuhan dan bimbingan agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya dan menjadi anak yang berilmu, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Bermain merupakan suatu kegiatan yang spontan, kreatif dan merupakan kegiatan alamiah yang sangat disenangi oleh anak. (Yudistira & Wijayanti, 2. Bermain merupakan kebutuhan manusia terutama bagi anak-anak. Menurut Musfiroh Aumenyatakan bahwa bermain dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan demi kesenangan dan tanpa mempertimbangkan hasil akhir, kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak luar. Ay Sejalan dengan pendapat di atas menurut Montessori, seorang tokoh pendidikan menyatakan bahwa ketika anak bermain, ia akan mempelajari dan menyerap segala sesuatu yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Berdasarkan pendapat di atas disimpulakan bahwa pengertian bermain merupakan berbagai bentuk kegiatan yang menyenangkan, dilakukan secara spontan, tanpa paksaan, tidak memperdulikan hasil akhir dan merupakan kegiatan yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam bermain bahasa sangatlah penting bagi anak, sesuai dengan pendapat Dhieni, menyatakan bahwa bahasa adalah alat penghubung atau komunikasi antara anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu pikiran, perasaan dan keinginannya. (Suhardi, 1. Sejalan Soegeng menggabungkan pikiran dan bahasa sebagai satu kesatuan, ketika anak bermain dengan Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 5 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 temannya mereka saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa anak dan itu berarti secara tidak langsung anak belajar bahasa. Menurut Suhartono, menyatakan bahwa dengan bantuan bahasa, anak tumbuh dari organisme biologis menjadi pribadi didalam kelompok. Pribadi itu berpikir, merasa, bersikap, berbuat serta memandang dunia dan kehidupan seperti masyarakat (Kelly & Belajar, n. Berdasarkan pendapat di atas dapat peneliti simpulkan bahwa bahasa adalah alat perantara untuk berkomunikasi dengan orang lain menggunakan suatu sistem simbol dalam menyatakan pikiran, perasaan, serta keinginan yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan dari sebuah permainan, dibutuhkan media penunjang yang disebut dengan alat peraga. Alat peraga sangat berguna untuk membantu mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak dalam kegiatan belajar mengajar sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Guru TK dituntut untuk menyediakan sarana berupa alat peraga atau alat permainan yang dapat menarik minat anak sehingga dapat menunjang perkembangan peserta didik. Permainan gambar dalam bak pasir merupakan permainan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak, terutama mengembangkan kemampuan bahasa lisan yaitu memperkaya kosakata anak. Sudono mengatakan tujuan bermain pasir yaitu: Mengenalkan penggunaan pasir sebagai alat yang berguna, mengembangkan kesenangan untuk bereksplorasi pada anak, menumbuhkan rasa apresiasi terhadap alat yang terdekat untuk berekspresi, menanamkan rasa bersyukur dengan adanya lingkungan hidup serta memeliharanya dan mengembangkan kemampuan berbahasa, penambahan kosa kata, penyusunan kalimat. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal dan buku yang terkait dengan Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia. Pendekatan kualitatif adalah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi tujuan. Sedangkan Studi literature adalah sebuah cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mecari sumber-sumber (Harahap, 2. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat secara deskriptif bagaimana Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia. Karenanya konsep pendidikan sering Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 6 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Sehingga menjadi tolak ukur bagi setiap pendidikan dalam proses belajar mengajar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis literature yang telah dikaji sebelumnya. (Asep, 2. Sumber data utama dari jurnal internasional dan jurnal nasional, dengan pedoman Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia serta bacaan di internet dengan menganalisis bacaan yang telah diperoleh serta Dengan demikian, kebenaran antara teori dan fakta data saling berkesinambungan, karena Peningkatan Kemampuan Bahasa Indonesia pada Pelajar di Indonesia memiliki kesamaan yaitu menekankan pada daya berfikir peserta didik, yang mana guru hanya mengarahkan peserta didik dalam proses pembelajaran serta fokus pada materi yang penting. PEMBAHASAN Dalam kemampuan bahasa Indonesia secara teori terbagi menjadi empat yakni, kemampuan berbicara, kemampuan menulis, kemampuan membaca dan kemampuan Secara klasifikasi empat kemampuan ini harus mampu dimiliki sebagai dasar kemampuan berbahasa dalam lingkup bahasa Indonesia. Dalam evaluasi disetiap pengukuran berbahasa Indonesia juga menggunakan empat kompetansi berbahasa, jika didalam satu kemampuan berbahasa ada yang rendah, dalam hal ini pemahaman berbahasa Indonesia belum bisa dikatakan baik. Dalam teori dikatakan keempat kemampuan ini menjadi tolak ukur secara spesifik dalam pemahaman berbahasa Indonesia. Kemampuan bahasa Indonesia pada remaja saat ini masih berada ditingkat yang berada ditahap standar dalam kemampuan berbicaranya, sedangkan dalam tahap membaca digolongkan dalam tingkat rendah karena secara spesifik karena minat membaca yang kurang di Indonesia, hal ini sehingga menimbulkan stigma bagaimana kemampuan berbahasa akan baik jika minat membaca masih rendah. Dalam kemampuan menulis dalam bahasa Indonesia pun masih dikatakan rendah karena dalam konsep menulis dalam pembelajaran Indonesia haruslah mampu membedakan penambahan kata sambung, kata baku dan kata asli, pemaham ini jelas harus dipahami secara Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 7 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 menyeluruh, ditambah lagi pada KBBI pun sudah sangat dijelakan terkait hal itu, maka dari itu perlunya pemahaman terkhusus terkait kemampuan pemahaman bahasa Indonesia yang baik. Dalam tahap mampu mendengarkan, dalam hal ini kemampuan menjawab pertanyaan yang diperdengarkan dengan konsep bahasa Indonesia, terkadang pada pratiknya kemampuan mendengarkan hanya pada mendengarkan pidato dan teks bercerita saja, secara referensi pengujiannya memang sangat terbatas. Sehingga kemampuan tersebut secara structural belum mampu di tingkatkan dengan baik, dalam kemampuan berbicara, secara keseluruhan pengucapan berbahasa Indonesia belum mampu dikatakan baik, karena masih banyak factor bahasa gaul dan bahasa ibu yang mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia, terkadang dalam lingkungan pendidikan saja, penggunaan bahasa Indonesia juga belum secara maksimal digunakan. Kemampuan bahasa Indonesia yang diterapkan memang harus secara berkelanjutajn, harusnya bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang diperkuat sendiri oleh generasi muda untuk menjukkan rasa cinta tanah air sebagai anak bangsa yang terlahir dari bangsa Indonesia, pengguna bahasa Indonesia diterapkan saat dilingkup sekolah dan aacra formal, jangan sampai ketika disekolah penggunaan bahasa Indonesia hilang dan digantikan bahasa gaul dan bahas ibu yang akan membuat nantinya kemampuan bahasa Indonesia kita tak dapat meningkat. PENUTUP Kemampuan berbahasa Indonesia, kemamapuan berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan menjadi, tolak ukur yang harus dipenuhi dalam kemampuan berbahasa inggris secara menyeluruh, hal ini memliki beberapa kesulitan dalam pembiasaan bagi para remaja dalam memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa yang harus dipahami dalam keempat kemampuan berbahasa dengan baik. Kemampuan bahasa Indonesia pada remaja saat ini masih berada ditingkat yang berada ditahap standar dalam kemampuan berbicaranya, sedangkan dalam tahap membaca digolongkan dalam tingkat rendah karena secara spesifik karena minat membaca yang kurang di Indonesia, hal ini sehingga menimbulkan stigma bagaimana kemampuan berbahasa akan baik jika minat membaca masih rendah. Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislama. 8 https://ojs. id/index. php/pgmi/submissions#active Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Dalam kemampuan menulis dalam bahasa Indonesia pun masih dikatakan rendah karena dalam konsep menulis dalam pembelajaran Indonesia haruslah mampu membedakan penambahan kata sambung, kata baku dan kata asli, pemaham ini jelas harus dipahami secara menyeluruh, ditambah lagi pada KBBI pun sudah sangat dijelakan terkait hal itu, maka dari itu perlunya pemahaman terkhusus terkait kemampuan pemahaman bahasa Indonesia yang baik. Dalam tahap mampu mendengarkan, dalam hal ini kemampuan menjawab pertanyaan yang diperdengarkan dengan konsep bahasa Indonesia, terkadang pada pratiknya kemampuan mendengarkan hanya pada mendengarkan pidato dan teks bercerita saja, secara referensi pengujiannya memang sangat terbatas. Sehingga kemampuan tersebut secara structural belum mampu di tingkatkan dengan baik, dalam kemampuan berbicara, secara keseluruhan pengucapan berbahasa Indonesia belum mampu dikatakan baik, karena masih banyak factor bahasa gaul dan bahasa ibu yang mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia, terkadang dalam lingkungan pendidikan saja, penggunaan bahasa Indonesia juga belum secara maksimal digunakan. Kemampuan bahasa Indonesia yang diterapkan memang harus secara berkelanjutajn, harusnya bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang diperkuat sendiri oleh generasi muda untuk menjukkan rasa cinta tanah air sebagai anak bangsa yang terlahir dari bangsa Indonesia, pengguna bahasa Indonesia diterapkan saat dilingkup sekolah dan aacra formal, jangan sampai ketika disekolah penggunaan bahasa Indonesia hilang dan digantikan bahasa gaul dan bahas ibu yang akan membuat nantinya kemampuan bahasa Indonesia kita tak dapat meningkat. REFERENSI