INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Determinasi Faktor-Faktor Makro Ekonomi Terhadap Suku Bunga (BI) di Indonesia Dalam Perspektif Ekonomi Islam Tahun 20032024 Menggunakan Model VECM Viska Rahmawati. Asriani. Sania Nuraziza. 1,2,. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung . viskarahma0830@gmail. com, . asriani@radenintanac. nuraziza@radenintan. Abstrak. Penelitian ini menganalisis determinasi faktor-faktor makroekonomi terhadap suku bunga Bank Indonesia periode 2003-2024 dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) dengan variabel cadangan devisa, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi sebagai determinan suku bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap suku bunga . -statistik 4,13 > 2,. Sebaliknya, cadangan devisa . -statistik 0,90 < 2,. dan nilai tukar . -statistik 1,83 < 2,. tidak berpengaruh signifikan terhadap suku bunga dalam jangka panjang. Dari perspektif ekonomi Islam, penelitian ini juga menganalisis bahwa suku bunga merupakan manifestasi praktik riba yang dilarang dalam syariah. Sistem keuangan Islam menawarkan alternatif melalui prinsip bagi hasil . , jual beli . , dan sewa . yang menekankan keadilan distributif, berbagi risiko proporsional, dan keberkahan, bukan hanya keuntungan materi yang pasti seperti dalam sistem suku bunga konvensional. Kata kunci : Suku Bunga. Cadangan Devisa. Nilai Tukar. Pertumbuhan Ekonomi Abstract. This study analyzes the determination of macroeconomic factors on Bank Indonesia's interest rate for the period 2003-2024 from an Islamic economics This quantitative research employs the Vector Error Correction Model (VECM) method with foreign exchange reserves, exchange rate, and economic growth as determinants of interest rates. The results show that in the long run, economic growth has a positive and significant effect on interest rates . -statistic 4. 13 > 2. Conversely, foreign exchange reserves . -statistic 0. 90 < 2. and exchange rates . -statistic 1. do not have a significant effect on interest rates in the long run. From an Islamic economics perspective, this study also analyzes that interest rates are a manifestation of riba practices prohibited in sharia. Islamic finance offers alternatives through profitsharing principles . , sale and purchase . , and leasing . that emphasize distributive justice, proportional risk sharing, and blessings, rather than merely certain material gains as in conventional interest rate systems. Keywords: Interest Rate. Growth Foreign Exchange Reverves. Exchange Rate. Economic INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara menghadapi tantangan yang rumit dalam mempertahankan stabilitas makroekonomi, terutama dalam kondisi perekonomian global yang semakin terhubung. Sebagai negara berperekonomian terbuka dengan sistem nilai tukar yang dikelola . anaged floating exchange rat. Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan dari luar negeri yang bisa memengaruhi kestabilan sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam situasi seperti ini, kebijakan moneter, terutama instrumen suku bunga, sangat penting sebagai cara untuk menyesuaikan dan menjaga keseimbangan dalam perekonomian. Suku bunga kebijakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia merupakan alat utama dalam kerangka Inflation Targeting Framework (ITF) yang telah diterapkan sejak tahun 2005. Melalui penetapan suku bunga acuan. Bank Indonesia berupaya mengendalikan inflasi, menjaga kestabilan nilai tukar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Namun, menentukan suku bunga yang tepat bukanlah hal yang mudah, karena proses transmisi kebijakan moneter tergantung pada banyak faktor makroekonomi yang saling Keputusan menaikkan atau menurunkan suku bunga harus mempertimbangkan kesetimbangan antara pengendalian inflasi, kestabilan nilai tukar, dan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk melihat perkembangan suku bunga di Indonesia dari tahun 2003 hingga 2024, dapat dilihat pada gambar berikut. SUKU BUNGA TAHUN Grafik 1. Suku Bunga di Indonesia Sumber: Badan Pusat Statistik 2003-2024 INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Berdasarkan grafik diatas, suku bunga pada tahun 2003 sebesar 7,66%, meningkat tajam hingga 12,75% . 5Ae2. akibat tekanan inflasi dan depresiasi rupiah. Setelah itu menurun bertahap hingga 6,5% . sebagai respons terhadap krisis global. Periode 2010Ae 2012 relatif stabil di kisaran 6Ae6,5%, kemudian naik menjadi 7,5% . karena taper Suku bunga turun kembali hingga 4,75% . dan naik lagi menjadi 6% . Saat pandemi. BI menurunkan suku bunga ke level terendah sejarah 3,5% . untuk mendukung pemulihan ekonomi. Sejak 2022Ae2024, suku bunga kembali naik ke sekitar 6% guna mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penetapan suku bunga di antaranya adalah cadangan devisa, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. 1 Dalam kebijakan moneter, cadangan devisa menjadi tolak ukur penting karena mencerminkan kekuatan ekonomi negara secara internasional serta kemampuan bank sentral dalam menjaga nilai tukar mata uang. Cadangan devisa yang cukup memadai memberi ruang bagi bank sentral untuk melakukan tindakan dalam pasar valuta asing, serta memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter. Semakin banyak cadangan devisa, semakin tinggi keyakinan pasar bahwa negara mampu memenuhi kewajiban internasional dan mempertahankan stabilitas sistem Namun, hubungan antara cadangan devisa dan suku bunga tidak selalu berjalan lurus, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lain dalam perekonomian. Berikut adalah data cadangan devisa di Indonesia dari tahun 2003 hingga 2024: CADANGAN DEVISA TAHUN Grafik 2. Cadangan Devisa di Indonesia Sumber: Badan Pusat Statistik 2003-2024 1 Ryan. Cooper, and Tauer. AoFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cadangan DevisaAo. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 2023, 12Ae26. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Berdasarkan grafik 2 di atas dapat dilihat bahwa Cadangan devisa Indonesia terus meningkat dari sekitar 36 miliar USD . menjadi lebih dari 155 miliar USD . , meskipun sempat turun saat krisis global 2008 dan taper tantrum 2013. Peningkatan jangka panjang ini menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat, didorong oleh surplus perdagangan, investasi asing, dan kebijakan pengelolaan devisa yang hati-hati. Selain faktor cadangan devisa, nilai tukar juga menjadi faktor penting dalam dinamika kebijakan moneter. Nilai tukar merupakan harga relatif mata uang domestik terhadap mata uang asing yang mencerminkan daya saing ekonomi dan stabilitas makroekonomi. Nilai tukar tidak hanya mempengaruhi daya saing ekspor-impor, tetapi juga berdampak pada inflasi melalui imported inflation dan ekspektasi pasar. 3Oleh karena itu, pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi keputusan bank sentral dalam menetapkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Namun, dalam sistem nilai tukar mengambang terkelola, bank sentral memiliki fleksibilitas dalam merespons volatilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan. 4 Berikut adalah data nilai tukar di Indonesia tahun 2003-2024: NILAI TUKAR TAHUN Grafik 3. Nilai Tukar Rupiah di Indonesia Sumber: Badan Pusat Statistik 2003-2024 Berdasarkan grafik 3 di atas dapat dilihat bahwa perkembangan nilai tukar rupiah menunjukkan tren depresiasi jangka panjang, dari sekitar Rp8. 400/USD . menjadi 2 Rizqi Septiadi. Muzlifatul Hudaifah, and Indra Suhendra. AoRespon Cadangan Devisa Indonesia Akibat Guncangan Nilai Tukar Dan Inflasi Pasca Pandemi Covid-19Ao, 8 . , 27091Ae99. 3 Tina Arfah Rizky Amelia Zahra. Nur Mutiah. AoAnalisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah. Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Cadangan Devisa Indonesia Periode 2017 - 2023Ao. PROSPEK : Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi, 3. , 262. 4 Wisnu Jaya Lutfiansyah. Sri ndah Nikensari, and Puji Yuniarti. AoPengaruh Cadangan Devisa. Inflasi. Dan Suku Bunga Terhadap Nilai Tukar Negara-Negara Regional ASEAN Pasca Covid-19Ao. Jurnal Ekonomi. Manajemen. Dan Akuntansi, 3. , 770Ae79. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Rp16. 000/USD . , dengan fluktuasi besar pada krisis global 2008, taper tantrum 2013, dan pandemi 2020. Meskipun begitu, stabilisasi berhasil dijaga berkat intervensi dan kebijakan moneter BI. 5 Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah pertumbuhan ekonomi sebagai indikator fundamental kesehatan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi merupakan komponen penting yang dipertimbangkan bank sentral dalam menetapkan stance kebijakan moneter dan menjadi indikator utama kondisi permintaan agregat dalam perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menciptakan tekanan inflasi dan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga, sementara perlambatan ekonomi memerlukan stimulus moneter melalui penurunan suku bunga. Namun, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan suku bunga tidak selalu bersifat mekanistik dan dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan kebijakan lainnya. 7 Berikut adalah data pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2003-2024: PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN Grafik 4. Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia 2003-2024 Berdasarkan grafik 4 di atas dapat dilihat bahwa perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari tahun 2003-2024 pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 5% per Setelah tumbuh pesat pada periode 2006Ae2008, ekonomi sempat melambat saat krisis 5 Ahmad Chumaidi Tarmizi Muslikhati. AoPengaruh Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Rasio Pertumbuhan Aset Perbankan SyariahAo. FALAH: Jurnal Ekonomi Syariah, 2. , 131 critical value 5% 071884 > -3. 020686 dengan prob 0. Kemudian variabel cadangan devisa tidak stasioner di tingkat level tapi stasioner di tingkat first different pada taraf keyakinan 5% yang dibuktikan dengan nilai Adj t-stat > critical value 5% yaitu -4. 602848 > -3. 020686 dengan prob Begitu juga pada variabel nilai tukar, tidak stasioner di tingkat level tapi stasioner di tingkat first different pada taraf keyakinan 5% yang dibuktikan dengan nilai Adj t-stat > critical value 5% yaitu -5. 034253 > -3. 020686 dengan prob 0. Berdasarkan tabel di atas bahwa INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 variabel pertumbuhan ekonomi stasioner pada level dan first different pada taraf keyakinan 5% yang dibuktikan dengan nilai Adj t-stat > critical value 5% yaitu -3. 559619 > -3. dengan prob 0. Hasil Uji Lag Optimal Tabel 2. Hasil Uji Lag Optimum Lag LogL FPE AIC 47e 10 35. 84564* 5. 85e 08* 31. 50148* 32. 49627* 31. Sumber : Hasil Pengolahan Data . Pada program Eviews tanda bintang (*) diketahui sebagai penanda lag optimum. Berdasarkan hasil uji lag optimum diketahui bahwa 5 tanda bintang berada pada lag 1 maka lag 1 merupakan lag optimum. Kemudian, karena panjang lag optimal sudah ditemukan, maka dapat dilakukan pengujian selanjutnya, yaitu uji stabilitas VAR. Hasil Uji Stabilitas VAR Tabel 3. Hasil Uji Stabilitas VAR Root 114480 - 0. 086528 - 0. Modulus Sumber : Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel menunjukan, hasil uji stabilitas VAR pada kondisi different lag menunjukan nilai yang stabil dikarenakan nilai modulus yang dihasilkan secara keseluruhan kurang dari 1. Hasil Uji Kausalitas Granger Tabel 4. Hasil Uji Kausalitas Granger Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 CD does not Granger Cause SB SB does not Granger Cause CD NT does not Granger Cause SB SB does not Granger Cause NT PE does not Granger Cause SB SB does not Granger Cause PE NT does not Granger Cause CD CD does not Granger Cause NT PE does not Granger Cause CD CD does not Granger Cause PE PE does not Granger Cause NT NT does not Granger Cause PE Sumber : Hasil Pengolahan Data . Hasil uji granger causality menunjukkan bahwa Jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel pada . %) atau nilai probabilitas lebih kecil dari . %) maka H0 ditolak. Diketahui nilai Ftabel adalah 2,10 . Pada uji kausalitas Granger diketahui bahwa variabel CD terhadap SB memiliki hubungan kausalitas satu arah, sebab F-hitung . > F-tabel dan Prob. < . %) sehingga H0 ditolak. Artinya cadangan devisa mempengaruhi suku bunga tetapi tidak ada hubungan timbal balik. Variabel SB terhadap NT memiliki hubungan kausalitas satu arah, sebab F-hitung . > F-tabel dan Prob. < . %) sehingga H0 ditolak. Artinya suku bunga mempengaruhi nilai tukar tetapi tidak sebaliknya. Tetapi pada variabel PE terhadap SB tidak terdapat hubungan kausalitas satu atau dua arah. Hasil Uji Kointegrasi Tabel 5. Hasil Uji Kointegrasi Johansen Hypothesized No. of CE. None * At most 1 * At most 2 * At most 3 * Eigenvalue Trace Statistic Critical Value Prob. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Hypothesized No. of CE. Eigenvalue Max-Eigen Statistic Critical Value Prob. None * At most 1 At most 2 At most 3 * Sumber : Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel menunjukkan, hasil uji kointegrasi yang telah dilakukan, pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai trace statistic > critical value . 57304 > 47. dengan 00, maka terdapat persamaan yang terkointegrasi ( hubungan jangka panjan. Kemudian pada uji Max-Eigen > critical value . 71617 > 27. dengan prob 0. 00, maka terdapat persamaan yang terkointegrasi . ubungan jangka panjan. Hasil Estimasi VECM Tabel 6. Hasil Uji Vector Error Correction Model (VECM) Cointegrating Eq: CointEq1 D(SB(-. D(CD(-. 72E-05 0E-. [ 0. D(NT(-. [-1. D(PE(-. [-4. Error Correction: D(SB,. D(CD,. D(NT,. D(PE,. CointEq1 . [-3. [ 0. [-0. [ 0. D(SB(-. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 . [ 0. [-0. [-0. [-0. D(CD(-. 48E-05 1E-. [ 2. [-2. 48E-05 7E-. [ 2. 87E-05 5E-. [ 0. D(NT(-. [ 0. [-1. [ 0. [ 0. D(PE(-. [-1. [-0. [ 0. [-1. [-1. [ 0. [ 0. [ 0. Sumber : Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel menunjukkan, dalam jangka pendek tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap suku bunga (SB). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-statistik CD . < t-tabel . NT . < t-tabel . , dan PE . < t-tabel . Sedangkan dalam analisis jangka panjang variabel PE berpengaruh signifikan terhadap SB. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-statistik . > t-tabel . Sedangkan pada variabel CD dan NT tidak berpengaruh signifikan terhadap SB. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-statistik CD . t-tabel . dan NT . < t-tabel . INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Hasil Impuls Response Function (IRF) Hasil dari IRF pada Gambar dibawah berikut ini: Response to Cholesky One S. Innov ations Response of D(SB) to D(SB) Response of D(SB) to D(CD) Response of D(SB) to D(NT ) Response of D(SB) to D(PE) Response of D(CD) to D(SB) Response of D(CD) to D(CD) 10,000 10,000 10,000 5,000 5,000 5,000 5,000 -5,000 -5,000 -5,000 -5,000 Response of D(NT ) to D(SB) Response of D(NT ) to D(CD) Response of D(PE) to D(SB) Response of D(PE) to D(CD) Response of D(PE) to D(PE) Response of D(PE) to D(NT ) Response of D(NT ) to D(PE) Response of D(NT ) to D(NT) Response of D(CD) to D(PE) 10,000 Response of D(CD) to D(NT ) Grafik 4. Hasil Impuls Respone Function Sumber : Hasil Pengolahan Data . Analisis dari grafik di atas adalah sebagai berikut : Pada respons SB terhadap guncangan CD. Guncangan yang terjadi pada kuartal pertama sampai dengan 10 memberikan respon negatif karena berada di bawah garis Hal ini menunjukkan bahwa shock dari cadangan devisa memberikan dampak penurunan terhadap suku bunga. Pada respon SB terhadap guncangan NT. Guncangan yang terjadi pada kuartal pertama sampai dengan 10 memberikan respon positif karena di atas garis Hal ini menunjukkan bahwa shock nilai tukar memberikan dampak peningkatan terhadap suku bunga dan bertahan dalam beberapa periode. Pada respon SB terhadap guncangan PE. Guncangan yang terjadi pada kuartal pertama sampai dengan 10 memberikan respon positif yang kuat dan persisten karena di atas garis horizontal. Hal ini menunjukkan bahwa shock pertumbuhan ekonomi memberikan dampak peningkatan yang signifikan terhadap suku bunga dan bertahan dalam beberapa periode. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Hasil Variance Decomposition (VD) Untuk melihat hasil pengujian variance decomposition dapat dilihat pada tabel sebagai berikut ini : Tabel 7. Hasil Uji Variance Decomposition Variance Decomposi tion of D(SB): Period D(SB) D(CD) D(NT) D(PE) Sumber : Hasil Pengolahan Data . Hasil analisis Variance Decomposition menunjukkan bahwa pada awalnya SB 100% dipengaruhi oleh dirinya sendiri. Seiring waktu, variabel lain mulai berpengaruh. PE menjadi kontributor terbesar kedua, meningkat dari 22. 52% di periode kedua menjadi 25. 24% di periode kesepuluh. CD memberikan pengaruh lebih kecil, menurun dari 2. 00% di periode kedua hingga 1. 17% di periode kesepuluh. NT memberikan pengaruh paling kecil, dari 0. di periode kedua hingga 0. 53% di periode kesepuluh. Dalam jangka panjang, variasi SB dijelaskan oleh SB sendiri . 05%). PE . 24%). CD . 17%), dan NT. 53%), menunjukkan dominasi faktor internal dengan kontribusi signifikan dari pertumbuhan ekonomi dan pengaruh lebih kecil dari cadangan devisa dan nilai tukar. Pembahasan Cadangan Devisa Terhadap Suku Bunga Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, variabel cadangan devisa dalam jangka panjang dengan t-statistik 0. 90 < t-tabel 2. 10 menunjukkan bahwa cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap suku bunga di Indonesia. Hal ini mengindikasikan INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 bahwa akumulasi cadangan devisa yang dimiliki Indonesia belum mampu memberikan dampak yang berarti terhadap penurunan suku bunga domestik. Ketidaksignifikanan pengaruh cadangan devisa ini disebabkan oleh struktur cadangan devisa yang terkonsentrasi pada instrumen keuangan konservatif dengan yield rendah dan keterkaitan terbatas pada pasar uang domestik, menghasilkan efek transmisi moneter yang Selain itu, cadangan devisa yang terakumulasi belum berorientasi pada stabilisasi nilai tukar yang substansial dan intervensi pasar valuta asing yang efektif, sehingga efek stabilisasi yang diharapkan tidak terealisasi maksimal terhadap penetapan suku bunga Hal ini sejalan dengan teori Mundell-Fleming yang menyatakan bahwa dalam sistem nilai tukar mengambang, cadangan devisa yang tinggi tidak secara otomatis mempengaruhi suku bunga domestik karena kebijakan moneter memiliki independensi penuh. Teori ini menjelaskan bahwa bank sentral melakukan akumulasi cadangan devisa untuk menjaga stabilitas eksternal dan mempertahankan kredibilitas moneter tanpa menciptakan efek langsung signifikan bagi suku bunga domestik. Tanpa koordinasi yang memadai antara kebijakan cadangan devisa dan kebijakan suku bunga serta mekanisme transmisi yang efektif, manfaat cadangan devisa bagi stabilisasi suku bunga menjadi terbatas. Hasil temuan ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa cadangan devisa berpengaruh negatif terhadap suku bunga, dan hasil temuan ini sejalan dengan penelitian Anindya Hastuti Ratnaningtyas & Syamsul Huda . yang meneliti The Influence of Inflation. Foreign Exchange Reserves Exchange Rates and Exports on Indonesia's Interest Rates, yang dimana hasil penelitian tersebut menemukan bahwa cadangan devisa berpengaruh negative terhadap suku bunga. Nilai Tukar Terhadap Cadangan Devisa Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, variabel nilai tukar dalam jangka panjang dengan t-statistik 1. 83 < t-tabel 2. 10 menunjukkan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap suku bunga di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah belum mampu memberikan dampak yang berarti terhadap penetapan suku bunga domestik. 24 Anindya Hastuti Ratnaningtyas and Syamsul Huda. AoThe Influence of Inflation. Foreign Exchange Reserves Exchange Rates and Exports on IndonesiaAos Interest Rates,Ao Indonesian Journal of Business Analytics, 3. , 2039Ae54 t-tabel 2. 10 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap suku bunga di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan dalam pertumbuhan ekonomi secara statistik memberikan dampak nyata terhadap dinamika suku bunga. Pengaruh positif ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi meningkatkan permintaan agregat dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, sehingga mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna menjaga stabilitas harga dan mencegah overheating Pertumbuhan ekonomi yang kuat menciptakan tekanan inflasi melalui peningkatan konsumsi dan investasi, yang memerlukan respons kebijakan moneter kontraktif berupa kenaikan suku bunga. 28 Kondisi ini juga meningkatkan permintaan kredit dari sektor swasta untuk ekspansi usaha, sehingga mendorong suku bunga pasar bergerak naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan. Hal ini sejalan dengan teori Mundell-Fleming, kebijakan moneter dalam sistem nilai tukar mengambang memiliki efektivitas penuh dalam mempengaruhi output domestik dan sebaliknya, output domestik juga mempengaruhi stance kebijakan moneter. Teori ini menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi menciptakan tekanan pada sisi permintaan, sehingga bank sentral merespons dengan menaikkan suku bunga untuk menjaga keseimbangan internal dan stabilitas harga. Pertumbuhan ekonomi juga memperkuat transmisi kebijakan moneter, di mana bank sentral dapat dengan efektif menggunakan instrumen suku bunga untuk mengendalikan laju pertumbuhan agar tetap pada tingkat yang Meningkatnya pertumbuhan ekonomi meningkatkan ekspektasi return on investment dan memperbaiki fundamental ekonomi, menciptakan ekosistem bisnis yang mendorong bank sentral untuk mengoptimalkan stance kebijakan moneter melalui penyesuaian suku bunga. Hasil temuan ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap suku bunga dan sejalan dengan penelitian Dewi Karina Purnomo & Wisnu Wibowo . yang meneliti The Effect of Economic Growth and Inflation on Interest Rates in ASEAN- 28 Athalia Alamanda Alfatah and Sabir. AoDeterminasi Pertumbuhan Ekonomi. Inflasi. Dan Suku Bunga Di Indonesia Terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum AthaliaAo. Jurnal Ekonomi Dan Dinamika Sosial, 4. 101Ae18. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 5, dimana hasil penelitian ini mengatakan bahwa Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif terhadap Suku Bunga. Suku Bunga Dalam Perspektif Ekonomi Islam Suku bunga diartikan sebagai tingkat pengembalian atau kompensasi atas penggunaan dana yang dipinjamkan dalam suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk persentase dari pokok pinjaman. Suku bunga berfungsi sebagai instrumen kebijakan moneter untuk mengatur likuiditas, mengendalikan inflasi, dan mempengaruhi aktivitas investasi serta konsumsi masyarakat. Dalam perspektif Islam, suku bunga merupakan manifestasi dari praktik riba yang dilarang karena mengandung unsur eksploitasi dan ketidakadilan. Sistem keuangan Islam mengembangkan alternatif yang komprehensif melalui prinsip bagi hasil . , jual beli . , dan sewa . yang meliputi dimensi keadilan dan keberkahan. Ini berarti bahwa aktivitas pembiayaan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan materi semata melalui bunga yang bersifat tetap dan pasti, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan ruhani, keadilan distribusi risiko, dan akhlak manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Persoalannya lebih kepada bagaimana manusia mendistribusikan dan memanfaatkan sumber daya finansial tersebut secara adil tanpa merugikan pihak lain dan sesuai dengan tuntunan syariah. Hal yang membedakan sistem keuangan Islam dari sistem keuangan konvensional yaitu terletak pada penggunaan indikator falah dan penolakan terhadap sistem Falah adalah kesejahteraan yang hakiki, kesejahteraan yang sebenarnya dimana komponen-komponen ruhaniah masuk ke dalam unsur falah ini. Penetapan tingkat bagi hasil dalam perbankan syariah menurut ekonomi Islam, bukan hanya sekadar terkait dengan peningkatan terhadap imbal hasil finansial yang pasti seperti suku bunga, namun juga terkait dengan aspek moralitas, keadilan pembagian risiko, dan kualitas akhlak dalam segi prosesnya. Berbeda mempertimbangkan hasil usaha, sistem bagi hasil mencerminkan prinsip keadilan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak. 29 Dewi Karina. AoThe Effect of Economic Growth and Inflation on Interest Rates in ASEAN-5Ao, 25. , 83Ae93. 30 Risanda Alirastra Budiantoro. Riesanda Najmi Sasmita, dan Tika Widiastuti. AuSistem Ekonomi (Isla. dan Pelarangan Riba dalam Perspektif Historis,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 4, no. : 1Ae13. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 Orientasi sistem pembiayaan dalam Islam tidak hanya menolak praktik suku bunga yang eksploitatif, tetapi juga memperhatikan aspek kualitatif yang berpijak pada nilai-nilai keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan. Suku bunga dalam sistem konvensional cenderung menciptakan ketimpangan karena memberikan keuntungan pasti kepada pemilik modal tanpa berbagi risiko usaha. Sebaliknya, pemanfaatan sumber daya finansial dan modal dalam Islam harus dilakukan melalui mekanisme yang adil seperti mudharabah dan musyarakah, dengan memperhatikan kelestarian ekonomi dan kebutuhan generasi mendatang, serta ditujukan untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk memperkaya segelintir orang melalui praktik riba yang terkandung dalam sistem suku bunga. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah . ca a ca a a a AOIOIa uacE EI OCA a AEacOIa O aE aEOIa E E O aCA aAOIa E aO Oac aN E eOIa aIIa EI aA Artinya: "Orang-orang yang memakan riba tidak akan berdiri pada hari kiamat, kecuali seperti berdirinya orang yang dipukul syaitan karena . Maksud ayat di atas menjelaskan bahwa praktik riba . ermasuk sistem suku bung. dilarang keras dalam Islam karena menciptakan ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan menimbulkan kezaliman terhadap pihak yang lemah. Ayat ini menegaskan bahwa dalam ekonomi Islam, sistem pembiayaan tidak boleh menggunakan instrumen suku bunga yang memberikan keuntungan pasti tanpa risiko kepada pemilik modal, tetapi harus menggunakan mekanisme yang adil seperti bagi hasil yang mencerminkan keadilan distributif, berbagi risiko secara proporsional, dan menghasilkan keberkahan dalam aktivitas ekonomi sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat. PENUTUP Simpulan Berdasarkan pembicaraan yang sudah dilakukan, variabel cadangan devisa dalam jangka panjang memiliki nilai t-statistik 0,90 yang lebih kecil dari nilai t-tabel 2,10. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan devisa tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap suku bunga di Indonesia. Artinya, penumpukan cadangan devisa yang dimiliki Indonesia belum mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan suku bunga dalam negeri. Selanjutnya, variabel nilai tukar dalam jangka panjang memiliki nilai t-statistik 1,83 yang juga lebih kecil dari nilai t-tabel 2,10. Ini menunjukkan bahwa perubahan nilai tukar rupiah tidak INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 memiliki pengaruh signifikan terhadap suku bunga domestik. Artinya, pergerakan nilai tukar rupiah belum mampu memberikan dampak yang berarti terhadap penentuan suku bunga di Indonesia. Variabel pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang memiliki nilai t-statistik 4,13 yang lebih besar dari nilai t-tabel 2,10. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi secara positif mempengaruhi suku bunga di Indonesia. Artinya, perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi secara statistik memberikan dampak nyata terhadap dinamika suku bunga. Suku bunga termasuk dalam riba yang dilarang dalam Islam karena dianggap eksploitatif dan tidak adil. Ekonomi Islam menawarkan alternatif seperti bagi hasil . , jual beli . , dan sewa . yang lebih menekankan pada keadilan, pembagian risiko secara proporsional, dan keberkahan, bukan hanya keuntungan material yang pasti. Saran Bank Indonesia perlu memperkuat kerangka forward-looking dalam formulasi kebijakan moneter dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi secara komprehensif, mengingat pertumbuhan ekonomi merupakan determinan signifikan terhadap suku bunga. Penelitian mendatang direkomendasikan untuk memperluas cakupan analisis dengan memasukkan variabel-variabel makroprudensial seperti loan-to-value ratio, debtservice ratio, dan indeks stabilitas keuangan untuk memperoleh pemahaman holistik mengenai determinan suku bunga dalam kerangka stabilitas sistem keuangan. INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG P-ISSN 2715-7725 / E-ISSN 2721-9496 Volume 7 Nomor 2/ Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA