(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 PEMBERIAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP MILIARIA PADA BAYI GIVING VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TO BABIES WITH MILIARIASIS Happy Marthalena Simanungkalit1, Yuniarti2, Gebriella3 1,2,3 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangkaraya Email korespondensi: happy4lena@gmail.com Info artikel Diterima: 27 Mei 2021 Direvisi: 15 November 2021 Disetujui: 15 Desember 2021 ABSTRAK Latar Belakang:Miliariasis atau miliaria adalah kelainan kulit yang timbul akibat dari keringat yang berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat, yaitu di dahi, leher, bagian-bagian badan yang tertutup pakaian (dada dan punggung), serta tempat yang sering mengalami tekanan atau gesekan pakaian.Salah satu bahanolahan alami yang bisa dipertimbangkan sebagai terapi topikal alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit bayi seperti miliaria bayi adalah dengan memberikan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murnidengan keunggulanmempunyai kandungan anti mikroba dan anti bakteri, tidak menimbulkan alergi. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya perbedaan sebelum dan setelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian yang digunakan yaituPre Experiment dengan menggunakan One Group Pre and Post Test Design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan miliaria di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangkaraya. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk menganalisis pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi di wilayahkerjaPuskesmasJekan Raya Kota Palangka Raya dengan menggunakan Uji Mc Nemar. Hasil:Hasil dari penelitian ini adalah perbedaansebelumdansetelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi. Kesimpulan:Miliaria pada bayi dapat disembuhkan dengan menggunakan Virgin Coconut Oil. Kata kunci: Virgin Coconut Oil (VCO),Miliaria, Bayi ABSTRACT Background: Miliariasis or miliaria is a skin disorder that occurs as a result of excessive sweating accompanied by blockage of the sweat gland, namely on the forehead, neck, parts of the body covered with clothing (chest and back), as well as places that often experience pressure or friction of clothing. One of the natural processed ingredients that can be considered as an alternative topical therapy to treat various skin problems such as baby miliaria is to give Virgin Coconut Oil (VCO) or virgin coconut oil with the advantage of having anti-microbial and anti-bacterial properties, and does not cause allergies. This study aims to know the differences before and after giving Virgin Coconut Oil (VCO) to miliaria in infants. Methods: This research is an analytical study with the type of research used is Pre Experiment using One Group Pre and Post Test Design. The population in this study were all babies with miliaria in the working area of the Jekan Raya Community Health Center, Palangkaraya City. Sampling with purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. To analyze the effect of giving Virgin Coconut Oil (VCO) on miliaria to infants in the working area of ​ ​ the Jekan Raya Community Health Center, Palangka Raya City, using the McNemar test. Results: The results of this study were the differences before and after giving Virgin Coconut Oil (VCO) to miliaria in infants. Conclusion: Miliaria in babies can be cured by using virgin coconut oil. Keywords: Virgin Coconut Oil (VCO), Miliaria, Babies |57 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 PENDAHULUAN Miliariasis atau miliaria adalah kelainan kulit suatu pilihan, dimana pengobatan modern yang timbul akibat dari keringat yang berlebihan menggunakan bahan kimia, yang sebenarnya akan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat, yaitu di menimbulkan efek samping bila kita tidak dahi, leher, bagian-bagian badan yang tertutup mematuhi dosis yang dianjurkan. Ada beberapa pakaian (dada dan punggung), serta tempat yang penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang sering mengalami tekanan atau gesekan pakaian. menderita biang keringat lebih cepat Miliaria dapat juga dapat diikuti rasa gatal seperti kesembuhannya dibandingkan yang tidak ditusuk, kulit menjadi kemerahan dan disertai menggunakan bahan alami. banyak gelembung kecil berair. Penyakit kulit jenis Salah satu bahan olahan alami yang bisa inibanyak terjadi pada bayi bukanlah penyakit yang dipertimbangkan sebagai terapi topikal alternatif serius, namun bila terus dibiarkan akan meluas dan untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit bayi mengganggu kenyamanan bayi.1 Bayi akan menjadi seperti miliaria bayi adalah dengan memberikan rewel dan tidak menutup kemungkinan jika Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa dibiarkan terus menerus akan menyebabkan murni. Keunggulan Virgin Coconut Oil (VCO) penyakit miliaria dengan derajat yang lebih mempunyai kandungan anti mikroba dan anti parah.Terdapat beberapa jenis miliaria yang bakteri, tidak menimbulkan alergi, bisa disimpan umumnya terjadi pada bayi yaitu miliaria kristalina dan gunakan dalam waktu jangka panjang, dan dan miliaria rubra. Miliaria kristalina adalah jenis lebih ekonomis dikarenakan bisa dibuat miliaria yang paling ringan dan hanya sendiri.Asam laurat dan asam kaprat yang memengaruhi saluran keringat dari lapisan kulit terkandung di dalam vco mampu membunuh virus. teratas, tidak gatal dan tidak terasa sakit sedangkan Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi miliaria rubra adalah miliaria yang muncul di monokaprin, senyawa ini termasuk senyawa lapisan kulit yang lebih dalam, gejalanya berupa monogliserida yang bersifat sebagai antivirus, sensasi gatal dan menyengat disertai munculnya antibakteri, antibiotik dan bintil merah, mengalami peradangan dan terasa antiprotozoa.5Berdasarkan luas miliaria dengan sakit.2 lama pemberian VCO selama 5 hari, hasil Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan tiap kesembuhan 100%.6 tahun terdapat 80% penderita biang keringat Kota palangkaraya yang memiliki cuaca panas (miliaria), diantaranya 65% terjadi pada bayi dan berpotensi menimbulkan penyakit kulit khususnya balita.1 Penduduk Indonesia beresiko terkena biang miliariasis atau biang keringat pada bayi. Di keringat (miliaria). Sebagian besar (49,6%) sering Wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, menurut terjadi pada bayi terutama di kota-kota besar yang data tahun 2020 angka kejadian terjadinya miliaria panas dan pengap.2 Miliaria menempati urutan ke-7 kristalina lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika dari 10 penyakit kulit bayi dan balita. Masih miliariasis tidak ditangani dengan tepat akan dibawah target SPM bidang kesehatan dimana semakin tinggi derajat keparahannya, sehingga semua balita harus mendapat pelayanan kesehatan peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh pemberian sesuai standar atau wajib 100% sesuai amanat PMK Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada no 4 thn 2019. Perlu adanya inovasi pada pelayanan bayi di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota kesehatan balita baik pada fasilitas pelayanan Palangka Raya.Tujuan penelitian ini untuk kesehatan ataupun UKBM (posyandu, kelas balita mengetahui perbedaan pengaruh sebelum dan dll).3 setelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Penanganan miliaria pada bayi dengan terhadap miliaria pada bayi. pemberian bedak yang mengandung asam salisilat harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini METODE dikarenakan bedak yang mengandung asam salisilat Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang tidak boleh diberikan pada area yang luas dalam jangka panjang.4 Selain itu obat ini tidak dengan jenis penelitian yang digunakan yaituPre dapat diberikan kepada kulit yang mengalami Experiment dengan menggunakan One Group peradangan dan menyebabkan alergi pada kulit bayi Pre and Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan karena mengandung bahan kimia. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, miliaria di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya pengobatan alamiah dan pengobatan kimia menjadi Kota Palangkaraya. Pengambilan sampel dengan |58 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk menganalisis pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada 17 orang bayi di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya dengan menggunakan Uji Mc Nemar. Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaansebelumdansetelahpemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Miliaria Berdasarkan Umur Bayi Umur Umur 0-28 hari Umur 29 hari-12 bulan Jumlah 7 10 Dari tabel 1 dapat didapatkan hasil bahwa dari 17 responden bayi umur 0-28 hari yaitu Persentase (%) 41,2 58,8 sebanyak 7 orang (41,2%) dan bayi umur 29 hari-12 bulan sebanyak 10 orang (58,8%). Tabel 2. Distribusi Frekuesi Miliaria Sebelum dan Setelah Dilakukan PemberianVirgin Coconut Oil (VCO) Jumlah Persentase (%) Sebelum Sesudah intervensi intervensi 0 12 70,6 17 5 29,4 Variabel TidakMiliaria Miliaria Tabel 3. Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO)Terhadap Miliaria Pada Bayi Variabel Sebelum intervensi Sesudah intervensi Kategori miliaria Tidak sembuh Sembuh N % N % 17 100 0 0 5 29,4 12 70,6 Jumlah N % 17 100 17 100 P 0.000 Dari tabel 2 didapatkan hasil bahwa dari 17 responden dengan 100% mengalami miliaria sebanyak 17 orang bayi. Berdasarkan pada tabel 3 diatas dengan uji Mc Nemar, diperoleh nilai signifikansi p- value sebesar 0.000.Nilai p-value 0.000 < 0.05 makaH0 ditolak yang artinya ada perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian Virgin Coconut Oil (vco) terhadap kesembuhan miliaria pada bayi. PEMBAHASAN yang terkena miliaria, frekuensi dua kali sehari setelah mandi pada pagi dan sore hari selama 5 hari berturut-turut dalam waktu 20 menit. Hal ini dikarenakan memberikan VCO setelah mandi akan membuat kulit menjadi segar karena VCO cepat membangun hambatan mikrobial sehingga meningkatkan pertahanan jaringan. Pengolesan VCO pada kulit memerlukan waktu selama 20 Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya menyatakan setelah diberikan Virgin Coconut Oil (VCO) pada bayi selama 3 hari berturut-turut, bayi yang mengalami kesembuhan 70%.8 Virgin Coconut Oil (VCO) yang digunakan terbuat dari 100% VCO murni, diberikan dengan cara dioleskan dibagian kulit |58 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 menit agak dapat diserap secara maksimal oleh pori-pori.9 Dalam penelitian ini miliaria 58,8% terjadi pada bayi umur 29 hari-12 bulan, dikarenakan lapisan pada kulit bayi belum terbentuk sempurna sampai usia satu tahun, yang menyebabkan perlunya perlindungan permukaan kulit. Bayi umur 29 hari-12 bulan sudah mulai banyak bergerak dan berkeringat, secara umum berkontribusi terhadap kejadian miliriasis. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kejadian miliaria lebih banyak terjadi pada bayi umur 7 – 9 bulan (54,5%).8 Hasil penelitian ini berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa kejadian miliaria lebih banyak terjadi pada bayi baru lahir (neonatus). Kasus miliaria terjadi pada 40 – 50% pada bayi baru lahir. Terkadang kasus ini menetap untuk beberapa lama dan dapat menyebar ke daerah sekitarnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan bahwa vco dapat menurunkan derajat keparahan miliaria didapatkan hasil penelitian ada kesembuhan Miliaria pada bayi usia 0-12 bulan dengan pemberian vco.8 Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni mengandung 92% asam lemak jenuh yang sebagian besar merupakan Medium Chain Trygliceride (MCT) yang mempunyai kandungan anti mikroba dan anti bakteri.10 Virgin Coconut Oil (VCO) juga mengandung pelembab alamiah dan mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah masuk ke lapisan kulit dalam dan mempertahankan kelenturan serta kekenyalan kulit. Asam laurat dan asam kaprat yang terkandung di dalam vco mampu membunuh virus. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monokaprin, senyawa ini termasuk senyawa monogliserida yang bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antibiotik dan antiprotozoa.7Virgin coconut oil akan memberikan nutrisi melalui proses penyerapan melalui kulit agar mengurangi efek gesekan dan kelembaban, mengembalikan elastisitas kulit, dan melindungi kulit dari kerusakan sel.11 Ada perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian Virgin Coconut Oil (vco) terhadap kesembuhan miliaria pada bayi dalam penelitian ini. Kandungan asam lemak rantai sedang (MCT) yang terkandung dalam VCO bersifat antimikrobial karena dapat menghambat pertumbuhan berbagai jasad renik berupa bakteri, ragi, jamur dan virus.12 Kandungan ini yg menyebabkan VCO efektif dan aman digunakan pada kulit dengan cara meningkatkan hidrasi kulit dan mempercepat penyembuhan pada kulit. VCOakan bereaksi dengan bakteri- bakteri kulit menjadi bentuk asam lemak bebas jika digunakan secara topikalyang terkandung dalam sebum.13 Sebum sendiri terdiri dari asam lemak rantai sedang seperti yang ada pada VCO sehingga melindungi kulit dari bahaya mikroorganisme patogen. Dengan demikian VCO dapat dipertimbangkan sebagai salah satu terapi biang keringat atau miliariasis dari bahan olahan alami.14 Sebanyak 30% dari responden penelitian yang tidak mengalami kesembuhan adalah bayi usia 0-28 hari. Kasus miliaria terjadi pada 40 – 50% pada bayi baru lahir. Terkadang kasus ini menetap untuk beberapa lama dan dapat menyebar ke daerah sekitarnya.Bayi yang tidak mengalami kesembuhan penyebabnya karena metode pemberian virgin coconut oil (VCO) yang tidak sesuai arahan peneliti. Pengobatan non konvensional, dapat berupa tindakan atau aktivitas pencegahan atau pengobatan secara mandiri dan tradisional seperti memandikan bayi dan balita secara rutin, mengenakan pakaian yang berbahan katun agar mampu menyerap keringat, serta menggunakan bahanbahan tradisional seperti VCO.15Pengobatan miliariasisdengan terapi pakaian yang tipis dan yang dapat mengisap keringat.16 Miliariasis atau biang keringat banyak ditemukan pada kondisi cuaca yang panas, demam dan bayi yang menggunakan pakaian berlebihan, yaitu pakaian yang terlalu tebal atau berlapis maupun berbahan tidak menyerap keringat.17 Jika bayi mengalami miliariasis, efek yang paling dirasakan bayi adalah perasaan tidak nyaman.Biang keringat biasanya menyerang bagian wajah, terutama dahi juga leher, selangkangan, dan lipatan lainnya, jika dibiarkan akan menimbulkan lecet - lecet, bahkan infeksi. Sebenarnya biang keringat bisa sembuh dengan sendirinya, yaitu sekitar 2-3 hari dengan penanggulangan yang tepat.18Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan yang dapat menentukan tindakan seseorang khususnya ibu bayi.19Walaupun pengetahuan berkaitan erat dengan pendidikan, akan tetapi pendidikan tidak menjamin seseorang berpengetahuan tinggi yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengalaman, informasi, lingkungan sekitar dan sosial budaya.20 |58 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 7. KESIMPULAN DAN SARAN Miliaria pada bayi dapat disembuhkan dengan menggunakan Virgin Coconut Oilterutama bayi usia 29 hari – 12 bulan lebih banyak terkena miliaria dibandingkan bayi umur 0 - 28 hari.Ada perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian virgin coconut oil (vco) terhadap miliaria pada bayi.Saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang Virgin Coconut Oil (VCO)dan miliariasis dengan variabel lain dan jumlah sampel yang lebih banyak, ibu yang memiliki bayi dengan miliaria dapat menggunakanvirgin coconut oil (VCO) sebagai terapi non farmakologis miliaria karena dari bahan yang alami dan dapat diolah sendiri. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan bantuan dana dan dukungan khususnya Poltekkes Kemenkes Palangkaraya. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sugito, Boediardja SA, Wisesa TW. (2013).Ilmu penyakit Kulit dan kelamin. Jakarta: Media Jaya Suhartiningsih. (2015). Ilmu penyakit kulit. Jakarta: MediaJaya World Health Organization (2016). The Difference of Antibacterial Effect of Neem Leaves and Stick Extracts, Int. Chin J Dent, 7:27- 29. Dewi Susilowati (2015). Pengaruh Air Rebusan Kayu Secang Dalam Penyembuhan Biang Keringat Pada Bayi. Surakarta: Politeknik Kesehatan Surakarta Cahyati.Dwi, et al. 2013.Pengaruh Virgin Coconut Oil TerhadapRuamPopokPadaBayi.RumahSak it Siloam Palembang.JurnalKeperawatanSriwijaya. Volume 2. Nomor 1:57-63 Meliyana.Ernauli et al. 2017.PengaruhPemberian Coconut Oil TerhadapKejadianRuamPopokPadaBayi.S ekolahTinggiIlmuKesehatanMedistra Indonesia Riski Candra Karisma, Dewi Ndah Lestari (2017). Kesembuhan miliaria pada bayi 012 bulan dengan pemberian Virgin Coconut Oil (vco)di desa purwosari 8. Muliya Harning Styowati, Kusumastuti (2019). Penerapan Virgin Coconut Oil (vco)untuk mengobati miliaria (Miliaria) pada bayi di PMB Diana Yulita A, Amd. Keb 9. Dwi Cahyati, dkk (2015).Pengaruh Virgin Coconut Oil (vco)terhadap ruam popok pada bayi 10. Jennifa.AtikBa’diah.EniPurwaningsih. 2014.EfektifitasPenggunaanVirgin coconut oil (vco)TerhadapPencegahan Diaper Rash PadaBayiUsia 1 –12 Bulan. Prodi S1 IlmuKeperawatan.PoltekkesKemenkes Yogyakarta 11. Darmoyuwono, W. (2016). Gaya Hidup Sehat dengan VCO. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. 12. Price, M. (2014). Terapi MinyakKelapa.Jakarta: Health. 13. Alamsyah, A.N, (2016). Virgin coconut oil minyak penakluk aneka penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka 14. Potter, P.A, Perry. A.G.(2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, Dan Praktik.Edisi 4.Volume 1.Alih Bahasa : Yasmin Asih, dkk. Jakarta : EGC 15. Mazelan (2011).Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: TEAM 16. IDAI. (2012). Buku Ajar Neonatalogi.Jakarta : Sari Pediatri 17. American Academy of Dermatology. Newborn Skin Rashes. 18. Juanda, A. (2013). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 19. Bojonegoro K. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Kulit dengan Kejadian Miliaria pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. 2012;03(Xiii):16– 22. 20. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. |59