ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 FAKTOR Ae FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TIMBULNYA ACNE VULGARIS PADA MAHASISWI ANGKATAN 2021 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM Thamrin Aziz1. Suryanti2. Wahyu Ramanda3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, thamrinaziz@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, suryanti@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, wahyuramanda512@gmail. ABSTRACT Background: Acne vulgaris is a chronic inflammation of the polysebasea follicles characterized by blackheads, papules, pustul, nodes and cysts. Acne vulgaris incidence in men is 42. 5% and 50. 9% in women settling into their 20s. Some factors acne vulgaris namely hormones, food, cosmetics, stress and sleep patterns. Methods: The study uses research design with observational analytical methods with a cross sectional approach. This research was conducted at the Campus of the Faculty of Medicine. Batam University in November 2021. Sampling technique uses a total sampling of 74 female Used univariate data analysis and bivariate analysis with the Chi-Square Test. Results: Respondents who suffered from acne vulgaris with abnormal menstrual cycles by 40. 5%, patients with food had an effect of 52. 7%, patients with cosmetics had an effect of 41. 9%, patients with moderate to very severe stress by 70. 3%, patients with poor facial cleaning habits by 31. 1%, and patients with poor sleep patterns by 54. Conclusion: The incidence of acne vulgaris in students in the class of 2021. Faculty of Medicine. Batam University, is 59. There is no meaningful relationship between the menstrual cycle and acne vulgaris obtained values P-value 0. 143 (>0. and there is a meaningful relationship between food risk factors . -value = 0. , cosmetics . -value = 0. -value = 0. , habits of cleaning the face . -value = 0. , sleep patterns . -value = 0. with acne vulgaris Keywords: Risk Factors. Acne Vulgaris. ABSTRAK Latar Belakang: Acne vulgaris merupakan peradangan kronis folikel polisebasea yang ditandai dengan komedo, papul, pustul, nodus serta kista. Insidensi Acne vulgaris pada pria 42,5% dan 50,9% pada wanita menetap hingga usia 20-an. Beberapa faktor acne vulgaris yaitu hormon, makanan, kosmetik, stress dan pola tidur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada November 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 74 mahasiswi. Digunakan analisis data univariat dan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus mentruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%, penderita dengan kosmetik berpengaruh sebesar 41,9%, penderita dengan stress sedang hingga sangat berat sebesar 70,3%, penderita dengan kebiasaan membersihkan wajah tidak baik sebesar 31,1%, dan penderita dengan pola tidur buruk sebesar 54,1%. Kesimpulan: Angka kejadian acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam sebesar 59,5%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi dengan acne vulgaris didapatkan nilai P-value 0,143(>0,. dan terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko makanan . -value=0,. , kosmetik . -value=0,. , stres . -value=0,. , kebiasaan membersihkan wajah . -value= 0,. , pola tidur . -value=0,. dengan acne vulgaris. Kata Kunci: Faktor Risiko. Acne Vulgaris. PENDAHULUAN Mahasiswa merupakan fase memasuki masa dewasa muda yang berada pada rentang Universitas Batam usia 18 - 25 tahun. Pada rentang usia ini, mahasiswa berada di tahap perkembangan dari remaja menuju dewasa muda (Hulukati & Page 58 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Djibran, 2. Hal ini merupakan periode transisi yang dapat menyebabkan berbagai perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun perubahan sosial. Perubahan ini dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan salah satunya adalah timbulnya Acne Vulgaris (Lema, 2. Acne vulgaris merupakan peradangan kronis folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya kelainan pada kulit berupa komedo, papul, pustul, nodus serta kista (Menaldi, 2. Umumnya, penderita acne vulgaris berjenis kelamin perempuan dan sering ditemukan pada pelajar/mahasiswa (Anggrenni, 2. Acne vulgaris termasuk penyakit yang tidak fatal, tetapi cukup meresahkan karena dapat menurunkan keindahan wajah pada penderita (Yusuf. Nurbaiti, & Permatasari, 2. Menurut studi Global Burden of Disease (GBD), acne vulgaris mengenai 85% orang dewasa muda berusia 12Ae25 tahun. Penelitian di Jerman menemukan 64% usia 20-29 tahun dan 43% usia 30-39 tahun menderita akne vulgaris (Sibero. Sirajudin, & Anggraini. Di Amerika Serikat, acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang tersering . 0%) dan dialami oleh 17 juta orang Amerika segala usia (Tan & Bhate, 2. Pada kawasan Asia Tenggara penderita yang mengalami acne vulgaris 40-80%. Sedangkan catatan studi dermatologi kosmetika Indonesia menunjukan 83-85% menderita acne vulgaris (Afriyanti. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam terdapat angka kejadian acne vulgaris pada tahun 20192021 sebanyak 243 pasien. Faktor penyebab terjadinya acne vulgaris sangat bervariasi . , namun secara pasti masih belum diketahui. Beberapa etiologi akne vulgaris yang diduga sangat hiperkeratinisasi, koloni propionibakterium aknes (P. , dan inflamasi (Sibero et al. Beberapa faktor lain juga dianggap berperan dalam terjadinya akne vulgaris yaitu hormon, makanan, penggunaan kosmetik, stress dan pola tidur yang tidak sehat. Faktor pencetus acne vulgaris terbanyak pada pasien laki- laki adalah makanan . ,2%) dan stress . ,9%), sedangkan pada pasien perempuan adalah hormonal . %) dan kosmetik . ,1%) (Magfirah, 2. Universitas Batam Faktor hormonal pada pasien perempuan (Hafianty, 2. Faktor makanan yang menjadi penyebab timbulnya acne vulgaris yaitu makanan yang tinggi lemak, pedas, makanan tinggi karbohidrat dan makanan tinggi yodium. Pada umumnya disebabkan oleh hormon dimana salah satunya adalah hormon androgen11 Penggunaan kosmetik juga salah satu penyebab timbulnya acne vulgaris terutama pada wanita remaja dan dewasa muda, karena mengandung zat yang bersifat Penggunaan kosmetik yang terus menerus dan bergantian tanpa memperhatikan aspek kebersihan dapat menjadi faktor risiko timbulnya akne vulgaris (Panjaitan, 2. Usia mahasiswa merupakan masa yang pembangunan sosial karena akan memengaruhi Terlebih mahasiswa fakultas kedokteran karena sebagai mahasiswa menghadapi beban belajar dan tugas yang tinggi, jadwal yang padat dan pola tidur yang tidak baik (Anandita. Sibero, & Soleha, 2. Pola tidur yang buruk diduga merupakan salah satu faktor pencetus acne Tidur menyebabkan peningkatan aktivitas hormon androgen dan ambang stress, penurunan sistem imun serta peningkatan resistensi insulin (Magfirah, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dimana untuk mempelajari suatu dinamika korelasi antara faktor-faktro risiko pendekatan,observasi pengumpulan data pada suatu saat yang bersamaan Metode ini digunakan untuk . iklus menstruasi, makanan, kosmetik, stres, kebiasaan membersihkan wajah, pola tidu. dengan variable dependen . cne vulgari. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada November 2021. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswi angkatan 2021 sebagai responden. Dengan total sampel sebanyak 74 orang, tehnik Page 59 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Instrumen Penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah informed consent, lembar kuesioner kejadian acne penggunaan kosmetik. Depression Anxiety Stress Scales (DASS . Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), membersihkan wajah, dan Camera ponsel. Analisis Data. Analisis univariat pada penelitian ini dianalisis dengan statistik deskripsi untuk menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji statistik Chi Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Karateristik Responden Berdasarkan terhadap 74 Responden tentang AuFaktorFaktor Yang Beruhubungan Dengan Timbulnya Acne Vulgaris Pada Mahasiswi Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam Tahun 2021" maka hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Frekuensi Persentase Responden . (%) Acne Vulgaris Tidak Umur Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 1 dapat dilihat distribusi frekuensi kejadian acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam yang menderita acne vulgaris sebanyak 44 responden . ,5%). Pada distribusi dan frekuensi umur responden dapat dilihat umumnya berada rentang 17-20 tahun. Dengan mayoritas umur 18 tahun sebanyak 35 responden . ,3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Siklus Menstruasi Siklus Menstruasi Frekuensi . Persentase (%) Tidak Normal Normal Total Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 19 responden . ,7%) dengan siklus menstruasi tidak normal dan sebanyak 55 responden . ,3%) dengan siklus menstruasi Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Makanan Makanan Frekuensi. Persentase (%) Tidak Berisiko Berisiko Total Universitas Batam Page 60 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 17 responden . %) yang konsumsi makanan yang tidak berisiko dan sebanyak 57 responden . %) dengan konsumsi makanan yang Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kosmetik Kosmetik Frekuensi . Persentase (%) Tidak Berisiko 44,6% Berisiko 55,4% Total Pada Tabel 4 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 33 responden . ,6%) yang penggunaan kosmetik yang tidak berisiko dan sebanyak 41 responden . ,4%) dengan penggunaan kosmetik yang berisiko. Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Stres Stres Frekuensi . Persentase (%) Normal 40,5% Sedang 40,5% Berat-Sangat Berat 18,9% Total Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa didapatkan 30 responden . ,5%) yang berada dalam kategori normal, sebanyak 30 responden . ,5%) berada dalam kategori stres sedang dan sebanyak 14 responden . ,9%) dengan stres beratsangat berat. Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kebiasaan Membersihkan Wajah Kebiasaan Membersihkan Frekuensi . Persentase(%) Wajah Tidak Baik 36,5% Baik 63,5% Total Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 27 responden . ,5%) yang memiliki kebiasaan membersihkan wajah yang tidak baik dan sebanyak 47 responden . ,5%) dengan kebiasaan membersihkan wajah yang Tabel 7 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pola Tidur Pola Tidur Frekuensi . Persentase (%) Buruk Baik Total Universitas Batam Page 61 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Pada Tabel 7 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 54 responden . %) dengan pola tidur yang buruk dan sebanyak 20 responden . %) dengan pola tidur yang baik. Analisis Bivariat. Berdasarkan analisis uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen maka didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 8 Analisis Hubungan Siklus Menstruasi dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Siklus Tidak p-value Menstruasi Tidak Normal Normal 74,3 0,143 Total Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 19 responden dengan siklus menstruasi tidak normal. Terdapat 5 responden . ,8%) tidak menderita acne vulgaris dan 14 responden . ,9%) menderita acne vulgaris. Dari 55 responden dengan siklus menstruasi normal, terdapat 25 responden . ,8%) tidak menderita acne vulgaris dan 30 responden . ,5%) menderita acne vulgaris. Dari Tabel 8 menunjukkan bahwa hasil uji statistik dengan Chi-Square antara variabel Silkus menstruasi dengan acne vulgaris diperoleh p-value sebesar 0,143 (>0,. , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H01 diterima, dimana tidak terdapat hubungan antara siklus menstruasi dengan acne vulgaris pada Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pangestu . , berdasarkan uji statistik chi-square diperoleh nilai . =0,. yang berarti menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pola menstruasi dengan kejadian akne vulgaris. Makanan Tidak Berisiko Berisiko Total Tabel 9 Analisis Hubungan Makanan dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Tidak Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 17 responden dengan makanan Universitas Batam Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Advanny pada tahun 2014 dengan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,343 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola menstruasi dengan akne vulgaris. penelitian yang dilakukan oleh Landro dkk. pada tahun 2012 menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara siklus menstruasi yang berubah-ubah dengan risiko terjadinya acne vulgaris. Androgen mengontrol pertumbuhan kelenjar sebasea yang aktif saat pubertas dan akan memproduksi sebum14. Penelitian ini hiperandrogenemia sehingga kejadian acne vulgaris dengan ketidakteraturan siklus menstruasi memungkinkan terjadi pada remaja dengan kelebihan hormon androgen. penelitian ini tidak dilakukan screening kejadian acne vulgaris pada saat sebelum dan sesudah menstruasi karena memungkinkan terjadinya acne pada saat tersebut. Dan kejadian acne vulgaris tidak hanya dari siklus mentruasi namun terdapat faktor faktor p- value 0,004 yang tidak berpengaruh. Terdapat 12 responden . ,2%) tidak menderita acne Page 62 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 vulgaris dan 5 responden . ,8%) menderita acne vulgaris. Dari 77 responden dengan makanan yang berpengaruh, terdapat 18 responden . ,3%) tidak menderita acne vulgaris dan 39 responden . ,7%) menderita acne vulgaris. Pada Tabel 9 Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara makanan dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,004 sehingga H02 ditolak dan Ha2 Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan makanan berlemak, tinggi karbohidrat dan pedas dapat mempengaruhi metabolisme tubuh sehingga mengaktifkan kelenjar pilosebasea untuk menghasilkan sebum dan bila terjadi penyumbatan pada folikelnya maka dapat menjadi awal dari Faktor makanan yang buruk dapat memperparah timbulnya jerawat. Terdapat makanan tertentu yang memperberat acne makanan tersebut antara lain adalah Kosmetik Tidak Berisiko Berisiko Total Tabel 10 Analisis Hubungan Kosmetik dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Tidak Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 33 responden dengan penggunaan kosmetik yang tidak berpengaruh. Terdapat 20 responden . %) tidak menderita acne vulgaris dan 13 responden . ,6%) menderita acne vulgaris. Dari 41 responden dengan penggunaan kosmetik yang berpengaruh, terdapat 10 responden . ,5%) tidak menderita acne vulgaris dan 31 responden . ,9%) menderita acne vulgaris. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kosmetik dengan acne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,002 sehingga H03 ditolak dan Ha3 diterima. Universitas Batam makanan tinggi lemak . orengan, kacang, susu, keju, dan sejenisny. , makanan tinggi karbohidrat . akanan manis, coklat, dl. , alkohol, makanan pedas, dan makanan tinggi yodium . Apabila sering dikonsumi >3 kali/minggu membuat lemak dalam makanan tersebut dapat mempertinggi kadar komposisi Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Asbullah, dkk . berdasarkan uji statistik chi-square diperoleh nilai . =0,. yang berarti menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara makanan dengan kejadian acne vulgaris. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Kumalasari . dari hasil uji statistik diperoleh p-value 0,015 yang menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan jerawat. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah total sampel dengan konsumsi maknaan yang berpengaruh terhadap acne vulgaris yaitu sering mengkonsumsi, makanan berminyak, kacang-kacangan,telur, permen, serta makanan pedas 4-6 kali per minggunya. p-value 0,002 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mardiana . di Surakarta. Jawa Tengah. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 25 orang tersebut mendapati bahwa sebanyak 42% responden penelitiannya mengalami akne vulgaris. Hasil analisis hubungan antara penggunaan kosmetik foundation dengan akne vulgaris. Pada penelitian ini didapatkan lebih banyak mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam yang dalam berupa bedak padat, cream tabir surya . , sering berganti bedak dan pelembab serta menggunakan cream malam Page 63 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 dimana hal ini memiliki potensi menimbulkan acne vulgaris. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan kosmetika dapat menyebabkan acne seperti bedak dasar . , pelembab . , krem penahan sinar matahari . dan krem malam, jika mengandung bahan- bahan komedo genik. Bahan-bahan komedo genik seperti lanolin, petrolatum, minyak atsiri dan bahan kimia murni . sam oleik, butil stearat, lauril alkohol. Stres Normal Sedang Berat-Sangat berat Total Tabel 11 Analisis Hubungan Stres dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Tidak Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden dengan tingkat stres Terdapat 18 responden . ,3%) tidak menderita acne vulgaris dan 12 responden . ,2%) menderita acne vulgaris. Dari 30 responden dengan tingkat stres sedang, terdapat 9 responden . ,2%) tidak menderita acne vulgaris dan 21 responden . ,4%) menderita acne vulgaris. Dari 14 responden dengan tingkat stres berat-sangat berat, terdapat 3 responden . ,1%) tidak menderita acne vulgaris dan 11 responden . ,9%) menderita acne vulgaris. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,016 sehingga H04 ditolak dan Ha4 Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Alexander di tahun 2015 pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pada penelitian tersebut didapatkan keluhan akne vulgaris yang meningkat seiring dengan peningkatan tingkat stres. Penelitian yang dilakukan oleh Zari pada tahun 2017 di Universitas Batam bahan pewarna Drug dan Cosmetic (D&C) biasanya terdapat pada krim-krim wajah. Untuk jenis bedak yang sering menyebabkan acne adalah bedak padat. Penggunaan kosmetik dan kebiasaan sering berganti-ganti tingginya angka kejadian akne vulgaris15. Jenis kosmetik perawatan seperti pelembab dan krim tabir surya juga dapat menyebabkan timbulnya akne vulgaris9. p-value 0,016 universitas Jeddah juga mendapatkan hasil yang serupa dengan penelitian ini, di mana stres berkolerasi positif dengan tingkat keparahan jerawat. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan salah satu faktor munculnya akne juga akibat faktor stres. Masa remaja merupakan masa yang penting terhadap fisik, emosi dan pembangunan sosial karena akan memengaruhi kejiwaan seseorang individu maupun komplikasi psikososial. Terlebih pada remaja fakultas kedokteran karena sebagai mahasiswa menghadapi beban belajar dan tugas yang tinggi, jadwal yang padat dan pola tidur yang tidak baik akan menyebabkan mengalami kondisi yang cemas, tertekan atau stress (Anandita et al. , 2. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden mengalami stress yaitu sebanyak 59,4% . tres sedang hingga sangat Tingkat stres yang tinggi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam ini kemungkinan disebabkan karena masih beradaptasi dalam perkuliahan, pola tidur yang tidak sehat serta pada saat penelitian ini dilakukan sedang menjelang akan dilaksanakan ujian akhir blok, dimana tingkat stres akan meningkat di saat ujian. Page 64 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Tabel 12 Analisis Hubungan Kebiasaan Membersihkan Wajah dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Kebiasaan Membersihkan Tidak p-value Wajah Tidak Baik Baik 0,001 Total Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 27 responden dengan kebiasaan membersihkan wajah yang tidak baik. Terdapat 4 responden . ,4%) tidak menderita acne vulgaris dan 23 responden . ,1%) menderita acne vulgaris. Dari 47 responden dengan kebiasaan membersihkan wajah yang baik, terdapat 26 responden . ,1%) tidak menderita acne vulgaris dan 21 responden . ,4%) menderita acne vulgaris. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan membersihkan wajah dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,001 sehingga H05 ditolak dan Ha5 diterima. p-value sebesar 0. 002, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antara derajat kebersihan wajah dengan kejadian akne vulgaris. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan perawatan kulit wajah pada prinsipnya bertujuan mengurangi minyak, . Membersihkan wajah secara teratur dua kali sehari dengan menggunakan sabun sesuai dengan tipe acne vulgaris berfungsi mengurangi kelebihan sebum, meminimalisir peradangan pada acne vulgaris, mengurangi sumbatan pada duktus dan mengurangi kolonisasi bakteri P. Kebersihan wajah adalah perilaku perawatan wajah yang dapat mengurangi kejadian acne Kebanyakan Hasil penelitian ini sejalan dengan menyarankan bahwa kebersihan wajah itu beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit dilakukan penelitian oleh Nabila . wajah (Legiawati, 2. dengan judul Identifikasi Faktor Risiko Akne Berdasarkan dari hasil kuesioner. Vulgaris Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSYIAH, didapatkan nilai Pmembersihkan wajah secara teratur dua kali value 0,014. Sehingga hipotesis diterima yang sehari, dalam mencuci wajah menggunakan berarti terdapat hubungan yang signifikan sabun pencuci wajah khusus dan menggosok antara cara membersihkan wajah dengan akne secara sirkuler. Tetapi yang tidak dilakukan Selain itu, pada penelitian Hertanto oleh sampel yaitu membilas wajah dengan air . dengan hasil uji ststistik diperoleh nilai Tabel 13 Analisis Hubungan Pola Tidur dengan Acne Vulgaris Acne Vulgaris Total Pola Tidur Tidak p-value Buruk Baik 0,000 Total Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 73 responden dengan pola tidur yang buruk. Terdapat 14 responden . ,9%) tidak menderita acne vulgaris dan 40 responden . ,1%) menderita acne vulgaris. Dari 27 responden dengan pola tidur yang Universitas Batam baik, terdapat 16 responden . ,6%) tidak menderita acne vulgaris dan 4 responden . ,9%) menderita acne vulgaris. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswi Page 65 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,000 sehingga H06 ditolak dan Ha6 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan penelitian oleh Sekeon & Kembuan pada tahun 2015 dengan hasil uji chi square didapatkan p-value =0,000 yang artinya Ho Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angkatan 2019. Hal ini sesuai dengan kuesioner yang diisi oleh mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedoteran Universitas Batam bahwa masih banyak sampel yang mengalami kesulitan dalam memulai tidur, durasi tidur yang singkat, dan mengalami gangguan ketika tidur seperti : terbangun ditengah malam atau terlalu dini, tidak mampu tidur nyenyak, kedinginan atau kepanasan, mimpi buruk, batuk atau mengorok sehingga mahasiswi hanya memiliki durasi tidur sebanyak 4-6 jam. Meskipun banyak yang mengalami kesulitan tidur, dari hasil kuesioner hanya sedikit mahasiswi yang menggunakan obat tidur untuk mengatasi masalah tidurnya . Tidur terlalu larut malam diperkirakan dapat menyebabkan aktivitas hormon androgen meningkat. Produksi sebum yang berlebihan akan menyebabkan kulit menjadi berminyak dan akan menimbulkan sumbatan mengakibatkan timbulnya acne vulgaris, sehingga kulit berminyak cenderung lebih mudah terjadi akne vulgaris (Dumgair. Pandeleke, & Kapantow, 2. KESIMPULAN Angka kejadian acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam yaitu sebanyak 44 orang . ,5%). Lebih dari setengah responden sebanyak 74,3% dengan siklus menstruasi normal pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun Lebih dari setengah responden sebanyak 77% dengan konsumsi makanan yang berisiko pada mahasiswi angkatan 2021 Universitas Batam Fakultas Kedokteran Universitas Batam Lebih dari setengah responden sebanyak 55,4% dengan penggunaan kosmetik yang berisiko pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021. Lebih dari setengah responden sebanyak 59,4% dengan tingkat stress sedangsangat berat pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021. Lebih dari setengah responden sebanyak 63,5% dengan kebiasaan membersihkan wajah yang baik pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021. Lebih dari setengah responden sebanyak 73% dengan pola tidur yang buruk pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan P-value = 0,143 (>0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara makanan dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan P-value = 0,004 (<0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara kosmetik dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan P-value = 0,002 (<0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan P-value = 0,016 (<0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan membersihkan wajah dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan Pvalue = 0,001 (<0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2021 dengan P-value = 0,000 (<0,. Page 66 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 SARAN Diharapkan dapat melanjutkan penelitian dengan menambahkan faktor-faktor risiko terjadinya acne vulgaris lainnya seperti faktor riwayat keluarga, merokok, obat-obatan, trauma dan lain-lain. Peneliti lain dapat menggunakan metode penelitian yang lain seperti metode penelitian case-control, cohort, dll, sehingga data yang diperoleh lebih mencerminkan keadaan populasi dan menjelaskan kuatnya hubungan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak Fakultas Kedokteran Universitas Batam yang telah memberikan kesempatan untuk dapat melangsungkan penelitian. DAFTAR PUSTAKA