KURVATEK Vol. No. November 2025, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 PENELITIAN DISTRIBUSI SUMBER DAYA ANDESIT BERDASARKAN DATA RESISTIVITAS MENGGUNAKAN METODE GEOELEKTRIK SCHLUMBERGER INVESTIGATION OF ANDESITE RESOURCE DISTRIBUTION BASED ON RESISTIVITY DATA USING THE SCHLUMBERGER GEOELECTRICAL METHOD Riaferdo Aldri1. Agustinus Isjudarto2. Rizqi Prastowo 3,* Prodi Teknik Pertambangan. Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Jalan Babarsari. Caturtunggal. Depok. Sleman. Yogyakarta 55281. Indonesia *Email corresponding: rizqi@itny. Email: riaferdo78@gmail. Email: isjudarto@itny. 1,2,3 Cara sitasi: R. Aldri. Isjudarto. Prastowo, "Penelitian Distribusi Sumber Daya Andesit Berdasarkan Data Resistivitas Menggunakan Metode Geoelektrik Schlumberger," Kurvatek, vol. 10, no. 2, pp. 235-242, 2025. doi: 10. 33579/krvtk. 6408 [Onlin. AbstrakAiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran batuan andesit di Kecamatan Bener. Kabupaten Purworejo. Jawa Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Sebanyak 37 titik pengukuran dilakukan dengan bentangan kabel 200 meter untuk memperoleh data tahanan jenis bawah Hasil inversi resistivitas menunjukkan nilai berkisar diatas 900 m yang menandakan keberadaan batuan andesit segar dengan kondisi fisik padat dan belum mengalami pelapukan. Model 3D memperlihatkan sebaran andesit yang dominan pada arah baratlautAetenggara dengan kedalaman antara 0,1 hingga 0,4 km dari Persebaran ini berasosiasi dengan struktur vulkanik Formasi Andesit Tua yang berkembang di wilayah tersebut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode geolistrik efektif untuk memetakan distribusi batuan beku bawah permukaan dan memberikan informasi geologi yang penting bagi perencanaan pemanfaatan sumber daya alam di Kecamatan Bener. Kata kunci: Geolistrik. Schlumberger. Andesit. Resistivitas. Bendungan. Abstract AiThis study aims to identify the spatial distribution of andesite rocks in Bener District. Purworejo Regency. Central Java, using the Schlumberger configuration of the geoelectrical resistivity method. A total of 37 measurement points were established with a cable spread of 200 meters to obtain subsurface resistivity data. The inversion results indicate resistivity values above 900 m, reflecting the presence of fresh andesite with compact physical characteristics and minimal weathering. The 3D model reveals that the andesite distribution is predominantly oriented northwestAesoutheast, extending at depths between 0. 1 and 0. 4 km below the surface. This spatial pattern is closely associated with the volcanic structures of the Old Andesite Formation that underlie the region. Overall, the findings demonstrate that the geoelectrical method is highly effective for delineating subsurface igneous rock distributions and provides essential geological insights to support resource mapping and regional infrastructure development planning. Keywords: Geoelectrical. Schlumberger. Andesite. Resistivity. Dam. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan keragaman batuan yang terbentuk melalui proses tektonik dan vulkanik selama jutaan tahun. Secara geotektonik, wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besarAiEurasia. Indo-Australia, dan PasifikAiyang menyebabkan kondisi geologi sangat kompleks dan Aktivitas vulkanik yang intens menghasilkan berbagai jenis batuan beku, termasuk andesit yang tersebar luas di Pulau Jawa . Batuan andesit memiliki kuat tekan uniaksial berkisar antara 100Ae200 MPa, menjadikannya salah satu batuan vulkanik dengan ketahanan mekanik tinggi dan sesuai untuk kebutuhan konstruksi sipil . Received Nov 27, 2025. Revised Nov 28, 2025. Accepted Nov 28 2025 DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Ketahanan terhadap erosi dan pelapukan menjadikan andesit sebagai bahan utama untuk proyek infrastruktur berskala besar, baik domestik maupun ekspor. Pembangunan di Kabupaten Purworejo, khususnya di Kecamatan Bener, membutuhkan pasokan material konstruksi berkekuatan tinggi untuk proyek strategis seperti pembangunan bendungan. Sebagai batuan beku vulkanik, andesit memiliki sifat fisik yang unggulAikeras, tahan pelapukan, serta tahan terhadap air dan perubahan iklim . Kandungan silika (SiOCC) yang relatif tinggi, sekitar 62,30%, menjadikan andesit ideal untuk pembangunan jalan, jembatan, dan struktur beton . Untuk mengidentifikasi potensi batuan andesit segar di bawah permukaan, diperlukan eksplorasi geologi menggunakan metode geolistrik. Metode ini dipilih karena bersifat non-invasif, efisien secara biaya, serta mampu menggambarkan kondisi bawah permukaan secara detail melalui pengukuran resistivitas . Nilai resistivitas batuan menjadi parameter utama dalam menentukan kesegaran dan kekuatan batuan, yang berperan penting dalam menilai kelayakan material untuk konstruksi berskala besar . Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan estimasi volume batuan andesit di Kecamatan Bener. Kabupaten Purworejo, sebagai sumber daya potensial untuk mendukung proyek infrastruktur nasional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bener. Kabupaten Purworejo. Provinsi Jawa Tengah, yang termasuk dalam Formasi Andesit Tua (Old Andesite Formatio. hasil aktivitas vulkanik pada kala Kuarter. Daerah ini memiliki karakteristik geologi penting yang mendukung pemetaan sebaran batuan andesit, khususnya dalam konteks pemanfaatannya sebagai material konstruksi untuk proyek infrastruktur seperti pembangunan bendungan. Kajian geologi regional dilakukan untuk memahami stratigrafi, litologi, dan morfologi permukaan, termasuk analisis lapisan vulkanik dominan serta struktur geologi utama yang berkembang di wilayah Kehadiran lapisan andesit serta satuan batuan lainnya digambarkan secara rinci pada peta geologi regional daerah penelitian, yang menggunakan sistem pewarnaan geologi untuk membedakan formasi batuan. Area berwarna coklat dengan label AuTmokAy menunjukkan Formasi Kebobutak, yang tersusun atas breksi andesit, tufa, tufa lapili, aglomerat, serta aliran lava andesit yang berselingan. Sementara itu, area berwarna merah muda dengan label AuaAy merepresentasikan batuan intrusi, yang tersusun atas hiperstena andesit, augitAehornblenda andesit, dan trakiandesit. Peta geologi ini memberikan kejelasan mengenai sebaran spasial batuan andesit beserta formasi geologi lain yang berkaitan dengan konteks Gambar 1. Peta Geologi Regional . II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan mengombinasikan pendekatan geologi regional dan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Sebanyak 37 titik pengukuran dilakukan dengan total bentangan elektroda 200 meter pada tiap lintasan. Nilai resistivitas dihitung berdasarkan persamaan dasar hukum Ohm dan faktor geometri elektroda . Konfigurasi elektroda yang digunakan ditunjukkan pada Gambar 2, yang memperlihatkan susunan simetris antara elektroda arus dan elektroda potensial. Proses akuisisi data lapangan dijelaskan dalam Gambar 3, yang memperlihatkan kegiatan pengambilan data geolistrik di lokasi KURVATEK Vol. No. November 2025: 235 Ae 242 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 2. Metode Schlumberger . Tabel 1. Nilai Resistivitas Batuan . No. Nama Batuan Udara Lempung Air Tanah Breksi Tua Andesit Tua Resistivity . 1 Ae 100 5 Ae 300 100 Ae 600 900 Ae 10. Pada konfigurasi Schlumberger, elektroda arus dan elektroda potensial ditempatkan pada jarak tertentu, dan pengukuran resistivitas dilakukan untuk menentukan karakteristik lapisan batuan bawah Persamaan yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut . yuU ycaycyycyycaycyceycuyc = R K ycO ycI=ya ya = yuU. ayaA/. 2 Oe. cAycA/. 2 ) . ycAycA/. Dimana. A merepresentasikan nilai resistivitas semu di bawah permukaan dalam satuan ohm-meter (A. V sebagai beda potensial terukur . I sebagai arus listrik . R sebagai nilai tahanan listrik . AB/2 adalah nilai setengah jarak antar elektroda. MN/2 adalah nilai setengah jarak antar elektroda potensial, dan K adalah nilai factor geomekanik yang disesuaikan dengan konfigurasi . Gambar 3. Dokumentasi Pengambilan Data Dalam penelitian ini, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4, dilakukan sebanyak 37 titik pengukuran dengan panjang kabel masing-masing 100 meter di setiap sisi, sehingga total bentangan elektroda mencapai 200 meter. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi model tiga dimensi . D) untuk menginterpretasikan sebaran lateral dan vertikal batuan andesit di lokasi penelitian. Penelitian Distribusi Sumber Daya Andesit Berdasarkan Data Resistivitas Menggunakan Metode Geoelektrik Schlumberger (Riaferdo Aldri. Agustinus Isjudarto. Rizqi Prastow. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Gambar 4. Peta Titik Lokasi Pengambilan Data Gambar 5 memperlihatkan alur kerja penelitian, yang diawali dengan studi literatur untuk memahami teori geologi dan teknik geolistrik. Tahap selanjutnya adalah observasi lapangan untuk menentukan titik pengukuran geolistrik. Data yang diperoleh berupa hasil pengukuran resistivitas langsung dengan metode Schlumberger, serta informasi geologi dari sumber sebelumnya. Data tersebut kemudian diolah menjadi model dua dimensi . D) dan tiga dimensi . D). Tahap akhir berupa interpretasi hasil, di mana model resistivitas dianalisis untuk memetakan sebaran batuan andesit serta menilai potensinya sebagai material konstruksi dalam pembangunan bendungan. Gambar 5. Peta Alur Penelitian i. HASIL DAN DISKUSI Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai resistivitas andesit di daerah penelitian berkisar 900 m, yang menandakan batuan masih segar dan padat. Nilai ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya di Kulon Progo dan Gunungkidul, yang melaporkan rentang resistivitas andesit segar di atas 400 m . Selain itu, melakukan penelitian di wilayah Kulon Progo dan mengungkapkan bahwa batuan andesit dengan nilai resistivitas di atas 900 m umumnya memiliki ketahanan yang baik terhadap pelapukan serta KURVATEK Vol. No. November 2025: 235 Ae 242 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 layak digunakan sebagai material utama dalam pembangunan struktur besar seperti jembatan dan bendungan . Stabilitas konstruksi bendungan sangat dipengaruhi oleh ketebalan dan keutuhan lapisan andesit di bawah permukaa . Hal ini relevan dengan kondisi di daerah penelitian Purworejo, di mana keberadaan lapisan andesit dengan resistivitas tinggi pada kedalaman tertentu menunjukkan potensi kuat untuk menjadi lapisan penopang utama konstruksi bendungan. Penelitian-penelitian terbaru juga telah memperkuat batasan nilai resistivitas yang digunakan dalam identifikasi batuan andesit. Metode Vertical Electrical Sounding (VES) konfigurasi Schlumberger telah diterapkan di Cilegon, dan melalui pendekatan tersebut diperoleh hasil bahwa lava andesit memiliki nilai resistivitas diatas 670 m, yang dianggap sesuai dengan interpretasi litologi di lapangan . Selanjutnya, konfigurasi dipoleAedipole telah diterapkan di Pekalongan, dan dari hasil pengukuran tersebut ditetapkan bahwa andesit segar memiliki nilai resistivitas dalam kisaran 700Ae 3000 m (Sidik et al. , 2. Sementara itu, penelitian yang menggunakan konfigurasi WennerAe Schlumberger untuk mendeteksi diskontinuitas geologi telah melaporkan adanya zona resistivitas tinggi . Ae700 . yang dikaitkan dengan keberadaan massa batuan utuh . ntact rock mas. Gambar 6 memperkuat validitas data hasil pengukuran, dengan nilai kesalahan . yang relatif rendah, yaitu 1,17% pada titik P05 dan 2,63% pada titik P03, mengindikasikan bahwa kualitas data tergolong tinggi dan dapat diandalkan untuk mendukung interpretasi geologi bawah permukaan. Hasil yang lebih rinci disajikan pada Tabel 2, yang memuat nilai resistivitas hasil pengolahan dan interpretasi tiap titik Gambar 6. Resistivitas 2Dimensi Pengamatan Bawah Permukaan Tabel 2. Hasil Interpretasi Jenis Batuan Dari Nilai Resistivitas Nama Line P 00 P 01 P 02 P 03 Resistivitas Litologi Clay Clay Clay Clay Clay Clay Clay Clay Clay Tuff Soil Clay Soil Tuff Clay Clay Soil Clay Andesite Andesite Nama Line P 06 P 07 P 08 P 09 Resistivitas Litologi Clay Soil Clay Clay Tuff Clay Clay Clay Andesite Andesite Clay Clay Clay Tuff Tuff Clay Clay Clay Tuff Tuff Penelitian Distribusi Sumber Daya Andesit Berdasarkan Data Resistivitas Menggunakan Metode Geoelektrik Schlumberger (Riaferdo Aldri. Agustinus Isjudarto. Rizqi Prastow. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. P 04 P 05 P 12 P 13 P 14 P 15 P 16 P 17 P 24 P 25 P 26 P 27 P 28 Clay Tuff Clay Tuff Tuff Clay Clay Clay Andesite Tuff Soil Andesite Clay Tuff Tuff Clay Clay Soil Clay Clay Clay Soil Clay Andesite Andesite Clay Clay Tuff Clay Andesite Clay Clay Clay Clay Clay Tuff Tuff Tuff Tuff Tuff Clay Clay Clay Andesite Andesite Clay Andesite Clay Andesite Andesite Soil Tuff Clay Clay Andesite Clay Tuff Clay Andesite Andesite Clay Clay Clay Tuff P 10 P 11 P 18 P 19 P 20 P 21 P 22 P 23 P 30 P 31 P 32 P 33 P 34 KURVATEK Vol. No. November 2025: 235 Ae 242 Clay Tuff Clay Clay Tuff Clay Soil Clay Tuff Tuff Clay Tuff Clay Andesite Tuff Clay Clay Soil Tuff Andesite Clay Clay Soil Andesite Andesite Clay Clay Clay Tuff Andesite Clay Clay Tuff Andesite Andesite Clay Clay Clay Tuff Tuff Clay Andesite Clay Andesite Tuff Clay Clay Tuff Tuff Clay Clay Soil Clay Soil Tuff Clay Clay Clay Tuff Tuff Tuff Clay Tuff Andesite KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 P 29 P 36 Tuff Clay Andesite Clay Andesite Andesite Clay Clay Clay Clay Tuff P 35 Tuff Clay Clay Clay Clay Clay Berdasarkan hasil pemodelan tiga dimensi (Gambar . , sebaran batuan andesit di Kecamatan Bener. Kabupaten Purworejo, memperlihatkan pola distribusi yang tidak seragam namun cenderung mengelompok pada bagian tengah hingga timur laut area penelitian. Persebaran massa batuan dengan nilai resistivitas tinggi (>900 . menunjukkan kehadiran andesit segar yang memiliki densitas dan kekompakan tinggi. Nilai resistivitas maksimum mencapai sekitar 2000 m, mengindikasikan kondisi batuan yang masih utuh dan belum mengalami pelapukan signifikan. Zona-zona resistivitas tinggi ini terlihat memanjang dengan orientasi baratlautAetenggara, yang kemungkinan besar mengikuti arah struktur vulkanik lama dari Formasi Andesit Tua. Secara lateral, penyebaran andesit berada di antara koordinat 399000Ae400000 m . dan 9155600Ae9156200 m . , memperlihatkan keterkaitan kuat dengan pola intrusi dan aliran lava kuno yang mendominasi morfologi Kecamatan Bener. Secara vertikal, lapisan andesit teridentifikasi pada kedalaman antara 0,1 hingga 0,4 km dari permukaan, yang menunjukkan bahwa batuan tersebut relatif dangkal dan mudah diakses untuk eksploitasi sebagai material konstruksi. Distribusi nilai resistivitas menurun secara bertahap ke arah selatan dan baratdaya, yang mengindikasikan adanya perubahan litologi menuju lapisan yang lebih lempung atau Hal ini konsisten dengan kondisi geologi daerah Purworejo bagian utara yang didominasi oleh breksi vulkanik, tuf, dan batuan sedimen muda hasil erosi dari tubuh gunung api tua di sekitarnya. Secara keseluruhan, hasil inversi resistivitas memperlihatkan bahwa andesit di Kecamatan Bener tersebar dalam bentuk lensa dan kolom intrusi bawah permukaan yang berasosiasi dengan aktivitas vulkanik masa Kuarter, menjadikannya sumber daya potensial dengan kualitas batuan yang sangat baik untuk mendukung pembangunan bendungan dan infrastruktur di wilayah tersebut. Gambar 7. Model 3D Sebaran Andesit IV. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil mengidentifikasi sebaran batuan andesit di Kecamatan Bener. Kabupaten Purworejo. Provinsi Jawa Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Hasil pengolahan data geolistrik menunjukkan bahwa nilai resistivitas batuan andesit di daerah penelitian berkisar diatas 900 m, yang mengindikasikan keberadaan lapisan andesit berkualitas baik dan layak untuk dimanfaatkan sebagai material konstruksi. Lapisan andesit tersebut tersebar pada kedalaman yang mudah dijangkau, sehingga memudahkan proses pengambilan sumber daya secara efisien. Lapisan andesit tersebut terletak pada kedalaman sekitar 100m dari permukaan, sehingga berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai material konstruksi pada proyek infrastruktur daerah. Penelitian Distribusi Sumber Daya Andesit Berdasarkan Data Resistivitas Menggunakan Metode Geoelektrik Schlumberger (Riaferdo Aldri. Agustinus Isjudarto. Rizqi Prastow. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada PT Geomine Bara Studio atas dukungan dan bantuan berharga yang diberikan selama proses akuisisi data geolistrik. Akses terhadap peralatan, keahlian lapangan, dan bimbingan teknis sangat berkontribusi terhadap keberhasilan penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA