Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities Vol. 2 No. eISSN: 2797-1821 The Effectiveness of Cooperative Learning of Assisted Media Integrated Reading and Composition Cergam on Skills Reading Understanding Fitri Suciyati . Septiyati Purwandari. Arif Wiyat Purnanto Department of Primary Education. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia fitriasuciyati11@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujsah. Received: 17/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 27/03/2022 Abstract This study aims to determine the effectiveness of the cooperative integrated reading and composition learning model assisted by CERGAM media on the reading comprehension skills of grade II students in Gunungpring Village. Muntilan District. This research is an experimental research with a design (One Group Pretest-Posttes. The samples taken for this study were 15 second grade students in Gunungpring Village. Muntilan. The sampling technique used is a saturated sample. The method of data collection was done by using a test in the form of a multiple choice test. Test the validity to measure the questions pretest and posttest using Product Moment, reliability using Cronbach's Alpha. The data analysis technique in this study used the normality test using the Shapiro-Wilk and the hypothesis using the Wilcoxon test with the help of the IBM SPSS version 25. 00 program for windows. The results showed that cooperative integrated reading and composition learning assisted by CERGAM media had a positive effect on the second grade students' reading comprehension This is evidenced by the results of the hypothesis test of data analysis on pretest and posttest questions related to fable material using the Wilcoxon Test with results showing that the Z value obtained is -3. 413b with Asymp Sig. 2 tails of 0. The results of this study can be concluded that the use of a cooperative integrated reading and composition model assisted by comic media has a positive effect on reading comprehension skills. Keywords: Cooperative Integrated Reading And Composition Model. CERGAM Media. Reading Skills Pengaruh Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition Berbantu Media CERGAM terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa kelas II di Desa Gunungpring. Kecamatan Muntilan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain (One Group Pretest-Posttes. Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 15 siswa kelas II di Desa Gunungpring. Muntilan. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa tes pilihan ganda. Uji validitas untuk mengukur soal pretest dan posttest menggunakan Product Moment, reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-Wilk dan hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon dengan berbantuan program IBM SPSS versi 25. 00 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM berpengaruh positif terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa kelas II. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis analisis data soal pretest dan posttest terkait materi Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Fitri Suciyati et al. dongeng fabel menggunakan Uji Wilcoxon dengan hasil yang menunjukan bahwa nilai Z yang didapatkan sebesar -3,413b dengan Asymp Sig. 2 tailled sebesar 0,001. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model cooperative integrated reading and composition berbantu media cergam berpengaruh positif terhadap keterampilan membaca pemahaman. Kata kunci: Model Cooperative Integrated Reading and Composition. Media CERGAM. Keterampilan Membaca Pendahuluan Keterampilan membaca pemahaman telah menempati tempat dan peran penting dalam kehidupan manusia. Membaca adalah pintu gerbang bagi siswa yang ingin mempunyai kemampuan interaktif dan terpadu. membaca adalah suatu kegiatan atau proses kognitif untuk mencari informasi yang terkandung dalam sebuah teks . Dalman juga mengemukakan bahwa membaca adalah kegiatan yang melibatkan proses berpikir untuk memahami teks yang dibaca dari suatu tulisan guna memperoleh informasi. merupakan proses pengelolaan bacaan secara kritis dan kreatif untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bacaan oleh pembaca . UU Sisdiknas tahun 2003 dalam Bab II Pasal 4 Ayat 4 terkait tentang prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan juga menyebutkan pentingnya belajar membaca, isi pendidikan yang dilaksanakan dengan pengembangan budaya baca, tulis dan hitung untuk semua masyarakat. Secara keseluruhan, ayat tersebut menjelaskan bahwa membaca itu sangat penting bagi masyarakat. Belajar membaca juga harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan. Berdasarkan dari hasil observasi pada siswa kelas II SD Desa Gunungpring. Kecamatan Muntilan masih ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran bahasa indonesia seperti minat siswa untuk membaca yang masih kurang, model pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi serta bersifat monoton, dan masih belum adanya media pembelajaran yang mendukung juga menjadi salah satu masalah yang sangat banyak Karena permasalahan tersebut, siswa kurang paham dengan materi, siswa mengalami kebosanan ketika pembelajaran berlangsung dan terdapat beberapa siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, hal ini dibuktikan dengan masih adanya 7 dari 15 siswa kelas II SD yang mendapatkan nilai rendah Bahasa Indonesia di bawah KKM dan masih banyak juga siswa yang tidak mau keperpustakaan dan lebih senang bermain saat jam pelajaran kosong atau saat istirahat. Guru telah melakukan beberapa upaya diantaranya dengan penggunaan media kartu kata dan model pembelajaran SAS, tetapi menurut orangtua siswa upaya yang telah dilakuan oleh guru tersebut masih kurang optimal karena media dan model yang dipakai terbilang kurang inovatif dan kurang menarik sehingga masih perlu dilakukan perbaikan dalam model dan medianya. Guru dituntut harus kreatif dalam penyampaian materi. Pada proses pembelajaran, guru tidak hanya memberikan informasi saja, akan tetapi siswa harus mampu mengolah informasi sebagai masukan dalam meningkatkan kemampuan . Dari permasalahan yang telah terjadi, untuk menyelesaikan masalah tersebut maka diperlukan solusi yang kreatif dan inovatif. Penggunaan media dan model pembelajaran yang berbeda dengan yang sudah dilakukan sebelumnya. Menurut Soekamto yang menjelaskan mengenai model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang mencerminkan prosedur pembelajaran secara sistematis dan mengorganisasikan sebuah pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan model pembelajaran merupakan suatu pola dalam kegiatan pembelajaran yang digunakan oleh seorang pendidik dalam mencapai sebuh tujuan pembelajaran yang telah Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Fitri Suciyati et al. Pendapat tersebut sejalan dengan . yang mengemukakan mengenai model pembelajaran merupakan suatu dampak yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk mencapai sarana intruksional kedalam kurikulum guna mencapai kemampuan mengajar yang lebih besar. Model yang sesui untuk mengatasi permsalahan ini yaitu dengan model pembelajaran cooperative integrated reading and Model Pembelajaran cooperative integrated reading and composition adalah model pembelajaran yang menekankan siswa untuk bekerja sama agar dapat mengerjakan dengan baik, efektif dan efisien dimana keberhasilan belajar diperoleh secara bersama-sama atau dalam kelompok bukan semata-mata dari kemampuan individual . Namun model pembelajaran ini tidak dapat berjalan dengan maksimal tanpa adanya media yang mendukungnya . Media pembelajaran merupakan sebuah sarana atau sebuah alat bantu dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan efektifitas guru dalam mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Menurut . yang menyebutkan media pembelajaran merupakan alat bantu apa saja yang dipergunakan oleh seorang pendidik sebagai alat menyalur informasi dalam proses pembelajaran dari guru menuju siswa guna mendapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Media yang dimaksud adalah media CERGAM merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Kelebihan dari media CERGAM antara lain sifatnya yang spesifik, gambar yang lebih realities menunjukkan pokok masalah dibandingkan hanya media verbal semata, cerita bergambar yang dapat mengatasi ruang dan waktu, mengatasi keterbatasan pengamatan, dapat memperjelas masalah dalam segala bidang dan segala tingkatan usia, harga murah dan digunakan tanpa peralatan khusus. Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran yang sudah dituliskan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat tercapai, selain itu siswa dapat berperan aktif dan terjalinnya pembelajaran dua arah . Dipilihnya Desa Gunungpring. Kecamatan Muntilan sebagai tempat penelitian karena di Desa Gunungpring hasil belajar bahasa Indonesia khususnya dalam hal keterampilan membaca pemahaman siswa kelas II masih tergolong rendah. Prestasi akademik dan non akademik lainnya tergolong sudah bagus juga menjadi alasan lain dipilihnya desa tersebut menjadi tempat penelitian. Pemilihan model dan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada siswa kelas II di Desa Gunungpring. Kecamatan Muntilan. Metode Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode eksperimen, desain yang digunakan adalah desain one group pretest-posttest . mengemukakan bahwa Pre-Experimental belum termasuk kedalam eksperimen sungguhsungguh karena masih terdapat ekstra yang ikut terbentuknya variabel terikat. Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes pilihan ganda sebagai instrumen penelitian. Tes adalah sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan atau mengungkap aspek tertentu . Tes digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besar kemampuan objek yang diteliti . Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji non-prametrik yaitu wilcoxon Test berbantuan IBM SPSS 25. Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Fitri Suciyati et al. Subjek Penelitian Teknik sampling atau teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Sampel yang diambil sebanyak 12 siswa kelas 1 SD Negeri Giriwarno Tahun Ajaran 2021/2022. Metode dan Instrumen Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes berupa piligan ganda yang sudah disesuaikan dengan indikator membaca pemahaman. Teknik Analisis Data Uji normalitas penelitian menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji hipotesis penelitian ini menggunakan Statistik non-Parametrick yang dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon atau uji z. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pengukuran awal . , perlakuan atau treatment, dan pengukuran akhir atau posttest. Adapun hasil yang diperoleh berupa data hasil pretest dan posttest, uji prasyarat analisis data, uji hipotesis. Pretest diambil dengan menggunakan instrumen tes. Adapun hasil pretest siswa yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Perolehan Pretest Frekuensi Presentasi % Sangat tinggi . Tinggi . Cukup . Kriteria 26,7% 33,3% Rendah . Sangat rendah . Total Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Kegiatan penelitian diakhiri dengan melakukan pengukuran akhir setelah diberi perlakuan yaitu posttest. Posttest dilakukan dengan memberikan kembali soal yang sebelumnya digunakan untuk pretest. Tabel hasil postest disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Perolehan Posttest Frekuensi Presentasi % Sangat tinggi . Tinggi . Cukup . Rendah . Kriteria 66,7% 33,3% Sangat rendah . Total Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Fitri Suciyati et al. Berdasarkan hasil penelitian uji pretest dan postest diperoleh nilai tertinggi, nilai terendah, dan rata-rata. Hasil nilai pretest dan posstest akan disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Perbandingan Pretest dan Posttest Kelompok Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Jumlah Siswa Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Ratarata Dari Hasil Pretest dan Posttest dapat diketahui bahwa perolehan nilai pretest terendah yaitu 13, nilai tertinggi 73, nilai rata-rata 51. Perolehan nilai posttest terendah yaitu 73, nilai tertinggi 100, nilai rata-rata 88. Pada penelitian ini setelah diketahui data pretest dan posttest, selanjutnya uji analisis Uji analisis data dilakukan untuk mengetahui data yang telah diperoleh berditribusi normal atau tidak, uji ini dinamakan uji normalitas. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Shapiro Wilk dengan bantuan aplikasi SPSS Statistic versi 24. Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Pretest Posttest Statistic Shapiro Wilk 0,852 0,870 Sig. 0,018 0,034 Berdasarkan Tabel 4. Uji Normalitas Pretest dan Postest Kelas Eksperimen menunjukkan hasil uji normalitas yang menggunakan uji Shapiro Wilk. Hasil data dari output SPSS Statistic 24 nilai uji Shapiro Wilk (Nilai Sig. Pretest = 0,018> 0,05 dan Nilai Sig. Posttest = 0,034 > 0,. , maka data tersebut berdistribusi tidak normal. Setelah uji normalitas diketahui dalam uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametric yaitu Wilcoxon test. Uji hipotesis ini dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS Statistic versi 24 dengan membandingkan hasil Pretest dan Postest. Uji hipotesis yang digunakan adalah asil perhitungan dari uji wilcoxon yang kemudian dibandingkan dengan taraf Sig. 0,05. Jika nilai Sig. < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, jika nilai Sig. > 0, 05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil analsis data disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Kemampuan Berpikir Kritis Pre-test Post-test Mean Zhitung Keterangan -3,065 0,001 Berbeda Signifikan Berdasarkan Tabel 5 hasil uji hipotesis pretest dan posttest dengan uji wilcoxom signed ranks test di atas, diperoleh Asymp. Sig. -taile. bernilai 0,001. Karena nilai 0,000 < 0,05 maka kita dapat menyimpulkan bahwa AuHipotesis diterimaAy. Artinya ada perbedaan antar keterampilan membaca pemahaman siswa untuk pretest dan posttest, karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM Pembahasan Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signitifikannya pengaruh dari pengimplementasian sebuah strategi pembelajaran berupa model cooperative Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Fitri Suciyati et al. integrated reading and composition berbantu media CERGAM. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Sokaraja Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas II SD Didesa Gurungpring Tahun Ajaran 2021/2022 dengan jumlah 12 siswa yang konsisten hadir saat pelaksanaan penlitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2022. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pengukuran awal (Pretes. Pemberian perlakuan (Treatmen. selama 3 kali perlakuan dengan menerapkan berupa model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM, dan pengukuran akhir (Posttes. Setelah penelitian selesai dilakukan, selanjutnya menganalisis data untuk mengetahui hasil sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis non-parametric. Penggunaan analisis ini atas hasil pengujian normalitas dan hipotesis data, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara berupa model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perbedaan rata-rata pada kegiatan pretest dan posttest. Pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM terhadap hasil belajar dibuktikan dari hasil analsis data tes pilihan ganda menggunkan perhitungan Wilcoxon test dengan nilai Zscor -3. dengan taraf signifikasi sebesar 0,01 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan model Cooperative Integrated Reading And Composition berbantu media CERGAM. Peningkatan yang cukup signifikasi terjadi karena adanya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menggunakan model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM yang menarik sehingga semangat dan minat belajar siswa meningkat, yang tadinya siswa pasif dalam kegiatan diskusi menjadi aktif dalam diskusi. Berdasarkan hasil uji hipotesis pretest dan posttest dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh Asymp. Sig. bernilai 0,001 karena nilai 0,000 < 0,005, maka dapat disimpulkan bahawa "hipotesis diterima". Artinya ada pengaruh keterampilan membaca pemahaman siswa untuk pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model cooperative integrated reading and composition berbantu media CERGAM. Diharapkan pada peneliti selanjutnya, dapat memperbaiki dan lebih berinovasi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas ranah yang lain seperti sikap ataupun kognitif serta mencegah permasalahan-permaslahan yang ada saat proses pembelajaran. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah dasar yang telah bersedia menjadi subjek penelitian, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian penelitian ini. References