Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Prabawati1. Theresia Tatik Pujiastuti2. Fittriya Kristanti3 STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: prabawty@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: tatik_pujiastuti@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: fittriyakristanti@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Lama menjalani hemodialisa dapat menyebabkan depresi karena proses dialisis, ketergantungan pada mesin, diet ketat, batasan bergerak, masalah keuangan, dan tekanan. Gagal Ginjal Kronik (GGK) memberikan dampak perubahan berbagai aspek kehidupan bagi pasien yang sedang menjalani hemodialisa yaitu depresi. Depresi yang merupakan reaksi psikologis berupa gangguan suasana hati karena menghadapi penyakit yang dialami oleh pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang sedang menjalani hemodialisa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan tingkat depresi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelasional. Teknik Proses pengambilan sampel dengan cross sectional dan teknik samplingpengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan sampling insidental. Sampel penelitian ini 99 responden. Instrumen yang digunakan adalah BDI-II untuk menilai tingkat depresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden rentang usia 56-65 tahun 34,3%, berjenis kelamin laki-laki 58,6%, pendidikan terakhir perguruan tinggi 53,5%, tidak bekerja 56,5%, lama menjalani hemodialisa (>3 tahu. 45,5%, tidak mengalami depresi 50,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar pasien menjalani hemodialisa >3 tahun . ,5%) dan sebagian besar tidak mengalami depresi . ,5%). Selanjutnya bBerdasarkan uji korelasi Gamma didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik lama menjalani hemodialisa dengan tingkat depresi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan p-value 0,076 . value >0,. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa lama hemodialisa tidak berperan dalam fenomena depresi pada pasien yang menjalani hemodislisa. Semakin lama pasien menjalani hemodialisa maka tingkat depresi akan menurun karena pasien sudah menerima keadaannya. Pasien yang menjalani hemodialisa sebagian besar tidak mengalami depresi sebanyak 50,5%. Meskipun tidak ada hubungan yang signifikan, namun kondisi depresi meskipun ringan tetap dialami oleh pasien Maka tenaga kesehatan di ruang hemodialisa tetap harus mendampingi pasien agar mampu beradaptasi dengan proses terapi yang dijalaniBagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu melanjutkan penelitin ini dengan menambahkan variabel independen self determinasi dan melanjutkan dengan menggunakan teknik purposive sampling pada pasien yang mengalami depresi. Kata kunci: Hemodialisa. Depresi. Gagal Ginjal Kronik ABSTRACT Prabawati. Theresia Tatik Pujiastuti. Fittriya Kristanti Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Background: The duration of undergoing hemodialysis can lead to depression due to the dialysis process, dependency on machines, strict diet and financial issues. Depression is a psychological reaction characterized by mood disorders. Objective: This study aims to examine the relationship between the duration of hemodialysis and the level of depression in patients with Chronic Kidney Failure. Methods: This research is quantitative, using a descriptive correlational method. The sampling technique used is incidental sampling, with a sample size of 99 respondents. The instrument used is the BDI-II to assess depression levels. Results: Findings indicate that most participants were aged 56-65 . 3%), male . 6%), and unemployed . 5%), with 50. 5% not experiencing depression, despite 45. 5% undergoing hemodialysis for over three years. Based on the Gamma correlation test, there was no statistically significant relationship between the duration of hemodialysis and the level of depression. Conclusion: This study indicates that the length of hemodialysis does not contribute to the phenomenon of depression in patients undergoing hemodialysis. Most . 5%) did not experience Although there is no significant relationship, some hemodialysis patients still experience mild depression. Future researchers are encouraged to continue this study by adding selfdetermination as an independent variable and using purposive sampling techniques for patients experiencing depression. Background: Chronic Kidney Failure affects various aspects of life for patients undergoing hemodialysis, one of which is depression. Depression is a psychological reaction involving mood disorders due to the illness faced by Chronic Kidney Failure patients undergoing Keywords: Hemodialysis. Depression. Chronic Kidney Disease. PENDAHULUAN Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah Pada kondisi progresif yang mengganggu fungsi meningkat menjadi 0,38%, yaitu sekitar 3,8 dari setiap 1000 penduduk atau sekitar kemampuan ginjal untuk menyaring darah, 783 orang. Selain itu, sekitar 60% ditandai dengan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR) (Kusuma dkk, 2. (Kemenkes, 2. Hal ini menunjukkan Kerusakan Laporan WHO tahun 2020, tercatat GGK peningkatan prevalensi 028 kematian akibat GGK. Pada tahun GGK sebanyak 213. 983 orang atau 2021, jumlah kasus GGK telah melampaui sekitar 42,81% dari tahun 2013 hingga 2018. 843,6 juta dan diperkirakan akan meningkat Terapi pengganti ginjal merupakan pilihan sebesar 41,5% pada tahun 2040. Hal ini pengobatan yang dapat dijalani. GGK Terapi kematian terbanyak ke-12 secara global Hemodialisa. Dialisis Peritoneal (WHO, 2. dalam (Aditama. Kusumajaya. Transplantasi Ginjal (Kusuma dkk, 2. & Fitri, 2. Laporan RISKESDAS tahun Banyak 2013 menemukan bahwa dua dari setiap pertolongan medis hingga penyakitnya telah 1000 penduduk Indonesia, atau sekitar berkembang ke tahap ireversibel dengan 800 orang, menderita GGK (Kemenkes. GFR kurang 15 (Fadlilah, 2. GGK Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 Hasil data PERNEFRI, . , tahun Depresi sering kali terjadi pada pasien 2007 hingga 2018, di Indonesia tercatat yang menjalani hemodialisa. Gejala umum pada pasien ini meliputidepresi yang dapat hemodialisa, dengan 132. 142 pasien yang terjadi meliputi perubahan suasana hati, aktif menjalani hemodialisa. Pada tahun kesedihan, kesepian, kurangnya motivasi, 2018, jumlah pasien hemodialisa baru menghukum diri sendiri, menyalahkan diri meningkat menjadi 35. 602, dan 42% dari sendiri, masalah tidur, perubahan kebiasaan pasien ini meninggal (Aminah, 2. dalam (Syahputra dkk, 2. Hal ini menunjukkan perubahan tingkat aktivitas, dan pikiran adanya peningkatan sebanyak 54% pada untuk bunuh diri. Masalah keuangan dan pasien hemodialisa baru dari tahun 2017 Hemodialisa termasuk terapi pengganti ginjal yang sering dipilih pasien selanjutnya memperparah depresi (Anita & GGK, yang harus menjalaninya secara Husada, 2. teratur dan permanen pada GGK dengan Lama menjalani hemodialisa dapat stadium akhir (Krans & Gotter, 2. dalam (Dewi, 2. Hemodialisa ketergantungan pada mesin, diet ketat, pemurnian darah dengan cara menyaringnya batasan bergerak, masalah keuangan, dan di luar tubuh menggunakan mesin dialisis tekanan terkait lainnya (Sagala dkk, 2. (Kusuma dkk, 2. Lama menjalani Hasil penelitian Korin, dkk, . , hemodialisa dapat menyebabkan depresi menyatakan ada hubungan yang signifikan karena berbagai pemicu stres seperti proses antara lama menjalani hemodialisa dengan dialisis, ketergantungan pada mesin, diet tingkat depresi pada pasien gagal ginjal ketat, batasan bergerak, masalah keuangan. Namun demikian ada pula hasil dan tekanan terkait lainnya (Sagala dkk, penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pasien GGK lama menjalani hemodialisa dengan depresi hemodialisa sering kali bergantung pada alat (Sompie dkk, 2. Melalui beberapa hasil penelitian tersebut diketahui bahwa tidak Ketergantungan ini dapat menyebabkan semua hasil penelitian menyatakan ada terutama depresi (Korin. Nugrahayu, & dengan tingkat depresiyang tidak konsisten. Devianto, 2. Maka dari itu masih diperlukan penelitian Prabawati. Theresia Tatik Pujiastuti. Fittriya Kristanti Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta METODE PENELITIAN lagi tentang hubungan lama menjalani hemodialisa dengan tingkat depresi. Penelitian Hasil studi pendahuluan di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih korelasional dan desain cross-sectional. Yogyakarta Terdapat dua variabel dalam penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata 154 pasien yaitu lama menjalani hemodialisa sebagai menjalani hemodialisa rutin selama tiga variabel independen dan tingkat depresi bulan terakhir. Wawancara dengan lima sebagai variabel dependen. Penelitian ini pasien menunjukkan bahwa mereka yang dilakukan di ruang Hemodialisa Rumah telah menjalani hemodialisa dalam jangka Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Jumlah waktu lama rata-rata sudah sampel dalam penelitian ini adalah 99 yang kondisinya tetapi masih mengalami sedikit diambil dengan teknik Sampling Insidental. gejala depresi, seperti sulit beristirahat. Jumlah sampel tersebut sudah mewakili kelelahan, dan kurang fokus. Sebaliknya, pasien yang baru menjalani hemodialisa memiliki gejala depresi yang lebih banyak, riteria inklusi dalam penelitian ini yaitu meliputi kesedihan, rasa bersalah, membenci semua pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Maret beristirahat, kelelahan, dan kurang fokus. Berdasarkan . pasien yang bersedia menjadi responden, pasien yang permasalahan diatas yaitu adanya perbedaan berkomunikasi dan temuan hasil penelitian sebelumnya dan hasil membaca dan menulis. Sedangkan kriteria studi pendahuluan, peneliti tertarik untukmaka eksklusi dalam penelitian ini yaitu pasien dilakukan melakukan penelitian serupa tetapi yang mengalami penurunan kesadaran saat pada lokasi yang berbeda dan dengan jumlah pengambilan data. sampel yang lebih besar supaya dapat Penelitian ini menggunakan instrumen menggeneralisasikan hasil penelitian dengan BDI-II dengan hasil diuji validitas nilai r lebih baik. Penelitian ini akan melibatkan sebesar 0,52 dan reabilitas sebesar 0,90 responden dari berbagai usia, dari akhir masa (Ginting, 2. Peneliti memilih instrumen remaja hingga usia lanjut. Peneliti memilih BDI-II untuk penelitian ini karena instrumen instrumen BDI-II untuk penelitian ini karena ini dapat digunakan untuk menilai tingkat instrumen ini dapat digunakan untuk menilai tingkat depresi. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik analisis data secara univariat disajikan dalam bentuk tabel dan narasi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Gamma. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Karakteristik Frekuensi . Frekuensi . Presentase Presentase (%) (%)Karakteristik Usia 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun 56-65 tahun >65 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tingkat Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Tidak Bekerja Swasta Wiraswasta PNS Buruh Sumber: Data Primer . Tabel Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki karakteristik pasien GGK yang menjalani sebanyak 58 responden . ,6%). Sebagian hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih besar pasien yang menjalani hemodialisa Yogyakarta. Berdasarkan memiliki pendidikan terakhir perguruan tinggi sebanyak 53 responden . ,5%). Mayoritas menjalani hemodialisa dalam rentang 56-65 pasien yang menjalani hemodialisa tidak tahun sebanyak 34 responden . , 3%). bekerja sebanyak 56 responden . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Lama Menjalani Hemodialisa Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta . Lama Menjalani Frekuensi Presentase Hemodialisa . (%) Baru Prabawati. Theresia Tatik Pujiastuti. Fittriya Kristanti Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Sedang Lama Total Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan, hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih rata-rata lama menjalani hemodialisa rata- Yogyakarta yaitu lama (>3 tahu. sebanyak 45 responden . ,5%). GGK Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta . umber: Data Primer . Tingkat Depresi Normal Depresi Ringan Depresi Sedang Depresi Berat Total Frekuensi . Tabel 3 menunjukan bahwa rata-rata Presentase (%) tidak mengalami depresi dalam rentang 0-9 pasien GGK yang menjalani hemodialisa di . sebanyak 50 responden . ,5%). Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yaitu Tabel 4. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta . Tingkat Depresi Normal Depresi Depresi Depresi Ringan Sedang Berat % n % n Lama Menjalani Baru 3 10 37. 0 6 22. 2 2 7. 4 27 100 0,076 Hemodialisa Sedang 14 51. 9 7 25. 9 6 22. 2 0 0. 0 27 100 Lama 0 9 20. 0 5 11. 1 4 8. 9 45 100 Total 50 50,5 26 26,3 17 17,2 6 6,1 99 100 Sumber: Data Primer . Berdasarkan hemodialisa dengan tingkat depresi pasien signifkasi menunjukkan . p-value Gagal Ginjal Kronik (GGK) 0,076 . value >0,. maka Ho diterima Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih yang artinya tidak ada hubungan yang Yogyakarta. Data diatas didukung penelitian signifikan secara statistik lama menjalani dari Sompie dkk, . di peroleh hasil di Ruang Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 didapatkan nilai p = 0,17 . > 0,. artinya waktu yang lebih lama (>3 tahu. cenderung tidak terdapat hubungan yang signifikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah antara lama menjalani hemodialisi dengan dibandingkan pasien yang baru memulai HD. Adaptasi jangka panjang, dukungan sosial, hemodialisa dengan tingkat depresi, terletak serta kemampuan untuk mengelola stres dan pada lamanya pasien hemodialisa, pasien emosi tampaknya berperan penting dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien HD Hubungan mempunyai tingkat depresi yang beragam mulai dari tidak mengalami depresi, depresi Dalam penelitian ini pasien yang baru ringan, depresi sedang bahkan depresi berat. (O1 tahu. menjalani hemodialisa rata-rata Sedangkan memiliki tingkat depresi ringan sebanyak 37,0%, depresi ringan saja. Pasien yang baru mengalami depresi sebanyak 51. 9% dan menjalani hemodialisa mengalami tingkat pasien yang lama menjalani hemodialisa (>3 depresi ringan. Hal ini mungkin berkaitan tahu. sebagian besar tidak mengalami dengan fase awal adaptasi terhadap kondisi depresi sebanyak 60. Menurut Octafiani kronis dan perubahan gaya hidup yang & Armelia, . pasien yang telah Pada tahap ini, mereka mungkin menjalani hemodialisa dalam jangka waktu masih menghadapi penyesuaian emosional lama umumnya lebih mampu menerima terkait dengan diagnosis penyakit ginjal dan kondisinya, sehingga tingkat depresi yang prosedur Hemodialisa yang rutin, sehingga lebih rentan mengalami depresi. Pada pasien yang telah menjalani Hemodialisa selama 2- Ketika 3 tahun, sebagian besar tidak mengalami GGK depresi karena pada tahap ini telah mencapai hemodialisa seumur hidup, maka akan tingkat adaptasi yang lebih baik terhadap timbul rasa khawatir dan cemas yang dapat Hemodialisa. memicu tingkatan stress berupa depresi pada Setelah melewati fase awal adaptasi, mereka diri pasien. Menurut Syafira dkk, . -3 depresi, namun depresi yang terjadi hanya menyatakan bahwa, pasien yang telah Hemodialisa menjalani hemodialisa dalam jangka waktu efektif, sehingga tingkat depresi menurun. penerimaan dan mengalami tingkat depresi pasien yang menjalani HD dalam jangka yang lebih rendah. Menurut Sagala dkk. Prabawati. Theresia Tatik Pujiastuti. Fittriya Kristanti Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta . pasien yang sudah lama menjalani juga dapat menyebabkan perasaan takut dan putus asa. memiliki tingkat depresi yang menurun Namun disisi lain dari hasil pengisian kuesioner BDI-II yang terdiri dari 21 menyesuaikan diri dengan keadaan yang pertanyaan terdapat 4 item pertanyaan yang sedang dialami. memiliki nilai paling rendah yaitu terkait Namun tidak dipungkiri masih ada pikiran-pikiran atau keinginan untuk bunuh diri, merasa tidak hemodialisa (>3 tahu. mengalami depresi layak dan mudah marah. Faktor yang dapat berat sebanyak 4 responden . ,9%). Dari mempengaruhi tingkat depresi selain lama hasil penelitian Korin dkk, . sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa Hal ini sesuai dengan Yulianto mengalami depresi berat . %), hal ini dkk, . depresi dapat dipengaruhi faktor berkaitan dengan teori albumin-kortisol seperti koping maladaptif, sikap pesimis dan hemodialisa, kadar albumin serum selama dukungan keluarga. Menurut Pratama dkk, enam bulan pertama menjalani hemodialisis . mekanisme koping yang baik dapat masih cenderung rendah/menurun. Ketika mengurangi tingkat depresi dengan cara kadar albumin rendah, kortisol plasma menerima kondisi, membicarakan masalah perasaan dihukum, berbagai hal di dalam tubuh, salah satunya Didukung memicu terjadinya depresi. Kadar albumin Kusumastusi dkk, . pasien yang tubuh mulai mengalami perbaikan setelah menjalani HD mengatakan bahwa pelayanan hemodialisa regular berjalan lebih dari 6 yang diberikan cukup baik dan tenaga Menurut Baeti & Heni Maryati, . kesehatan disana sangat perhatian. Menurut dalam Adha dkk, . hemodialisa jangka Cholis dkk, . komunikasi efektif dari panjang dapat memengaruhi pasien baik perawat berperan penting dalam mengurangi secara fisik maupun psikologis, dengan kecemasan pada pasien hemodialisa. ketakutan sebagai emosi yang umum. Pasien Namun Tidak dipungkiri bahwa terdapat sering mengungkapkan kecemasan tentang 3 pertanyaan yang memiliki skor tertinggi masa depan mereka dan frustrasi atas yaitu terkait perubahan pola tidur, capek atau mengapa hal ini terjadi pada mereka. kelelahan dan kehilangan gairah seksual. Kebutuhan akan hemodialisa seumur hidup Gaya hidup seperti pola tidur dapat menjadi faktor penyebab depresi. Menurut Rezki dkk. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 . pasien yang mengalami gangguan usia 56-65 tahun sebanyak 34,3%. Rata-rata berjenis kelamin laki-laki sebanyak 58,6%. mengalami depresi. Peneliti berasumsi item Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan terakhir perguruan tinggi sebanyak 53,5%. memiliki skor tertinggi karena responden Mayoritas responden tidak bekerja sebanyak memiliki kekhawatiran yang menjadi beban 56,5%. fisik dan mengalami anemia yang dapat Responden yang sudah lama menjalani mengakibatkan kelelahan. Hal ini sejalan hemodialisa (>3 tahu. sebanyak 45,5%. dengan Metekohy, . dalam Wisudayanti Sebagian besar responden tidak mengalami dkk, . kelelahan pada pasien GGK depresi sebanyak 50,5%. umum terjadi, mengingat ketakutan dan Hasil Tidak ancaman kematian yang menimbulkan beban hubungan yang signifikan secara statistik Menurut Santoso, . sebagian besar lama menjalani hemodialisa dengan tingkat depresi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) berdampak pada penurunan kapasitas darah di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh. Rapih Yogyakarta. dengan p-value 0,076 . sehingga dapat mengakibatkan kelelahan. value >0,. GGK Peneleti berasumsiHasil observasi yang peneliti lakukan sebagian besar responden Saran Bagi responden mengalami kehilangan gairah seksual karena Bagi responden diharapkan untuk tetap pasien sebagian besar sudah menopause meningkatkan koping yang adaptif sesuai dengan data yang ditemukan bahwa dengan cara membicarakan masalah mayoritas usia 56-65 tahun. Menurut Asifah atau bercerita pada keluarga dan teman. & Daryanti, . Menopause terjadi saat Bagi petugas unit hemodialisa seseorang sudah tidak mengalami menstruasi Bagi yang dapat menyebabkan gejala seperti adanya tanda depresi pada pasien baru penurunan kesejahteraan, dan masalah tidur. SIMPULAN DAN SARAN maupun yang sudah lama menjalani Dari menganggu adaptasi dan tindakan yang akan diberikan dam menyediakan disimpulkan bahwa pasien yang menjalani pastoral care seminggu sekali. hemodialisa di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta sebagian besar dalam rentang Bagi peneliti selanjutnya Prabawati. Theresia Tatik Pujiastuti. Fittriya Kristanti Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Bagi peneliti selanjutnya diharapkan sampling pada pasien yang mengalami DAFTAR PUSTAKA