Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Halaman 31-46. Februari 2026 Homepage: https://wpcpublisher. com/jurnal/index. php/JFS DOI: 10. 63004/jfs. Analisis Perbandingan Efektivitas Dan Mekanisme Biologis Pada Jamu. Obat Herbal Terstandar. Dan Fitofarmaka Dalam Pengobatan Diare Comparative Analysis of Effectiveness and Biological Mechanisms of Jamu. Standardized Herbal Medicines, and Phytopharmaca in the Treatment of Diarrhea Christika Ilsanaa Surbakti1*. Dumartina Hutauruk1. Peri1 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia *Corresponding author: riki. farm@gmail. ABSTRAK Obat herbal Indonesia adalah kombinasi dari jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang memiliki perbedaan dalam tingkat pembuktian ilmiah serta efektivitas terapi. Evaluasi diperlukan untuk memahami nilai terapeutik dan mekanisme biologis masing-masing. Membandingkan efektivitas dan mekanisme biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka dalam pengobatan diare berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Studi ini menggunakan pencarian artikel-artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir sebagai metodologi penelitian: tinjauan pustaka naratif pada artikel yang diterbitkan tidak lebih awal dari tahun 2020 di Google Scholar. PubMed, dan jurnal terindeks SINTA. Analisis dilakukan dengan membandingkan tingkat bukti, farmakologi, dan mekanisme kerja. Jamu memiliki potensi antidiare berdasarkan pengalaman empiris dan kandungan fitokimia, tetapi efektivitas dan mekanisme biologisnya belum dibuktikan secara langsung. OHT menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten karena telah diuji secara in vivo dengan mekanisme utama astringen, antimotilitas, dan antisekretori. Fitofarmaka memiliki bukti terkuat karena diuji secara klinis pada manusia, dengan mekanisme biologis yang paling lengkap dan relevan secara klinis. Semakin tinggi tingkat standardisasi obat tradisional, mulai dari jamu, kemudian obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka, semakin kuat bukti efektivitasnya dan semakin jelas mekanisme biologisnya dalam pengobatan diare. Kata kunci: Jamu. Obat Herbal Terstandar. Fitofarmaka. Efektivitas. Mekanisme biologis This is an open access article under the CC BY-NC 4. ABSTRACT Indonesian herbal medicines comprise Jamu. Standardized Herbal Medicines, and Phytopharmaceuticals, which differ in their levels of scientific evidence and therapeutic Evaluation is needed to understand the therapeutic value and biological mechanisms of each. To compare the effectiveness and biological mechanisms of Jamu. Standardized Herbal Medicines, and Phytopharmaceuticals in the treatment of diarrhea, based on the latest scientific evidence. This study used the following article searches published in the last five years as its research methodology: a narrative literature review of articles published no earlier than 2020 on Google Scholar. PubMed, and SINTA-indexed journals. The analysis was conducted by comparing the level of evidence, pharmacology, and mechanism of action. Jamu shows antidiarrheal potential based on empirical use and phytochemical content. however, its efficacy and biological mechanisms have not been directly validated. Standardized Herbal Medicines demonstrate greater consistency in effectiveness because they have been evaluated in in vivo studies, primarily focusing on astringent, antimotility, and antisecretory mechanisms. Phytopharmaceuticals provide the strongest evidence, as they have been clinically tested in humans and exhibit the most comprehensive and clinically relevant biological mechanisms. The higher the level of standardization of traditional medicines, progressing from jamu to standardized herbal medicines and ultimately to phytopharmaceuticals, the stronger the evidence of efficacy and the clearer the biological mechanisms in the treatment of diarrhea. Keywords: Jamu. Standardized Herbal Medicine. Phytopharmaceutics. Effectiveness. Biological PENDAHULUAN Indonesia memiliki warisan yang kaya tentang pengobatan tradisional. Hampir semua suku di Indonesia memiliki pengetahuan dan cara tersendiri mengenai pengobatan tradisional. Obat tradisional dapat disebut juga sebagai obat herbal atau obat bahan alam, karena bahan-bahannya berasal langsung dari sumber alami. Obat Jurnal Farmasi SYIFA tradisional terdiri dari tiga jenis, yaitu jamu, obat herbal yang distandarisasi (OHT), serta Jamu merupakan obat alami yang berupa ramuan tradisional, warisan budaya Indonesia, yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan, serta memulihkan kondisi tubuh. Obat herbal terstandar (OHT) merupakan jenis obat berbahan alami yang telah diwariskan turun-temurun di Indonesia dan memiliki manfaat serupa, namun keamanannya serta khasiatnya telah terbukti secara ilmiah melalui uji praklinik dengan bahan baku yang telah melalui proses standarisasi. Fitofarmaka merupakan obat alami yang telah melalui proses uji praklinik sekaligus uji klinik, dengan bahan baku dan produk jadi yang telah distandarisasi, untuk keperluan peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan kesehatan. Evaluasi komparatif efektivitas dan mekanisme kerja obat herbal terstandar dan fitofarmaka menjadi penting untuk memberikan gambaran ilmiah menyeluruh tentang potensi terapeutik dan basis molekuler dari produk herbal tersebut. Kajian literatur terkini menunjukkan bahwa fitofarmaka memiliki bukti klinis yang lebih kuat dibanding obat herbal terstandar, namun obat herbal terstandar tetap memiliki peran penting terutama pada tahap awal pengembangan obat bert is bahan alam. Sinergi antara riset, regulasi, dan perkembangan teknologi diperlukan untuk memperkuat pemanfaatan obat herbal sebagai bagian dari terapi modern yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan sistematis efektivitas klinis dan jalur mekanisme biologis antara jamu. OHT, dan fitofarmaka pada pengobatan diare, menggunakan bukti ilmiah terkini (Kemenkes RI. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur . iterature-based stud. atau kajian pustaka komparatif yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari sumber-sumber ilmiah primer berupa jurnal dan artikel penelitian. Data yang dikaji meliputi hasil uji praklinik . n vitr vitro dan in viv. , uji klinik, efektivitas, serta kajian mekanisme kerja jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data akademik seperti Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 PubMed. Google Scholar, dan portal jurnal terindeks SINTA yang relevan dengan publikasi dalam 5 tahun terakhir. Analisis Data Analisis data menggunakan metode analisis naratif komparatif. Setiap artikel dikelompokkan berdasarkan tema utamanya, kemudian dibandingkan dengan kategori herbal lain untuk menentukan kesamaan dan perbedaan efektivitas serta mekanisme kerja herbal tersebut. Hasilnya kemudian dianalisis untuk menentukan hubungan antara tingkat bukti ilmiah dan efektivitas terapeutik dari berbagai kategori herbal. HASIL Hasil telaah literatur menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dan mekanisme biologis antara jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka dalam pengobatan diare, sebagaimana dirangkum pada tabel berikut. PEMBAHASAN Penelitian formulasi jamu Diapetto menunjukkan bahwa kombinasi rimpang kunyit, daun salam, dan daun jambu biji dapat diformulasikan menjadi jamu segar dan jamu instan dengan mutu organoleptik yang baik dan tingkat penerimaan konsumen yang tinggi. Meskipun tidak dilakukan uji farmakologis langsung, potensi antidiare didukung oleh kandungan tanin dan flavonoid pada daun jambu biji yang bersifat astringen serta kurkuminoid pada kunyit yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antimikroba. Hasil ini menegaskan bahwa pada golongan jamu, aspek mutu sediaan dan penerimaan pengguna menjadi tahap awal penting sebelum pengujian efektivitas biologis lebih lanjut. (Amefi Redisti et , 2. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Judul Jurnal Penulis Tahun Formulasi serta Evaluasi Sediaan Jamu Segar dan Jamu Instan AoDiapettoAo Sebagai Antidiare Ni Putu Amefi Redisti. Ni Komang Diantari. Ni Kadek Hermiasih. Ida Ayu Yadnyaningtias Permata Sari Golongan Obat Tradisional Jamu Efektivitas Penggunaan Rebusan Tumbukan Daun Jambu Biji Untuk Menurunkan Frekuensi Diare Pada Anak Siti Aizah. Norma Risnasari. Nevi Listyawati Jamu Metode Sampel Hasil Penelitian Penelitian penelitian eksperimental yang meliputi perancangan formulasi jamu segar dan jamu instan, pembuatan sediaan, serta evaluasi sediaan melalui uji organoleptik, uji hedonik, dan uji kemasan untuk mengetahui mutu dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk jamu antidiare. Rimpang (Curcuma long. , (Syzygium polyanthu. , daun jambu biji (Psidium Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Retrospective Study. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap ibu yang tinggal di Desa Krecek untuk mengetahui efektivitas penggunaan rebusan tumbukan menurunkan frekuensi diare pada Daun jambu biji Hasil penelitian menunjukkan formula jamu segar sebagai antidiare yang paling baik yaitu rimpang kunyit 150 gram, daun salam 113 gram, daun jambu biji 26 gram, gula pasir 25 gram, garam 1 gram dan asam jawa 5 gram, serta air matang 500 mL. Sementara formula jamu instan yang telah dioptimasi yaitu rimpang kunyit 150 gram, daun salam 113 gram, daun jambu biji 26 gram, gula pasir 25 gram, garam 1 gram dan asam jawa 5 gram, serta air matang 250 Evaluasi menunjukkan penerimaan yang baik dari segi rasa,aroma, dan penampilan visual. Evaluasi hedonik mengungkapkan tingkat kepuasan yang tinggi dari Evaluasi kemasan menunjukkan bahwa kemasan Diapetto persyaratan kemasan. (Amefi Redisti et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan rebusan tumbukan daun jambu biji, terjadi penurunan frekuensi diare, di mana 24 anak mengalami frekuensi diare O 3 kali dalam sehari setelah rata-rata 2 hari Dari total 42 orang, 35 frekuensi diare menjadi O 3 kali. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Lempeni (Ardisia Elliptica Thunb. Sebagai Antidiare Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculu. Putu Eka Adityani1. Iyan Hardiana. Ni Made Raningsih Obat Herbal Terstandar (OHT) Uji Efektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Dan Batang Pepaya (Carica Terhadap Tikus Jantan Putih (Rattus Annisa Primadiamanti. Gusti Ayu Rai Saputri, dan Cici Marina Obat Herbal Terstandar (OHT) Penelitian mencit putih jantan (Mus musculu. ke dalam empat kelompok: kontrol negatif (NaCMC 0,5%), kontrol positif (Loperamid. , dan dua kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak etanol daun lempeni (EEDL) masing-masing 28 g dan 56 g. Parameter yang diamati meliputi waktu mulai diare, konsistensi feses, frekuensi diare, lama berlangsungnya diare, dan bobot feses selama 7 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji LSD . Penelitian metode eksperimen dengan desain kelompok kontrol, yaitu menguji efek antidiare ekstrak etanol daun dan batang pepaya pada tikus jantan putih yang diinduksi oleum ricini dengan membandingkan kontrol negatif, kontrol positif, dan beberapa dosis perlakuan Daun (Ardisia elliptic. Daun dan batang (Carica papaya L. mengalami frekuensi diare lebih dari 3 kali. Mekanisme biologis yang mendasari efektivitas ini melibatkan kandungan karetinoid, tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid dalam daun jambu biji, yang berfungsi sebagai antibakteri, meskipun tidak semua responden merasakan manfaat yang sama. (Aizah et al. , 2. Ekstrak etanol daun lempeni (EEDL) terbukti efektif sebagai antidiare pada mencit, dengan dosis terbaik 56 g yang mampu memulihkan diare dalam 218 Efektivitas EEDL ini sebanding . ontrol Mekanisme antidiare EEDL disebabkan oleh kandungan tanin. Tanin bekerja dengan sifat adstringen, yaitu menciutkan selaput lendir usus, sehingga menekan diare dan (Adityani et al. Ekstrak etanol daun dan batang pepaya pada perbandingan dosis 1:2 . aun 40 mg/kgBB batang 80 mg/kgBB) menunjukkan efektivitas antidiare paling tinggi, setara dengan loperamide HCl, dengan onset diare tertunda . , skor konsistensi feses rendah . , frekuensi diare minimal . , dan durasi diare singkat . Semua dosis . :1, 1:2, 2:. secara signifikan Jurnal Farmasi SYIFA Terapi Komplementer Ekstrak Daun Jambu Biji Terhadap Frekuensi Diare Dan Konsistensi Tinja Pada Balita Diare Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Ises Reni. Rifka Putri Andayani. Shanti Dafris. Nicen Suherlin, dan Winci Enjelini Fitofarmaka Penelitian desain pre-eksperimental dengan one-group pre-post test tanpa kontrol untuk menguji terapi komplementer ekstrak daun jambu biji terhadap frekuensi diare dan konsistensi tinja pada balita diare. Ekstrak daun jambu lebih baik daripada kontrol negatif, dibuktikan oleh ANOVA dan Tukey HSD . < 0,. Efektivitas ini didukung oleh senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang terdeteksi dalam skrining fitokimia dan bekerja dengan . , menghambat sekresi cairan dan elektrolit ke lumen reabsorpsi udara dan elektrolit. (Primadiamanti et al. , 2. Pemberian ekstrak daun jambu biji efektif dalam menurunkan frekuensi diare dan meningkatkan konsistensi tinja pada balita diare. Sebagian besar balita yang diberikan ekstrak daun jambu biji sebanyak 76% sembuh dari diare, diberikan pengobatan modern sebanyak 96% sembuh. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap penurunan frekuensi diare dan perubahan konsistensi tinja, dengan nilai p<0,05 dan p=0,001 untuk konsistensi tinja Mekanisme biologis dari ekstrak daun jambu biji dalam mengatasi diare melibatkan kandungan tanin, flavonoid, minyak atsiri, memperlancar pencernaan dan berpengaruh terhadap perubahan konsistensi tinja dari cair menjadi lembek hingga padat. (Reni et al. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Uji Efektivitas Antidiare Obat Herbal X pada Mencit (Mus musculu. galur Swiss Webster yang diinduksi Minyak Jarak (Oleum ricin. Nita Salsa Nuraprilia. Baiq Rilda Erliana Zahara. Kerthika Ayu Wandeni. Muhamad Zainul Fajri Awwalin. Putri Oktaviati Riadi. Tity Afriliani, dan Siti Rahmatul Aini Obat Herbal Terstandar (OHT) Penelitian membagi mencit menjadi lima kelompok, yaitu normal . anya Na-CMC), negatif (Na-CMC induksi minyak jara. , positif (DiapetA 156 mg/kg BB induks. , dan dua kelompok perlakuan dengan Obat Herbal X . ,7 mg/kg BB dan 386,1 mg/kg BB induks. Minyak Jarak (Oleum ricin. Evaluation antidiarrheal activity of hydromethanolic crude extract and solvent fractions of Terminalia Fresen (Combretacea. leaves in Swiss Albino mice Khalid Ibrahim Kassaw. Dawit Zewdu Wondafrash. Jibril Seid Yesuf, dan Mestayet Geta Mengistie Fitofarmaka Penelitian laboratorium . n viv. untuk mengevaluasi aktivitas antidiare dari daun Terminalia brownii Fresen pada mencit Swiss Albino Daun Terminalia A randomized open label efficacy clinical Tannaz Birdi. Geetha Krishnan. Fitofarmaka Penelitian dalam jurnal ini menggunakan metode uji klinis Daun jambu biji Obat herbal X sebagai antidiare melibatkan senyawa metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, terpenoid, dan saponin yang berperan dalam menghambat transit atau bertindak sebagai agen antisekretori, sehingga dapat mengurangi frekuensi diare dan memperbaiki konsistensi feses. Dosis 128,7 mg/Kg BB dari Obat herbal X memiliki efektivitas antidiare yang sebanding dengan kontrol positif dan berbeda bermakna dengan kontrol negatif . O0,. Sedangkan dosis 386,1 mg/Kg menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dengan kontrol negatif dan berbeda bermakna dengan dosis 128,7 mg/Kg serta kontrol positif. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Obat herbal X memiliki efek antidiari dan dosis 128,7 mg/Kg BB menunjukkan efek antidiare terbaik. (Nuraprilia et , 2. Ekstrak dan fraksi tersebut memiliki efek antidiarrheal yang signifikan, seperti mengurangi motilitas gastrointestinal dan Mekanisme biologis yang diduga meliputi inhibisi sekresi di usus kandungan tannin, terpenoid, dan fenol yang dapat menghambat saluran ion dan mengurangi peradangan serta sekresi cairan. (Kassaw et al. , 2. Rebusan daun jambu biji dosis 14 daun terbukti efektif dan aman Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 trial of oral guava leaf decoction in patients with acute infectious Sushila Manasi Daswani Kataria. Gholkar. Poonam Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes Crispu. Terhadap Mencit (Mus Musculu. Jantan Yang Diinduksi Castor Oil Arum Suproborin,M. Soeprijadi Djoko Laksana. Puri Ratna Kartini. Dentha Lorenza Prastyana Putri memberikan perlakuan khusus . ebusan daun jambu bij. untuk melihat efek penyembuhan pada pasien diare. Obat Herbal Terstandar (OHT) Eksperimental Laboratorium secara in vivo . ada hewan uj. yang diinduksi diare menggunakan castor oil . leum ricin. , dengan pembagian kelompok perlakuan dosis ekstrak, kontrol positif . , dan kontrol negatif . Daun keji beling (Strobilanthes secara klinis dalam mempercepat perbaikan diare akut pada pasien Efek antidiare didukung oleh mekanisme biologis yang antimotilitas, antiinfeksi, dan perlindungan mikrobiota usus, sehingga berpotensi menjadi terapi lini pertama bersama oralit. (Birdi et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun keji beling (Strobilanthes crispu. mampu menghambat terjadinya diare pada mencit jantan (Mus musculu. yang diinduksi oleh castor oil. Kelompok kontrol negatif mengalami diare paling cepat, sedangkan kelompok yang diberi ekstrak keji beling dosis 100Ae800 mg/kg BB menunjukkan penundaan waktu terjadinya diare yang signifikan . < 0,. Efek antidiare ekstrak keji beling tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif loperamid . > 0,. , sehingga menunjukkan efektivitas yang setara. Secara biologis, efek antidiare ekstrak daun keji beling berasal dari kandungan tanin dan Tanin sekresi cairan usus, sedangkan flavonoid menghambat peristaltik usus melalui penekanan pelepasan Mekanisme mengurangi iritasi akibat castor oil sehingga menunda dan menurunkan kejadian diare pada (Suproborini et al. , 2. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Efektivitas Sari Daun Jambu Biji terhadap Frekuensi Diare pada Balita Vivi Silviana. Yulianti. Rosi Kurnia Sugiharti. Ismah Khaerunisa Fitofarmaka Penelitian desain pra-eksperimental . reexperimental researc. dengan pretestAeposttest design Daun jambu biji Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat yang Digunakan Oleh Penyehat Tradisional Untuk Mengatasi Diare Di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara Morin Anggrainy. Suci Rahmawati. Ikhsan. Yetti Purnama, dan Oky Hermansyah Jamu Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggali informasi menggunakan lembar wawancara pada 10 orang penyehat tradisional dari teknik total sampling. Jambu biji Penelitian bahwa sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita secara signifikan. Frekuensi buang air besar berkurang dari sedang-berat kali/hari pada hari pertam. menjadi ringan . -3 kali/hari pada hari ketig. pada 30 responden, dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan Z = -4,833 dan p = 0,001. Secara mekanisme biologis, sari daun jambu biji efektif mengatasi diare berkat senyawa tanin, flavonoid, dan saponin yang bekerja sinergis di Tanin sebagai astringen mengendapkan protein mukosa untuk kurangi sekresi cairan dan menghambat kuman penyebab penyerapan cairan serta elektrolit. (Silviana et al. , 2. Data cara pengolahan tanaman obat yaitu dengan cara dilayukan, direbus, diremas, dan dipotong-potong atau dirajang menjadi ukuran kecil, adapun teknik meramu tanaman obat ada 2 jenis yaitu meramu tanaman tunggal dan meramu tanaman tunggal hanya menggunakan 1 jenis tanaman saja, sedangkan kombinasi menggunakan 2 atau lebih jenis tanaman. Selain itu, juga diperoleh data bagian Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Efektivitas Daun Jambu Biji (Psidium guajava ) Sebagai Obat Diare Kunti Nastiti. Budi Yanto Effendi. Sofia Gresiasiska. Tria Fatmalika . Viona Febriola Angelica. Wilujeng. Zahra Palianti Jamu Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur, meninjau lima jurnal ilmiah yang relevan. Daun Jambu Biji (Psidium guajava Penggunaan Tanaman Obat Antidiare oleh Masyarakat Indonesia Anne Surya. Yunita Intan Maharani. Rachel Beatrix Romaito. Ernestine Arianditha Pranasti. Dela Rosa Jamu Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan kajian literatur melalui publikasi Berdasarkan pada Web. PubMed. ResearchGate. Google Scholar. Duku (Lansium Domesticum Corre. Rambutan (Nephelium lappaceum L. ) Keji Beling (Strobilanthes Blume. Leunca (Solanum nigrum L. Takokak (Solanum torvum Sw. Nangka (Artocarpus Lam. Papaya (Carica papaya L. Kunyit (Curcuma longa L. penyehat tradisional yaitu daun, buah, kulit buah, umbi dan getah. (Anggrainy et al. , 2. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian rebusan atau ekstrak menurunkan frekuensi diare dan memperbaiki konsistensi tinja pada berbagai subjek, baik Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun jambu biji efektif sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk diare. Namun, penelitian lebih lanjut dengan desain uji klinis yang lebih besar diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat dan efek samping (Nastiti et al. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, ditemukan berbagai yang biasa digunakan masyarakat Sumatera Utara sebagai obat Nyatanya, tumbuhan - tumbuhan mengandung berbagai macam sehingga tidak hanya dapat digunakan untuk diare tapi juga dapat digunakan Mengobati penyakitpenyakit lainnya. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Temulawak (Curcuma Roxb. Efektivitas Pemberian Daun Jambu Biji Terhadap Frekuensi Diare Pada Anak Laila Zakiyatul Magfiroh. ArisWidiyanto. Isnani Nurhayati Fitofarmaka Metode penelitian dalam artikel tersebut: kuasi eksperimen 1 artikel. RCT 1 artikel, kuesioner pre-post 3 artikel. Pada analisis ditemukan 5 tema utama, yaitu Daun jambu biji untuk penurunan frekuensi diare. Daun Jambu Biji Efektivitas Daun Jambu Biji Dalam Mengatasi Diare Ida Bagus Laksamana Vivekananda Jamu Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode studi Metode ini merupakan cara peninjauan yang sistematis terhadap artikel-artikel mekanisme daun jambu biji dalam mengatasi diare. Daun Jambu Biji Berikut daftar tumbuh - tumbuhan yang digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi diare oleh berbagai etnis Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (Surya et al. , 2. Disimpulkan bahwa pemberian daun jambu biji efektif untuk menurunkan frekuensi diare pada Penggunaan daun jambu biji komplementer yang aman dan alami dalam mengatasi diare. (Magfiroh et al. , 2. Penggunaan daun jambu biji efektif dalam mengatasi diare. Terdapat dua zat utama yang memberikan efek antidiare dalam daun jambu biji, yakni kuersetin dan tannin. Kuersetin yang terkandung dalam daun jambu biji bekerja dengan cara menghambat pelepasan asetilkolin yang dapat meningkatkan kontraksi usus akibat adanya iritasi oleh bakteri Staphylococcus Escherichia coli. Salmonella enteritidis. Bacillus cereus, dan Vibrio cholera. Selain itu, tannin yang terkandung dalam daun jambu biji memiliki sifat pengekelat yang memberikan efek spasmolitik sehingga akan terjadi pengerutan usus yang memicu penurunan gerak peristaltik dan juga mengkerutkan dinding sel bakteri dan membran sel sehingga Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Sisik Naga Terhadap Penyembuhan Diare Pada Anak di Desa Penen. Kecamatan BiruBiru Bunga Mari Sembiring. Fithri Handayani Lubis Fitofarmaka Rancangan penelitian yang akan eksperimen dengan pendekatan one one-group sample terhadap 95 anak usia 12 sampai 24 bulan yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun sisik naga terhadap pengobatan diare pada anak. Ekstrak Daun Sisik Naga Manfaat Senyawa Kurkumin Dalam Kunyit Pada Pasien Diare Rahmat Febriawan Jamu Kunyit Uji Efektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L ) Pada Mencit Putih (Mus musculu. Jantan Deva Tamtama Saputra. Iyan Hardiana. Ni Made Raningsih Obat Herbal Tradisional (OHT) Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu metode studi Metode ini merupakan cara peninjauan yang sistematis terhadap artikel-artikel yang berhubungan dengan mekanisme daun jambu biji dalam mengatasi Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental yang menggunakan mencit jantan sebagai hewan uji. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023 hingga bulan Juni tahun 2023 di Laboratorium Penelitian STIKes Buleleng. Evaluasi Efektivitas Antidiare Infusa Daun Sirih Merah (Piper crocatu. Pada Mencit Anisa Pebiansyah. Nur Rahayuningsih Obat Herbal Tradisional (OHT) Penelitian dilakukan dengan membandingkan rasio panjang usus yang dilalui marker norit terhadap panjang total usus Daun Sirih Merah Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit mengganggu permeabilitas sel. (Bagus, 2. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 95 anak yang mengalami diare, 41 anak masih mengalami diare setelah diberikan ekstrak daun sisik naga, dan sisanya, 54 orang, tidak lagi mengalami diare setelah diberikan Berdasarkan hasil analisis statistik McNemar, diketahui nilai sig. (Sembiring & Lubis, 2. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam kunyit, antara lain senyawa kurkumin. Senyawa ini ternyata memiliki khasiat bagi penderita diare karena memiliki efek antibakteri. (Febriawan, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas dan uji bermakna . >0,. , dan pada hasil uji one-way ANOVA terdapat nilai bermakna . <0,. pada lama diare dan pada LSD. Hasil uji kontrol negatif terhadap kontrol positif, dosis 40 gram/kg BB, dan dosis 80 gram/kg BB bermakna, dilihat dari nilai signifikansi masing-masing 0,001 0,001 . 0,008. (Tamtama Saputra et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,1 ml merupakan dosis terbaik dengan efek Jurnal Farmasi SYIFA Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Menggunakan Metode Transit Intestinal Potensi Kunyit (Curcuma sebagai Antidiare pada Pediatri Mutiara Nauli Br. Sitinjak. Asep Sukohar. Andi Nafisah Tendri Adjeng. Zulpakor Oktoba. Afna Nur Afni Palogan Jamu Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif . , dan tiga kelompok perlakuan infusa daun sirih merah 10% dengan dosis 0,1 ml, 0,05 ml, dan 0,025 ml/20 g berat badan mencit. Metode yang digunakan dalam tinjauan pustaka ini adalah pencarian literatur yang relevan dengan topik penelitian ini baik nasional maupun Internasional menggunakan database Pubmed. ResearchGate. Google Scholar. Pada tahap pencarian artikel jurnal, dipilih 16 artikel dengan pembatasan waktu, yaitu sejak 2011 hingga 2023 menggunakan kata kunci AuCurcumin domesticaAy. AudiareAy. AuEscherichia coliAy dan AupediatriAy. Dipilih 16 artikel atau jurnal yang dapat dikaji sesuai kriteria yang ditetapkan, lalu dikumpulkan dan dikaji. ditandai dengan rasio lintasan 51,25%. (Pebiansyah & Rahayuningsih. Kunyit Hasil Berdasarkan data penelitian, ekstrak Rimpang kunyit akan kemampuannya membunuh atau menghambat bakteri Escherichia coli penyebab diare sehingga dapat berperan untuk mengobati salah satu penyakit pediatri, yaitu (Sitinjak et al. , 2. Jurnal Farmasi SYIFA Penggunaan rebusan tumbukan daun jambu biji pada anak diare menunjukkan penurunan frekuensi diare pada sebagian besar responden setelah konsumsi selama beberapa hari. Efektivitas ini berkaitan dengan kandungan tanin yang menurunkan sekresi cairan usus serta flavonoid dan alkaloid yang berperan sebagai Namun, tidak semua responden menunjukkan respons yang sama, yang kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan kondisi klinis dan keterbatasan desain retrospektif tanpa kelompok kontrol. (Aizah et al. , 2. Ekstrak etanol daun lempeni terbukti efektif sebagai antidiare pada mencit putih jantan dengan dosis optimal yang sebanding dengan Mekanisme utama yang berperan adalah kandungan tanin yang bersifat adstringen sehingga mampu menciutkan mukosa usus, menurunkan motilitas, dan mengurangi frekuensi Hasil ini memperkuat bukti bahwa OHT memiliki mekanisme biologis yang lebih terukur karena telah diuji secara in vivo. (Adityani et al. Ekstrak etanol daun dan batang pepaya menunjukkan efektivitas antidiare paling optimal pada kombinasi dosis tertentu yang setara dengan Aktivitas antidiare ini didukung oleh senyawa tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bekerja secara sinergis dalam menghambat peristaltik usus, menurunkan sekresi cairan dan elektrolit, serta meningkatkan reabsorpsi. Temuan ini menegaskan bahwa OHT tidak hanya menekan gejala diare, tetapi juga memperbaiki fungsi fisiologis usus. (Primadiamanti et al. , 2. Pemberian ekstrak daun jambu biji sebagai menunjukkan penurunan frekuensi diare dan perbaikan konsistensi tinja secara signifikan. Mekanisme biologisnya melibatkan tanin sebagai astringen, flavonoid dan minyak atsiri sebagai antibakteri, serta alkaloid yang membantu menormalkan fungsi pencernaan. Meskipun tingkat kesembuhan lebih tinggi pada terapi modern, hasil ini menunjukkan bahwa fitofarmaka berpotensi sebagai terapi pendamping. (Reni et al. , 2. Obat herbal X menunjukkan aktivitas antidiare yang signifikan pada mencit yang diinduksi oleum ricini, dengan dosis tertentu memberikan efektivitas setara kontrol positif. Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Mekanisme biologisnya melibatkan tanin, flavonoid, terpenoid, dan saponin yang bekerja sebagai agen antimotilitas dan antisekretori. Perbedaan respons antar dosis menunjukkan pengembangan OHT. (Nuraprilia et al. , 2. Ekstrak Terminalia menunjukkan aktivitas antidiare yang signifikan melalui penurunan motilitas gastrointestinal dan sekresi usus. Mekanisme biologis yang diduga melibatkan tanin, terpenoid, dan fenol yang mampu menghambat saluran ion dan menurunkan inflamasi mukosa usus. Studi ini mendukung penggunaan fitofarmaka dengan mekanisme kerja yang lebih spesifik pada tingkat seluler. (Kassaw et , 2. Uji klinis rebusan daun jambu biji pada pasien diare akut infeksius menunjukkan efektivitas klinis yang baik dan aman. Aktivitas antidiare didukung oleh mekanisme antimotilitas, antiinfeksi, dan perlindungan mikrobiota usus. Temuan ini memberikan bukti klinis kuat bahwa fitofarmaka berbasis daun jambu biji dapat digunakan sebagai terapi pendamping oralit. (Birdi et al. , 2. Ekstrak etanol daun keji beling terbukti mampu menghambat diare pada mencit yang diinduksi castor oil dengan efektivitas setara Mekanisme biologis utamanya berasal dari tanin yang mengurangi sekresi cairan usus dan flavonoid yang menghambat peristaltik usus melalui penekanan pelepasan asetilkolin. Hal ini menunjukkan bahwa OHT dapat bekerja melalui mekanisme yang menyerupai obat sintetis. (Suproborini et al. , 2. Sari daun jambu biji terbukti efektif menurunkan frekuensi diare pada balita secara signifikan dalam desain pra-eksperimental. Mekanisme biologisnya melibatkan kerja sinergis tanin, flavonoid, dan saponin yang mengurangi sekresi cairan, menghambat mikroorganisme penyebab diare, serta memperbaiki konsistensi Hasil ini memperkuat bukti empiris dan ilmiah pemanfaatan daun jambu biji sebagai (Silviana et al. , 2. Pemanfaatan tanaman obat oleh penyehat tradisional menunjukkan bahwa pengobatan diare secara empiris telah berlangsung lama dan dinilai efektif oleh masyarakat. Cara pengolahan seperti Jurnal Farmasi SYIFA perebusan, pelayuan, dan peremasan bertujuan untuk melepaskan senyawa aktif dari bagian tanaman yang digunakan. Secara biologis, senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri serta mengurangi sekresi cairan usus sehingga membantu menghentikan diare. (Anggrainy et al. Penggunaan daun jambu biji sebagai obat diare terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi diare dan memperbaiki konsistensi feses. Mekanisme biologisnya berkaitan dengan kandungan tanin yang bersifat astringen sehingga mengurangi permeabilitas mukosa usus serta flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab diare. Hal ini menjadikan daun jambu biji sebagai alternatif terapi tradisional yang potensial. (Nastiti et al. Beragam tanaman obat antidiare yang digunakan masyarakat Indonesia menunjukkan efektivitas berdasarkan kandungan metabolit sekunder yang melimpah. Senyawa seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin bekerja secara biologis sebagai antibakteri dan antiinflamasi sehingga mampu menekan aktivitas bakteri patogen di saluran pencernaan. Keberagaman tanaman ini menunjukkan kekayaan sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan sebagai obat tradisional antidiare. (Surya et al. , 2. Pemberian daun jambu biji pada anak terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi diare. Secara biologis, kuersetin dalam daun jambu biji menghambat pelepasan asetilkolin yang memicu kontraksi usus berlebihan, sedangkan tanin memberikan efek spasmolitik dan astringen. Mekanisme ini menyebabkan penurunan gerak peristaltik usus dan membantu pemulihan kondisi (Magfiroh et al. , 2. Daun jambu biji memiliki efektivitas antidiare melalui mekanisme kerja senyawa kuersetin dan tanin. Kuersetin berperan sebagai antibakteri dengan menghambat bakteri patogen penyebab diare, sedangkan tanin mengkerutkan mukosa usus dan dinding sel bakteri sehingga mengurangi sekresi cairan. Kombinasi mekanisme tersebut menjadikan daun jambu biji efektif dalam mengatasi diare. (Bagus, 2. Volume 4. Nomor 1. Februari 2026 Pemberian ekstrak daun sisik naga menunjukkan efektivitas dalam penyembuhan diare pada anak, ditandai dengan penurunan jumlah penderita diare setelah terapi. Mekanisme biologisnya diduga berkaitan dengan kandungan senyawa aktif yang mampu memperbaiki fungsi saluran cerna serta menekan pertumbuhan (Sembiring & Lubis, 2. Kunyit memiliki efektivitas sebagai obat diare karena kandungan senyawa kurkumin yang bersifat antibakteri. Secara biologis, kurkumin bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare serta mengurangi peradangan pada meredakan gejala diare. (Febriawan, 2. Ekstrak etanol rimpang kunyit terbukti efektif dalam menurunkan lama diare berdasarkan hasil uji statistik pada hewan uji. Mekanisme biologisnya berkaitan dengan kemampuan senyawa aktif kunyit dalam menghambat aktivitas bakteri serta menstabilkan fungsi usus, sehingga (Tamtama Saputra et al. , 2. Infusa daun sirih merah menunjukkan efektivitas antidiare yang signifikan, terutama pada dosis tertentu. Secara biologis, senyawa aktif dalam daun sirih merah bekerja menurunkan motilitas usus sehingga memperlambat pergerakan isi usus dan meningkatkan penyerapan cairan, yang berkontribusi pada penurunan gejala diare. (Pebiansyah & Rahayuningsih, 2. Kunyit memiliki potensi besar sebagai antidiare pada pediatri karena kemampuannya menghambat bakteri Escherichia coli penyebab Mekanisme biologis kurkumin meliputi aktivitas antibakteri dan antiinflamasi yang mendukung perbaikan kondisi saluran cerna, sehingga kunyit dapat berperan sebagai terapi komplementer pada diare anak (Sitinjak et al. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Obat tradisional berbasis tanaman menunjukkan potensi yang nyata dalam pengobatan diare melalui kandungan senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang bekerja sebagai astringen, antimotilitas. Jurnal Farmasi SYIFA antisekretori, antibakteri, dan antiinflamasi. Efektivitas dan kejelasan mekanisme biologis meningkat seiring dengan tingkat standarisasi obat tradisional. Jamu memiliki potensi antidiare berdasarkan pengalaman empiris dan mutu formulasi, namun efektivitas serta mekanisme biologisnya masih memerlukan pembuktian ilmiah lebih lanjut. Obat herbal terstandar menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten karena telah diuji secara in vivo dengan mekanisme biologis yang lebih Fitofarmaka memiliki tingkat pembuktian tertinggi karena telah diuji secara klinis pada manusia dan menunjukkan efektivitas serta mekanisme biologis yang paling komprehensif dan relevan secara klinis. Oleh karena itu, pengembangan obat tradisional antidiare perlu diarahkan menuju peningkatan standarisasi dan pembuktian ilmiah agar dapat digunakan secara lebih luas dan berbasis bukti dalam penatalaksanaan diare. REFERENSI