JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Edukasi Kelainan Gigi dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Di Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampung Bintang H. Simbolon1*. Aryudhi Armis2. Sepriana Urianti3 1,2,3 Politeknik Kesehatan Tanjung Karang. Bandar Lampung Email: simbolonbintang540@gmail. com 1* Abstrak Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diperoleh dari pengtahuan dan perilaku yang baik dan benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan merupakan faktor yang membentuk perilaku seseorang terhadap pemeliharaan kesehatan. Pengetahuan yang kurang akan membentuk perilaku dan sikap yang tidak benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, oleh karena itu diperlukan adanya kegiatan promosi kesehatan yaitu kesehatan gigi dan mulut melalui kegiatan penyuluhan dan pendidikan serta demonstrasi kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan menanamkan perilaku sehat sejak dini (Herijulianti. Indriani dan Artini, 2. Adapun program yang dilaksanakan adalah berupa kegiatan penyuluhan dan demostrasi cara menyikat gigi pada seluruh murid, guru, dan orang tua murid Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sikat gigi bersama oleh murid-murid yang dituntun oleh tim Pengabmas Prodi Di Teknik Gigi Poltekkes Tanjung Karang. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan praktik sikat gigi bersama. Kegiatan Dental Health Education disampaikan oleh tim dosen Prodi DII Teknik Gigi Poltekkes Tanjung Karang yang terdiri dari tiga orang, dan siswa Taman Kanak Kanak Yobel ang mendapat penyuluhan sebanyak 25 orang serta guru sebanyak 3 orang tua dengan para orang tua yang hadir. Penggunaan phantom yaitu model rahang dengan gigi geligi dan sikat gigi. Keywords: Gigi. Pemeliharaan. Sikat gigi PENDAHULUAN Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik secara jasmani maupun rohani. Selain kesehatan tubuh secara umum perlu diperhatikan juga kesehatan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara dan mempertahankan bentuk wajah. Oleh karena itu maka perlu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar gigi dapat bertahan lama didalam rongga mulut (Pintauli S, 2. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 diperoleh data bahwa 57,6% masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut. Prevalensi karies di Indonesia juga mencapai 88,8% mengalami masalah gigi dan mulut dengan rata rata indeks DMF-T 7,1 dan prevalensi periodontitis mencapai 74,1%. (Riskesdas, 2. Anak usia 6-12 tahun atau anak usia sekolah masih kurang mengetahui dan mengerti dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut, terbukti menurut data Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia menjelaskan bahwa setidaknya terdapat terdapat 89% penderita gigi berlubang adalah anak anak usia di bawah 12 tahun ( JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Purdiahwatiningrum, 2. Pada usia 6-12 tahun diperlukan perawatan lebih intensif karena pada usia tersebut terjadi pergantian gigi dan tumbuhnya gigi baru (Riskesdas, 2. Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diwujudkan melalui pengetahuan dan perilaku yang baik dan benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan yang kurang akan membentuk perilaku dan sikap yang keliru terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut (Marimbun. Mintjelungan, dan Pangemanan, 2. Apabila pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sangat kurang, hal ini dapat menyebabkan kelainan dan kerusakan pada gigi sejak usia dini. Sebagai contoh, pada gigi berjejal yaitu gigi yang disebakan oleh rahang yang tidak cukup menampung semua gigi geligi sehingga terjadi ketidaknormalan susunan gigi(Tarihoran, 2. Gigi berjejal sangat sulit dibersihkan dengan menyikat gigi sehingga menyebabkan penunpukan plak. Plak yang menumpuk pada gigi berjejal merupakan salah satu faktor resiko terjadinya gingivitis, hal ini disebabkan pada saat pembersihan gigi atau menyikat gigi, sikat gigi sulit untuk menjangkau semua permukaan gigi, sehingga terjadi akumulasi plak dan membentuk kalkulus kemudian hal ini adalah pemicu terjadinya gigi berlubang . , penyakit gusi . (Tarihoran. Sehingga dengan demikian, perlu dilakukan kegiatan promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan menanamkan perilaku sehat sejak usia dini (Herijulianti. Indriani dan Artini, 2. Pemberian dan pengenalan cara menyikat gigi yang bai dan benar, informasi makanan yang sehat bagi gigi dan makana yang dapat merusak gigi sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak usia Informasi ini dapat diajarkan kepada anak-anak di Taman Kanak Kanak Yobel yang didampingi oleh orang tua. Hal ini terbilang efektif karena pada usia tersebut sangat baik untuk memberikan informasi yang mengarah pada perkembangan kognitif dan motorik anak (Fatmasari dkk. , 2. Berdasarkan data survey di Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampung didapatkan beberapa permasalahan, yaitu : Keterbatasan pengetahuan guru tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut Belum pernah diadakan penyuluhan dan pelatihan bagi guru dan murid tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga menjadi penghambat bagi guru dalam memberikan arahan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dan edukasi kebiasaan yang dapat menimbulkan kelainan dan kerusakan pada gigi Terdapatnya kebiasaan kebiasaan murid yang buruk yang dapat membuat kerusakan gigi. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 METODE KEGIATAN Tema kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Prodi D i Teknik Gigi Poltekkes Tajung Karang adalah edukasi tentang kerusakan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Jenis kegiatannya berupa penyuluhan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, tanya jawab tentang kesehatan gigi dan mulut dan melakukan sikat gigi bersama murid murid dan orang tua TK Yobel Kota Bandar Lampung yang dipandu oleh tim Pengabmas Prodi D i Teknik Gigi Poltekkes Tanjung Karang. Sasaran kegiatan penyuluhan dan sikat gigi bersama ini adalahseluruh murid Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampung berjumlah 25 orang. Kegiatan penyuluhan dan sikat gigi bersama ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 Agustus 2023, dilakukan di kelas TK Yobel dan kegiatan sikat gigi bersama dilaksanakan di halaman TK Yobel. Tim pengabdian masyarakat mendapatkan surat dari TK Yobel untuk mengadakan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut, kemudian tim pengabdian masyarakat mengusulkan surat tugas kepada Direktur Poltekkes Tanjungkarang. Tim pengabdian masyarakat melakukan koordinasi tentang pelaksanaan kegiatan dengan TK Yobel. Persiapan dilakukan dengan melakukan brifing dengan pihak TK Yobel . Penyuluhan yang bertujuan untuk mengedukasi tentang cara untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat sesuai dengan pembagian tugas masing masing. Mengadakan Tanya jawab tentang kesehatan gigi dan mulut oleh tim pengabdian masyarakat sesuai dengan pembagian tugas masing masing. Demonstrasi cara menyikat gigi yang benar dilakukan dengan phantom gigi dan sikat gigi oleh tim pengabdian masyarakat. Melakukan kegiatan siakt gigi bersama yang dipimpin oleh tim pengabdian masyarakat. Kemudian membuat laporan tentang pengabdian masyarakat ini HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan terdapat sesi Tanya jawab terhadap murid sehingga didapatkan data bahwa dari 25 orang murid yang hadir, beberapa murid menyatakan pernah mengalami sakit gigi dan pernah berkunjung ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Frekuensi menyikat gigi sudah benar yaitu dua kali sehari tetapi masih ada ketidaktepatan pada waktu sikat gigi yaitu waktu mandi sore dan sebelum sarapan pagi, yang pada dasarnya waktu yang benar dalam pelaksanaan sikat gigi adalah sebelum tidur malam dan setelah sarapan pagi. Teknik menyikat gigi dan pemilihan sikat gigi para murid juga di nilai belum benar, banyak teknik menyikat gigi yang salah dan pemilihan sikat gigi JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 dewasa yang digunakan untuk sikat gigi sehari-hari. Dari data tersebut tim pengabdian masyarakat mulai memberikan penyuluhan tentang edukasi tentang teknik menyikat gigi dan pemeliharaan kesehatan gigi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di kelas besar TK Yobel berlangsung dengan tertib, dan masing-masing murid didampingi oleh orang tua dan wali kelas dan tim pengabdian Murid yang hadir sangat antusias dalam menanggapi materi yang disampaikan tim pengabmas yaitu tentang upaya menjaga kesehatan gigi, mengenal gangguan kesehatan gigi dan upaya mencari solusi permasalahan seputar gigi. Para orang tua memberikan pertanyaanpertanyaan seperti bagaimana mengatasi gigi tonggos, berapa kali kali menyikat gigi dalam sehari dan waktunya kapan, boleh tidak makan permen dan coklat, cara menyikat gigi yang diajarkan kok beda dengan yang mereka lakukan sehari-hari, maslah gigi berlubang dan Setelah dilakukan Tanya jawab seputar gigi dilakukanlah kegiatan sikat gigi bersama dilaksanakan di halaman TK Yobel secara serempak dan didampingi oleh beberapa orang tua yang hadir. Peralatan sikat gigi dan pasta gigi para murid dibawa secara mandiri dari rumah, sementara gelas dan air bersih untuk kumur disediakan oleh pihak TK Yobel. Kegiatan sikat gigi dilakukan serempak oleh murid-murid yang didampingi oleh orang tua masingmasing. Setelah itu tim pengabdian masyarakat melakukan demostrasi cara menyikat gigi yang benar dengan menggunakan phantom dan diikuti oleh murid murid secara bersama-sama. Pada prinsipnya tidak terdapat kendala yang berarti mulai dari persiapan sampai pelaksanaan penyuluhan dan sikat gigi bersama, sehingga dapat diselesaikan berkat kerjasama yang baik antara tim pengabdian masyarakat dengan guru wali kelas masing-masing. Sedikit kendala yang ditemui pada waktu pelaksanaan yang kurang teratur karena ada beberapa kelompok murid yang kurang memahami instruksi dari wali kelasnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penyuluhan (Dental Health Educatio. terlaksana dengan baik. Para orang tua aktif bertanya seputar kesehatan gigi dan permasalahan kesehatan gigi yang mereka alami masing-masing sehingga sesuai dengan tujuan pelaksanaan yaitu murid Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampunh dapat berperan aktif dalam menjaga dan merawat kedsehatan gigi dan mulut Kegiatan penyuluhan dengan materi kesehatan gigi juga diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi program dan menjadi salah satu kegiatan dalam UKGS. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan sikat gigi bersama dapat dilaksanakan berkelanjutan untuk murid Taman JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kanak Kanak lainnya di Kota Bandar Lampung. Bagi para guru agar dapat melanjutkan perannya untuk menyebarkan ilmu yang sudah didapat kepada masyarakat di wilayahnya agar memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mempraktikkannya dalam kehidupan seharihari. UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik atas berkat dan dukungan serta kerjasama dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada: Direktur Poltekkes Tanjungkarang yang telah memfasilitasi sehingga terlaksananya kegiatan ini. Ketua Jurusan Teknik Gigi yang telah memberi izin dan memfasilitasi kegiatan ini, dan Kepala Taman Kanak Kanak Yobel Kota Bandar Lampung yang telah menyediakan tempat dan sarana untuk kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA