Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . Pengaruh Media Pembelajaran Papan Jari terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Fahmi Abdul Halim1. Moch. Fauzi2 1,2STKIP PGRI Lumajang. Jawa Timur. Indonesia Email: fahmi_abdul_halim@yahoo. Article Info Article History Submission: 2025-05-10 Accepted: 2025-07-16 Published: 2025-07-25 Keywords: Mathematics Learning Outcome. Instructional Medium. Finger Board. Addition. Elementary School Student. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2025-05-10 Diterima: 2025-07-16 Dipublikasi: 2025-07-25 Kata kunci: Hasil Belajar Matematika. Media Pembelajaran. Papan Jari. Penjumlahan. Siswa Sekolah Dasar. Abstract This study investigates the impact of using fingerboard learning media on first-grade elementary students' mathematics learning outcomes, particularly in addition. The research addresses the limited use of concrete teaching tools suitable for the cognitive development of early learners, which often hinders number concept acquisition. Employing a quantitative approach with a one-group pretestAeposttest design, the study involved 22 students from SDN Yosowilangun Kidul 01. The instrumentAia 10-item multiplechoice testAiwas validated by experts and had a reliability score of = 0. Data were analyzed using the ShapiroAeWilk test and a paired-sample t-test. effect size was calculated using CohenAos d. The results revealed a significant difference between pretest and posttest scores . < 0. d = 2. , indicating a strong effect. These findings suggest that the fingerboard media effectively enhances basic mathematics learning outcomes. Moreover, the study highlights its potential as a contextual, low-cost instructional tool, especially in settings with limited access to digital resources. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jari terhadap hasil belajar matematika siswa kelas I sekolah dasar, khususnya pada materi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan alat bantu konkret yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga menyulitkan pemahaman konsep bilangan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretestAeposttest. Sampel terdiri dari 22 siswa SDN Yosowilangun Kidul 01. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sebanyak 10 soal, divalidasi oleh ahli dan memiliki reliabilitas = 0,83. Analisis data dilakukan menggunakan uji ShapiroAeWilk dan uji t berpasangan. efek dihitung dengan rumus CohenAos d. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest . < 0,001. d = 2,. , yang menunjukkan efek sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa media papan jari efektif meningkatkan hasil belajar matematika dasar. Selain itu, media ini berpotensi menjadi alat bantu ajar kontekstual yang murah dan relevan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan dasar memegang peran sentral dalam membangun fondasi literasi numerasi sejak usia dini. Matematika sebagai mata pelajaran inti tidak hanya mengajarkan kemampuan berhitung, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir logis, sistematis, dan pemecahan masalah (Gultom et al. , 2. Salah satu kompetensi dasar yang menjadi pondasi dalam pembelajaran matematika di kelas awal adalah penjumlahan, karena berperan dalam membentuk kesiapan kognitif siswa dalam memahami konsep bilangan dan operasi aritmetika lebih lanjut. Namun, dalam praktik pembelajaran di lapangan, masih banyak guru yang mengandalkan metode ceramah dan media abstrak seperti papan tulis dan buku teks tanpa menyertakan alat bantu konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Padahal menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak http://journal. org/index. php/jekas usia 6Ae7 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan media yang dapat dimanipulasi secara langsung untuk memahami konsep abstrak (Bruner, dalam Carbonneau et al. , 2. Salah satu media yang relevan dengan karakteristik tersebut adalah papan jari, yang memungkinkan siswa menghitung secara visual dan motorik menggunakan representasi jari Berdasarkan SDN Yosowilangun Kidul 01, ditemukan bahwa sebagian besar siswa kelas I mengalami kesulitan dalam memahami penjumlahan karena tidak adanya media visual yang mendukung. Proses belajar berlangsung secara monoton, kurang interaktif, dan tidak melibatkan pengalaman belajar yang Wawancara dengan wali kelas juga mengungkapkan bahwa penggunaan media konkret belum dioptimalkan karena keterbatasan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . fasilitas dan pelatihan guru. Hal ini memperkuat urgensi perlunya intervensi berbasis media konkret yang adaptif dan murah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Papan jari, sebagai representasi visual dari jari manusia, telah terbukti mampu membantu anak mengenal dan memanipulasi angka dengan lebih Penelitian Fatria dan Komalasari . menyatakan bahwa media papan jari efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5Ae6 tahun. Sujia Aprisari dan Romadon . juga melaporkan bahwa penggunaan papan jari meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap penjumlahan secara Hasil serupa dikemukakan oleh Novita dan Suryani . , bahwa media ini memberikan pengalaman belajar yang konkret dan mampu menurunkan kecemasan matematika di kelas Secara meta-analisis dilakukan oleh Carbonneau. Marley, dan Selig . menyimpulkan bahwa media manipulatif konkret memiliki pengaruh positif terhadap pembelajaran matematika, terutama pada anak usia dini. Selain itu, studi oleh Sarama dan Clements . dalam konteks pendidikan prasekolah menunjukkan bahwa intervensi berbasis media konkret meningkatkan prestasi numerasi anak secara signifikan dibandingkan dengan metode Oleh karena itu, media konkret seperti papan jari tidak hanya efektif secara lokal tetapi juga didukung oleh bukti empiris dari berbagai konteks pendidikan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jari terhadap hasil belajar matematika siswa kelas I SDN Yosowilangun Kidul 01 pada materi Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi praktis dalam pemilihan media ajar yang efektif dan kontekstual, tetapi juga memperkuat literatur ilmiah terkait pembelajaran matematika dasar yang adaptif terhadap kebutuhan siswa di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretestAeposttest. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengukur pengaruh perlakuan secara objektif menggunakan data numerik dan analisis statistik (Creswell, 2. Desain one-group pretestAeposttest digunakan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan media pembelajaran papan jari. Meskipun desain ini tidak melibatkan kelompok kontrol, ia tetap relevan untuk studi awal . reliminary stud. yang berfokus pada pengujian efektivitas intervensi secara langsung dan terbatas (Sugiyono, 2. http://journal. org/index. php/jekas OCA Ie X Ie OCC OCA : Nilai pretes . ebelum perlakua. : media pembelajaran papan jari OCC : Hasil Posttest Penelitian ini dilaksanakan di SDN Yosowilangun Kidul 01. Kabupaten Lumajang, pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas I, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada: . kesesuaian materi penjumlahan dengan kompetensi dasar kelas I, . ketersediaan waktu dan izin dari pihak sekolah, serta . keseragaman kurikulum yang Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda sebanyak 10 Soal-soal disusun berdasarkan indikator kompetensi dasar penjumlahan dan telah divalidasi oleh dua orang ahli materi serta satu ahli evaluasi Uji reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan memperoleh nilai reliabilitas sebesar = 0,83 yang menunjukkan tingkat konsistensi internal tinggi (Arikunto, 2. Prosedur pelaksanaan penelitian dilakukan dalam tiga sesi utama: Pertemuan I: Pretest diberikan kepada seluruh siswa untuk mengukur kemampuan awal. Pertemuan II: Pemberian perlakuan dengan pembelajaran menggunakan media papan jari, disertai demonstrasi, latihan, dan diskusi secara Pertemuan i: Posttest dilaksanakan dengan soal yang setara untuk mengukur peningkatan hasil belajar setelah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkahlangkah sebagai berikut: . Uji normalitas menggunakan ShapiroAeWilk test untuk memastikan distribusi data memenuhi syarat analisis parametrik. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji t berpasangan . aired-sample t-tes. karena data berasal dari dua pengukuran terhadap subjek yang . Perhitungan efek perlakuan . ffect siz. dilakukan menggunakan rumus CohenAos d, dengan interpretasi: d < 0,2 = kecil, 0,2Ae0,8 = sedang, dan > 0,8 = besar (Cohen, 1. Penelitian ini juga termasuk: . persetujuan dari kepala sekolah dan guru kelas, . pemberitahuan kepada orang tua siswa, dan . kerahasiaan identitas peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diperoleh dari analisis data pretest dan posttest yang diberikan kepada 22 siswa kelas I SDN Yosowilangun Kidul 01 setelah intervensi pembelajaran menggunakan media papan jari. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data untuk memastikan bahwa distribusi skor pretest Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . Tabel 1. Uji Normalitas Uji normalitas menggunakan ShapiroAeWilk menunjukkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,115 dan posttest sebesar 0,253. Karena keduanya lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi untuk dilakukan uji t. Tabel 2. Uji T Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa secara deskriptif terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara skor pretest dan posttest yang diperoleh siswa. Pada saat pretest, nilai minimum yang dicapai siswa adalah 30, sedangkan nilai maksimumnya adalah 80. Rata-rata skor pretest berada pada angka 57,05 dengan standar deviasi sebesar 10,23. Angka ini mengindikasikan bahwa sebelum intervensi dilakukan, tingkat penguasaan materi siswa masih tergolong rendah dan memiliki variasi yang cukup tinggi antar individu. Sementara itu, setelah intervensi dilakukan melalui pembelajaran menggunakan media papan jari, terjadi peningkatan yang signifikan pada skor posttest. Nilai minimum posttest meningkat menjadi 60, sedangkan nilai maksimum mencapai 95. Rata-rata skor posttest melonjak menjadi 79,77 dengan standar deviasi sebesar 8,91, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh skor tinggi dan variasi antar individu menjadi lebih kecil. Perbandingan nilai ini mengindikasikan adanya peningkatan yang berarti dalam hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan bantuan media papan jari. Temuan ini pembelajaran konkret seperti papan jari mampu matematika, khususnya operasi penjumlahan, secara lebih efektif. Lebih peningkatan yang terjadi bersifat signifikan secara statistik, dilakukan analisis uji hipotesis menggunakan teknik uji t berpasangan . airedhttp://journal. org/index. php/jekas sample t-tes. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor pretest dan posttest. Temuan ini memperkuat bukti bahwa penggunaan media papan jari dalam proses pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Tidak hanya berhenti pada signifikansi statistik, analisis juga dilanjutkan dengan penghitungan effect size menggunakan rumus CohenAos d untuk mengetahui sejauh mana kekuatan pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai CohenAos d adalah sebesar 2,22, yang menurut kriteria Cohen termasuk dalam kategori efek sangat besar. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi melalui media papan jari tidak hanya menghasilkan peningkatan yang signifikan secara statistik, tetapi juga memberikan pengaruh yang substansial terhadap capaian belajar siswa. Oleh direkomendasikan sebagai salah satu alternatif media konkret yang efektif dalam mendukung pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam materi penjumlahan. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi, perbandingan nilai pretest dan posttest dapat divisualisasikan melalui grafik Gambar 1. Grafik Skor Pretest dan Posttest Gambar di atas, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan skor posttest dibanding pretest. Tidak ditemukan efek floor atau ceiling secara signifikan, karena tidak ada siswa yang memperoleh skor 0 atau Variasi skor menunjukkan bahwa media papan jari dapat meningkatkan hasil belajar secara merata, baik pada siswa dengan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 2. Julii 2025 . kemampuan awal rendah maupun tinggi. Dengan demikian, data hasil penelitian ini secara statistik dan empiris mendukung keberhasilan penggunaan media papan jari sebagai alat bantu belajar yang konkret dan relevan untuk siswa kelas awal sekolah dasar. Pembahasan Hasil penggunaan media papan jari secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas I, khususnya pada materi penjumlahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa media konkret yang bersifat visual dan manipulatif memiliki peran penting dalam membantu siswa usia dini memahami konsep matematika yang bersifat abstrak. Peningkatan rata-rata skor dari 57,05 pada pretest menjadi 79,77 pada posttest, dengan nilai efektivitas (CohenAos d = 2,. , memperkuat argumen bahwa pendekatan pembelajaran berbasis media konkret sangat efektif dalam konteks pembelajaran dasar. Secara teoretis, efektivitas media papan jari ini sejalan dengan teori perkembangan kognitif Piaget yang menyatakan bahwa anak usia 6Ae7 tahun berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka lebih mudah memahami konsep melalui manipulasi objek nyata daripada simbol atau abstraksi. Media papan jari, yang memungkinkan siswa menghitung secara visual dan fisik, sangat relevan dengan karakteristik perkembangan ini. Demikian pula, dalam perspektif teori Bruner, media ini mendukung tahapan enaktif dan ikonik, di mana pembelajaran dimulai dari pengalaman langsung dan representasi visual sebelum berpindah ke simbolik atau angka-angka abstrak. Karakteristik siswa kelas awal yang umumnya memiliki rentang perhatian singkat dan masih berkembang dalam kemampuan berpikir logis membuat media pembelajaran yang bersifat interaktif dan menyenangkan sangat diperlukan. Papan jari memberikan pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan bersifat partisipatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga lebih mudah membangun komunikasi dua arah saat siswa diberi kesempatan untuk menghitung secara langsung menggunakan alat bantu tersebut. Hasil ini juga konsisten dengan temuan Sujia Aprisari dan Romadon . , yang menyatakan bahwa penggunaan media papan jari mampu meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika dasar. Penelitian ini turut mengonfirmasi hasil studi Bete et al. mengenai efektivitas metode jarimatika, serta didukung oleh meta-analisis internasional (Carbonneau et , 2. yang menunjukkan bahwa penggunaan manipulatif konkret berda-mpak positif pada capaian pembelajaran matematika. http://journal. org/index. php/jekas Meskipun demikian, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dicermati. Pertama, desain penelitian tanpa kelompok terhadap efek perlakuan. Kedua, jumlah sampel yang relatif kecil dan berasal dari satu sekolah di wilayah semi-rural membatasi generalisasi hasil. Ketiga, durasi intervensi yang singkat belum mampu mengamati efek jangka panjang dari penggunaan media tersebut. Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut dengan pendekatan eksperimen yang lebih kuat dan cakupan populasi yang lebih luas. Secara praktis, temuan ini memiliki implikasi langsung bagi guru dan sekolah dasar, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi. Media papan jari yang sederhana dan murah dapat menjadi alternatif alat bantu belajar yang efektif, serta dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan berbasis budaya lokal. Sekolah juga diharapkan dapat memberikan pelatihan bagi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media konkret sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan peserta didik. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran papan jari memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas I SDN Yosowilangun Kidul 01 pada materi penjumlahan. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest dan posttest yang sangat signifikan . < 0,. dan nilai effect size yang tinggi (CohenAos d = 2,. Keberhasilan media ini dipengaruhi oleh sifatnya yang konkret, visual, dan sesuai dengan tahap perkembangan operasional konkret siswa usia dini, sehingga mampu menjembatani pemahaman konsep matematika dasar secara Saran