Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 458-469 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KARIER SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Alvy Syahrin MiAoroj*1. Safinatul Ilmiyah2. Aniek Wirastania3. Nazila Qurrotul Aini4. Puji Susilo5. Yunirul Aqwana6. Muhammad Nur SyaAoban7 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Indonesia*1,2,3,4,5,6,7 E-mail: alvymiroj@gmail. Info Artikel Accepted: Agustus 2025 Published: Desember 2025 Abstract This study aims to examine the effectiveness of group guidance services based on Problem Based Learning (PBL) in enhancing career independence among students at SMKN 7 Surabaya. The research employed Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles . lanning, action, observation, and reflectio. Participants included 20 tenth-grade students divided into four small Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, then analyzed quantitatively (Paired Sample t-Test and Wilcoxon Signed-Rank Tes. and qualitatively . hematic analysi. The first cycle results showed no significant improvement . ignificance value 0. , leading to modifications in the second cycle, such as interactive media and collaborative approaches. The second cycle results demonstrated significant improvement . ignificance value 0. , proving that PBL effectively enhances students' career independence when supported by appropriate Keywords: group guidance. career independence. problem based learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemandirian karier siswa SMKN 7 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, terdiri dari dua siklus . erencanaan, tindakan, observasi, dan refleks. Partisipan penelitian adalah 20 siswa kelas X yang dibagi ke dalam empat kelompok kecil. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara kuantitatif . ji Paired Sample t-Test dan Wilcoxon SignedRank Tes. dan kualitatif . nalisis temati. Hasil siklus pertama menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan . ilai signifikansi 0,. , sehingga dilakukan modifikasi pada siklus kedua, seperti penggunaan media interaktif dan pendekatan kolaboratif. Hasil siklus kedua menunjukkan peningkatan signifikan . ilai signifikansi 0,. , membuktikan bahwa PBL efektif meningkatkan kemandirian karier siswa ketika didukung strategi yang tepat. Kata kunci: bimbingan kelompok. kemandirian karier. problem based learning. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN Peningkatan (Purwanto. Azizah. PTK menghadapi tantangan era globalisasi yang menuntut peserta didik untuk memiliki perbaikan berkelanjutan melalui refleksi keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta kemandirian siklusnya, sebagaimana ditekankan oleh dalam mengambil keputusan, khususnya John Dewey dan Kurt Lewin melalui teori refleksi diri dan model tindakan spiral. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif Penelitian ini mengadopsi model dalam mendorong kemampuan tersebut PTK Kemmis dan McTaggart yang terdiri adalah Problem Based Learning (PBL). atas empat tahap: perencanaan, tindakan. PBL merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan dirancang dilaksanakan di SMKN 7 Surabaya, dengan subjek penelitian adalah 20 siswa Penelitian kelas X yang terbagi dalam empat kelompok kecil. Fokus penelitian ini kolaboratif (Williams, 1993. Djonomiarjo, adalah untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok berbasis PBL dalam Dalam konteks layanan bimbingan meningkatkan kemandirian karier siswa. dan konseling. PBL tidak hanya digunakan Data dikumpulkan melalui tiga metode untuk pembelajaran akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Kuesioner kemampuan individu untuk memahami kemandirian karier sebelum dan sesudah dirinya, mengeksplorasi pilihan karier, dan intervensi, berdasarkan indikator seperti membuat keputusan secara mandiri. Dalam kesadaran diri, eksplorasi karier, dan upaya mengimplementasikan pendekatan pengambilan keputusan. Lembar observasi tersebut secara sistematis, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan keterampilan pemecahan masalah dalam Kelas sesi bimbingan, sementara wawancara digunakan untuk menggali pengalaman (PTK) subjektif siswa. terjadi secara langsung di lingkungan Validitas instrumen dikaji melalui karier siswa secara efektif. Secara khusus, expert judgment dari guru Bimbingan dan penelitian ini dinyatakan berhasil apabila: Konseling (BK) . skor kemandirian karier meningkat Sementara minimal 20% dari kondisi awal. siswa dianalisis secara kuantitatif menggunakan mampu menyusun rencana karier secara statistik deskriptif dan uji Paired Sample t- dan . siswa menunjukkan Test untuk melihat peningkatan skor peningkatan keterampilan berpikir kritis kemandirian karier, serta uji Wilcoxon Signed-Rank Test sebagai alternatif jika data tidak memenuhi asumsi parametrik. Analisis Dengan pendekatan tindakan kelas dan strategi teknik tematik untuk mengekstraksi tema- pembelajaran berbasis masalah, penelitian kontribusi nyata dalam pengembangan Penelitian ini dilakukan dalam dua model layanan bimbingan karier yang siklus, masing-masing dirancang untuk kontekstual, partisipatif, dan berorientasi Siklus pertama mengungkap merencanakan masa depannya. bahwa intervensi awal belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan METODE hasil belajar maupun kemandirian karier Berdasarkan Metodologi penelitian ini bertujuan dilakukan modifikasi tindakan pada siklus bimbingan kelompok dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam interaktif, penerapan strategi kolaboratif meningkatkan kemandirian karier siswa. yang lebih kuat, serta pemberian umpan Penelitian balik formatif secara lebih terstruktur. metode penelitian Hasil (PTK) dengan model Kemmis menunjukkan adanya peningkatan yang McTaggart, yang terdiri dari empat tahap: signifikan baik secara statistik maupun perencanaan, tindakan, observasi, dan pengamatan lapangan. Peningkatan ini penelitian kualitatif dengan pendekatan bimbingan kelompok dengan pendekatan PTK. PTK dipilih karena bertujuan untuk PBL dapat meningkatkan kemandirian memecahkan masalah nyata di kelas dan Penelitian sekolah dan untuk sekaligus meningkatkan Pada titik ini, peneliti akan Penelitian berfokus pada peningkatan kemandirian mencakup persiapan bimbingan kelompok, karier siswa melalui intervensi berbasis case study, dan instrumen penelitian. PBL. Untuk memastikan validitas instrumen. Penelitian dilakukan di SMKN 7 peneliti melakukan validasi isi dengan Surabaya, hal ini menyebabkan topik meminta pertimbangan dari ahli . xpert penelitian siswa kelas X dan memiliki judgmen. , seperti guru Bimbingan dan karier tingkat independen berdasarkan Konseling (BK) atau peneliti lain, untuk hasil survei awal. Jumlah siswa yang mengevaluasi kesesuaian item dengan terlibat adalah 20 orang, dibagi menjadi 4 kelompok kecil . orang per kelompo. Data dikumpulkan melalui tiga metode kelompok kecil dan menjelaskan tujuan utama: kuesioner, dan prosedur penelitian mereka. Selama Para pengamat . uru BK lainny. mengamati partisipasi siswa, dinamika kelompok, dan intervensi, dengan pertanyaan-pertanyaan keterampilan pemecahan masalah yang yang mengacu pada indikator kemandirian ditunjukkan siswa. Pengamatan dicatat karier seperti kesadaran diri, eksplorasi pada lembar pengamatan untuk dianalisis lebih lanjut. Lembar pengamatan digunakan untuk Setelah Kuesioner dan wawancara. kelompok, dan keterampilan pemecahan dalam tindakan. Refleksi termasuk data masalah selama sesi bimbingan, sementara panduan wawancara membantu peneliti kekurangan dan rancangan perbaikan dalam siklus berikutnya. Data angket Penelitian ini dilakukan dalam dua dianalisis secara kuantitatif menggunakan siklus, masing-masing terdiri dari empat statistik deskriptif . ean, median, dan persentas. dan uji paired sample t- pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus test untuk indepensi operator sebelum dan sesudah kekurangan yang ditemukan pada siklus Data wawancara dianalisis secara kualitatif memecahkan suatu permasalahan sehingga menggunakan teknik analisis tematik. Para terjadi proses interaksi antara stimulus dan respons (Williams, 1. muncul dari data, seperti partisipasi siswa. Penelitian tindakan kelas (PTK) sikap, dan keterampilan baru. Penelitian atau classroom action research sebenarnya Skor tidak terlalu dikenal diluar negeri, istilah ini dikenal di Indonesia untuk suatu setidaknya 20% dari kondisi awal. penelitian tindakan . ction researc. yang Siswa dapat mengembangkan rencana Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis memperbaiki proses belajar mengajar, dan kolaborasi dalam kelompok. dengan tujuan untuk meningkatkan atau HASIL DAN PEMBAHASAN menjadi lebih efektif (Purwanto, 2. Model pembelajaran adalah suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah kerangka kegiatan yang dapat memberikan untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar secara praktis (Azizah, 2. Penelitian membantu peserta didik serta pendidik pembelajaran yang diinginkan (Ardianti et kolaboratif (Millah et al. , 2. Penelitian , 2. Model Pembelajaran Problem Tindakan Kelas atau disingkat dengan Based PTK yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran kooperatif yang menuntut adalah suatu pendekatan atau metode yang siswa untuk aktif dan memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan memperbaiki mutu pembelajaran dengan membantu satu sama lain (Djonomiarjo adanya evaluasi dan aksi perbaikan yang Guru SMK Negeri & Kab Pohuwato, terus-menerus (Maulana, dan Prasetiawan. Problem-based learning (PBL) Pada siklus menemukan permasalahan yang muncul di Learning pertama, peneliti dalam kelas. Menyusun rencana Tindakan, lalu menerapkannya. Setelah itu, dilakukan menantang peserta didik untuk belajar dan pengamatan atau observasi dan penilaian bekerja keras secara kelompok dalam untuk melihat efek dari Tindakan yang telah diambil. Berdasarkan hasil penilaian dalam membedakan rata- rata pada dua dari siklus pertama, peneliti selanjutnya Menyusun Ratnaningsih, 2. Hasil penelitian uji-t untuk siklus kedua dengan memperbaiki menunjukkan apakah ada perbedaan yang kelemahan yang terdeteksi sebelumnya (Jacub. Marto, dan Darwis, 2. yang dibandingkan, dan jika demikian. Langkah-langkah (Soeprajogo. Purnama kelompok-kelompok Teori yang mendasari PTK yang penelitian ini dapat membahas implikasi terdiri dari dua siklus ini mencakup teori hasil tersebut dalam konteks penelitian dan refleksi diri yang dikemukakan oleh John mungkin memberikan rekomendasi atau Dewey serta model tindakan spiral yang kesimpulan yang sesuai (Wahyudi et al. diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Dewey menekankan betapa krusialnya melakukan Signed-Rank digunakan ketika asumsi uji parametrik, seperti uji-t, tidak terpenuhi (Laila. Y et kemajuan, sedangkan Lewis menciptakan , 2. Uji Wilcoxon telah diterapkan model transformasi yang melibatkan siklus perencanaan, pelaksanaan, pengaatan, dan pendidikan, termasuk Pendidikan Sains, evaluasi yang dilakukan secara berulang untuk menganalisis hasil belajar peserta (Jacub. Marto, dan Darwis, 2. Dari didik, mengevaluasi efektivitas intervensi siklus pertama intervensi atau perlakuan yang diberikan (Post Tes. tidak secara penalaran ilmiah (Ahmad & Sari, 2. Tidak seperti uji parametrik, uji Wilcoxon Wilcoxon Tes. , jadi perlu dilakukan siklus ke dua. PTK menjadikannya pilihan yang ampuh untuk memberikan kesempatan bagi peneliti menganalisis data yang mungkin tidak untuk menyelidiki isu secara mendalam memenuhi asumsi metode statistik lainnya. dan menemukan cara yang lebih efisien Fleksibilitas ini telah berkontribusi pada dalam meningkatkan mutu pembelajaran adopsi uji Wilcoxon secara luas dalam penelitian pendidikan, khususnya dalam (Maulana, dan Prasetiawan, 2. Uji-t atau t test adalah salah satu uji dibandingkan dengan kondisi awal (Premelalui pendidikan sains, di mana data tidak selalu parametrik (Ahmad & Sari, 2. hipotesis yang diajukan oleh peneliti Gambar 1. Hasil Perbandingan Pre Test dan Post Test Asymp. Sig. -taile. Nilai signifikansi adalah 0. 595, yang lebih besar dari 0. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara Post-Test dan Pre-Test. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai Perbandingan Post-Test dan Pre-Test: Negative Ranks: Terdapat 3 kasus di Post-Test dan Pre Test. Dengan kata lain, intervensi atau perlakuan yang mana nilai Post-Test lebih rendah (Post Tes. daripada Pre-Test dengan rata-rata 33 dan jumlah peringkat dibandingkan dengan kondisi awal (Pre- Tes. Positive Ranks: Terdapat 3 kasus di Gambar 2. Hasil Uji Wilcoxon Signed mana nilai Post-Test lebih tinggi Rank Test daripada Pre-Test dengan rata-rata 67 dan jumlah peringkat Ties: Tidak ada kasus di mana nilai Post-Test sama dengan Pre-Test. Total Kasus: Total kasus yang dianalisis adalah 6, yang terdiri dari 3 kasus dengan nilai Post-Test lebih rendah dan 3 kasus dengan nilai Post-Test lebih tinggi daripada Pre-Test. Statistik Uji: Z-Score: Nilai Z adalah -0. 531, yang menunjukkan arah dan besarnya perbedaan antara Post-Test dan Pre Gambar hasil dari uji statistik, khususnya uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Uji digunakan untuk membandingkan dua kelompok data yang berpasangan . alam hal ini, pre-test dan post-tes. untuk Informasi yang Terkandung: Tabel "Peringkat" Menunjukkan hasil perbandingan antara pre-test dan post-test. Test. "Peringkat Negatif": Jumlah kasus di pengukuran sebelum dan sesudah suatu mana skor post-test lebih rendah dari intervensi atau pada dua kondisi yang pre-test . berbeda pada sampel yang sama. Untuk "Peringkat Positif": Jumlah kasus di Pair 1 (Postt - Pret. , rata-rata perbedaan mana skor post-test lebih tinggi dari (Mea. 667 dengan standar pre-test . deviasi (Std. Deviatio. 750 dan "Ties": Jumlah kasus di mana skor standar error rata-rata (Std. Error Mea. pre-test dan post-test sama . Interval kepercayaan 95% untuk "Mean Rank" dan "Sum of Ranks": perbedaan rata-rata adalah antara -42. Nilai-nilai statistik yang digunakan (Lowe. dalam perhitungan uji Wilcoxon. statistik t . 619 dengan derajat Tabel "Statistik Uji" (Uppe. Nilai kebebasan . 5, dan nilai signifikansi Menunjukkan hasil uji Wilcoxon (Sig. -taile. ) Nilai Signed-Rank Test. signifikansi yang sangat kecil . < 0. "Z": Nilai statistik Z (-2. menunjukkan bahwa terdapat perbedaan AuAsymp. Sig. -taile. Ay : Nilai yang signifikan secara statistik antara signifikansi . -valu. Hasil Untuk Pair 2 (Postt - Pret. , rata- rata perbedaan (Mea. signifikan antara skor pre-test dan post- dengan standar deviasi (Std. Deviatio. test, dengan kecenderungan peningkatan 808 dan standar error rata-rata skor setelah intervensi. (Std. pengukuran Postt dan Prett pada Pair 1. Gambar 3. Gambar Uji Paired Samples Test Error Mea. Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan ratarata adalah antara -67. 824 (Lowe. 843 (Uppe. Nilai statistik t . 461 dengan derajat kebebasan . 5, dan nilai signifikansi (Sig. -taile. ) adalah Sama Pair signifikansi yang sangat kecil . < 0. Paired menunjukkan perbedaan yang signifikan Samples Test, terlihat perbandingan antara secara statistik antara pengukuran Postt tiga pasang pengukuran (Pair 1. Pair 2, dan dan Prett pada Pair 2. Berdasarkan Pair . yang kemungkinan merupakan Untuk Pair 3 (Postt - Pret. , ratarata perbedaan (Mea. dengan standar deviasi (Std. Deviatio. itunjukkan oleh nilai rata-rata 201 dan standar error rata-rata perbedaan yang negati. menunjukkan (Std. Interval bahwa nilai pada kondisi "post" lebih kepercayaan 95% untuk perbedaan rata- rendah dibandingkan dengan nilai pada rata adalah antara -28. 422 (Lowe. dan - kondisi "pre" untuk ketiga pasangan 912 (Uppe. Nilai statistik t . adalah - Besarnya perbedaan ini bervariasi 645 dengan derajat kebebasan . 5, dan antar pasangan, seperti yang ditunjukkan nilai signifikansi (Sig. -taile. ) adalah oleh nilai rata-rata perbedaan dan interval Nilai signifikansi ini juga di bawah Error Mea. ambang batas 0. 05, yang berarti terdapat Hasil pada Tabel 1 menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik bahwa tindakan pada siklus 1 belum antara pengukuran Postt dan Prett pada memberikan perubahan yang signifikan Pair 3. pada hasil belajar siswa, seperti yang Secara keseluruhan, hasil uji t Wilcoxon Signed-Rank Test sebesar 0. terdapat perbedaan yang signifikan secara . > 0. Hal ini mengindikasikan bahwa statistik antara kondisi "pre" dan "post" intervensi atau perlakuan yang diberikan untuk ketiga pasangan pengukuran. Arah pada siklus 1 (Post Tes. tidak secara perbedaan . itunjukkan oleh nilai rata-rata perbedaan yang negati. menunjukkan dibandingkan dengan kondisi awal (Pre- bahwa nilai pada kondisi "post" lebih Tes. rendah dibandingkan dengan nilai pada Refleksi kondisi "pre" untuk ketiga pasangan siklus 1 mengidentifikasi beberapa faktor Besarnya perbedaan ini bervariasi antar pasangan, seperti yang ditunjukkan kurangnya efektivitas tindakan. Faktor- oleh nilai rata-rata perbedaan dan interval faktor tersebut antara lain: kurangnya pembelajaran, kurangnya kesempatan bagi PEMBAHASAN siswa untuk berkolaborasi dalam tugas. Secara keseluruhan, hasil uji t atau kurangnya umpan balik yang spesifik Dengan terdapat perbedaan yang signifikan secara melkukan modifikasi layanan Tindakan statistik antara kondisi "pre" dan "post" pada siklus 2 seperti penggunaan media untuk ketiga pasangan pengukuran. Arah pembelajaran interaktif, penerapan model pembelajaran kooperatif, atau pemberian kesempatan bagi siswa untuk belajar umpan balik formatif secara berkala. Hasilnya. Tabel 2 menunjukkan meningkatkan pemahaman dan retensi adanya peningkatan yang signifikan pada materi (Smith et al. , 2. Pemberian hasil belajar siswa setelah tindakan pada umpan balik formatif yang spesifik dan konstruktif juga telah terbukti efektif Wilcoxon Signed-Rank Test sebesar 0. dalam meningkatkan hasil belajar siswa . < 0. Perbedaan ini mengindikasikan karena membantu mereka mengidentifikasi bahwa skor post-test secara umum lebih kekuatan dan kelemahan mereka serta tinggi dari skor pre-test setelah tindakan memberikan panduan untuk perbaikan (Wiliam, 2. Perubahan hasil yang signifikan antara siklus 1 dan siklus 2 ini sejalan SIMPULAN dengan prinsip Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini menunjukkan bahwa yang menekankan pentingnya refleksi dan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam dua siklus berkelanjutan (Dewey & Lewin, 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki Refleksi yang mendalam memungkinkan pengaruh berbeda terhadap hasil belajar Pada siklus 1, intervensi yang diberikan belum menunjukkan perbedaan penyesuaian yang lebih efektif. Dalam signifikan antara nilai pre-test dan post- konteks ini, modifikasi tindakan pada test, sebagaimana dibuktikan melalui uji siklus 2 tampaknya lebih berhasil dalam Wilcoxon dengan nilai signifikansi 0. meningkatkan hasil belajar siswa. > 0. Refleksi atas hasil ini Peningkatan hasil belajar ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor yang dalam pelaksanaan, seperti kurangnya didukung oleh literatur terkini. Misalnya, variasi media pembelajaran dan minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif interaksi kolaboratif. dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Sebagai tindak lanjut, modifikasi yang merupakan faktor penting dalam (Johnson. Selain Hasilnya signifikan dalam hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA