Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 PENGETAHUAN MENGENAI HIV/ ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA SISWA Atira, . Briefman Tampubolon, . Intan Monita Herdiani 1,. Dosen. Prodi Pendidikan Ners. STIKes Budi Luhur Cimahi. Indonesia . Mahasiswa. Prodi Pendidikan Ners. STIKes Budi Luhur Cimahi. Indonesia Abstrak Kasus AIDS di Kabupaten Bandung Barat tercatat sebanyak 22 kasus pada usia 15-19 tahun dan 123 kasus pada Usia 20-24 tahun. Pengetahuan siswa belum diketahui mengenai kejadian AIDS. Tujuan Penelitian untuk mengetahui profil pengetahuan siswa mengenai AIDS. Rancangan penelitian menggunakan survei deskrtiptif. Besaran sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden. Berdasarkan analisis univariat didapatkan hasil penelitian yaitu pengetahuan tertinggi kategori pengetahuan kurang didapatkan sebesar 43 . ,7%) responden, disusul pengetahuan kategori cukup yaitu sebesar 11 . ,3%), dan pengetahuan kategori baik yaitu sebesar 6 . %). Simpulan penelitian ini yaitu profil pengetahuan siswa SMK mengenai AIDS sebagian besar berpengetahuan kurang. Saran yaitu diperlukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai AIDS dengan memberikan promosi kesehatan menangani AIDS sehingga siswa tersebut dapat terhindar dari penyakit AIDS. Kata Kunci : AIDS. Pengetahuan. Siswa KNOWLEDGE ABOUT HIV/ ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) IN STUDENTS Abstract AIDS cases in West Bandung Regency were recorded as many as 22 cases at the age of 15-19 years and 123 cases at the age of 20-24 years. Knowledge of students is not known about the incidence of AIDS. The purpose of the study was to determine the profile of students' knowledge about AIDS. The research design used a descriptive survey. The sample size in this study was 60 respondents. Based on the univariate analysis, the results showed that the highest knowledge in the category of less knowledge was obtained by 43 . 7%) respondents, followed by sufficient knowledge, namely 11 . 3%), and knowledge in the good category, which was 6 . %). The conclusion is the knowledge profile of SMK students about AIDS is mostly less knowledgeable. The suggestion is to increase knowledge about AIDS by providing health promotion dealing with AIDS so that students can avoid AIDS. Keywords : AIDS. Knowledge. Students Korespondensi: Atira Prodi Pendidikan Ners. STIKes Budi Luhur Jl. Kerkof No. Leuwigajah. Kota Cimahi. Jawa Barat. Indonesia, 40532 0852-2203-7309 atirahusaini@gmail. | Pengetahuan Mengenai HIV/ Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS)A. Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 Pendahuluan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih dan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh (Haryati, 2. HIV dan AIDS saat ini telah menjadi masalah darurat Berdasarkan data UNAIDS tahun 2020, terdapat 37. 6 juta orang yang hidup dengan HIV, antara lain 35,9 juta orang dewasa (>14 tahu. dan 1,7 juta anak . Ae14 tahu. (Kemenkes. Asia tenggara menempati urutan kedua dengan jumlah kasus HIV tertinggi di dunia tahun 2020 yaitu sekitar 3,8 juta orang, benua Afrika menempati urutan pertama yaitu 25,7 juta orang, dan Amerika menempati urutan ketiga sekitar 3,5 juta orang (UNAIDS, 2. Epidemi HIV/AIDS menjadi masalah di Indonesia yang merupakan negara urutan ke-5 paling berisiko HIV/AIDS di Asia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenke. , jumlah kasus baru HIV di Indonesia mengalami peningkatan yaitu 46. 650 orang di tahun 2018 menjadi 50. 282 orang di Sementara itu, kasus AIDS cenderung menurun yaitu dari 10. 190 orang di tahun 2018 menjadi 7. 036 orang di tahun 2019 (UNAIDS, 2. Provinsi Jawa Barat menempati urutan ketiga setelah Jawa Timur dan DKI Jakarta dengan jumlah kasus baru HIV tertinggi yaitu sebanyak 6. 066 orang. Pada kasus AIDS menempati urutan keenam yaitu sebanyak 313 orang. Kelompok tertinggi yaitu pada usia 30-39 tahun . dan 20-29 tahun . (Kemenkes, 2. Jumlah kasus kumulatif HIV AIDS di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020 sebanyak 494 kasus. Kelompok tertinggi yaitu usia 25-49 tahun . , usia 20-24 tahun . , dan 15-19 tahun . Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bandung Barat tahun 2020, kasus HIV tertinggi ada di Kecamatan Padalarang sebanyak 23 kasus. Remaja merupakan seseorang yang berusia antara 10-18 tahun (Kemenkes, 2. Masa remaja sangat erat kaitannya dengan perkembangan psikis pada periode pubertas dan diiringi dengan perkembangan seksual (WHO, 2. Usia remaja merupakan usia yang sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan, terutama berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi, seperti ancaman dari HIV/AIDS (Kemenkes, 2. Program pengendalian HIV/AIDS khususnya di Indonesia bertujuan untuk menurunkan hingga meniadakan infeksi baru, menurunkan hingga meniadakan kematian terkait AIDS, dan menurunkan stigma dan juga diskriminasi pada ODHA. Tujuan meniadakan infeksi baru dapat dilakukan dengan cara melakukan pencegahan HIV/AIDS khususnya pada kalangan remaja (Kemenkes, 2. Perilaku pencegahan AIDS sangat penting untuk dilakukan remaja sebagai usaha memutus rantai terjadinya kasus baru HIV/AIDS, namun perilaku tersebut dibutuhkan pengetahuan tentang AIDS/HIV. Pengetahuan . merupakan domain dasar dan menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku. Pengetahuan yang baik akan mendukung sikap dan tindakan yang baik, sehingga dapat menunjang atau mendorong seseorang untuk berperilaku yang baik pula (Noorhidayah, et al. , 2. Bandura dalam Social Cognitive Theory menjelaskan bahwa pengetahuan tentang risiko dan manfaat dari suatu penyakit atau pencegahan yang akan dilakukan sangat penting dalam perubahan perilaku (Nugrahawati, et , 2. Pengetahuan mengenai HIV AIDS pada remaja sangat penting untuk diketahui dikarenakan akan menunjang pencegahan HIV/ AIDS. Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS merupakan bagian dari indikator Millenium Development Goals (MDG. , dan harus dipantau secara berkala oleh semua negara-negara berkembang termasuk Indonesia (Pakpahan, 2. Pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja menyebabkan remaja berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terinfeksi atau tertular HIV/AIDS. Penelitian Akbar tahun 2020 menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada | Pengetahuan Mengenai HIV/ Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS)A. Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 remaja (Irwan, 2. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Pengetahuan Siswa Mengenai Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di SMK Bandung Barat Tahun 2021Ay. Metode Rancangan pada penelitian ini menggunakan studi deskriptif yaitu penelitian yang membahas gambaran suatu variabel yang akan diteliti. Variabel pada penelitian ini adalah profil pengetahuan remaja mengenai AIDS. Pengetahuan dalam penelitian ini merupakan kemampuan remaja dalam menjawab dengan benar yang menggambarkan pengetahuan tentang HIV/AIDS. Instrumen yang digunakan merupakan instrument baku berbentuk kuesioner multiple choice, sebanyak 20 pertanyaan. Instrumen ini terdiri dari item pengertian HIV/AIDS, gejala HIV/AIDS, cara penularan HIV/AIDS, pencegahan HIV/AIDS, dampak HIV/AIDS, diagnosis dan pengobatan HIV/AIDS, dan konseling HIV/AIDS. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas X SMK Bandung Barat yang bersedia menjadi responden penelitian yaitu sebanyak 60 sampel. Teknik sampling menggunakan probability sampling dengan teknik proportional random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara acak secara proporsional dikarenakan sampel yang digunakan diambil dari anggota populasi yang tidak homogen dalam artian heterogen dimana jumlah populasi pada masing-masing strata . jumlah dan jurusannya berbeda-beda. Penentuan jumlah kebutuhan sampel dilakukan secara acak . atau yang kebetulan ada pada saat penelitian dan bersedia menjadi responden penelitian. Pengumpulan data menggunakan angket berupa kuesioner. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dengan cara memberikan kuesioner dan diisi langsung responden. Prosedur penelitian yang dilakukan diantaranya . melakukan izin etik, . melakukan perizinan penelitian, . peneliti melaksanakan informed consent dengan memberikan lembar persetujuan menjadi responden penelitian sebagai bentuk kesediaan menjadi responden penelitian, . peneliti menjelaskan kepada subyek apabila menjadi responden maka responden menandatangani lembar persetujuan, . pada tahap penentuan sampel pada masing-masing kelas dilakukan dengan cara acak . atau yang kebetulan ada pada saat penelitian dan bersedia menjadi responden penelitian, . peneliti melakukan pengolahan dan analisis data kemudian membuat laporan penelitian. Analisis data digunakan univariat atau analisis deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase dari variabel pengetahuan AIDS. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Bandung Barat yaitu pada siswa/i kelas X SMK Bandung Barat terdiri dari lima jurusan yaitu Farmasi. TLM. Asisten Keperawatan. OTKP, dan Perhotelan. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 serta telah memiliki izin etik dengan nomor surat 47/D/KEPKSTIKes/Vi/2021. Hasil Penelitian gambaran pengetahuan siswa mengenai AIDS di SMK Bandung Barat tahun 2021 terhadap 60 responden. Berdasarkan analisis univariat didapatkan data hasil penelitian sebagai | Pengetahuan Mengenai HIV/ Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS)A. Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Mengenai HIV/ AIDS Pada Siswa Pengetahuan AIDS Kurang Cukup Baik Total Sumber: Data Primer, 2021 Frekuensi . Persentase (%) Pembahasan Data hasil penelitian yang tertera pada tabel 2 menggambarkan pengetahuan siswa mengenai AIDS yaitu sebanyak 60 responden, sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang tentang AIDS yaitu sebanyak 43 . ,7%) responden, sedangkan hanya sebagian kecil responden yang mempunyai pengetahuan kategori cukup yaitu 11 . ,3%) responden, dan pengetahuan kategori baik sebanyak 6 . %) responden. Pada hasil penelitian ini, diketahui masih rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS dikarenakan sebagian besar responden kurang mendapatkan informasi. Pengetahuan . merupakan domain dasar dan menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku. Hal ini juga menjelaskan bahwa semakin kurang seseorang mendapatkan informasi maka akan semakin rendah pengetahuannya. Pengetahuan dapat diperoleh seseorang secara alami atau diintervensi baik langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses belajar ini dipengaruhi berbagai faktor dari dalam, seperti motivasi dan faktor luar berupa sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya (Notoatmodjo, 2. Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun nonformal dapat memberikan pengaruh jangka pendek . mmediate impac. sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Adanya informasi baru memberikan landasan kognitif baru dalam terbentuknya pengetahuan (Nurwati & Rusyidi. Simpulan dan Saran Hasil penelitian mengenai profil pengetahuan siswa mengenai AIDS di SMK Bandung Barat tahun 2021 yang dilakukan pada 60 responden, maka dapat diambil simpulan yaitu gambaran pengetahuan siswa mengenai AIDS yaitu sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang AIDS dalam kategori kurang . ,7%). Saran yang dapat peneliti sampaikan dari hasil penelitian yaitu bagi Siswa/i yaitu agar siswa/i dapat mencari informasi yang tepat tentang HIV AIDS dengan cara dapat langsung bertanya kepada tenaga kesehatan ataupun memanfaatkan media sosial yang berbasis kesehatan, sehingga informasi yang didapatkan bisa dengan benar diterima dan dapat dipertanggungjawabkan. Daftar Pustaka