ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BADAN PENGUSAHAAN KOTA BATAM TAHUN 2021 Andi Ipaljri1. Sudarsono2. Falah Haikal3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiipaljri@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sudarsono@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, falvahman2@gmail. ABSTRACT Background : Coronary Heart Disease (CHD) or known as Coronary Artery Disease (CAD) is a disease with a long course of disease and atheroclerosis occurs along the blood vessels. When the arteries supplying the myocardium are impaired, the heart is unable a pump a certain amount of blood effectively to meet adequate blood perfusion to vital organs and peripheral tissues. This study aims to determine the risk factors for coronary heart disease in outpatient at RSBP in 2021. Methods :The research design is a descriptive epidemiological study using a cross sectional method. The number of samples was 334 cardiac polyclinic patients who were taken using simple random sampling. The type of data used in this research is secondary data. The tool used in this study is the medical record of outpatient cardiac polyclinic patients at the Batam Management Agency Hospital (RSBP) in 2021, data analysis using the chi-square test. Results : The result of the analysis were found to have coronary heart disease . ,2%). The risk of coronary heart disease is more dominant in total cholesterol . ,8%). There was no association between gender with coronary heart disease. There is a relationship between coronary heart disease with total cholesterol. P-value obtained is 0,000 . <0,. Conclusion : Based on the results of this study, it can be concluded that there is a relationship between age, total cholesterol. LDL cholesterol. HDL cholesterol, triglyceride levels, history of hypertension, dan history of diabetes mellitus wih coronary heart disease in outpatients cardiac polyclinic patients at RSBP Batam in 2021, and there is no the relationship between gender with coronary heart disease in outpatients cardiac polyclinic at RSBP Batam in 2021. Keywords: Age. Gender. Cholesterol. Triglyceride. Hypertension. Diabetes Mellitus, and CHD ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau dikenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) adalah suatu penyakit dengan proses perjalanan penyakit yang cukup panjang dan terjadi aterosklesrosis di sepanjang pembuluh darah. Pada saat arteri yang mensuplai miokardium mengalami gangguan. Jantung tidak mampu untuk memompa sejumlah darah secara efektif untuk memenuhi perfusi darah ke organ vital dan jaringan perifer secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021. Metode : Desain penelitian adalah studi epidemiologi deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 334 pasien poli jantung yang diambil menggunakan simple randomsampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien poli jantung rawat jalan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam Tahun 2021, analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil analisis didapatkan memiliki Penyakit Jantung Koroner . ,2%). Risiko Penyakit Jantung Koroner lebih dominan pada kolesterol total . ,8%). Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner. Terdapat hubungan antara penyakit jantung koroner dengan kolesterol total didapatkan nilai p value diperoleh 0. <0. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, kadar trigliserida, riwayat hipertensi, dan riwayat diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021 , dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021. Kata Kunci : Usia. Jenis Kelamin. Kolesterol. Trigliserida. Hipertensi. Diabetes Mellitus, dan PJK Universitas Page 175 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 PENDAHULUAN Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau dikenal dengan Coronary Artery Disease konsumsi alkohol Data World Health Organization (WHO) pada (CAD) adalah suatu penyakit dengan proses perjalanan penyakit yang cukup panjang dan kardiovaskular merupakan penyebab kematian terjadi aterosklesrosis di sepanjang pembuluh nomor satu secara global dengan persentase sebesar 31%, pada tahun 2015 angka kematian Jantung akibat penyakit jantung koroner adalah 20 juta jiwa tidak mampu untuk memompa sejumlah darah dan di tahun 2030 mendatang di prediksi akan secara efektif untuk memenuhi perfusi darah ke meningkatkembali dengan pencapaian angka 23,6 organ vital dan jaringan perifer secara adekuat. juta jiwa penduduk, sedangkan di Indonesia salah Pada saat oksigenasi dan perfusi mengalami satu penyebab kematian penduduk adalah penyakit gangguan, pasien akan terancam kematian. jantung koroner. Berdasarkan diagnosis dokter. Penyakit jantung koroner meliputi Chroinic prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia Stable Angina (CSA) dan Acute Coronary tahun 2013 sebesar 0,5%atau diperkirakan sekitar Syndrome (ACS) (Mozaffarian et al. , 2. 447 orang, sedangkan Pada miokardium mengalami gangguan. Sedangkan menurut Kemenkes RI . Penyakit Jantung Koroner (PJK) diagnosis dokter/gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2. 340 orang. Berdasarkan diagnosis/gejala, penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi penyakit jantung koroner terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur sebanyak 375. 127 orang termasuk dalam kategori penyebab kematian . ,3%), sedangkan jumlah penderita paling sedikit terbanyak di Indonesia (Kementerian Kesehatan ditemukan di Provinsi Papua Barat, yaitu sebanyak Republik Indonesia, 2. 690 orang . ,2%), danuntuk Provinsi Kepulauan Tingginya angka mortalitas dan morbiditas Riau sebanyak 15,058 . ,1%)Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. banyaknya faktor risiko yang berpengaruh akibat menunjukkan prevalensi PJK di Kepuluan Riau perubahan gaya hidup. Faktor risiko dari terjadi peningkatan dari 1. 1% di tahun 2013 penyakit jantung koroner (PJK) terbagi menjadi 5% atau diperkirakan sekitar 8. dua bagian, yaitu risiko yang tidak dapat diubah orang di tahun 2018. Berdasarkan permasalahan dan risko yang dapat diubah. Risiko yang tidak yang ada bahwa terdapat peningkatan kadar dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, dan kolesterol atau hiperkolesterolemia di Indonesia, keturunan/ras, sedangkan faktor risiko yang tingginya prevalensi hiperkolesterolemia dan dapat diubah meliputi merokok, dislipidemia, penyakit jantung koroner di Kepulauan Riau hipertensi, diabetes melitus, kurang aktivitas (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, fisik, berat badan lebih & obesitas, diet yang Universitas Batam Page 176 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Adapun hasil dari data populasi penelitian Hasil di Rumah Sakit Badan Pengusahaan KotaBatam menunjukkan bahwa terdapat pasien dengan menunjukkan bahwa prevalensi PenyakitJantung usia Ou 50 tahun dalam kategori resiko tinggi di Koroner dari tahun 2020 sejumlah 795 pasien Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam kemudian mengalami peningkatan tahun 2021 Tahun 2021 dengan presentasi 59,3%. periode januari hingga juni sebanyak 976 pasien. Semakin maka peneliti tertarik melakukan penelitian kemungkinan timbulnya plak yang menempel mengenai pengaruh faktor risiko penyakit di dinding dan menyebabkan mengganggu aliran air yang melewatinya. Usia membawa kualitas sumber daya manusia dan angka perubahan yang tidak terhindarkan pada tubuh manusia termasuk sistem kardiovaskuler. Demikian penelitian ini. seperti meningkatnya risiko PJK. Sebab utama METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional. Dalam penelitian ini yang kelainan pada sistem kardiovaskuler, seperti menjadi populasi adalah pasien rawat jalan di penyempitan arteri oleh plak, dinding jantung poli jantung Rumah Sakit Badan Pengusahaan menebal, beratnya bertambah, dan ruang bilik Kota Batam berjumlah 2. 061 pasien dari bulan jantung mengecil. januari-maret 2021. Sampel dalam penelitianini Sementara (Arsyati, 2. menjelaskan bahwa untuk kelompok usia penyakit jantung menggunakan teknik simple random sampling. koroner paling banyak terjadi pada kelompok HASIL DAN PEMBAHASAN usia 50-64 tahun . ,1%) kemudian kelompok usia 65-74 tahun . ,6%) diikuti kelompok usia Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia 75 tahun keatas . ,2%) sehingga pasien dengan usia Ou 50 tahun sangat berisiko mengalami Penyakit Jantung Koroner (PJK) sangat berhubungan dengan aterosklerosis. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kategori < 50 Tahun Ou 50 Tahun Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 1 dapat dijelaskan bahwa dari 334 pasien didapatkan 136 pasien . ,7%) dengan usia < 50 tahun yang berada kategori resiko rendah dan sebanyak 198 pasien . ,3%) dengan usia Ou 50 tahun yang berada dalam Universitas Kelamin Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Masa Kerja Frekuensi Persentase . (%) Laki-Laki Perempuan Total Berdasarkan tabel 2 dapat dijelaskan bahwa dari 334 pasien didapatkan 159 pasien berjenis kelamin laki-laki . ,6%) yang berada dalam Page 177 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 kategori risiko rendah dan sebanyak 175 pasien Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 berjenis kelamin perempuan . ,4%) yang dengan presentasi 66,8%. Kadar kolesterol darah merupakan faktor berada dalam kategori resiko tinggi. Sekitar usia 50 tahun ke atas perempuan dan laki Ae laki dapat berisiko sama. Hal tersebut mendasari terjadinya penyakit jantung koroner disebabkan terutama oleh terjadinya perubahan (PJK) termasuk SKA. Aterosklerosis adalah dalam tubuh perempuan berkaitan dengan kelainan yang ditandai dengan peradangan Selama premenopause, estrogen pembuluh darah yang merupakan pusat dari melindungi perempuan dari PJK Estrogen semua tahap aterosklerosis. Sindrom koroner dipercaya bisa mencegah terbentuknya plak pada akut secara nyata dipengaruhi oleh fisiologis, arteri dengan menaikkan kadar HDL dan kemampuan otot wanita memang lebih rendah menurunkan kadar LDL. Perempuan yang daripada pria. Kekuatan otot wanita hanya menopause, tingkat kadar estrogennya akan sekitar dua pertiga dari kekuatan otot pria, menurun, maka memiliki risiko yang lebih tinggi sehingga daya tahan otot pria pun lebih tinggi Estrogen Rata-rata perempuan dianggap sebagai proteksi terhadap kekuatan otot wanita kurang lebih hanya 60% PJK. Diagnosis PJK yang bersumber pada dari kekuatan otot pria, khususnya ototlengan. Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular punggung dan kaki. Perbandingan keluhan otot (PTM) berbasis komputer mencapai 4. antara pria dan wanita adalah 1:3. Dari uraian pasien, hasil terbesar pada perempuan 2. tersebut di atas, maka jeniskelamin perlu pasien sedangkan laki-laki hanya 2320 pasien dalam mendesain (Nurcahyo. Suryoputro and Patria Jati, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan komposisi lipid dan lipoprotein dalam plasma Kolesterol Total yaitu peningkatan kadar kolesterol total. LDL. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kolesterol Total Jenis Frekuensi Persentase Bila kadar kolesterol total lebih dari Kelamin Risiko Rendah Risiko Tinggi Total . (%) 200 mg/dL dan HDL O 60 mg/dL maka hal Berdasarkan tabel 3 dapat dijelaskan bahwa dari 334 pasien didapatkan 111 pasien . ,2%) Kolesterol total < 200 mg/dl masuk dalam kategori resiko rendah dan sebanyak 223 pasien . ,8%) Kolesterol total Ou 200 mg/dl masuk dalam kategori resiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar kolesterol total Ou 200 mg/dl di Rumah Sakit Universitas Batam HDL tersebut menunjukan adanya dislipidemia. Kadar kolesterol total yang tinggi dan HDL yang rendah akan meningkatkan rasio dari keduanya dan berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner (Wenas. Jim and Panda, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kolesterol LDL Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kolesterol LDL Page 178 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 IMT Risiko Rendah Risiko Tinggi Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 4 dapat dijelaskan Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 dengan presentasi 64,4%. High Density Lipoprotein (HDL) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat baik bahwa dari 334 pasien didapatkan 109 pasien . ,6%) Kolesterol LDL < 130 mg/dl kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati masuk dalam kategori resiko rendah dan untuk dibuang sehingga mencegah penebalan sebanyak 225 pasien . ,4%) Kolesterol LDL dinding pembuluh darah atau mencegah Ou 130 mg/dl masuk dalam kategori resiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien rendah kadar HDL kolesterol, makin besar dengan kadar kolesterol LDL Ou 130 mg/dl di kemungkinan terjadinya PJK. Kadar HDL Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 dengan presentasi 67,4%. mengurangi berat badan, menambah exercise Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol dan berhenti merokok (Titaniasari, 2. merupakan jenis kolesterol yang bersifat buruk Berdasarkan atau merugikan karena kadar LDL kolesterol yang meningkat akan menyebabkan penebalan terbalik antara kadar HDL dan risiko PJK. Bila dinding pembuluh darah. Kadar LDL kolesterol dikelompokkan menurut tingkat HDL, subjek Ou 130 mg/dl akan meningkatkan risikoterjadinya dengan kadar HDL lebih dari 60 mg/dL PJK (Rodryguez et al. , 2. memiliki risiko PJK lebih rendah dibandingkan Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kolesterol HDL Semakin mereka yang memiliki HDL 40- 60 mg/dl (Rodryguez et al. , 2. Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kolesterol HDL Kebiasaan Frekuensi Persentase Merokok . (%) Risiko Rendah Risiko Tinggi Total Distribusi Berdasarkan tabel 5 dapat dijelaskan Risiko Rendah Risiko Tinggi Total bahwa dari 334 pasien didapatkan 119 pasien Frekuensi Berdasarkan Kadar Trigliserida Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kadar Trigliserida Postur Kerja Frekuensi Persentase Janggal . (%) Berdasarkan tabel 6 dapat . ,6%) Kolesterol HDL > 60 mg/dl masuk bahwa dari 334 pasien didapatkan 130 pasien dalam kategori resiko rendah dan sebanyak 215 . ,9%) kadar trigliserida O150 mg/dl masuk pasien . ,4%) Kolesterol HDL O 60 mg/dl dalam kategori resiko rendah dan sebanyak204 masuk dalam kategori resiko tinggi. Hasil pasien . ,1%) kadar trigliserida > 150 mg/dl penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan masuk dalam kategori resiko tinggi. Hasil kadar kolesterol HDL O 60 mg/dl di Rumah penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar trigliserida > 150 mg/dl di Universitas Page 179 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 dengan presentasi 61,1%. penderita normotensi. Trigliserida dapat mempengaruhi kadar Tekanan darah diastolik 90 mmHg secara kolesterol dalam darah. Lemak berasal dari mandiri memiliki makna hubungan dengan buah-buahan seperti kelapa, durian dan kejadian penyakit jantung koroner meskipun alpukat tidak mengandung kolesterol, tetapi kadar trigliseridanya tinggi. Sejumlah faktor Bertambahnya usia diikuti dengan peningkatan yang mempengaruhi kadar trigliserida dalam tekanan sistolik yang terus terjadi sampai dengan darah seperti kegemukan, makan lemak, guladan usia 70 tahun, sedangkan peningkatan tekanan minum alkohol. Kadar trigliserida > 150mg/dl diastolik mencapai puncak pada usia 55 tahun PJK Frekuensi Keadaan ini terjadi akibat perubahan (Rodryguez et al. , 2. Distribusi Berdasarkan struktural jantung dan pembuluh darah pada Riwayat Hipertensi Kekakuan dinding pembuluh aorta Tabel 7 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Hipertensi menyebabkan berkurangnya kemampuan Durasi Kerja absorbsi terhadap tekanan yang terjadi pada Tidak Iya Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan hasil tabel 7 dapat dijelaskan bahwa dari 334 pasien didapatkan 128 pasien . ,3%) yang tidak memiliki riwayat hipertensi dan sebanyak 206 pasien . ,7%) yang memiliki riwayat hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat mengembalikan tekanan diastolik . yastolic recoilin. (Yanni and Kasmiati, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Diabetes Mellitus Tabel 8 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Diabetes Mellitus Beban Kerja Frekuensi . Persentase (%) aliran darah ke jantung pada penderita hipertensi di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 dengan presentasi 61,7%. Tekanan darah sistolik 140 mmHg dalam penelitian ini merupakan variabel yang paling berpengaruh untuk terjadinya penyakit jantung koroner, baik secara mandiri maupun bersamasama. Hipertensi jantung sehingga pada tekanan darah yang sama Universitas Batam Page 180 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Tidak Iya Total Berdasarkan hasil tabel 8 dapat dijelaskan bahwa dari 334 pasien didapatkan 146 pasien . ,7%) yang tidak memiliki riwayat DM dan sebanyak 188 pasien . ,3%) yang memiliki riwayat DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat DM di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2021 dengan presentasi 56,3% Diabetes melitus menyebabkan faktor risiko terhadap PJK yaitu bila kadar glukosa Universitas Page 181 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 darah naik, terutama bila berlangsung dalam faktor-faktor waktu yang cukup lama atau kronis. Diabetes terjadinya penyakit jantung koroner (PJK) antara yang tidak terkontrol dengan kadar glukosa lain kadar glukosa darah puasa Ou 126mg/dl, yang tinggi di dalam darah kadar glukosa sewaktu Ou 200 mg/dl, dan berperan menaikkan kadar kolesterol dan pemeriksaan HbA1c Ou 6,5% (Kementerian Mekanisme PJK pada riwayat DM Kesehatan Republik Indonesia, 2. tipe 2 sangat kompleks dan dikaitkan suatu Analisis Bivariat proses yaitu aterosklerosis yang dipengaruhi Hubungan Faktor Usia Dengan Penyakit Jantung Koroner Tabel 9 Hubungan Faktor Usia Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK Total (%) (%) (%) < 50 Tahun Ou 50 Tahun Total Berdasarkan hasil tabel 9 dapat dijelaskan bahwa 0,025 perubahan perilaku, dan adanya pengendapan pasien berusia < 50 tahun yang berada dalam kategori resiko rendah tidak menderita PJK sejumlah 64 . ,1%) sedangkan yang menderita PJK sejumlah 72 . ,9%). Pasien berusia Ou 50 tahun yang berada dalam kategori resiko tinggi tidak menderita PJK sejumlah 69 ,8%) PJK sejumlah 129 . ,2%). Hasil p value diperoleh 025 . <0. , maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor resiko usia dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam. Berdasarkan hasil penelitian, teori yang ada penyebab penyakit jantung koroner salah satunya usia, karena usia Ou 50 tahun berpeluang 32 kali untuk menderita penyakit jantung, terutama pada usia tua dikarenakan adanya Universitas Batam Page 182 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 akibat jaringan lemak yang menebal yang menyebabkan terjadinya kekakuan otot, karena usia adalah suatu yang tidak bisa di ubah (Marleni and Alhabib, n. Usia masih merupakan prediktor kuat terjadinya penyakit jantung koroner, meskipun tidak jelas kerentanan terhadap aterosklerosis dengan bertambahnya Pertambahan usia meningkatkan risiko terkena serangan jantung koroner secara nyata pada pria maupun wanita. Hal pencerminan lamanya terpajang faktor risiko digabung dengan kecenderungan bertambah beratnya derajat tiap Ae tiap faktor risiko, seiring dengan pertambahan usia. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, bahwa pasien poli jantung cenderung dengan usia Ou 50 tahun sehingga resiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat. Hal ini sesuai dengan data bahwa penyakit jantung Universitas Page 183 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 sebagaimana penyakit lain, resiko terjadinya yang bermakna antara usia dengan kejadianPJK semakin meningkat seiring pertambahan usia. Lebih dari setengah jumlah pasien penyakit jantung koroner terjadi pada mereka yang penambahan usia akan meningkatkan risiko berusia di atas 50 tahun. terjadinya PJK. Semakin tua usia maka semakin RSUP Kariadi Semarang. Usia PJK Hasil penelitian ini sejalan dengan yang besar kemungkinan akan timbulnya karat yang dilakukan Kuntio Sri Herlambang . menempel pada salah satu bahkan beberapa dimana telah dilakukan observasi terhadap 128 dinding pembuluh darah jantung dan dapat sampel penelitian, sebagian besar berusia menyebabkan suatu proses tergganggunya aliran Ou 50 tahun yaitu sebanyak 107 pasien darah yang akan terlintas melewatinya. ,60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai Hubungan Faktor Jenis Kelamin Dengan Penyakit Jantung Koroner p = 0,019 . < 0,. artinya ada hubungan Tabel 10 Hubungan Faktor Jenis Kelamin Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK Total (%) (%) (%) Laki-laki Perempuan Total 0,548 Berdasarkan hasil tabel 10 dapat dijelaskan sesuai dengan hasil penelitian oleh Amelia bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki Farahdika . menunjukkan tidak adanya tidak menderita PJK sejumlah 66 . ,5%) hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit sedangkan yang menderita PJK sejumlah 93 jantung koroner pada usia dewasa madya . - . ,5%). Pasien dengan jenis kelaminperempuan 60 tahu. Hal tersebut dibuktikan dalam tidak menderita PJK sejumlah 67 . ,3%) analisis bivariat di peroleh nilai p value =0,816 sedangkan yang menderita PJK sejumlah 108 (> 0,. , dari hasil analisis juga diperoleh Odd . ,7%). Hasil p value diperoleh Ratio (OR) = 1,242 . % Cl = 0,498- 3,. >0. , maka disimpulkan bahwa tidak Hal tersebut sejalan dengan teori dari Lewis dkk ada hubungan antara faktor jenis kelamin dengan . yang mengatakan bahwa morbiditas penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. PJK laki-laki bahwa pasien poli jantung cenderung berjenis mempunyai hormon estrogen yang besifat kelamin laki-laki sehingga resiko terjadinya protektif, namun setelah wanita mengalami penyakit jantung koroner meningkat. Hal ini menopause insidensi PJK meningkat dan Universitas Batam Page 184 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 memiliki risiko yang sama dengan laki-laki. perempuan adalah 8 : 1, dan setelah usia 70 Penelitian ini membuktikan bahwa jenis tahun perbandingannya adalah kelamin bukan lagi menjadi faktor risiko insidens penyakit jantung koroner pada laki-laki penyakit jantung koroner pada usia dewasa. - adalah usia 50-60 tahun, sedangkan pada 60 tahu. perempuan adalah usia 60-70 tahun. Penyakit 1 : 1. Puncak jantung koroner pada perempuan terjadi sekitar diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh 10-15 tahun lebih lambat dari laki-laki dan risiko Kemudian Cipto Susilo . menunjukkan bahwa responden berusia antara 50-59 dan 60-69 menopause atau berhentinya proses hormonal penelian ini 20 responden dengan jenis kelamin pada wanita. Penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas responden laki-laki sebanyak 16 jenis kelamin bukan lagi menjadi faktor risiko orang . %). Bahwa saat memasuki usia 50 penyakit jantung koroner tahun, dilihat perbandingan dari Hubungan Faktor Kolesterol Total Dengan Penyakit Jantung Koroner jantung antara laki-laki dan Tabel 11 Hubungan Faktor Kolesterol Total Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK Total (%) (%) (%) Risiko Rendah Risiko Tinggi Total 0,000 Berdasarkan hasil tabel 11 dapat dijelaskan Berdasarkan hasil penelitian, teori yang ada dan bahwa pasien yang memiliki kadar kolesterol penelitian terkait maka, peneliti berpendapat total < 200 mg/dl masuk kedalam kategori bahwa dari beberapa banyak faktor penyebab rendah yang tidak menderita PJK sejumlah 71 dari penyakit jantung koroner salah satunya . %) sedangkan yang menderita PJK sejumlah adalah faktor kolesterol total yang terkontrol. %). pasien yang memiliki Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan kolesterol total Ou 200 mg/dl masuk kedalam oleh Hema Dwi . Berdasarkan hasil kategori tinggi yang tidak menderita PJK analisis dari 128 sampel penelitian, sebanyak 59 sejumlah 62 . ,8%) sedangkan yang menderita pasien memiliki kadar kolesterol total Ou 200 PJK sejumlah 161 . ,2%) Hasil p value mg/dl . ,10%) dan 69 pasien memiliki kadar 000 . <0. , maka disimpulkan kolesterol total < 200 mg/dl . ,90%). Hasiluji bahwa ada hubungan antara faktor kolesterol statistik diperoleh nilai p = 0,004 . < 0,. total dengan penyakit jantung koroner di Rumah artinya ada hubungan yang bermakna antara Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam. kadar kolesterol total dengan kejadian PJK di Universitas Page 185 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 RSUP Dr Kariadi Semarang. Universitas Batam Page 186 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Penelitian ini sesuai dengan peneliti risiko empat kali lipat. Hasil penelitian ini Mamat Supriyono . didapatkan nilai p = sejalan dengan yang dilakukan oleh Laila 0,029 dan Fajri Azizah Raudlatul Jannah Kamilla . diketahui dari sampel yang . dengan nilai p = 0,027. Penelitian dari berjumlah 50 pasien, didapat rata-rata kadar Mamat Supriyono 224,85 mg/dl kenaikan kolesterol plasma merupakan faktor kolesterol minimum 152,5 mg/dl dan kadar risiko penting untuk berkembangnya PJK. maksimum 314 mg/dl. Kadar kolesterol total dapat meningkatkan Hubungan Faktor Kolesterol LDL Dengan Penyakit Jantung Koroner Tabel 12 Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Nyeri Bahu Tidak PJK Kategori PJK (%) (%) (%) Risiko Rendah Risiko Tinggi Total Total 0,013 Berdasarkan hasil tabel 12 dapat dijelaskan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur bahwa pasien yang memiliki kadar kolesterol Aqilah . Dalam penelitian ini diketahui LDL < 130 mg/dl masuk kedalam kategori bahwa kadar kolesterol LDL yang meningkat rendah yang tidak menderita PJK sejumlah 67 dari nilai normal (Ou100mg/d. pada pasien PJK ,5%) PJK mencatat nilai porposi sebesar 72. 0% dengan sejumlah 42 . ,5%). pasien yang memiliki jumlah sebanyak 59 orang dibanding dengan kadar kolesterol LDL Ou 130 mg/dl masuk pasien PJK yang mempunyai nilai kadar LDL kedalam kategori tinggi yang tidak menderita yang ideal yaitu sebesar 28. % . Nilai PJK sejumlah 66 . ,3%) sedangkan yang ratarata kadar kolesterol LDL yang terdapat pada menderita PJK sejumlah 159 . ,7%) Hasil p pasien PJK pada tahun 2015 adalah 121. 33 mg/dl. <0. disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol kolesterol LDL dengan penyakit jantungkoroner merupakan jenis kolesterol yang bersifat buruk di Rumah Sakit Badan PengusahaanKota Batam. atau merugikan karena kadar LDL kolesterol Berdasarkan hasil penelitian, teori yang ada yang meningkat akan menyebabkanpenebalan kolesterol Ou 130 mg/dl akan meningkatkan penyebab penyakit jantung koroner salah risiko terjadinya PJK (NCEP, 2. Hal ini satunya faktor kolesterol LDL. Hal ini sesuai juga bersesuaian dengan hasil penelitian yang Universitas Kadar LDL Page 187 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 dilakukan oleh MaAorufi dan Universitas Batam Page 188 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Rosita . di RSU PKU Muhamadiyah Manakala rata-rata nilai kolesterol LDL yang Yogyakarta yang mendapati bahwa jumlah didapat dari penelitian Paputungan A. pasien yang didiagnosis PJK . di Yogyakarta mendapatkan 133. LDL 0 mg/dl pada pasien PJK dengan infark dan >130mg/dl dengan porposi sebesar 65. 6% . 0 A 59. 0 mg/dl pada pasien PJK noninfark, oran. berbanding nilai LDL kolesterol yang sebab ada hubungan aterosklerosis. rendah dengan presentase 34. 4% . Hubungan Faktor Kolesterol HDL yang menjadikan sampel berjumlah 32 orang. Dengan Penyakit Jantung Koroner Tabel 13 Hubungan Faktor Kolesterol HDL Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK Total (%) (%) (%) Risiko Rendah Risiko Tinggi Total Berdasarkan hasil tabel 13 dapat dijelaskan 0,000 bahwa pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL > 60 mg/dl masuk kedalam kategori rendah rendah kadar HDL kolesterol, makin besar yang tidak menderita PJK sejumlah 76 . ,9%) kemungkinan terjadinya PJK sedangkan yang menderita PJK sejumlah 43 Semakin Berdasarkan hasil penelitian, teori yang ada . ,1%). pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL O 60 mg/dl masukkedalam kategori tinggi yang tidak menderita PJK sejumlah 57 . ,5%) penyebab penyakit jantung koroner salah sedangkan yang menderita PJK sejumlah 158 satunya faktor kolesterol HDL. Hal ini sesuai . ,5%) Hasil p value diperoleh 0. <0. maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara Muhammad faktor kolesterol HDL dengan penyakit jantung menunjukkan pasien PJK yang memiliki kadar koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan HDL rendah lebih banyak yakni 34 orang. Kota Batam. daripada pasien yang memiliki kadar HDL Hafidz Firdiansyah High Density Lipoprotein (HDL) kolesterol tinggi hanya 11 orang. Pada penelitian ini lebih merupakan jenis kolesterol yang bersifat baik dari 75% sampel memiliki kadar HDL rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang sehingga mencegah penebalan penelitiannya yang menggunakan 98 pasien Universitas Dong-xue. Page 189 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 PJK dan 90 kontrol . on PJK) menemukan Universitas Batam Page 190 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 bahwa dibandingkan dengan kontrol, pasien disertakan dengan pengukuran kolesterol total signifikan dalam tingkat HDL (P < 0. (Avci. Dolapoglu and Akgun, 2. Pengaruh HDL dan kolesterol total tidak bisa dinilai penurunan kadar HDL pada risiko koroner akan sendiri-sendiri hanya berdasar dari klasifikasi kolesterol total (Fylix-Redondo. Grau and PJK besar daripada HDL Keduanya harus diketahui untuk Fernyndez-Bergys, n. Hubungan Faktor Kadar Trigliserida The National Cholesterol Education Program (NCEP, 2. Dengan Penyakit Jantung Koroner Tabel 14 Hubungan Faktor Kadar Trigliserida Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK Total (%) (%) (%) Risiko Rendah Risiko Tinggi Total Berdasarkan hasil tabel 14 dapat dijelaskan 0,000 trigliseridanya tinggi. Sejumlah faktor yang bahwa pasien yang memiliki kadar trigliserida O150 mg/dl masuk kedalam kategori rendah yang tidak menderita PJK sejumlah 87 . ,9%) sedangkan yang menderita PJK sejumlah 43 . ,1%). pasien yang memiliki kadar trigliserida > 150 mg/dl masuk kedalam kategori tinggi yang tidak menderita PJK sejumlah 46 . ,5%) sedangkan yang menderita PJK sejumlah 158 . ,5%) Hasil p valuediperoleh 0. <0. maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor kadar trigliserida dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam. Trigliserida dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Lemak berasal dari buah-buahan seperti kelapa, durian dan alpukat tidak mengandung kolesterol, tetapi kadar Universitas Page 191 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 sangat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah antara lain seperti kegemukan, makan lemak, makan gula biasa dan minum alkohol. Kadar mg/dl meningkatkan risiko PJK (NCEP, 2. Berdasarkan hasil penelitian, teori yang penelitian terkait salahsatunya faktor kolesterol HDL. Hal ini sesuaidengan penelitian yang dilakukan oleh KuntioSri Herlambang . hasil analisis dari 128 sampel penelitian, ada 37 pasien memiliki kadar trigliserida Ou 150 mg/dl. ,90%) dan kadar trigliserida mg/dl . ,10%). Hasil ujistatistik diperoleh nilai p = 0,019 . < 0,. artinya ada hubungan yang bermakna antara kadar trigliserida dengan kejadian Penyakit Universitas Batam Page 192 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Jantung Koroner. Menurut Penelitian oleh mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Mamat Supriyono . , pada analisis Jika kolesterol dalam darah tinggi dapat bivariat menunjukkan adanya hubungan antara menyebabkan terjadinya atherosklerosis atau Trigliserida dengan kejadian PJK, nilai p = 0,003 dan OR = 2,8 . %CI=1,5-5,. Penelitian para ahli menegaskan bahwa Peneliti Yanti . juga sesuai dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah merupakan salah satu faktor risiko dari PJK menunjukkan ada hubungan bermakna dengan (Rahmawati et al. , n. Hubungan Faktor Riwayat Hipertensi 0,001. Trigliserida Dengan Penyakit Jantung Koroner Tabel 15 Hubungan Faktor Riwayat Hipertensi Dengan Penyakit Jantung Koroner Tidak PJK Kategori PJK (%) (%) (%) Tidak Iya Total Total 0,038 Berdasarkan hasil tabel 15 dapat dijelaskan penyebab penyakit jantung koroner salah bahwa pasien yang tidak memiliki riwayat satunya faktor riwayat hipertensi. Hal ini hipertensi dan tidak menderita PJK sejumlah 60 sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh . ,9%) PJK Shoufiah . yang berjudul AuHubungan sejumlah 68 . ,1%). Pasien yang memiliki faktor resiko dan karakteristik penderita riwayat hipertensi dan tidak menderita PJK dengan kejadian penyakit jantung koroner. sejumlah 73 . ,4%) sedangkan yang menderita Setelah dilakukan uji Statistik menggunakan PJK sejumlah 133 . ,6%) Hasil p value Chi-Square didapatkan nilai p- value = 0,002, 038 . <0. , maka disimpulkan terdapat suatu hubungan antara riwayat bahwa ada hubungan antara faktor riwayat hipertensi dengan penyakit jantung koroner di hipertensi dengan penyakit jantung koroner di Ruang Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam. Djatiwibowo Tahun 2016. Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang dilakukan dan teori yang ada kemudian dari ICCU RSUD Dr. Kanudjoso Hubungan Faktor Riwayat DM Dengan Penyakit Jantung Koroner suatu penelitian terkait maka, peneliti kemudian berpendapat bahwa dari beberapa faktor pKategori Universitas Tidak PJK PJK Total Page 193 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 Tabel 16 Hubungan Faktor Kolesterol Total Dengan Penyakit Jantung Koroner Universitas Batam Page 194 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 (%) (%) (%) Tidak Iya Total 0,022 Berdasarkan hasil tabel 16 dapat dijelaskan tahun berisiko 2,31 kali terkena PJK dibanding bahwa pasien yang tidak memiliki riwayat orang yang telah menderita DM selama < 10 Diabetes dan tidak menderita PJK sejumlah 48 . ,9%) sedangkan pasien yang mengalami Hasil tersebut diperkuat dengan penelitian PJK sejumlah 98 . ,1%). Pasien yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung PJK ,2%) pada penderita DM, dengan p value=0,03 danhasil sedangkan yang menderita PJK sejumlah 103 analisis multivariat dengan p value=0,01dan nilai . ,8%) Hasil p value diperoleh 0. OR=2,1 (Al-Khateeb et al. , 2. Risiko . <0. , maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor riwayat DM dengan berhubungan dengan lama penderita mengalami penyakit jantung koroner di Rumah Sakit DM. Akan tetapi jika diimbangi dengan pola Badan PengusahaanKota Batam. hidup yang sehat, sehingga komplikasi jangka Berdasarkan hasil penelitian, teori yang ada panjang bisa dicegahatau ditunda (Zimmet, 2. SARAN Disarankan kepada responden hasil penelitian penyebab penyakit jantung koroner salah ini dapat memberikan informasi tentang faktor satunya faktor riwayat DM. Hal ini sesuai risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahalul. Pada pasien rawat jalan, untuk institusi pendidikan diharapkan dapat memperbanyak menunjukan adanya hubungan antara lama dan meningkatkan sumber informasi tentang menderita DM dengan kejadian PJK pada faktor risiko terjadinya Penyakit Jantung penderita DM . value=0,046. Koroner pada pasien rawat jalan, dan untuk . OR=2,. Pasien DM yang telah menderita DM selama >5 tahun berisiko 2,310 kali terkena PJK dibanding menggunakan penelitian ini sebagai suatu pasien DM yang telah menderita DM selama O5 acuan sehingga menghasilkan penelitian yang Hasil penelitian ini sejalan dengan lebih mendalam mengenai faktor risiko penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada bahwa lama menderita DM memiliki hubungan pasien rawat jalan. dengan kejadian PJK pada penderita DM. Orang UCAPAN TERIMA KASIH yang telah menderita DM selama Ou10 Universitas Page 195 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI 2022 Penulis . Howard. Huffman. Judd, terimakasih kepada dr. Kasih Purwati. Kes yang telah memberikan bimbingan, dorongan Lichtman. Lisabeth. Liu. motivasi dan masukan pada penelitian ini. Mackey. Matchar. McGuire. Ucapan terimakasih juga penulis kepada dr. Mohler. Moy. Muntner. Putra Hendra. Sp. PD. Biomed dan dr. Mussolino. Nasir. Neumar. Sukma Nichol. Palaniappan. Pandey. Sahreni. Gizi Kissela. Lackland, memberikan masukan dalam penelitian ini. Reeves. Rodriguez. Sorlie. DAFTAR PUSTAKA